Author Topic: Menurut anda, mengapa Yesus tidak menuliskan ajaran-Nya sendiri ?  (Read 1643 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 24, 2018, 01:06:48 PM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4639
  • Gender: Male
Melihat kondisi sekarang, dimana begitu banyak interpretasi terhadap ajaran Yesus.
Bahkan doktrin Trinitas saja terus-menerus menjadi perdebatan.
Sehingga menjadi suatu pertanyaan penting :

Menurut anda, mengapa Yesus tidak menuliskan ajaran-Nya sendiri ?

Bukankah itu penting untuk menghindari interpretasi2 yang salah terhadap ajaran-Nya ?
Dan tentu saja dapat menghindari cucoklogi.

Anda terlihat seperti seorang yang bukan dari Kekristenan dari cara berfikir anda.

Mengapa ajaran Kebanaran itu diguncang terus menerus seperti yang anda pikirkan? Sebab memang itu pekerjaan Iblis untuk menjauhkan manusia menemukan Kebenaran. Lagi pula telah dinubuatkan dalam Kitab Suci sejak ribuan tahun lalu bahwa di akhir zaman akan makin gencar hal-hal yang kamu sebutkan tersebut.

Mengapa Ia tidak menulis ajaran-Nya sendiri???? Anda tidak tahu bahwa ajaran-Nya memang ditulis oleh Yesus sendiri lewat tangan-tangan para nabi dan rasul sebab anda tidak mengenal Dia.

Sekarang bandingkan dengan Muhammad? Apakah ia menulis ajarannya sendiri? Tidak, sebab Quran yang ada sekarang adalah kumpulan dari apa yang diingat oleh orang-orang pada masa itu tentang apa yang pernah dikatakannya kemudian dijadikan satu dan menjadi kitab berhubung kondisi kerajaan pasca wafatnya baginda Muhammad. Secara logis, apakah orang akan menghafal seperti orang menghafal kitab suci saat ini pada waktu itu? Rasionalnya tidak ada seorangpun yang akan berusaha menghafal dengan segaja sampai hafal betul titik komanya agar kelak saat dibutuhkan dapat dijadikan satu menjadi sebuah kitab. Penganut agama mempercayai itu kejadian ajaib dengan mengabaikan faktor rasionalnya, sedang kaum atheis yang suka mempelajari kitab sebagai karya sastra yang tidak terlepas dari situasi, kondisi budaya dan politik pada masa karya itu ditulis akan menilai secara rasional dengan tetap menghormati mereka yang meyakini itu sebagai kitab suci.

Bagaimana dengan agama Buddha apakah ia menulis sendiri ajarannya? Tripitaka secara jujur dinyatakan oleh pemeluk agama Budha merupakan usaha murid-murid Sidartha untuk mengumpulkan kembali apa yang pernah diajarkan oleh sang Buddha setelah ia wafat secara wajar tanpa unsur ajaib-ajaiban. Kitab itu sendiri baru benar-benar seperti sekarang setelah dua ratus tahun kemudian kurang lebih.

Bagaimana dengan Yahudi? Kitab Tanakh merupakan salinan tulisan yang terjaga sejak jaman Musa yang dibuktikan dengan tradisi mereka. Keraguan ini pernah dilontarkan agama seberang namun TUHAN membela dengan ditumukannya naskah-naskah di goa-goa Qumran,Laut Mati membuktikan klaim Yahudi bahwa tradisi menyalin kitab suci memang benar dengan didapatinya persamaan isi tulisan yang ditulis tahun 400SM dengan yang dimiliki di zaman modern saat naskah itu ditemukan. Namun itu juga merupakan salinan dimana tulisan tertua harusnya di zaman Musa sekitar 1400SM, selisih 1000 tahun. Tetapi isi Tanakh bukan saja salinan tulisan Musa, tetapi juga tulisan nabi-nabi yang berselisiih ribuan tahun.

Yer 30:2  "Beginilah Firman Tuhan, Allah Israel: Tuliskanlah segala perkataan yang telah Kufirmankan kepadamu itu dalam suatu kitab." Yeremia hidup tahun 600SM.

Bagaimana dengan Hindu? Bagaimana dengan Konghucu, Sinto dan agama-agama lainnya? Berfikirlah rasional, bahwa pada masa itu tidak ada niatan manusia menulis ajaran agama dalam kitab-kitab, selain agama Yahudi sebab hal itu diperintahkan Allah.

Kel 34:27  Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tuliskanlah segala firman ini, sebab berdasarkan firman ini telah Kuadakan perjanjian dengan engkau dan dengan Israel."

Perjanjian antara umat dan Allah dinyatakan secara tertulis, karena itu tradisi menyalin tulisan kitab suci ada dalam agama Yahudi sejak permulaan bukan setelahnya saat butuh. Demikian juga dalam Kekristenan, dengan tambahan tulisan-tulisan para rasul yang merupakan surat-surat yang ditulis oleh mereka dengan tangannya sendiri disalin dan dijadikan satu sebagai pelengkap kitab suci.

2Tes 3:17  Salam dari padaku, Paulus. Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri. Inilah tanda dalam setiap surat: beginilah tulisanku.

Mereka semua para nabi dan rasul menulis kitab yang isinya tentang TUHAN YESUS KRISTUS. Tentang Dialah semua nabi bersaksi dan menjelaskan pengajaran-Nya.

Luk 24:44  Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."

Kis 10:43  "Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."

Karena itu saya katakan janggal jika anda katakan mengapa Tuhan Yesus Kristus tidak menulis sendiri ajaran-Nya sedangkan IA ADALAH SANG FIRMAN itu sendiri.
« Last Edit: November 16, 2018, 12:48:17 PM by Krispus »
November 16, 2018, 05:25:43 AM
Reply #31
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 136
Melihat kondisi sekarang, dimana begitu banyak interpretasi terhadap ajaran Yesus.
Bahkan doktrin Trinitas saja terus-menerus menjadi perdebatan.
Sehingga menjadi suatu pertanyaan penting :

Menurut anda, mengapa Yesus tidak menuliskan ajaran-Nya sendiri ?

Bukankah itu penting untuk menghindari interpretasi2 yang salah terhadap ajaran-Nya ?
Dan tentu saja dapat menghindari cucoklogi.

apakah menurut anda bila Yesus menuliskan ajaran-ajaranNya sendiri TIDAK AKAN muncul berbagai interpretasi?
dengan adanya 12 murid yang mengikuti Yesus selama 3,5 tahun UNTUK APA ia menuliskan pengajaranNya? bukankah para muridNya akan mencatat semua ajaranNYa sama seperti yang kita lakukan saat ini bila kita mendengarkan KHOTBAH, maka kebiasaan saya adalah mencatatnya sehingga dengan demikian saya memiliki CATATAN yang bila saya perlukan bisa saya buka sewaktu-waktu.
dan penulisan Alkitab bukan tulisan asli murid-murid Yesus tetapi merupakan salinan2 dari perkamen2 dan papirus yang ditemukan di LAUT MATI.
bila terdapat BANYAK INTERPRETASI atas apa yang dicatat Alkitab saat ini, maka hal itu TIDAK USAH mengherankan kita karena setiap penulis interpretasi memiliki sudut pandangnya sendiri.
YANG PENTING bagi kita yang membacanya adalah MENILAI INTERPRETASI2 ITU DENGAN MENGACU KEPADA KEBENARAN ALKITAB sehingga kita tidak mudah dikecohkan oleh pengajaran2 yang menyesatkan.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)