Author Topic: Salam Bahagia pertanyaan mengenai dasar iman Katolik  (Read 14464 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 26, 2020, 10:36:20 AM
Reply #460
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4385
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote
@Maren Kitatau licik.
Sebab?
Meneketehe?
Kusimpulkan @Maren Kitatau itu licik karena Anda merubah tulisanku, dan membangun makna yang berbeda dari yang kumaksudkan, kemudian Anda menyerang mengunakan makna yang Anda bangun.

Quote
Pada yang pertama, @Maren Kitatau menebalkan bagian posku, menampilkan arti berbeda.
Kutulis: @Sotardugur Parreva beriman kepada Tuhan dan semua yang digunakan Tuhan dalam karya penyelamatan manusia, @Maren Kitatau salin dan ubah menjadi: @Sotardugur Parreva beriman kepada Tuhan dan semua yang digunakan Tuhan dalam karya penyelamatan manusia. @Maren Kitatau tidak menebalkan yang digunakan Tuhan. Untuk apa?
---
High light itu kah yg licik?
Itu utk menjadi fokus perhatian,
Itu sebab maka muncul pernyataanmu yg ke dua
Oo.
Fokus perhatian yang @Maren Kitatau maksud itu tidak utuh, tidak seperti yang kumaksudkan dalam tulisanku. Dengan demikian, @Maren Kitatau merubah tulisanku, dan menyerang dengan menyimpulkan hal yang berbeda.
Yang @Maren Kitatau tulis sebagai pernyataan kedua itu kutampilkan untuk mempertegas hal yang kumaksudkan. Bahwa Katolik mempercayai apa atau siapa saja yang digunakan Tuhan. Alas logikanya, jika Tuhan mempercayai sesuatu atau sesorang, maka tidak patut kalo pengikut Tuhan tidak percaya kepada sesuatu atau seseorang tersebut.

Quote
Silahkan mengarang, tetapi jangan memelintir tulisan orang lain dan “menyerang menggunakan pelintiran itu”.
---
Itu bukan ngarang
Kita beda pemahaman lagi.
Dalam hal itu kugolongkan Anda mengarang karena Anda merubah tulisanku dengan dalih memfokuskan perhatian, padahal, inti informasi yang kusampaikan bukan hanya pada titik fokus Anda itu. Kepengarangan yang kumaksud pada titik itu ialah niat Anda merubah makna tulisanku dengan cara menebalkan sebagian tulisanku.

Quote
Pada yang kedua, selain menebalkan bagian tulisanku, @Maren Kitatau juga menambahkan (mk: semata).
---
Dgn begitu jadi klop dan pas seturut Alkitab
Nah, lo.
Katolik itu bukan hanya (sola) berdasarkan Alkitab, melainkan juga berdasar Tradisi Gereja dan Magisterium.

Quote
Walau tulisanku @Sotardugur Parreva beriman kepada Tuhan(tanpa penebalan) sudah kuakhiri dengan titik (.), segera kulanjutkan dengan Semua yang diberi kepercayaan oleh Tuhan juga kupercaya. Tapi dengan kelicikan tingkat pengarang, @Maren Kitatau menebalkan sebagian dan menambahkan yang merah. Untuk apa?
---
Utk tegas membedakan iman dgn percaya
Iman memang tidak identik dengan percaya. Tetapi pada penggunaan sehari-hari, keduanya sama saja, mengartikan percaya.

Quote
Lalu, @Maren Kitatau menulis: Sebab beda pernyataan pertama dgn ke-dua.
Perbedaannya timbul karena @Maren Kitatau mengubahnya sesuai dengan keinginanmu, kemudian menjadikannya titik serang, kan?
---
Pernyataan "iman" yg pertama itu lemah
Pernyataan ke dua tegas, pake titik
Aku suka yg ke dua, licik apanya
Bah.
Ooo… karena @Maren Kitatau “suka”, maka Anda menarik simpulan yang bernada menyerang?
Bukankah sebaiknya Anda lebih dahulu mengkonfirmasi?

Yang pertama: @Sotardugur Parreva beriman kepada Tuhan dan semua yang digunakan Tuhan dalam karya penyelamatan manusia. -->percaya kepada Tuhan, percaya kepada alat yang digunakan Tuhan.
Yang kedua: @Sotardugur Parreva beriman kepada Tuhan. Semua yang diberi kepercayaan oleh Tuhan juga kupercaya.-->percaya kepada Tuhan, percaya kepada alat yang digunakan Tuhan.
Dengan Anda memotong yang Anda dalihkan sebagai “memfokuskan perhatian” justru menampilkan arti yang berbeda, kugolongkan Anda “licik”.

SAMBUNGIN
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
June 26, 2020, 10:47:49 AM
Reply #461
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4385
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
SAMBUNGAN

Quote
Coba, cermati lagi:
Pertama:
@Sotardugur Parreva beriman kepada Tuhan dan semua yang digunakan Tuhan dalam karya penyelamatan manusia.
Kedua:
@Sotardugur Parreva beriman kepada Tuhan.
Semua yang diberi kepercayaan oleh Tuhan juga kupercaya, seperti mempercayai guru, orang tua, pemerintah, dll.
Coba tunjukkan, apa perbedaan makna dari yang Pertama dengan yang Kedua salinan di atas?
---
Yg pertama beriman kpd Tuhan dan semua ...dll
Yg ke dua: Beriman kpd Tuhan. (titik)
Itu bedanya, yg ke dua itu tegas.
:D

Quote
@Maren Kitatau ingin diskusi ato hanya untuk membenarkan diri sendiri?
---
Ingin diskusi dong, Bro!
Aku pun terus belajar beriman
Kurasa tdk ada yg tamat bertumbuh
Oh, baiklah.
Dengan demikian, kuanggap bahwa posting yang Anda kemukakan bukan karena kelicikan melainkan karena ketidaktahuan, dan sedang mengalami pertumbuhan.

Quote
Konyol.
---
Apanya!
Ketidakpercayan dari pihak yang mengaku diri pengikut Tuhan kepada pihak yang diberi Tuhan kepercayaan, menurut pendapatku adalah kekonyolan. Mengaku percaya kepada Tuhan tetapi tidak percaya kepada yang dipilih Tuhan, adalah konyol.

Quote
Hanya untuk menyerang, @Maren Kitatau memperkosa intelektualitasmu. Kau mengubah tulisanku, kemudian kau menyerang dengan pengertian yang kau bangun dari tulisanku yang kau ubah.
---
Aku hanya memberi high light
Maka muncul pernyataan ke dua
Kurasa sudah pas/klop dgn Alkitab
Koq, malah konyol, Bro?
Ya, ya, ya.
Saya salah.
Selama ini kuduga bakat kepengaranganmu menuntunmu kepada jenjang intelektual yang lebih tinggi. Ternyata dugaanku meleset, Anda bukan memperkosa intelektualitasmu, melainkan begitulah kemampuan intelektualitasmu.
Maafkan. 

Quote
Jika hendak berdiskusi secara elegan, harusnya, sebelum mengubah tulisan partisipan lain, tanyakan, apakah tulisan partisipan lain bermaksud seperti pemaknaanmu ato tidak.
---
High light bukang mengubah tulisan
Itu hanya memberi fokus perhatian
Namanya saja sudah high light, tentu saja sudah mengubah. Misal tadinya cahaya tulisanku hanya 1 lumen, kemudian Anda meng-high light atau meninggikannya menjadi 2 lumen, itu namanya mengubah, dari 1 lumen ke 2 lumen. 

Quote
Sangat memprihatinkan, tanpa konfirmasi, @Maren Kitatau mengubah tulisan partisipan lain hingga memunculkan beda makna, lalu menyerang dengan beda makna tersebut.
---
Sorry Bro,
Jika hal itu serasa menyerang
Ya, sudah.
Semoga Tuhan mengampuni orang yang tidak mengerti apa yang dilakukan.

---------------------------------
Quote
---Nah, itu yg kumaksud, bw kau berharap kpd Petrus, ciptaan
"Iman adalah dasar dr segala sesuatu yg kita harapkan"

Berharap sesuatu kpd manusia adalah hal duniawi
Manusia yg tidak mengenal Allah pun melakukan itu
Kristen berharap apa2 selalu dlm iman kpd Allah semata

Manusia berharap ragam keuntungan
Harta/tahta Iblis pun berkuasa utk itu

Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab
semuanya itu telah diserahkan kpd-ku dan aku memberikannya kpd siapa saja yg kukehendaki.


Konyol.
---
Apanya lagi yg konyol?
Petrus mendapat kepercayaan dari Tuhan untuk mengikat atau melepas.
Tudingan bahwa berharap kepada Petrus atas kepercayaan yang diberikan Tuhan adalah sama dengan berharap kepada manusia lain yang tidak diberikan kepercayaan oleh Tuhan, menurutku adalah konyol. Mengaku percaya Tuhan tetapi tidak percaya kepada pihak yang dipercaya Tuhan.

Quote
Idealnya, kaum yang percaya kepada Tuhan, percaya juga kepada pihak yang diberi kepercayaan oleh Tuhan.
---
Ya!
Maka, yang percaya kepada Tuhan tetapi tidak percaya kepada pihak yang diberi kepercayaan oleh Tuhan, kugolongkan konyol.

Damai selalu tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
June 26, 2020, 11:38:51 AM
Reply #462
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4385
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote
---
"orang yang tadinya dipercaya Tuhan ikut ambil bagian dalam karya penyelamatan manusia",
Ini yg kau kata roh mereka punya kelebihan yg kutangkap sbg kurang kerjaan/kurang pujian
Jika roh2 org mati masih ikut menjadi teman sekerja Allah itu kurang kerjaan namanya, Bro!

Pekerjaan mereka telah selesai, karyanya tetap hidup, kita boleh ambil/gunakan karyanya utk kemuliaan-Nya
Kurasa itu yg dimaksud (Maria, Yosef, Abraham, Musa, dll) tetap hidup sebab karyanya tetap mengikutinya
Kita yg masih hidup dpt mengambil/gunakan/gandakan karya rohani mereka yg mati itu demi kemuliaan
Roh org mati tidak bisa menambah atau mengurangi karyanya sbg teman sekerja Allah semasa hidup


Bisa @Maren Kitatau perjelas, apa yang ingin Anda sampaikan?
Apanya yg perlu kuperjelas dr yg kusampaikan, Bro!
Tarik satu kalimat atau satu kata utk kita diskusikan
Mungkin lebih baik satu per satu kita bahas
Mungkin saya lupa.

Membaca: Ini yg kau kata roh mereka punya kelebihan yg kutangkap sbg kurang kerjaan/kurang pujian kutangkap, pernah kukatakan (baca: kutulis) hal seperti itu. Boleh Anda quote?

Menurut Anda, sesuai posting terquote di atas, ada roh kurang kerjaan. Boleh Anda kemukakan, apa sumber informasinya?

Menurut Anda, sesuai posting terquote di atas, roh orang mati tidak bisa menambah atau mengurangi karyanya sebagai teman sekerja Allah. Boleh Anda kemukakan, apa sumber informasinya?

Damai selalu tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
June 26, 2020, 09:12:14 PM
Reply #463
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2878
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Apanya yg perlu kuperjelas dr yg kusampaikan, Bro!
Tarik satu kalimat atau satu kata utk kita diskusikan
Mungkin lebih baik satu per satu kita bahas


Mungkin saya lupa.
Membaca: Ini yg kau kata roh mereka punya kelebihan yg kutangkap sbg kurang kerjaan/kurang pujian kutangkap,
pernah kukatakan (baca: kutulis) hal seperti itu. Boleh Anda quote?
---
Yg ini, kah?


SP: Menurut pemahamanku, seorang kudus, dalam arti selama hidup duniawinya melayani karya penyelamatan manusia oleh Tuhan, mendapat "kelebihan" dalam dunia orang mati bila dibandingkan kepada orang yang hanya mati dalam Kristus (misalnya, seorang penjahat yang disalib bersama Tuhan Yesus Kristus). 
---
Kelebihan spt apa maksudmu, Bro!
Apa "kelebihannya" merdeka menanti pun pegi2 dari Firdaus?
Atau apakah "kelebihannya" lagi2 menjadi teman sekerja Allah?
Bukankah itu menjadi kekurangan, kurang kerjaan, kurang pujian?

Menurut Anda, sesuai posting terquote di atas, ada roh kurang kerjaan.
Boleh Anda kemukakan, apa sumber informasinya?
---
Yg terquote itu pertanyaanku pd pendapatmu, sedangkan "kurang kerjaan" itu istilahku
Yg kitatau dr Alkitab roh2 jahat terus gentayangan giat bekerja merusak sampai akhir zaman
Dan ROH KUDUS terus melayang2 menemani, melindungi Kristen berkarya sampai akhir zaman


Menurut Anda, sesuai posting terquote di atas, roh orang mati tidak bisa menambah atau mengurangi
karyanya sebagai teman sekerja Allah. Boleh Anda kemukakan, apa sumber informasinya?
---
Sekali lagi, yg terquote itu pertanyaanku atas pendapatmu
Sepakat dgn pendapatmu, org mati tidak dpt berkarya lagi
Sbb:

Tidak ada informasi mengenai kegiatan yang dilaksanakan oleh orang yang meninggal dalam Kristus. Pembahasan oleh beberapa partiasipan, termasuk @Sotardugur Parreva sudah ngalor-ngidul, belum sampai pada pemberian pendapat untuk menjawab judul, menyatakan kegiatan apa yang sedang dilakukan oleh mereka yang sudah meninggal dalam Kristus. Sepenangkapan @Sotardugur Parreva, orang percaya kepada Yesus, tetap hidup (walaupun tidak melakukan aktivitas), mereka menunggu kebangkitan di akhir zaman sebelum ditetapkan menjadi penghuni surga secara kekal melalui penghakiman terakhir, atau kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali.

Sumber [Wahyu 14:13]
"Tuliskanlah ini: Mulai sekarang, diberkatilah orang mati, yang mati di dalam Tuhan."
Roh berkata, "Benar, spy mereka dpt beristirahat dr jerih lelah mereka
karena perbuatan-perbuatan mereka mengikuti mereka."


Omong2,
Apa ada sumber yg perlu didiskusikan
Makanya kau tanya2 ttg sumber terus?

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
June 27, 2020, 01:05:21 PM
Reply #464
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4385
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote
Apanya yg perlu kuperjelas dr yg kusampaikan, Bro!
Tarik satu kalimat atau satu kata utk kita diskusikan
Mungkin lebih baik satu per satu kita bahas


Mungkin saya lupa.
Membaca: Ini yg kau kata roh mereka punya kelebihan yg kutangkap sbg kurang kerjaan/kurang pujian kutangkap,
pernah kukatakan (baca: kutulis) hal seperti itu. Boleh Anda quote?
---Yg ini, kah?
Quote
SP: Menurut pemahamanku, seorang kudus, dalam arti selama hidup duniawinya melayani karya penyelamatan manusia oleh Tuhan, mendapat "kelebihan" dalam dunia orang mati bila dibandingkan kepada orang yang hanya mati dalam Kristus (misalnya, seorang penjahat yang disalib bersama Tuhan Yesus Kristus).
---
Kelebihan spt apa maksudmu, Bro!
Apa "kelebihannya" merdeka menanti pun pegi2 dari Firdaus?
Atau apakah "kelebihannya" lagi2 menjadi teman sekerja Allah?
Bukankah itu menjadi kekurangan, kurang kerjaan, kurang pujian?

Menurut Anda, sesuai posting terquote di atas, ada roh kurang kerjaan.
Boleh Anda kemukakan, apa sumber informasinya?
---
Yg terquote itu pertanyaanku pd pendapatmu, sedangkan "kurang kerjaan" itu istilahku
Yg kitatau dr Alkitab roh2 jahat terus gentayangan giat bekerja merusak sampai akhir zaman
Dan ROH KUDUS terus melayang2 menemani, melindungi Kristen berkarya sampai akhir zaman
Pantas jadi jomplang.
Kumaksudkan, orang kudus yang selama hidup duniawinya terlibat dalam karya penyelamatan manusia, mendapat "kelebihan" dibanding orang biasa-biasa (bernada positif).
@Maren Kitatau istilahkan bahwa orang kudus yang kumaksudkan itu sebagai "kurang kerjaan" (bernada negatif).

Coba kita mengingat ke Luk 16:19-31.
Di perikop itu ada tiga orang yang sudah mati, Abraham, orang kaya, dan Lazarus. Abraham kita tahu disebut Bapa Orang Beriman, orang kaya tidak disebut siapa-siapa (tidak punya nama), dan Lazarus orang biasa-biasa (anggap saja orang beriman yang miskin tetapi tidak mencuri, merampok, melainkan hanya mengemis).
@Maren Kitatau dapat membedakan Abraham yang bertugas memangku orang biasa-biasa, dengan Lazarus yang dipangku, bukan?
Tugas memangku itu bukan karena Abraham "kurang kerjaan", melainkan karena Abraham mempunyai "kelebihan" dibanding orang biasa-biasa (Lazarus).
Bisa @Maren Kitatau tangkap?

Menurut Anda, sesuai posting terquote di atas, roh orang mati tidak bisa menambah atau mengurangi
karyanya sebagai teman sekerja Allah. Boleh Anda kemukakan, apa sumber informasinya?
---
Sekali lagi, yg terquote itu pertanyaanku atas pendapatmu
Hmm… Anda sudah menyimpulkan pendapatku dengan istilah “kurang kerjaan”. Simpulanmu tanpa konfirmasi. Pendapatku bernada positif, simpulanmu bernada negatif. Diskusi menjadi tidak sinkron.
 
Sepakat dgn pendapatmu, org mati tidak dpt berkarya lagi
Sbb:
Quote
Tidak ada informasi mengenai kegiatan yang dilaksanakan oleh orang yang meninggal dalam Kristus. Pembahasan oleh beberapa partisipan, termasuk @Sotardugur Parreva sudah ngalor-ngidul, belum sampai pada pemberian pendapat untuk menjawab judul, menyatakan kegiatan apa yang sedang dilakukan oleh mereka yang sudah meninggal dalam Kristus. Sepenangkapan @Sotardugur Parreva, orang percaya kepada Yesus, tetap hidup (walaupun tidak melakukan aktivitas), mereka menunggu kebangkitan di akhir zaman sebelum ditetapkan menjadi penghuni surga secara kekal melalui penghakiman terakhir, atau kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali.

Sumber [Wahyu 14:13]
"Tuliskanlah ini: Mulai sekarang, diberkatilah orang mati, yang mati di dalam Tuhan."
Roh berkata, "Benar, spy mereka dpt beristirahat dr jerih lelah mereka
karena perbuatan-perbuatan mereka mengikuti mereka."
Puji Tuhan.
Dengan kembali ke perkataan Tuhan Yesus di Luk 16:19-31, kumaknai bahwa orang yang mati fisik itu kergolong dalam tiga kelompok, yaitu orang percaya yang selama hidup duniawinya berpartisipasi dalam karya penyelamatan, orang percaya yang selama hidup duniawinya biasa-biasa saja, dan orang yang selama hidup di dunia tidak percaya.

Omong2,
Apa ada sumber yg perlu didiskusikan
Makanya kau tanya2 ttg sumber terus?
Bukan karena ada sumber yang perlu didiskusikan maka kutanyakan sumbermu. Hanya karena ingin mengetahui kalo-kalo ada sumbermu yang belum kuketahui. Itu bagian manfaat diskusi, kan?

Salam damai.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)