Author Topic: [SPIRITUALITY] Meditasi Yesus - Doa Batin Yang Berakar Dalam Tradisi Gereja  (Read 16773 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 24, 2015, 07:22:49 AM
Reply #50
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1270
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik
Saya bisa paham kalau konsep kenosis ini terasa asing buat non-katolik sehingga sampai mengira konsep tersebut tidak dikenal dalam Kekristenan. Padahal itu sangat penting dan menjadi bagian dari panggilan terdalam manusia, sayangnya kamu tidak menyadari itu tapi merasa lebih mampu menafsirkan Kitab Suci.
katolik mengambil pengajaran itu dari mana?
karena Alkitab tdk mengenal yg namanya meditasi
jadi jangan dibalik shg seolah dgn mediatsi dpt memahami kitab suci
"Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!" -  Kisah Para Rasul  18:9
January 24, 2015, 07:30:15 AM
Reply #51
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Saya tidak melihat Rasul Paulus 'tidak mengerti' apa yang didoakan meski ia berdoa dengan batin atau menyanyi dan memuji Tuhan dengan mulutnya.

Mengenai doa yang berulang-ulang, itu juga dilakukan oleh Yesus.

Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.  (Mat.26:44)

Saya bayangkan, jika anda tidak mengulang-ulang doa dan anda berdoa setiap waktu, dalam seminggu sudah bisa jadi novel tuh...

Menurut saya berdoa denga bahasa roh yang tidak dimengerti bisa sangat berbahaya (meski tidak selalu), kita tidak pernah tahu roh yang menginspirasi doa-doa kita karena iblispun bisa tampil sebagai malaikat terang. Hanya dari buah-buahnya kita bisa tahu roh yang menginspirasi kita. Fenomena bahasa roh juga ada dalam agama-agama pagan seperti Hindu.

1 KOr 14:14
For if I pray in a tongue, my spirit prays, but my understanding is unfruitful.

Disitu jelas Paulus berkata bahwa kata-kata dalam pray in tongue tidak dapat dimengerti. Makanya di ayat sebelumnya Paulus menasehatkan untuk tidak berdoa dalam Roh pada pertemuan jemaat, karena tidak akan ada yang mengerti. Kecuali ada yang mendapat karunia untuk menafsirkan.

Mengenai doa yang diulang-ulang, harus dilihat konteksnya secara keseluruhan dong. Disitu jelas konteksnya Yesus sedang bergumul menjelang kematianNya di kayu salib. Gak salah sih mengulang-ulang doa,, tapi seperti Yesus, harus jelas alasannya, bukan sekedar, pokoknya Yesus mengulang doa, kita juga ikutan.

Kalau model penafsirannya begitu bisa timbul penafsiran yang aneh-aneh sesuka hati. MIsalnya, kita tidak boleh ketawa, karena tidak tercatat di alkitab Yesus ketawa.

Mengenai 'dipakai iblis', kalau kita berpikir secara natural memang bisa. Sama saja berdoa dengan bahasa yang tidak dimengerti, maupun meditasi dengan doa yang diulang-ulang, bisa saja dipakai iblis. Meditasi juga ada di agama-agama lain. Tapi kalau kita mengarahkan hati kepada Yesus dan mengikuti FirmanNya, saya percaya ROH KUDUS yang bekerja. Masakan ROH KUDUS kalah sama iblis...

 
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
January 24, 2015, 07:42:20 AM
Reply #52
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Saya bisa paham kalau konsep kenosis ini terasa asing buat non-katolik sehingga sampai mengira konsep tersebut tidak dikenal dalam Kekristenan. Padahal itu sangat penting dan menjadi bagian dari panggilan terdalam manusia, sayangnya kamu tidak menyadari itu tapi merasa lebih mampu menafsirkan Kitab Suci.
Setahu saya kenosis itu Allah yang mengosongkan diriNya untuk menjadi manusia, sehingga Dia dapat berkorban untuk menebus kita dari dosa. Gak ada nasehat untuk kita manusia untuk mengosongkan diri.

Sebaiknya kita mempelajari secara keseluruhan konteks suatu ayat, tidak asal menerapkan sehingga kedengarannya memang alkitabiah, tapi ternyata melenceng.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
January 24, 2015, 09:20:47 AM
Reply #53
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 725
  • Gender: Male
    • Meditasi Yesus
  • Denominasi: Katolik
1 KOr 14:14
For if I pray in a tongue, my spirit prays, but my understanding is unfruitful.

Disitu jelas Paulus berkata bahwa kata-kata dalam pray in tongue tidak dapat dimengerti. Makanya di ayat sebelumnya Paulus menasehatkan untuk tidak berdoa dalam Roh pada pertemuan jemaat, karena tidak akan ada yang mengerti. Kecuali ada yang mendapat karunia untuk menafsirkan.
Rasul Paulus tidak memahami bahasa roh melalui akalbudinya, melainkan secara rohani (intuisi), sebab jika tidak maka doa tersebut akan sia-sia.

Mengapa?

Jelas Paulus menasehati untuk tidak berdoa bahasa roh pada pertemuan jemaat karena sia-sia, tidak ada yang mengerti. Dengan demikian jika Rasul Paulus berdoa bahasa Roh, pasti doa tersebut dipahaminya secara rohani (bukan melalui akal budi) sehingga tidak menjadi doa yang sia-sia.

Sedangkan orang karismatik sekarang tampaknya banyak yang tidak memahami bahasa roh, baik melalui akal budi maupun secara rohani juga. Sebaiknya itu tidak perlu dilakukan juga, karena sia-sia.

Quote
Mengenai doa yang diulang-ulang, harus dilihat konteksnya secara keseluruhan dong. Disitu jelas konteksnya Yesus sedang bergumul menjelang kematianNya di kayu salib. Gak salah sih mengulang-ulang doa,, tapi seperti Yesus, harus jelas alasannya, bukan sekedar, pokoknya Yesus mengulang doa, kita juga ikutan.
Intinya, doa yang diulang-ulang itu dibenarkan, karena Yesus juga melakukannya.
Bentuk doa yang diulang-ulang muncul sebagai proses yang alamiah dalam menjalani kehidupan doa yang intens. Bisa dibayangkan bagaimana seorang pertapa di padang gurun harus berdoa selama berjam-jam setiap hari jika dia tidak mengulang-ulang doanya?

Itu sebabnya Doa Yesus dan Doa Rosario menjadi bagian dari tradisi Gereja selama berabad-abad.

Quote
Mengenai 'dipakai iblis', kalau kita berpikir secara natural memang bisa. Sama saja berdoa dengan bahasa yang tidak dimengerti, maupun meditasi dengan doa yang diulang-ulang, bisa saja dipakai iblis. Meditasi juga ada di agama-agama lain. Tapi kalau kita mengarahkan hati kepada Yesus dan mengikuti FirmanNya, saya percaya ROH KUDUS yang bekerja. Masakan ROH KUDUS kalah sama iblis...
Meditasi Yesus jelas menggunakan doa dengan dasar biblis yang kuat, lihat tulisan saya yang terakhir.

ROH KUDUS memang tidak mungkin dikalahkan iblis, tapi apakah roh yang menginspirasi anda adalah ROH KUDUS atau bukan tentu masih tanda tanya. Dari buah-buahnya kita akan tahu...
« Last Edit: January 24, 2015, 02:00:23 PM by MentalRevo »
Tuhan hanya mendirikan SATU GEREJA, SEKALI untuk SELAMANYA, dan hanya menunjuk Petrus sebagai pemimpinnya, SEKALI untuk SETERUSNYA. Apa yang sudah ditetapkan oleh Tuhan tidak dapat diubah oleh manusia.
January 24, 2015, 09:28:46 AM
Reply #54
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 725
  • Gender: Male
    • Meditasi Yesus
  • Denominasi: Katolik
Setahu saya kenosis itu Allah yang mengosongkan diriNya untuk menjadi manusia, sehingga Dia dapat berkorban untuk menebus kita dari dosa. Gak ada nasehat untuk kita manusia untuk mengosongkan diri.
Kalau Yesus melakukan kenosis dengan mengosongkan ke-Allahan-Nya agar Ia serupa dengan manusia, maka kenosis bagi kita adalah mengosongkan kemanusiaan kita yang lama agar kita dapat diubah menjadi sempurna seperti Bapa di surga sehingga bukan lagi kita yang hidup melainkan Kristus yang hidup di dalam kita.

Silahkan ikuti terus topik ini, saya akan bahas soal kenosis lebih jauh dalam konteks Meditasi Yesus nanti...
Tuhan hanya mendirikan SATU GEREJA, SEKALI untuk SELAMANYA, dan hanya menunjuk Petrus sebagai pemimpinnya, SEKALI untuk SETERUSNYA. Apa yang sudah ditetapkan oleh Tuhan tidak dapat diubah oleh manusia.
January 24, 2015, 09:35:08 AM
Reply #55
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 725
  • Gender: Male
    • Meditasi Yesus
  • Denominasi: Katolik
katolik mengambil pengajaran itu dari mana?
karena Alkitab tdk mengenal yg namanya meditasi
jadi jangan dibalik shg seolah dgn mediatsi dpt memahami kitab suci

Sotoy banget deh....

Let not the book of this law depart from thy mouth: but thou shalt meditate on it day and night, that thou mayst observe and do all things that are written in it: then shalt thou direct thy way, and understand it.  (Josh.1:8)

But his will is in the law of the Lord, and on his law he shall meditate day and night.  (Ps. 1:2)

The mouth of the just shall meditate wisdom : and his tongue shall speak judgment.  (Ps. 36:30)

I will cry like a young swallow, I will meditate like a dove: my eyes are weakened looking upward: Lord, I suffer violence, answer thou for me.  (Is. 38:14)


...dan masih buanyaaaaak lagi...
« Last Edit: January 24, 2015, 09:40:47 AM by MentalRevo »
Tuhan hanya mendirikan SATU GEREJA, SEKALI untuk SELAMANYA, dan hanya menunjuk Petrus sebagai pemimpinnya, SEKALI untuk SETERUSNYA. Apa yang sudah ditetapkan oleh Tuhan tidak dapat diubah oleh manusia.
January 24, 2015, 01:52:35 PM
Reply #56
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Rasul Paulus tidak memahami bahasa roh melalui akalbudinya, melainkan secara rohani (intuisi), sebab jika tidak maka doa tersebut akan sia-sia.

Mengapa?

Jelas Paulus menasehati untuk tidak berdoa bahasa roh pada pertemuan jemaat karena sia-sia, tidak ada yang mengerti. Dengan demikian jika Rasul Paulus berdoa bahasa Roh, pasti doa tersebut dipahaminya secara rohani (bukan melalui akal budi) sehingga tidak menjadi doa yang sia-sia.

Sedangkan orang karismatik sekarang tampaknya banyak yang tidak memahami bahasa roh, baik melalui akal budi maupun secara rohani juga. Sebaiknya itu tidak perlu dilakukan juga, karena sia-sia.
Kalau saya sih, gak mau berspekulasi bikin-bikin istilah sendiri seperti intuisi segala macem.
Paulus mengajarkan berdoa dengan dua cara, yaitu berdoa dalam roh, yaitu rohnya yang berdoa, sedangkan akalbudinya tidak mengerti. Yang kedua adalah berdoa dengan akal budi, yaitu dengan bahasa yang dapat dimengerti. Dalam pertemuan jemaat Paulus mengajarkan untuk berdoa dengan bahasa yang dimengerti.

Memang yang saya maksudkan 'tidak dimengerti' adalah saya tidak mengerti kata-per-kata ucapan yang terucap ketika kita berbahasa roh. Tapi saya mengerti bahwa ROH KUDUS sedang membantu saya mendoakan hal-hal yang tidak dapat saya mengerti.

Quote
Intinya, doa yang diulang-ulang itu dibenarkan, karena Yesus juga melakukannya.
Itu sebabnya Doa Yesus dan Doa Rosario menjadi bagian dari tradisi Gereja selama berabad-abad.
Meditasi Yesus jelas menggunakan doa dengan dasar biblis yang kuat, lihat tulisan saya yang terakhir.

ROH KUDUS memang tidak mungkin dikalahkan iblis, tapi apakah roh yang menginspirasi anda adalah ROH KUDUS atau bukan tentu masih tanda tanya. Dari buah-buahnya kita akan tahu...
Kalau saya melihat anda melakukan eisegese, yaitu mencoba memasukkan pengertian anda sendiri ke dalam alkitab. Jadi anda sudah punya konsep sendiri mengenai meditasi, doa berulang-ulang dan mengosongkan diri, kemudian mencari-cari dasar alkitabnya dengan berkata Yosua juga meditasi, Yesus juga berdoa berulang-ulang, Yesus juga mengosongkan diri.

Sedangkan kita seharusnya eksegesis, yaitu menggali apa yang alkitab maksudkan. Seperti di Ef 6:18, Paulus menasehatkan untuk berdoa setiap waktu. Dari ayat itu juga kita tahu bahwa yang dimaksudkan adalah berdoa dalam roh. Kemudian dari dari I Kor 14:14 kita tahu bahwa berdoa dalam roh adalah sama dengan pray in tongue. Kemudian dari situ kita juga pelajari bahwa pray in tongue adalah tidak dapat dimengerti kata-katanya kecuali ada yang diberi karunia menafsirkan.

Jadi dari alkitab kita gali maknanya. Bukan sebaliknya.
Mungkin dari diri kita akan timbul pertanyaan, "Doa kok gak ngerti? Kok kayak agama lain? Nanti kalau iblis yang datang gimana?". Dari sinilah tinggal kita harus putuskan, mau percaya alkitab atau percaya pikiran kita sendiri.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
January 24, 2015, 02:15:23 PM
Reply #57
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Kalau Yesus melakukan kenosis dengan mengosongkan ke-Allahan-Nya agar Ia serupa dengan manusia, maka kenosis bagi kita adalah mengosongkan kemanusiaan kita yang lama agar kita dapat diubah menjadi sempurna seperti Bapa di surga sehingga bukan lagi kita yang hidup melainkan Kristus yang hidup di dalam kita.

Silahkan ikuti terus topik ini, saya akan bahas soal kenosis lebih jauh dalam konteks Meditasi Yesus nanti...
Baik akan saya ikuti topiknya.
Pingin tahu juga dasar alkitabnya nasehat bagi kita untuk mengosongkan diri, apalagi dihubungkan dengan manusia lama dan berusaha menjadi sempurna seperti Bapa.

Meskipun kedengerannya alkitabiah, tapi gak pernah ada konsep seperti itu di alkitab. Yang saya tahu, yang menanggalkan manusia lama kita itu bukan kita tapi Kristus, melalui karya salib. Tugas kita adalah semakin menghayati dan semakin menyadari bahwa manusia lama kita SUDAH ditanggalkan oleh Kristus di kayu salib.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
January 24, 2015, 02:31:37 PM
Reply #58
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 725
  • Gender: Male
    • Meditasi Yesus
  • Denominasi: Katolik
Kalau saya sih, gak mau berspekulasi bikin-bikin istilah sendiri seperti intuisi segala macem.
Paulus mengajarkan berdoa dengan dua cara, yaitu berdoa dalam roh, yaitu rohnya yang berdoa, sedangkan akalbudinya tidak mengerti. Yang kedua adalah berdoa dengan akal budi, yaitu dengan bahasa yang dapat dimengerti. Dalam pertemuan jemaat Paulus mengajarkan untuk berdoa dengan bahasa yang dimengerti.
...
Silahkan saja mengikuti apa yang menurut tafsiranmu diajarkan oleh Rasul Paulus. Dalam topik ini saya menekankan cara berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Yesus dan banyak orang kudus. Saya pikir itu yang terbaik.

Quote
Kalau saya melihat anda melakukan eksegese, yaitu mencoba memasukkan pengertian anda sendiri ke dalam alkitab. Jadi anda sudah punya konsep sendiri mengenai meditasi, doa berulang-ulang dan mengosongkan diri, kemudian mencari-cari dasar alkitabnya dengan berkata Yosua juga meditasi, Yesus juga berdoa berulang-ulang, Yesus juga mengosongkan diri.
Maaf, kami di Katolik terbiasa menghargai tradisi karena apa yang benar dan berasal dari Allah akan teruji oleh waktu. Cara berdoa yang telah teruji selama berabad-abad dan membuahkan begitu banyak orang kudus tentu berasal dari Allah. Yang saya maksudkan adalah doa batin (kontemplatif) yang diucapkan berulang-ulang.

Jadi keliru kalau mengatakan itu berasal dari pengertian saya sendiri yang lalu saya cari pembenarannnya dari Alktab. Saya belajar dari tradisi yang sudah terbentuk selama berabad-abad. Sebagai contoh doa yang berulang-ulang dan pengertian kenosis, itu sudah menjadi bagian dari kehidupan doa batin kontemplatif yang sudah ada sejak Kekristenan awal.

Bisa dibayangkan bagaimana seorang pertapa seperti St Paulus Pertapa Pertama atau St. Antonius Yang Agung berdoa selama berjam-jam setiap hari seorang diri di padang gurun jika bukan menggunakan doa sederhana yang berulang-ulang? Tanpa cara berdoa seperti itu mereka tidak mungkin dapat bertahan hidup menyendiri selama bertahun-tahun!

Quote
Sedangkan kita seharusnya eksegesis, yaitu menggali apa yang alkitab maksudkan. Seperti di Ef 6:18, Paulus menasehatkan untuk berdoa setiap waktu. Dari ayat itu juga kita tahu bahwa yang dimaksudkan adalah berdoa dalam roh. Kemudian dari dari I Kor 14:14 kita tahu bahwa berdoa dalam roh adalah sama dengan pray in tongue. Kemudian dari situ kita juga pelajari bahwa pray in tongue adalah tidak dapat dimengerti kata-katanya kecuali ada yang diberi karunia menafsirkan.
Itu khan tafsiranmu.
Saya kok tidak melihat berdoa dalam roh ini menjadi bagian dari tradisi Gereja sejak awal Kekristenan jika memang cara seperti itu yang diajarkan oleh Rasul Paulus. Jika Rasul Paulus memang mengajarkan cara berdoa seperti itu tentu ia akan mengajarkannya kepada pengikutnya dan pengikutnya akan mengajarkannya kepada orang lain juga. Jejaknya akan terlihat dalam sejarah. Tapi sayang saya tidak melihat itu...

Berbeda dengan cara berdoa kontemplatif dan berulang-ulang yang sudah menjadi bagian dari tradisi Gereja sejak awal karena memang seperti itulah cara berdoa yang diajarkan para Rasul kepada para pengikutnya. Jejaknya begitu jelas dalam sejarah.
« Last Edit: January 24, 2015, 02:45:08 PM by MentalRevo »
Tuhan hanya mendirikan SATU GEREJA, SEKALI untuk SELAMANYA, dan hanya menunjuk Petrus sebagai pemimpinnya, SEKALI untuk SETERUSNYA. Apa yang sudah ditetapkan oleh Tuhan tidak dapat diubah oleh manusia.
January 24, 2015, 02:47:35 PM
Reply #59
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 725
  • Gender: Male
    • Meditasi Yesus
  • Denominasi: Katolik
Baik akan saya ikuti topiknya.
Pingin tahu juga dasar alkitabnya nasehat bagi kita untuk mengosongkan diri, apalagi dihubungkan dengan manusia lama dan berusaha menjadi sempurna seperti Bapa.

Meskipun kedengerannya alkitabiah, tapi gak pernah ada konsep seperti itu di alkitab. Yang saya tahu, yang menanggalkan manusia lama kita itu bukan kita tapi Kristus, melalui karya salib. Tugas kita adalah semakin menghayati dan semakin menyadari bahwa manusia lama kita SUDAH ditanggalkan oleh Kristus di kayu salib.

Akan lebih bijak kalau kamu mengatakan, "Saya belum tahu konsep seperti itu di alkitab..." Karena konsep itu ada tapi kamu belum/tidak memahaminya.
Tuhan hanya mendirikan SATU GEREJA, SEKALI untuk SELAMANYA, dan hanya menunjuk Petrus sebagai pemimpinnya, SEKALI untuk SETERUSNYA. Apa yang sudah ditetapkan oleh Tuhan tidak dapat diubah oleh manusia.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)