Author Topic: Daily Devotional  (Read 25744 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 17, 2015, 05:13:21 AM
Reply #40
February 18, 2015, 05:00:30 AM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Sok Menjadi Pahlawan

Ayat bacaan : Galatia 6:1-3; Yeremia 25:5

“Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan” (Galatia 6:1)

“Saya terlibat perselingkuhan…..,” kata seorang wanita muda sambil mengusap matanya yang sembab. Dengan sabar si konselor wanita menunggu kalimat berikutnya. “…. dengan pembimbing rohani saya….,” lanjut wanita muda itu. “Maksudmu?” Tanya balik si konselor. “Ya…. maksudku…. maksudku dengan pendetaku.” Wanita muda ini tidak bisa menahan lagi tangisannya. Di dalam ruangan kecil itu dua orang, si korban dengan si konselor sama-sama termenung.

Si korban termenung, mengapa ia bertindak konyol seperti itu? Sedangkan si konselor termenung, mengapa seorang panutan rohani bisa terlibat dalam permainan kotor itu? Di mana celahnya? Setelah hampir satu jam mereka termenung dan bertangis-tangisan bergantian, dimulailah cerita yang diawali oleh curhat “kecil-kecilan” kepada pendetanya melalui telepon. Tidak disangka kalau pendetanya menaruh perhatian yang cukup besar terhadap masalah yang dihadapi wanita muda itu. Akhirnya, dari pembicaraan lewat telepon, berlanjut pada pembicaraan di sebuah kedai minuman, dan terus meningkat sampai perjumpaan di sebuah hotel kecil di tepi kota. Dan terjadilah perselingkuhan itu……! Saudara, kisah ini mewakili tindakan konyol yang kerap dilakukan oleh pemimpin rohani.

Alkitab memang menyarankan kita untuk memimpin orang yang melakukan pelanggaran, tetapi kita juga harus waspada supaya kita juga jangan terkena pencobaan! Kadang kita menjadi begitu sok pahlawan. Kita ingin menolong orang lain dengan nasihat-nasihat kita, tetapi kita tidak mengindahkan lagi etika konseling. “Pasien” tidak lagi datang dari rekan sejenis, tetapi juga lawan jenis. Rawan sekali! Banyak kasus perselingkuhan diawali dari curhat kecil-kecilan. Lalu timbullah simpatik dan akhirnya cinta. Saudara, gunakanlah hikmat Allah kalau Anda terlibat konseling. Jangan terlibat konseling dengan lawan jenis! Saya nasihatkan ini karena orang Kristen yang sok menjadi pahlawan akan menjadi makanan empuk tipu daya iblis.

Renungan: Kalau Anda terlibat dalam perselingkuhan atau “sayang-sayangan” dengan istri atau suami orang lain, bertobatlah. Tuhan tidak menghendaki Anda terhilang. Dengarkanlah suara ROH KUDUS yang membisikkan kata “pertobatan” kepada Anda.

Orang Kristen yang sok menjadi pahlawan akan menjadi makanan empuk tipu daya iblis.
February 19, 2015, 06:24:56 AM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Teori Tentang Kentang Kecil

Ayat bacaan : Galatia 6:4-10; Yesaya 61:11 “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” (Galatia 6:7)

Bertahun-tahun yang lalu, para petani Cina mempunyai teori bahwa mereka bisa makan kentang yang besar dan menanam kembali kentang yang kecil sebagai benih. Hasilnya setelah mempraktekkan teori ini selama bertahan-tahun, para petani Cina menemukan sesuatu yang mengejutkan: seluruh kentang yang dihasilkan berukuran sebesar kelereng! Alam telah mengurangi ukuran besar kentang hingga cuma sebesar kelereng.

Mereka mendapatkan pengertian baru mengenai hukum kehidupan ini. Mereka belajar dari pengalaman pahit itu bahwa mereka tidak bisa mendapatkan hasil yang terbaik bila benihnya adalah sisa-sisanya. Saudara, “menanam kentang kecil” ini biasa dipraktekkan oleh hampir semua orang. Kita mengharapkan hasil yang terbaik, tetapi dari benih yang paling jelek. Ini tidak hanya menyalahi hukum alam tetapi juga hukum Allah. Alkitab mengatakan bahwa kalau kita menabur dalam daging, maka kita akan menuai kebinasaan. Tetapi kalau kita menabur dalam Roh, kita akan menuai hidup kekal. Masih ada benih-benih lain yang dapat kita tabur.

Kebaikan juga merupakan benih yang dapat kita taburkan. Prinsipnya sama, kalau kita mengharapkan hasil yang terbaik, tanamlah benih yang terbaik pula. Nabi Yesaya berkata, “Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa” (Yesaya 61:11). Berkat setiap orang benar itu berlainan. Sebagian mengeluh sebab mereka tidak pernah mendapatkan berkat Allah. Ada orang kaya yang hidupnya diberkati terus, lalu ada juga orang miskin yang jauh dari berkat. Apa Tuhan itu tidak adil? Marilah kita kembali kepada prinsip ilahi mengenai tabur dan tuai itu. Kalau Anda menanam biji kentang besar, Anda pasti akan mendapatkan hasil kentang yang besar-besar pula, tidak peduli apakah Anda kaya atau miskin. Tetapi kalau yang Anda tabur itu kentang-kentang kecil, ya tahu sendirilah apa yang akan Anda dapatkan. Meskipun miskin Anda bisa menanam benih kentang besar, seperti persembahan seorang janda miskin di Bait Allah (Lukas 21:1-4).

Renungan: Kalau Anda ingin mendapatkan hidup kekal, taburlah di dalam Roh. Kalau Anda ingin diberkati, taburlah kentang besar. Hukum alam dan hukum Allah tidak akan meleset dari perkiraan.

Jangan segan menabur benih kentang besar kalau Anda ingin menuai kentang-kentang besar pula.








Bermegah Di Dalam Dia

Ayat bacaan : Galatia 6:11-16; Mazmur 20:8, 9

“Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia” (Galatia 6:14).

Setiap orang mempunyai kebanggaan. Ada yang bangga dengan mobilnya yang baru, atau istrinya yang cantik, atau rumahnya yang bertingkat tujuh, atau jabatannya yang baru saja naik. Saya mau tunjukkan kepada Anda kebanggaan apa saja yang harus kita miliki sebagai orang percaya: Pertama, karena Anda adalah ciptaan baru. “….. menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya” (ayat 15). Dan siapa saja yang ada dalam Kristus dia adalah ciptaan baru (2 Korintus 5:17). Bukan penampilan Anda yang baru, atau nama Anda yang baru, tetapi hati dan roh Anda yang dilahirkan kembali itulah yang baru.
February 19, 2015, 06:25:16 AM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Kalau ada orang yang bangga karena bajunya yang baru, Anda tidak perlu iri sebab hatinya masih lama dan masih dipenuhi dengan dosa. Kedua, karena patokan atau standar baru. “Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah” (ayat 16). Patokan apa yang dimaksud? Patokan ini adalah standar keselamatan yang ditetapkan melalui iman kepada Anak Allah yang telah disalibkan, sehingga keselamatan tidak lagi merupakan usaha manusia tetapi kasih karunia Allah.

Kita seharusnya bangga dengan fakta yang menyatakan kita menerima keselamatan bukan karena usaha atau kekuatan kita, tetapi karena belas kasihan Allah. Dan kita bangga punya Allah yang tidak tanggung-tanggung dalam mengasihi manusia. Ketiga, karena komitmen baru. “Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus” (ayat 17). Kelompok yang suka menonjolkan diri biasanya paling takut menghadapi penganiayaan. Itu yang terjadi dengan kelompok yang memaksa orang Kristen non-Yahudi menyunatkan dirinya pada zaman Paulus. Tetapi Paulus tidak perlu terlalu banyak bicara untuk membuktikan bahwa dia mempunyai komitmen baru untuk menjadi pengikut Yesus. Dan komitmen ini bukan sekedar basa-basi di hadapan Allah. Kalau Anda menyanyikan pujian “… aku rela menderita bagi Yesus….,” tapi Anda takut melakukannya, Anda melakukan basa-basi yang sungguh-sungguh basi! Komitmen dibuktikan melalui tindakan, bukan bibir belaka! Dan komitmen ini merupakan kebanggaan bagi kita, amin? Paulus bangga menderita, begitu juga dengan Paulus, Barnabas, dan rasul-rasul lainnya, lalu bagaimana dengan Anda?

Renungan: Kalau Anda bermegah selain di dalam Kristus dan di luar kemegahan di atas, awas, jangan-jangan Anda terjebak dalam kesombongan. Kebanggaan orang kaya ada pada hartanya; kebanggaan orang pintar ada pada hikmatnya; kebanggaan orang benar ada pada Allahnya.
February 20, 2015, 05:02:10 AM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Etika Surgawi

Ayat bacaan : Galatia 6:17-18; Mazmur 135:4

“Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus.” (Galatia 6:17)

Menurut bahasa aslinya, kata yang diterjemahkan dengan “tanda” adalah “stigmata”, yang berarti “tanda bekas luka”. Kalau Anda mau melihat tanda tangan Tuhan Yesus, lihatlah bekas luka yang terdapat pada tubuh Paulus. Penganiayaan yang dialami oleh Paulus menciptakan luka-luka yang menjadi tanda bahwa Paulus adalah milik Yesus. Saya melihat, setidak-tidaknya ada 3 tanda yang menunjukkan tanda kepemilikan Kristus atas hidup kita:

Pertama, tanda kasih karunia. Alkitab berkata, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (Ef. 2:8). Anda percaya bahwa hidup Anda itu adalah anugerah Allah? Anda percaya bahwa hanya karena kasih karunia saja Anda bisa hidup dan bernafas? Kasih karunia Allah tidak hanya membuat kita hidup saja tetapi juga memampukan kita menyelami kasih Allah yang tidak terukur itu. Di dalam diri kita, kasih karunia Allah telah menjadi tanda bagi hidup kita.

Kedua , tanda pertumbuhan. Alkitab berkata, “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya” (2 Petrus 3:18). Adalah hal yang menyedihkan bila seorang ibu melihat anaknya yang tidak pernah menjadi dewasa. Masa-masa balita yang menjadi kejayaan kelucuan seorang anak tidak dapat dipertahankan selamanya. Ada masa di mana anak itu harus bertumbuh dan menikmati masa-masa remaja, pemuda, dan dewasa. Dan Tuhan menginginkan hal yang sama itu terjadi dalam hidup anak-anak-Nya.

Ketiga , tanda ucapan syukur. Lukas 17:11-19 menceritakan 10 orang kusta yang mendapat mukjizat kesembuhan. Di antara kesepuluh orang kusta tersebut, hanya satu orang yang datang untuk mengucap syukur. Apakah Tuhan Yesus sebenarnya tidak peduli dengan apakah mereka mengucap syukur atau tidak? Tidak! Tuhan Yesus peduli! Yesus mau melihat apakah ada di antara mereka yang mengucap syukur kepada Allah? Kalau Anda tidak pernah mengucap syukur, Anda seperti 9 orang kusta yang tak tahu berterima kasih. Anda tidak mengerti etika surgawi!

Renungan: Apakah ada tanda-tanda Kristus dalam hidup Anda? Apakah ada tanda kasih karunia, pertumbuhan, dan ucapan syukur dalam hidup Anda? Oh betapa lebih sempurnanya lagi kalau di tubuh Anda ada tanda penderitaan karena nama Yesus!

Kristus selalu menorehkan tanda pada milik-Nya.
February 21, 2015, 06:05:51 AM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Anda Seorang Yang Kaya

Ayat bacaan : Efesus 1:1-3; Hosea 4:6

”Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan [memberkati] kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga” (Efesus 1:3).

Pernahkah Anda berpikir Anda adalah seorang yang kaya? Kalau belum, hari ini saya ingin memberitahukan kepada Anda bahwa Anda adalah seorang yang kaya. Mungkin Anda bertanya, ”Kok bisa?” Ya, sebab Bapa surgawi kita telah memberkati kita yang sekarang ada di dalam Yesus Kristus. Bukan nanti atau akan diberkati tetapi telah, berarti sekarang ini atau hari ini. Secara de jure kita telah memiliki segala berkat rohani yang ada di dalam surga. Dari berkat A sampai berkat Z itu milik Anda. Apa saja yang Anda butuhkan baik secara rohani maupun materi semuanya ada di dalamnya.

Butuh keselamatan atau kesembuhan? Itu telah tersedia. Butuh hidup yang berkelimpahan? Itu telah tersedia. Sebenarnya Anda tidak pernah berkekurangan dalam hidup ini. Namun ada satu pertanyaan, ”Bila saya telah memiliki segala berkat rohani di dalam surga mengapa sampai hari ini saya masih belum menikmatinya? Saya masih sakit-sakitan, saya masih hidup dalam kekurangan, saya masih hidup dalam kekalahan, saya masih hidup dalam kemiskinan. Bagaimana ini bisa terjadi?” Ada dua alasan yang harus kita ketahui. ”Umat-Ku binasa [hancur] karena tidak mengenal Allah [karena kurang pengetahuan]…” (Hosea 4:6a). Karena kurangnya pengetahuan akan apa yang kita miliki di dalam Kristus membuat kita tidak bisa menikmatinya. Sekalipun Anda memiliki uang ratusan juta rupiah di bank tetapi bila Anda tidak mengetahui bahwa itu milik Anda maka Anda tidak akan bisa menikmatinya.

Oleh sebab itu ketahuilah apa yang Allah telah berikan kepada Anda di dalam Kristus melalui Firman-Nya. ”Benih itu ialah firman Allah” (Lukas 8:11). Alasan kedua adalah karena segala berkat yang telah Anda miliki di dalam Yesus masih ada dalam bentuk benih [Firman Tuhan yang tertulis]. Seorang petani tidak akan bisa menikmati hasil panen bila padi atau gandumnya masih ada dalam bentuk benih. Selama segala berkat rohani Anda ada dalam bentuk benih Anda belum bisa menikmatinya. Oleh sebab itu tanamlah benih kesembuhan di dalam hati atau roh Anda maka akan berubah menjadi kesembuhan. Tanamlah benih….[sebutkan seperti yang Anda ketahui] maka benih itu akan berubah menjadi berkat yang akan Anda alami dan nikmati dalam hidup ini. Haleluyah!!!

Renungan: Jangan biarkan ketidaktahuan menguasai diri Anda. Biarkan ROH KUDUS menerangi mata hati Anda untuk melihat apa saja yang Allah telah berikan kepada Anda. Sebab Anda adalah seorang yang kaya.

Semakin banyak mengetahui semakin banyak memiliki; sedikit mengetahui sedikit menikmati.
February 22, 2015, 04:49:24 AM
Reply #46
February 23, 2015, 05:23:15 AM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Surga Dan Bumi Satu

Ayat bacaan : Efesus 1:7-10; Ulangan 28:1-6

”…… untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi” (Efesus 1:9-10)

Belum pernah seorangpun di dunia ini yang hidup tanpa kepala atau tanpa tubuh. Bahkan tak seorangpun mampu hidup dengan posisi kepala terpisah dari tubuhnya, kepalanya ada di Amerika sedangkan tubuhnya ada di Indonesia. Tidak mungkin! Demikian juga dengan Kristus sebagai Kepala dan Gereja adalah Tubuh-Nya. Tidak mungkin Gereja hidup tanpa Kristus. Kristus sekarang ada di surga sedang Tubuh-Nya ada yang di bumi dan ada juga yang di surga yaitu anak-anak Allah yang telah meninggal dunia atau dipanggil Tuhan. Namun sekalipun tubuh-Nya ada yang di bumi bukan berarti terpisah dari Kepala.

Tidak! Sekarang ini di dalam Kristus surga dan bumi tidak lagi menjadi terpisah tetapi satu. Di dalam roh, kita satu dengan Kristus yang ada di surga. Namun sebelum Kristus mati di atas salib dan bangkit serta naik ke surga, jalur bumi dan surga terputus padahal surga merupakan sumber kehidupan yang diperlukan bumi. Mengapa? Karena dosa! Dosa membuat apa yang di surga berhenti mengalir ke dalam hidup kita yang ada di bumi ini. Dosa membuat surga dan bumi tidak harmonis. Segala perbendaharaan surga menjadi tidak lagi bisa dinikmati penduduk bumi.

Namun Kristus telah mempersatukannya kembali dan kita yang ada di dalam Dia berhak memiliki apa saja yang ada di surga. ”Segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.” Semua yang menjadi milik Bapa juga menjadi milik Yesus, tetapi apa yang dimiliki Yesus adalah milik kita juga. Haleluya!!! Yesus menerima ROH KUDUS, kita juga menerima-Nya. ”Dan sesudah Ia ditinggikan [naik dan duduk di surga] oleh tangan kanan Allah dan menerima ROH KUDUS yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini” (Kisah Para Rasul 2:33). Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa kita pun juga demikian. ”Dan di dalam Kristus Yesus Ia TELAH membangkitkan kita juga dan memberikan tempat [mendudukkan] bersama-sama dengan Dia di sorga” (Efesus 2:6).

Renungan: Sekarang tergantung Anda, seberapa besar tempat dalam kehidupan Anda yang disediakan untuk surga? Apakah ukuran S? Atau M? Atau L? Atau XL? Atau tak terbatas. Sebab apa yang di surga telah menjadi milik Anda. Semakin besar Anda memberi tempat bagi surga semakin besar Anda hidup di dalamnya. Surga di dalam hati, maka bumi seperti surga.
February 24, 2015, 05:13:15 AM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Mitra Kerja

Ayat bacaan : Efesus 1:11-14; Mazmur 31:4

“Dan ROH KUDUS itu adalah jaminan bagian kita……” (Efesus 1:14)

Mitra kerja. Kata itu berarti rekan kerja, di mana kita dapat bekerja sama, mungkin dalam bisnis, ataupun pelayanan. Mitra kerja yang baik memiliki ide, tujuan dan pandangan yang sama. Jika tidak, ya susah diajak kerja sama. Perbedaan pandangan yang menyebabkan banyak putusnya hubungan dengan rekan kerja, karena dari perbedaan-perbedaan itu yang membuat meruncingnya permasalahan.

Hal itu terjadi juga dalam dunia bisnis. Bisnis tidak akan berjalan dengan lancar bila mitra Anda mempunyai visi yang tidak sama dan bertolak belakang dengan ide-ide Anda. Lain hal jika mitra kerja Anda adalah seorang yang memahami Anda dan memiliki visi yang sama dengan Anda, maka dengan mudah Anda akan mengembangkan bisnis Anda. Mari saya tunjukkan kepada Anda mitra Anda yang sempurna, seperti Tuhan Yesus katakan, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya” (Yohanes 14:16). Ini merupakan janji Tuhan Yesus sendiri kepada kita semua yang percaya pada-Nya. Bahwa setelah Dia pergi, kita akan dengan mudah menemukan Allah. Karena penolong itu adalah ROH KUDUS, yang setiap saat bersama dengan kita, kemana pun kita pergi. Dia selalu mengingatkan kita, apabila kita salah berjalan.

Dia selalu menegur dengan lembut, sehingga kita akan terus berjalan dalam kehendak dan rencana Tuhan. Setiap hari ROH KUDUS mengajak Anda untuk bekerja bersama-sama untuk menggenapi rencana Allah dalam hidup Anda. Tidak hanya itu saja, kalau Anda membuat rencana-rencana serahkanlah semua rencana Anda itu kepada ROH KUDUS supaya Ia membantu mengavaluasi rencana-rencana itu. Kegagalan yang terbesar dalam hidup Anda, karena Anda sama sekali tidak menyerahkannya kepada Mitra Anda. Apabila saat ini ada di antara Anda yang masih belum mengajak Mitra kerja yang sempurna itu, yaitu ROH KUDUS, untuk turut ambil bagian dalam kehidupan Anda, ayo…. jangan tunda waktu lagi, katakan, “Mari Allah ROH KUDUS. Engkau adalah bagian jaminan hidupku, bekerjalah dalam hidupku, aku mau menyerahkan pimpinan perjalanan hidupku ini kepada-Mu.”

Renungan: Jadikan ROH KUDUS menjadi Mitra kerja dalam hidup Anda. Biasakanlah menyodorkan kepada Allah rencana-rencana Anda, supaya Roh Allah sendiri akan membimbing Anda mengenai apa yang harus Anda lakukan.

ROH KUDUS adalah Mitra kerja yang terbaik dan paling sempurna.
February 25, 2015, 05:19:03 AM
Reply #49
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)