Author Topic: Daily Devotional  (Read 55760 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 21, 2021, 05:27:21 AM
Reply #2080
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=2126&lang=id


20
Feb
Renungan Harian
Kepenuhan ROH KUDUS

Kisah Rasul 4:23-31; 1 Samuel 10:6

”Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan ROH KUDUS, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.”

(Kisah Rasul 4:31)

 

Kita sering dibingungkan dengan istilah baptisan ROH KUDUS dan kepenuhan ROH KUDUS. Peristiwa yang terjadi pada hari Pentakosta di kamar loteng di Yerusalem itu merupakan fenomena baptisan dan sekaligus kepenuhan ROH KUDUS yang ditandai dengan berbahasa lidah (Kisah Rasul 2). Tercatat ada 120 orang yang mengalami baptisan itu, termasuk para murid Tuhan seperti Petrus, Yohanes, dll. Alkitab berkata, "Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan ROH KUDUS, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya" (Kisah Rasul 2:1-4). Tetapi kepenuhdan ROH KUDUS terjadi lagi di dalam Kisah 4 ini. Padahal mereka adalah orang-orang yang telah mengalami lawatan ROH KUDUS di kamar loteng Yerusalem. Mengapa harus terjadi lagi kepenuhan ROH KUDUS? Oh ya, sebab mereka mulai mengalami degradasi rohani. Setelah mereka mengalami baptisan dan kepenuhan ROH KUDUS di kamar loteng, mereka mengalami tantangan dan aniaya yang hebat dari para pembenci kebenaran. Dan perjuangan itu jelas membuat mereka letih. Mereka membutuhkan kesegaran baru dan kekuatan baru untuk melanjutkan perjuangan mereka memberitakan Injil. Karena itulah mereka perlu mengalami kepenuhan ROH KUDUS lagi. Dan apa yang terjadi kalau mereka dipenuhkan dengan ROH KUDUS lagi? "...mereka memberitakan firman Allah dengan berani."

Kita perlu juga mengalami kepenuhan ROH KUDUS setiap saat. Seringkali kita menamai keletihan rohani. Kita merasakan kegersangan dan ketidakgairahan dalam diri kita. Apa yang kita butuhkan adalah "setrum" dari surgawi yang akan mengisi kita seperti baterai yang harus diisi ulang supaya kita menjadi "hidup" lagi.

 

Renungan :

Jangan bangga kalau kita sudah bisa berbahasa lidah. Itu hanyalah langkah awal saja. Kita harus dipenuhkan dengan ROH KUDUS setiap hari supaya kita selalu menyala bagi Allah kita.

 

Gereja tanpa ROH KUDUS adalah arang tanpa api.






February 22, 2021, 09:13:24 AM
Reply #2081
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=2128&lang=id



22
Feb
Renungan Harian
Hangus Dalam Kemuliaan

Kisah Rasul 5:1-11; Mazmur 119:163

Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai ROH KUDUS dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?

(Kisah Rasul 5:3)

 

Gereja mula-mula adalah jemaat yang unik. Mereka terbentuk karena adanya suatu kebutuhan yang mendesak bahwa mereka yang dikucilkan oleh keluarganya oleh karena nama Yesus, dapat bersatu dan bersekutu untuk saling menguatkan. Lukas menyebut persekutuan ini sebagai persekutuan yang “sehati dan sejiwa" (Kisah Rasul 4:32). Secara ajaib ROH KUDUS menciptakan satu kemurahan hati di antara mereka yang diwujudkan dengan saling menjual harta miliknya (mungkin tanah atau juga rumah) dan membagi-bagikannya sesuai dengan keperluan masing-masing dengan hati gembira dan tulus, sehingga di antara mereka tidak ada seorangpun yang kekurangan (Kisah Rasul 4:34).

Ananias dan Safira juga tergoda untuk melakukan tindakan yang sama. Mereka menjual sebidang tanah dan hasilnya dipakai untuk kebutuhan hidup bersama dalam jemaat. Sayangnya tindakan mereka itu tidak tulus. Ada maksud- maksud jahat di hati mereka, sebab mereka menahan sebagian hasil penjualan. Mereka sehati untuk membohongi pemimpin gereja yang diangkat dan diurapi Allah, dan juga kepada ROH KUDUS, Allah sendiri. Mereka bukan saja menghina dan merendahkan pemimpin gereja, tetapi telah menghina dan merendahkan Allah (Kisah Rasul 5:3-4). Akibatnya mereka mati seketika!

Mengapa dosa yang dilakukan Ananias dan Safira mendapat hukuman yang begitu berat dan mengerikan?

Di hadapan hadirat Allah semua dosa tersembunyi akan terbongkar. Ananias dan Safira tidak dapat bertahan dalam alam kemuliaan Allah yang begitu kuat. Dan bagi mereka yang tidak mengenal hati Allah juga bisa mati instan karena mereka mencoba masuk dalam hadiratNya dengan hati yang berdosa.

Saudara-saudara pada waktu dosa bertemu dengan kemuliaan Allah pasti ada reaksi yang terjadi. Ibrani 12:29 berkata, "Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan." Kita bisa lolos saat ini dari penghakiman Tuhan bukan berarti Tuhan lalai dengan penghakiman-Nya (2 Petrus 3:9). Allah itu panjang sabar dan kebaikan-Nya menuntun kita pada pertobatan (Roma 2:4). Sebagai orang yang sudah bertobat kita harus hidup semakin saleh dan suci. 

 

Renungan :

Dosa tidak akan tahan di dalam hadirat Tuhan. Sebagian orang mengira bahwa mereka merasa aman dengan dosa mereka. Tetapi ketika hadirat Tuhan berada pade puncaknya, penghukuman pasti terjadi.

 

Air dan minyak tidak dapat bersatu, begitu pula dosa dan kemuliaan.








February 23, 2021, 06:33:40 AM
Reply #2082
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=2128&lang=id



22
Feb
Renungan Harian
Hangus Dalam Kemuliaan

Kisah Rasul 5:1-11; Mazmur 119:163

Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai ROH KUDUS dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?

(Kisah Rasul 5:3)

 

Gereja mula-mula adalah jemaat yang unik. Mereka terbentuk karena adanya suatu kebutuhan yang mendesak bahwa mereka yang dikucilkan oleh keluarganya oleh karena nama Yesus, dapat bersatu dan bersekutu untuk saling menguatkan. Lukas menyebut persekutuan ini sebagai persekutuan yang “sehati dan sejiwa" (Kisah Rasul 4:32). Secara ajaib ROH KUDUS menciptakan satu kemurahan hati di antara mereka yang diwujudkan dengan saling menjual harta miliknya (mungkin tanah atau juga rumah) dan membagi-bagikannya sesuai dengan keperluan masing-masing dengan hati gembira dan tulus, sehingga di antara mereka tidak ada seorangpun yang kekurangan (Kisah Rasul 4:34).

Ananias dan Safira juga tergoda untuk melakukan tindakan yang sama. Mereka menjual sebidang tanah dan hasilnya dipakai untuk kebutuhan hidup bersama dalam jemaat. Sayangnya tindakan mereka itu tidak tulus. Ada maksud- maksud jahat di hati mereka, sebab mereka menahan sebagian hasil penjualan. Mereka sehati untuk membohongi pemimpin gereja yang diangkat dan diurapi Allah, dan juga kepada ROH KUDUS, Allah sendiri. Mereka bukan saja menghina dan merendahkan pemimpin gereja, tetapi telah menghina dan merendahkan Allah (Kisah Rasul 5:3-4). Akibatnya mereka mati seketika!

Mengapa dosa yang dilakukan Ananias dan Safira mendapat hukuman yang begitu berat dan mengerikan?

Di hadapan hadirat Allah semua dosa tersembunyi akan terbongkar. Ananias dan Safira tidak dapat bertahan dalam alam kemuliaan Allah yang begitu kuat. Dan bagi mereka yang tidak mengenal hati Allah juga bisa mati instan karena mereka mencoba masuk dalam hadiratNya dengan hati yang berdosa.

Saudara-saudara pada waktu dosa bertemu dengan kemuliaan Allah pasti ada reaksi yang terjadi. Ibrani 12:29 berkata, "Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan." Kita bisa lolos saat ini dari penghakiman Tuhan bukan berarti Tuhan lalai dengan penghakiman-Nya (2 Petrus 3:9). Allah itu panjang sabar dan kebaikan-Nya menuntun kita pada pertobatan (Roma 2:4). Sebagai orang yang sudah bertobat kita harus hidup semakin saleh dan suci. 

 

Renungan :

Dosa tidak akan tahan di dalam hadirat Tuhan. Sebagian orang mengira bahwa mereka merasa aman dengan dosa mereka. Tetapi ketika hadirat Tuhan berada pade puncaknya, penghukuman pasti terjadi.

 

Air dan minyak tidak dapat bersatu, begitu pula dosa dan kemuliaan.





February 24, 2021, 05:00:09 AM
Reply #2083
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=2129&lang=id




23
Feb
Renungan Harian
Tanda Dan Mujizat

Kisah Rasul 5:12-16; Mazmur 133

Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat.

(Kisah Rasul 5:12)

 

Setelah kejadian kematian Ananias dan Safira karena mendustai ROH KUDUS, ketakutan dan kegemparan yang sempat melanda jemaat Tuhan berangsur-angsur hilang, dan diganti dengan sukacita dan pujian terhadap Allah atas mujizat yang telah terjadi. Dan rasul-rasul tersebut memiliki kuasa untuk mengadakan mujizat. Dan itu menunjukkan bahwa karya dan pekerjaan Kristus terus berlangsung melalui mereka. Para rasul dapat melakukan hal-hal yang ajaib karena Kristus telah bangkit kembali dan mencurahkan ROH KUDUS, dan kuasa pemberitaan Injil menyertai mereka. Inilah salah satu bukti penyertaan Allah atas para rasul yang berkarya untuk menggenapi janji Kristus atas mereka, seperti yang dinyatakan dalam Markus 16:20, "Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya."

Pendek kata saat itu umat Tuhan mengalami pesta rohani. Kuasa Allah dicurahkan secara melimpah. Kegentaran melanda setiap orang di mana-mana. Mereka juga gemar bersekutu (ay. 12); orang-orang percaya semakin disegani oleh masyarakat Yahudi sehingga mereka tidak berani mengganggu orang percaya, sebaliknya mereka sangat dihormati (ay. 13); dan Tuhan makin hari makin menambahkan jumlah orang yang percaya kepadaNya (ay. 14).

Kalau kita perhatikan bahwa kekuatan mereka ada pada persatuan. Ciri ini memang begitu menonjol pada gereja mula-mula. Bahkan yang memiliki lebih mau membagikan kepada mereka yang kekurangan. Ini juga tidak terlepas dari atmosfir ilahi yang melanda mereka.

Mungkinkah kita bisa menikmati lagi masa keemasan seperti yang terjadi pada gereja mula-mula? Mengapa tidak? Bukankah Allah tidak pernah mengurangi kadar kasih dan kuasaNya bagi kita? Allah kita masih berkarya hingga kini. la menunggu kita bergerak, bertindak, dan melaksanakan perintahNya. Niscaya, kita akan menikmati kasih dan kuasa Allah yang melimpah.

 

Renungan :

Jangan meremehkan persekutuan yang diadakan di setiap pertemuan orang percaya. Ikutilah dan bertumbuhlah di dalam kasih karunia. Marilah kita minta supaya persekutuan kita semakin erat dan kuasa Allah semakin dinyatakan.

 

Gereja adalah kesatuan orang percaya yang bersehati dan melakukan perkara yang besar.





February 25, 2021, 09:25:35 AM
Reply #2084
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=2130&lang=id


24
Feb
Renungan Harian
Karakter Memberitakan Injil

Kisah Rasul 5:17-25; Yesaya 52:7

Tetapi datanglah seorang mendapatkan mereka dengan kabar: "Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di dalam Bait Allah dan mereka mengajar orang banyak."

(Kisah Rasul 5:25)

 

Gereja memiliki tanggung jawab untuk memberitakan Injil. Dari abad ke abad tugas ini dilakukan oleh gereja. Tetapi gereja mula-mula memiliki 3 ciri khas karakter memberitakan Injil. Apa saja itu?

Pertama, karakter ketaatan. Ayat 19-21 katakan, "Tetapi waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka keluar, katanya: "Pergilah dan berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman itu kepada orang banyak." mereka mentaati pesan itu, dan menjelang pagi masuklah mereka ke dalam bait Allah, lalu mulai mengajar disitu." Para rasul taat akan perintah Allah yang dipesankan melalui seorang malaikat Tuhan. ketaatan adalah kunci keberhasilan kita untuk mengiring Yesus. Banyak orang gagal dalam karakter yang penting ini.

Kedua, karakter keberanian. Keberanian yang dimaksud adalah suatu keberanian untuk bertindak atas dasar perintah Tuhan. Padahal kita tahu sebelumnya murid-murid Tuhan hidup dalam ketakutan ketika Yesus ditangkap (Yohanes 20:19). Tetapi murid-murid Tuhan memiliki keberanian untuk berkhotbah di depan umum (Kisah Rasul 5:21). Setelah mereka ditangkap lagi kemudian dilepaskan, mereka tetap saja memberitakan Injil di bait Allah (ay. 42).

Ketiga, karakter kesungguhan. Kesungguhan para rasul/ murid dalam hal pemberitaan Injil adalah salah satu faktor pertumbuhan gereja mula-mula. Dengan kata lain mereka serius menanggapi panggilan Tuhan untuk menyebarkan kabar baik tersebut. Setiap program yang mereka bicarakan adalah tentang memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang. Mereka berbincang-bincang juga tentang cara-cara untuk memenangkan jiwa bagi Tuhan. Sangat ironis kalau gereja zaman sekarang tidak lagi melakukan penginjilan dengan serius.

 

Renungan :

Selama Yesus belum datang kembali untuk yang kedua kalinya, kita masih bertanggung jawab untuk memberitakan Injil. Mengapa kita harus takut kalau ini adalah Amanat Agung dari Tuhan kita? Bukankah Dia berjanji untuk tidak meninggalkan kita ?

 

Injil adalah berita baik yang mau menerima, sekaligus berita hukuman bagi yang menolak.







February 26, 2021, 06:39:55 AM
Reply #2085
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=2131&lang=id



25
Feb
Renungan Harian
Prioritaskan Dengan Benar

Kisah Rasul 5:26-42; Keluaran 20:3

Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.

(Kisah Rasul 5:29)

 

Kata "prioritas" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,

berarti "yang didahulukan dan diutamakan dari pada yang lain". Setelah kita bertobat dan masuk ke dalam Kerajaan Allah, maka kita harus bisa menempatkan prioritas dengan benar di dalam kehidupan kita. Allah sendiri yang mengajarkan kepada kita tentang prioritas itu: "Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu" (Keluaran 20:3). Ayat ini secara jelas mencerminkan bagaimana Allah menuntut prioritas manusia hanya kepadaNya dan tidak kepada siapapun di luar diriNya.

Apa yang harus kita pahami mengenai prioritas ?

- Prioritas kepada Allah menuntut keberanian dan pengorbanan. Hal itu pula yang dilakukan oleh wanita yang mengurapi kaki Yesus (Yohanes 12:3). Untuk memperoleh pengampunan ia harus melawan tata krama dan adat isitiadat yang melarang wanita bergaul dengan pria di tempat umum.

- Prioritas kepada Allah bukan hanya pada niat, tetapi juga pada pelaksanaan. Dalam "perumpamaan tentang dua orang anak”, yang seorang anak mulanya menolak perintah itu, tetapi selanjutnya menyesal lalu melakukan, tetapi seorang lagi berkata “ya” namun tidak mau mengerjakan. Prioritas harus dilaksanakan.

- Prioritas kepada Allah memerlukan disiplin. Yesus tahu bagaimana la menempatkan prioritas untuk bersekutu dengan BapaNya (Markus 1:35). Dan la juga tunduk sepenuhnya kepada perintah Bapa (Yohanes 2:4).

- Prioritas kepada Allah perlu diterjemahkan secara berimbang. Prioritas kepada Allah tidak berarti menggeser prioritas kita yang lain, misalnya: Kasus memberi persembahan pada Allah tetapi masih berseteru (Matius 5:23-26); Kasus Hari Sabat (Matius 12:1-13); Kasus Membayar Pajak Kepada Kaisar (Matius 22:15-22); Kasus Orang Samaria Yang Baik Hati (Lukas 10:25-370; Kasus Pelayanan Diakonia dalam Kisah Para Rasul (Kisah Rasul 6:1-7).

 

Renungan :

Hubungan dengan Allah adalah prioritas segalanya, setelah itu baru keluarga dan disusul dengan pelayanan. Jadi pelayanan itu ditempatkan setelah keluarga. Jangan salah mengerti. Pelayanan itu penting tetapi Allah lebih senang melihat kita berbahagia bersama keluarga kita.

 

Kesalahan menempatkan prioritas dapat berakibat fatal.





February 27, 2021, 05:31:07 AM
Reply #2086
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=2132&lang=id



26
Feb
Renungan Harian
Semakin Bertambah

Kisah Rasul 6:1-7; Mazmur 14:7

Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

(Kisah Rasul 6:7)

Jika kita membaca kisah perjalanan para Rasul yang diawali pemilihan oleh Tuhan Yesus Kristus yang saat itu berada di tepi danau Galilea, maka kita tahu, bahwa jumlah awalnya adalah 12 orang. Tetapi, dengan berjalannya waktu, maka banyak orang yang menjadi pemercaya selaku pengikut Tuhan Yesus Kristus. Bahkan pada saat pencurahan ROH KUDUS di Yerusalem, ada seratus dua puluh murid Yesus yang berkumpul. Dari tempat itulah Injil Keselamatan diberitakan ke seluruh dunia, yang akhirnya sampai juga kepada bangsa-bangsa yang belum mengenal siapa Yesus Kristus itu. Sampai sekarang pun hal tersebut menjadi tugas dan tanggung jawab kita sebagai orang yang telah diselamatkanNya.

Di dalam Kisah para Rasul 2:41, 47 tercatat bahwa jumlah pengikut Kristus semakin lama semakin banyak. Bahkan pada pasal 4:4 ditulis "lima ribu orang laki-laki". Jumlah itu belum ditambah dengan para isteri dan anak-anak mereka. Itu merupakan sensus pada kurang lebih 1700 tahun lalu. Menurut wikipedia, jumlah orang Kristen di seluruh dunia mencapai 33% dari populasi penduduk dunia. Jadi ini sebenarnya menjadi tanggung jawab gereja Tuhan untuk menjangkau mereka yang belum mengenal keselamatan di dalam Yesus ini.

Dari bacaan ayat di atas, yang membuat kita semakin tertarik adalah jumlah mereka semakin hari semakin banyak orang-orang yang menyerahkan diri dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Dalam Kisah Rasyl 2:47, terdapat satu kalimat yang menggambarkan tentang "disukai oleh semua orang". Hal itu menandakan, bahwa mereka yang menyerahkan diri dan mengaku percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dengan dibaptis dan menjadi pengikut Kristus, adalah orang-orang yang disukai. Kata "semua orang" menandakan, bahwa dengan kehidupan sehari-hari mereka sebagai pemercaya yang telah penuh dengan ROH KUDUS itu dapat menarik perhatian mereka yang belum mengenal siapa Yesus Kristus. Dengan kata lain, kehidupan mereka menjadi saksi bagi kerajaan Allah di dalam Yesus Kristus Tuhan kita.

 

Renungan :

Inilah yang mereka lakukan pada zaman para rasul. Bagaimana dengan keadaan kita sekarang? Masihkah kita disenangi oleh semua orang yang belu mengenal Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat dunia ini! Marilah mengoreksi diri kita.

 

Beritakanlah Injil dan rebut jiwa-jiwa, sebab Setan sedang memberitakan ”Injil” lain.






February 28, 2021, 05:21:40 AM
Reply #2087
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=2133&lang=id


27
Feb
Renungan Harian
Pasti Ada Maksudnya

Kisah Rasul 6:8-15; Kejadian 45:8

Dengan jalan demikian mereka mengadakan suatu gerakan di antara orang banyak serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat; mereka menyergap Stefanus, menyeretnya dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama.

(Kisah Rasul 6:12)

Stefanus? Siapakah dia?

Kalau dibandingkan dengan Petrus atau Yohanes pada zaman itu, tentunya nama Stefanus tidaklah setenar nama mereka. Alkitab berkata bahwa Stefanus adalah seorang "pelayan meja" (Kisah Rasul 6:2). Dia bukan pengkhotbah yang biasa berdiri di belakang mimbar. Tetapi kita lihat bahwa perbuatannya justru mungkin akan mempermalukan para pengkhotbah dan penginjil modern zaman sekarang ini.

Stefanus adalah potret seorang hamba Tuhan yang sempurna. Pertanyaannya, dimana Allah ketika orang muda ini diadili dalam suatu pengadilan yang tidak adil, ketika ia difitnah secara keji? Di mana Allah ketika orang muda ini dirajam batu hingga meninggal? Di mana kuasa Allah dan mujizat yang selama ini menyertainya dalam pelayanan? Peristiwa ini mungkin sangat mengguncangkan iman orang-orang percaya waktu itu.

Stefanus mati secara tragis, meninggalkan begitu banyak pertanyaan dan kesedihan yang mendalam di hati orang-orang percaya pada waktu itu; Apa maksud Allah di balik peristiwa ini ? Agaknya orang-orang percaya pada zaman itu tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan tersebut.

Adakah sesuatu yang baik dari peristiwa matinya Stefanus itu?

Dalam kisah 8:1a, di situ dituliskan kalau kematian Stefanus itu diamati oleh seorang pemuda fanatik bernama Saulus. Dia menyetujui pembunuhan tersebut. Saulus pasti berada dalam jarak yang sangat dekat dengan Stefanus yang sedang dirajam itu. Saulus melihat dengan jelas semua kronologi yang terjadi. Dia ”merekam” setiap adegan penyiksaan itu. Tetapi Saulus pasti kaget dan heran melihat ketenangan dan ketabahan Stefanus ketika ia dirajam batu. la heran benar akan keteguhannya memegang imannya!

Di dalam kegelisahan hatinya Saulus semakin membabi buta untuk menangkap, menyiksa, dan membunuh orang-orang percaya. Kita semua tahu, justru dalam perjalanan ke Damsyik Tuhan Yesus menemui dan memanggil Saulus untuk melayani Dia.

Kita tentunya yakin, bahwa Allah izinkan Saulus melihat peristiwa kematian Stefanus dan itu untuk menghantarkannya pada pertobatannya.

 

Renungan :

Apakah kita juga dihadapkan dengan peristiwa yang tidak kita pahami dalam hidup kita? Tuhan pasti punya maksud. Segala perkara berjalan bersama untuk mendatangkan kebaikan (Roma 8:28-30).

 

Kadang Allah bekerja secara rahasia untuk kepentingan anak-anakNya.








March 01, 2021, 05:09:36 PM
Reply #2088
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=2135&lang=id



01
Mar
Renungan Harian
Puncak Kemuliaan

Kisah Rasul 7:54 – 8:1a; Mikha 3:8

Tetapi Stefanus, yang penuh dengan ROH KUDUS, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.

(Kisah Rasul 7:55)

Kita gerah ketika berbicara mengenai penderitaan. Wah, bapak ini bagaimana sih... wong sekarang ini zaman yang enak dan nyaman kok mau berbicara tentang penderitaan.. itu zaman dulu pak...?

Begitukah kita berkata?

Alkitab berkata, “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya” (2 Timotius 3:12). Ini sebuah pernyataan kebenaran. Kalau gereja tidak mengalami konfrontasi dengan dunia ini, justru kita harus bertanya mengenai kesungguhan kita menjadi duta Kristus!

Stefanus mengalami aniaya yang luar biasa sampai akhirnya dia mati sebagai martir. Dia tercatat sebagai martir pertama kali dalam sejarah gereja Tuhan. Usianya yang masih muda mungkin akan membuat kita bertanya mengapa harus terjadi? Namun kita melihat meskipun Stefanus disebutkan penuh dengan Roh dan hikmat, namun pengalaman rohani yang paling dahsyat justru terjadi ketika dia mengalami aniaya. Alkitab menyatakan bahwa Stefanus melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.

Dan kalau kita memperhatikan sejarah kitab Wahyu di mana Yohanes mendapatkan penglihatan dan pernyataan luar bisa dari kejadian-kejadian yang telah dan akan terjadi, itu tidak dialami oleh Yohanes ketika ia sedang duduk santai di tepi pantai sambil menikmati secangkir kopi susu hangat. Ia juga tidak menerima penglihatan itu ketika ia sedang berada di balkon di sebuah vila di puncak gunung yang sejuk. Yohanes menerima penglihatan itu di pulau tandus nan gersang bernama Patmos.

Patmos adalah sebuah pulau yang kecil, luasnya sekitar 22 km persegi, terletak pada jalur pelayaran dari Roma Efesus. Pulau yang kering dan tandus ini dipakai sebagai tempat pembuangan orang yang tidak disukai oleh pemerintah Roma. Rasul Yohanes dibuang ke pulau Patmos ini dan dipaksa bekerja sebagai rodi pada tambang batu bara. Adapun tujuan Kaisar Domitianus melemparkan Yohanes ke pulau ini : supaya ia tidak bisa lagi memberitakan Injil. Tetapi justru ketika Yohanes mengalami aniaya itu ia juga mengalami kemuliaan yang dahsyat!   

 

Renungan :

Tuhan selalu bekerja di dalam hidup orang-orang percaya. la selalu menghibur dan menguatkan kita. Saat aniaya dan penderitaan datang, bersukacitalah karena sesungguhnya kemuliaan Allah sedang dinyatakan dalam hidup kita.

 

Puncak penderitaan adalah puncak kemuliaan.






March 02, 2021, 05:12:23 AM
Reply #2089
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_news=2135&lang=id




01
Mar
Renungan Harian
Puncak Kemuliaan

Kisah Rasul 7:54 – 8:1a; Mikha 3:8

Tetapi Stefanus, yang penuh dengan ROH KUDUS, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.

(Kisah Rasul 7:55)

Kita gerah ketika berbicara mengenai penderitaan. Wah, bapak ini bagaimana sih... wong sekarang ini zaman yang enak dan nyaman kok mau berbicara tentang penderitaan.. itu zaman dulu pak...?

Begitukah kita berkata?

Alkitab berkata, “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya” (2 Timotius 3:12). Ini sebuah pernyataan kebenaran. Kalau gereja tidak mengalami konfrontasi dengan dunia ini, justru kita harus bertanya mengenai kesungguhan kita menjadi duta Kristus!

Stefanus mengalami aniaya yang luar biasa sampai akhirnya dia mati sebagai martir. Dia tercatat sebagai martir pertama kali dalam sejarah gereja Tuhan. Usianya yang masih muda mungkin akan membuat kita bertanya mengapa harus terjadi? Namun kita melihat meskipun Stefanus disebutkan penuh dengan Roh dan hikmat, namun pengalaman rohani yang paling dahsyat justru terjadi ketika dia mengalami aniaya. Alkitab menyatakan bahwa Stefanus melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.

Dan kalau kita memperhatikan sejarah kitab Wahyu di mana Yohanes mendapatkan penglihatan dan pernyataan luar bisa dari kejadian-kejadian yang telah dan akan terjadi, itu tidak dialami oleh Yohanes ketika ia sedang duduk santai di tepi pantai sambil menikmati secangkir kopi susu hangat. Ia juga tidak menerima penglihatan itu ketika ia sedang berada di balkon di sebuah vila di puncak gunung yang sejuk. Yohanes menerima penglihatan itu di pulau tandus nan gersang bernama Patmos.

Patmos adalah sebuah pulau yang kecil, luasnya sekitar 22 km persegi, terletak pada jalur pelayaran dari Roma Efesus. Pulau yang kering dan tandus ini dipakai sebagai tempat pembuangan orang yang tidak disukai oleh pemerintah Roma. Rasul Yohanes dibuang ke pulau Patmos ini dan dipaksa bekerja sebagai rodi pada tambang batu bara. Adapun tujuan Kaisar Domitianus melemparkan Yohanes ke pulau ini : supaya ia tidak bisa lagi memberitakan Injil. Tetapi justru ketika Yohanes mengalami aniaya itu ia juga mengalami kemuliaan yang dahsyat!   

 

Renungan :

Tuhan selalu bekerja di dalam hidup orang-orang percaya. la selalu menghibur dan menguatkan kita. Saat aniaya dan penderitaan datang, bersukacitalah karena sesungguhnya kemuliaan Allah sedang dinyatakan dalam hidup kita.

 

Puncak penderitaan adalah puncak kemuliaan.





 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)