Author Topic: Daily Devotional  (Read 43357 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

March 07, 2015, 05:02:36 AM
Reply #60
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24713
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Kemampuan Dari Allah 3

Ayat bacaan : Efesus 3:7-11; Yesaya 52:7

“Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya” (Efesus 3:7).

Ketiga, Allah memberikan kemampuan kepada kita untuk menjadi pelayanan-Nya dengan memberitakan Injil. Seandainya Anda tahu sebelumnya bahwa hari itu, tanggal 11 September 2001 ada pesawat komersial menabrakkan pesawatnya di menara kembar WTC, New York, apa yang Anda lakukan? Seandainya Anda tahu juga bahwa akan terjadi tabrakan antara dua kereta api: KA Gaya Baru KA Empu Jaya, yang menewaskan puluhan orang, apa yang Anda lakukan? Seandainya Anda tahu dan Anda diam saja, seluruh dunia akan mengecam Anda, dan setuju untuk menjatuhi Anda dengan hukuman tembakan seribu peluru.

Lalu apa bedanya dengan posisi kita saat ini, bila kita tahu bahwa dunia pasti binasa tanpa Kristus? Mengapa kita bungkam sejuta bahasa bila kita mengetahui bahwa ada neraka yang akan dihuni oleh mereka yang belum dilahirkan kembali? Saya berbicara tentang sesuatu yang lebih ngeri. Milyaran kali lebih ngeri daripada runtuhnya menara kembar WTC dan lebih menakutkan daripada perang dunia ketiga. Itulah peristiwa di mana dunia dihakimi oleh Allah yang Maha-Kuasa, dan setiap orang yang namanya tidak tercatat dalam kitab kehidupan akan mengalami kebinasaan. Kembali kepada Paulus. Siapakah Paulus sehingga ia menjadi pelayan Allah dengan memberitakan Injil? Dia adalah orang biasa sama seperti kita, namun ia mempunyai api yang menyala untuk memberitakan Injil dan Allah memberikan kemampuan kepadanya untuk melakukan tugasnya itu.

Dan Tuhan juga akan memberikan kemampuan yang sama pula kepada kita asal kita mau dipakai Allah untuk memberitakan Injil. Saya tidak berbicara mengenai kebaktian stadion ataupun KKR akbar yang dihadiri ribuan orang. Saya berbicara mengenai saudara, rekan, sahabat, tetangga, atau siapa saja yang ada di sekitar Anda. Mulailah dari mereka. Belajarlah untuk menjadi pelayan Tuhan dengan memberitakan Injil kepada mereka. Kalau Anda melakukannya, Anda tidak akan merengek-rengek meminta “jatah” pelayanan kepada pendeta Anda, sebab apa yang Anda lakukan itu adalah pelayanan yang sungguh mulia di mata Allah.

Renungan: Janganlah acuh! Janganlah menutup mata! Janganlah masa bodoh! Lihatlah ribuan orang mati dengan sia-sia di sekeliling Anda. Beritakanlah Injil kepada mereka dan sampaikanlah kabar bahwa Allah sanggup menyelamatkan mereka.

Jangan bungkam melihat nyawa melayang tanpa Kristus.
March 08, 2015, 04:57:02 AM
Reply #61
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24713
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Kemampuan Dari Allah 4

Ayat bacaan : Efesus 3:12, 13; Yeremia 33:3

“Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya” (Efesus 3:12).

Keempat, Allah memberikan kemampuan kepada kita untuk berhubungan dengan-Nya. Adam dan Hawa mulanya diciptakan supaya mereka bergaul karib dengan Allah. Dosa merusak segalanya. Namun Yesus datang ke dunia untuk merajut kembali hubungan yang terkoyak itu. Tuhan sudah menentukan bahwa hubungan baik itu tidak bisa dibayar dengan perbuatan baik. Kalau Anda menabrak pejalan kaki dan Anda sedang menghadapi proses hukum, mungkin dengan jalan memberikan sekian juta rupiah sebagai kompensasi Anda bisa “lenggang kangkung”. Tetapi kompensasi bagi Allah untuk menyelamatkan manusia adalah dengan mengutus Yesus sebagai korban tebusan. Dan jangan berpikir tentang cara lain.

Tidak ada satupun cara yang dapat menyelamatkan manusia, kecuali melalui penebusan Kristus. Kini Allah membuka pintu bagi manusia. Dia menyediakan ruang Maha Kudus sebagai tempat pertemuan antara Yang Maha-Kuasa dengan manusia ciptaan-Nya. Di ruangan ini Tuhan bercakap-cakap dengan kita. Ingat, BERCAKAP-CAKAP! Bukan komunikasi satu arah. Sayangnya, banyak orang Kristen yang berbicara terussssssss tanpa memberikan waktu kepada Allah untuk berbicara. Paulus yang kaya dengan wahyu Allah mengungkapkan rahasia ini. Dan tidak hanya itu saja tetapi ia tahu juga bagaimana indahnya hubungan antara manusia yang sudah dibenarkan Allah dengan Penciptanya. Saudara, gunakan waktu sebaik-baiknya supaya kita bisa berhubungan dengan Allah.

Kecuali manusia yang sudah dikuduskan oleh darah Yesus, tidak ada manusia yang bisa bersekutu dengan Tuhan. Lalu bagaimana dengan rekan kita yang mengaku berdoa dan sembahyang kepada “Allah”? Allah yang mana? Suara mereka ditelan oleh udara yang berhembus. Betapa bahagianya manusia yang bisa bertemu dengan Allah. Betapa besar anugerah-Nya bagi manusia yang bisa bersimpuh di kaki Allah semesta alam.

Renungan: Anda adalah manusia yang paling berbahagia di jagad ini bila Anda bersekutu dengan Tuhan. Sebab itu marilah kita mengucapkan syukur akan karunia-Nya yang tak terkatakan ini.

Doa adalah alat komunikasi Allah dengan manusia.
March 09, 2015, 05:20:29 AM
Reply #62
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24713
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Kulit Jeruk

Ayat bacaan : Efesus 3:14-17; Mazmur 28:7

“Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu” (Efesus 3:16).

Contoh doa yang baik untuk ditiru, selain doa “Bapa Kami” ajaran Tuhan Yesus, adalah doa Paulus. Doa-doanya yang dituliskan dalam surat-suratnya menunjukkan integritasnya sebagai Rasul Allah yang patut kita teladani. Doa-doanya sarat dengan kualitas ilahi. Doa-doanya tidak dibebani dengan muatan-muatan “politis” pribadinya. Cukup lama saya mengucapkan doa yang dipanjatkan Paulus ini.

Saya aplikasikan doa ini untuk mendoakan saya sendiri maupun orang-orang lainnya. Bila saya bandingkan doa ini dengan doa-doa yang biasa dipanjatkan orang Kristen, betapa jauh isinya. Kebanyakan doa-doa yang kita naikkan itu hanya meminta “kulit jeruk”, dan bila terpenuhi kita puas. Tetapi doa yang dinaikkan Paulus ini tidak sekedar meminta “kulit jeruk”, namun isinya juga. Bila Anda gali lebih dalam doa-doa Paulus, Anda akan menemukan kekayaan harta surgawi dan keindahan wahyu yang menghiasinya. Dan perlu saya beritahukan, kalau Anda sudah mendapatkan “isi jeruk”, Anda akan mengabaikan kulitnya. Paulus memanjatkan doa, “….. supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu.” Ia sadar bahwa hanya Tuhan yang mampu memberikan kekuatan dan keteguhan kepada umat-Nya melalui ROH KUDUS-Nya.

Kekuatan dan keteguhan ini bukan sekedar supaya kita bertahan menghadapi badai, tetapi juga iman kita supaya semakin diperkuat. Sekokoh batu karang - itulah yang Tuhan inginkan dalam hidup kita. “Tuhan itu kekuatanku” (Mazmur 28:7; Mazmur 118:14; Yesaya 12:2) – adalah pengakuan jujur dari hamba-hamba Tuhan yang merindukan kekuatan Allah. Sudah sering saya melihat orang Kristen yang garang di luar, namun rapuh di dalam. Imannya tidak tahan uji, mudah retak, dan gampang pecah. HANYA Allah YANG SANGGUP MENGUATKAN KITA! Mengapa kita tidak berdoa supaya kita diberikan kekuatan dan keteguhan, daripada kita berdoa supaya persoalan kita disingkirkan? Temukan rahasia kekuatan Allah melalui Roh-Nya yang berdiam di dalam kita.

Renungan: Doa-doa kita perlu direparasi. Doa yang “tak berkualitas” tidak akan dapat menggapai isi harta benda surgawi yang paling indah. Sebab itu cobalah Anda memanjatkan permohonan seperti doa Paulus ini. Betapa seringnya Tuhan kecewa dengan doa-doa kita yang cuma minta kulit jeruk.
March 10, 2015, 04:52:41 AM
Reply #63
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24713
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Memahami Kasih Allah

Ayat bacaan : Efesus 3:18, 19; Yeremia 31:3

“Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus” (Efesus 3:18).

Jarang kita berdoa supaya kita bisa memahami kasih Allah. Yang sering adalah supaya Allah terus mengasihi kita. Ditinggalkan orang yang kita kasihi dan yang mengasihi kita itu sungguh menyakitkan. Terlebih lagi orang itu adalah ayah atau ibu kita. Melihat fotonya yang terpampang di dinding sering membuat mata kita meleleh, teringat akan kasihnya yang ditunjukkan selama bertahan-tahun. Sejak kita masih bayi ia membimbing dan berkorban bagi kita.

Tapi waktu berbicara bahwa suatu saat mereka juga harus kembali ke pangkuan Bapa. Saya belum pernah mendengar kesaksian ada orang Kristen yang menangis melihat gambar Tuhan Yesus. Mungkin ada, tetapi jarang sekali. Bukan maksud Paulus supaya kita selalu menangis bila melihat gambar Tuhan, tetapi memahami kasih Allah itulah yang penting. Jangan cuma melihat salibnya, tetapi lihatlah kasih di balik salib itu. Ada apa di balik salib itu? Mengapa ada salib itu? Mengapa Yesus yang tidak bersalah itu harus menanggung hukuman? Pemahaman kita akan kasih Tuhan itu kita akui ….dangkal! Karena itu kita perlu berdoa seperti doa Paulus ini, yaitu supaya kita dapat memahami kasih Allah. Kasih Allah memang tidak terukur. Kasih Allah memang melampaui segala pengetahuan.

Tetapi dengan wahyu ilahi, Allah dapat membuat kita memahami kasih-Nya. Saya yakin hidup Anda akan berubah total bila Anda memahami kasih Allah. Oh Tuhan, berikanlah kami sepasang mata yang dapat memandang keajaiban kisah Kalvari. Berikanlah kami hati yang dapat memahami kasih yang berada di balik salib itu. Selama ini kami menganggap kisah itu hanyalah karya spektakuler yang tidak perlu dipahami, namun sesungguhnya Engkau sudah habis-habisan mengasihi kami. Singkapkan ya Tuhan rahasia mengenai kasih-Mu itu.

Renungan: Selama ini kita melakukan kesalahan. Bukan karena kita terlibat dalam perzinahan atau pembunuhan, tetapi karena kita mengabaikan kasih Allah. Kita tidak memahami kasih Allah yang begitu besar. Kita menjadi umat Allah yang apatis terhadap kasih Allah. Bertobatlah dan berdoalah supaya kita dapat memahami kasih Allah itu.

Ada kasih yang tidak terukur yang berada di balik salib itu.
March 11, 2015, 05:12:29 AM
Reply #64
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24713
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Allah Yang Memanjakan

Ayat bacaan : Efesus 3:20, 21; Yesaya 46:4

“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita” (Efesus 3:20).

Saya ingat semasa saya masih duduk di kelas 1 SMP. Tidak ada hadiah lain yang saya inginkan saat itu kecuali sepeda jengki buatan RRC, yang kata orang kuat, tahan banting, dan keren. Oke, mungkin yang lainnya sudah ingin memiliki sepeda motor, tetapi bagi saya sepeda jengki saat itu sudah cukup. Ayah saya yang penuh pengertian memahami kerinduan yang terpendam ini, dan saat itu tiba. Dengan tangan agak gemetar saya memegang sepeda baru, hadiah dari ayah. Siang itu saya berkeliling di sepanjang jalan di kampung saya sambil menebar senyum kebanggaan pada setiap orang yang berpapasan.

Dengan berlalunya waktu saya semakin menyadari, ternyata hadiah-hadiah yang ayah berikan kepada saya pada tahun-tahun berikutnya ternyata lebih besar lagi. Dari sepeda motor sampai mobil yang lumayan keren, diberikan kepada saya. Itu hanya sebagian, belum lagi lain-lainnya yang berupa non-materi. Saya berpikir tentang Bapa yang di surga. Kalau Anda minta supaya usaha Anda diberkati dan terbukti Ia memang melakukannya, itu hanyalah sebagian kecil dari pemberian yang akan Ia berikan kepada kita. Tahun demi tahun Ia akan meningkatkan berkat-berkat-Nya kepada kita. Tidak hanya berkat jasmani, tetapi yang lebih penting adalah berkat rohani. Anda akan dibuat puas dengan kasih Allah yang begitu besar kepada kita.

Saya melihat bahwa pada satu sisi Dia adalah Allah yang mendidik kita, lembut maupun keras, tetapi di sisi lain Dia adalah Allah yang memanjakan kita. Kalau Allah berkata bahwa sampai masa tua Dia menggendong kita (Yesaya 46:4), bukankah Dia adalah Allah yang memanjakan kita? Yesus juga berkata, “….. Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu” (Yohanes 16:23, 24). Ini ayat yang luar biasa. Kalau ada orang Kristen yang tidak pernah meminta berkat, rugi besar! Tetapi syaratnya ya taat akan firman-Nya, amin?

Renungan: Percayalah bahwa Tuhan tahu apa yang terbaik buat hidup Anda. Kalau toh doa-doa Anda belum dijawab, Tuhan sebenarnya sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih besar dari permohonan Anda. Naikkan ucapkan syukur atas yang terbaik dari Allah.

Allah adalah Bapa yang memanjakan anak-anak-Nya.
March 12, 2015, 05:01:38 AM
Reply #65
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24713
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Mati Beku

Ayat bacaan : Efesus 4:1-6; Mazmur 37:27

“Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu” (Efesus 4:2).

Kisah ini dimulai dengan dua orang yang mengendarai kereta luncur di tengah-tengah badai salju. Hanya ada dua pilihan bagi mereka: memacu kereta saljunya secepat-cepatnya atau mati beku. Tiba-tiba mereka melihat seorang pengelana yang sedang tergolek dan hampir beku. Orang pertama bermaksud berhenti dan menolongnya. Tetapi orang kedua menolak, dengan alasan nyawa mereka dapat terancam oleh badai salju ini bila tidak segera menemukan tempat yang hangat.

Karena orang pertama bersikeras, orang kedua meninggalkan orang pertama. Orang yang merasa kasihan itu segera memberikan pertolongan dengan memberikan pijatan pada tubuh orang yang naas tersebut, untuk melancarkan peredaran darah. Beberapa saat kemudian orang tersebut siuman dan mulai bergerak. Nyawanya berhasil diselamatkan. Bagi si penolong, apa yang dilakukannya itu justru menolong dia dari kebekuan, sebab ia juga mendapatkan kehangatan saat melakukan kegiatan pertolongan tersebut. Lalu bagaimana nasib orang yang pertama? Beberapa puluh meter dari lokasi ia ditemukan tewas dalam keadaan membeku! Saudara, dengan memberikan pertolongan kepada orang lain sebenarnya itu juga menolong kita saat berada dalam kesulitan.

Dalam memberikan pertolongan kita sedang menaburkan benih kebaikan. Dan berlakulah hukum tabur tuai. Tidak hanya itu saja, tetapi Tuhan juga akan membalaskan kebaikan diperbuat anak-anak-Nya. Kita memang sudah diselamatkan oleh darah Yesus yang berarti kita tidak usah membayar harga keselamatan, tetapi perbuatan baik dilakukan sebab kita telah menjadi manusia ciptaan baru yang memiliki karakter ilahi. Alkitab berkata kalau orang benar itu harus selalu rendah hati, lemah lembut, sabar, dan saling membantu. Daud berkata, “Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya” (Mazmur 37:27). Ayat ini tidak berkata, “Jauhilah yang jahat dan diamlah saja…..!” Harus ada akibat dari pertobatan yang kita lakukan.

Renungan: Yesus telah terangkat ke surga dan dunia kini melihat Yesus melalui gereja Tuhan. Kalau Anda adalah seorang pemarah, dunia akan menganggap bahwa Yesus itu seperti demikian. Jadi tunjukkan buah-buah ilahi supaya dunia dimenangkan melalui buah-buah itu.

Engkau menolong dirimu sendiri saat engkau memberikan pertolongan kepada orang lain.
March 13, 2015, 05:25:25 AM
Reply #66
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24713
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Di Mana Suara Pikolo?

Ayat bacaan : Efesus 4:7-10; Yesaya 43:4

“Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus” (Efesus 4:7).

Sebuah tubuh dikatakan sehat bila seluruh anggota tubuhnya berfungsi dengan benar. Manusia yang sehat, tidak hanya secara rohani saja, tetapi secara jasmani semua anggota tubuh harus berfungsi dengan benar. Jangan menjadi pemain pikolo yang sedang berada di atas panggung bersama dengan rekan-rekan lainnya. Di tengah-tengah hirup pikuk suara gitar listrik, drum, kibor, dan lainnya, pemain pikolo berkata kepada dirinya, “Di tengah-tengah hingar bingar seperti ini, alat kecil ini tidak membawa efek apa-apa.” Ia berhenti meniup pikolo. Tiba-tiba pemimpin orkestra mengangat tangannya.

Semua pemain musik berhenti. Hening. “Di mana suara pikolo?!” Teriak pemimpin orkestra. Kalau saja semua orang Kristen menyadari betapa Allah menghargai setiap perbuatan anak-anak-Nya, tidak akan ditemukan jemaat Tuhan yang ngambek, karena merasa dirinya kurang memegang peranan dalam sebuah pelayanan. Anggota tim bezuk merasa dirinya tidak berarti di tengah “hingar bingar” pemimpin pujian, pemimpin paduan suara, atau bahkan pengkhotbah.

Tetapi ketahuilah bahwa Allah, Pemimpin kita itu, mempedulikan setiap pekerjaan anak-anak-Nya. Ia akan berteriak, “Di mana tim bezuk? Di mana anggota paduan suara? Di mana guru sekolah minggu?” Sampai Anda muncul kembali, Ia akan terus mencari Anda. Ingat, gereja yang sehat bila semua anggotanya terlibat dengan setia dalam pelayanannya masing-masing. Allah telah menganugerahkan kepada masing-masing dari kita sesuai dengan kasih karunia-Nya. Anda tidak berhak memprotes, “Tuhan, mengapa Engkau tidak menjadikan aku seperti Billy Graham? Mengapa aku cuma menjadi guru sekolah minggu?” Yang paling penting adalah setia dalam panggilan. Apa artinya pengkhotbah ribuan umat bila ia tidak hidup dalam kesetiaan? Jangan salah sangka. Anda bisa saja dipanggil pada pelayanan yang lebih besar, bila Anda setia dan peka berjalan dalam rencana-Nya. Ini berarti tanggung jawab yang lebih besar (Matius 25:21). Mengenai tanggung jawab yang lebih besar itu, Allah akan menunjukkannya kepada Anda.

Renungan: Tujuan hidup kita semua adalah memuliakan Yesus. Setiap pelayanan yang tidak memuliakan Yesus berarti memuliakan diri sendiri. Dan apa pun tanggung jawab yang Tuhan berikan kepada Anda, lakukanlah dengan setia. Pada saat-Nya Ia akan memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada Anda.

Bukan jenis pelayanan yang menentukan, tetapi kesetiaan.
March 14, 2015, 05:17:10 AM
Reply #67
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24713
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Enam Aspek Kedewasaan 1

Ayat bacaan : Efesus 4:11-13; Mazmur 69:10

“Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus” (Efesus 4:13).

Mengukur kedewasaan rohani seseorang tidaklah sama dengan menduga usia orang. Anda mungkin akan dengan mudah menebak usia seseorang. Sebab dari penampakan fisik dan ciri-ciri biologis lainnya, usia orang itu dapat kita duga. Tetapi menduga usia kedewasaan rohani seseorang tidaklah mudah. Anda harus sering bergaul dengan orang itu dalam kurun waktu yang cukup lama, itupun belum menjamin bahwa Anda bisa menduga kedewasaan kerohaniannya. Target Allah bagi setiap individu kristiani adalah kedewasaan penuh.

Tingkatan kedewasaan seseorang dapat kita lihat dalam 6 aspek: Pertama, dewasa dalam Alkitab / Firman Tuhan. Dia mempunyai penghargaan yang besar terhadap Firman Tuhan. Hatinya menyala-nyala terhadap Firman Tuhan. Segala pikiran dan tindakannya dipimpin melalui Firman Tuhan yang direnungkan. Bangun pagi yang dicarinya bukanlah koran, tetapi Alkitab. Cukup asal baca? Tidak! Ia akan merenungkan firman itu dengan sungguh-sungguh supaya Firman Tuhan tertanam dalam hatinya. Ia minta pimpinan Tuhan agar hari itu ia menjadi pelaku firman. Kedua, dewasa dalam doa. Doanya tidaklah sarat dengan kepentingan pribadi.

Ia selalu mengingat rekan-rekannya, dan tidak lalai juga berdoa syafaat bagi bangsanya. Doa tidaklah dilakukan hanya pada saat persoalan datang, tetapi setiap saat. Doa telah menjadi kebiasaan yang menyenangkan. Orang yang belum dewasa rohaninya amatlah sulit bercakap-cakap dengan Tuhan kecuali meminta. Sedangkan dia yang dewasa tahu bagaimana menjaga komunikasinya dengan Allah. Ketiga, dewasa dalam persekutuan. Dia rajin beribadah dan menghampiri rumah Allah dengan semangat yang terbakar olah nyala cinta kepada Allahnya. Ke gereja bukanlah sekedar kebiasaan rutin, tetapi kewajiban yang menyenangkan. Betapa bedanya dengan kanak-kanak rohani yang ke gereja karena terpaksa. Orang yang dewasa berkata, “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku.”

Renungan: Anda dipanggil untuk menjadi dewasa. Jangan menjadi orang Kristen yang statis dan tidak ada kemajuan. Kalau demikian Anda tidak mengikuti proyek Allah. Selama Anda masih bayi atau kanak-kanak Anda belum bisa menyenangkan Allah.

Tidak ada ayah yang tidak bangga melihat pertumbuhan anak-anaknya.
March 15, 2015, 05:13:27 AM
Reply #68
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24713
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Enam Aspek Kedewasaan 2

Ayat bacaan : Efesus 4:14-16; Mazmur 112:7 “…. dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala” (Efesus 4:15).

Ini merupakan seri kedua dari renungan “Enam Aspek Kedewasaan”:

Keempat, dewasa dalam pelayanan. Dia tidak tahan untuk tidak berkata-kata kepada orang lain mengenai kasih Kristus. Dia mampu membimbing seseorang sampai ia juga mengalami kedewasaan. Ia memiliki motivasi yang lurus dalam pelayanannya. Pelayanannya didorong oleh kasihnya yang murni kepada Allah. Jadi kalau ada pelayan Tuhan yang hanya didorong oleh uang, ia bukanlah orang yang dewasa. Orang yang dewasa juga memiliki hati nurani yang murni dalam pelayanan, seperti Paulus katakan, “Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku …..” (Roma 1:9).

Kelima, dewasa dalam perkembangan karakter. Dia mampu menunjukkan karakter yang baik dalam segala perilakunya, baik terhadap keluarga ataupun teman-temannya. Dia disegani oleh orang-orang yang berbuat jahat kepadanya, sebab ia tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan. Di rumah ia menjadi teladan yang baik, juga di kantor dan di mana saja dia berada. Kalaupun ia harus marah, maka ia akan melakukannya pada proporsi yang benar dan dalam waktu yang tepat. Ia mampu menguasai dirinya dan bertindak dengan tepat dalam keadaan kritis.

Keenam, dewasa dalam iman. Hatinya tidak ragu dengan janji-janji Tuhan. Dia berdiri sekokoh batu karang, karena dia percaya penuh kepada Allahnya. Apabila pencobaan dan ujian datang, ia tidak berpaling kepada kekuatan manusia, tetapi berlari kepada Tuhan, sebab ia ingat akan janji-Nya bahwa Dia akan selalu menyertainya. Dalam keadaan terjepit pun ia akan berkata seperti Daud, “Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya” (Mazmur 27:3). Lagipula ia tidak takut dengan kabar celaka sebab hatinya penuh kepercayaan kepada Tuhan (Mazmur 112:7).

Renungan: Gereja Tuhan sedang dibentuk. Setiap individu mengalami pembentukan ini, supaya rencana Allah bagi gereja-Nya tergenapi dengan sempurna. Dan pembentukan itu biasanya melalui proses yang tidak menyenangkan. Sebab kadang Tuhan memproses kita melalui penderitaan.

Yesus mencari mempelai yang dewasa untuk mendampingi-Nya kelak.
March 16, 2015, 05:03:40 AM
Reply #69
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)