Author Topic: Lukas 16:16, kata "berlaku" yang sebenarnya tidak ada  (Read 20577 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 27, 2020, 01:49:38 PM
Reply #220
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3434
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Kubawa mari!
Mari kita kemon
Menari bolak-balik
Mencari yg menarik


Ketepatan, @Sotardugur Parreva kurang berminat mencermati Perjanjian Lama karena pemahamanku thp Luk 16:16. Kumaknai, Perjanjian Lama (Hk.Taurat dan kitab para nabi) sudah digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus, sudah menjadi sejarah.
Intinya, kau kurang berminat mencermati kisah masa lalu
Mungkin lebih berminat bagai mana menjarah masa depan
Alasanmu [Luk 16:16], dan [Yoh 16:12] adalah payung hukum


Tudinganmu bahwa bagiku banyak ayat-ayat Perjanjian Baru yang ecek-ecek, baiknya ditunjang oleh argumen.
Kalo @Maren Kitatau hanya menuding tanpa alasan, apa bedanya dengan igauan? Tiada makna.
---
Sudah banyak yg kutudingkan kata ecek2 kpd-mu
Tanggapanmu yg apostolik masih terus ku-tunggu2
Di sini sedikit bebas kita men-cari2 penunjuangnya


Kemukakan saja. Jika informasimu kusetujui, mungkin tidak kukomentari.
Jika ada informasi yang tidak kusetujui, pasti kukomentari disertai dengan alasan.
Ya!
Mari kita diskusikan satu per satu, biar enak
Di sini ruang cukup luas utk me-nari2 sekilas
Kilas balik ke masa lalu pun ke tomorrow today

[Yoh 16:21] Kata Yesus:
Seorang perempuan berdukacita pd saat ia melahirkan, tapi
sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi penderitaannya,
karena kegembiraan bw seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

Apakah Maria tidak berdukacita saat melahirkan Yesus?
Menurutmu, "tidak", sebab lahir ajaib tdk merusak apa2

Dan apakah Maria tdk melakukan pentahiran ala Yahudi?
Menurutmu, "tidak", sebab tdk ada leleran darah dr Maria

Hukum Musa [Ima 12:6-8]
Bila sudah genap hari2 pentahirannya, maka utk anak laki2 atau anak perempuan haruslah dibawanya seekor domba berumur setahun sbg korban bakaran dan seekor anak burung merpati atau burung tekukur sbg korban penghapus dosa ke pintu Kemah Pertemuan, dgn menyerahkannya kpd imam. Imam itu hrs mempersembahkannya ke hadapan TUHAN dan mengadakan pendamaian bagi perempuan itu. Demikianlah perempuan itu ditahirkan dr leleran darahnya. Itulah hukum tentang perempuan yg melahirkan anak laki2 atau anak perempuan. Tapi jika ia tdk mampu menyediakan seekor kambing atau domba, maka haruslah ia mengambil dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, yg seekor sbg korban bakaran dan yg seekor lagi sbg korban penghapus dosa, dan imam itu hrs mengadakan pendamaian bagi perempuan itu, maka tahirlah ia."

[Luk 2:22-24] Maria taat kpd hukum2 itu:
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hk.Taurat Musa,
mereka membawa Dia ke Yerusalem utk menyerahkan-Nya kpd Tuhan,
spt ada tertulis dlm hk.Tuhan: "Semua anak laki2 sulung hrs dikuduskan bagi Allah,"
dan utk mempersembahkan korban menurut apa yg difirmankan dlm hukum Tuhan,
yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

Semoga bisa kau jelaskan hal2 pentahiran Maria
Dan "Luk itu" bukan sbg payung hukum utk itu

Dan kukatakan juga tempo hari, sunat-Nya pun ecek2
Jika "Luk itu" benar dan jika sunat dianggap "merusak"

Salam Damai!
« Last Edit: May 27, 2020, 02:09:27 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
May 27, 2020, 05:41:36 PM
Reply #221
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5249
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote
Sederhananya:
Propaganda Kerajaan Allah tdk berlaku spt model Farisi lagi
Yaitu yg selalu menggunakan Hk.Taurat dan kitab para nabi
Sebab Yesus Kristus yg empunya Kerajaan Allah ialah bukti

Tidak kutangkap ketersambungannya. Bisa diperjelas?
Kuperjelas sbb:
Hk.Taurat dan kitab nabi2 (sbg propaganda berita Sorga) berlaku s/d zaman Yohanes (saja);
setelah itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap org menggagahinya berebut memasukinya.
Oala.
Begitu penjelasanmu.
Ya boleh juga.
Dengan tulisan @Maren Kitatau: Sebab Yesus Kristus yg empunya Kerajaan Allah ialah bukti, kesan awal yang kutangkap, bahwa Yesus Kristus sebagai bukti. Hal itu menimbulkan kerumitan dalam benakku,  karena di benakku, Yesus Kristus bukan sekedar bukti. Yesus Kristus adalah penggenapan nubuatan Perjanjian Lama tentang kedatangan Mesias.
Jika pesan yang hendak @Maren Kitatau sampaikan dengan penyederhanaan itu ialah Hk.Taurat dan kitab nabi2 sbg propaganda berita Sorga berlaku s/d zaman Yohanes saja; setelah itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap org menggagahinya berebut memasukinya, berterima di benakku.

Damai selalu tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
May 27, 2020, 09:13:17 PM
Reply #222
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5249
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Kubawa mari!
Mari kita kemon
Menari bolak-balik
Mencari yg menarik
Bahasan ini sudah tidak sesuai dengan judul trit, sebab tidak membahas ada atau tidak adanya “berlaku” di Luk 16:16.

Intinya, kau kurang berminat mencermati kisah masa lalu
Mungkin lebih berminat bagai mana menjarah masa depan
Alasanmu [Luk 16:16], dan [Yoh 16:12] adalah payung hukum
@Maren Kitatau benar dalam hal @Sotardugur Parreva kurang tertarik mencermati masa lalu. Masa itu sudah lalu.

Tentang tudinganmu @Sotardugur Parreva berminat menjarah masa depan, apa maksudnya? @Maren Kitatau mengerti dengan apa yang kau tulis, bukan? Atau, @Maren Kitatau hanya menulis saja meski tidak mengerti arti? Seperti mendengar dengan mata, melihat dengan telinga?

Sudah banyak yg kutudingkan kata ecek2 kpd-mu
Tanggapanmu yg apostolik masih terus ku-tunggu2
Di sini sedikit bebas kita men-cari2 penunjuangnya
@Maren Kitatau menunggu penjelasan tentang apostolik? Apa yang ingin kau ketahui dari apostolik?
@Maren Kitatau mengerti bahwa apostolik terkait dengan apostel, tidak? Apostel itu rasul. Apostolik itu ialah hal-hal yang berhubungan dengan atau berdasarkan ajaran para rasul.

Ya!
Mari kita diskusikan satu per satu, biar enak
Di sini ruang cukup luas utk me-nari2 sekilas
Kilas balik ke masa lalu pun ke tomorrow today
@Maren Kitatau merdeka hendak menulis apa saja di sini. Masalahnya, relevankah kepada judul? Jika tidak relevan, diistilahkan dengan out of topic alias OOT.

[Yoh 16:21] Kata Yesus:
Seorang perempuan berdukacita pd saat ia melahirkan, tapi
sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi penderitaannya,
karena kegembiraan bw seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

Apakah Maria tidak berdukacita saat melahirkan Yesus?
Menurutmu, "tidak", sebab lahir ajaib tdk merusak apa2

Dan apakah Maria tdk melakukan pentahiran ala Yahudi?
Menurutmu, "tidak", sebab tdk ada leleran darah dr Maria
Maria tidak berdukacita melahirkan Yesus. Sejak Maria menjawab malaikat Gabriel, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu," Maria sudah siap menanggung konsekuensi kebersediaannya. Hanya orang yang tidak percaya Tuhan saja menduga Maria berdukacita melahirkan Yesus. Maria merasa "sakit" selama mengandung, apalagi menjelang masa persalinan, mungkin. Sebab, dengan kandungan yang sudah menjelang kelahiran, pasti menghambat gerakan-gerakan ibu hamil. Maria pasti tidak berdukacita, karena kesiapannya sudah dikatakan kepada Malaikat Gabriel.

Dan tentang kelahiran Yesus, tidak kutemukan catatan Alkitab menjelaskan detik demi detik. Di Injil Matius, perikop Kelahiran Yesus Kristus (Mat 1:18-25) tidak kutemukan informasi Maria sakit apalagi berdukacita melahirkan Yesus. Di Injil Markus, kisah Yesus dimulai dari pembaptisanNya, tidak mengisahkan detil kelahiran Yesus. Di Injil Lukas lebih panjang cerita sebelum kelahiran Yesus, berpuncak pada perikop Kelahiran Yesus (Luk 2:1-7), tidak ada informasi mengatakan bahwa Maria sakit atau berdukacita saat melahirkan Yesus. Di Injil Yohanes tertulis Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Tidak bicara tentang sakit apalagi dukacita.

Menurut pendapatku, Yoh 16:21 tidak berlaku untuk Maria, sebab, sebelum mengandung Yesus, Maria sudah menjawab Malaikat Gabriel. Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Walaupun Maria belum mengetahui bagaimana beratnya penderitaan seorang ibu ketika melahirkan anak, tetapi karena Maria percaya pada Tuhan yang tidak akan memberikan beban yang tidak dapat diembannya, Maria siap melakukan tugas melahirkan Yesus.

SAMBUNGIN
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
May 27, 2020, 09:21:48 PM
Reply #223
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5249
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
SAMBUNGAN

Hukum Musa [Ima 12:6-8]
Bila sudah genap hari2 pentahirannya, maka utk anak laki2 atau anak perempuan haruslah dibawanya seekor domba berumur setahun sbg korban bakaran dan seekor anak burung merpati atau burung tekukur sbg korban penghapus dosa ke pintu Kemah Pertemuan, dgn menyerahkannya kpd imam. Imam itu hrs mempersembahkannya ke hadapan TUHAN dan mengadakan pendamaian bagi perempuan itu. Demikianlah perempuan itu ditahirkan dr leleran darahnya. Itulah hukum tentang perempuan yg melahirkan anak laki2 atau anak perempuan. Tapi jika ia tdk mampu menyediakan seekor kambing atau domba, maka haruslah ia mengambil dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, yg seekor sbg korban bakaran dan yg seekor lagi sbg korban penghapus dosa, dan imam itu hrs mengadakan pendamaian bagi perempuan itu, maka tahirlah ia."
Dengan tidak adanya catatan detik demi detik proses kelahiran Yesus Kristus, tidak kutemukan informasi adanya leleran darah Maria saat melahirkan Yesus. Maria menyusui Yesus, benar, tersirat di Injil (Luk 11:27), dan dari catatan Ignatius, murid dari rasul Yohanes.

[Luk 2:22-24] Maria taat kpd hukum2 itu:
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hk.Taurat Musa,
mereka membawa Dia ke Yerusalem utk menyerahkan-Nya kpd Tuhan,
spt ada tertulis dlm hk.Tuhan: "Semua anak laki2 sulung hrs dikuduskan bagi Allah,"
dan utk mempersembahkan korban menurut apa yg difirmankan dlm hukum Tuhan,
yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
Tidak kutemukan adanya lelerah darah di Injil Lukas.
Maria melaksanakan pentahiran, benar, tetapi bukan karena adanya leleran darah ketika melahirkan Yesus, melainkan untuk menuruti Hukum Taurat.

Semoga bisa kau jelaskan hal2 pentahiran Maria
Dan "Luk itu" bukan sbg payung hukum utk itu
Semoga penjelasan di atas cukup memadai dan berterima di nalarmu.

Dan kukatakan juga tempo hari, sunat-Nya pun ecek2
Jika "Luk itu" benar dan jika sunat dianggap "merusak"
Sunat Yesus?
Kenapa ecek-ecek?
Yesus benar-benar disunat, dan penyunatan Yesus tidak merusak apa-apa pada diri Maria. Penyunatan Yesus ialah membuang kulit khatanNya, karena sebelum berusia 30 tahun, Dia takluk kepada Hukum Taurat untuk dapat menggenapinya. Dengan menjalani seluruh apa yang ditetapkan dalam Hukum Taurat, termasuk penyalibanNya, Yesus menggenapi Hukum Taurat dan kitab para nabi.

Catatan: pembahasan ini sudah tidak menunjang trit sesuai judulnya.

Damai selalu tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
May 28, 2020, 12:26:45 AM
Reply #224
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3434
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
[Yoh 16:21 (TB)] Kata Yesus:
Seorang perempuan berdukacita pd saat ia melahirkan, tapi
sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi penderitaannya,
karena kegembiraan bw seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

[Yoh 16:21 (AYT)] Ketika seorang perempuan melahirkan, ia menderita
karena waktunya utk melahirkan sudah tiba; tetapi sesudah anaknya lahir, ia lupa
penderitaannya yg berat karena sukacita bw seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.


Maria tidak berdukacita melahirkan Yesus. (apa Maria bukan perempuan?)

Apakah bisa seseorang berbahagia, jika ia tidak pernah berduka?
Andai ada org yg tidak “diijinkan” sengsara, apakah bisa ia ketawa?
Yg tak mengenal sengsara tak mungkin kenal bahagia, itu spt boneka!

Paulus pun menulis:
Sebab kita tahu, bw sampai sekarang segala makhluk sama2 mengeluh
dan sama2 merasa sakit bersalin.[Rm 8:22] (apa Maria bukan mahluk?)


Maria merasa "sakit" selama mengandung, apalagi menjelang masa persalinan, mungkin.
Sebab, dengan kandungan yang sudah menjelang kelahiran, pasti menghambat gerakan-gerakan ibu hamil.
---
Itu pasti, Bro, bukan mungkin.
Apalah kontribusi Maria jika hal itu tak bisa?
Anak Manusia lebih sengsara dr semuanya itu
Kita pun hrs mau sangkal diri dan memikul salib


Maria pasti tidak berdukacita, karena kesiapannya sudah dikatakan kepada Malaikat Gabriel.
---
Apa ayat2 itu ecek2?
[Yoh 16:21] dan [Rm 8:22]
Atau itu tdk berlaku bagi Maria?


Menurut pendapatku, Yoh 16:21 tidak berlaku untuk Maria, sebab, sebelum mengandung Yesus, Maria sudah menjawab Malaikat Gabriel. Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."
---
Tidak berlaku sebab kesungguhannya?
Kesungguhan Maria tak sebanding dgn kesungguhan Yesus
Sejauh mereka adalah manusia tentu tidak luput dr sengsara
Apa Maria bukan manusia, bukan perempuan, bukan mahluk?


Walaupun Maria belum mengetahui bagaimana beratnya penderitaan seorang ibu ketika melahirkan anak, tetapi karena Maria percaya pada Tuhan yang tidak akan memberikan beban yang tidak dapat diembannya, Maria siap melakukan tugas melahirkan Yesus.
---
Bagi Anak Manusia
Seberat apa pun penderitaan itu Dia hrs pikul
Maria tdk berkontribusi apa2 jika menghindari derita
Maria tdk akan berbahagia jika tidak kuat akan deritanya

Hal itu berlaku utk semua kita di dunia ini, itu akibat dosa
Kita hrs belajar dr Yesus Kristus utk memikul beban berat
Marilah kpd-Ku, semua yg letih lesu dan berbeban berat,
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
[Mat 11:28]

Salam Damai!


Alkitab Hari Ini - 28 Mei 2020
Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dlm seluruh kebenaran;
sebab Ia tidak akan ber-kata2 dr diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yg didengar-Nya itulah yg
akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kpd-mu hal2 yg akan datang - Yohanes 16:13
« Last Edit: May 28, 2020, 12:39:54 AM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
May 28, 2020, 02:03:55 PM
Reply #225
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5249
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
[Yoh 16:21 (TB)] Kata Yesus:
Seorang perempuan berdukacita pd saat ia melahirkan, tapi
sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi penderitaannya,
karena kegembiraan bw seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

[Yoh 16:21 (AYT)] Ketika seorang perempuan melahirkan, ia menderita
karena waktunya utk melahirkan sudah tiba; tetapi sesudah anaknya lahir, ia lupa
penderitaannya yg berat karena sukacita bw seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

Quote
Maria tidak berdukacita melahirkan Yesus. (apa Maria bukan perempuan?)
Maria adalah seorang perempuan yang sebelum melahirkan Yesus sudah mengatakan kepada Malaikat Gabriel, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Dengan mengatakan seperti itu, berarti Maria siap menanggung semua konsekuensi dari tugas melahirkan Yesus.

Selanjutnya, kupikir, perlu membedakan “berdukacita” dari “menderita” atau “sakit”.
berdukacita/ber·du·ka·ci·ta/ v bersusah hati; bersedih hati
menderita/men·de·ri·ta/ v menanggung sesuatu yang tidak menyenangkan:
sakit/sa·kit/ a berasa tidak nyaman di tubuh atau bagian tubuh karena menderita sesuatu (demam, sakit perut, dan sebagainya):

Dari ketiga hal itu (berdukacita, menderita, sakit), menurut pendapatku, Maria pada proses melahirkan Yesus mengalami  “menderita” atau “sakit”, tetapi Maria bukan “berdukacita”, karena Maria sudah siap mengemban tugas melahirkan Yesus.

Apakah bisa seseorang berbahagia, jika ia tidak pernah berduka?
Andai ada org yg tidak “diijinkan” sengsara, apakah bisa ia ketawa?
Yg tak mengenal sengsara tak mungkin kenal bahagia, itu spt boneka!

Paulus pun menulis:
Sebab kita tahu, bw sampai sekarang segala makhluk sama2 mengeluh
dan sama2 merasa sakit bersalin.[Rm 8:22] (apa Maria bukan mahluk?)
Maria itu mahluk.
Dia mengalami penderitaan, dia mengalami kebahagiaan.

Pada tulisan @Maren Kitatau terkutip di atas, ternyata tidak menggunakan kata “berdukacita”. Menurut pendapatku, itu menandakan bahwa pemaknaan @Maren Kitatau sudah menangkap, sedikitnya merasakan beda antara“berdukacita” dengan “menderita” dengan “sakit”.  Dan, saat Maria melahirkan Yesus, Maria tidak berdukacita tetapi dia menderita, dia merasa sakit.

Maria merasa "sakit" selama mengandung, apalagi menjelang masa persalinan, mungkin.
Sebab, dengan kandungan yang sudah menjelang kelahiran, pasti menghambat gerakan-gerakan ibu hamil.
---
Itu pasti, Bro, bukan mungkin.
Apalah kontribusi Maria jika hal itu tak bisa?
Anak Manusia lebih sengsara dr semuanya itu
Kita pun hrs mau sangkal diri dan memikul salib
Hmmm… @Maren Kitatau salah menangkap maksudku menulis “mungkin”. Kata itu kugunakan untuk membedakan “rasa sakit” yang dialami oleh Maria sejak permulaan hamil sampai pada saat melahirkan. Bahwa pada awal hamil, Maria atau perempuan manapun, tidak merasa ada perubahan dalam dirinya. Dengan berjalannya waktu, kehamilan semakin membesar, akan merasa sakit dan makin sakit, semakin berat.
Nah, kata “mungkin” itu kugunakan untuk menduga perbedaan “tingkat sakit atau berat” sejak awal kehamilan sampai pada masa melahirkan. Kumaksud, “Mungkin tingkat sakit atau berat yang dirasakan perempuan hamil akan bertambah sebanding dengan bertambahnya usia kehamilan”.

SAMBUNGIN
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
May 28, 2020, 02:07:01 PM
Reply #226
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5249
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
SAMBUNGAN

Maria pasti tidak berdukacita, karena kesiapannya sudah dikatakan kepada Malaikat Gabriel.
---
Apa ayat2 itu ecek2?
[Yoh 16:21] dan [Rm 8:22]
Atau itu tdk berlaku bagi Maria?
Ayat itu tidak ecek-ecek. Ayat itu adalah Bahasa untuk menggambarkan apa yang hendak disampaikan kepada manusia. Apakah bahasa atau kata-kata yang digunakan menggambarkan pesan untuk disampaikan kepada manusia itu sudah identik tepat?

Menurut pendapatku, setelah kusampaikan arti dukacita, menderita, dan sakit sebelum ini, maka untuk Maria, kata “berdukacita” pada Yoh 16:21 tidak berlaku, karena Maria sudah menyatakan siap melaksanakan tugas melahirkan Yesus. Tentang Rom 8:22, @Sotardugur Parreva setuju, ya dan amin.

Menurut pendapatku, Yoh 16:21 tidak berlaku untuk Maria, sebab, sebelum mengandung Yesus, Maria sudah menjawab Malaikat Gabriel. Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."
---
Tidak berlaku sebab kesungguhannya?
Kesungguhan Maria tak sebanding dgn kesungguhan Yesus
Sejauh mereka adalah manusia tentu tidak luput dr sengsara
Apa Maria bukan manusia, bukan perempuan, bukan mahluk?
Maria menderita, atau merasa sakit ketika melahirkan Yesus, @Sotardugur Parreva setuju.
Maria berdukacita ketika melahirkan Yesus, @Sotardugur Parreva tolak. Karena Maria sudah mengatakan dirinya adalah hamba Tuhan yang siap melaksanakan perkataan Tuhan. Kesiapan itu menghindarkan diri Maria dari berdukacita. Maria merasa tidak nyaman, benar. Bukan berdukacita.

Walaupun Maria belum mengetahui bagaimana beratnya penderitaan seorang ibu ketika melahirkan anak, tetapi karena Maria percaya pada Tuhan yang tidak akan memberikan beban yang tidak dapat diembannya, Maria siap melakukan tugas melahirkan Yesus.
---
Bagi Anak Manusia
Seberat apa pun penderitaan itu Dia hrs pikul
Maria tdk berkontribusi apa2 jika menghindari derita
Maria tdk akan berbahagia jika tidak kuat akan deritanya

Hal itu berlaku utk semua kita di dunia ini, itu akibat dosa
Kita hrs belajar dr Yesus Kristus utk memikul beban berat
Marilah kpd-Ku, semua yg letih lesu dan berbeban berat,
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
[Mat 11:28]
Pada saat melahirkan Yesus, Maria merasa menderita, benar.
Maria merasa sakit, benar.
Maria merasa tidak nyaman, benar.
Maria berdukacita, kutolak.

Damai selalu tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
May 29, 2020, 12:09:14 AM
Reply #227
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3434
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Pada tulisan @Maren Kitatau terkutip di atas, ternyata tidak menggunakan kata “berdukacita”.
Menurut pendapatku, itu menandakan bahwa pemaknaan @Maren Kitatau sudah menangkap,
sedikitnya merasakan beda antara“berdukacita” dengan “menderita” dengan “sakit”.
Selanjutnya, kupikir, perlu membedakan “berdukacita” dari “menderita” atau “sakit”.

Terpikir juga antonim kata2 itu: "bersukacita" beda dr "bergembira" atau "sembuh"
Atau barang kali penterjemah ayat itu bukan perempuan yg baru melahirkan anak pertamanya
Atau penulis ingin menkontraskan koneksi dukacita kematian-Nya dgn sukacita kebangkitan-Nya
Atau kita bisa coba menggunakan alam pikiran Yunani dalam menggambarkan hal2 tsb.

[Yoh 16:21 (TB)] Kata Yesus:
Seorang perempuan berdukacita <3077> pd saat ia melahirkan, tapi
sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi penderitaannya,
karena kegembiraan <5479> bw seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

[Yoh 16:21 (AYT)] Ketika seorang perempuan melahirkan, ia menderita <3077>
karena waktunya utk melahirkan sudah tiba; tetapi sesudah anaknya lahir, ia lupa
penderitaannya yg berat karena sukacita <5479> bw seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

(TB): "berdukacita" x "kegembiraan"
AYT: "menderita" x "sukacita"
Leksikon Yunani 3077 x 5479

3077 = lupe (loo'-pay)
Dlm AV = sorrow 11, heaviness 2, grievous 1, grudging 1, grief 1
Definisi:   
 1) sorrow, pain, grief, annoyance, affliction
    1a) of persons mourning ("ngedumel")


5479 = chara (khar-ah')
Dlm AV:   joy 51, gladness 3, joyful 1, joyous 1, joyfulness 1, joyfully 1, greatly 1
Definisi:   
 1) joy, gladness
    1a) the joy received from you
    1b) the cause or occasion of joy
        1b1) of persons who are one's joy


Kita merdeka utk mempertukarkan kata2 yg pas menurut diri
Tapi kita tak merdeka mengatakan Yoh 16:21 tdk belaku bagi Maria
Sebab hanya yg mampu bermegah dlm sengsara yg pantas berbahagia

Salam Damai!
« Last Edit: May 29, 2020, 12:15:27 AM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
May 29, 2020, 03:53:21 PM
Reply #228
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5249
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Setuju.
Kita merdeka juga hendak menerima atau menolak penjelasan partisipan lain, sepanjang kita mengerti apa yang kita tulis, dan kita menulis hal yang kita mengerti.

Trit ini membahas dengan ada atau tidak adanya kata "berlaku" di Luk 16:16.

Damai selalu tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahter.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
May 30, 2020, 12:42:26 AM
Reply #229
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3434
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Tidak kutemukan adanya lelerah darah di Injil Lukas. (utk apa men-cari2 leleran di situ, Bro?)
---
Tidak ada leleran darah berarti tdk ada kerusakan, gitu.
Konsekwensi logisnya tdk ada sengsara saat melahirkan-Nya
So, tdk perlu berjuang dlm sengsara, mungkin tdk perlu bahagia
Maka lagi2 terpaksa hrs mengabaikan perkataan Yesus [Yoh 16:21]


Maria melaksanakan pentahiran, benar, tetapi bukan karena adanya leleran
darah ketika melahirkan Yesus, (lalu tahir dr apa, jika bukan dr darah nifas?)
---
Jika pentahiran adalah pembersihan diri dr hal2 yg najis, lalu dr apa Maria menjadi tahir?
Dr darah menstruasi, dr darah nifas, dr penyakit menular/"kusta", dr menyentuh mayat?
Kalau kita tdk dpt menduganya berarti pentahirannya itu ecek2 atau darah-nya yg ecek2
Berarti secara alami Maria tdk melahirkan apa2, secara rohani Yesus dpt lahir di hati


melainkan untuk menuruti Hukum Taurat.
---
Manusia hrs menuruti hk.alam lebih dahulu, baru hk.Taurat kemudian
Kuasa alam itu adalah pasti, dr situ timbul jurusan IPA, Ilmu Pasti Alam

Maria manusia saat itu, masih napak, belum roh, pasti taat pd kuasa alam
Yesus pun taat pd hukum alam, masakkan Maria tidak?

Yg dpt mengabaikan kuasa alam hanyalah kuasa roh, Roh Allah dan roh2 jahat
Maka semua yg ajaib yg berasal dr Allah pasti Dia beberkan maksud dan tujuannya
Hanya keajaiban dr roh2 jahat yg diem2 membetuk hati manusia ber-bunga2 duniawi

Maka kita hrs hati2 kpd hal2 yg ajaib, hal2 yg mengabaikan hukum
Sebab iman bukan muncul dr mata yg men-cari2 dan menemukan
Melainkan iman datang dari telinga yg mendengarkan suara-Nya..

Salam Damai!
« Last Edit: May 30, 2020, 10:18:28 AM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)