Author Topic: Daily Devotional  (Read 25736 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 08, 2015, 04:55:41 AM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Kembali Ke Kubangannya

Ayat bacaan : Galatia 4:1-11; Yesaya 64:6 “Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya ?” (Galatia 4:9)

Seorang pelatih sirkus mendandani seekor babi. Babi itu dikenakan kain sarung yang bagus, hem berwarna putih dan jas berwarna hitam. Di lehernya dikenakan dasi kupu-kupu dan di kepalanya bertengger sebuah topi bertuliskan “Olimpiade” dan memanggul sebuah bendera layaknya peserta sebuah kontingen. Babi itu dituntun oleh pelatihnya dan berjalan di atas pentas, para penonton bersorak gembira dan berdecak kagum melihat penampilan babi tersebut, sebab tingkah laku babi itu mirip dengan manusia. Selesai pertunjukan, babi tersebut kembali ke belakang pentas dan di situ ada genangan air yang berlumpur. Walaupun sudah didandani, namanya babi tetap babi. Tabiat lamanya tetap ada.

Tanpa membuka baju langsung nyebur ke dalam kubangan. Ilustrasi ini menggambarkan bagaimana orang Kristen yang sudah diampuni dosanya, disucikan hidupnya, tetapi masih kembali kepada kehidupan lama. Bukankah kita ini tadinya sudah rusak karena dosa? Hidup manusia tidak ada harganya di hadapan Allah. Bahkan kebaikan manusia dianggap seperti kain kotor (Yesaya 64:6). Tetapi karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal sehingga barang siapa percaya kepada-Nya tidak binasa (Yohanes 3:16). Berarti melalui Yesus kita diperdamaikan kembali dengan Allah.

Ibaratnya kita ini didandani kembali sehingga menjadi layak di hadapan Allah. Setelah kita menjadi bersih, harum, dan wangi di hadapan Allah masakan kita kembali nyemplung ke lumpur dosa? Banyak orang menyia-nyiakan kasih karunia Allah. Mereka yang tadinya hidupnya bergelimang dengan dosa, jauh dari Allah, bahkan menyembah illah-illah lain sekarang diangkat, disucikan, dan dikuduskan oleh Allah. Setelah menjadi anak Allah masakan kembali kepada kehidupan lama? Mereka tidak menyadari kalau hidupnya sudah dimerdekakan dari perhambaan dosa, tetapi mereka memperhambakan diri lagi kepadanya. Rasul Paulus menegur jemaat Tuhan di Galatia, sebab mereka tidak menyadari bahwa mereka adalah ahli waris kerajaan Allah. Rasul Petrus lebih keras lagi menegur orang-orang yang sudah menerima kasih karunia Allah tetapi menyia-nyiakannya. Petrus menyamakan mereka dengan hewan (2 Petrus 2:12). Petrus juga berkata, “Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya" (2 Petrus 2:22).

Renungan: Janganlah kita seperti Esau yang menjual hak kesulungan. Apabila sudah lewat, kita tidak dapat mengambil kembali walaupun dengan mencucurkan air mata darah. Anugerah Allah adalah harta yang terbesar.
February 09, 2015, 05:17:32 AM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Menderita Untuk Orang Lain

Ayat bacaan : Galatia 4:12-20; 1 Samuel 18:11

“Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu” (Galatia 4:19).

Selama ini kita sibuk bagaimana untuk mendapatkan berkat Allah. Kita ke gereja dua kali seminggu, aktif mengikuti persekutuan doa, doa puasa seminggu sekali, bahkan mungkin mengikuti doa puasa empat puluh hari, tujuan kita agar usaha kita diberkati, rumah tangga kita diberkati, anak-anak kita sehat-sehat, agar di antara suami istri terjalin hubungan yang baik, semua ini sah-sah saja karena sebagai orang Kristen kita harus melakukan ini semua.

Tetapi ada hal lain yang harus kita lakukan juga, yaitu menderita sakit bersalin untuk orang lain. Rasul Paulus adalah seorang rasul dipakai Tuhan secara luar biasa, baik dalam pelayanan, kuasa, maupun urapannya. Dalam bacaan hari ini, ia mengajarkan satu teladan yang baik kepada kita yaitu kita harus rela "sakit bersalin" agar orang lain menjadi serupa dengan Kristus. Untuk menjadi serupa dengan Kristus tidaklah mudah. Seperti yang terjadi di jemaat Galatia ini, mereka tadinya adalah orang-orang yang dimenangkan untuk Kristus karena pelayanan Rasul Paulus, tetapi berbalik memusuhi Paulus. Sepintas Paulus merasa heran atas perubahan sikap mereka. Tadinya mereka sangat respons terhadap Paulus, tetapi mereka terpengaruh oleh orang-orang yang ingin membelokkan kebenaran Firman Tuhan yang sudah disampaikan oleh Paulus. Tetapi Paulus sebagai hamba Tuhan harus sabar terhadap mereka. Bukankah hal inipun sering terjadi kepada kita yang berusaha menuntun orang-orang kepada Kristus? Setelah kita memberitakan Injil kepada mereka, lalu karena kasih Kristus, kita memberikan pakaian, makanan dan kebutuhan lainnya.

Tetapi yang kita terima kembali bukan ucapan terima kasih, melainkan fitnahan, ancaman dan sebagainya. Kadang-kadang ada orang yang sepertinya butuh pertolongan, lalu kita menolongnya. Kita beri makan, pakaian dan sekaligus kita menampung dia tinggal di rumah kita. Tetapi apa yang terjadi? Malahan ia mencuri dan membawa barang-barang kita yang ada di rumah. Kadang-kadang hal ini membuat kita was-was untuk menolong orang lain. Bahkan ada orang yang trauma dan tidak mau lagi menolong orang lain. Tetapi kita harus meniru sikap rasul Paulus dan harus sabar terhadap mereka.

Renungan: Bagaimana caranya agar kita bisa sabar terhadap mereka? Kita harus punya hati yang penuh pengampunan. Seperti Daud dengan raja Saul. Daud sudah berusaha menghibur raja Saul dengan musiknya pada saat ia dirasuk roh jahat. Tetapi apa balasan dari raja Saul? Malahan ia mau menancapkan Daud ke dinding dengan tombak (1 Samuel 18:11). Tetapi Daud tetap sabar terhadap raja Saul.

Berilah kesempatan kedua bagi orang untuk memperbaiki kesalahannya.
February 10, 2015, 05:06:36 AM
Reply #32
February 11, 2015, 05:29:35 AM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Tujuan Kita Yerusalem Surgawi

Ayat bacaan : Galatia 4:21-27; Mazmur 23:4

“Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita” (Galatia 4:26).

Ada sebuah iklan di televisi yang menanyai cita-cita anak kecil. Anak pertama ditanya, "Kalau besar mau jadi apa?" Menjadi dokter! Anak yang kedua ditanyai, "Kalau besar mau jadi apa?" Menjadi insinyur! Anak yang ketiga ditanyai, "Kalau besar menjadi apa?" Menjadi pilot! Anak yang ke empat ditanya, "Kalau besar mau jadi apa?" Dengan lucunya, sambil menunjukkan giginya yang ompong ia menjawab, "Mau menjadi presiden!" Dan ketika anak yang terakhir ditanyai, "Kalau besar mau jadi apa?" Anak ini menjawab mau seperti ibunya. Inilah cita-cita anak kecil. Sementara menyaksikan acara tersebut, saya teringat masa kecil saya.

Ketika saya ditanyai, "Kalau besar mau jadi apa?" Saya menjawab, "Menjadi pengelana sampai ke ujung dunia!" Sebab saya pikir kalau sudah mengelilingi dunia, tujuan hidup saya sudah tercapai. Ternyata tujuan utama orang benar yang sesungguhnya bukan menjadi dokter, insinyur, pilot bahkan presiden sekalipun. Tetapi tujuan kita sesungguhnya adalah Yerusalem Surgawi (Yerusalem Baru). Rasul Paulus mengibaratkan Hagar sebagai Gunung Sinai di tanah Arab, dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang (Galatia 4:25). Dan Sara adalah Yerusalem surgawi atau yang sering disebut Yerusalem Baru.

Dan tujuan kita sesungguhnya adalah kota Yerusalem baru, seperti Alkitab katakan, “Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru” (Wahyu 3:12). Hidup ini seperti suatu perjalanan. Kita sedang menapaki setapak demi setapak. Langkah awal sangat penting, akan tetapi langkah awal tidak akan sempurna tanpa ada langkah akhir yang baik. Kita sudah memulai langkah awal yang sangat baik yaitu menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Ini adalah langkah awal menuju Yerusalem surgawi. Sebab tanpa percaya Yesus tak seorang pun sampai ke kota kudus Allah. Tetapi dalam perjalanan ini kita masih menghadapi banyak rintangan-rintangan. Kadang-kadang ada jalan licin dan terjal yang harus kita lewati. Tetapi kalau kita bersama Tuhan, kita pasti bisa melewati rintangan-rintangan itu. Kita harus berkata seperti Daud, “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku” (Mazmur 23:4).

Renungan: Anda boleh memiliki cita-cita menjadi apa saja. Jadi dokter, insinyur, pilot, bahkan menjadi presiden sekalipun. Tetapi jangan lupa jadikan tujuan akhir Anda adalah Yerusalem Baru.

Tidak ada yang lebih indah dalam hidup ini selain masuk ke kota Yerusalem Baru.
February 12, 2015, 05:35:55 AM
Reply #34
February 13, 2015, 05:29:55 AM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Mengisi Kemerdekaan

Ayat bacaan : Galatia 5:1-4; 1 Samuel 15:26

“Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan” (Galatia 5:1).

Bangsa Indonesia dijajah Belanda selama tiga setengah abad. Para pejuang kita berjuang mati-matian tanpa mengenal lelah. Begitu banyak pengorbanan baik jiwa maupun harta benda. Dan akhirnya bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Sejak saat itu Indonesia menjadi suatu bangsa yang merdeka. Apa yang dicita-citakan sekian lama tercapai sudah.

Tetapi apakah tugas sudah selesai? Tentu belum. Karena anak-anak bangsa masih harus mengisi kemerdekaan yang sudah dicapai dengan bekerja untuk membangun nusa dan bangsa. Demikian juga kita harus mengisi kemerdekaan yang kita sudah peroleh di dalam Yesus Kristus. Kita tadinya adalah orang yang terjajah. Kita sudah terjual kepada iblis. Akibat kejatuhan manusia pertama, umat manusia jatuh ke dalam dosa dan kita berada di bawah kuasa dosa (Roma 7:14b). Karena kasih karunia Allah kita diampuni dan ditebus kembali dari kuasa dosa seperti Alkitab katakan, “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya” (Efesus 1:7). Dengan penebusan itu kita menjadi orang yang merdeka.

Kita bukan lagi hamba iblis dan hamba dosa, tetapi kita adalah hamba Kristus. Kemerdekaan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, tetapi harus diisi dengan menjaga agar kita tetap berdiri teguh dalam kebenaran firman-Nya. Bagaimana supaya kita bisa tetap berdiri teguh dalam firman-Nya? Dengan mengingat bahwa kita ditebus bukan dengan barang yang fana melainkan dengan darah Kristus seperti Alkitab katakan, “Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas” (1 Petrus 1:18). Kita harus berberhati-hati dalam setiap langkah agar kita tidak menyia-nyiakan pengorbanan Kristus. Kita diselamatkan hanya karena kasih karunia sama seperti raja Saul menjadi raja hanya karena kasih karunia Tuhan. Tapi raja Saul tidak bertindak hati-hati sehingga ia ditolak menjadi raja atas bangsa Israel (1 Samuel 15:26).

Renungan: Meraih kemerdekaan menjadi cita-cita setiap orang, tetapi setelah tercapai, jangan lupa mengisi kemerdekaan tersebut dengan hal-hal yang berguna bagi kehidupan yang akan datang.

Ingat, kemerdekaan itu mahal harganya.
February 14, 2015, 05:29:30 AM
Reply #36
February 15, 2015, 05:18:16 AM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Jangan Saling Menjegal !

Ayat bacaan : Galatia 5:13-15; 1 Samuel 18:1-4 “Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri !” (Galatia 5:14)

Apakah Anda pernah mendengar dongeng tentang serigala dan anjing? Kisahnya begini: Segerombolan serigala mempunyai musuh yang mereka takuti: sekelompok anjing, sebab mereka kuat dan banyak pula jumlahnya. Suatu hari gerombolan serigala ini mengutus seorang mata-mata untuk mengintai kegiatan musuhnya untuk mencari kelemahan mereka.

Pulang dari pengintaian, mata-mata itu berkata, “Memang mereka kuat dan jumlahnya banyak, tetapi tidak banyak yang akan dapat menyakiti kita. Saya mengamati, ada begitu banyak anjing yang saling menjegal ketika mereka berbaris. Saya melihat dengan jelas bagaimana mereka juga saling membenci dengan segenap hati mereka.” Saudara, itukah gambaran jemaat Tuhan saat ini? Setan datang mengintai kita, dan apa yang membuatnya tersenyum senang adalah fakta yang menyatakan bahwa di antara jemaat Tuhan sendiri terjadi “pertempuran” terselubung yang saling menjatuhkan. Keinginan mereka begitu kuat untuk menjatuhkan saudaranya. Bila saudaranya terjungkal, maka mereka tertawa-tawa. Tuhan memberikan dua hukum utama kepada kita: mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan; kedua, mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Perhatikan, kasih di sini yang menjadi topik utama.

Sayang, gereja kurang menekankan hal ini. Gereja terlalu menekankan berkat yang akhirnya mengabaikan yang terutama. Di Perjanjian Lama diceritakan kisah tentang kesetiakawanan antara Daud dengan Yonatan. Alkitab mengatakan bahwa hati mereka berpadu (1 Samuel 18:1). Alkitab berkata, “Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri” (1 Samuel 18:3). Dua sahabat ini saling menunjukkan loyalitas. Berkali-kali Yonatan memperingatkan Daud akan ancaman, ayahnya, Saul. Ia mengambil risiko yang dapat membahayakan dirinya sendiri. Tetapi ia tahu apa arti mengasihi Daud seperti dirinya sendiri. Begitu juga dengan Daud. Ia menunjukkan kasihnya dengan memperlakukan anak Yonatan, Mefiboset, secara istimewa. Ia mengembalikan semua harta benda milik Saul kepada Mefiboset, bahkan ia turut makan sehidangan dengannya (2 Samuel 9). Bukankah seharusnya anak-anak Tuhan bersikap sama terhadap saudaranya?

Renungan: Ayolah, buanglah segala kebencian terhadap saudara seiman Anda. Kebencian itu ibarat penyakit kanker yang menggerogoti berkat Allah.

Perlakukan saudaramu dengan baik, supaya kebaikan Allah melimpah atas hidup Anda.







Hidulah Oleh Roh !

Ayat bacaan : Galatia 5:16-18; Zakharia 4:6 “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging” (Galatia 5:16)

Apa yang diperlukan untuk penuh dengan kuasa Allah? Orang itu harus berserah secara total pikiran, kehendak, dan emosinya kepada ROH KUDUS. Pada fase pertobatan, seorang percaya benar-benar sudah dimerdekakan, tetapi mereka belum belajar bagaimana caranya mengalami kepenuhan Roh Allah. Semua orang memang mempunyai ROH KUDUS, namun sedikit yang mengalami kepenuhan ROH KUDUS (Kisah Para Rasul 1:8).

Lalu apa artinya hidup di dalam Roh? Saya percaya bahwa hidup di dalam Roh itu seperti sebuah lokomotif yang menarik gerbong-gerbongnya. ROH KUDUS adalah lokomotif itu dan kita, tanpa kekuatan diri sendiri, terkait dengan lokomotif itu, dan mengikuti ke mana saja lokomotif itu pergi. Hidup oleh Roh berarti juga hidup yang mengalami kepenuhan ROH KUDUS. Bagaimana caranya kita mengalami kepenuhan ROH KUDUS? Apakah baptisan ROH KUDUS itu adalah kepenuhan ROH KUDUS? Bukan! Saya katakan bahwa baptisan ROH KUDUS adalah baptisan ROH KUDUS dan bukan kepenuhan ROH KUDUS. Saya akan tunjukkan buktinya. Petrus mengalami baptisan ROH KUDUS di kamar loteng di Yerusalem (Kisah Para Rasul 2). Saya percaya di samping baptisan ROH KUDUS mereka juga mengalami kepenuhan ROH KUDUS.
February 15, 2015, 05:18:42 AM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Dua peristiwa ini terjadi bersama-sama di kamar loteng itu. Tetapi, bersamaan dengan semakin meningkatnya penganiayaan, mereka mengalami apa yang dinamakan dengan “keletihan rohani”. Mereka membutuhkan daya lagi supaya mereka mendapatkan kekuatan baru. Kemudian Petrus dengan orang-orang percaya lainnya, berkumpul kembali dan mereka berdoa lagi. Apa yang terjadi ketika mereka berdoa? Alkitab berkata, “Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan ROH KUDUS, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani” (Kisah Para Rasul 4:31). Termasuk Petrus yang dipenuhi! Jadi Anda lihat, kepenuhan ROH KUDUS harus terjadi berulang-ulang bila kita merasakan bahwa kepenuhan itu berkurang. Inilah kuncinya apabila kita hidup di dalam Roh – hidup dalam kepenuhan ROH KUDUS setiap saat. Dan secara otomatis, apabila kita dipenuhi dengan ROH KUDUS, daging kita akan kehilangan gairahnya dan ia akan semakin melemah.

Renungan: Rahasia sederhana ini untuk mengatasi daging sering diabaikan begitu saja. Kita mencoba menggunakan kekuatan sendiri, dan akhirnya jatuh berkali-kali di dalam dosa. Serahkanlah hidupmu seluruhnya kepada Tuhan dan mintalah Tuhan memenuhi hidupmu dengan ROH KUDUS, maka Anda akan menjadi orang percaya yang berkemenangan.

Kekuatan orang benar ada pada kekuatan Allah.Dua peristiwa ini terjadi bersama-sama di kamar loteng itu. Tetapi, bersamaan dengan semakin meningkatnya penganiayaan, mereka mengalami apa yang dinamakan dengan “keletihan rohani”. Mereka membutuhkan daya lagi supaya mereka mendapatkan kekuatan baru. Kemudian Petrus dengan orang-orang percaya lainnya, berkumpul kembali dan mereka berdoa lagi. Apa yang terjadi ketika mereka berdoa? Alkitab berkata, “Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan ROH KUDUS, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani” (Kisah Para Rasul 4:31). Termasuk Petrus yang dipenuhi! Jadi Anda lihat, kepenuhan ROH KUDUS harus terjadi berulang-ulang bila kita merasakan bahwa kepenuhan itu berkurang. Inilah kuncinya apabila kita hidup di dalam Roh – hidup dalam kepenuhan ROH KUDUS setiap saat. Dan secara otomatis, apabila kita dipenuhi dengan ROH KUDUS, daging kita akan kehilangan gairahnya dan ia akan semakin melemah.

Renungan: Rahasia sederhana ini untuk mengatasi daging sering diabaikan begitu saja. Kita mencoba menggunakan kekuatan sendiri, dan akhirnya jatuh berkali-kali di dalam dosa. Serahkanlah hidupmu seluruhnya kepada Tuhan dan mintalah Tuhan memenuhi hidupmu dengan ROH KUDUS, maka Anda akan menjadi orang percaya yang berkemenangan.

Kekuatan orang benar ada pada kekuatan Allah.
February 16, 2015, 05:25:44 AM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Perbuatan Daging

Ayat bacaan : Galatia 5:19-21; 2 Samuel 12:13, 14

“….. barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah” (Galatia 5:19).

Mari kita terbuka dan tidak usah malu dengan keadaan kita. Perbuatan daging apakah yang masih dominan dalam hidup Anda? Di sini hanya disebutkan beberapa perbuatan daging yang dibenci Allah: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Ditulis “dan sebagainya” – berarti masih banyak perbuatan daging lainnya yang tidak disebutkan di sini. Saya berusaha mencari literatur yang dapat “meringankan” kita supaya meskipun kita masih melakukan sebagian perbuatan daging ini kita masih bisa mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Tetapi sebagian besar dari antara penulis ini menyatakan “mereka yang melakukan hal-hal ini tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” Saudara, marilah kita berlaku jujur bagi diri sendiri bahwa kita masih sering melakukan perbuatan daging itu.

Di dalam diri kita masih tinggal daging dengan hawa nafsunya yang setiap hari menyiksa hati nurani kita yang sudah dibasuh oleh darah Yesus. Sebagian orang Kristen menyerah, sebagian lagi berhasil memenangkan “pertempuran”. Tetapi kalau Anda menjadikan roh Anda kuat dengan memberinya makanan Firman Tuhan yang bergizi, saya yakin Anda mampu mengalahkan keliaran daging Anda. Ayat ini berbicara kepada orang Kristen yang belum sepenuhnya bertobat. Mereka masih suka tinggal di dalam hawa nafsunya. Sehingga kelakuan-kelakuan yang memalukan tidak membuat mereka bertobat.

Tidak ada penyesalan apabila mereka melakukan kesalahan-kesalahan itu. Namun orang Kristen yang sungguh-sungguh bertobat akan menyesal apabila melakukan suatu perbuatan daging. Bukankah hati kita rindu untuk menyenangkan hati Tuhan setiap saat? Ya, ini adalah kerinduan anak-anak Tuhan. Saya memberikan contoh seorang raja yang melakukan perbuatan daging, tetapi ia segera menyadarinya setelah seorang nabi menegurnya. Dia adalah Daud. Ia telah melakukan kesalahan yang paling fatal dalam hidupnya – berselingkuh dengan Batsyeba dan menghabisi suaminya. Meskipun ia harus menanggung risiko akibat ulahnya itu, namun Allah menerima pertobatannya. Itulah yang harus dilakukan kita semua yang pernah membuat kesalahan. Jangan simpan dosa Anda sampai Allah membongkarnya dengan paksa!

Renungan: Bencilah semua perbuatan daging. Deklarasikan perang terhadap perbuatan daging Anda, dan makanlah Firman Tuhan sekenyang-kenyangnya supaya manusia rohani Anda kuat dan Anda menjadi penakluk daging Anda sendiri.

Pahlawan yang hebat adalah ia yang sanggup menaklukkan dirinya sendiri.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)