Author Topic: Lukas 16:16, kata "berlaku" yang sebenarnya tidak ada  (Read 6179 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 02, 2015, 02:55:46 PM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9134
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Ok, ok.
Karena tujuan hukum Taurat adalah membimbing dan menjaga manusia tetap pada jalurnya, yaitu:
1. mengasihi Tuhan dengan segenap jiwa;
2. mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri.
Ini pov saya.

POV saya juga begitu bro
karena itulah "rahasia" yang diajarkan Yesus kepada kita di jaman PB ini

Ibr 9:10
karena semuanya itu, di samping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan, hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan.


Ini yg saya maksud Henhen.

Hukum Taurat itu sifatnya memang rohani tp dia mengatur utk hidup insani.
Tak ada satupun peraturan di Taurat yg mengatur soal sorga/neroko.

Sekian lagi intermezzonya.

memang tak ada
peraturannya memang untuk mengatur hidup jasmani (meskipun mungkin juga ada tata cara ibadah ya)
namun Musa dan Paulus mengatakan hukum taurat adalah kehidupan
dan taurat jelas ada untuk maksud rohani, bukan sekedar jasmani
perkataan Musa yang menyuruh bangsa Israel untuk memilih kehidupan/kematian pun saya rasa harus diartikan secara rohani

maka jangan pandang taurat sebagai hukum yang tidak menyelamatkan seolah2 orang yang melakukannya akan berujung pada kematian
pada masanya, orang2 yang bersungguh hati melakukan taurat, akan mendapat kasih karunia di mata Tuhan

sekarang jaman kasih karunia
orang2 yang bersungguh hati menjalankan kasih karunia ujung2nya toh akan menjalankan perintah taurat (minus tata cara ibadah dan sejenisnya)
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
March 02, 2015, 03:17:29 PM
Reply #31
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6347
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
memang tak ada
peraturannya memang untuk mengatur hidup jasmani (meskipun mungkin juga ada tata cara ibadah ya)
namun Musa dan Paulus mengatakan hukum taurat adalah kehidupan
dan taurat jelas ada untuk maksud rohani, bukan sekedar jasmani
perkataan Musa yang menyuruh bangsa Israel untuk memilih kehidupan/kematian pun saya rasa harus diartikan secara rohani

maka jangan pandang taurat sebagai hukum yang tidak menyelamatkan seolah2 orang yang melakukannya akan berujung pada kematian
pada masanya, orang2 yang bersungguh hati melakukan taurat, akan mendapat kasih karunia di mata Tuhan

sekarang jaman kasih karunia
orang2 yang bersungguh hati menjalankan kasih karunia ujung2nya toh akan menjalankan perintah taurat (minus tata cara ibadah dan sejenisnya)

Wah...
Beda pandangan dg saya Bro...

Saya mengacu pd tulisan Paulus yg mngatakan bhw tidak seorangpun dibenarkan krn melaksanakan Taurat.

Jd prinsip yg saya yakini:
1. Taurat bsifat rohani dan siapa yg mampu mlaksanakan Taurat akan dibenarkan
2. Manusia bsifat daging shg tidak seorangpun mampu mlaksanakan Taurat
3. Krn poin 2, maka tidak seorangpun dibenarkan krn mlaksanakan Taurat (poin 2)
4. Untunglah, Taurat tidak mngatur sebab-akibat konsekuensi sorga/neraka
5. Maka itu skalipun Elia tidak dibenarkan oleh Taurat (krn Elia poin 2) tetapi Elia masih dianggap layak naik langsung ke sorga
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
March 02, 2015, 04:16:58 PM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1542
  • Denominasi: Gak tau dah...
4. Untunglah, Taurat tidak mngatur sebab-akibat konsekuensi sorga/neraka
Saya masih bingung dengan poin nomor empat.

Maksud saya begini:
Kan di dalam hukum Taurat, juga mengandung sanksi, termasuklah di dalamnya sanksi hukuman mati. Maka untuk orang yang mendapatkan hukuman mati, pada kenyataannya Tuhan masih memungkinkan dia untuk masuk ke dalam keselamatan. Benar begini, Om?
March 02, 2015, 04:40:48 PM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
...
Tak ada satupun peraturan di Taurat yg mengatur soal sorga/neroko.
Mat. 5:19-20   ...siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.



Tuhan Yesus berfirman demikian, so wa tafsirkan bhw;
1. Segala perintah di taurat itu berkaitan dgn soal sorga sbb yang ngasi taurat itu ALLAH alias [taurat = Firman Tuhan]
Kalo sekedar urusan jasmani (ie; maling ayam dihukum penjara setahun, kalo bunuh orang dihukum mati, ...)
==> tanpa tauratpun, manusia dgn conscience-nya sendiri dapat bikin undang2, peraturan2, tata tertib masyarakat untuk ketertiban umum, dll... ie; KUHP, dsb..
2. So nurut wa, Taurat itu levelnya Firman Tuhan (kebenaran absolut) yg bersifat rohani, kudus... Taurat itu bukan level KUHP yg gak ada hubungannya dgn keselamatan sorgawi sbb bukan FT, seolah2 yg ngasi Taurat itu bukan Allah melainkan sekedar karangannya Musa doang.

3. Kalo Tuhan Yesus sudah bilang "SESUNGGUHNYA..." maka ya "SESUNGGUHNYA..." titik. jangan sampe kita putar balikkan perkataannya TUHAN (LORD/MASTER) menjadi [SESUNGGUHNYA = TIDAK SUNGGUH DINK... ] sehingga kita menjadikan Ia sbg pendusta yg akibatnya buruk bagi kita sendiri sbb memfitnahNya.
4. dlm pandangan wa pribadi, bicara soal bobot... maka perkataan Yesus itu wa letakkan sbg landasan dan batu pijakan untuk menafsir perkataan2 para nabi dan para rasul.. sbb yang Allah itu Yesus, yang juru selamat itu Yesus.. sehingga misalnya jika wa menemukan kontradiksi antara [tulisan rasul A vs perkataan Yesus]... maka yang wa pegang erat sbg patokan itu adalah perkataan Yesus sambil mikir dan baca2 tulisan para bapa Gereja... bukan perkataan Yesus wa anggap kadaluarsa dan memilih mengimani hasil tafsiran wa sendiri atas tulisan rasul A yg mana, dgn logika sederhana; jika hasil tafsiran wa atas tulisan rasul A kontradiksi dgn perkataan Yesus.. maka hasil tafsiran wa atas tulisan rasul A itu SALAH... sebab para rasul para nabi itu hambanya Yesus yg tidak mungkin berani melampaui Yesus.. bahkan bagi mereka Yesus itu batu penjuru, batu karang, batu fondasi yg paling dasar.. makanya wa keki banget sama orang2 yg menganggap perkataan Yesus sudah kadaluarsa...
(poin 3 & 4 sekedar curhat, bukan dialamatkan pada kk siip)



Jadi maaf, wa gak setuju dgn statemen anda diatas yg berbunyi "Tak ada satupun peraturan di Taurat yg mengatur soal sorga."



« Last Edit: March 02, 2015, 05:31:37 PM by Seek d Truth »
Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
March 02, 2015, 06:27:18 PM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2614
Nanya dikit ya, Sob :
-- cut --
Roma 3:28
Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.

Kata manusia dalam ayat tersebut, berdasarkan pov ente, ada batasan-batasan waktunya tidak?
Bolehkan pertanyaan Anda dijelaskan lebih lanjut. Saya masih belum bisa menangkap maksud pertanyaan Pak Membayangi.
Karena gini Sob, Di perikop Rom 3:21-31 LAI-TB, Rasul Paulus memulainya dengan :
Quote
Rom 3:21 LAI-TB : Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,
Tetapi sekarang, jika mengacu pada keadaan waktu Rasul Paulus dan dikombinasikan dengan Rom 3:28, tentunya manusia di masa dimana Yesus Kristus telah disalib, naik ke surga dan peristiwa pantekosta. Selanjutnya,
Quote
Rom 3:22 LAI-TB : yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.
IMO, kata iman dalam Rom 3:28 itu pastilah mengacu pada iman dalam Yesus Kristus. Sepakat tidak? Nah, pada masa pra dan berlakunya hukum taurat, sebelum Yesus Kristus menyatakan diri, belum ada pantekosta, manusia yang "imannya dalam siapa"?
« Last Edit: March 02, 2015, 06:38:15 PM by shadowing »
March 02, 2015, 11:22:10 PM
Reply #35
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6347
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Mat. 5:19-20   ...siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.



Tuhan Yesus berfirman demikian, so wa tafsirkan bhw;
1. Segala perintah di taurat itu berkaitan dgn soal sorga sbb yang ngasi taurat itu ALLAH alias [taurat = Firman Tuhan]
Kalo sekedar urusan jasmani (ie; maling ayam dihukum penjara setahun, kalo bunuh orang dihukum mati, ...)
==> tanpa tauratpun, manusia dgn conscience-nya sendiri dapat bikin undang2, peraturan2, tata tertib masyarakat untuk ketertiban umum, dll... ie; KUHP, dsb..
2. So nurut wa, Taurat itu levelnya Firman Tuhan (kebenaran absolut) yg bersifat rohani, kudus... Taurat itu bukan level KUHP yg gak ada hubungannya dgn keselamatan sorgawi sbb bukan FT, seolah2 yg ngasi Taurat itu bukan Allah melainkan sekedar karangannya Musa doang.

3. Kalo Tuhan Yesus sudah bilang "SESUNGGUHNYA..." maka ya "SESUNGGUHNYA..." titik. jangan sampe kita putar balikkan perkataannya TUHAN (LORD/MASTER) menjadi [SESUNGGUHNYA = TIDAK SUNGGUH DINK... ] sehingga kita menjadikan Ia sbg pendusta yg akibatnya buruk bagi kita sendiri sbb memfitnahNya.
4. dlm pandangan wa pribadi, bicara soal bobot... maka perkataan Yesus itu wa letakkan sbg landasan dan batu pijakan untuk menafsir perkataan2 para nabi dan para rasul.. sbb yang Allah itu Yesus, yang juru selamat itu Yesus.. sehingga misalnya jika wa menemukan kontradiksi antara [tulisan rasul A vs perkataan Yesus]... maka yang wa pegang erat sbg patokan itu adalah perkataan Yesus sambil mikir dan baca2 tulisan para bapa Gereja... bukan perkataan Yesus wa anggap kadaluarsa dan memilih mengimani hasil tafsiran wa sendiri atas tulisan rasul A yg mana, dgn logika sederhana; jika hasil tafsiran wa atas tulisan rasul A kontradiksi dgn perkataan Yesus.. maka hasil tafsiran wa atas tulisan rasul A itu SALAH... sebab para rasul para nabi itu hambanya Yesus yg tidak mungkin berani melampaui Yesus.. bahkan bagi mereka Yesus itu batu penjuru, batu karang, batu fondasi yg paling dasar.. makanya wa keki banget sama orang2 yg menganggap perkataan Yesus sudah kadaluarsa...
(poin 3 & 4 sekedar curhat, bukan dialamatkan pada kk siip)



Jadi maaf, wa gak setuju dgn statemen anda diatas yg berbunyi "Tak ada satupun peraturan di Taurat yg mengatur soal sorga."





Sobat,
Seingat saya taurat itu 613 aturan kan?

Adakah soal sorga neroko di 613 aturan itu?
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
March 02, 2015, 11:27:02 PM
Reply #36
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6347
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Saya masih bingung dengan poin nomor empat.

Maksud saya begini:
Kan di dalam hukum Taurat, juga mengandung sanksi, termasuklah di dalamnya sanksi hukuman mati. Maka untuk orang yang mendapatkan hukuman mati, pada kenyataannya Tuhan masih memungkinkan dia untuk masuk ke dalam keselamatan. Benar begini, Om?


Mnrt saya bgitu.

Patokan kselamatan adl karya Kristus.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
March 03, 2015, 01:07:45 AM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1542
  • Denominasi: Gak tau dah...
IMO, kata iman dalam Rom 3:28 itu pastilah mengacu pada iman dalam Yesus Kristus. Sepakat tidak? Nah, pada masa pra dan berlakunya hukum taurat, sebelum Yesus Kristus menyatakan diri, belum ada pantekosta, manusia yang "imannya dalam siapa"?
Ok, ok. saya mengerti sekarang.
Pada masa hukum Taurat, iman tertuju kepada Alllahnya Abraham, Ishak dan Yakub, Allah orang Israel. Kan pada masa tersebut, kayaknya manusia secara umum menganggap bahwa ada banyak allah.

Tapi bingung juga ya pada masa pra Taurat, terutama sesudah peristiwa menara Babel. Soalnya pada peristiwa menara Babel, menurut pendapat saya manusia masih memiliki kesadaran bahwa hanya ada satu Allah. Dari menara Babel sampai Abraham bagaimana ya? Saya coba-coba baca ulang dulu, Pak shadowing.

Nanya dikit ya, Sob :Kata manusia dalam ayat tersebut, berdasarkan pov ente, ada batasan-batasan waktunya tidak?
Kelupaan menjawab pertanyaan utama. Maka  batas waktunya adalah sejak manusia jatuh ke dalam dosa, sampai seluruh manusia beriman dikumpulkan Tuhan di Sorga (bumi lenyap). Inilah batas waktunya. Tapi kalau masalah akhir zaman, jangan tanya-tanya ah. Saya belum mengerti dan belum mau mengerti. Misalnya apakah pada masa antikris, manusia masih dapat beriman? Wah, tidak tahu.
« Last Edit: March 03, 2015, 01:29:44 AM by mrt_bla »
March 03, 2015, 06:55:03 AM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9134
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Wah...
Beda pandangan dg saya Bro...

Saya mengacu pd tulisan Paulus yg mngatakan bhw tidak seorangpun dibenarkan krn melaksanakan Taurat.

Jd prinsip yg saya yakini:
1. Taurat bsifat rohani dan siapa yg mampu mlaksanakan Taurat akan dibenarkan
2. Manusia bsifat daging shg tidak seorangpun mampu mlaksanakan Taurat
3. Krn poin 2, maka tidak seorangpun dibenarkan krn mlaksanakan Taurat (poin 2)
4. Untunglah, Taurat tidak mngatur sebab-akibat konsekuensi sorga/neraka
5. Maka itu skalipun Elia tidak dibenarkan oleh Taurat (krn Elia poin 2) tetapi Elia masih dianggap layak naik langsung ke sorga

no problemo om

kalau kita sama terus kayak robot dong :)
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
March 03, 2015, 07:53:49 AM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
Sobat,
Seingat saya taurat itu 613 aturan kan?

Adakah soal sorga neroko di 613 aturan itu?
Mat. 5:19   ...segala perintah-perintah hukum Taurat,...Kerajaan Sorga.

Mat. 5:19   ...siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

merah + ijo terpenuhi, biru teraplikasi.
ijo berkaitan dgn biru.


Sedangkan mengenai leterek kata "sorga/neraka" tertulis pada leterek 613 perintah, setau wa gak ada.
Lah wong leterek kata "neraka" saja pertama kali tertulis dlm alkitab 66 jilid terjemahan bahasa indo itu pada Mat 5:22 (PB) kok....
Apakah krn di PL tidak tertulis leterek kata "neraka", maka seluruh orang2 PL yg memperkosa TauratNya, dan menajiskan hal-hal yang kudus bagi-Nya, tidak membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, tidak mengajarkan perbedaan yang najis dengan yang tahir, menutup mata terhadap hari-hari SabatNya. Demikianlah Dia dinajiskan di tengah-tengah mereka ==> tidak ada konsekwensi neraka ?



Wah...
Beda pandangan dg saya Bro...

Saya mengacu pd tulisan Paulus yg mngatakan bhw tidak seorangpun dibenarkan krn melaksanakan Taurat.

Jd prinsip yg saya yakini:
1. Taurat bsifat rohani dan siapa yg mampu mlaksanakan Taurat akan dibenarkan
2. Manusia bsifat daging shg tidak seorangpun mampu mlaksanakan Taurat
3. Krn poin 2, maka tidak seorangpun dibenarkan krn mlaksanakan Taurat (poin 2)
4. Untunglah, Taurat tidak mngatur sebab-akibat konsekuensi sorga/neraka
5. Maka itu skalipun Elia tidak dibenarkan oleh Taurat (krn Elia poin 2) tetapi Elia masih dianggap layak naik langsung ke sorga
Kok cuman Elia ?

Kan prinsip yg anda yakini:
1. Taurat bsifat rohani dan siapa yg mampu mlaksanakan Taurat akan dibenarkan
2. Manusia bsifat daging shg tidak seorangpun mampu mlaksanakan Taurat
3. Krn poin 2, maka tidak seorangpun dibenarkan krn mlaksanakan Taurat (poin 2)
4. Untunglah, Taurat tidak mngatur sebab-akibat konsekuensi sorga/neraka
5. Maka itu skalipun Elia tidak dibenarkan oleh Taurat (krn Elia poin 2) tetapi Elia masih dianggap layak naik langsung ke sorga

Dgn kata lain, berdasar premis 4, konsistensinya; seluruh orang2 PL yg memperkosa TauratNya, dan menajiskan hal-hal yang kudus bagi-Nya, tidak membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, tidak mengajarkan perbedaan yang najis dengan yang tahir, menutup mata terhadap hari-hari SabatNya. Demikianlah Dia dinajiskan di tengah-tengah mereka ==> tidak ada konsekwensi neraka dong ?

Toh antara elia dan org2 bejad PL tiada beda, sama2 tidak dibenarkan krn melaksanakan taurat... sama2 orang yg mau ngelakuin taurat kek, mau perkosa hukum2Nya kek, konsekwensinya cuman jasmaniah sewaktu hidup doang, gak ada konsekwensi sebab-akibat sorga/neraka ?

So, seluruh orang2 PL baik yg bejad maupun yg saleh = OSAS yaaa ?


IMO:
Yesus Kristus adalah Firman Allah yang hidup.
Yesus Kristus sudah ada sebelum dunia ini ada, Yesus Kristus sebagai manusia baru dikenal mulai masa Perjanjian Baru.

Hanya orang yang beriman dan imannya manifest dlm perbuatan, sikap, hati untuk patuh pada Firman Tuhan menjadi pelaku firmanlah yang masuk surga.... baik jaman PB maupun jaman PL.

jaman sebelum PB, Hanya orang yang patuh pada Firman Tuhan yang masuk surga.
jaman setelah perjanjian lama Hanya orang yang menerima Yesus (Firman Tuhan yang hidup) yang masuk surga.

Dan taurat itu Firman Tuhan bagi jemaah yakub (israelite) jaman PL yg wajib dipatuhi mereka dan ada konsekwensi sebab-akibat sorga/neraka sebagaimana Yesus telah berfirman pada ayat Mat. 5:19 dimana hukum Taurat berkaitan dgn kerajaan sorga.

« Last Edit: March 03, 2015, 08:25:06 AM by Seek d Truth »
Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)