Author Topic: Daily Devotional  (Read 28357 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

January 30, 2015, 05:43:37 AM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional


Anda Bertopeng ?

Ayat bacaan : Galatia 1:6-10; Yeremia 3:10

”Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus” (Galatia 1:10).

”Buka topengmu!” Kata seorang penginjil kepada ribuan pelayan Tuhan yang hadir dalam sebuah seminar. Penginjil ini tahu apa yang sedang dikatakannya. Kita tahu salah satu kegunaan topeng adalah untuk menutupi wajah aslinya agar kelihatan beda dan menyerupai sesuatu baik orang atau ..... Namun topeng juga bisa berarti ”kedok” yang sama dengan satu ungkapan ”ada udang dibalik batu.” Paulus menjelaskan tujuan pelayanannya kepada jemaat di Galatia bahwa semua yang dia lakukan selama ini sama sekali tidak ada ”udang di balik batu.”

Paulus tidak memakai topeng atau kedok pelayanan pemberitaan Injil untuk menyenangkan manusia dan bukan untuk meraup keuntungan pribadi. Yang dia lakukan hanya untuk menyenangkan Allah di dalam Yesus Kristus bahkan dia berani berkata “terkutuk” bila dia mencari kesukaan manusia dengan memberitakan injil yang lain. Ini adalah tipe pelayan atau hamba Tuhan sejati. Sangat langkah kita temui hamba Tuhan model demikian di akhir zaman ini. Siapa yang berani berkata kepada diri kita sendiri, ”Terkutuklah diriku bila aku memakai pelayanan hanya untuk memperoleh uang, jabatan atau kedudukan dan memberitakan kebenaran hanya untuk menyenangkan telinga orang tanpa menegur dosa-dosanya?” Bila kita tidak berani berarti kita model hamba Tuhan yang bertopeng, mudah kompromi dan mudah disuap dengan ”amplop” serta menjadi hamba Tuhan gadungan yang meracuni domba-domba Tuhan.

Buka topeng kita! Sekalipun mungkin Anda bukan seorang penginjil atau pendeta melainkan jemaat biasa yang menjadi anggota paduan suara, guru sekolah Minggu atau yang lainnya, namun adakah di dalam benak Anda dorongan atau kerinduan untuk memenangkan mereka yang belum menerima keselamatan dan hidup dalam takut akan Tuhan. Bila tidak ada, Anda berarti sedang ada dalam kondisi atau situasi menyenangkan manusia lebih dari Tuhan dan memakai topeng pribadi. Menyenangkan manusia adalah wajar tetapi bila mengorbankan kebenaran maka hal itu akan menjadi kutuk. Buka topeng Anda!

Renungan: Janganlah Anda menjadi serupa dengan dunia ini [termasuk memakai topeng], tetapi berubahlah. Luruskan motivasi-motivasi yang dapat mendukakan hati Tuhan. Atau semua jerih payah Anda akan sia-sia di hadapan Tuhan.

Lawan kompromi adalah hidup takut akan Tuhan.








Injil Kelima

Ayat bacaan : Galatia 1:11-24; Amsal 29:18

”Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus” (Galatia 1:12).

Bedakah Injil Sinoptis [Matius, Markus, Lukas dan Yohanes] dengan Injil yang diterima Paulus? Tidak! Mengapa? Sebab sumbernya satu yaitu Yesus Kristus sekalipun caranya berbeda. Paulus menerima Injil melalui suatu penyataan atau pewahyuan Yesus Kristus secara langsung sebab pada waktu itu masih belum ada yang namanya Kitab Injil. Injil telah menjadi bagian hidup Paulus dan hidupnya diabdikan untuk memberitakan Injil.

Kehidupan yang meleset dari Injil pasti akan celaka seperti yang dialami jemaat di Galatia. Oleh sebab itu ”....hendaklah hidupmu [kita] berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, ..........iman yang timbul dari Berita Injil” terus hidup di dalam diri kita. Namun Injil harus terlebih dahulu menjadi pewahyuan di dalam diri kita bukan hanya menjadi lembaran-lembaran kertas yang disebut Injil dan dibiarkan begitu saja di atas meja tanpa pernah disentuh dan dibaca. Selama Injil tetap menjadi lembaran-lembaran kertas, maka dunia tidak akan bisa melihat Yesus Kristus. Injil harus menjadi pewahyuan di dalam roh setiap orang yang percaya Yesus. Bila Injil telah menjadi pewahyuan di dalam roh anak-anak Allah, maka hidupnya menjadi ”dinamit” kebangunan rohani seperti halnya rasul Paulus.

Inilah yang sering disebut dengan “Injil kelima”. Tetapi bagaimana caranya Injil menjadi pewahyuan?

Masukkan semua Injil / Firman Tuhan dalam roh Anda. Yakni dengan cara merenungkannya siang dalam malam. Perenungan akan membawa Firman Tuhan menjadi nyata di dalam roh kita sebab ROH KUDUS yang ada di dalam roh kita yang menyingkapkannya.

Pandang Yesus dengan segala kemuliaan-Nya. Caranya? Baca dan renungkan secara khusus di dalam Alkitab kehidupan Yesus mulai dari sebelum Dia menjadi manusia sampai Dia dipermuliakan Bapa dan duduk di sebelah kanan-Nya. Sebab ada tiga cara kita bisa melihat Yesus, pertama melalui penglihatan, kedua melalui Alkitab dan yang ketiga di dalam roh kita setelah kita merenungkannya.
January 30, 2015, 05:44:51 AM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Izinkan ROH KUDUS bebas menyingkapkan Injil kepada Anda.

Renungan: Inilah waktunya dunia ingin melihat Yesus Kristus melalui Gereja-Nya - hidup Anda. Ambil keputusan mulai sekarang, mau menjadi serupa dengan Yesus atau serupa dengan dunia? Hidup menurut roh atau daging? Sekali pewahyuan Allah muncul Anda tidak ingin tawaran dunia ini.








Berdasarkan Pernyataan

Ayat bacaan : Galatia 2:1-10; Hosea 12:14 “Aku pergi berdasarkan suatu penyataan. Dan kepada mereka kubentangkan Injil yang kuberitakan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi …..” (Galatia 2:2).

Wahyu adalah cara Allah berkomunikasi dengan umat manusia mengenai diri-Nya, standar moral-Nya, dan rencana keselamatan-Nya. Dan melalui wahyu inilah Allah menyatakan rencana-Nya yang agung itu kepada manusia. Kunjungan Paulus ke Yerusalem yang kedua kali disebutkan “berdasarkan suatu pernyataan”. Kita tahu bahwa semua kegiatan Paulus merupakan rencana Allah bagi pemberitaan Injil kepada orang Yahudi dan terutama non-Yahudi. Berkali-kali Allah memberikan perintah-perintah yang amat jelas untuk mudah ditangkap oleh Paulus atau rasul-rasul lainnya. “Aku pergi berdasarkan suatu pernyataan.”

Oh, betapa indahnya bila kalimat ini diucapkan oleh seorang Kristen sebelum memulai sebuah langkah-langkah penting dalam hidupnya. Dan saya yakin bahwa Allah setiap hari memimpin hidup kita, tetapi Dia sepertinya tidak ada sama sekali dalam hidup kita, sebab kita menguncinya di sebuah ruangan dan tidak mengizinkan Dia bercakap-cakap dengan kita. Kalau hidup kita sepenuhnya berdasarkan “pernyataan”, maka akan banyak berkat yang kita raih dan banyak bencana yang dapat dihindarkan. Mengapa kita enggan berdoa dan menantikan pernyataan Tuhan untuk sebuah langkah penting dalam hidup kita?

Apakah karena kesibukan atau kemalasan kita menanti jawaban Tuhan? Dalam perjanjian lama, otoritas kepemimpinan diserahkan kepada nabi. Alkitab berkata, “Israel dituntun oleh TUHAN keluar dari Mesir dengan perantaraan seorang nabi, ya, ia dijaga oleh seorang nabi” (Hosea 12:14). Tetapi pada zaman sekarang, fungsi nabi agak bergeser. Nabi tidak lagi menjadi tumpuan utama bagi pernyataan-pernyataan Tuhan. Jangan salah mengerti, nabi dalam Perjanjian Baru masih menjadi lidah Allah untuk menyatakan pesan-pesan-Nya. Tetapi yang paling utama, Tuhan berbicara secara langsung kepada kita. Ia menyatakan rencana-rencana-Nya kepada kita. Tetapi sayang, orang Kristen zaman sekarang terlalu sibuk. Tidak ada waktu untuk mendengarkan suara Tuhan. Pernyataan Tuhan seperti sebuah radio yang suaranya bergemerisik, karena kita tidak menangkap gelombang yang tepat.

Renungan: Apa pernyataan Tuhan bagi Anda? Apakah Tuhan berbicara kepada Anda hari ini? Kalau belum, tekuklah lutut Anda dan berdoalah. Jangan berhenti berdoa sampai gelombang radio Anda menangkap sinyal suara Allah dengan tepat. Allah membisikkan rencana-rencana-Nya kepada telinga yang peka.
January 31, 2015, 05:27:44 AM
Reply #22
February 01, 2015, 04:58:37 AM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional


Duri Pada Gambar


Ayat baacan : Galatia 2:17-21; Yeremia 32:30

“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku” (Galatia 2:20).

Seorang Kristen berkata bahwa dia mendapatkan pengertian tentang arti luka-luka akibat kemarahan. Dalam sebuah persekutuan doa ia berdiri dan bersaksi, “Aku mendengar seorang misionaris berkata bahwa setiap kemarahan yang tak terkendali melukai hati Yesus. Lalu saya menggantung sebuah gambar Tuhan Yesus di dinding dan setiap kali saya menjadi emosional, saya menancapkan sebuah duri di gambar itu. Akhirnya gambar itu penuh dengan duri.

Kasih yang besar timbul dari hati saya sebab saya melihat Yesus pasti menderita akibat ulah saya.” Ada hubungan apakah antara gereja dengan Yesus? Hubungan ini bukan sekedar antara Tuhan dengan umat-Nya atau Raja dengan umat-Nya, tetapi lebih dari itu. Ada kesatuan antara Anda dengan Kristus. Apa yang Anda rasakan itu sungguh dirasakan Yesus juga. Jadi tidak salah bila kelakuan Anda yang buruk dapat menyebabkan Yesus menderita. Wawasan kita yang sempit selama ini harus didobrak. Selama ini kita mengira bahwa Yesus tidak pernah merasakan tangan Anda yang menampar pipi-Nya saat Anda berbuat dosa. Sebenarnya, Dia menderita bila melihat hidup Anda yang tidak berjalan dalam kehendak-Nya. Sejak dahulu Allah sudah disakiti oleh bangsa Israel.

Firman Tuhan berkata, “Sebab orang Israel dan orang Yehuda hanyalah melakukan yang jahat di mata-Ku sejak masa mudanya; sungguh, orang Israel hanya menimbulkan sakit hati-Ku dengan perbuatan tangan mereka, demikianlah Firman Tuhan” (Yeremia 32:30). Kelakuan yang jahat dapat menimbulkan sakit hati Allah. Apakah Anda mencintai Yesus? Apakah Anda sungguh-sungguh rela menderita bagi Dia? Sebelum Anda menjawab pertanyaan ini, hal yang penting terlebih dahulu yang Anda lakukan adalah menjawab pertanyaan ini, “Apakah aku tidak menyakiti Tuhanku? Apakah hidupku berkenan kepada-Nya?”

Renungan: Jika Anda hidup saat ini, bukan lagi Anda yang hidup tetapi Kristus yang hidup di dalam Anda. Anda sudah mati saat Anda menjadi percaya dan ikut dikuburkan bersama-sama dengan Kristus. Dan bila Anda hidup, hiduplah bagi Allah dan jangan lagi dipimpin oleh perbuatan daging Anda yang hanya melukai hati Yesus saja.

Hati Yesus lebih disakiti oleh perbuatan anak-anak-Nya daripada perbuatan orang dunia.
February 02, 2015, 05:22:34 AM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Tetap Pada Pendirian

Ayat bacaan : Galatia 3:1-5; Yesaya 40:8

“Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?” (Galatia 3:1)

Pernahkah Anda mendengar tentang kapal “Dewa Ruci”, yaitu kapal perang Indonesia pada zaman dahulu yang tidak memiliki mesin kapal dan hanya memakai layar saja? Kapal ini sanggup berlayar ke berbagai negara yang ada di dunia walaupun hanya mengandalkan layar untuk mencapai tujuannya. Mungkin Anda bertanya, bagaimana kapal ini dapat sampai padahal di tengah laut arah angin dapat berubah-ubah? Tentu bagi seorang pelaut yang berpengalaman hal ini bukanlah masalah. Dengan memutar dan mengatur layar sedemikian rupa, maka arah perahu dapat berjalan lurus kepada tujuannya.

Kapal layar di atas menggambarkan tentang kehidupan kita sebagai orang-orang percaya yang seringkali diperhadapkan kepada beberapa angin pengajaran yang membuat haluan kita bisa berubah. Bahkan pengajaran yang menyesatkan itu kelihatan lebih mempesona padahal jalannya menuju maut. Alkitab berkata, “Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan” (Efesus 4:14). Saudara, saat ini ada banyak hal yang menarik dari dunia ini, seperti percabulan, pesta pora, kekayaan, dan lain sebagainya.

Bahkan Iblis saat ini sedang gencar-gencarnya menawarkan kesenangan dunia kepada orang-orang percaya. Banyak dari antara anak-anak muda yang terlibat narkoba, anak-anak yang kecil mulai menggemari komik-komik yang tidak mendidik, dan orang tua yang terlalu mengejar uang dan kekayaan, serta ada beberapa orang percaya yang menukar imannya dengan kekayaan. Semuanya itu merupakan jerat bagi orang percaya yang dapat mengubah haluan menuju Yesus. Janganlah juga mempunyai kebiasaan berpindah gereja, hanya karena mau mengejar pengkhotbahnya yang terkenal. Anda mencari-cari pengajaran-pengajaran yang dapat memuaskan telinga Anda. Cepat atau lambat rohani Anda akan loyo, sebab rohani Anda tidak diberi makanan firman yang sehat. Ini juga patut diwaspadai.

Renungan: Apakah kita termasuk orang-orang yang terpengaruh dengan tawaran iblis dengan berbagai angin pengajarannya? Jangan bodoh! Saudara, keselamatan yang Tuhan berikan kepada kita nilainya jauh lebih besar dari apa yang ada di dunia ini.

Jangan mencoba-coba aliran atau alternatif-alternatif doktrin yang kelihatannya hebat, tetapi ujungnya membawa maut Sekali Yesus tetap Yesus!
February 03, 2015, 05:18:27 AM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Iman Membuahkan Berkat

Ayat bacaan : Galatia 3:6-10; Ulangan 28:1-2

“Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu,” (Galatia 3:9)

Abraham adalah bapa orang beriman (Roma 4:16). Pernyataan ini seringkali kita dengar dan sering didengungkan oleh hamba-hamba Tuhan. Namun tahukah mengapa Abraham disebut demikian? Karena Abraham semasa hidupnya memang hidup bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Peristiwa yang paling menonjol yang kita ketahui adalah saat Abraham mempersembahkan Ishak, anak satu-satunya. Pada saat itu tidak ada pemberontakan atau keluhan yang dilakukan oleh Abraham, bahkan dia dengan rela mempersembahkan anaknya itu (baca: Kejadian 22:1-19). Dari peristiwa itu, kita tahu bahwa Abraham sangat diberkati, bahkan Firman Tuhan mencatat bahwa Tuhan memberkati Abraham dengan berlimpah-limpah bahkan keturunannya akan memenuhi bumi ini.

Bagaimana kalau kita diperhadapkan pada hal yang sama seperti Abraham? Apakah kita mau melakukannya dengan sungguh-sungguh tanpa memberontak atau menggerutu? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Kalau kita memiliki iman yang teguh, maka kita pasti dapat melalui semuanya dan bukan hanya itu saja, Tuhan akan memberkati kita dengan berlimpah seperti yang telah diterima Abraham. Ini janji Tuhan! Saudara, ada banyak yang Tuhan sampaikan melalui firman-Nya, bahkan ada banyak janji-janji yang diucapkan-Nya.

Para penulis Kitab Suci bersikeras bahwa janji-janji Allah itu bersifat kekal dan tidak dapat berubah, yang berarti apa yang dikatakan Allah pasti terjadi. Inilah yang menjadi pegangan bagi Abraham untuk melakukan perintah Tuhan. Abraham hidup oleh iman, yaitu hidup dan taat melakukan seperti yang difirmankan Tuhan sehingga hidupnya diberkati Tuhan dengan luar biasa. Bukan hanya berkat jasmani, tetapi berkat rohani juga diterimanya.

Renungan: Saudara belajarlah untuk hidup dengan iman dan mempercayai Firman Tuhan dengan sepenuh hati. Ingatlah bahwa Abraham telah mendapatkan dari apa yang Tuhan telah janjikan. Kalau Tuhan bisa memberkati Abraham karena imannya, maka Tuhan juga sanggup memberkati kita yang mau dan sungguh-sungguh melakukan perintah Tuhan. "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu” (Ulangan 28:1-2).

Memiliki iman adalah awal mendapatkan berkat Abraham.
February 04, 2015, 05:14:25 AM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Hidup Oleh Iman

Ayat bacaan : Galatia 3:11-14; Mazmur 112:7

“Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman" (Galatia 3:11)

Ketika seseorang melahap hidangan di sebuah restoran favorit, ia tidak akan berpikir bahwa koki yang membuat masakannya itu akan meracuni dia. Dengan lahap ia menghabiskan setiap hidangan yang sudah dipesannya. Mengapa begitu? Ya, karena dia percaya penuh kepada restoran itu, sehingga ia tidak perlu lagi bertanya apalagi mencurigai kalau-kalau ada racun di dalam masakan itu. Iman kepada Allah adalah menaruh sepenuhnya kepercayaan kita kepada-Nya.

Apapun yang Tuhan perintahkan dalam hidup kita pasti mendatangkan kebaikan kepada orang-orang yang mengasihinya. Ia juga tidak pernah membuat kita celaka asalkan kita tetap menaruh percaya kepada-Nya. Bahkan Firman Tuhan berkata, “…… Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia" (1 Korintus 2:9) Ketika Petrus diperintahkan Tuhan untuk berjalan di atas air (Baca: Matius 14:22-33) ternyata Petrus benar-benar dapat berjalan di atas air, tetapi oleh karena bimbang, dan karena melihat situasi badai yang sedemikian dahsyatnya, maka tenggelamlah dia. Dan Firman Tuhan katakan, “Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang" (Matius 14:31)?

Saudara, hidup dengan iman berarti harus menguasai setiap aspek hidup orang percaya, sehingga dalam hal apapun yang dilakukannya semuanya berdasar kepada Tuhan. Dalam berusaha, dalam bekerja, belajar, atau apapun kegiatannya kita harus melandaskan iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus. Supaya saat tantangan dan rintangan datang kita tetap percaya kepada-Nya dan menjadi pemenang. Firman Tuhan berkata, “Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN” (Mazmur 112:7).

Renungan: Apa yang harus kita lakukan saat ini? Firman Tuhan katakan orang benar akan hidup oleh iman. Berarti, saat kita menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat pribadi, kita harus percaya sungguh-sungguh bahwa Allah sanggup memberikan berkat-Nya kepada kita. Dia sudah memberikan masa depan yang terbaik. Dia tidak membiarkan kita sendiri saat kita menghadapi masalah. Untuk itu, belajarlah untuk percaya secara sepenuhnya kepada Allah.

Orang percaya harus hidup oleh iman.
February 05, 2015, 05:36:42 AM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Bukan Uang Yang Kecil


Ayat bacaan : Galatia 3:15-18; Mazmur 12:7

“Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya” (Galatia 3:17).

Pada hari Jumat, 29 Maret 1984, Robert Cunningham sedang menikmati hidangan di restoran favoritnya, Sal’s pizzeria, di mana ia telah menjadi langganan restoran itu selama 7 tahun. Pelayannya, Phyllis Penza, telah bekerja di restoran itu selama 19 tahun. Seusai menyantap hidangan itu, sambil bergurau Cunningham menawarkan Penza separuh dari hadiah lotre “New York Lotto” bila ia memenangkannya. Lalu dua orang ini sama-sama memilih nomor yang akan diundi.

Aneh bin ajaib. Pada malam minggu, Cunningham memenangkan lotre itu. Hadiah yang bakal diterima sebesar 6 juta dolar (60 milyar rupiah, dengan asumsi $1 = Rp10.000). Sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah ia berani menepati janjinya memberikan separuhnya (30 milyar) kepada pelayan restoran itu? 30 milyar bukan uang yang kecil! Cunningham, seorang polisi berpangkat sersan, suami, ayah 4 anak, dan kakek dari 3 cucu, mengomentari, “Aku tidak akan menarik ucapanku. Lagi pula, persahabatan itu lebih berarti dari uang.” Sebuah janji yang mahal harganya, namun ditepati! Ribuan tahun yang lalu Allah juga pernah berjanji kepada Abraham bahwa janji-Nya akan ditepati. Keturunannya secara rohani akan digenapi melalui kelahiran Mesias (Galatia 3:19).

Dan Allah tahu bahwa memberikan Anak-Nya yang tunggal itu begitu mahal harganya. Anda pikir bahwa Allah tidak “bergumul” saat Ia mengambil keputusan memberikan Anak-Nya untuk menjadi korban? Tetapi Allah tidak pernah ingkar janji. Berapapun mahalnya sebuah janji, Allah tidak akan pernah menarik ucapannya. Saudara, kita memiliki Allah yang tidak plin-plan. Asal kita percaya dengan segenap hati, apa saja janji yang diucapkan-Nya pasti akan digenapi. Kalau Anda sedang menghadapi masalah, percayalah janji-Nya yang mengatakan bahwa pencobaan-pencobaan Anda tidak melebihi kekuatan Anda, lagipula Ia akan memberikan jalan keluar, sehingga Anda dapat menanggungnya (1 Korintus 10:13). Kalau Anda cemas dan khawatir, firman-Nya berkata, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5:7). Dan masih banyak lagi janji Tuhan kepada Anda.

Renungan: Kalau janji Tuhan pasti digenapi, untuk apa kita takut lagi? Ketakutan timbul karena kita meragukan janji Allah. Padahal Tuhan itu senang kalau dipercayai. Dan Ia akan menggenapi janji-janji-Nya dalam hidup Anda. Tidak percaya kepada janji Allah sama dengan mengatakan bahwa Allah itu plin-plan.
February 06, 2015, 05:00:29 AM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Kebanggan Sebagai Anak Allah

Ayat bacaan : Galatia 3:19-26; Hosea 11:1

“Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus” (Galatia 3:26).

Saya membaca di sebuah harian, seorang pembaca menulis demikian, “Adakah di antara Ibu Bapak yang berniat mengadopsi anak? Saya akan mengadopsikan anak saya yang baru lahir. Anak saya anak laki-laki anak ketiga, saya ingin mencari orang yang mau mengadopsinya. Waktu saya masih hamil, suami saya merantau ke Malaysia. Sampai anaknya lahir nggak ada kabarnya. Saya sangat bingung saat ini. Soalnya anak saya masih dua orang lagi.

Keduanya butuh biaya sekolah, sedangkan saya tak punya apa-apa lagi……. Oleh karena itu, saya ingin mencari orang yang mau mengadopsi anak saya ini.” Berbagai perasaan berkecamuk di dalam diri saya, antara kasihan dan gregetan. Tetapi saya memahami posisi ibu di atas yang daripada tidak mampu menghidupi anaknya, lebih parah lagi menelantarkannya, lebih baik menyerahkannya kepada orang yang mampu merawatnya. Cerita tentang adopsi bukanlah cerita asing di Alkitab. Dikatakan bahwa setiap orang percaya yang dilahirkan kembali diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12, 13). Di bagian lain dipakai istilah adopsi dalam arti teologis. Adopsi di sini bukanlah berarti bahwa anak yang diadopsi akan menerima segala sesuatu yang berkelas dua. Tidak! Allah mengakui kita sebagai anak yang berhak atas hak yang sama, bahkan sama dengan Yesus. Alkitab mengatakan bahwa kita didudukkan bersama-sama dengan Yesus (Efesus 2:6).

Sebelum menjadi anak Allah, kita adalah anak liar yang tidak berhak atas warisan Allah. Kita orang luar dan bukan termasuk anggota Kerajaan Allah. Kita ibarat gelandangan yang setiap hari mengai-ais sampah dan tidak tahu arah tujuan hidup. Tetapi kasih karunia Allah melimpah dalam hidup kita. Seorang raja yang datang dari negeri surga tiba-tiba memungut kita dan mengadopsi kita sebagai anak-Nya. Inilah yang saya katakan dengan kasih karunia Allah. Saudara, marilah kita menghargai posisi kita sebagai anak Allah. Tuhan telah memberikan janji-janji dan warisan-Nya kepada kita. Tuhan mau kita hidup sebagaimana posisi kita sebagai anak-anak Allah. Jangan melakukan hal-hal yang dapat membuat malu nama Bapa kita di surga.

Renungan: Kita patut bangga menjadi anak-anak Allah. Kalau Anda belum memiliki kemegahan ini, mintalah Tuhan membuka mata hati Anda supaya Anda melihat Allah dalam dimensi yang baru.

Kita bangga mempunyai Bapa seperti Allah kita, tetapi apakah Dia bangga memiliki anak seperti kita?
February 07, 2015, 05:17:01 AM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Ambisi Pribadi

Ayat bacaan : Galatia 3:27-29; Mazmur 133 “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus” (Galatia 3:28).

Di sebuah musium, seorang pria berambut putih berdiri di hadapan gambar Tuhan Yesus sambil terpesona. Setelah memandanginya beberapa saat ia menggumam dengan wajah ceriah, “Terpujilah Dia. Aku mengasihi-Nya!” Seorang lainnya yang berdiri di sebelahnya mendengar ucapan pria itu berkata, “Saudara, aku juga mengasihi-Nya.” Lalu ia mendekap tangan pria itu. Pria ketiga juga berkata sambil menggandeng tangan pria itu, “Aku juga mengasihi-Nya.”

Tak lama kemudian sekelompok kecil pria dari berbagai usia dan warna kulit sambil bergandengan tangan memuji Yesus. Kasih kepada Yesus akan mempersatukan umat Tuhan. Kalau gereja tahu hal ini, tidak akan ada perpecahan, sebab masing-masing orang mengasihi Tuhan yang sama. Mengapa gereja rawan dengan perpecahan? Sebab di dalam gereja masih ada orang-orang yang membawa ambisinya sendiri-sendiri. Mereka kehilangan visi untuk mempermuliakan Yesus. Yang ada adalah visi untuk diri sendiri dan mereka mencoba “berkarir” dalam gereja Tuhan untuk meraih kedudukan dan jabatan yang tinggi. Akhirnya gereja dipenuhi dengan manusia-manusia berdasi yang membawa ambisinya sendiri-sendiri.

Antar saudara tidak lagi menyerukan, “Aku mengasihi Yesus!” Tetapi mereka menyerukan, “Aku mencari kedudukan!” Marilah kita kembali kepada visi semula: mempermuliakan Yesus! Kalau visi ini memenuhi semua gereja Tuhan, maka tidak akan ditemukan lagi perbedaan-perbedaan. Tidak ada kebanggaan organisasi atau denominasi. Tidak ada kebanggaan doktrin atau liturgi. Semua kebanggaan itu dihancurkan manakala hati yang dipenuhi dengan kasih Kristus menguasai hati orang percaya. Saya senang dengan pemazmur yang berkata, “…… Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun. Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.” (Mazmur 133)!

Renungan: Kalau ada hati yang penuh kasih kepada Allah, semua keegoisan dan ambisi pribadi akan dihancurkan. Dan hasilnya, berkat Allah akan mengalir melimpah pada gereja-Nya dan dunia akan cepat dipenuhi dengan kemuliaan-Nya.

Persatuan mengundang berkat Allah.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)