Author Topic: Daily Devotional  (Read 43605 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 17, 2015, 05:08:16 AM
Reply #70
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24759
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Pikiran Anda Berkuasa


Ayat bacaan : Efesus 4:17-19; Yosua 1:8 “Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia” (Efesus 4:17).

Semuanya dimulai dari pikiran. “Saya sedang membayangkan dia mengantarkan saya pulang. Dan itu terjadi setahun lalu. Ya, saya tahu bahwa dia telah berkeluarga, tetapi membayangkan saja kan tidak apa-apa? Saya kagum dengan penampilannya. Saya terkesan dengan keramahannya. Dan saya terpikat dengan perhatiannya.” Si nona, sebut saja demikian memulai ceritanya. “Itulah awal dari semua malapetaka ini.

Sejak saat itu saya berusaha menarik perhatiannya dan berhasil. Tetapi saya tidak menyangka kalau kini dia menuntut menikahi saya dan akan menceraikan istrinya.” Pikiran merupakan awal dari kebahagiaan sekaligus kehancuran. Berhati-hatilah Anda di dalam berpikir. Sebab apa yang Anda pikirkan dapat terwujud dalam kenyataan. Waspadalah dalam Anda mengarahkan pikiran Anda. Sebab saya tahu bahwa banyak anak Tuhan yang tergelincir dalam dosa semuanya diawali dari pikiran yang salah. “…… berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna,” kata Firman Tuhan (Roma 12:2). Ada perubahan dalam pikiran bagi orang benar. Tuhan jijik dengan pikiran kita yang lama, yang dikuasai oleh dosa. Lalu apakah kita akan terus menggunakan pikiran yang lama ini?

Seandainya pikiran Anda disingkapkan di hadapan umum, betapa malunya Anda melihat pikiran-pikiran Anda itu. Penuhilah pikiran Anda dengan pikiran Allah, yaitu dengan merenungkan Firman Tuhan setiap hari. Begitu juga dengan Yosua yang dipilih menjadi pemimpin baru menggantikan Musa yang diperintahkan supaya merenungkan dan memperkatakan Taurat siang dan malam (Yosua 1:8). Ini merupakan terapi bagi Yosua supaya ia memiliki pikiran yang selaras dengan pikiran Allah. Firman Tuhan itu akan membentuk dia menjadi manusia yang kuat dan mampu bertindak dengan hati-hati sesuai dengan apa yang Firman Tuhan katakan. Anda berkuasa atas pikiran Anda. Kalau Anda mau mempunyai pikiran yang kudus, basuhlah selalu dengan Firman Tuhan.

Renungan: Orang yang lahir baru wajib memiliki pikiran yang baru pula. Terlalu sering orang Kristen jatuh hanya karena mereka meremehkan pikiran. Mereka menganggap pikiran tidak membawa dampak apa-apa. Jadi ketahuilah bahwa pikiran Anda berkuasa. Pikiran Anda adalah Anda yang sebenarnya.
March 18, 2015, 04:54:43 AM
Reply #71
March 19, 2015, 05:07:15 AM
Reply #72
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24759
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Manusia Baru

Ayat bacaan : Efesus 4:20-24; Kejadian 17:5 “Dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya” (Efesus 4:24).

Bila Anda menonton film di televisi, mungkin Anda pernah melihat salah satu adegan ketika seorang tertembak dan mati, lalu dari mayat orang tersebut keluarlah arwah orang itu. Ini adalah gambaran bahwa di dalam diri manusia ada manusia roh. Manusia versi ilmu pengetahuan berbeda dengan versi Alkitab. Manusia versi ilmu pengetahuan adalah tulang yang dibungkus daging dan memiliki nyawa, sedangkan manusia versi Alkitab adalah manusia roh yang tinggal di dalam tubuh. Jadi yang membedakan orang di dalam Tuhan dan orang tidak percaya adalah apakah manusia rohnya sudah diperbaharui atau belum.

Sebab ketika seorang percaya Yesus sebagai Tuhan, dan mengaku dosa dan minta ampun, saat itu rohnya dilahirkan kembali dan itulah yang disebut manusia baru. Bagaimana tanda-tanda orang yang sudah menjadi manusia baru? Tanda-tandanya adalah sudah menanggalkan sifat manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, dan membiarkan Allah memperbaharui roh dan pikirannya sesuai dengan Firman Tuhan. Dan sebagai manusia baru, kita harus dapat menunjukkan kepada orang lain bahwa kita sudah lahir baru dan orang lain dapat melihat dengan nyata bahwa kehidupan kita benar-benar sudah berubah. Banyak contoh di dalam Alkitab orang-orang yang sudah diubahkan oleh Tuhan, sebut saja Abraham, Yakub dan Paulus.

Abraham diubah namanya dari Abram menjadi Abraham ketika dia berjumpa dengan Allah. Firman Tuhan berkata “Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa” (Kejadian 17:5). Yakub yang dikenal dengan tukang tipu, setelah bertemu dengan malaikat Tuhan, namanya diubahkan dari Yakub menjadi Israel seperti Firman Tuhan katakan, “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang” (Kejadian 32:28). Saulus seorang penganiaya jemaat dan orang yang bertanggung jawab saat kematian Stefanus orang kudus itu, berubah hidupnya menjadi pemberita Injil Kristus setelah bertemu Yesus dalam perjalanannya ke Damsyik.

Renungan: Kita menjadi manusia baru karena anugerah Tuhan, tetapi untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa kita sudah menjadi manusia baru adalah tanggung jawab kita.

Menjadi manusia baru adalah yang terpenting dari segalanya.








Dewa Penolong

Ayat bacaan : Efesus 4:25-28; Zakharia 8:16

“Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota” (Efesus 4:25).

Perlukah kita berbohong? Tergantung situasi dan kondisi. Inilah yang saya yakini sebagai jawaban Anda. Sejak kecil kita terbiasa berbohong. Karena takut dimarahi orang tua, vas bunga yang kita jatuhkan itu tidak kita akui. Si manis yang kebetulan melintas sambil mengeong di ruang tengah kita jadikan kambing hitam dan akhirnya menjadi pelampiasan amarah mama. Dengan berbohong kita mencoba berkelit dari situasi yang tidak menguntungkan.

Dan …..manjur! Berkali-kali kita “ditolong” oleh kebohongan kita. Tapi ada kisah nyata yang mengajarkan kita bahwa kebohongan yang kita harapkan sebagai dewa penolong ternyata dapat membunuh kita. Inilah kisahnya: Kim Duk-Soo dipergoki tentara-tentara Korea Utara di tempat persembunyiannya pada tanggal 20 November 1950. Ia dan ayahnya, seorang pendeta Presbyterian selama 42 tahun dibawa ke penjara dan disampaikan berita bahwa keesokan harinya mereka akan dieksekusi. Malam itu seorang tentara berpangkat kapten mendekati Kim dan bertanya, “Kau orang Kristen?” Inilah saat yang tepat bagi Kim untuk memohon kepada “dewa penolong” yaitu kebohongan. Lima huruf: TIDAK….. akan dapat menyelamatkan nyawanya.

Tapi Kim mengambil keputusan, apapun konsekuensinya ia tidak akan berbohong dan tidak akan mengingkari imannya. “Aku orang Kristen!” Kata Kim dengan tegas. Di luar dugaannya, kapten itu berkata sambil berbisik, “Aku juga orang Kristen. Aku dahulu guru sekolah Minggu sebelum pecah perang. Kau harus meloloskan diri nanti malam. Aku akan membantumu.” Malam itu dengan bantuan sang kapten Kim berhasil meloloskan diri, meskipun dengan terpaksa sekali ia harus meninggalkan ayahnya yang dipenjarakan terpisah dengan penjagaan sangat ketat. Kalau ia berbohong apa yang akan terjadi?

Renungan: Marilah kita belajar untuk berkata benar sebagai “dewa penolong” kita. Kalau hidup Anda benar dan tulus perlukah kita mengharapkan kebohongan sebagai “dewa penolong” kita? Ingat, Alkitab tidak pernah mengajarkan kebohongan, apapun alasannya.

Berbohong adalah mata kuliah kerajaan kegelapan.
March 20, 2015, 04:57:27 AM
Reply #73
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24759
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Dia Dapat Berduka

Ayat Bacaan : Efesus 4:29-32; Yesaya 63:10 “Dan janganlah kamu mendukakan ROH KUDUS Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan” (Efesus 4:30).

Saya membolak-balik buku tebal yang berisi ilustrasi mengenai mendukakan ROH KUDUS. Dengan penuh gairah saya menuju bagian “ROH KUDUS” dan memang di situ terdapat banyak ilustrasi. Satu persatu ilustrasi itu saya telusuri, namun tidak ditemukan topik yang saya maksudkan. Kebanyakan topik yang ada mengenai kuasa ROH KUDUS, penghiburan ROH KUDUS, karunia ROH KUDUS, atau pertolongan ROH KUDUS.

Mengapa topik mengenai ROH KUDUS yang dapat berduka tidak atau kalau ada pun hanya disinggung sedikit? “Alamilah kuasa Allah”, “Penuhlah dengan Karunia ROH KUDUS”, “Terbakar oleh Api ROH KUDUS” – itu adalah tema-tema yang biasa kita baca di iklan-iklan kebaktian kebangunan Rohani. Saudara, memang ROH KUDUS adalah kuasa kita. Dia adalah penolong dan penghibur kita. Dia adalah api yang membawa kebangunan rohani. Tetapi tahukah Anda bahwa Dia dapat berduka? Sebab ROH KUDUS bukanlah sekedar roh, atau “angin ilahi”, tetapi juga pribadi. Dan dia dapat berduka.

Ada hubungan yang amat erat antara Roh Allah dengan kita. Dan ROH KUDUS tahu itu, tetapi Anda yang tidak tahu. Jadi, kalau Anda melakukan hal-hal yang tidak sejalan dengan kehendak Allah, ROH KUDUS dapat berduka. Anda pernah melihat ibu atau ayah sedang berduka, dengan wajah yang sedih karena Anda semalam tidak pulang rumah? Mungkin seperti itulah gambaran ROH KUDUS pada saat berduka. Saya melihat dalam Perjanjian Lama pun tercatat bahwa ROH KUDUS dapat didukakan, seperti Alkitab katakan, “Tetapi mereka memberontak dan mendukakan ROH KUDUS-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka” (Yesaya 63:10). ROH KUDUS itu lembut, dan Dia sangat mengasihi kita. Tetapi kalau Anda terus-menerus mendukakan Dia, Anda akan menerima konsekwensinya. Bangsa Israel yang terus-menerus mendukakan ROH KUDUS, mereka akhirnya menerima risiko. Nada yang sama juga diungkapkan oleh pemazmur, “Berapa kali mereka memberontak terhadap Dia di padang gurun, dan menyusahkan hati-Nya di padang belantara” (Mazmur 78:40)!

Renungan: ROH KUDUS itu amatlah lembut dan mengasihi kita. Janganlah kita melakukan hal-hal yang dapat mendukakan hati-Nya. Kalau kita mau supaya Allah mengerti keadaan kita, kita juga harus mengerti Dia, amin? Manusia lama selalu mendukakan Roh Allah, karena itu matikanlah.
March 21, 2015, 04:58:37 AM
Reply #74
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24759
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Buktikan Kasihmu!

Ayat bacaan : Efesus 5:1- 4; 1 Samuel 24:5-8

“Dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah” (Efesus 5:2).

Banyak orang begitu mudah berkata, “Aku mengasihiMu Tuhan dengan segenap hatiku ….,” tetapi dalam prakteknya terkadang sulit untuk melakukannya. Banyak orang mudah untuk bernyanyi "Kukasihi kau dengan kasih Tuhan …..kukasihi kau dengan kasih Tuhan, kulihat di wajahmu kemuliaan Raja, kukasihi kau dengan kasih Tuhan.” Ini adalah lagu yang sering dinyanyikan di gereja. Tetapi dalam prakteknya, jangankan mengasihi, melihat mukanya saja tidak sudi. Tuhan tidak menghendaki orang-orang seperti ini. Tuhan tidak membutuhkan sekedar slogan, tapi yang diinginkan adalah bukti. Kalau kita mengatakan aku mengasihi-Mu Tuhan, maka kita harus membuktikan kasih kita kepada Tuhan.

Kalau kita berkata aku mengasihi saudaraku, maka kita harus membuktikan kasih itu dalam perbuatan. Bagaimana caranya agar kita dapat membuktikan kasih kita dan menyalurkannya kepada orang lain? Caranya adalah dengan menyadari bahwa Allah telah lebih dahulu mengasihi kita. Karena itulah Allah mau kasih yang diberikan kepada kita itu disalurkan kepada orang lain. Ada contoh kongkrit yang perlu kita teladani dalam Perjanjian Lama namanya Daud. Daud diperlakukan oleh raja Saul dengan tidak adil. Karena raja Saul memiliki penyakit aneh, ia membutuhkan seorang pemain kecapi untuk mengusir roh jahat itu. Dan orang yang mampu mengobati penyakit karena roh jahat itu adalah Daud.

Permainan kecapi Daud mampu mengusir roh jahat tersebut. Kemenangan Daud melawan Goliat, sebenarnya dapat dipandang sebagai bantuan yang amat penting bagi kredibilitas pemerintahan Saul. Tapi kenyataannya Saul tidak berterima kasih kepada Daud, malahan ia iri dan dengki. Berkali-kali ia mencoba untuk menghabisi Daud. Apakah Daud berusaha membalasnya? Tidak! Malahan, Daud tidak menggunakan kesempatan untuk membalas membunuhnya, meskipun peluang untuk itu amat besar (1 Samuel 18, 24)

Renungan: Hiduplah dalam kasih. Ini merupakan perintah yang jelas. Anda perlu diingatkan kembali mengenai dua hukum yang terutama yang diucapkan oleh Tuhan Yesus sendiri bahwa kita harus mengasihi Allah dan sesama kita. Kebencian dan dendam hanya akan memperuncing suasana.

Allah telah membuktikan kasih-Nya melalui Yesus, lalu apa buktinya kalau Anda juga memiliki kasih?
March 22, 2015, 04:57:54 AM
Reply #75
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24759
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Hidup Sebagai Anak Terang

Ayat bacaan : Efesus 5 : 5 -10; Mazmur 119:9

“Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang” (Efesus 5:8).

Apabila Anda berada dalam suatu ruangan yang gelap dan penuh dengan debu yang beterbangan, maka Anda tidak akan melihat apa-apa. Tetapi ketika matahari mulai naik, tampaklah betapa kotornya udara dalam ruangan itu. Demikian juga hidup kita. Ketika kita masih hidup dalam kegelapan, kita merasa tidak ada masalah dalam hidup kita. Semua rasanya wajar-wajar saja. Tetapi ketika sinar Kristus menerangi hidup kita, kita merasa hidup kita begitu kotor. Ternyata dalam kehidupan kita ini tidak ada yang baik. Mengapa? Sebab Alkitab berkata “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23).

Dan Yesaya berkata kesalehan manusia seperti kain kotor; berarti tidak seorangpun dapat berkata bahwa saya tidak membutuhkan pengampunan. Tetapi karena kematian Yesus di kayu salib, dan menebus dosa orang yang percaya kepada-Nya, maka kita sudah dikuduskan dan telah dipindahkan dari kerajaan kegelapan ke dalam kerajaan terang. Sebagai anak terang tentu kita tidak dapat berbuat seenaknya. Sebab setiap gerak-gerik kita diawasi oleh banyak orang. Mungkin sebelum menjadi orang Kristen kita melakukan hal-hal yang cemar, orang lain tidak perduli atau memaklumi.

Tetapi setelah kita menjadi anak terang, apabila kita melakukan hal-hal yang tidak wajar, langsung menjadi sorotan. Orang akan berkata, “Hu….... katanya orang Kristen, tetapi tingkahnya kok seperti itu?” Dan bila kita melakukan kesalahan, bukan hanya kita yang dicerca orang tapi nama Yesus ikut dipermalukan. Bagaimana supaya kita tetap dapat hidup memuliakan nama Tuhan dan tidak mempermalukan nama Tuhan? Pemazmur berkata, “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu” (Mazmur 119:9). Walaupun ayat ini berkata tentang orang muda, tetapi ayat ini berlaku bagi setiap orang baik tua maupun muda. Kita dapat menjaga kelakuan kita hanya kalau kita menjaganya sesuai Firman Tuhan. Dalam ayat lain dikatakan, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mazmur 119:105).

Renungan: Hidup dalam kerajaan kegelapan dan kerajaan terang sama-sama berisiko. Hidup dalam kerajaan kegelapan risikonya maut. Hidup dalam kerajaan terang risikonya harus hidup berhati-hati berani diawasi dan disorot. Mau pilih yang mana, terserah Anda.

Apapun yang terjadi sekali Yesus tetap Yesus.
March 23, 2015, 05:21:42 AM
Reply #76
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24759
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Penuh Dengan ROH KUDUS

Ayat bacaan : Efesus 5:17-21; Bilangan 11:27 “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh” (Efesus 5:18).

Kalau Anda pernah menjadi pemabuk sebelum bertobat, tentu Anda tahu bagaimana rasanya menjadi “pendekar mabuk”. Setelah minum minuman keras yang memabukkan, maka terjadilah reaksi dalam tubuh. Perasaan mulai lain dari yang biasanya, dan sepertinya kaki tidak menginjak tanah, seakan-akan Anda sedang melayang. Bukan hanya itu saja, perasaan malu mulai hilang dan tidak dapat lagi mengendalikan diri.

Akhirnya Anda mengoceh nggak karu-karuan dan keinginan mereka hanya untuk memuaskan nafsunya. Tetapi ada perbedaan dan persamaan orang yang mabuk anggur dan yang penuh dengan Roh. Perbedaannya adalah orang yang penuh dengan ROH KUDUS tidak akan memuaskan hawa nafsunya, melainkan memuliakan nama Tuhan Yesus. Pada Perjanjian Lama pernah terjadi orang yang kepenuhan Roh tidak dapat mengendalikan diri. Ketika Allah mengambil sebagian Roh dari Musa dan menaruhkannya kepada tujuh puluh tua-tua, maka mereka kepenuhan seperti nabi. Tetapi ada dua orang yang sudah tercatat namanya namun tidak ikut ke kemah, yaitu Eldad dan Medad (Bilangan 11:27), juga kepenuhan seperti nabi sehingga seorang muda harus lari untuk memberitahukan kejadian itu pada Musa. Pada masa itu, selain nabi tidak diperbolehkan bernubuat seperti nabi.

Sehingga Yosua abdi Musa pun ingin mencegah mereka. Juga mereka mengerti peraturan itu. Seandainya mereka masih dapat mengendalikan diri, tentu hal itu tidak akan mereka lakukan. Jadi orang yang yang dipenuhi oleh ROH KUDUS, hidupnya dikendalikan oleh Roh. Demikian juga dalam perjalanan misi Paulus dan Silas, mereka harus melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena ROH KUDUS mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka. Karena mereka taat akan kehendak ROH KUDUS, maka malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!" Apabila hidup kita dipenuhi oleh ROH KUDUS maka kita dapat berjalan selangkah demi selangkah dan berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan.

Renungan: Orang yang hidupnya dipenuhi oleh ROH KUDUS, maka ia tidak perlu kuatir walaupun jalan yang dilalui adalah lembah kekelaman. Sebab di sana pun Tuhan pasti menolongnya. Minumlah anggur

ROH KUDUS supaya Anda mabuk di dalam ROH KUDUS juga.
March 24, 2015, 05:09:06 AM
Reply #77
March 26, 2015, 04:57:18 AM
Reply #78
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24759
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Hukum Yang Sebenarnya

Ayat bacaan : Efesus 5:22-27; Mazmur 119:102 "Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh" (Efesus 5:22-23).

Setelah membaca ayat bacaan di atas, kita dapatkan hukum yang Alkitabiah dalam suatu kehidupan rumah tangga, yaitu suami adalah kepala isteri dan rumah tangga. Ini merupakan hirarki yang sudah Allah tetapkan kepada umat manusia, yaitu Allah-lah sebagai kepala jemaat, suami sebagai kepala dari isteri. Memang terkadang ayat ini sering disalahgunakan oleh kaum suami untuk menekan isteri dan berbuat seenaknya dalam kehidupan rumah tangga. Contohnya, ada banyak suami yang bertindak seenaknya memukul isteri karena mengganggap dia berhak melakukan apa saja terhadap istrinya. Atau ada suami yang menjadikan isterinya sebagai pembantu rumah tangga karena sang suami merasa bahwa itu adalah tanggung jawab isteri.

Saudara, maksud dari pernyataan bahwa "suami adalah kepala isteri" adalah suami bertindak sebagai kepala "sama seperti Kristus." Jadi suami sebagai kepala harus memiliki kasih sama seperti Yesus Kristus yang selalu bertindak berdasarkan kasih, karena Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:8). Dalam hal ini, suami dalam mengambil kebijkasanaan atau keputusan harus berdasarkan kasih dan takut akan Tuhan. Di samping itu, dalam praktek kehidupan sehari-hari sering kita lihat hal yang sebaliknya terjadi, yaitu isteri bertindak sebagai kepala rumah tangga atau istri mau menyamai suami.

Para istri ini beranggapan bahwa dia tunduk kepada suami karena merupakan "penjajahan" bagi kaum wanita. Kebanyakan ini terjadi karena mereka dipengaruhi oleh "petunjuk-petunjuk lain" yang mengatakan bahwa isteri memiliki peran yang sama dengan suami, sehingga tidak jarang banyak rumah tangga yang menjadi kacau balau karena satu sama lain tidak bisa diatur. Ini merupakan sesuatu yang salah karena tidak sesuai dengan Firman Tuhan.

Renungan: Saudara, kita perlu memperhatikan setiap firman Allah sebagai hukum yang mutlak harus kita lakukan. Yang jelas aturan yang Allah berikan kepada kita adalah benar dan mendatangkan kebaikan bagi kehidupan rumah tangga. Kalau kita melakukan Firman Tuhan ini dengan sungguh-sungguh maka tidak akan ada kehancuran rumah tangga, perselingkuhan atau perceraian antara suami istri. Kalau kita tidak menyimpang dari hukum Allah maka Tuhan pasti memberikan anugerah-Nya kepada kita dengan luar biasa. "Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku." (Mazmur 119:102) Jangan coba menyimpang dari hukum Tuhan kalau tidak ingin rumah tangga Anda kacau.








Bukan Dua Tetapi Satu

Ayat bacaan : Efesus 5:28-33; Kejadian 2:24 “Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging” (Efesus 5:31).

Menyamakan sifat, watak dan karakter antara suami dengan istri adalah pekerjaan yang bisa dikatakan mustahil. Masalahnya mereka bertumbuh pada lingkungan yang berbeda. Tidak jarang banyak pasangan suami isteri yang berselisih karena mereka mempertahankan pendapatnya masing-masing dan sangat sulit menemui titik temunya. Hal-hal seperti ini tentu sangat mempengaruhi jalannya kehidupan rumah tangga suami isteri tersebut, bahkan mungkin oleh karena perbedaan tadi menyebabkan ketidakharmonisan dalam rumah tangga dan tidak mustahil menimbulkan bencana, seperti perceraian.

Bagi pasangan suami istri, tahukah status Anda sekarang ini? Kalau kita perhatikan ayat bacaan di atas, maka kita akan mengerti bahwa pasangan suami istri bukan lagi terdiri dari “dua daging”, tetapi “satu daging.” Maksud ayat ini adalah pasangan suami istri bukan lagi terdiri dari dua karakter, dua sifat, atau dua watak, tetapi semuanya menjadi satu. Inilah kunci hidup sebagai suami istri, yaitu bukan lagi dua, tetapi satu. Kalau kita mengerti ayat ini dengan jelas, maka kita akan mendapatkan suatu hubungan yang baik antara suami isteri.
March 26, 2015, 04:58:25 AM
Reply #79
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24759
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Bahkan, dalam ayat 32 Rasul Paulus mengatakan, “Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.” Maksud ayat ini adalah hubungan suami isteri itu sama seperti hubungan antara Kristus dengan jemaat-Nya di mana Kristus sangat mengasihi jemaat-Nya. Jadi untuk menyatukan dua manusia menjadi satu daging ini harus berdasar kepada Kristus yang sangat mengasihi jemaat-Nya. Saudara, Tuhan menginginkan agar kehidupan rumah tangga kita dapat berjalan harmonis sesuai dengan kehendak Tuhan. Pernikahan bukanlah sesuatu yang dapat dipermainkan. Seorang yang sudah menjadi suami istri harus dapat mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan kelak.

Renungan: Untuk mendapatkan keharmonisan, maka kita harus tahu posisi kita sebagai suami istri yang sudah menjadi “satu daging” bukan lagi dua. Tetapi perlu diingat semuanya harus dilandaskan oleh kasih Allah sehingga suami dapat mengasihi isterinya, sebab isteri adalah bagian dirinya sendiri. Sebaliknya, isteri dapat menghormati suaminya sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan (ayat 33) Suami adalah bagian dari isteri dan isteri adalah bagian dari suami.








Menggambar Allah

Ayat bacaan : Efesus 6:1-4; Amsal 29:17 “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan” (Efesus 6:4).

Seorang guru sekolah Minggu meminta murid-muridnya untuk menggambar “Allah”. Seorang anak laki-laki terlebih dahulu menyelesaikan gambarnya. Sambil menunjukkan gambarnya itu ia berkata, “Aku menggambar ayahku sebab aku tidak tahu bagaimana rupa Allah itu. Tapi aku tahu rupa ayahku.” Tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak-anaknya merupakan tugas yang diberikan Allah. Sebab pada mulanya Allah menetapkan bahwa keluarga merupakan tempat bagi umat-Nya untuk memuliakan Allah. Kalau Anda mendidik anak-anak Anda dengan asal-asalan, Tuhan akan meminta pertanggungjawaban Anda. Bila Anda seorang ayah, anak-anak akan dapat menjadikan Anda seorang pahlawan yang dikagumi, atau malahan sebaliknya ia akan menganggap Anda sebagai pecundang.

Ayah yang dikagumi anaknya akan diceritakan dengan penuh kebanggaan pada teman-teman sekelasnya. Ia merasa bahwa ayahnya yang paling hebat. Ia merasa ayahnya yang paling baik. Ia merasa ayahnya yang paling tahu isi hatinya. Sebaliknya, bila Anda bukanlah ayah yang baik, anak-anak Anda tidak akan pernah membanggakan Anda. Ia akan minder bila kawan-kawannya menceritakan kehebatan ayahnya masing-masing. Salomo memberikan nasihat bijak, “Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu” (Amsal 29:17). Kalau anak Anda nakal dan selalu membuat ribut, tanyakanlah terlebih dahulu kepada Anda sendiri, apakah Anda sudah melakukan tugas Anda sebagai orang tua dengan benar?

Nasihat Salomo ini dapat dijadikan patokan keberhasilan Anda mendidik anak-anak Anda di dalam Tuhan. Yang pertama adalah anak Anda akan memberikan ketenteraman kepada Anda. Jantung Anda tidak akan dibuat empot-empotan menunggu kedatangannya di pagi hari buta. Kelakuannya tidak akan liar. Dan yang kedua, ia akan mendatangkan sukacita kepada Anda. Setiap hari Anda akan dibuat bahagia karena anak Anda itu. Sebab ia menjadi orang yang takut akan Tuhan dan menghormati orang tuanya.

Renungan: Bapa-bapa, bagaimanakah hubungan Anda dengan anak-anak Anda? Kalau toh anak-anak Anda terlanjur menjadi duri dalam rumah tangga Anda, doakanlah mereka dan ampunilah mereka. Sebab Tuhan Yesus merindukan keluarga Anda berjalan dengan harmonis. Anak-anak adalah harta terbesar dalam hidup Anda.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)