Author Topic: Daily Devotional  (Read 43360 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 06, 2015, 05:05:38 AM
Reply #90
April 07, 2015, 04:49:55 AM
Reply #91
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24713
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Pedang Roh

Ayat bacaan : Efesus 6:17; Kidung Agung 3:8

“….. terimalah … pedang Roh, yaitu firman Allah” (Efesus 6:17).

Dari seluruh perlengkapan senjata Allah, hanya pedang satu-satunya senjata ofensif. Anda tidak akan menyerang iblis dengan ketopong, baju zirah, perisai, atau kasut. Anda menyerang iblis dengan pedang. Bagaimana Anda dapat menggunakan pedang ini? Saya berikan contohnya. Lukas 4:1-13, menceritakan Yesus yang dicobai di padang gurun. Yesus tidak perlu memerangi iblis saat itu dengan susah payah, sebab Ia dilindungi oleh kebenaran. Tetapi bukan berarti Ia bertindak pasif. Ini yang dilakukan-Nya: berdiri di atas kebenaran dan menggunakan pedang Roh sebagai senjata andalan-Nya untuk menyerang balik iblis.

Pada setiap pencobaan, Yesus berkata, “Ada tertulis” (Matius 4:4, 7, 10; Lukas 4:4, 8, 12). Yesus sendiri mengutip Firman Tuhan dan menggunakannya untuk melawan iblis. Dan yang perlu Anda perhatikan di sini adalah pedang yang digunakan iblis untuk menyerang Yesus adalah sama: Firman Tuhan. Bedanya, iblis menggunakan pedang yang diputarbalikkan. Ia mencoba mengelabui Yesus dengan firman yang ditafsirkan untuk kepentingannya. Namun ia lupa bahwa yang dihadapinya itu adalah “master”-nya firman, sebab Yesus adalah firman yang menjadi manusia. Untuk menyerang balik iblis, tidak ada cara lain kecuali Firman Tuhan.

Hidup Anda harus dipenuhi dengan Firman Tuhan supaya Anda dapat menggunakan pedang Roh itu dengan efektif. Penulis Ibrani berkata, “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita” (Ibrani 4:12). Pedang Firman Tuhan adalah pedang Maha-Sakti. Kalau Anda tahu cara penggunaannya, Anda tidak perlu takut dengan iblis. Sebab bila digunakan pedang Roh itu akan mampu membuat iblis lari terbirit-birit, sambil menunggu waktu yang tepat lagi untuk menyerang Anda.

Renungan: Semakin Anda sering membaca Alkitab dan merenungkannya, semakin Anda mempertajam pedang Roh Anda. Dan setiap orang Kristen yang hidupnya tidak diperkaya dengan Firman Tuhan, maka ia pasti akan kelabakan bila iblis menyerangnya.

Pedang bukanlah untuk gagah-gagahan, tetapi untuk menyerang musuh.








Menembus Dunia Roh

Ayat bacaan : Efesus 6:18; Daniel 10:12, 13

“…… Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus” (Efesus 6:18).

Setelah semua perlengkapan senjata rohani dikenakan, sekarang masuk ke bagian yang tidak kalah pentingnya: doa. Kuasa Allah itu selalu tersedia, namun doa yang memanifestasikan kuasa itu. Doa yang dinaikkan dengan kesungguhan dan segenap hati akan menggerakkan kuasa Allah. Tidak hanya itu saja, tetapi doa seperti ini akan menahan laju kuasa kegelapan. Berdoa setiap waktu di dalam Roh tidak hanya berarti berdoa dalam bahasa Roh.

Saya yakin bahwa doa ini berarti doa yang dinaikkan dengan kesungguhan hati, oleh inspirasi ROH KUDUS. Doa bukanlah peristiwa natural, tetapi supranatural. Sebab dalam berdoa sebenarnya kita sedang menembus angkasa dunia roh. Anda ingat dengan Daniel yang jawaban atas doanya tertunda? Kuncinya terletak pada jawaban malaikat, “…. Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia” (Daniel 10:12, 13).

April 07, 2015, 04:50:16 AM
Reply #92
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24713
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Karena Daniel berdoa, maka malaikat Allah sebagai utusan Allah. Namun “pemimpin kerajaan Persia” (atau iblis), berusaha menghalang-halangi. Anda lihat, ada sesuatu yang terjadi di alam roh saat umat Tuhan berdoa. Kalau doa Anda tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh, doa Anda tidak akan berdampak dalam alam roh. Dan doa yang dinaikkan tidak hanya ditujukan kepada diri sendiri tetapi juga kepada segala orang kudus. Ini berbicara mengenai doa syafaat. Dan tanpa kita sadari sebenarnya banyak doa syafaat kita menolong dan menopang orang lain. Kalau saja semua orang Kristen saling mendoakan, iblis tidak akan mudah menemukan tempat pijakan dalam hidup kita.

Renungan: Semua orang Kristen dipanggil untuk berdoa. Tidak peduli apakah Anda orang Kristen baru ataukah lama, Tuhan memanggil Anda untuk menjadi pendoa. Anda dipanggil menjadi laskar Kristus melalui doa. Doa adalah kunci yang membuka pintu alam roh.







Menyatakan Dengan Keberanian

Ayat bacaan : Efesus 6:19-24; Mazmur 119:18

“…… Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara” (Efesus 6:20).

Menyatakan kebenaran kadang berisiko tinggi. Ancaman dan intimidasi kadang menghantui orang-orang yang vokal dan berani berseru mengenai kebenaran. Tidak salah bila Paulus meminta jemaat di Efesus untuk berdoa baginya agar ia dengan keberanian memberitakan rahasia Injil. Sebab Paulus tahu bahwa kebenaran yang disampaikannya itu bisa saja mengganggu ketenangan sebagian orang. Apalagi yang “diganggu” itu adalah orang-orang yang menjadi tiang gereja dan merupakan sumber dana terbesar bagi gereja itu, wah ini tidaklah mudah.

Kalau Anda sering ngedumel karena pendeta Anda menyampaikan Firman Tuhan dengan monoton, jangan salahkan beliau. Sebab jemaat Tuhan ikut bertanggung jawab terhadap Firman Tuhan yang disampaikan pendetanya. Apakah jemaat Tuhan berdoa agar Tuhan menyingkapkan rahasia Firman Tuhan? Ataukah jemaat acuh saja? Kalau Anda tahu bahwa kualitas khotbah yang disampaikan pendeta Anda juga merupakan tanggung jawab Anda, maka Anda wajib berdoa. Saya yakin, seandainya diadakan survei, kurang dari 10% dari jemaat Tuhan yang berdoa bagi pendetanya. Padahal Paulus selalu mengingatkan jemaatnya agar mereka berdoa baginya. Kalau Paulus saja yang kita ketahui sebagai Rasul yang tiada bandingnya, bukankah para pendeta lebih lagi meminta jemaatnya agar berdoa baginya? Kalau Anda pendeta atau hamba Tuhan yang terlibat dalam pelayanan mimbar, menyampaikan rahasia Firman Tuhan adalah tujuan Anda yang penting.

Kesibukan pendeta zaman modern memang menuntut waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Sayangnya, aktivitas itu tidak ada kaitannya dengan pelayanan. Sebagian besar mereka “bersibuk ria” dengan hobinya. Bahkan saya sendiri pernah dengar ada pendeta yang main tenis dan tiba di rumah beberapa menit sebelum ibadah Minggu dimulai. Lho, doa untuk persiapan firmannya kapan? Tidak heran bila banyak pendeta yang mengandalkan outline khotbah, buku panduan khotbah, atau buku-buku yang siap dicuplik habis-habisan, sebab mereka kehilangan kehausan untuk menerima rahasia Allah. Mereka mengandalkan pewahyuan orang lain. Memang tidak salah membaca buku-buku semacam ini, tetapi Tuhan kan juga ingin menyampaikan rahasia-Nya secara pribadi kepada Anda?

Renungan: Tidak ada yang lebih indah kecuali rahasia firman yang disingkapkan. Pendeta, hamba Tuhan, dan jemaat Allah harus mempunyai kerinduan yang dalam terhadap Firman Tuhan. Inilah gereja yang hidup! Gereja mulai mati saat gereja tidak lagi merindukan rahasia ilahi.
April 08, 2015, 05:01:21 AM
Reply #93
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24713
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Karya Allah

Ayat bacaan : Filipi 1:1-6; Yeremia 18:1-6

“Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus” (Filipi 1:6).

Agostino d’Antonio, pemahat dari Florence, memandangi batuan pualam yang berdiri di hadapannya dengan putus asa. “Tak ada yang bisa kukerjakan dengan bahan mentah ini.” Pemahat-pemahat lainnya mencobanya, namun juga tidak berhasil. Tidak ada yang mampu membentuk batuan ini. Batuan itu tergeletak di sana selama 40 tahun, di atas sampah yang berserakan. Suatu hari Michelangelo melihat batuan ini dan ia menyadari bahwa batuan ini memiliki potensi yang besar. Lalu ia membawanya ke studionya. Ia mulai mengerjakannya, lalu terbentuklah sebuah karya yang akan mengguncang dunia. Batuan itu berubah menjadi patung yang disebut “David” (Daud), sebuah patung yang amat terkenal.

Kuncinya bukanlah terdapat pada batuan itu, tetapi siapa yang menangani batuan itu. Saudara, di tangan Allah, hidup Anda dapat dibentuk menjadi karya yang luar biasa. Dia bukan saja Pencipta alam semesta, tetapi juga seorang Arsitek yang ahli dan jeli dalam membentuk hidup manusia. Dia sudah memberikan Yesus sebagai korban kepada kita. Dan saya yakin bahwa Dia pula akan meneruskan karya-Nya sampai gereja-Nya terbentuk menjadi mempelai wanita Kristus yang tak bercacat dan tak berkerut. Allah berkata kepada Nabi Yeremia, “Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya” (Yeremia 18:4).

Allah menyatakan bahwa Dia adalah tukang periuk itu. Ia tidak pernah bosan membentuk, membentuk, dan membentuk lagi tanah liat yang rusak. Dan tanah liat itu adalah Anda. Coba hitung berapa kali Tuhan membentuk hidup Anda, meskipun Anda rusak. Berapa kali Tuhan mencoba menambal kembali bagian-bagian yang retak dalam hidup Anda. Dan Ia tidak pernah bosan melakukannya, sebab Ia mengasihi Anda. Meskipun berkali-kali Anda berusaha meninggalkan-Nya, namun Ia tidak pernah letih membentuk Anda dan mengasihi Anda sampai Anda menjadi indah di pemandangan-Nya.

Renungan: Percayakan hidup Anda pada Pemahat di atas pemahat yaitu Allah kita. Dia akan membentuk Anda supaya Anda menjadi mulia dan menjadi kebanggaan-Nya. Tidakkah Anda rindu menjadi makhluk yang menjadi kebanggaan Allah? Karya Allah yang spektakuler adalah gereja-Nya.
April 09, 2015, 04:46:59 AM
Reply #94
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24713
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Menjadi Orang "Aneh"

Ayat bacaan : Filipi 1:7, 8; Yosua 24:15

“Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian” (Filipi 1:8).

Seorang misionaris yang sedang mengambil masa cuti dan pulang ke negaranya ditanyai oleh teman-temannya, “Apakah kamu suka tinggal di Afrika?” “Suka? Jangan sebutkan kalimat ini. Saya dan istri sama sekali tidak suka dengan debu, perbedaan budaya, dan bahasa yang kerap menimbulkan salah paham. Belum lagi bahaya yang mengancam jiwa kami sekeluarga. Tetapi kasih dan panggilan Allah dalam hidup kami yang membuat kami betah tinggal di sana.” Saudara, kita tentunya heran dengan beberapa orang yang kita sebut dengan “aneh”, sebab mereka rela meninggalkan kenyamanannya dan pergi ke tempat yang menyebalkan, bahkan membahayakan nyawa mereka.

Anda ingat dengan John Walker yang disebut dengan “Taliban Amerika”? Seluruh dunia pasti heran melihat sepak terjangnya yang aneh itu. Diam di negaranya. Amerika, sebenarnya sudah cukup nyaman, tetapi mengapa ia rela bersusah payah berangkat ke Afganistan dan bergabung dengan Taliban? Seluruh rakyat Amerika mengutuki dan memerangi terorisme, eh si Taliban Amerika ini malahan berpihak pada musuh. Apa yang menjadi motivasinya? Pertanyaan ini menggema dalam hati setiap orang, namun hanya yang bersangkutan yang tahu jawabannnya. Jangan heran bila kita melihat orang-orang yang aneh seperti ini. Namun kita justru harus menjadi “aneh” di dalam Kristus. Paulus, misalnya. Hidupnya diserahkan secara total pada panggilan Allah.

Ia rela menderita untuk orang lain. Ia merindukan orang lain yang menjadi jemaat Allah. Paulus mempunyai hubungan yang spesial dengan mereka. Kalau dipikir juga untuk apa Paulus sampai sedemikian besar mempunyai perhatian kepada jemaat Tuhan? Bukankah mereka adalah orang-orang yang sama sekali tidak ada hubungan famili? Saya yakin, Paulus didorong oleh panggilan Allah dan kasihnya yang besar terhadap jemaat Tuhan, sehingga ia melakukan tindakan “aneh” tersebut. Kalau ada hamba Tuhan yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan keluarganya, ia masih belum digolongkan dengan hamba Tuhan “aneh”. Padahal Tuhan inginkan supaya kita bertindak “aneh” dalam arti bertindak sesuai dengan Firman Tuhan, yang bertentangan dengan cara-cara lazim. Kalau kita sebagai anak Tuhan tidak bertindak “aneh”, maka dunia tidak akan melihat perbedaan kita dengan orang dunia.

Renungan: Kristus memberikan teladan kepada kita bagaimana caranya hidup dengan meninggalkan keegoisan dan sifat mementingkan diri sendiri. Paulus adalah contoh lainnya. Ya, kita harus mencontoh mereka dan menjadi manusia yang berani berkorban bagi orang lain. Perilaku orang rohani selalu menimbulkan kesalahpahaman bagi manusia jasmani.
April 10, 2015, 04:45:39 AM
Reply #95
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24713
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Belanja Di Pasar Dadakan

Ayat bacaan : Filipi 1:9-11; Ulangan 30:19

“Sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus” (Filipi 1:10).

Belanja di pasar loak atau pasar dadakan yang menawarkan harga di bawah standar tentunya membuat kita, terutama kaum ibu yang mempunyai hobi belanja, mempunyai keasyikan sendiri. Bahkan ada beberapa ibu yang suka pergi ke pasar atau toko harganya bisa dinego, daripada ke plaza yang harganya sudah paten. Mungkin ada kenikmatan sendiri saat tawar-menawar barang, meskipun tawaran yang diajukan ibu-ibu membuat para suami yang menemaninya menjadi “bergidik”. Sebab tidak jarang ibu-ibu menawar barang dengan “jurus tega”.

Tetapi jangan salahkan para pedagang kalau baju yang dibelinya kemarin, meskipun diembel-embeli merek luar negeri, eh sudah robek jahitannya. Ketelitian dan kejelian dalam memilih produk itulah yang memegang peranan penting. Saudara, saya ibaratkan dunia yang kita tempati itu dengan sebuah pasar raksasa di mana produk-produk yang ditawarkan ada yang baik, tetapi ada juga yang buruk, bahkan beracun. Di mana saja kita berada mata ini ditawari dengan berbagai pandangan yang baik maupun yang buruk. Di televisi kita juga disuguhi acara-acara yang mendidik sekaligus menjerumuskan.

Begitu juga dengan ajakan teman, ada yang baik tetapi juga ada yang jahat. Sekarang tergantung bagaimana kita peka terhadap produk yang baik maupun yang jahat, supaya kita dapat memilih produk yang baik. Kepekaan pancaindera rohani amat diperlukan. Alkitab berkata, “Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat” (Ibrani 5:14). Hanya orang dewasa dalam Kristus yang dapat membedakan yang baik dan yang jahat! Saudara, saya melihat bahwa orang Kristen zaman sekarang rajin beribadah, tetapi tidak mempunyai kepekaan terhadap hal-hal sekelilingnya. Mereka begitu mudah terbujuk untuk mengikuti hal-hal yang buruk, tetapi tidak disadarinya bahwa itu buruk. Cepat atau lambat kalau kita tidak memiliki kepekaan ini, kita akan masuk dalam perangkap yang dibuat iblis.

Renungan: Orang yang dewasa di dalam Tuhan seharusnya memberikan bimbingan kepada mereka yang belum dewasa, sebab kalau tidak demikian anak-anak rohani akan mudah ditipu kerajaan kegelapan. Orang Kristen yang pancainderanya tidak terlatih akan melahap racun yang disangkanya madu.
April 11, 2015, 05:03:27 AM
Reply #96
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24713
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional

Allah Turut Bekerja

Ayat bacaan : Filipi 1:12-17; Yesaya 63:7

”Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil” (Filipi 1:12).

Ketika menulis surat untuk jemaat di Filipi, rasul Paulus sedang berada di dalam penjara. Rasul Paulus dipenjara bukan karena mencuri atau berbuat kejahatan yang lainnya, tetapi dia dipenjara sebagai akibat dari tindakannya yang dengan berani memberitakan Injil. Seberapa banyak orang tidak bisa memahami apa yang sedang terjadi di dalam hidupnya dengan baik.

Ketika usaha goncang, rumah tangga berantakan, atau berbagai macam kesulitan mendatanginya, mereka mulai bersungut-sungut, memberontak, putus asa dan menyalahkan Tuhan. Padahal seringkali semua masalah itu datang karena kesalahan dan dosa yang terselip di dalam hidup kita. Kalaupun masalah dan kesulitan itu datang bukan karena dosa kita, sebenarnya bagi kita juga tidak ada alasan untuk menyalahkan Tuhan. Rasul Paulus adalah teladan yang baik. Pada saat dia tertimpa masalah dan bahkan harus dimasukkan ke dalam penjara, bukan karena dosa tetapi karena kebenaran, ternyata rasul Paulus tidak bersikap salah. Dia tidak bersungut-sungut, mengeluh dan juga tidak pernah berpikir bahwa Allah membiarkannya, atau Allah bertindak jahat kepadanya.

Sebaliknya, ketika di dalam penjara rasul Paulus bisa mengucap syukur dan bersukacita. Ketika jemaat mulai gelisah melihat masalah yang menimpanya, rasul Paulus justru mengucapkan perkataan-perkataan yang menguatkan dan membangun iman jemaat. Mengapa rasul Paulus bisa bersikap demikian? Jawabannya sederhana, yaitu karena rasul Paulus mengerti rencana Tuhan. Dari teks Filipi 1:12 tersebut di atas jelas rasul Paulus mengerti bahwa dalam kondisi yang buruk tersebut Allah turut bekerja. Si jahat mereka-reka keadaan yang buruk, tetapi jika kita mengasihi Tuhan maka Tuhan sanggup mereka-reka keadaan buruk tersebut menjadi sesuatu yang baik bagi kita dan mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan. Penjara justru membuka pintu untuk Injil diberitakan dengan lebih hebat.

Renungan: Apakah ada kondisi kurang baik yang menimpa Anda? Bagaimana sikap Anda ketika mengalami keadaan yang menurut Anda kurang menyenangkan? Tinggallah dalam hadirat-Nya senantiasa, maka Anda akan tahan menghadapi keadaan yang buruk sekalipun.

Mata jasmani melihat 100 meter, mata rohani melihat tanpa batas.
April 12, 2015, 04:15:27 AM
Reply #97
April 13, 2015, 05:15:57 AM
Reply #98
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24713
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional


Mempertahankan Sukacita

Ayat bacaan : Filipi 1:18-20; Mazmur 32:11

"Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita" (Filipi 1:18).

Banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang kehilangan sukacita. Salah satunya adalah ketika seorang pelayan Tuhan yang sungguh-sungguh di dalam pelayanan menyaksikan orang lain yang memiliki motivasi salah di dalam memberitakan Injil. Kadang-kadang pelayan Tuhan yang sungguh-sungguh bisa menjadi jengkel, marah dan bahkan frustasi ketika melihat orang-orang yang memberitakan Injil dengan tidak tulus hati.

Tidak tulus hati di sini misalnya karena ingin dihormati orang lain, ingin mendapatkan upah berupa materi, atau semata-mata karena pelarian. Kehilangan sukacita dan menjadi frustasi yang semacam ini kelihatannya rohani dan berkenan kepada Tuhan, ternyata tidak. Jika kita kaji kebenaran dari renungan kita hari ini, ternyata sikap pelayan Tuhan tersebut adalah salah. Yang berhak menghakimi motivasi seseorang di dalam memberitakan Injil adalah Tuhan dan bukan kita. Rasul Paulus menunjukkan suatu sikap yang indah. Sekalipun di dalam perjalanan pelayanan rasul paulus melihat bahwa ada orang-orang yang memberitakan Injil dengan maksud palsu atau motivasi yang salah, ternyata rasul Paulus tidak menjadi stres atau frustasi karenanya.

Rasul Paulus sangat sadar bahwa sekalipun mungkin manusia tidak bisa menyingkap borok-borok kepalsuan mereka, tetapi Tuhan pasti mengetahui ketidakbenaran tersebut. Sukacita tinggal tetap karena rasul Paulus memandang hanya kepada Tuhan yang dilayaninya, yang menjamin kredibilitasnya dan bahkan memberi upah sesuai dengan kemurahan-Nya. Perhatikan, kehilangan sukacita dengan alasan yang kelihatan rohani seperti dalam contoh di atas ternyata tidak dibenarkan, apalagi yang alasannya tidak rohani. Misalnya kehilangan sukacita karena iri hati, sakit hati, kepahitan dan lain-lain.

Renungan: Mungkin Anda hari ini melihat seorang pelayan Tuhan yang berpenampilan rohani namun menurut Anda tidak rohani sedang memberitakan Firman Tuhan. Doakan dan biarkan Firman Tuhan yang diberitakannya menjamah mereka yang mendengarkannya. Pemberitanya bisa berbeda tetapi Firman Tuhan tetap sama.








Mati Adalah Untung

Ayat bacaan : Filipi 1:21-26; Mazmur 116:15 ”Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Filipi 1:21).

Pernyataan Paulus ini bukan sembarang pernyataan. Pernyataan ini lahir dari hubungan yang intim dengan Tuhan. Bukan satu hari atau satu bulan tetapi terus menerus. Dan tidak ada seorangpun yang berani memberikan pernyataan seperti ini kecuali mereka yang tidak takut mati. Dan Paulus tidak takut mati, sebab dia sudah memegang rahasianya. Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana caranya supaya kita bisa berani berkata seperti Paulus,” Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan?” Kita harus belajar dari kehidupan rasul Paulus mengapa dia bisa berkata demikian.

”Hidup adalah Kristus.” Inilah rahasianya Paulus ”.....AKU [manusia lamanya Paulus; egonya, AKUNYA dan masa lalunya] telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya AKU hidup untuk Allah. AKU telah disalibkan dengan Kristus;” Karena AKU-nya telah mati maka hidupnya sekarang ”..... bukan lagi AKU sendiri yang hidup, melainkan KRISTUS yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah HIDUP OLEH IMAN dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” Bagaimana dengan Anda apakah AKU itu sudah mati bersama dengan Kristus? Sebelum AKU itu mati, semua yang kita lakukan hanya berpusat pada AKU dan untuk kemuliaan AKU. Itu adalah kesombongan. Akhirnya pada waktu AKU meninggalkan tubuh ini maka AKU akan masuk ke tempat di mana Kristus tidak ada, yaitu NERAKA. Tetapi bila Kristus yang hidup maka Kristuslah segalanya dalam hidup ini dan semuanya hanya bagi Dia saja.

Haleluya. ”Mati adalah keuntungan.” Kematian tidak akan menjadi keuntungan bagi seseorang yang bukan milik Kristus. Mereka melihat dibalik kematian adalah gelap dan mengerikan serta menakutkan. Tetapi akan menjadi keuntungan bagi mereka yang menjadikan Kristus adalah hidupnya. Dan inilah keuntungannya: a). Hidup kekal bersama dengan Kristus; b). Mendapatkan upah atau mahkota karena kesetiaannya dalam pelayanan sewaktu di muka bumi; c). Tidak lagi mengalami penderitaan hidup ini; d). Tidak ada lagi tangis. Dan masih banyak lagi yang lainnya, tidak cukup bila ditulis satu persatu. Paulus tahu akan hal itu.

April 13, 2015, 05:16:16 AM
Reply #99
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24713
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Renungan: Bagaimana dengan Anda? Apakah hidup ini adalah Kristus? Kalau belum inilah waktunya. Kalau tidak, kematian akan menjadi kerugian. Rugi untuk selamanya. Lebih baik menderita bersama dengan Kristus di dunia dari pada menderita bersama iblis di neraka.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)