Author Topic: Kekristenan tanpa Katolik ?  (Read 8400 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 26, 2019, 07:14:06 PM
Reply #290
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 151
Kekristenan tanpa katolik membuat Gereja bersih dari anasir anasir tradisi manusia yang sering menyesatkan !

Kebalik...

Justru tanpa Katolik, Kekristenan telah kehilangan arah pengembalaan yang diinginkan  Sang Gembala Agung.

Pecahnya Ribuan Denom Kristen adalah bukti nyata.

Dasar bahwa Alkitab sebagai dasar kebenaran  justru dipertanyakan dan telah kehilangan Marwah nya.

October 26, 2019, 07:58:12 PM
Reply #291
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1072
  • There is none like You
Kebalik...

Justru tanpa Katolik, Kekristenan telah kehilangan arah pengembalaan yang diinginkan  Sang Gembala Agung.
Masalahnya adalah Gembala Agung tidak pernah mengajarkan praktek berdoa kepada arwah orang yang sudah mati sebagaimana yang Gereja Roma Khatolik ajarkan dan praktekan.

Itu artinya Gereja Roma Khatolik telah mengajarkan apa yang tidak diajarkan Sang Gembala Agung.

Kalau Sang Gembala Agung memberikan amanat untuk mengajarkan apa yang telah diajarkan maka Gereja Roma Khatolik melakukan sebaliknya yaitu mengajarkan apa yang tidak diajarkan.

Pecahnya Ribuan Denom Kristen adalah bukti nyata.
Coba anda siapkan baskom dan isilah air untuk berkaca.

Jauh sebelum Gerakan Reformasi lahir, GRK sudah mengalami perpecahan dengan Gereja Ortodoks.

bukti nyata anda macam apa ini ?  :D

Dasar bahwa Alkitab sebagai dasar kebenaran  justru dipertanyakan dan telah kehilangan Marwah nya.
Alkitab sebagai kanon itu artinya Alkitab sebagai patok.

Barangsiapa menggeser patok adalah seorang penipu.

TUHAN YESUS MEMBERKATI
ZheZhu
Yohanes 14:23 (TB) 
Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
October 27, 2019, 10:26:10 AM
Reply #292
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 151
Masalahnya adalah Gembala Agung tidak pernah mengajarkan praktek berdoa kepada arwah orang yang sudah mati sebagaimana yang Gereja Roma Khatolik ajarkan dan praktekan.

Itu artinya Gereja Roma Khatolik telah mengajarkan apa yang tidak diajarkan Sang Gembala Agung.

Kalau Sang Gembala Agung memberikan amanat untuk mengajarkan apa yang telah diajarkan maka Gereja Roma Khatolik melakukan sebaliknya yaitu mengajarkan apa yang tidak diajarkan.
Kamu tahu tidak kalau Rasul Paulus juga berdoa bagi orang yang sudah meninggal??
Pasti gak tahu kan..

Quote
Coba anda siapkan baskom dan isilah air untuk berkaca

Jauh sebelum Gerakan Reformasi lahir, GRK sudah mengalami perpecahan dengan Gereja Ortodoks.

Gereja - gereja saat itu sudah terbentuk secara Apostolik karena didirikan para Rasul, pada masa itu Gereja dikuasai secara politik oleh kekaisaran, berbeda secara liturgis dan bahasa, perpecahan lebih bersifat politis.

Sedangkan Martin Luter tidak punya Gereja dan mendirikan gereja versi dia.

Lah setelah mendirikan gereja, Gereja nya pecah lagi tambah amburadul karena perbedaan pada tatanan doktrinal.

Trus ngomongnya Reformasi? Loh Reformasi kog dirikan Gereja baru? Yang namanya Reformasi harus tetap dalam sistem, itu baru namanya Reformasi. Kalau dirikan Gereja baru versinya sendiri itu namanya deformasi.
Dan terbukti pecah terus kan? Trus reformasi, reformasi apaan??

Quote
Bukti nyata anda macam apa ini ?  :D
Alkitab sebagai kanon itu artinya Alkitab sebagai patok.

Barangsiapa menggeser patok adalah seorang penipu.

TUHAN YESUS MEMBERKATI
ZheZhu

Hehehe... Anda sangat lucu..
Gereja Katolik patokan bukan ideologi sola..
Patokan kami jelas Magisterium, Tradisi Suci dan Kitab Suci, semuanya Alkitabiah.

Patok Sola tidak Alkitabiah.

Seharusnya yang terpecah itu Gereja Katolik karena ada 3 patok. Kalian yang sudah punya patok Sola Alkitab kog malah terus terpecah berkeping-keping?

Masa patok yang sama, satu nya ke Utara, ada yang ke selatan, ada yang naik gunung, ada yang masuk jurang, yang lain ke laut dan  sisanya bingung.

Trus siapa yang jadi penipu nih??

October 27, 2019, 02:31:25 PM
Reply #293
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1072
  • There is none like You
Kamu tahu tidak kalau Rasul Paulus juga berdoa bagi orang yang sudah meninggal??
Pasti gak tahu kan..
Rasul Paulus dari Kekristenan awal tidak pernah mengajarkan dan mempraktekan ajaran berdoa kepada arwah orang yang sudah mati sebagaimana yang Gereja Khatolik Roma ajarkan dan praktekan.

Jadi dapat disimpulkan apa yang Gereja Khatolik Roma ajarkan dan praktekan merupakan ajaran yang menyimpang dari Kekristenan.

Gereja - gereja saat itu sudah terbentuk secara Apostolik karena didirikan para Rasul, pada masa itu Gereja dikuasai secara politik oleh kekaisaran, berbeda secara liturgis dan bahasa, perpecahan lebih bersifat politis.

Sedangkan Martin Luter tidak punya Gereja dan mendirikan gereja versi dia.

Lah setelah mendirikan gereja, Gereja nya pecah lagi tambah amburadul karena perbedaan pada tatanan doktrinal.

Trus ngomongnya Reformasi? Loh Reformasi kog dirikan Gereja baru? Yang namanya Reformasi harus tetap dalam sistem, itu baru namanya Reformasi. Kalau dirikan Gereja baru versinya sendiri itu namanya deformasi.
Dan terbukti pecah terus kan? Trus reformasi, reformasi apaan??
dari jawaban saya sebelum ini saya hanya ingin menunjukan kepada anda bahwa ternyata Gereja Khatolik pun mengalami perpecahan padahal jauh dari Gerakan Reformasi.

dan anda sesekali tidak bisa menampikkan bukti nyata ini.

Hehehe... Anda sangat lucu..
Gereja Katolik patokan bukan ideologi sola..
Patokan kami jelas Magisterium, Tradisi Suci dan Kitab Suci, semuanya Alkitabiah.
Wah baru tahu saya

Anda mengatakan Patok Magistarium,Tradisi Suci dan Kitab Suci adalah Alkitabiah maka bisakah anda berikan referensinya pada ayat mana ?

Kanon artinya Patok.

Setahu saya yang dikanon Gereja hanyalah Alkitab.

Maka bila mau jujur satu-satunya yang layak dikatakan patok adalah hanya Alkitab

Jadi agar anda tidak terkesan sedang menebar hoak, maka silahkan anda berikan bukti bahwa Gereja mengkanonkan Magistarium dan Tradisi Suci ?

 :D


Patok Sola tidak Alkitabiah.

Seharusnya yang terpecah itu Gereja Katolik karena ada 3 patok. Kalian yang sudah punya patok Sola Alkitab kog malah terus terpecah berkeping-keping?

Masa patok yang sama, satu nya ke Utara, ada yang ke selatan, ada yang naik gunung, ada yang masuk jurang, yang lain ke laut dan  sisanya bingung.

Trus siapa yang jadi penipu nih??
Rupanya anda masih belum paham apa itu Sola Scriptura walaupun sudah dijelaskan berkali-kali.

Sola Scriptura tidak pernah mengajarkan bahwa jika ada seorang yg membaca Alkitab maka ia akan mempunyai pengertian yg tidak bisa salah, atau selalu sama dgn orang lain. Semua orang datang membaca Alkitab dengan suatu presuposisi atau tradisi masing-masing, dan ini yg menentukan seseorang mempunyai suatu pengertian yg bisa berbeda akan suatu ayat dengan orang lainnya. Yang salah bukan prinsip sola scripturanya, melainkan orangnya yang membuat penafsiran yang salah tersebut
Para bapa Gereja awal sendiri sering kali berbeda penafsiran dengan para bapa Gereja lainnya.

Anda tanya kepada saya siapa yang penipu ?

Yang penipu adalah Gereja yang tidak menjadikan hanya Alkitab sebagai patok dalam ajarannya.

Karena satu-satunya kanon/patok adalah hanya Alkitab.

Bukan Magistarium ataupun Tradisi Suci  :D

TUHAN YESUS MEMBERKATI
ZheZhu
Yohanes 14:23 (TB) 
Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
October 27, 2019, 07:34:01 PM
Reply #294
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3933
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote from: Sotardugur Parreva on October 23, 2019, 02:06:23 PM
Suci ato tidak suci hanya (sola) sampai zaman Yohanes.
Jadi Firman Tuhan tidak kekal ?
Pastikan pemahamanmu, kekal itu harus berlaku atau bagaimana?
Juga, yang situ tanyakan, Firman Tuhan atau Firman Tuhan?
Kalo hukum Taurat dan kitab para nabi situ pandang berlaku seterusnya, sementara Yesus Kristus mengatakan sampai zaman Yohanes, menurut pendapatku, seperti Yesus membiarkan Yudas Iskariot berbuat khianat, situ juga merdeka mengartikan perkataan Yesus yang dicatat di Injil.
Maksudku, jika di Injil dicatat perkataan Yesus yang mengatakan bahwa hukum Taurat dan kitab para nabi sampai zaman Yohanes, dan situ kekeh memaknai bahwa hukum Taurat dan kitab para nabi tetap berlaku setelah zaman Yohanes, silahkan saja.
Sebaiknya, situ memberikan info pendukung yang bukan hoaks pendorong situ memaknai begitu.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
October 27, 2019, 07:53:04 PM
Reply #295
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3933
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Masih kutunggu respon @alacarte untuk ini:
...
Tentang Magisterium, agar tidak menjadi bias, kemukakan pemahamanmu tentang Magisterium. Jangan-jangan situ tidak mengerti apa itu Magisterium tetapi situ rajin menulis Magisterium secara salah, justru merugikan orang lain dan merugikan situ sendiri.
Damaikan hatimu, jangan memakai info hoaks sebagai referensi diskusi.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)