Author Topic: Daily Devotional  (Read 52269 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 27, 2015, 05:24:05 AM
Reply #80
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Lakukanlah Bagianmu!

Ayat bacaan : Efesus 6:5-9; Pengkhotbah 9:10

“Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka” (Efesus 6:9).

Dalam hubungan antara majikan dan pembantu (baca: hamba) ada bagian masing-masing. Sering kita menemukan seorang pembantu dianiaya oleh majikannya. Beberapa waktu lalu, di koran diberitakan seorang majikan menyetrika pembantunya sehingga perkaranya sampai ke pengadilan dan si majikan harus meringkuk dalam penjara selama beberapa tahun akibat perbuatannya. Tetapi juga tidak jarang kita temukan seorang pembantu rumah tangga yang berbuat aneh-aneh karena majikannya seorang Kristen. Mungkin dalam hatinya ia berkata, “Tidak mungkin majikanku marah karena mereka rajin ke gereja.” Kedua hal ini sama-sama tidak dikehendaki Tuhan, tetapi yang di kehendaki Tuhan adalah kita harus melakukan bagian kita.

Dalam dunia ini kedudukan orang tidak sama. Ada pemilik perusahaan dan ada karyawan, ada sopir ada penumpang, ada pendeta dan ada juga jemaat, ada sebagai penjual, ada juga sebagai pembeli, ada majikan ada juga hamba. Justru keberagaman inilah yang membuat indah dunia ini. Coba Anda bayangkan kalau semua penjual bakso, siapa yang beli? Kalau semua menjadi pendeta, siapa jemaatnya? Kalau semua menjadi tuan siapa yang menjadi hamba? Kalau semua menjadi hamba kepada siapa ia mengabdi kalau tidak ada majikan? Jadi yang terpenting bukan kedudukannya sebagai tuan atau hamba, tetapi apakah melalui status kedudukannya itu hidupnya mempermuliakan Tuhan ataukah tidak. Untuk menjadi hamba yang baik kita dapat meneladani Yosua. Sebagai hamba Musa ia sangat setia. Sebenarnya Yosua pun sama dengan hamba yang lain.

Kalau ia mau, ia dapat memberontak dan tidak setia kepada Musa saat mereka mengintai tanah Kanaan (Bilangan 13:17). Saat itu perbandingan yang setia dengan yang tidak setia adalah sepuluh berbanding dua. Tetapi Yosua tetap menunjukkan kualitasnya sebagai hamba yang setia. Dan akhirnya Tuhan pun memperhitungkan kesetiaannya dan dialah yang memimpin bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan. Dan sebaliknya Musa pun taat kepada Tuhan ketika Tuhan berfirman bahwa ia tidak akan masuk ke tanah Kanaan. Ia tidak berusaha memanipulasi Firman Tuhan tetapi dengan rela hati ia menyerahkan kepemimpinan kepada hambanya, Yosua.

Renungan: Tuhan tidak memandang bulu. Kalau kita sebagai tuan kita harus mempertanggungjawabkan perbuatan kita sebagai tuan di hadapan Allah. Sebaliknya, kalau kita sebagai hamba, kita akan mempertanggungjawabkan perbuatan kita sebagai hamba.

Jadilah dirimu sendiri!
March 28, 2015, 05:02:56 AM
Reply #81
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Harus Tetap Kuat

Ayat bacaan : Efesus 6:10-11; Mazmur 68:36 “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya” (Efesus 6:10).

Masih ingatkah kita tentang kehebatan “Si Leher Beton” Mike Tyson? Dulu, banyak yang mengatakan bahwa dia adalah petinju yang tidak dapat dikalahkan. Pernyataan ini memang cukup beralasan karena Tyson sendiri adalah petinju yang masih relatif muda, pukulannya keras, dan beringas di atas ring. Tetapi saat dia dikalahkan oleh Evander Holyfield, sosok petinju yang sudah berumur dan tidak diperhitungkan, semua mata seolah-olah tidak percaya akan peristiwa itu.

Ternyata petinju yang sedemikian tangguhnya dapat dikalahkan dengan mudahnya. Kalau kita perhatikan peristiwa tersebut, maka kita akan mengerti bahwa kekuatan yang ada di dalam diri seseorang harus tetap dijaga sehingga waktu diperhadapkan kepada musuh atau lawan dia tetap menjadi yang terbaik. Demikian juga dengan kehidupan orang percaya, Tuhan menghendaki agar kita tetap kuat di dalam Dia sehingga kita dapat bertahan melawan segala tipu daya iblis.

Pertanyaan kita saat ini adalah bagaimana kita tetap kuat di dalam Tuhan? Belajar dari peristiwa di atas maka kita akan tahu apa yang harus kita lakukan saat ini, yaitu tetap memelihara “kekuatan Tuhan” yang ada di dalam diri kita. Caranya adalah dengan melatih “tubuh rohani” kita sedemikian rupa, dengan cara beribadah dengan tekun kepada Tuhan, sehingga semakin hari kita semakin kuat dan menang di dalam menghadapi musuh kita. Firman Tuhan berkata, “Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang” (1 Timotius 4:8)

Renungan: Saudara, hidup kita saat ini sangat bergantung kepada Tuhan, karena jelas, kita tidak dapat berbuat apa-apa tanpa Tuhan. Firman Tuhan juga mengingatkan kepada kita bahwa tidak ada yang dapat diandalkan dari diri kita sendiri (Yeremia 17:5). Tetaplah memelihara kekuatan kita di dalam Tuhan sehingga waktu kita menghadapi tantangan, ujian dan persoalan hidup, kita dapat mengatasinya dan menjadi pemenang.

Tuhan pasti memberi kekuatan kepada kita, seperti Firman Tuhan yang berkata, “Allah adalah dahsyat dari dalam tempat kudus-Nya; Allah Israel, Dia mengaruniakan kekuasaan dan kekuatan kepada umat-Nya. Terpujilah Allah” (Mazmur 68:36)! Jangan biarkan kekuatanmu hilang.
March 29, 2015, 04:57:24 AM
Reply #82
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Musuh Anda

Ayat bacaan : Efesus 6:12; Hakim 16:19

“…. perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara” (Efesus 6:12).

Musuh yang paling berbahaya adalah musuh yang tidak kelihatan dan yang sedang mengincar Anda. Apalagi kalau Anda tidak sadar bahwa Anda sedang diintai musuh, itulah posisi yang paling riskan dan berbahaya. Kalau Anda biasa nonton film horor, Anda akan terpaku dengan karakter yang diciptakan oleh sutradara film itu. Lalu Anda menganggap bahwa musuh Anda itu seperti yang ada di film tersebut: giginya bertaring, suaranya berat, tangannya memegang kapak berlumuran darah, dan ia siap menebas leher Anda. Yang benar adalah musuh Anda tidak kelihatan, namun ia aktif mengincar

Anda sampai ia yakin bahwa Anda lengah. Pertempuran melawan iblis bukanlah pertempuran untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Kalau memang demikian Yesus tidak perlu memenangkan pertempuran melawan iblis di kayu salib. Yang perlu Anda lakukan adalah mempertahankan kemenangan Kristus dalam hidup Anda. Tetapi iblis akan menggunakan segala cara-cara licik untuk memperdaya Anda, sampai Anda tersadar bahwa Anda sudah berada dalam perangkapnya. Simson adalah contoh yang mudah kita mengerti. Jelas, Simson lebih kuat dibandingkan dengan Delila yang notabene dikenal dengan wanita cantik yang lemah gemulai. Tetapi sejarah mencatat bahwa Simson berhasil diperdayai oleh wanita cantik ini dengan tipu muslihat.

Kekuatan Simson yang berada di rambutnya berhasil dipotong oleh seseorang atas perintah Delila, lalu orang Filistin membutakan kedua mata Simson memaksanya bekerja sebagai budak. Simson yang dulunya ditakuti orang Filistin kini menjadi bahan ejekan (baca: Hakim-hakim 16). Cara yang dilakukan Delila masih efektif hingga kini. Iblis menggunakan cara yang halus ini untuk memperdaya banyak orang Kristen. Tahu-tahu mereka terlibat dalam perselingkuhan dan rumah tangga mereka hancur berantakan. Saudara, hendaklah Anda waspada terhadap tipu muslihat iblis. Berjaga-jaga di dalam doa akan meningkatkan insting Anda dalam dunia roh. Karena itu janganlah kendor untuk terus berdoa!

Renungan: Iblis mengincar orang-orang Kristen dan keluarga Kristen. Anda merupakan target utama dari operasi militer kerajaan kegelapan. Semakin Anda sungguh-sungguh di dalam Tuhan semakin serius iblis mengincar Anda. Namun janganlah kuatir sebab Allah telah memberikan perlengkapan senjata surgawi kepada Anda. Iblis akan memakai cara-cara kotor untuk memperdaya orang benar.
March 30, 2015, 05:00:41 AM
Reply #83
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Kenakan Perlengkapan Perang!

Ayat bacaan : Efesus 6:13; Yesaya 41:10

“Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu” (Efesus 6:13).

Paulus memakai contoh perlengkapan senjata tentara Romawi dalam menggambarkan perlengkapan senjata orang percaya. Mengapa perlengkapan perang ini dibutuhkan kalau Yesus sudah menang di atas kayu salib? Pasukan yang berhasil memenangkan pertempuran tentunya tidak akan tinggal diam atau terlena dalam pesta kemenangan, sebab sewaktu-waktu musuh bisa menyerang kembali.

Yesus sudah memenangkan pertempuran, dan adalah tugas kita mempertahankan kemenangan itu. Orang Kristen tanpa perlengkapan perang tidak akan bertahan lama dalam mempertahankan kemenangan Kristus. Ia akan menjadi makanan empuk bagi tipu daya kerajaan kegelapan. Paulus memberikan nasihat supaya kita menggunakan semua perlengkapan perang itu. Dengan kata lain, jangan ada satu pun perlengkapan yang terabaikan. Dalam perlengkapan perang ini ada dua jenis senjata: pertahanan dan penyerangan. Baik senjata dalam pertahanan atau penyerangan, sama-sama penting. Jadi tidak ada senjata favorit atau senjata yang tidak penting. Sebab semua senjata yang didaftarkan di sini adalah penting.

Orang Kristen itu mempunyai tingkatan dalam pertumbuhan rohani. Pertama diawali dengan bayi, setelah itu anak-anak, remaja, pemuda, lalu dewasa. Bayi-bayi dan anak-anak rohani seharusnya mendapatkan perlindungan dari orang-orang dewasa. Gereja Tuhan itu bukanlah komunitas individual yang masing-masing anggotanya berdiri sendiri. Gereja Tuhan itu adalah satu keluarga besar yang saling menopang. Firman Tuhan berkata, “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus” (Galatia 3:28). Komunitas yang besar ini sama-sama mempertahankan kemenangan Kristus. Dan yang paling penting adalah saling menopang, saling mendukung, saling melindungi, dan saling menolong. Kalau ini dilakukan, setan dan tentaranya akan mati kutu dan mereka tidak akan dapat berbuat apa-apa terhadap gereja Tuhan.

Renungan: Kita sedang berada dalam medan peperangan. Apa yang perlu dilakukan gereja Tuhan adalah berdiri tegap sambil memakai seluruh perlengkapan senjata Allah. Apabila iblis datang menyerang dengan tipu dayanya, kita pasti mampu mengalahkannya.

Gereja yang selalu siaga adalah gereja yang berkemenangan.
March 31, 2015, 05:20:04 AM
Reply #84
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Berdiri Tegap

Ayat bacaan : Efesus 6:14; Yoel 3:9 “Jadi berdirilah tegap…….. ” (Efesus 6:14).

Sikap pertama seorang prajurit yang siap bertempur adalah berdiri tegap, tidak doyong, tidak gemetaran, tidak loyo, dan tidak pesimis. Saya sering melihat para tentara berdiri dengan perlengkapan senjata perang. Penampilannya gagah dan garang. Itulah juga yang seharusnya terjadi dengan gereja Tuhan. Tentara siap bertempur di samping berdiri tegap, pikirannya juga tidak dipengaruhi oleh persoalan-persoalan yang dapat mengganggu konsentrasinya. Seperti nasihat Paulus kepada Timotius, “Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya” (2 Timotius 2:4).

Kalau Anda pernah menjadi tentara, tentunya Anda tahu bagaimana perasaan Anda saat komandan memerintahkan Anda bersama dengan teman-teman lainnya dalam sebuah kompi untuk melakukan penyerangan terhadap benteng pertahanan musuh. Berbagai perasaan memenuhi hati Anda, antara tegang, cemas, dan siap mati sebagai bentuk tanggung jawab sebagai seorang prajurit. Anda pasti tidak akan bersikap ceroboh, termasuk memeriksa setiap perlengkapan perang. Anda harus memastikan bahwa semua peralatan itu berfungsi dengan baik. Sebab ini menyangkut nyawa Anda. Anda tidak berada dalam pertempuran game komputer, yang sewaktu-waktu kalau Anda tertembak mati, dengan mudah Anda dapat me-reset dan mengulangi lagi dari awal. Dalam medan pertempuran beneran, Anda tidak bisa mengatur jumlah musuh, Anda tidak bisa mengatur tingkat kesulitan (level), Anda tidak bisa melakukan cheat (curang), dan Anda tidak bisa juga istirahat sejenak. Pertempuran beneran akan memaksa Anda untuk selalu waspada dan menggunakan berbagai cara agar Anda menang.

Saudara, gereja sekarang berada dalam medan pertempuran. Bukan pertempuran untuk meraih kemenangan, tetapi pertempuran untuk mempertahankan kemenangan Kristus. Meskipun demikian ini bukanlah hal yang ringan. Anda tidak bisa main-main di sini, seperti Anda bermain-main dengan game simulasi di komputer Anda. Anda harus sadar bahwa ini menyangkut masa depan Anda, menyangkut kekekalan Anda.

Renungan: Konsentrasikan pikiran Anda pada perkara-perkara di atas. Silakan Anda mengurusi bisnis Anda, tetapi jangan lupakan posisi Anda sebagai prajurit Tuhan. Jadi berdirilah tegap dan siaplah masuk dalam medan pertempuran. Kemenangan Kristus telah diraih dengan harga yang amat mahal, jadi gereja Tuhan harus mempertahankan kemenangan itu dengan segala upaya.
April 01, 2015, 05:20:49 AM
Reply #85
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Hak Hak Anda

Ayat bacaan : Efesus 6:14; Yesaya 11:5 “…… berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan” (Efesus 6:14).

Ikat pinggang kebenaran melambangkan pengertian yang benar mengenai Firman Tuhan. Seperti pada tentara Romawi, ikat pinggang ini berfungsi sebagai tempat senjata-senjata lainnya. Tidak semua orang Kristen mempunyai pengertian yang benar mengenai Firman Tuhan, terutama mengenai janji-janji Tuhan. Segala apa yang kita butuhkan ada dalam firman-Nya. Dan Yesus sendiri berkata agar kita meminta kepada-Nya. Kalau Anda tidak meminta, berarti Anda tidak mempunyai pengertian yang benar mengenai Firman Tuhan. Ada sebagian orang benar yang takut meminta di dalam iman, sebab hal itu bisa melanggar kedaulatan Tuhan. Kita harus membedakan antara kedaulatan Tuhan dengan janji-janji Tuhan.

Kalau Tuhan mengatakan “mintalah” berarti kita harus meminta. Senjata berikutnya adalah baju zirah keadilan. Ini berbicara mengenai hak-hak kita di dalam Kristus. Saat Anda menerima Yesus sebagai Juru Selamat, Anda dibenarkan oleh Allah, seperti Alkitab katakan, “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (2 Korintus 5:21). Anda bukan tandingan iblis bila Anda tidak mengerti mengenai otoritas Anda di dalam Kristus. Karena Anda telah ditebus di dalam Kristus, Anda didudukkan sebagai ahli waris, “Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus …..” (Roma 8:17). Kalau Anda bertanya, “Apa janji-janji Allah itu?” Ini menandakan Anda belum menikmati secara penuh janji-janji Allah. Orang Kristen yang benar seharusnya tahu apa saja yang menjadi hak-hak mereka di dalam Kristus, dan menikmati janji-janji itu.

Kadang kita terlalu takut untuk mencoba mengklaim atas hak-hak kita, sebab ada doktrin-doktrin gereja yang secara eksplisit maupun implisit melarang kita untuk “melanggar” kedaulatan Tuhan. Kalau Anda sakit, maka Anda berhak meminta kesembuhan dari Allah, sebab firman-Nya menyatakan bahwa oleh bilur-bilur Yesus kita telah sembuh (1 Petrus 2:24). Kalau Anda dalam kekurangan, Allah akan mencukupi kebutuhan Anda (Filipi 4:19). Kalau Anda dalam kekhawatiran, Dia sanggup memelihara Anda (1 Petrus 5:7).

Renungan: Sudahkah Anda mengenakan ikat pinggang kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan? Milikilah pengertian yang benar mengenai Firman Tuhan dan hak-hak Anda di dalam Tuhan, maka Anda mengenakan senjata-senjata itu. Anda mengerti apa artinya menjadi orang Kristen setelah Anda mengerti hak-hak Anda di dalam Kristus.
April 02, 2015, 05:09:29 AM
Reply #86
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Kaki Yang Berkasut

Ayat bacaan : Efesus 6:15; Yesaya 40:9 “Kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera” (Efesus 6:15).

Seorang berlumuran darah dibawa ke rumah sakit terdekat setelah mobil yang dikendarainya menabrak pohon. Setelah diperiksa oleh dokter, seorang perawat menghampiri pria yang terus-menerus meringis karena kesakitan.

Perawat itu berkata, “Saya mau sampaikan berita baik dan berita buruk kepada Bapak. Bapak mau dengar yang mana dulu?”

“Sa… ya…. mau ….. de…. ngar yang burrrr … uk dulu.”

“Berita buruknya…. kaki bapak terpaksa harus diamputasi.”

Sambil menahan isak pria itu berkata, “Berrr…. ri… ta ba… ik…. nya?”

“Syukurlah, sepatu Bapak sudah ada yang pesan.”

Ini waktu yang tepat bagi Anda untuk tertawa membaca humor di atas, sebelum Anda memahami bahwa Injil juga membawa berita baik dan buruk. Oke, semua tahu bahwa “Injil” berasal dari kata “euaggelion” (berarti: berita atau kabar baik). Pada dasarnya Injil adalah kisah kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus. Dan ini mengacu kepada Kitab Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Berita baik yang dibawa Injil adalah manusia diperdamaikan kembali oleh kematian dan kebangkitan Yesus.

Manusia memiliki pengharapan lagi setelah sekian lama dibelenggu oleh dosa dan maut. Rencana yang sudah dirancangkan jauh sebelum dunia ada telah digenapi di dalam Yesus, Anak Allah yang hidup. Sekarang saya sampaikan berita buruk. Dan berita buruk ini akan dialami oleh mereka yang menolak berita baik. Mereka yang menolak berita baik akan berada di bawah kutuk. Alkitab berkata, “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah” (Yohanes 3:18).

Jadi bagaimanakah kita bisa membebaskan dunia ini dari kutuk atau hukuman? Dengan memberitakan Injil. Setiap orang percaya yang memberitakan Injil, tidak hanya melaksanakan amanat agung Kristus, tetapi juga melengkapi dirinya dengan senjata ilahi. Ia memakai kasut (lebih tepat diterjemahkan: “sandal” – alas kaki perlengkapan perang tentara Romawi yang ada paku besarnya di alas kakinya supaya tentara tidak mudah tergelincir).

Renungan: Sudahkah Anda memakai “sandal” ini? Seandainya Anda seorang tentara yang memakai perlengkapan lengkap, termasuk amunisi dan senjata otomatis, tetapi tanpa alas kaki, sebentar saja jalan Anda akan pincang, sebab kaki Anda yang telanjang itu menginjak paku berkarat. Jadi beritakan Injil dan pakailah alas kaki itu. Jangan berangkat perang sebelum kaki Anda memakai sepatu.
April 03, 2015, 04:58:11 AM
Reply #87
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Pergunakanlah Perisai Iman

Ayat bacaan : Efesus 6:16; Habakuk 2:4

“Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat” (Efesus 6:16).

Dahulu, para prajurit Romawi menggunakan perisai untuk menangkis panah-panah yang dilontarkan musuh. Mereka bukanlah Superman yang kebal senjata tajam, jadi harus ada perlengkapan perang yang dapat menangkis serangan itu. Dan dalam arti rohani perisai itu berbicara mengenai iman kita. Dan perlu Anda ketahui bahwa perisai ini merupakan satu-satunya alat yang dapat menangkis panah-panah api dari si jahat. Perisai merupakan perlengkapan perang yang terbaik untuk menangkis serangan musuh. Secara sederhana iman adalah percaya kepada Tuhan.

Dalam Perjanjian Lama, Habakuk membuat sebuah pernyataan yang menjadi dasar perjalanan orang benar, “Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya” (Habakuk 2:4). Pernyataan nabi ini dikutip tiga kali dalam Perjanjian Baru: Roma 1:7; Galatia 3:11; Ibrani 10:38). Perisai iman ini harus dikenakan setiap hari dan setiap saat. Anda tidak bisa menaruhnya ke dalam lemari lalu Anda santai duduk-duduk di teras rumah. Mengapa? Sebab iblis selalu mengincar Anda. Memang aneh kedengarannya kalau ada prajurit yang selalu menenteng perisai, sekalipun ia berada dalam rumah. Namun itulah yang harus kita lakukan.

Dalam doa juga demikian. Ketika Anda berdoa betapa seringnya iblis melancarkan panah-panah itu dengan menaruh kebimbangan-kebimbangan dalam pikiran Anda. Jadi tangkislah dengan perisai iman ini. Anda membutuhkan perisai iman ini juga dalam kehidupan sehari-hari, sebab Anda harus tinggal di dalam iman. Anda harus berpikir dengan iman, berbicara dalam bahasa iman, dan bertindak dengan iman, supaya iblis tidak memiliki sasaran yang dapat dibidiknya. Apabila Anda tinggal dalam arena iman di dalam janji Allah, Anda akan tetap berdiri menghadapi serbuan setan dan Anda dapat membuatnya lari.

Renungan: Firman Tuhan berkata bahwa iman itu timbul dari pendengaran akan Firman Tuhan (Roma 10:17). Jadi kalau Anda ingin membuat perisai iman Anda kokoh, dengarkanlah Firman Tuhan dan renungkanlah. Tanpa perisai tak ada prajurit yang bertahan lama di medan pertempuran.
April 04, 2015, 05:07:10 AM
Reply #88
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Ketopong Keselamatan

Ayat bacaan : Efesus 6:17; Mazmur 118:14 “Dan terimalah ketopong keselamatan …..” (Efesus 6:17).

Sebelum polisi menerapkan wajib helm, banyak orang yang mengendarai sepeda motor membiarkan kepalanya berbenturan dengan aspal. Meskipun peraturan itu diberlakukan, namun toh masih banyak orang yang mengendarai sepeda motor tanpa pengaman kepala. Luka yang paling banyak menyebabkan kematian adalah luka di kepala. Bagi prajurit Romawi helm adalah perlindungan yang amat penting. Kalau ada batu yang dilemparkan musuh dan tepat mengenai kepala ia akan terhindar dari kematian. Dan dalam arti rohani ketopong (atau helm) adalah keselamatan.

Ketopong itu melindungi kepala Anda, dan di sini terdapat pikiran Anda. Keselamatan yang dimaksud di sini juga berkaitan dengan pikiran yang dibaharui. Sebab keselamatan yang kita miliki sekarang juga merupakan proses menuju kesempurnaan, seperti pikiran yang harus dibaharui dari hari ke hari. Seperti Firman Tuhan katakan, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu [pikiran], sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Roma 12:2). Saudara, pikiran merupakan tempat pijakan yang amat disukai iblis. Karena itu berapa kali Anda harus bertempur melawan segala godaan yang ada dalam pikiran Anda. Berapa kali Anda harus berjuang mengalihkan pikiran Anda dari perkara-perkara najis.

Dan berapa kali pula Anda “menyerah”, dan harus menyerahkan pikiran Anda dikuasai oleh perkara-perkara yang tidak berkenan kepada Tuhan. Pikiran yang dibaharui juga menyangkut pengertian kita akan kedudukan kita di dalam Kristus. Setiap orang benar mempunyai otoritas yang tidak diketahui oleh semua orang percaya. Akhirnya banyak orang percaya yang terbelenggu oleh pikiran yang lama, dan ini berarti hidup dalam kekalahan. Saudara, menjadi orang Kristen yang mengerti hak-hak kita di dalam Kristus akan membuat hidup ini bergairah. Anda tidak akan dibelenggu oleh pesimisme dan kekalahan. Sebab Anda mengerti hak-hak Anda dan Anda akan bangkit menjadi pemenang di dalam Kristus.

Renungan: Hidup sebagai orang Kristen itu dapat dinikmati. Kalau Anda stres menghadapi tekanan hidup, cobalah mengerti masalahnya lalu carilah janji-janji Allah di dalam Alkitab dan percayalah! Kepala yang tidak dilindungi adalah sasaran empuk serangan musuh.
April 05, 2015, 04:53:51 AM
Reply #89
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)