Author Topic: Lukas 16:16, kata "berlaku" yang sebenarnya tidak ada  (Read 19055 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 28, 2019, 02:10:17 PM
Reply #140
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4382
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Hukum Taurat dan kitab para nabi tetap ada.
Lebih mudah langit dan bumi lenyap daripada satu titik dari Hukum Taurat.
Efe 2:14-16 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,  sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.
Dari yang ditebalkan diketahui bahwa Hukum Taurat yang satu titik darinya lebih sulit batal daripada lenyapnya langit dan bumi, sudah dibatalkan oleh kematian Yesus Kristus. Hukum Taurat beserta segala perintah dan ketentuannya, batal.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
September 30, 2019, 11:09:55 AM
Reply #141
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2877
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Hukum Taurat beserta segala perintah dan ketentuannya, batal.
Batal dlm hal segala perintah dan ketentuan penghapusan dosa/pensucian jiwa
Sebab Luk 16:16 itu hrs selaras dgn ay.17, tdk mungkin bertentangan, ya, kan?
Tidak mungkin Hk.Allah dan Hk.Kasih yg terkandung dlm Hk.Taurat itu batal


Ay.16  Hukum Taurat dan kitab para nabi “berlaku” sampai kpd zaman Yohanes; (a)
Ay.17  Lebih mudah langit dan bumi lenyap dr pd satu “titik” dr hukum Taurat "batal".


Hk.Taurat berlaku sampai Yohanes, tapi satu titik pun tdk ada yg batal dari-nya, maka
"berlaku" itu soal aturan fisik dan ketentuannya saja yg sampai Yohanes doang, Ay.16
"titik" itu soal komponen hukumnya tetap, tdk batal, malah materinya di-up-grade, Ay.17

Mengingat PL (Uppss)
Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa;
peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kpd org yg tak berpengalaman.
Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya.
Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada utk selamanya; hukum2 TUHAN itu benar, adil semuanya

demikianlah firman-Ku yg keluar dr mulut-Ku:
ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia,
tetapi ia akan melaksanakan apa yg Kukehendaki,
dan akan berhasil dlm apa yg Kusuruhkan kpd-nya.


Dan mengingat PB:
Mat 24:35  Langit dan bumi akan berlalu,
tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.

Salam Damai!
« Last Edit: October 01, 2019, 11:48:12 AM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
October 15, 2019, 11:27:14 PM
Reply #142
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4382
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Batal dlm hal segala perintah dan ketentuan penghapusan dosa/pensucian jiwa
Sebab Luk 16:16 itu hrs selaras dgn ay.17, tdk mungkin bertentangan, ya, kan?
Tidak mungkin Hk.Allah dan Hk.Kasih yg terkandung dlm Hk.Taurat itu batal


Salam Damai!
Luk 16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.
Luk 16:17 Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.
Kedua ayat itu mustahil bertentangan.
Ayat 16 menyatakan keberlakuan hukum Taurat dan kitab para nabi sampai zaman Yohanes. Sejak zaman Yohanes, Kerajaan Allah (dalam hal ini kumaknai: Perjanjian Baru) diberitakan.
Ayat 17 menyatakan kesulitan maha tinggi membatalkan hukum Taurat dan kitab para nabi.

Mat 5:17 Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Menyatakan bahwa keberhadiran Yesus atau Mesias ke dunia bukan untuk meniadakan atau menghapus hukum Taurat dan kitab para nabi, melainkan untuk menggenainya.
Menurut pendapatku, jika suatu perjanjian sudah digenapi (bukan dibatalkan), maka perjanjian tersebut sudah tunai, selesai, tutup, tuntas.

Tentang segala sesuatu yang termuat dalam hukum Taurat dan kitab para nabi, tidak batal, karena terangkum dalam Hukum Kasih (Kasihi Tuhanmu, kasihi sesamamu).
Mat 22:37-40 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Damai masih tanpa pentung.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
October 18, 2019, 06:59:06 PM
Reply #143
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2877
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Ayat 16 menyatakan keberlakuan hukum Taurat dan kitab para nabi sampai zaman Yohanes.
Sejak zaman Yohanes, Kerajaan Allah (dalam hal ini kumaknai: Perjanjian Baru) diberitakan.
... dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya. (Ay.16c)

Mengapa setiap org menggagahinya berebut memasukinya?
Menurut pendapatku sebab tradisi hukum Taurat itu batal
Material hukum kasih yg sesungguhnya digenapi-Nya

Mengasihi Allah tidak lagi hrs dgn korban darah hewan
Mengasihi manusia tidak lagi hanya sesama Yahudi saja
Malafalkan YHWH cukup dgn berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
dll ...

Salam Damai!

Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
October 20, 2019, 11:37:04 AM
Reply #144
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3452
Hukum Taurat dan kitab para nabi tetap ada.
Lebih mudah langit dan bumi lenyap daripada satu titik dari Hukum Taurat.
Efe 2:14-16 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,  sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.
Dari yang ditebalkan diketahui bahwa Hukum Taurat yang satu titik darinya lebih sulit batal daripada lenyapnya langit dan bumi, sudah dibatalkan oleh kematian Yesus Kristus. Hukum Taurat beserta segala perintah dan ketentuannya, batal.

Hukum Moral seperti 10 Perintah Allah itu tetap berlaku selamanya !

October 21, 2019, 01:21:23 PM
Reply #145
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4382
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote from: Sotardugur Parreva on October 15, 2019, 11:27:14 PM
Ayat 16 menyatakan keberlakuan hukum Taurat dan kitab para nabi sampai zaman Yohanes.
Sejak zaman Yohanes, Kerajaan Allah (dalam hal ini kumaknai: Perjanjian Baru) diberitakan.
... dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya. (Ay.16c)

Mengapa setiap org menggagahinya berebut memasukinya?
Menurut pendapatku sebab tradisi hukum Taurat itu batal
Material hukum kasih yg sesungguhnya digenapi-Nya

Mengasihi Allah tidak lagi hrs dgn korban darah hewan
Mengasihi manusia tidak lagi hanya sesama Yahudi saja
Malafalkan YHWH cukup dgn berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
dll ...
Boleh jadi.

Menurut pendapatku, dengan datangnya zaman Yohanes (Pembaptis), yaitu yang menghantarkan atau mengenalkan Mesias, maka dunia memasuki era baru, yaitu zaman Immanuel, di mana Tuhan menyertai atau bersama dengan manusia. Di era baru atau Perjanjian Baru itu, semua orang dapat berhubungan langsung dengan Tuhan. Walaupun semua orang dapat berhubungan langsung dengan Tuhan, tetapi Tuhan memilih rasul untuk mengajar semua orang atau jemaat Kristus.
Lepas dari hal pengajaran rasul, semua orang dapat belajar sendiri dengan harapan mengetahui tiap lekuk liku Perjanjian Baru itu. Apabila ada orang yang berhasil (-menurut pendapatku tidak akan ada yang berhasil-) maka dianggap bahwa orang itu menguasai Perjanjian Baru dan merasa memasuki Kerajaan Allah. Kumaknai, dalam semua orang dapat belajar sendiri itu pula yang dimaksud dengan setiap orang menggagahinya di mana kitab Perjanjian Baru merdeka dibaca oleh siapapun, dan memang dianjurkan untuk dibaca.
Kutangkap, orang yang banyak membaca Perjanjian Baru tanpa tuntunan Gereja (Penerus rasul), merasa menggagahi dan memasuki Kerajaan Allah. Padahal, tidak seorangpun yang sampai kepada Bapa jika tidak melalui Yesus Kristus, dan Alkitab bukan Yesus Kristus.
Pada poin itu, menurut pendapatku, orang-orang merasa mengetahui Perjanjian Baru tanpa bantuan atau tuntunan Gereja, menduga bahwa dirinya memasuki Kerajaan Allah. Maka, untuk dapat tiba pada titik mengetahui seluruh lekuk-liku Perjanjian Baru, setiap orang, atau banyak orang, membaca Perjanjian Baru tanpa tuntunan penerus rasul.

Salam Damai!
Damai tanpa pentung.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
October 21, 2019, 01:32:34 PM
Reply #146
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4382
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote from: Sotardugur Parreva on September 28, 2019, 02:10:17 PM
Hukum Taurat dan kitab para nabi tetap ada.
Lebih mudah langit dan bumi lenyap daripada satu titik dari Hukum Taurat.
Efe 2:14-16 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,  sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.
Dari yang ditebalkan diketahui bahwa Hukum Taurat yang satu titik darinya lebih sulit batal daripada lenyapnya langit dan bumi, sudah dibatalkan oleh kematian Yesus Kristus. Hukum Taurat beserta segala perintah dan ketentuannya, batal.
Hukum Moral seperti 10 Perintah Allah itu tetap berlaku selamanya !
Situ merdeka mengartikannya seperti itu.
Kalo rasul menuliskan bahwa dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya di mana 10 Perintah Allah merupakan bagian dari hukum Taurat, kuartikan bahwa 10 Perintah Allah sudah batal, dirangkum dalam kasihi Tuhanmu, kasihi sesamamu, maka 10 Hukum Allah telah batal, dibaharui oleh Hukum Kasih. @Sotardugur Parreva lebih memilih memegang tulisan rasul.

Damaikan hatimu, hentikan mengkonsumsi info hoaks.
« Last Edit: October 21, 2019, 09:21:08 PM by Sotardugur Parreva »
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
October 21, 2019, 05:31:00 PM
Reply #147
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2877
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
... dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya. (Ay.16c)

Mengapa setiap org menggagahinya berebut memasukinya?
Menurut pendapatku sebab tradisi hukum Taurat itu batal
Material hukum kasih yg sesungguhnya digenapi-Nya

Mengasihi Allah tidak lagi hrs dgn korban darah hewan
Mengasihi manusia tidak lagi hanya sesama Yahudi saja
Malafalkan YHWH cukup dgn berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
dll ...

Boleh jadi.
Ya, boleh!
Sebab mustahil Dia membatalkan 10 perintah Allah, misalnya
Atau membatalkan PL, bw Abraham bukan bapak org beriman, dll


Menurut pendapatku, dengan datangnya zaman Yohanes (Pembaptis), yaitu yang menghantarkan atau mengenalkan Mesias, maka dunia memasuki era baru, yaitu zaman Immanuel, di mana Tuhan menyertai atau bersama dengan manusia. Di era baru atau Perjanjian Baru itu, semua orang dapat berhubungan langsung dengan Tuhan. Walaupun semua orang dapat berhubungan langsung dengan Tuhan, tetapi Tuhan memilih rasul untuk mengajar semua orang atau jemaat Kristus.
Ya!
Tuhan mengutus murid2-nya, y.i. ke 12 rasul itu
Mengajarkan hal yg sama dgn yg mereka terima
Menjadikan semua bangsa menjadi murid2-Nya juga
Lukas dan Markus bukan rasul, tapi digunakan Tuhan juga


Lepas dari hal pengajaran rasul, semua orang dapat belajar sendiri dengan harapan mengetahui tiap lekuk liku Perjanjian Baru itu. Apabila ada orang yang berhasil (-menurut pendapatku tidak akan ada yang berhasil-) maka dianggap bahwa orang itu menguasai Perjanjian Baru dan merasa memasuki Kerajaan Allah. Kumaknai, dalam semua orang dapat belajar sendiri itu pula yang dimaksud dengan setiap orang menggagahinya di mana kitab Perjanjian Baru merdeka dibaca oleh siapapun, dan memang dianjurkan untuk dibaca.
Belajar sendiri utk diri sendiri
Belajar dr gembala-Nya utk murid Kristus
Tak ada murid tanpa guru dan sebaliknya
Tak ada gembala tanpa domba dan sebaliknya


Kutangkap, orang yang banyak membaca Perjanjian Baru tanpa tuntunan Gereja (Penerus rasul), merasa menggagahi dan memasuki Kerajaan Allah. Padahal, tidak seorangpun yang sampai kepada Bapa jika tidak melalui Yesus Kristus, dan Alkitab bukan Yesus Kristus.
Yes!

Pada poin itu, menurut pendapatku, orang-orang merasa mengetahui Perjanjian Baru tanpa bantuan atau tuntunan Gereja, menduga bahwa dirinya memasuki Kerajaan Allah. Maka, untuk dapat tiba pada titik mengetahui seluruh lekuk-liku Perjanjian Baru, setiap orang, atau banyak orang, membaca Perjanjian Baru tanpa tuntunan penerus rasul.
Sebaliknya yg merasa paling berwenang ttg kerajaan Allah
Ia coba menguasainya, sehingga yg berbeda hrs angkat kaki

Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, [Mat 11:12]
Kerajaan Sorga diserong dan org yg menyerongnya mencoba menguasainya.

Kali itu sebab kau gagap mencari jawab ttg "kunci" yg sudah menjadi simbol Vatikan

Salam Damai!

« Last Edit: October 21, 2019, 07:46:18 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
October 21, 2019, 10:50:30 PM
Reply #148
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4382
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote from: Sotardugur Parreva
Boleh jadi
Ya, boleh!
Sebab mustahil Dia membatalkan 10 perintah Allah, misalnya
Atau membatalkan PL, bw Abraham bukan bapak org beriman, dll
Lhoh, ada yang mustahil bagi Allah selain mengingkari diri-Nya?
Kutangkap, "Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya", hukum Taurat bukan raib, atau hilang. Mengingat: Mat 22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi," maka hukum Taurat (termasuk 10 Perintah Allah) tetap ada, tetapi sudah tidak berlaku, sudah dibatalkan. Digantikan oleh hukum Kasih.

Menurut pendapatku, dengan datangnya zaman Yohanes (Pembaptis), yaitu yang menghantarkan atau mengenalkan Mesias, maka dunia memasuki era baru, yaitu zaman Immanuel, di mana Tuhan menyertai atau bersama dengan manusia. Di era baru atau Perjanjian Baru itu, semua orang dapat berhubungan langsung dengan Tuhan. Walaupun semua orang dapat berhubungan langsung dengan Tuhan, tetapi Tuhan memilih rasul untuk mengajar semua orang atau jemaat Kristus.
Ya!
Tuhan mengutus murid2-nya, y.i. ke 12 rasul itu
Mengajarkan hal yg sama dgn yg mereka terima
Menjadikan semua bangsa menjadi murid2-Nya juga
Lukas dan Markus bukan rasul, tapi digunakan Tuhan juga
Lukas dan Markus bukti bahwa orang yang didelegasikan kewenangan mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan Yesus Kristus, nyata memiliki kompetensi mengajar.
Yesus Kristus mengingatkan para rasul bahwa para rasul senantisasa disertai sampai kepada akhir zaman.

Lepas dari hal pengajaran rasul, semua orang dapat belajar sendiri dengan harapan mengetahui tiap lekuk liku Perjanjian Baru itu. Apabila ada orang yang berhasil (-menurut pendapatku tidak akan ada yang berhasil-) maka dianggap bahwa orang itu menguasai Perjanjian Baru dan merasa memasuki Kerajaan Allah. Kumaknai, dalam semua orang dapat belajar sendiri itu pula yang dimaksud dengan setiap orang menggagahinya di mana kitab Perjanjian Baru merdeka dibaca oleh siapapun, dan memang dianjurkan untuk dibaca.
Belajar sendiri utk diri sendiri
Belajar dr gembala-Nya utk murid Kristus
Tak ada murid tanpa guru dan sebaliknya
Tak ada gembala tanpa domba dan sebaliknya
Kisah tentang Sida-sida dari tanah Etiopia (KPR 8:26-40), membuktikan seorang pemilik inteligensi di atas rata-rata(pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake) tidak dapat mengerti dengan hanya (sola) membaca. Tetap membutuhkan bimbingan rasul atau penerus rasul atau pihak yang didelegasikan rasul.
 
Kutangkap, orang yang banyak membaca Perjanjian Baru tanpa tuntunan Gereja (Penerus rasul), merasa menggagahi dan memasuki Kerajaan Allah. Padahal, tidak seorangpun yang sampai kepada Bapa jika tidak melalui Yesus Kristus, dan Alkitab bukan Yesus Kristus.
Yes!
Oke.

Pada poin itu, menurut pendapatku, orang-orang merasa mengetahui Perjanjian Baru tanpa bantuan atau tuntunan Gereja, menduga bahwa dirinya memasuki Kerajaan Allah. Maka, untuk dapat tiba pada titik mengetahui seluruh lekuk-liku Perjanjian Baru, setiap orang, atau banyak orang, membaca Perjanjian Baru tanpa tuntunan penerus rasul.
Sebaliknya yg merasa paling berwenang ttg kerajaan Allah
Ia coba menguasainya, sehingga yg berbeda hrs angkat kaki
Dari pihak rasul atau penerus rasul, kukira alas kompetensinya jelas diberikan langsung oleh Yesus Kristus dengan jaminan, senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman.

Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, [Mat 11:12]
Kerajaan Sorga diserong dan org yg menyerongnya mencoba menguasainya.

Kali itu sebab kau gagap mencari jawab ttg "kunci" yg sudah menjadi simbol Vatikan
Apa kaitannya?
Nalar kepengaranganmu, kambuh.

Kutangkap, orang yang menyerong itu dimaksudkan ialah mereka yang tidak mempunyai alas hak, tetapi memproklamirkan diri seperti bagian dari penerus rasul. Mereka itu mencoba menguasainya, padahal, tidak akan berhasil jika tidak melalui Yesus Kristus.

Salam Damai!
Damai tanpa pentung.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
October 22, 2019, 12:37:26 PM
Reply #149
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2877
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
mk: Sebab mustahil Dia membatalkan 10 perintah Allah, misalnya
Atau membatalkan PL, bw Abraham bukan bapak org beriman, dll


Lhoh, ada yang mustahil bagi Allah selain mengingkari diri-Nya?

Gini, Bro!
Titah 1-3 (4) adalah ttg mengasihi-Nya dgn segenap hidup, maka:
1. “Jangan ada pd mu allah lain di hadapan-KU” (Kel 20:3)
2. “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun ….” (Ay.4)
3. “Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan…”(Ay.7)

Artinya, jangan sampai kita berpaling dr pd-Nya disebabkan bujuk rayu iblis atau allah2 lain
"Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." Demikian Iblis
Memang Iblis punya kompetesi utk memenuhi nikmat duniawi, Yesus tak menampik hal itu


Kutangkap, "Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya", hukum Taurat bukan raib, atau hilang. Mengingat: Mat 22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi," maka hukum Taurat (termasuk 10 Perintah Allah) tetap ada, tetapi sudah tidak berlaku, sudah dibatalkan. Digantikan oleh hukum Kasih.

Aku belum bisa tangkap maksudmu digantikan
Ttg 10-Perintah Allah itu terdapat dlm Kitab Keluaran (PL)
Sebenarnya dgn prinsipmu itu, bw PL sudah kadaluarsa
Maka 10-titah Allah itu pun sudah tak mempan bagimu
Termasuk Abraham batal menjadi bapak org beriman
Kali

Titah 5-6 mudah dimengerti, sebab agama2 suku pun mengajarkan hal kasih
Tapi bagaimana bentuknya Titah 1-4 setelah digantikan oleh hukum kasih itu?
Kurasa kata “Jangan” itu tidak digantikan dgn kata “boleh” saja
Atau memang demikian, atau bebas2 saja kini, boleh jangan boleh boleh, Bro!
Gimana, Bro, pls perjelas tangkapanmu!

Salam Damai!

« Last Edit: October 22, 2019, 05:25:23 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)