Author Topic: [SPIRITUALITY] Meditasi Yesus - Doa Batin Yang Berakar Dalam Tradisi Gereja  (Read 16991 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 08, 2019, 01:42:38 PM
Reply #410
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2477
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Benar, mereka yang mengenal Maria ibu Yesus akan memberi ucapan
turut berbelasungkawa ketika Yesus Kristus mati di salib.
Berarti imajinasi liarku itu dpt kau terima
Nalar sehatmu yg mungkin linglung kemarin

Salam Damai!

...
Dan tolong jelasakan juga apa ide di balik penggambaran corpus itu:
Apakah juga terselip maksud, agar kita "Turut berbelasungkawa kpd Maria?"
kita = manusia duniawi
4. Salib dengan corpus tidak terkait dengan Maria.
Imajinasi liarmu saja yang mencoba megaitkannya kepada mengharapkan ucapan
"Turut berbelasungkawa kpd Maria"

« Last Edit: August 08, 2019, 02:29:29 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
August 08, 2019, 02:41:12 PM
Reply #411
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4012
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote from: Sotardugur Parreva on August 08, 2019, 01:20:11 PM
Benar, mereka yang mengenal Maria ibu Yesus akan memberi ucapan turut berbelasungkawa ketika Yesus Kristus mati di salib.
Berarti imajinasi liarku itu dpt kau diterima
Nalar sehatmu yg mungkin linglung kemarin

Salam Damai!
Quote from: Sotardugur Parreva on August 07, 2019, 01:07:19 PM
4. Salib dengan corpus tidak terkait dengan Maria.
Imajinasi liarmu saja yang mencoba megaitkannya kepada mengharapkan ucapan
"Turut berbelasungkawa kpd Maria".
@Sotardugur Parreva menerima nalar liarmu?
Anda sudah menggunakan nalar sehat, belum?

Bukankah ini posting-anmu juga?
Setuju, Bro!
Tapi kau belum singgung momen corpus itu, apa ya, saat wafat
Dan tolong jelasakan juga apa ide di balik penggambaran corpus itu:
Apakah juga terselip maksud, agar kita "Turut berbelasungkawa kpd Maria?"

Salam Damai!
Itu, pada yang kutebalkan itu, ialah pikiranmu yang engkau bungkus dalam pertanyaan. Dengan menuliskannya, tergambar bahwa di pikiranmu menyimpulkan, atau sedikitnya menduga, bahwa dibuatnya corpus di salib adalah untuk "mengemis" ucapan ikut berbelasungkawa dari siapa saja kepada Maria ibu Yesus.
Padahal, pembuatan corpus pada palang salib, bukan untuk mengemis ucapan belasungkawa dari orang-orang, melainkan untuk menggambarkan bahwa Yesus sudah mati di salib untuk menebus manusia dari cengkeraman dosa.

Damai tanpa pentung.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
August 08, 2019, 03:19:07 PM
Reply #412
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2477
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Itulah dulu yg kutangkap dr mu, "linglung"
Kemarin kau kata tidak ada kaitan dgn Maria
Kini, "benar", dunia turut berbelasungkawa kpd Maria

Dan memang kita hrs terus berubah utk lebih baik lagi setiap hari
Hrs bertumbuh: Iman Katolikmu yg sekarang tak cukup utk besok
Kalau kau telah merasa cukup, berarti sudah mentok, atau terjeblok

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
August 08, 2019, 03:44:51 PM
Reply #413
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2477
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Tidak ada satu detailpun yg boleh dianggap kecil.
Demikian juga setiap kata2 Yesus menjadi sangat berarti dlm momen penyaliban itu.
Di atas kayu salib, Tuhan kita telah menyerahkan murid2-Nya kpd Sang Bunda, “Ibu, inilah anakmu”
dan kpd murid2-Nya Tuhan meminta mereka utk menerima Maria sbg ibu mereka, “Inilah ibumu”.
Spt-nya ada beda2 halus,
Jika pendapat itu di close-up:

Tuhan menyerahkan murid2-Nya kpd Sang Bunda
Tapi, koq, malah murid2-Nya menerima Maria?
(ada tiga kata yg ambigu di situ)

"Tuhan menyerahkan mereka, hrs-nya
Sang Bunda-lah yg menerima mereka"


Dan pula,
Di Golgota hanya ada satu murid-Nya
Yaitu Yohanes, murid yg dikasihi-Nya

Murid2 yg lain pd kabur dr Getsemani
Petrus menyangkal-Nya, lalu sembunyi

Gimana tuh, Bro, itu ditelnya
Gimana membuang beda yg halus2, sebab:
Tidak ada satu detailpun yg boleh dianggap kecil.

Salam Damai!
« Last Edit: August 08, 2019, 04:26:12 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
August 08, 2019, 04:01:51 PM
Reply #414
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2477
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Mengapa Yesus berkata:"Ibu <gune>, inilah anakmu"?
Kurasa hal itu karna ibunya nunduk terus dlm berduka
Tidak spt Yohanes yg tetap "menatap tiap kata2-Nya"

Jadi, Yesus menyadarkan ibu-nya dr duka cita, lalu
Meyakinkan kehidupannya kpd murid yg dikasihi-Nya
Sejak itu murid menerima dia di rumahnya [Yoh 19:27]

Salam Damai!
« Last Edit: August 08, 2019, 05:50:30 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
August 08, 2019, 09:31:17 PM
Reply #415
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4012
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Itulah dulu yg kutangkap dr mu, "linglung"
Kemarin kau kata tidak ada kaitan dgn Maria
Kini, "benar", dunia turut berbelasungkawa kpd Maria

Dan memang kita hrs terus berubah utk lebih baik lagi setiap hari
Hrs bertumbuh: Iman Katolikmu yg sekarang tak cukup utk besok
Kalau kau telah merasa cukup, berarti sudah mentok, atau terjeblok

Salam Damai!
Memang semangat kepengaranganmu luar biasa. Walau tidak sinkron, Anda tidak sungkan mengajukannya. Benar-benar luar biasa.

Pembuatan corpus terentang di salib tidak terkait dengan Maria.
Orang-orang yang mengenal Maria mengucapkan ikut berbelasungkawa kepada Maria atas kematian Anaknya. Pengucapan belasungkawa itu tidak terkait dengan pembuatan corpus di salib.

Bisa Anda tangkap?

Tidak perlu menggeser pokok pembicaraan kepada kecukupan iman.

Damai tanpa pentung.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
August 08, 2019, 10:24:25 PM
Reply #416
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4012
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Spt-nya ada beda2 halus,
Jika pendapat itu di close-up:

Tuhan menyerahkan murid2-Nya kpd Sang Bunda
Tapi, koq, malah murid2-Nya menerima Maria?
(ada tiga kata yg ambigu di situ)
Adalah kelaziman pada manusia, strata "ibu" lebih superior daripada strata "anak". Hubungan ibu dan anak yang dipertemukan setelah besar, dalam arti, tidak ada hubungan darah, kupikir, saling menerima. Ibu menerima anak sebagai anak, dan anak menerima ibu sebagai ibu, dan ibu-anak saling memiliki.
Silahkan analisis ketiga kata yang Anda maksud.

"Tuhan menyerahkan mereka, hrs-nya
Sang Bunda-lah yg menerima mereka"
Ibu dan anak saling menerima.

Dan pula,
Di Golgota hanya ada satu murid-Nya
Yaitu Yohanes, murid yg dikasihi-Nya
Anda ingin menolak Yoh 19:27?
Begini dicatat di sana: Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
Rasul yang mengikuti Yesus sampai di kaki salib-Nya memang hanya seorang. Tetapi murid, lebih dari seorang.

Murid2 yg lain pd kabur dr Getsemani
Petrus menyangkal-Nya, lalu sembunyi
Sembunyi di mana dia?
Yang kubaca di Alkitab, dia tidak disebut sembunyi, melainkan menangis sedih.

Gimana tuh, Bro, itu ditelnya
Gimana membuang beda yg halus2, sebab:
Tidak ada satu detailpun yg boleh dianggap kecil.
Sayang sekali, @MentalRevo sudah tidak ditemukan untuk menjelaskan apa yang dimaksudkannya dengan tulisan tersebut.

Salam Damai!
Damai tanpa pentung.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
August 08, 2019, 10:28:32 PM
Reply #417
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4012
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Mengapa Yesus berkata:"Ibu <gune>, inilah anakmu"?
Kurasa hal itu karna ibunya nunduk terus dlm berduka
Tidak spt Yohanes yg tetap "menatap tiap kata2-Nya"

Jadi, Yesus menyadarkan ibu-nya dr duka cita, lalu
Meyakinkan kehidupannya kpd murid yg dikasihi-Nya
Sejak itu murid menerima dia di rumahnya [Yoh 19:27]

Salam Damai!

Boleh jadi seperti itu.
Ktika hal tersebut terjadi, belum diabadikan dalam youtube.

Damai tanpa pentung.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
August 09, 2019, 10:32:16 AM
Reply #418
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2477
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Memang semangat kepengaranganmu luar biasa.
Walau tidak sinkron, Anda tidak sungkan mengajukannya. Benar-benar luar biasa.
Memang sulit utk menyinkronkan banyak bahasan
Al.:Wafat, dunia, corpus, Maria, momen, belasungkawa
Tapi menarik utk dikutak-katik sampai inti2-nya


Pembuatan corpus terentang di salib tidak terkait dengan Maria.
Ttg pembuatan corpus:
Aku beberapa kali tanya momennya
Tapi spt belum saat-mu menjelaskan
"Saat momen mana gbr penyaliban itu"
Sehingga itu menjadi terpenting bagi Katolik

Ttg corpus itu tidak terkait Maria, ya, ok
Ttg wafat itu yg terkait kata dunia
Kata itu bukan dr rasul, Yesus tdk perlu hormat dr manusia [Yoh 5:41]


Org2 yg mengenal Maria mengucapkan ikut berbelasungkawa kepada Maria atas kematian Anaknya.
Org2 yg mengasihi Yesus adalah org2 yg dipilih Allah, bukan dr dunia ini
Org2 yg dipilih Allah itulah yg berduka, duka yg membawa bahagia
Dunia tak kenal Dia, jika turut berbelasungkawa, itu tipu daya


Pengucapan belasungkawa itu tidak terkait dengan pembuatan corpus di salib. Bisa Anda tangkap?
Bisa! Walau terlalu banyak yg hrs kutangkapi dan ku-oper lagi:
Spt wafat, Katolik, dunia, corpus, Maria, momen, belasungkawa, dll

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
August 09, 2019, 10:47:33 AM
Reply #419
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4012
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Memang sulit utk menyinkronkan banyak bahasan
Al.:Wafat, dunia, corpus, Maria, momen, belasungkawa
Tapi menarik utk dikutak-katik sampai inti2-nya


Pembuatan corpus terentang di salib tidak terkait dengan Maria.
Ttg pembuatan corpus:
Aku beberapa kali tanya momennya
Tapi spt belum saat-mu menjelaskan
"Saat momen mana gbr penyaliban itu"
Sehingga itu menjadi terpenting bagi Katolik

Ttg corpus itu tidak terkait Maria, ya, ok
Ttg wafat itu yg terkait kata dunia
Kata itu bukan dr rasul, Yesus tdk perlu hormat dr manusia [Yoh 5:41]


Org2 yg mengenal Maria mengucapkan ikut berbelasungkawa kepada Maria atas kematian Anaknya.
Org2 yg mengasihi Yesus adalah org2 yg dipilih Allah, bukan dr dunia ini
Org2 yg dipilih Allah itulah yg berduka, duka yg membawa bahagia
Dunia tak kenal Dia, jika turut berbelasungkawa, itu tipu daya


Pengucapan belasungkawa itu tidak terkait dengan pembuatan corpus di salib. Bisa Anda tangkap?
Bisa! Walau terlalu banyak yg hrs kutangkapi dan ku-oper lagi:
Spt wafat, Katolik, dunia, corpus, Maria, momen, belasungkawa, dll

Salam Damai!
Sekedar usul saja.
Agar Anda sungguh-sungguh mengerti apa yang Anda tulis, pahami lebih dahulu arti kata yang Anda tulis.
Dari tulisan Anda di atas, kuusulkan, pertama sekali, cari arti kata wafat, Katolik, dunia, corpus, Maria, momen, belasungkawa, dan setiap kta yang hendak Anda gunakan dalam tulisan.

Damai tanpa pentung.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)