Author Topic: Salam Bahagia pertanyaan mengenai dasar iman Katolik  (Read 3136 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 17, 2015, 10:57:53 AM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 43
  • Denominasi: Kharismatik
Salam bahagia
Pertama-tama thread ini saya olah ditujukan untuk berdiskusi dengan sesama Kristen dan tidak bertujuan untuk menjelekkan atau menyinggung agama Katolik

Pertama-tama, saya adalah seorang pengikut Kristus yang menikah dengan seorang penganut agama Katolik. Ketika menikah, saya menolak untuk melakukan ritual doa di goa Maria karena itu bertentangan dengan iman saya walaupun saya tidak keberatan menikah di gereja Katolik (untung lah Romo nya termasuk orang yang open minded).

Setelah berapa bulan saya jalanin kehidupan rumah tangga ini dengan istri saya yang Katolik, saya mendapatkan beberapa hal dari agama Katolik yang menurut saya tidak ada dasarnya dari alkitab. Kebetulan mertua saya termasuk orang yang cukup taat beribadah secara Katolik (walaupun istri saya keliatan nya tidak begitu 100% yakin) dan saya sering berdiskusi dan berdebat dengan dia mengenai iman Katolik

Pertama, yang saya tidak bisa menerima adalah dasar berdoa kepada Bunda Maria. Bukankah ini sudah menjurus ke penyembahan ke orang mati. Di dalam diskusi saya dengan mertua, dia sama sekali tidak bisa memberikan dasar ayat alkitab nya tetapi dia bersikeras kabarnya Maria juga diangkat ke sorga. Apakah itu benar secara alkitabiah? Karena saya tidak dapat menemukan nya sama sekali dasar nya di alkitab mengenai doa kepada Maria dan Maria terangkat ke sorga

Kedua, saya adalah seorang chinese. Kebetulan saya memiliki tradisi mendoakan leluhur yang sudah meninggal. Saya tidak keberatan memegang hio tetapi ketika berdoa, yang saya doakan adalah orang-orang hidup nya. Dan saya juga tidak mau menunduk dihadapan foto orang meninggal tersebut. Menurut mertua saya, di Katolik itu bukan meminta petunjuk, tetapi lebih mendoakan agar Tuhan mau mengampunin dan memberikan kesempatan lebih lagi agar yang meninggal lebih diterima di Sorga. Yang menurut saya, itu malah menjurus ke penyembahan berhala secara tersirat. Karena ini hal yang sensitif, saya tidak membicarakannya lebih lanjut. Dan kebetulan saya berupaya mencari-cari dasarnya di Alkitab yang tidak saya temukan mengenai mendoakan orang yang sudah mati agar diterima Tuhan di sorga, karena yang saya ketahui orang yang mati itu tidak perlu lagi didoakan karena roh nya sudah kembali kepada Bapa.


Saya beberapa kali ke gereja katolik dan membaca alkitab mereka, tetapi tetap saja tidak menemukan dasar yang kuat dari alkitab mengenai dua hal ini. Apakah yang menjadi dasar iman untuk dua hal ini? Dan darimana kah kedua hal ini berasal.

Karena saya tahu ini hal yang cukup sensitive, jika diskusi di kemudian hari menjadi tidak menentu, akan saya minta admin langsung menutup thread ini terima kasih
March 17, 2015, 11:04:35 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11835
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Salam bahagia
Pertama-tama thread ini saya olah ditujukan untuk berdiskusi dengan sesama Kristen dan tidak bertujuan untuk menjelekkan atau menyinggung agama Katolik

Pertama-tama, saya adalah seorang pengikut Kristus yang menikah dengan seorang penganut agama Katolik. Ketika menikah, saya menolak untuk melakukan ritual doa di goa Maria karena itu bertentangan dengan iman saya walaupun saya tidak keberatan menikah di gereja Katolik (untung lah Romo nya termasuk orang yang open minded).

Setelah berapa bulan saya jalanin kehidupan rumah tangga ini dengan istri saya yang Katolik, saya mendapatkan beberapa hal dari agama Katolik yang menurut saya tidak ada dasarnya dari alkitab. Kebetulan mertua saya termasuk orang yang cukup taat beribadah secara Katolik (walaupun istri saya keliatan nya tidak begitu 100% yakin) dan saya sering berdiskusi dan berdebat dengan dia mengenai iman Katolik

Pertama, yang saya tidak bisa menerima adalah dasar berdoa kepada Bunda Maria. Bukankah ini sudah menjurus ke penyembahan ke orang mati. Di dalam diskusi saya dengan mertua, dia sama sekali tidak bisa memberikan dasar ayat alkitab nya tetapi dia bersikeras kabarnya Maria juga diangkat ke sorga. Apakah itu benar secara alkitabiah? Karena saya tidak dapat menemukan nya sama sekali dasar nya di alkitab mengenai doa kepada Maria dan Maria terangkat ke sorga

Kedua, saya adalah seorang chinese. Kebetulan saya memiliki tradisi mendoakan leluhur yang sudah meninggal. Saya tidak keberatan memegang hio tetapi ketika berdoa, yang saya doakan adalah orang-orang hidup nya. Dan saya juga tidak mau menunduk dihadapan foto orang meninggal tersebut. Menurut mertua saya, di Katolik itu bukan meminta petunjuk, tetapi lebih mendoakan agar Tuhan mau mengampunin dan memberikan kesempatan lebih lagi agar yang meninggal lebih diterima di Sorga. Yang menurut saya, itu malah menjurus ke penyembahan berhala secara tersirat. Karena ini hal yang sensitif, saya tidak membicarakannya lebih lanjut. Dan kebetulan saya berupaya mencari-cari dasarnya di Alkitab yang tidak saya temukan mengenai mendoakan orang yang sudah mati agar diterima Tuhan di sorga, karena yang saya ketahui orang yang mati itu tidak perlu lagi didoakan karena roh nya sudah kembali kepada Bapa.


Saya beberapa kali ke gereja katolik dan membaca alkitab mereka, tetapi tetap saja tidak menemukan dasar yang kuat dari alkitab mengenai dua hal ini. Apakah yang menjadi dasar iman untuk dua hal ini? Dan darimana kah kedua hal ini berasal.

Karena saya tahu ini hal yang cukup sensitive, jika diskusi di kemudian hari menjadi tidak menentu, akan saya minta admin langsung menutup thread ini terima kasih
Kalau saran saya, kesampingkan dulu perbedaan-perbedaan yang ada. Memperdebatkan hal-hal tersebut tidak akan membuat jadi baik.

Lebih baik konsen dulu kepada persamaannya, yaitu sama-sama percaya Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat, niscaya Dia yang akan menuntun jalan anda berdua.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
March 17, 2015, 11:18:55 AM
Reply #2
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 43
  • Denominasi: Kharismatik
Kalau saran saya, kesampingkan dulu perbedaan-perbedaan yang ada. Memperdebatkan hal-hal tersebut tidak akan membuat jadi baik.

Lebih baik konsen dulu kepada persamaannya, yaitu sama-sama percaya Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat, niscaya Dia yang akan menuntun jalan anda berdua.

Itu yang saya lakukan sebelum istri saya hamil. Dan ketika istri saya hamil, istri saya ada berencana mau memasukkan anak kami berdua ke sekolah Katolik.

Dan sepertinya saya tidak bisa membiarkan anak saya berdoa kepada yang lain, selain daripada Tuhan Yesus karena saya masih belum berkenan.
March 17, 2015, 11:22:06 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11835
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Itu yang saya lakukan sebelum istri saya hamil. Dan ketika istri saya hamil, istri saya ada berencana mau memasukkan anak kami berdua ke sekolah Katolik.

Dan sepertinya saya tidak bisa membiarkan anak saya berdoa kepada yang lain, selain daripada Tuhan Yesus karena saya masih belum berkenan.
Saya rasa katolik gak ada masalah kalau mau berdoa langsung kepada Yesus kok. Dan sekolah katolik saya rasa cuma dapat pendidikan agama katolik secara kognitif aja. Yang paling berpengaruh apakah nantinya anak anda berdoa kepada Yesus atau yang lain adalah orang tua, yaitu anda berdua.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
March 17, 2015, 11:50:20 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5740
  • Gender: Male
  • logikanya, logikamu, logikaku, logiskah
  • Denominasi: PKI (Penganut Kristen Independen)
Itu yang saya lakukan sebelum istri saya hamil. Dan ketika istri saya hamil, istri saya ada berencana mau memasukkan anak kami berdua ke sekolah Katolik.

Dan sepertinya saya tidak bisa membiarkan anak saya berdoa kepada yang lain, selain daripada Tuhan Yesus karena saya masih belum berkenan.
Sebelum mencoba mengulas post awal @bahamutz dari segi logikaku, justru Cinta Bhinneka ingin mengomentari post ini.

Kalau tidak salah menangkap, pemberkatan nikah @bahamutz dilaksanakan di Katolik (Roma)?
Sepanjang mengikuti upacara pemberkatan nikah di Katolik (Roma), Cinta Bhinneka selalu menangkap adanya pertanyaan atau pernyataan atau anjuran atau apalah dari imam yang bertugas kepada kedua mempelai tentang pendidikan anak-anak yang dipercayakan Tuhan kepada keluarga yang menikah. Pertanyaan Cinta Bhinneka, adakah hal seperti itu @bahamutz alami ketika pemberkatan nikah?

Jika ada, apa tanggapan @bahamutz ketika itu? Jika @bahamutz ketika itu setuju, mengapa sekarang meragu? Jika @bahamutz ketika itu tidak setuju, kayaknya pemberkatan nikah tidak akan dilangsungkan.

Jika tidak ada, pemberkatan nikah yang @bahamutz terima, berbeda dari yang Cinta Bhinneka ketahui selama ini.

Salam logika macam-macam.
niat baik yang tidak dieksekusi adalah sia-sia
March 17, 2015, 11:56:23 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
Itu yang saya lakukan sebelum istri saya hamil. Dan ketika istri saya hamil, istri saya ada berencana mau memasukkan anak kami berdua ke sekolah Katolik.

Dan sepertinya saya tidak bisa membiarkan anak saya berdoa kepada yang lain, selain daripada Tuhan Yesus karena saya masih belum berkenan.

Seperti reply bro Cinta Bhineka di atas.
Saat anda melangsungkan pernikahan di Gereja Katolik, anda berdua diminta berjanji dihadapan Tuhan, akan mendidik anak anak yang dipercayakan kepada anda SECARA KATOLIK.

Jika saat itu anda berjanji, menjawab YA, maka itu adalah janji anda dihadapan Tuhan. Apakah anda sekarang ingin mengingkari janji anda di hadapan Tuhan?

Jika anda ingin mengingkarinya, tentu urusannya adalah antara anda dengan Pihak yang anda ingkari.

Syalom
March 17, 2015, 12:01:03 PM
Reply #6
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 43
  • Denominasi: Kharismatik
Sebelum mencoba mengulas post awal @bahamutz dari segi logikaku, justru Cinta Bhinneka ingin mengomentari post ini.

Kalau tidak salah menangkap, pemberkatan nikah @bahamutz dilaksanakan di Katolik (Roma)?
Sepanjang mengikuti upacara pemberkatan nikah di Katolik (Roma), Cinta Bhinneka selalu menangkap adanya pertanyaan atau pernyataan atau anjuran atau apalah dari imam yang bertugas kepada kedua mempelai tentang pendidikan anak-anak yang dipercayakan Tuhan kepada keluarga yang menikah. Pertanyaan Cinta Bhinneka, adakah hal seperti itu @bahamutz alami ketika pemberkatan nikah?

Jika ada, apa tanggapan @bahamutz ketika itu? Jika @bahamutz ketika itu setuju, mengapa sekarang meragu? Jika @bahamutz ketika itu tidak setuju, kayaknya pemberkatan nikah tidak akan dilangsungkan.

Jika tidak ada, pemberkatan nikah yang @bahamutz terima, berbeda dari yang Cinta Bhinneka ketahui selama ini.

Salam logika macam-macam.

Saya tidak ada menyebutkan menikah di gereja Katolik di Roma mungkin persepsi kita mengenai gereja Katolik agak berbeda ya karena saya bukan orang Katolik. Di kota saya, ada gedung dimana ibadah Katolik dilakukan, mungkin gedung itu tidak bisa disebut gereja menurut Anda? Maaf kalau tidak mengerti kenapa bisa diarahkan ke kota Roma.

Saya sewaktu pemberkatan nikah, tidak ada masalah apa-apa karena Romo nya sendiri tidak meminta saya untuk berdoa kepada Bunda Maria atau mendoakan orang mati. Yang menjadi permasalahannya adalah karena saya kurang berkenan di dua hal diatas, keberatan saya jika di kemudian hari anak saya diarahkan menganut agama Katolik dan diminta untuk berdoa kepada Bunda Maria dan sebagainya.

Karena saya belum menemukan apa yang menjadi dasar iman kedua hal tersebut karena itu saya belum berkenan, karena saya tidak dapat menemukan nya dimana pun. Mungkin nanti akan saya tanyakan langsung saja kepada Romo, walaupun bagaimana cara memulai pembicaraannya tanpa terkesan menyerang masih belum saya pikirkan :)

Mungkin thread ditutup saja, terima kasih
March 17, 2015, 12:02:57 PM
Reply #7
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 43
  • Denominasi: Kharismatik
Seperti reply bro Cinta Bhineka di atas.
Saat anda melangsungkan pernikahan di Gereja Katolik, anda berdua diminta berjanji dihadapan Tuhan, akan mendidik anak anak yang dipercayakan kepada anda SECARA KATOLIK.

Jika saat itu anda berjanji, menjawab YA, maka itu adalah janji anda dihadapan Tuhan. Apakah anda sekarang ingin mengingkari janji anda di hadapan Tuhan?

Jika anda ingin mengingkarinya, tentu urusannya adalah antara anda dengan Pihak yang anda ingkari.

Syalom

Mohon maaf, tidak ada kata-kata atau janji mendidi anak saya secara Katolik. Dan tentu jikalau Romo mendadak berubah dan menanyakan/meminta saya berjanji demikian, tidak mungkin saya menikah pada waktu itu.

Karena soal janji demikian sudah pernah saya bahas dengan pasangan dan Romo, dan memang tidak ada diminta demikian. Jadi saya kira tidak ada janji yang saya ingkari disini
March 17, 2015, 12:03:51 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4332
Salam bahagia
Pertama-tama thread ini saya olah ditujukan untuk berdiskusi dengan sesama Kristen dan tidak bertujuan untuk menjelekkan atau menyinggung agama Katolik

Pertama-tama, saya adalah seorang pengikut Kristus yang menikah dengan seorang penganut agama Katolik. Ketika menikah, saya menolak untuk melakukan ritual doa di goa Maria karena itu bertentangan dengan iman saya walaupun saya tidak keberatan menikah di gereja Katolik (untung lah Romo nya termasuk orang yang open minded).

Setelah berapa bulan saya jalanin kehidupan rumah tangga ini dengan istri saya yang Katolik, saya mendapatkan beberapa hal dari agama Katolik yang menurut saya tidak ada dasarnya dari alkitab. Kebetulan mertua saya termasuk orang yang cukup taat beribadah secara Katolik (walaupun istri saya keliatan nya tidak begitu 100% yakin) dan saya sering berdiskusi dan berdebat dengan dia mengenai iman Katolik

Pertama, yang saya tidak bisa menerima adalah dasar berdoa kepada Bunda Maria. Bukankah ini sudah menjurus ke penyembahan ke orang mati. Di dalam diskusi saya dengan mertua, dia sama sekali tidak bisa memberikan dasar ayat alkitab nya tetapi dia bersikeras kabarnya Maria juga diangkat ke sorga. Apakah itu benar secara alkitabiah? Karena saya tidak dapat menemukan nya sama sekali dasar nya di alkitab mengenai doa kepada Maria dan Maria terangkat ke sorga

Kedua, saya adalah seorang chinese. Kebetulan saya memiliki tradisi mendoakan leluhur yang sudah meninggal. Saya tidak keberatan memegang hio tetapi ketika berdoa, yang saya doakan adalah orang-orang hidup nya. Dan saya juga tidak mau menunduk dihadapan foto orang meninggal tersebut. Menurut mertua saya, di Katolik itu bukan meminta petunjuk, tetapi lebih mendoakan agar Tuhan mau mengampunin dan memberikan kesempatan lebih lagi agar yang meninggal lebih diterima di Sorga. Yang menurut saya, itu malah menjurus ke penyembahan berhala secara tersirat. Karena ini hal yang sensitif, saya tidak membicarakannya lebih lanjut. Dan kebetulan saya berupaya mencari-cari dasarnya di Alkitab yang tidak saya temukan mengenai mendoakan orang yang sudah mati agar diterima Tuhan di sorga, karena yang saya ketahui orang yang mati itu tidak perlu lagi didoakan karena roh nya sudah kembali kepada Bapa.


Saya beberapa kali ke gereja katolik dan membaca alkitab mereka, tetapi tetap saja tidak menemukan dasar yang kuat dari alkitab mengenai dua hal ini. Apakah yang menjadi dasar iman untuk dua hal ini? Dan darimana kah kedua hal ini berasal.

Karena saya tahu ini hal yang cukup sensitive, jika diskusi di kemudian hari menjadi tidak menentu, akan saya minta admin langsung menutup thread ini terima kasih


salam bro
pertama bro
dasar dari katolik bukan hanya kitab suci, ada juga tradisi suci dan magisterium
jawaban katolik terhadap pertanyaan bro
silahkan baca di sini
http://katolisitas.org/1564/apa-dasarnya-gereja-katolik-mengajarkan-bunda-maria-diangkat-ke-surga
kedua bro
silahkan baca ini
http://katolisitas.org/10020/aku-percaya-akan-persekutuan-para-kudus

semoga lebih dapat memahami
March 17, 2015, 12:06:13 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
Saya tidak ada menyebutkan menikah di gereja Katolik di Roma mungkin persepsi kita mengenai gereja Katolik agak berbeda ya karena saya bukan orang Katolik. Di kota saya, ada gedung dimana ibadah Katolik dilakukan, mungkin gedung itu tidak bisa disebut gereja menurut Anda? Maaf kalau tidak mengerti kenapa bisa diarahkan ke kota Roma.

Saya sewaktu pemberkatan nikah, tidak ada masalah apa-apa karena Romo nya sendiri tidak meminta saya untuk berdoa kepada Bunda Maria atau mendoakan orang mati. Yang menjadi permasalahannya adalah karena saya kurang berkenan di dua hal diatas, keberatan saya jika di kemudian hari anak saya diarahkan menganut agama Katolik dan diminta untuk berdoa kepada Bunda Maria dan sebagainya.

Karena saya belum menemukan apa yang menjadi dasar iman kedua hal tersebut karena itu saya belum berkenan, karena saya tidak dapat menemukan nya dimana pun. Mungkin nanti akan saya tanyakan langsung saja kepada Romo, walaupun bagaimana cara memulai pembicaraannya tanpa terkesan menyerang masih belum saya pikirkan :)

Mungkin thread ditutup saja, terima kasih


Bro, jika anda menikah di Gereja Katolik, maka anda ditanya 'Apakah anda berjanji akan mendidik adan anak yang dipercayakan Tuhan kepada anda untuk dididik sesuai iman Katolik?'
Kalau anda jawab YA, itu adalah janji anda di hadapan Tuhan.

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)