Author Topic: Pelayanan Go International  (Read 862 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 17, 2015, 12:36:43 AM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 3
Hai teman2:

Saya cuma mau diskusi saja; adakah yang merasakan yang saya rasakan:
bahwa banyak gereja/pelayanan di Indonesia yang kehilangan fokusnya?

Khususnya gereja/ pelayanan yang dahulu besar di Indonesia, namun sekarang lebih sering fokus 'go international'. Lagu-lagu, cara mimpin pujian, istilah-istilah yang lebih ditargetin untuk luar negeri. Saya pikir tanah air kita masih banyak jiwa-jiwa yang perlu dituai.

Mungkin uang pelayanan di luar negeri lebih bagus atau lebih mudah terkenal, saya tidak tahu. Namun ada komplain dalam hati saya tentang hal ini, dan saya ingin tahu apakah ada teman-teman yang merasakan apa yang saya rasakan juga.

Terima kasih dan Tuhan memberkati.
February 17, 2015, 07:07:15 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9602
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Tentunya hal tersebut tergantung gembala dan kebijakan gereja masing2

tapi saya sih melihatnya masih berimbang ya
February 28, 2015, 03:49:32 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2614
Hai teman2:

Saya cuma mau diskusi saja; adakah yang merasakan yang saya rasakan:
bahwa banyak gereja/pelayanan di Indonesia yang kehilangan fokusnya?

Khususnya gereja/pelayanan yang dahulu besar di Indonesia, namun sekarang lebih sering fokus 'go international'. Lagu-lagu, cara mimpin pujian, istilah-istilah yang lebih ditargetin untuk luar negeri. Saya pikir tanah air kita masih banyak jiwa-jiwa yang perlu dituai.

Mungkin uang pelayanan di luar negeri lebih bagus atau lebih mudah terkenal, saya tidak tahu. Namun ada komplain dalam hati saya tentang hal ini, dan saya ingin tahu apakah ada teman-teman yang merasakan apa yang saya rasakan juga.

Terima kasih dan Tuhan memberkati.
Sob, kata-kata merasakan, banyak atau komplain dalam hati ini IMO sangat kontroversial (mengundang perdebatan) karena tidak ada tolak ukur yang pasti. Terkecuali ente berbicara berdasarkan data statistik yang resmi dari sumber yang terpercaya. Atau jangan-jangan ente punya datanya?

Mungkin cara terbaik adalah memperkecil semesta pembicaraan, misalnya hanya gereja/pelayanan di jakarta. Toh jakarta memang hampir selalu menjadi tolak ukur untuk kota-kota lain di indo.

Kalo untuk jawaban, ane akan jawab tidak tahu karena sudah lama tidak "bersentuhan" langsung dengan pelayanan nasional maupun internasional.
February 28, 2015, 08:06:48 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1270
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik
Hai teman2:

Saya cuma mau diskusi saja; adakah yang merasakan yang saya rasakan:
bahwa banyak gereja/pelayanan di Indonesia yang kehilangan fokusnya?

Khususnya gereja/ pelayanan yang dahulu besar di Indonesia, namun sekarang lebih sering fokus 'go international'. Lagu-lagu, cara mimpin pujian, istilah-istilah yang lebih ditargetin untuk luar negeri. Saya pikir tanah air kita masih banyak jiwa-jiwa yang perlu dituai.

Mungkin uang pelayanan di luar negeri lebih bagus atau lebih mudah terkenal, saya tidak tahu. Namun ada komplain dalam hati saya tentang hal ini, dan saya ingin tahu apakah ada teman-teman yang merasakan apa yang saya rasakan juga.

Terima kasih dan Tuhan memberkati.
Pelayanan diluar negri itu fokusnya org2 Indonesia juga
Gereja2 di luar umumnya sdh suam2 kuku bahkan bbrp mati
Itu sebabnya utk mengakomodasi org2 Indonesia yg ada diluar maka diadakan pelayanan tsb
"Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!" -  Kisah Para Rasul  18:9
February 28, 2015, 09:11:39 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
"Pelayanan Go International"

Tidak juga, karena kenyataannya ada gereja gereja lokal yang mendatangkan 'gembala' dari luar negeri tuh..

Contohnya yang baru kemarin itu hadir di Bandung...

Atau... Sekedar kurang pede aja kali ya ... ??

;D ;D ;D ;D ;D
February 28, 2015, 09:13:59 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1270
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik
Di Bdg juga ada GRK yg sepi lho, padahal di tengah kota
sekarang sdg ditawarkan, mau dijual
Barangkali ada yg minat :D
"Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!" -  Kisah Para Rasul  18:9
March 15, 2015, 08:58:14 PM
Reply #6
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
  • Denominasi: protestan
Hai teman2:

Saya cuma mau diskusi saja; adakah yang merasakan yang saya rasakan:
bahwa banyak gereja/pelayanan di Indonesia yang kehilangan fokusnya?

Khususnya gereja/ pelayanan yang dahulu besar di Indonesia, namun sekarang lebih sering fokus 'go international'. Lagu-lagu, cara mimpin pujian, istilah-istilah yang lebih ditargetin untuk luar negeri. Saya pikir tanah air kita masih banyak jiwa-jiwa yang perlu dituai.

Mungkin uang pelayanan di luar negeri lebih bagus atau lebih mudah terkenal, saya tidak tahu. Namun ada komplain dalam hati saya tentang hal ini, dan saya ingin tahu apakah ada teman-teman yang merasakan apa yang saya rasakan juga.

Terima kasih dan Tuhan memberkati.
March 26, 2015, 08:00:24 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 867
  • Gender: Female
  • Denominasi: Kharismatik
Hai teman2:

Saya cuma mau diskusi saja; adakah yang merasakan yang saya rasakan:
bahwa banyak gereja/pelayanan di Indonesia yang kehilangan fokusnya?

Khususnya gereja/ pelayanan yang dahulu besar di Indonesia, namun sekarang lebih sering fokus 'go international'. Lagu-lagu, cara mimpin pujian, istilah-istilah yang lebih ditargetin untuk luar negeri. Saya pikir tanah air kita masih banyak jiwa-jiwa yang perlu dituai.

Mungkin uang pelayanan di luar negeri lebih bagus atau lebih mudah terkenal, saya tidak tahu. Namun ada komplain dalam hati saya tentang hal ini, dan saya ingin tahu apakah ada teman-teman yang merasakan apa yang saya rasakan juga.

Terima kasih dan Tuhan memberkati.

Kalau di Jakarta mungkin targetnya go internasional. Tapi di Jogja aku lihat cuma go nasional. Go Solo, go tawangmangu, go cilacap dll. hihihihi
March 27, 2015, 11:45:42 AM
Reply #8
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 216
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Maksud TS dgn "go international" kemungkinan besar adalah lagu-lagu ibadahnya didominasi lagu asing, cara mimpin pujiannya juga kontemporer, speechnya banyak bahasa inggris.

Jadi akhirnya segmen pelayanannya lebih ke arah orang-orang yang berpendidikan tinggi, lulusan luar negeri, eksmud, businessman/woman, expat.

Padahal di indonesia bahkan di jakarta, orang yang bahasa inggrisnya hampir nol itu masih banyak lho.
Ibu-ibu rumah tangga atau mbak-mbak atau mas-mas kalau ada pujian bahasa inggris atau khotbah inggris ya diem aja sambil kadang-kadang bisik-bisik tanya sebelahnya apa artinya.

Padahal Kristus adalah bagi semua orang, khususnya orang-orang yang kecil di mata dunia.

"Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. "
"Allah yang Setia, yang tak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya"
April 11, 2015, 04:52:28 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1725
mungkin kudu liat demografi jemaatnya juga,klo jemaatnya paham bahasa indo semua tapi ibadah dipaksain pake bahasa inggris kan bloon juga(palagi lokasi gerejanya di indonesia).ujung2nya seperti yg dibilang di atas ane nanti(pelayanannya jadi ekslusif utk kaum 'elit' tertentu,yg tentu menyimpang dari yg Tuhan Yesus perintahkan).
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)