Author Topic: [SPIRITUALITY] Meditasi Yesus - Doa Batin Yang Berakar Dalam Tradisi Gereja  (Read 16813 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 24, 2015, 03:00:59 PM
Reply #60
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Silahkan saja mengikuti apa yang menurut tafsiranmu diajarkan oleh Rasul Paulus. Dalam topik ini saya menekankan cara berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Yesus dan banyak orang kudus. Saya pikir itu yang terbaik.
Maaf, kami di Katolik terbiasa menghargai tradisi karena apa yang benar dan berasal dari Allah akan teruji oleh waktu. Cara berdoa yang telah teruji selama berabad-abad dan membuahkan begitu banyak orang kudus tentu berasal dari Allah. Yang saya maksudkan adalah doa batin (kontemplatif) yang diucapkan berulang-ulang.

Jadi keliru kalau mengatakan itu berasal dari pengertian saya sendiri yang lalu saya cari pembenarannnya dari Alktab. Saya belajar dari tradisi yang sudah terbentuk selama berabad-abad. Sebagai contoh doa yang berulang-ulang dan pengertian kenosis, itu sudah menjadi bagian dari kehidupan doa batin kontemplatif yang sudah ada sejak Kekristenan awal.

Bisa dibayangkan bagaimana seorang pertapa seperti St Paulus Pertapa Pertama atau St. Antonius Yang Agung berdoa selama berjam-jam setiap hari seorang diri di padang gurun jika bukan menggunakan doa yang berulang-ulang?
Itu khan tafsiranmu.
Saya kok tidak melihat berdoa dalam roh ini menjadi bagian dari tradisi Gereja sejak awal Kekristenan jika memang cara seperti itu yang diajarkan oleh Rasul Paulus. Jika Rasul Paulus memang mengajarkan cara berdoa seperti itu tentu ia akan mengajarkannya kepada pengikutnya dan pengikutnya akan mengajarkannya kepada orang lain juga. Jejaknya akan terlihat dalam sejarah. Tapi sayang saya tidak melihat itu...

Berbeda dengan cara berdoa kontemplatif dan berulang-ulang yang sudah menjadi bagian dari tradisi Gereja sejak awal karena memang seperti itulah cara berdoa yang diajarkan para Rasul kepada para pengikutnya. Jejaknya begitu jelas dalam sejarah.
Nah, ujung-ujungnya pembelaan dari anda cuma, "Itu tafsiran anda, tafsiran saya sudah sesuai tradisi dan teruji sejak lama". Tapi anda gak berani melihat secara obyektif ayat alkitabnya.

Saya kutipkan lagi:
Ef 6:18 ...Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

Kalau memang kita adalah seorang yang rindu untuk mencari kebenaran, tentunya kita mau tahu apa maksudnya berdoa di dalam roh.

Dari I Kor 14:13 Therefore let him who speaks in a tongue pray that he may interpret.
14:14 For if I pray in a tongue, my spirit prays, but my understanding is unfruitful.

Anda bisa lihat sendiri, saya tidak tafsir-tafsirkan macem-macem, jelas tertulis bahwa yang dimaksud Paulus dengan berdoa di dalam roh, adalah speaks in tongue. Jadi berdoa dalam roh secara tidak putus putus adalah speaks in tongue.

Kalau memang anda mau membuktikan bahwa berdoa secara tak putus-putus itu adalah "meditasi Yesus", silakan jelaskan ayatnya sehingga anda bisa sampai berkesimpulan seperti itu. Tapi kalau pembenaran anda cuma "Karena sudah begitu dari sononya, tradisi yang sudah lama", saya gak bisa komen apa-apa lagi.

Saya sih tidak menolak cara meditasi yang anda ajarkan. Saya tidak anggap sesat dan sebagainya. Saya yakin tradisi itu bertujuan baik untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Tapi ketika CARA ini dianggap sebagai yang paling tepat, lalu dibumbui dengan pembenaran ayat-ayat alkitab yang keluar dari konteks, saya tidak setuju.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
January 24, 2015, 03:05:13 PM
Reply #61
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Akan lebih bijak kalau kamu mengatakan, "Saya belum tahu konsep seperti itu di alkitab..." Karena konsep itu ada tapi kamu belum/tidak memahaminya.
Oke,
kalau anda lebih suka saya mengatakan "saya belum tahu..", boleh aja. Gak masalah bagi saya.

Tapi bisa juga ada kemungkinan ternyata konsep anda lahir dari pemahaman yang salah bukan? Silakan, saya tunggu penjelasannya.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
January 24, 2015, 03:59:01 PM
Reply #62
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 725
  • Gender: Male
    • Meditasi Yesus
  • Denominasi: Katolik
Nah, ujung-ujungnya pembelaan dari anda cuma, "Itu tafsiran anda, tafsiran saya sudah sesuai tradisi dan teruji sejak lama". Tapi anda gak berani melihat secara obyektif ayat alkitabnya.
...
Gampang saja, coba tunjukkan bahwa apa yang anda tafsirkan itu memang sesuai dengan yang dimaksud oleh Rasul Paulus, bukan sekedar tafsiran anda atau kelompok anda sendiri. Coba tunjukkan jejaknya di dalam sejarah bahwa Rasul Paulus mengajarkan demikian.

Kalau kamu tidak bisa menunjukkannya kemungkinan besar itu cuma tafsiranmu sendiri... capek rasanya berhadapan dengan tafsiran-tafsiran subyektif seperti itu... ada ribuan variasinya.

Quote
Saya kutipkan lagi:
Ef 6:18 ...Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
Betapa sempitnya kalau berdoa setiap waktu di dalam Roh itu HANYA diartikan berdoa dalam bahasa roh seperti yang dilakukan oleh orang-orang karismatik. Mungkin itu cuma salah satunya, tapi bukan satu-satunya.

Ketika seseorang mengucapkan Doa Yesus yang sederhana berulang-ulang, Roh melengkapi doa sederhana itu kepada Bapa di surga tanpa harus  membuat orang itu berkomat-kamit dalam 'bahasa roh'. Itupun berdoa setiap waktu di dalam Roh.

Quote
Saya sih tidak menolak cara meditasi yang anda ajarkan. Saya tidak anggap sesat dan sebagainya. Saya yakin tradisi itu bertujuan baik untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Tapi ketika CARA ini dianggap sebagai yang paling tepat, lalu dibumbui dengan pembenaran ayat-ayat alkitab yang keluar dari konteks, saya tidak setuju.
Kalau kamu menganggap berdoa dalam bahasa roh itu yng paling tepat untukmu, ya tidak apa-apa, itu urusanmu. Di topik ini saya membagikan cara berdoa yang terinspirasi dari ajaran Yesus sendiri.

Selain itu kita lihat saja dari buah-buahnya, apakah cara berdoa itu membuahkan hidup yang semakin dekat dengan Kristus DAN Gereja-Nya? Karena Yesus sudah mengatakan: "Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. " (Mat.12:30)

Apakah berdoa dalam bahasa Roh membuatmu lebih dekat dengan Yesus? Mungkin ya, tapi apakah membuatmu ingin bersatu dengan Gereja-Nya yang satu, kudus, katolik, dan apostolik? Saya meragukannya. Sampai detik ini kemungkinan kamu tidak/belum punya keinginan untuk 'mengumpulkan' bersama Kristus. Bagaimana mungkin roh yang benar tidak menginspirasimu untuk 'mengumpulkan' bersama Kristus? Atau dorongan itu ada tapi kamu sendiri yang menolaknya?
« Last Edit: January 24, 2015, 04:30:01 PM by MentalRevo »
Tuhan hanya mendirikan SATU GEREJA, SEKALI untuk SELAMANYA, dan hanya menunjuk Petrus sebagai pemimpinnya, SEKALI untuk SETERUSNYA. Apa yang sudah ditetapkan oleh Tuhan tidak dapat diubah oleh manusia.
January 24, 2015, 04:17:59 PM
Reply #63
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Gampang saja, coba tunjukkan bahwa apa yang anda tafsirkan itu memang sesuai dengan yang dimaksud oleh Rasul Paulus, bukan sekedar tafsiran anda atau kelompok anda sendiri. Coba tunjukkan jejaknya di dalam sejarah bahwa Rasul Paulus mengajarkan demikian.

Kalau kamu tidak bisa menunjukkannya kemungkinan besar itu cuma tafsiranmu sendiri...
Saya sudah tunjukkan ayatnya yang menjadi dasar penafsiran saya. Tinggal anda tunjukkan salahnya dimana. Itu kalau memang anda berpegangan pada alkitab sebagai kebenaran. Kalau anda minta 'catatan sejarah' untuk membuktikan kebenaran ini, artinya dasar kepercayaan kita berbeda. Saya berpegang pada alkitab, anda mendasarkan kebenaran pada catatan sejarah. Yah, mungkin gak akan nyambung.

Ok, kita sudahi saja kalau gitu diskusinya.
Dengan kesimpulan, meditasi Yesus memang tepat kalau diukur dari tradisi gereja, tapi kurang kuat dasar firmannya. Sedangkan berbahasa roh adalah sangat tepat bila dilihat dari Firman Tuhan. Namun mungkin gereja melupakannya sehingga tidak masuk dalam tradisi. Baru belakangan Tuhan kembali mencerahkan umatNya untuk kembali melihat kebenaran bahasa roh.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
January 24, 2015, 04:28:29 PM
Reply #64
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 725
  • Gender: Male
    • Meditasi Yesus
  • Denominasi: Katolik
Saya sudah tunjukkan ayatnya yang menjadi dasar penafsiran saya. Tinggal anda tunjukkan salahnya dimana. Itu kalau memang anda berpegangan pada alkitab sebagai kebenaran. Kalau anda minta 'catatan sejarah' untuk membuktikan kebenaran ini, artinya dasar kepercayaan kita berbeda. Saya berpegang pada alkitab, anda mendasarkan kebenaran pada catatan sejarah. Yah, mungkin gak akan nyambung.
...
Ok, intinya anda tidak bisa menunjukkan jejak sejarah bahwa Rasul Paulus memang mengajarkan demikian. Terima kasih atas informasinya. Jadi itu memang penafsiran subyektif yang tidak memiliki dasar obyektif...

Kalau itu bagus untukmu ya silahkan, itu urusanmu.

Quote
Sedangkan berbahasa roh adalah sangat tepat bila dilihat dari Firman Tuhan. Namun mungkin gereja melupakannya sehingga tidak masuk dalam tradisi. Baru belakangan Tuhan kembali mencerahkan umatNya untuk kembali melihat kebenaran bahasa roh.
Berbahasa roh itu tepat jika dilihat dari Firman Tuhan menurut tafsiranmu, tapi mungkin tidak seperti itu menurut bapa-bapa Gereja.

Gereja 'melupakan'  bahasa roh selama hampir dua milenium atau sejak dulu memang TIDAK PERNAH diajarkan seperti itu?

Bisa jadi juga Gereja 'melupakannya' karena memang ada banyak bahayanya cara berdoa semacam itu. Siapa yang menjamin bahasa roh itu berasal dari ROH KUDUS? Bukankah iblis bisa tampil sebagai malaikat terang? Selain itu bukan rahasia lagi kalau ada banyak kasus-kasus berdoa dalam roh yang palsu dan dibuat-buat

Quote
Saya kutipkan lagi:
Ef 6:18 ...Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
Betapa sempitnya kalau berdoa setiap waktu di dalam Roh itu HANYA diartikan berdoa dalam bahasa roh seperti yang dilakukan oleh orang-orang karismatik. Mungkin itu cuma salah satunya, tapi bukan satu-satunya.

Ketika seseorang mengucapkan Doa Yesus yang sederhana berulang-ulang, Roh melengkapi doa sederhana itu kepada Bapa di surga tanpa harus  membuat orang itu berkomat-kamit dalam 'bahasa roh'. Itupun berdoa setiap waktu di dalam Roh.
« Last Edit: January 24, 2015, 07:23:31 PM by MentalRevo »
Tuhan hanya mendirikan SATU GEREJA, SEKALI untuk SELAMANYA, dan hanya menunjuk Petrus sebagai pemimpinnya, SEKALI untuk SETERUSNYA. Apa yang sudah ditetapkan oleh Tuhan tidak dapat diubah oleh manusia.
January 24, 2015, 07:38:33 PM
Reply #65
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1568
  • Denominasi: Gak tau dah...
Gereja 'melupakan'  bahasa roh selama hampir dua milenium atau sejak dulu memang TIDAK PERNAH diajarkan seperti itu?
Adalah seorang tokoh bernama George Fox (1624-1691), Inggris. Cukup dikenal sebagai pelopor gerakan Quaker (pembuat gemetar) yang diafiliasikan dengan 'bahasa roh'. Sehingga fenomena berbahasa roh, bukan terlahir dari gerakan kharismatik saja. Mengenai penggunaan bahasa roh sebelum era George Fox tersebut, saya tidak mempunyai data lanjutannya.
January 24, 2015, 09:27:08 PM
Reply #66
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Ok, intinya anda tidak bisa menunjukkan jejak sejarah bahwa Rasul Paulus memang mengajarkan demikian. Terima kasih atas informasinya. Jadi itu memang penafsiran subyektif yang tidak memiliki dasar obyektif...

Kalau itu bagus untukmu ya silahkan, itu urusanmu.
Bukankah alkitab sendiri merupakan jejak sejarah dari Rasul? Jejak sejarah yang bagaimana lagi yang anda inginkan untuk memuaskan anda sehingga anda bisa percaya? Kalau anda menolak yang jelas-jelas tercatat di alkitab dan menuntut bukti yang anda tetapkan sendiri sebagai syarat supaya dapat dipercaya, bukankah itu yang namanya subyektif?

Ini sama aja dengan rekan kita si cadangdata yang menolak untuk percaya kalau bukan Tuhan sendiri yang datang dan menjelaskan, padahal sudah jelas tercatat di alkitab.

Quote
Berbahasa roh itu tepat jika dilihat dari Firman Tuhan menurut tafsiranmu, tapi mungkin tidak seperti itu menurut bapa-bapa Gereja.

Gereja 'melupakan'  bahasa roh selama hampir dua milenium atau sejak dulu memang TIDAK PERNAH diajarkan seperti itu?

Bisa jadi juga Gereja 'melupakannya' karena memang ada banyak bahayanya cara berdoa semacam itu. Siapa yang menjamin bahasa roh itu berasal dari ROH KUDUS? Bukankah iblis bisa tampil sebagai malaikat terang? Selain itu bukan rahasia lagi kalau ada banyak kasus-kasus berdoa dalam roh yang palsu dan dibuat-buat
Kalau anda menaruh kebenaran menurut bapa gereja di atas alkitab, itu urusan anda. Makanya saya bilang, dasar kita berbeda. Saya percaya kebenaran tertinggi adalah alkitab. Jadi kalau alkitab bilang putih, bapa gereja bilang hitam, saya akan percaya alkitab. Lain dengan anda yang percaya hitam walaupun alkitab bilang putih.

Anda boleh jungkir balik kasih argumen, "bahaya berdoa semacam itu", "bisa dipakai iblis", "tidak bisa jamin kalau itu ROH KUDUS", tapi anda tidak bisa membantah fakta yang tercatat di alkitab bahwa berdoa di dalam roh yang tak putus putus adalah prayer in tongue.

Tinggal anda mau percaya alkitab atau mau percaya argumen yang keluar dari pikiran anda sendiri.

Quote

Betapa sempitnya kalau berdoa setiap waktu di dalam Roh itu HANYA diartikan berdoa dalam bahasa roh seperti yang dilakukan oleh orang-orang karismatik. Mungkin itu cuma salah satunya, tapi bukan satu-satunya.

Ketika seseorang mengucapkan Doa Yesus yang sederhana berulang-ulang, Roh melengkapi doa sederhana itu kepada Bapa di surga tanpa harus  membuat orang itu berkomat-kamit dalam 'bahasa roh'. Itupun berdoa setiap waktu di dalam Roh.
Kalau memang ada dasar ayat yang mendukung, silakan jabarkan. Saya terbuka kok. Tapi kalau dasarnya cuma kira-kira, atau keluar dari pikiran anda sendiri, atau kata bapa gereja anu, atau karena sudah tradisi, ya silakan ikuti sendiri aja. Kalau saya sih pilih ikuti alkitab.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
January 24, 2015, 10:30:48 PM
Reply #67
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1568
  • Denominasi: Gak tau dah...
Anda boleh jungkir balik kasih argumen, "bahaya berdoa semacam itu", "bisa dipakai iblis", "tidak bisa jamin kalau itu ROH KUDUS", tapi anda tidak bisa membantah fakta yang tercatat di alkitab bahwa berdoa di dalam roh yang tak putus putus adalah prayer in tongue.

Maaf ya, Pak alephtav. Sebelum saya melanjutkan tanggapan saya, ada satu hal yang mungkin perlu Anda ketahui, bahwa saya tidak menentang bahasa roh. Saya mengakui bahasa roh sebagai salah satu karunia dari Tuhan, walaupun hal tersebut belum atau tidak dikaruniakan-Nya kepada saya.

CMIIW (lagi hobi menggunakannya)...
Tapi yang menjadi masalah untuk saya, pada saat Anda berpendapat bahwa fakta berdoa yang tak putus-putus di dalam Alkitab adalah berdoa di dalam bahasa roh. Implikasi dari pengertian yang Anda berikan adalah kami yang belum atau tidak menerima karunia berbahasa roh, tidak dapat berdoa seperti yang disarankan Paulus kepada jemaat Efesus.

Sehingga ego saya memberontak. Seolah-olah Anda mengatakan bahwa kami, umat Kristen yang belum atau tidak dikaruniakan berbahasa roh oleh Tuhan adalah jemaat kelas dua. Hal ini dikarenakan kami belum atau tidak bisa berbahasa roh. Padahal saya dan Anda sama-sama tahu, bahwa karunia merupakan karunia, tidak bisa dipaksakan, dan belum tentu sama antar pribadi.
January 25, 2015, 03:19:28 AM
Reply #68
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 725
  • Gender: Male
    • Meditasi Yesus
  • Denominasi: Katolik
Bukankah alkitab sendiri merupakan jejak sejarah dari Rasul? Jejak sejarah yang bagaimana lagi yang anda inginkan untuk memuaskan anda sehingga anda bisa percaya? Kalau anda menolak yang jelas-jelas tercatat di alkitab dan menuntut bukti yang anda tetapkan sendiri sebagai syarat supaya dapat dipercaya, bukankah itu yang namanya subyektif?
Bukan itu yang saya maksud.
Apa yang tertulis dalam Alkitab adalah satu hal, sedangkan bagaimana yang tertulis dalam Alkitab itu ditafsirkan oleh bapa-bapa Gereja sepanjang sejarahnya adalah hal yang lain.

Saya tidak menolak apa yang tertulis di Alkitab, yang saya ragukan adalah penafsirannya seperti yang kamu maksudkan karena penafsiran semacam itu tidak pernah menjadi bagian dari ajaran-ajaran para bapa Gereja. Ada 'missing-link' antara apa yang dipahami Gereja dengan penafsiran ala karismatik. Bahasa roh ala karismatik bukan bagian dari tradisi Gereja yang layak diikuti, melainkan inovasi yang perlu diwaspadai.

Quote
Kalau anda menaruh kebenaran menurut bapa gereja di atas alkitab, itu urusan anda. Makanya saya bilang, dasar kita berbeda. Saya percaya kebenaran tertinggi adalah alkitab. Jadi kalau alkitab bilang putih, bapa gereja bilang hitam, saya akan percaya alkitab. Lain dengan anda yang percaya hitam walaupun alkitab bilang putih.
Memahami bagaimana para bapa Gereja dan orang-orang kudus menafsirkan Alkitab adalah cara terbaik untuk memahami Alkitab sebagaimana yang dikehendaki Tuhan sendiri. Dengan cara itu selama dua milenium sejarahnya Gereja Katolik memiliki satu ajaran yang utuh.

Bandingkan dengan cara protestan yang mengandalkan penafsiran pribadi dan menolak apa yang dipahami dalam tradisi Gereja. Meski mengaku telah memohon bantuan ROH KUDUS dalam menafsirkannya, ajaran protestan terus membelah diri hingga ribuan denominasi. Itu kenyataan, bukan opini. Cara penafsiran ala protestan ternyata tidak mendapat bimbingan ROH KUDUS.

Jika kamu punya kejujuran intelektual tentu bisa menilai mana cara yang betul dalam menafsirkan Alkitab: yang sejalan dengan tradisi (menyelaraskan dengan apa yang dipahami bapa Gereja, magisterum, dan orang-orang kudus), atau  penafsiran pribadi yang 'konon' mengandalkan ROH KUDUS.

Saya tidak ingin memaksa, kalau kamu tetap memilih penafsiran pribadi ya itu urusanmu. Resikonya ditanggung sendiri...

Quote
Anda boleh jungkir balik kasih argumen, "bahaya berdoa semacam itu", "bisa dipakai iblis", "tidak bisa jamin kalau itu ROH KUDUS", tapi anda tidak bisa membantah fakta yang tercatat di alkitab bahwa berdoa di dalam roh yang tak putus putus adalah prayer in tongue.
Silahkan saja yakin bahwa bahasa roh ala karismatik adalah seperti yang dimaksud oleh Rasul Paulus. Yang jelas tidak ada bukti jejak-jejak sejarah apapun bahwa Rasul Paulus memang mengajarkan yang seperti itu kepada pengikutnya. Ada alasannya mengapa dia tidak mengajarkan itu....

Saya tidak menyangkal bahwa bahasa roh itu ada. Yang saya ragukan adalah bahasa roh sebagai satu-satunya cara untuk berdoa setiap waktu di dalam Roh. Bahasa roh itu karunia yang diberikan Tuhan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Manusia tidak bisa memaksa Tuhan untuk memberikan karunia itu, maka memang tidak semua orang bisa berbahasa roh. Oleh karenanya tidak mungkin Rasul Paulus mengajarkan bahwa bahasa roh adalah satu-satunya cara untuk berdoa setiap waktu di dalam Roh. Itu menjelaskan mengapa tidak ada jejak apapun dalam sejarah dan tradisi Gereja yang menunjukkan bahwa berdoa setiap waktu HARUS diartikan dengan berdoa dalam bahasa roh ala karismatik.

Sayangnya gereja-gereja karismatik dengan keliru menafsirkan demikian. Akibatnya fatal, banyak orang yang berpura-pura berbahasa roh agar dianggap layak menjadi anggota gereja karismatik, atau memang bisa berbahasa roh tapi entah roh dari mana. Saya kira di gerejamu ada banyak juga yang seperti itu...

Bandingkan dengan Doa Yesus yang didaraskan berulang-ulang, baik di waktu yang khusus untuk itu maupun dalam kegiatan sehari-hari. Itu cara untuk berdoa setiap waktu di dalam Roh yang tersedia bagi semua orang dan sudah menjadi bagian dari tradisi Gereja selama berabad-abad. Dan sekarang kita juga bisa menggunakan Meditasi Yesus untuk hal yang sama.
« Last Edit: January 25, 2015, 11:45:17 AM by MentalRevo »
Tuhan hanya mendirikan SATU GEREJA, SEKALI untuk SELAMANYA, dan hanya menunjuk Petrus sebagai pemimpinnya, SEKALI untuk SETERUSNYA. Apa yang sudah ditetapkan oleh Tuhan tidak dapat diubah oleh manusia.
January 25, 2015, 02:24:23 PM
Reply #69
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 725
  • Gender: Male
    • Meditasi Yesus
  • Denominasi: Katolik
Anda boleh jungkir balik kasih argumen, "bahaya berdoa semacam itu", "bisa dipakai iblis", "tidak bisa jamin kalau itu ROH KUDUS", tapi anda tidak bisa membantah fakta yang tercatat di alkitab bahwa berdoa di dalam roh yang tak putus putus adalah prayer in tongue.....

Ini ada sebuah video dukumenter yang mengungkapkan fakta mengerikan seputar 'bahasa roh' dan yang semacamnya:

https://www.youtube.com/watch?v=2X1HC-3s3uI

Jadi perlunya mewaspadai 'bahasa roh' bukanlah isapan jempol.
Bukan tanpa alasan mengapa para rasul dan bapa-bapa Gereja tidak mengajarkan bahasa roh sebagaimana yang dipahami karismatik. Saran saya: berhati-hatilah....
« Last Edit: January 25, 2015, 02:34:50 PM by MentalRevo »
Tuhan hanya mendirikan SATU GEREJA, SEKALI untuk SELAMANYA, dan hanya menunjuk Petrus sebagai pemimpinnya, SEKALI untuk SETERUSNYA. Apa yang sudah ditetapkan oleh Tuhan tidak dapat diubah oleh manusia.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)