Author Topic: [SPIRITUALITY] Meditasi Yesus - Doa Batin Yang Berakar Dalam Tradisi Gereja  (Read 16504 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 17, 2015, 01:20:20 PM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Denominasi: Trinitarian Non Denominasi !!
Bagus, kamu sudah setuju kalau berdoa itu butuh keheningan.
Yang dibahas dalam topik ini memang doa batin.
Tapi bagaimana suatu tradisi agama menghargai keheningan dapat dilihat dari cara ibadahnya juga.
1. Ibadah yang meriah seperti layaknya konser musik dan pesta rakyat saya kira kurang menghargai nilai keheningan yang dibutuhkan dalam doa. Bukankah dalam ibadah juga ada doa? Jika demikian seharusnya keheningan juga perlu ada.

2. Keheningan itu harus dibangun dalam keseluruhan liturgi, tidak bisa dalam kemeriahan bak konser tiba-tiba orang berkesempatan mendapatkan keheningan yang dibutuhkannya untuk berdoa. Absurd.

3. Itu sebabnya ibadah yang meriah bak konser musik dan pesta rakyat sulit dikatakan sebagai ibadah yang benar karena tidak mampu menyediakan ruang untuk keheningan yang dibutuhkan dalam berdoa. Atau, kalaupun keheningan juga diupayakan dalam ibadah semacam itu, kemungkinan besar kualitasnya dangkal.
Elo itu terlalu TAKABUR dan meng ILAH kan Gereja yg mengedepankan TRADISI sih makanya Kelihatan kek umat suatu Ajaran BIDAT !
Tuhan hanya mendirikan SATU GEREJA, SEKALI untuk SELAMANYA, dan hanya menunjuk Petrus sebagai pemimpinnya, SEKALI untuk SETERUSNYA. Apa yang sudah ditetapkan Tuhan tidak boleh diubah manusia.
Komentar untuk Point :
1. Elo mah Plin Plan deh. Yg dibahas adalah Keheningan saat kita Berdoa bukannya dalam Beribadah !
Kalau SOAL saya kira , jangan elo  bawa2 dan paksain ke umat  lain, atuh !
:coolsmiley: :happy0062:
Dalam BERIBADAH yg diharapkan adalah seluruh HATI (perasaan dan emosi), Jiwa dan Akal Budi kita serahkan SEPENUHNYA (mutlak 100% TOTAL) kepada "Sikap Mengasihi kepada Tuhan Allahmu" (Hukum Kasih I)
Kalau sikap BEKU dan KAKU kek Patung tanpa Emosi mah itu belum TOTAL 100% / SEPENUH dalam menjalankan Hukum Kasih  I ! :coolsmiley: :happy0062: :mad0261:

2. Sesaat setelah kita disadarkan oleh Penyampaian Firman Tuhan dalam Khotbah yg Bagus, emangnya Berapa susahnya sih menggiring Umat mendapatkan keheningan Hati, Jiwa dan Akal Budi yang dibutuhkannya untuk berdoa.
Quote
Absurd.
Ya , ITU sih hanya diperuntukkan bagi umat  yg Santapan Rohaninya berasal dari Khotbah yg MONOTON, MENJEMUKAN dan merangsang NGANTUK . Keluar dari tempat Ibadah udeh lupa deh sama Santapan Kurang Garam dan Bumbu Penyedap itu  ! :coolsmiley: :tongue: :cheesy:

3. Yang tidak mampu menyediakan ruang untuk keheningan yang dibutuhkan dalam berdoa adalah Umat yg NGANTUK atuh pak ! :coolsmiley: :happy0062:
Quote
Atau, kalaupun keheningan juga diupayakan dalam ibadah semacam itu, kemungkinan besar kualitasnya dangkal.
Gimana  gak DANGKAL lha Khotbah udehan SELESAI aja elo gak sadar diri , lagi asyik   masyuk  pikiran dan fantasinya sedang "melanglang buana" kemana mana !
Elo bisa NANGIS apa kagak saat mendengarkan Khotbah di Tempat Ibadah elo gara2 Khotbah yg MONOTON, MENJEMUKAN dan merangsang NGANTUK ? Keluarnya tetes2an air mata menunjukkan Kedalaman saat Firman  Tuhan itu dijabarkan , tahu !
« Last Edit: January 17, 2015, 01:24:24 PM by octafalto »
January 17, 2015, 01:25:59 PM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 725
  • Gender: Male
    • Meditasi Yesus
  • Denominasi: Katolik
...
Elo itu terlalu TAKABUR dan meng ILAH kan Gereja yg mengedepankan TRADISI sih makanya Kelihatan kek umat suatu Ajaran BIDAT !
Gereja Katolik sejak dulu ada, mulai sejak didirikan oleh Yesus sampai hari ini.
Saya kira justru Protestan itu yang baru muncul sebagai penyimpangan dari Gereja Katolik yang satu, kudus, dan apostolik. Dari sisi sejarah saja sudah cukup jelas mana Gereja yang asli dan mana yang KW alias bidaah.

Tapi maaf, saya tidak akan membahas masalah ini lebih jauh... OOT.

Quote
1. Elo mah Plin Plan deh. Yg dibahas adalah Keheningan saat kita Berdoa bukannya dalam Beribadah !....
Disitu masalahnya...
Bukankah dalam ibadah kita juga berdoa?
Bagaimana mungkin kita bisa berdoa dengan baik jika ibadah tersebut tidak membangun suasana keheningan yang dibutuhkan dalam berdoa.

Absurd atau tidak paham ajaran Yesus?

Saya tidak menyangkal, keheningan juga diupayakan dalam ibadah-ibadah fasik semacam itu, tapi ya itu tadi... itu keheningan yang dangkal. Bukan seperti itu keheningan yang dimaksud Yesus dan dicari oleh pertapa-pertapa padang gurun yang luar biasa seperti St. Antonius Yang Agung atau St. Paulus Pertapa Pertama.
« Last Edit: January 17, 2015, 01:52:34 PM by MentalRevo »
Tuhan hanya mendirikan SATU GEREJA, SEKALI untuk SELAMANYA, dan hanya menunjuk Petrus sebagai pemimpinnya, SEKALI untuk SETERUSNYA. Apa yang sudah ditetapkan oleh Tuhan tidak dapat diubah oleh manusia.
January 17, 2015, 01:30:55 PM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Denominasi: Trinitarian Non Denominasi !!
Apa yang sudah ditetapkan Tuhan tidak boleh diubah manusia.
Nah elo coba nanya sama Rohaniwan kepala ditempat elo, Siapa yg merubah Syarat masuk Sorga melalui Iman pada Maha Karya Penebusan Allah menjadi melalui Surat Visa Masuk Sorga dan Api Penyucian segala ?? :coolsmiley: :'( :angel:
January 17, 2015, 01:32:23 PM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 725
  • Gender: Male
    • Meditasi Yesus
  • Denominasi: Katolik
Nah elo coba nanya sama Rohaniwan kepala ditempat elo, Siapa yg merubah Syarat masuk Sorga melalui Iman pada Maha Karya Penebusan Allah menjadi melalui Surat Visa Masuk Sorga dan Api Penyucian segala ?? :coolsmiley: :'( :angel:

OOT
Tuhan hanya mendirikan SATU GEREJA, SEKALI untuk SELAMANYA, dan hanya menunjuk Petrus sebagai pemimpinnya, SEKALI untuk SETERUSNYA. Apa yang sudah ditetapkan oleh Tuhan tidak dapat diubah oleh manusia.
January 17, 2015, 04:59:12 PM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 725
  • Gender: Male
    • Meditasi Yesus
  • Denominasi: Katolik
Continue from #9
-------------------

Doa Rosario, Tradisi Spiritual Gereja Barat

Semangat doa dalam keheningan di Gereja Barat juga berkembang, tapi dalam arah yang berbeda dan menghasilkan sebuah doa luar biasa yang sekarang kita kenal sebagai Doa Rosario. Dalam beberapa dokumen resmi Gereja, menurut sejarahnya Doa Rosario diberikan secara langsung oleh Bunda Maria kepada St. Dominikus melalui sebuah penglihatan untuk digunakan dalam upayanya melawan bidaah albigensianisme pada tahun 1213. Tapi banyak sumber lain mengatakan bahwa Doa Rosario juga terbentuk secara bertahap melalui proses yang panjang jauh sebelum itu. Dan setelah St. Dominikus menggunakannya dalam melawan bidaah, bentuk Doa Rosario juga masih terus berkembang.

Doa Rosario berawal dari kebiasaan para religius untuk mendaraskan 150 mazmur setiap hari. Umat yang ingin mengikuti kebiasaan itu mengganti pembacaan Mazmur dengan Doa Bapa Kami yang lebih sederhana. Maka untaian kalung dengan 150 butir manik-manik pada masa itu dikenal dengan istilah ‘Paternoster’.  Selanjutnya untuk alasan kepraktisan jumlah manik-manik berubah menjadi 50 butir yang digunakan dalam tiga putaran, ini awal dari penggunaan kalung rosario seperti yang dikenal sekarang.

Tapi dalam perkembangan selanjutnya, seiring dengan semakin tingginya semangat devosi terhadap Bunda Maria dalam Gereja Katolik, untaian kalung dengan 50 manik-manik ini digunakan juga untuk mendaraskan bagian pertama dari Doa Salam Maria (bagian kedua dari Doa Salam Maria, “Santa Maria Bunda Allah...” sebenarnya baru ditambahkan setelah abad 17).

St. Dominikus kemudian menggunakan untaian rosario ini untuk mendaraskan Doa Salam Maria yang diselingi dengan Doa Bapa Kami sebagaimana yang umum digunakan sekarang. Ia menggunakan Doa Rosario sederhana ini sambil mewartakan misteri iman untuk mempertobatkan hati kaum bidaah albigensianisme yang mengancam Gereja Katolik pada masa itu. Doa Rosario tidak hanya mampu mengalahkan kekerasan hati para bidaah tapi juga mampu mengalahkan mereka secara fisik. Kemenangan ajaib 800 ksatria Katolik yang dikumpulkan oleh Paus Inosentus III di bawah pimpinan Simon de Montfort ketika menghadapi 34000 prajurit Katar yang bidaah adalah berkat kuasa Doa Rosario yang dilakukan oleh St. Dominikus pada tanggal 12 September 1213 di Muret, dekat Toulouse, Perancis. Peristiwa itu tercatat dalam sejarah Gereja sebagai kemenangan pertama Doa Rosario.

Kemenangan Doa Rosario yang paling dramatis dan paling dikenang sepanjang sejarah Gereja adalah kemenangan pada pertempuran laut di Lepanto pada tanggal 7 Oktober tahun 1571. Kondisi Eropa yang saat itu sedang dilanda perpecahan akibat reformasi Martin Luther membuat keadaan kerajaan-kerajaan Katolik di Eropa sangat lemah dan mudah diserang musuh. Kekalifahan Islam di Turki melihat kesempatan ini sebagai kondisi yang ideal untuk menginvasi daratan Eropa. Saat itu armada laut Turki adalah yang terkuat di dunia dan sama sekali bukan tandingan armada kerajaan-kerajaan Katolik di Eropa. Mereka segera menyiapkan armada yang besar untuk menyerbu dan menguasai Eropa. Paus Pius V yang mendengar ancaman ini segera dengan susah payah mengupayakan bantuan dari kerajaan-kerajaan Katolik di Eropa untuk bergabung dalam Liga Suci guna menangkal serangan armada Turki.

Pada tanggal 7 Oktober 1571, pada hari pertempuran terjadi, Paus Pius V berdoa Rosario di Basilika Santa Maria Maggiore sejak dini hari bersama seuruh umat Katolik untuk memohon pertolongan Bunda Maria. Saat pertempuran, terjadilah sebuah keajaiban. Angin yang sebelumnya menguntungkan armada Islam Turki tiba-tiba berubah dan berbalik arah sehingga membuat kondisi armada Katolik yang jauh lebih lemah mendapat keuntungan besar pada saat yang menentukan. Akhirnya armada Katolik yang lebih lemah mampu menghancurkan armada terkuat Islam dan memenangkan pertempuran laut yang bersejarah ini.

Paus Pius V sudah mengetahui kemenangan ajaib ini sebelum armada Liga Suci kembali dari pertempuran. Ini adalah kemenangan pertempuran laut yang paling menentukan dalam sejarah. Sejak saat itu armada Islam tidak pernah lagi menjadi ancaman serius bagi Eropa. Tanggal 7 Oktober selanjutnya dirayakan dalam kalender resmi Gereja Katolik sebagai pesta kemenangan Doa Rosario sampai hari ini.

Tapi pada waktu itu penggunaan narasi misteri Injil, yang sekarang menjadi bagian penting dari Doa Rosario, sebenarnya belum digunakan. Sekitar tahun 1700 penggunaan narasi misteri Injil mulai dikenalkan oleh St. Louis de Monfort sehingga akhirnya bentuk Doa Rosario menjadi seperti apa yang dikenal dalam Gereja Katolik hingga hari ini.

Jika Doa Yesus adalah buah dari tradisi doa batin yang menjadi kekayaan Gereja Timur, maka Doa Rosario adalah buah dari tradisi doa batin yang menjadi kekuatan dan kekayaan spiritual Gereja Barat.


to be continued...#18
« Last Edit: January 18, 2015, 05:00:47 PM by MentalRevo »
Tuhan hanya mendirikan SATU GEREJA, SEKALI untuk SELAMANYA, dan hanya menunjuk Petrus sebagai pemimpinnya, SEKALI untuk SETERUSNYA. Apa yang sudah ditetapkan oleh Tuhan tidak dapat diubah oleh manusia.
January 18, 2015, 12:52:33 PM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Denominasi: Trinitarian Non Denominasi !!
OOT
Kalau udah Schakmat=Mati Langkah , langkah membela diri selanjutnya cukup bilang OOT lalu kiTAKABUR :coolsmiley: :cheesy: :ashamed0004:
Quote
Dari sisi sejarah saja sudah cukup jelas mana Gereja yang asli dan mana yang KW alias bidaah.
Dari sisi sejarah juga kita mengetahui Ajaran Murni para Rasul sudah tercampur Anggur Kecabulan Wanita Izebel dengan  JARGON "Tradisi dan Kebiasaan" kek artikel elo diatas itu !
Jadi mana yg KW I dan KW II , apakah yg Back to Bible atau yg kecampuran Kenajisan "Tradisi dan Kebiasaan" ???
« Last Edit: January 18, 2015, 01:23:37 PM by octafalto »
January 18, 2015, 01:16:33 PM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Denominasi: Trinitarian Non Denominasi !!
Continue from #9
Doa Rosario, Tradisi Spiritual Gereja Barat

Semangat doa dalam keheningan di Gereja Barat juga berkembang, tapi dalam arah yang berbeda dan menghasilkan sebuah doa luar biasa yang sekarang kita kenal sebagai Doa Rosario. Dalam beberapa dokumen resmi Gereja, menurut sejarahnya Doa Rosario diberikan secara langsung oleh Bunda Maria kepada St. Dominikus melalui sebuah penglihatan untuk digunakan dalam upayanya melawan bidaah albigensianisme pada tahun 1213.
Tapi banyak sumber lain mengatakan bahwa Doa Rosario juga terbentuk secara bertahap melalui proses yang panjang jauh sebelum itu. Dan setelah St. Dominikus menggunakannya dalam melawan bidaah, bentuk Doa Rosario juga masih terus berkembang.

Doa Rosario berawal dari kebiasaan para religius untuk mendaraskan 150 mazmur setiap hari. Umat yang ingin mengikuti kebiasaan itu mengganti pembacaan Mazmur dengan Doa Bapa Kami yang lebih sederhana. Maka untaian kalung dengan 150 butir manik-manik pada masa itu dikenal dengan istilah ‘Paternoster’.  Selanjutnya untuk alasan kepraktisan jumlah manik-manik berubah menjadi 50 butir yang digunakan dalam tiga putaran, ini awal dari penggunaan kalung rosario seperti yang dikenal sekarang.
.........................................................................
St. Dominikus kemudian menggunakan untaian rosario ini untuk mendaraskan Doa Salam Maria yang diselingi dengan Doa Bapa Kami sebagaimana yang umum digunakan sekarang. Peristiwa itu tercatat dalam sejarah Gereja sebagai kemenangan pertama Doa Rosario.
Saat itu armada laut Turki adalah yang terkuat di dunia dan sama sekali bukan tandingan armada kerajaan-kerajaan Katolik di Eropa. Mereka segera menyiapkan armada yang besar untuk menyerbu dan menguasai Eropa. Paus Pius V yang mendengar ancaman ini segera dengan susah payah mengupayakan bantuan dari kerajaan-kerajaan Katolik di Eropa untuk bergabung dalam Liga Suci guna menangkal serangan armada Turki.

Pada tanggal 7 Oktober 1571, pada hari pertempuran terjadi, Paus Pius V berdoa Rosario di Basilika Santa Maria Maggiore sejak dini hari bersama seuruh umat Katolik untuk memohon pertolongan Bunda Maria. Saat pertempuran, terjadilah sebuah keajaiban. Angin yang sebelumnya menguntungkan armada Islam Turki tiba-tiba berubah dan berbalik arah sehingga membuat kondisi armada Katolik yang jauh lebih lemah mendapat keuntungan besar pada saat yang menentukan. Akhirnya armada Katolik yang lebih lemah mampu menghancurkan armada terkuat Islam dan memenangkan pertempuran laut yang bersejarah ini.

...
Jika Doa Yesus adalah buah dari tradisi doa batin yang menjadi kekayaan Gereja Timur, maka Doa Rosario adalah buah dari tradisi doa batin yang menjadi kekuatan dan kekayaan spiritual Gereja Barat.
to be continued...
Maka tergusurlah Doa Bapa Kami dari Tuhan Yesus oleh Doa Rosario buatan manusia itu !\
Jadi terulang lagi deh Umpatan Tuhan Yesus di Markus 7:
 6 Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
7 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
8 Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia."
9 Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. 10 Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati. 11 Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban--yaitu persembahan kepada Allah--, 12 maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya. 13 Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan."
 :'( :ashamed0004: :cheesy:
TasBih yg ganti nama jadi Rosario itu adalah Ajaran Diluar Alkiktab yg dipaksakan masuk dari Tradisi dan Kebiasaan Non Kristiani ! :'( :ashamed0004:
« Last Edit: January 18, 2015, 01:26:06 PM by octafalto »
January 18, 2015, 01:42:30 PM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 725
  • Gender: Male
    • Meditasi Yesus
  • Denominasi: Katolik
Maka tergusurlah Doa Bapa Kami dari Tuhan Yesus oleh Doa Rosario buatan manusia itu !\....

Apa kamu tidak tahu bahwa dalam Doa Rosario terdapat juga Doa Bapa Kami?
Betapa sempitnya pengetahuanmu.
Jauh lebih baik kamu belajar yang banyak dari pada berbicara yang banyak.

Saya tanya, berapa banyak kamu berdoa Bapa Kami dalam sehari?
Selain itu apa kamu mampu mewujudkan kehendak Tuhan dalam Doa Bapa Kami, "...jadilah kehendakmu di atas bumi seperti di dalam surga..." sementara kamu tidak mengakui satu-satunya Gereja Kristus yang menjadi sarana untuk mewujudkan itu?

Doa Rosario buatan manusia?
Apa kamu tidak sadar bahwa semua Kitab Suci yang kamu percaya itu juga ditulis oleh manusia dan bukan turun dari surga?
« Last Edit: January 18, 2015, 10:16:29 PM by MentalRevo »
Tuhan hanya mendirikan SATU GEREJA, SEKALI untuk SELAMANYA, dan hanya menunjuk Petrus sebagai pemimpinnya, SEKALI untuk SETERUSNYA. Apa yang sudah ditetapkan oleh Tuhan tidak dapat diubah oleh manusia.
January 18, 2015, 05:00:08 PM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 725
  • Gender: Male
    • Meditasi Yesus
  • Denominasi: Katolik
Continue from #14
--------------------

Dari Doa Yesus Menjadi Meditasi Yesus

Adalah suatu kehendak Tuhan bahwa suatu saat semua domba, baik yang berasal dari kandang (Gereja Kristus yang satu, kudus, katolik, dan apostolik) tapi terpisah karena skisma dan terseret ajaran bidaah, maupun yang bukan berasal dari kandang (dari agama-agama lain yang tidak mengenal Kristus) akan dikumpulkan menjadi satu kawanan dengan satu gembala (Yoh.10:16). Maka semua pengikut Kristus dipanggil untuk berpartisipasi mewujudkan itu.

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, Doa Yesus adalah kekayaan spiritual Gereja Timur sementara Doa Rosario merupakan kekayaan spiritual Gereja Katolik. Tapi perlu dicatat bahwa meskipun Doa Yesus sangat populer di Gereja Ortodoks, doa tersebut tidak berasal dari Gereja Ortodoks tapi berasal dari Gereja Katolik juga karena doa tersebut muncul jauh sebelum terjadinya skisma (sebelum skisma semua gereja adalah Katolik). Di dalam Meditasi Yesus semangat kedua doa batin yang luar biasa ini dipadukan secara harmonis menjadi sebuah doa batin transformatif yang sederhana. Ini menjadikan Meditasi Yesus sebagai salah satu sarana untuk berpartisipasi dalam kehendak Tuhan yang ingin mengumpulkan kembali semua domba-domba yang terpisah menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

Meditasi Yesus berawal dari kegiatan sekelompok orang muda Katolik pada sekitar tahun 1995-1996 untuk menghayati berbagai tradisi doa batin dalam bimbingan Tuhan Yesus. Salah satunya adalah mencoba mempraktekkan Doa Yesus dalam kegiatan meditasi kelompok. Sebagai penganut Katolik, sarana yang digunakan untuk menghitung banyaknya pengulangan doa adalah menggunakan kalung rosario. Dari sini muncul ide untuk menambahkan doa lain pada butir 'Bapa Kami' sehingga bentuk doanya menjadi seperti ini:

Pada butir 'Salam Maria' (10x):
"Tuhan Yesus Kristus Putra Allah, kasihanilah aku orang berdosa"

Pada butir 'Bapa Kami' (1x):
"Tuhan Yesus Kristus, aku mengasihi Engkau"

Perubahan ini tampaknya kecil dan sederhana, namun ternyata punya dampak yang luar biasa. Kelompok ini merasa diteguhkan dalam iman yang semakin kuat dan hikmat pengertian yang semakin dalam. Karena meyakini bahwa bentuk doa ini muncul dari bimbingan Tuhan Yesus sendiri maka untuk selanjutnya doa batin sederhana tersebut diberi nama "Meditasi Yesus" sebagai ungkapan rasa syukur kepada-Nya.

Di balik kesederhanaan bentuknya, Meditasi Yesus mengandung kekayaan dan kekuatan rohani yang luar biasa. Saya akan membicarakan masalah ini nanti. Untuk saat ini saya akan fokus menjelaskan bagaimana kita bisa mempraktekkan Meditasi Yesus ini. Makna dan kekayaan spiritualnya hanya mungkin dipahami dengan baik oleh mereka yang mempraktekkannya. Saya tidak bisa menjelaskan bagaimana nikmatnya segelas anggur atau secangkir kopi yang sedang saya nikmati, anda harus mencobanya sendiri supaya dapat memahami apa yang saya maksud. Oleh karena itu saya berharap anda semua bisa ikut mencoba untuk mempraktekkan doa batin sederhana ini sebelum mengenal lebih jauh kekayaan dan kekuatannya yang mengagumkan.

to be continued....
« Last Edit: January 22, 2015, 12:38:46 AM by MentalRevo »
Tuhan hanya mendirikan SATU GEREJA, SEKALI untuk SELAMANYA, dan hanya menunjuk Petrus sebagai pemimpinnya, SEKALI untuk SETERUSNYA. Apa yang sudah ditetapkan oleh Tuhan tidak dapat diubah oleh manusia.
January 21, 2015, 07:49:48 PM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 725
  • Gender: Male
    • Meditasi Yesus
  • Denominasi: Katolik
Continue from #18
---------------------

Meditasi Yesus Dan Berdoa Setiap Waktu

Di dalam sebuah buku spiritual klasik "The Way Of The Pilgrim" (di terjemahkan ke bahasa Indonesia dalam buku "Doa Tak Kunjung Putus - Kisah Seorang Peziarah") dikisahkan bagaimana pengarang buku ini (anonim, tak dikenal) terobsesi oleh perintah Rasul Paulus, "Berdoalah setiap waktu di dalam Roh ...." (Ef.6:18). Bagaimanakah seseorang bisa mempraktekkan perintah yang sulit ini dalam kehidupan sehari-hari? Seperti apa itu berdoa setiap waktu yang dimaksud oleh Rasul Paulus? Dalam pencariannya ia menemukan jawabannya dalam buku Philokalia, sebuah buku yang berisi kumpulan tulisan para pertapa dan bapa-bapa Gereja Timur sejak abad ke 4 tentang hidup rohani.

Dari buku Philokalia tersebut ia mempraktekkan Doa Yesus dengan cara mendaraskannya secara terus menerus di dalam hati seirama dengan ritme pernafasan. Ia melakukannya baik dalam waktu yang khusus diluangkan untuk berdoa maupun dalam aktivitas sehari-hari. Berkat doa ini ia mendapat banyak karunia yang memperkaya kehidupan rohaninya.

Buku "The Way Of The Pilgrim" yang kemudian diterjemahkan ke berbagai bahasa dan tersebar di seluruh dunia membuat Doa Yesus menjadi sangat terkenal dan banyak orang-orang  di luar Gereja Timur ikut mempraktekkannya.

Meditasi Yesus dapat dipraktekkan dengan cara sederhana seperti orang mendaraskan Doa Yesus. Baik pada waktu yang khusus diperuntukkan untuk itu, di sela aktivitas sehari-hari, ataupun pada saat kita melakukan aktivitas sehari-hari. Caranya sangat mudah, cukup fokuskan pikiran kita pada rumusan doa dalam Meditasi Yesus saat kita mengucapkannya secara perlahan dengan penuh kesungguhan di dalam hati:

Pada rumusan doa pertama:
Saat menarik nafas, "Tuhan Yesus Kritus Putra Allah...."
Saat mengeluarkan nafas, "...kasihanilah aku orang berdosa...."
Ulangi doa ini sebanyak sepuluh kali.

Lalu lanjutkan dengan rumusan doa kedua:
Saat menarik nafas, "Tuhan Yesus Kristus...."
Saat mengeluarkan nafas, "... aku mengasihi Engkau..."
Hening sejenak selama satu tarikan nafas, lalu ulangi lagi rumusan doa yang pertama... demikian seterusnya berulang-ulang.

Ini adalah bentuk dasar dari Meditasi Yesus dan dapat dipraktekkan oleh semua pengikut Kristus, baik yang Katolik ataupun bukan. Untuk membantu menghitung jumlah doa, kita bisa menggunakan kalung rosario. Jika tidak ada, jari-jari tangan bisa kita gunakan.

Luangkan waktu secara khusus, 20 menit (minimal) sampai dengan satu jam atau lebih setiap hari, untuk mempraktekkan Meditasi Yesus yang sederhana ini. Kita sudah diberi Tuhan waktu 24 jam sehari, meluangkan waktu hanya 20 menit (tidak sampai 2% per hari) bukan sesuatu yang berat dan merugikan aktivitas sehari-hari kita. Praktekkan ini pada pagi hari setelah bangun tidur, atau malam hari menjelang tidur. Bangun tidur 20 menit lebih awal ataupun tidur 20 menit lebih malam saya kira tidak akan mengurangi kualitas tidur kita, dan aktivitas sehari-hari juga tidak akan terganggu. Itu kalau anda berhitung soal waktu yang akan digunakan untuk berdoa.  Yang terbaik tentu saja memberikan dengan gembira tanpa berhitung dan tanpa beban apapun waktu tersebut sebagai ungkapan kasih dan syukur kita kepada Tuhan. Teladanilah Yesus Kristus Tuhan kita yang setiap hari selalu meluangkan waktu untuk mengundurkan diri ke tempat sunyi dan berdoa (Luk. 5:16).

Kitapun bisa mempraktekkan Meditasi Yesus ini saat melakukan aktivitas sehari-hari. Saat kita sedang di dalam angkutan umum, saat berada di dalam mobil (tapi jangan saat kita mengendarai mobil), saat menunggu sesuatu, atau bahkan saat kita berjalan kaki, kita bisa mendaraskan doa-doa sederhana Meditasi Yesus di dalam hati tanpa menarik perhatian orang lain. Intinya kita bisa mempraktekkan Meditasi Yesus ini dalam setiap aktivitas yang tidak membutuhkan kerja aktif pikiran dan tidak menodai kekudusan doa. Dengan cara ini kita bisa mempraktekkan ajaran Rasul Paulus untuk berdoa setiap waktu dan mengisi seluruh waktu yang mungkin dalam kehidupan kita dengan doa serta membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Jangan cuma membaca dan menjadikan tulisan ini sebagai tambahan kekayaan pengetahuan intelektual, tapi coba praktekkan dan jadikan Meditasi Yesus yang sederhana ini menjadi bagian dari kehidupan rohani anda sehari-hari. Pada waktunya anda akan merasakan perubahan hidup rohani yang luar biasa. Jangan buang waktu, kita tidak pernah tahu kapan Tuhan memisahkan gandum dan lalang, mulailah sekarang juga. Jadilah bagian dari gandum dan kultur kehidupan, Tuhan menghendakinya.

Saya akan sangat senang jika anda mau membagikan pengalaman anda dalam mempraktekkan Meditasi Yesus ini. Demikian juga jika ada hal-hal yang ingin ditanyakan atau didiskusikan mengenai Meditasi Yesus ini, saya siap membantu sejauh apa yang saya ketahui.

to be continued....
« Last Edit: January 22, 2015, 09:09:48 AM by MentalRevo »
Tuhan hanya mendirikan SATU GEREJA, SEKALI untuk SELAMANYA, dan hanya menunjuk Petrus sebagai pemimpinnya, SEKALI untuk SETERUSNYA. Apa yang sudah ditetapkan oleh Tuhan tidak dapat diubah oleh manusia.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)