Author Topic: Eastern Orthodoxy  (Read 1090 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 11, 2015, 05:39:17 AM
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 95
  • Denominasi: Eastern Orthodox
Eastern Orthodox

Pada mulanya, gereja barat dan timur itu satu. Mereka mengerti bahasa latin dan yunani. Tapi orang2 setelahnya, tidak. Yang berbahasa yunani hanya bisa bahasa yunani, dan yang berbahasa latin tidak bisa bahasa yunani. Akan tetapi, walaupun ada language barrier, pada mulanya mereka masih berusaha untuk bersatu.

PS: yang mau saya ceritakan ini adalah Eastern Orthodox dan bukan Oriental Orthodox [saya awam banget kalo tentang Oriental Orthodox].

Filioque & Great Schism

"Pada siang hari di musim panas tahun 1054, sewaktu gereja Orthodox the Holy Wisdom di Constantinople akan mengadakan ibadah, Kardinal Humbert dan dua orang lainnya dari legasi Katolik Roma memasuki gereja itu dan berjalan menuju sanctuary (area di balik iconostase). Mereka datang bukan untuk beribadah, tetapi untuk menaruh Bull of Excommunication (surat pernyataan dari Paus yang isinya meng exkomunikasi gereja timur (Orthodox)) diatas altar dan segera keluar dari gereja itu. Sewaktu Kardinal Humbert melewati pintu barat, ia membersihkan debu di kakinya dan berkata,"biarlah Tuhan yang melihat dan menghakimi!" Seorang deacon berlari dengan stress menghampirinya dan memohon untuk mengambil balik surat itu, yang mana Kardinal menolak, dan surat itu dilepaskan di jalanan." — The Orthodox Church by Kallistos Ware p. 43 tentang Byzantium, II: the Great Schism.

Kardinal Humbert mengira bahwa gereja timur (Orthodox) menghapuskan filioque dari Nicene Creed. Padahal versi orisinalnya begini: "In the Holy Spirit, the Lord, the Giver of Life, who proceeds from the Father, who with the Father and the Son together is worshipped and together glorified." Versi ini masih dipakai oleh gereja Orthodox sampai sekarang. Tapi gereja barat menambahkan filioque (and from the Son), sehingga creed versi mereka sampai saat ini menjadi,"in the Holy Spirit, the Lord, the Giver of Life, who proceeds from the Father and the Son, ..." Kemungkinan filioque ini ditambahkan mula-mula oleh bangsa Spanyol untuk memberantas Arianisme. Lalu ini menyebar ke Perancis dan Germany. Pada tahun 808 Paus Leo III menuliskan surat ke Charlemagne: walaupun beliau menganggap bahwa filioque itu terdengar doktrinal, beliau juga menganggap bahwa filioque ini adalah suatu kesalahan yang merusak kata-kata didalam creed itu.

Gereja Orthodox, khususnya Greeks, baru menyadari adanya filioque pada tahun 850. Gereja Orthodox tidak setuju bahkan membantah filioque ini karena:

- Creed ini adalah kepunyaan seluruh gereja, dan jika ada bagian yang mau diubah, harus dibicarakan/diskusikan dalam Ecumenical Council. Gereja barat menambahkan sesuatu tanpa konsultasi dengan gereja timur (Orthodox) , yang adalah dosa melawan keserikatan antar gereja.

- Orthodox percaya bahwa dengan adanya filioque ini theologynya tidak benar. Mereka sampai sekarang percaya bahwa proses ROH KUDUS datang dari Bapa, dan menganggap bahwa proses ROH KUDUS datang dari Bapa dan Putra sebagai heretical. Hal ini karena:
"But when the Helper comes, whom I shall send you from the Father, the Spirit of Truth, who proceeds from the Father, He will testify of Me." — John 15:26

Original sin vs ancestral sin

Walaupun gereja timur [Orthodox] dan barat [Katolik Roma] mengakui bahwa manusia terkena dosa Adam dan Hawa, gereja Orthodox lebih menyebutnya sebagai ancestral sin [dosa nenek moyang], sebab walaupun yang belum dibaptis memiliki dosa nenek moyang, mereka tidak bersalah atas dosa yang dilakukan oleh Adam dan Hawa.

Pengertian dosa

Didalam Orthodoxy, dosa adalah sesuatu penyakit yang harus disembuhkan. Bukan sesuatu yang harus dihukum.

Katolik Roma ritus timur

Kasarnya begini, mereka mulanya adalah gereja Orthodox yang berpendapat bahwa mereka harus mengikuti Paus. Paus menyetujuinya dan memperbolehkan mereka untuk mempertahankan liturgy yang selalu mereka pakai (ritus timur: Byzantium, Divine Liturgy) tetapi harus mengikuti theology ajaran-ajaran Katolik Roma
June 11, 2015, 05:41:21 AM
Reply #1
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 95
  • Denominasi: Eastern Orthodox
Divine Liturgy

Adalah liturgy yang dipakai oleh Eastern Orthodox dan Katolik Roma ritus timur sampai saat ini. Liturgy yang tertua adalah liturgy of st. James yang sekarang hanya diadakan di Jerusalem. Liturgy yang biasa dipakai di hari minggu oleh seluruh gereja [Eastern] Orthodox dan Katolik Roma ritus timur adalah liturgy of st. John Chrysostom. Liturgy ini berlangsung selama 2 jam. Sedangkan pada hari minggu ke 6 masa Great Lent, kami memakai liturgy of st. Basil the Great yang berlangsung selama 6 jam.

Kalender

Eastern Orthodoxy dan Oriental Orthodoxy memakai kalender lama, yaitu Julian kalender [kalender yang baru, yaitu kalender yang kita pakai saat ini adalah Gregorian calendar]. Jika natal tanggal 25 desember (yang ditetapkan oleh paus), natal kami itu tanggal 6 january. Paskah terjadi 1 minggu setelah Katolik Roma dan Protestant merayakannya, begitu juga jeda pentecostal, dan ascension day. [tapi saya masih awam tentang kalkulasi kalender, pusing mikirinnya! Dan pun harus tahu kapan Jewish Passover dirayakan tiap tahun].

Prothesis/Proskomedia

Adalah service yang diadakan untuk persiapan Divine Liturgy. Priest melakukan ini di meja persiapan yang berada di sebelah kiri altar (kedua meja ini tentunya ada dibalik iconostase). Meja persiapan ini adalah representasi dari cave stable yang terletak di Bethlehem dimana Yesus dilahirkan.

Prosphora

Adalah roti yang dipakai untuk Ekaristi. Diatas roti ini selalu dicetak dengan tulisan IC XC NIKA, yang artinya "Jesus Christ conquers". Dalam persiapan (Prothesis), priest memotong prosphoranya segi empat yang dinamakan Lamb. Potongan ini akan di consecrate untuk Ekaristi. Selebihnya dari Prosphora ini diletakkan di Diskos/Paten untuk memperingati Theotokos, saints, juga orang Kristen yang masih hidup dan sudah meninggal. Sisa2nya dari prosphora itu diberkati dan diberi kepada semua pengunjung (tanpa terkecuali, dalam arti non-Orthodox bahkan yang bukan Kristenpun boleh ikut serta). Sisa2 roti yang dibagikan ini dinamakan Antidoron.

Matins: doa pagi
Vespers: doa sore
Compline: doa setelah makan sore, doa ini dilanjutkan dengan vespers.

Ibadah


Berdiri
Orthodox tidak duduk selama ibadah. Kecuali disaat seorang priest berkotbah. Walaupun begitu, pengunjung boleh duduk kalau lelah. Dan setiap trinitas disebut: atas nama Bapa, Putra, dan ROH KUDUS, kami membuat tanda salib, juga sebelum doa Bapa Kami. Dan kami selalu memakai Nicene creed tanpa filioque (begitu juga Katolik Roma ritus timur).

Prostration
Seperti gerakan orang sholat lah gitu, lutut, tangan dan kepala di lantai [biasanya kami melakukan ini saat Paskah dan hari kenaikan Yesus]

Metania
Setelah membuat tanda salib, 3 jari tangan kanan menyentuh lantai (dengan cara membungkuk)

Tanda salib
Orthodox dan Katolik Roma ritus timur membuat tanda salib dari kanan ke kiri, dengan jari telunjuk, jari tengah dan jempol menyatu dan dua jari yang lain menutup.

Celibacy

Jesus teaches on celibacy
"For there are eunuchs who were born thus from mother's womb, and there are eunuchs who were made eunuchs by men, and there are eunuchs who have made themselves eunuchs for the kingdom of heaven's sake. He who is able to accept it, let him accept it." — Matthew 19:12

Maka dari itu, Orthodox mempunya both married and celibated clergy.

Priest title:
- Protopresbyter (Archpriest): priest yang mempunyai istri/menikah
- Archimandrite: celibated priest. Kedudukan lebih tinggi dari Protopresbyter.
- Protosyngellos: high ranking cleric in diocese, senior priest (celibated)

Presbytera: istri dari protopresbyter. Atau matushka dalam bahasa Russia (kami menyebut istri priest kami dengan sebutan matushka).

Deacon
Karena sub-deacon boleh menikah, jika setelah ia menikah lalu diangkat sebagai deacon, boleh. Tapi kalau ia diangkat sebagai deacon dan belum menikah, maka ia harus celibated.
Kedudukan/title:
Sub-deacon: dibawah deacon
Deacon: diatas sub-deacon
Protodeacon: diatas deacon
Archdeacon: diatas Protodeacon

Bishop, Partriarch, Archbishop, Auxiliary: celibated

Father?
Kami menyebut priests, monks, sebagai father.
Kenapa? Menurut saya pribadi, sangatlah melelahkan jika kami harus menyebutnya dengan: "protopresbyter! Protopresbyter!" Atau "hallo Archimandrite Daniel Byantoro, Archimandrite mau minum apa, archimandrite?"

Sejauh yang saya amati, title pastor tidak ada di Orthodox.

Terus apalagi yah....? Oh iya!

Baptis

Jika anda telah dibaptis di gereja anda baik Protestant atau Katolik Roma atau Oriental Orthodox dengan formula yang baik (Trinitas), maka tidak perlu dibaptis ulang, tapi diterima di gereja Orthodox ini dengan chrismation dan myron.
« Last Edit: June 11, 2015, 05:45:45 AM by icxcnika »
June 11, 2015, 11:42:18 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
Post yang sangat bagus dan menambah wawasan, sis, nanti aka saya tanggapi.
Mohon tidak perlu menanggapi post yang hanya bertujuan untuk mencari cari 'kesalahan', karena buang waktu dan hanya mengotori thread.

Syalom

June 11, 2015, 12:00:51 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1758
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran


  Cut-
Didalam Orthodoxy, dosa adalah sesuatu penyakit yang harus disembuhkan. Bukan sesuatu yang harus dihukum.

Cut

Mohon penjelasannya.
Apakah maksudnya bhw tidak ada hukuman atas dosa?

Quote from: icxcnika

Prosphora

Adalah roti yang dipakai untuk Ekaristi. Diatas roti ini selalu dicetak dengan tulisan IC XC NIKA, yang artinya "Jesus Christ conquers"


Apakah Roti tersebut dipercaya sebagai "benar-benar tubuh Kristus" sebagaiman Roma Katolik?

REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
June 11, 2015, 12:46:19 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3154
  • Gender: Male
  • Denominasi: Yesus itu Allah
"Pada siang hari di musim panas tahun 1054, sewaktu gereja Orthodox the Holy Wisdom di Constantinople akan mengadakan ibadah, Kardinal Humbert dan dua orang lainnya dari legasi Katolik Roma memasuki gereja itu dan berjalan menuju sanctuary (area di balik iconostase). Mereka datang bukan untuk beribadah, tetapi untuk menaruh Bull of Excommunication (surat pernyataan dari Paus yang isinya meng exkomunikasi gereja timur (Orthodox)) diatas altar dan segera keluar dari gereja itu. Sewaktu Kardinal Humbert melewati pintu barat, ia membersihkan debu di kakinya dan berkata,"biarlah Tuhan yang melihat dan menghakimi!" Seorang deacon berlari dengan stress menghampirinya dan memohon untuk mengambil balik surat itu, yang mana Kardinal menolak, dan surat itu dilepaskan di jalanan." — The Orthodox Church by Kallistos Ware p. 43 tentang Byzantium, II: the Great Schism.

 :huh: :huh:
datang sebagai anak kecil kepada Bapa - Yesus memberkatimu.
June 11, 2015, 12:48:13 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
@icxcnika

Mengenai Filioque dan Schism

pada konsili Kalsedon (451), yang menetapkan bahwa pada saat penjelmaan-Nya, Jesus mempunyai dua kodrat, yaitu kodrat Allah dan kodrat manusia, yang keduanya bersatu secara hypostatik: artinya masing- masing dapat mempunyai ciri- cirinya sendiri, tidak dapat dicampuradukkan, tidak terpisahkan, dan tidak terbagi- bagi. Konsili Kalsedon sekaligus mengecam ajaran- ajaran sesat Nestorius (yang memisahkan kedua kodrat dalam diri Yesus), Arians (yang menolak ke-Tuhanan Jesus), Monophysites (yang mengatakan bahwa keilahian dan kemanusiaan Jesus tergabung dalam satu kodrat)

Setelah Konsili Kalsedon, terdapatlah dua kelompok besar dalam Kristianitas, yaitu mereka yang menerima pengajaran Konsili Kalsedon; yang disebut Chalcedonian Christianity, yaitu gereja- gereja dalam persekutuan dengan Gereja Katolik Roma, Gereja Konstantinopel dan Gereja Orthodox Yunani (Alexandria, Antiokhia dan Yerusalem). Sedangkan gereja- gereja yang menolak Konsili Kalsedon bergabung dalam gereja- yang menyebut diri sebagai gereja Orthodox Oriental, termasuk di sini gereja- gereja Armenia, Syria, Koptik dan Ethiophia.

Schism.
Sebenarnya pemisahan ini bukan disebabkan oleh suatu kejadian sesaat, tetapi karena akumulasi dari banyak kejadian, yang memang telah bertubi- tubi terjadi melanda Gereja Timur (dengan pusatnya Konstantinopel) dan Barat (Roma). Harap diketahui bahwa di abad- abad awal, banyak ajaran sesat yang terjadi di Gereja- gereja Timur (Arianisme, Nestorian, Apolloniarism, Monophysites, Ebionite, Monothelistism, dst).

Namun, kenyataannya, hal ini sedikit banyak memicu adanya semacam ‘persaingan’ politis antara Gereja Timur dan Barat. Selanjutnya, Gereja Timur ingin memasukkan pengaruh bahasa/ budaya Yunani, sedangkan Gereja Barat, budaya Latin.

Persaingan ini mencapai puncaknya pada dua hal. Pertama, tentang hal ‘Filioque‘ dan kedua tentang roti 'tak beragi'
Dan menurut pendapat saya pribadi, yang paling utama adalah tingginya ego manusia dua pemimpin saat itu, he he he.


June 11, 2015, 12:55:18 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
Filioque

Sebenarnya, makna "filioque" adalah bahwa ROH KUDUS berasal dari Allah Bapa dan Putera, dan hal ini sesungguhnya bukan sesuatu yang baru ataupun bertentangan dengan ajaran Kitab Suci. Pernyataan bahwa ROH KUDUS berasal dari Allah Bapa dan Putera itu bahkan menjaga kebenaran utama credo Nicea, bahwa Allah Putera adalah sehakekat dengan Allah Bapa. Maka Allah Putera bersama dengan Allah Bapa mengutus Roh-Nya (lih. Yoh 15:26), dengan analogi bahwa ROH KUDUS berasal dari Bapa dan Putera di dalam hubungan Trinitas. Sebab Allah Bapa dan Putera dan ROH KUDUS mempunyai satu hakekat yang sama, sehingga ‘perbedaannya’ hanya terletak kepada hubungan satu sama lain di dalam kesatuan Trinitas. Yaitu bahwa Allah Putera lahir (‘begotten’) dari Allah Bapa dan ROH KUDUS dihembuskan (‘proceeds’) dari Allah Bapa dan Allah Putera.

Maka  "filioque" tersebut sebenarnya ada untuk memperjelas ajaran Gereja sejak awal yang menolak ajaran Arianisme yang menolak kesamaan hakekat antara Allah Bapa dan Allah Putera. Adanya "filioque" ini bukan untuk menunjukkan ada dua Kepala dalam Allah Trinitas, ataupun dua spirasi/ hembusan. Katekismus Gereja Katolik mengajarkan:

KGK 246  Tradisi Latin dari Kredo mengakui, bahwa Roh "berasal dari Bapa dan Putera, [filioque]". Konsili Firense 1438 menegaskan: "bahwa ROH KUDUS… memperoleh kodrat-Nya dan ada-Nya yang berdikari sekaligus dari Bapa dan Putera dan sejak keabadian berasal dari keduanya, yang merupakan satu asal, dalam satu hembusan… Dan karena Bapa sendiri memberikan segala-galanya yang ada pada Bapa kepada Putera tunggal-Nya waktu kelahiran-Nya, kecuali ke-Bapa-an-Nya, maka kenyataan bahwa ROH KUDUS berasal dari Putera, diperoleh Putera sendiri sejak kekal dari Bapa, oleh-Nya Ia diperanakkan sejak kekal" (DS 1300-1301).

Jadi sebenarnya, pada dasarnya tidak terdapat perbedaan teologis antara pengertian Gereja Timur dan Barat. Seorang teolog Yunani, Prof. Apostolos Nikolaidis, Professor of the Sociology of Religion and Social Ethics at the University of Athens, menunjukkan bahwa skisma 1054 adalah contoh bagaimana praktek, bukan perbedaan teologis, dapat mengakibatkan skisma. "The local Churches coexisted for centuries with the ‘Filioque’ before Church events brought the problem to a head in the period of Photios the Great, but there was no schism, and in the 1054 period the ‘Filioque’ was dormant. It came back and was intensified after this to justify it and make it fixed." (Sumber: Ekklesia- Official Bulletin of the Church of Greece), June 2008, p. 432)

Jadi, sebenarnya sebelum isu "filioque" ini sebenarnya Gereja Timur dan Barat dapat menerima adanya misteri Trinitas ini seperti yang diajarkan para Bapa Gereja, namun kemudian, setelah hal filioque ini diangkat ke permukaan, hal ini dijadikan salah satu penyebab terjadinya skisma yang pada dasarnya melibatkan anggapan bahwa Gereja Barat (Roma) telah menambahkan istilah ‘filioque’ tanpa persetujuan Gereja Timur. Padahal, tulisan para Bapa Gereja dari abad- abad awal telah mengajarkan ‘filioque’ ini, sehingga sesungguhnya hal ini bukan sesuatu yang baru yang baru ditambahkan di abad ke -9.

Tertullian, writing at the beginning of the third century, emphasizes that Father, Son and Holy Spirit all share a single divine substance, quality and power, (Ad Praexes II) which he conceives of as flowing forth from the Father and being transmitted by the Son to the Spirit (Ad Praexes XIII).

Hilary of Poitiers, in the mid-fourth century, speaks of the Spirit as ‘coming forth from the Father’ and being ‘sent by the Son’ (De Trinitate 12.55); as being ‘from the Father through the Son’ (ibid. 12.56); and as ‘having the Father and the Son as his source’ (ibid. 2.29); in another passage, Hilary points to John 16.15 (where Jesus says: ‘All things that the Father has are mine; therefore I said that [the Spirit] shall take from what is mine and declare it to you’), and wonders aloud whether ‘to receive from the Son is the same thing as to proceed from the Father’ (ibid. 8.20).

Ambrose of Milan, writing in the 380s, openly asserts that the Spirit ‘proceeds from (procedit a) the Father and the Son’, without ever being separated from either (On the Holy Spirit 1.11.20).

June 11, 2015, 12:58:44 PM
Reply #7
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 95
  • Denominasi: Eastern Orthodox
Mohon penjelasannya.
Apakah maksudnya bhw tidak ada hukuman atas dosa?

Apakah Roti tersebut dipercaya sebagai "benar-benar tubuh Kristus" sebagaiman Roma Katolik?

Apakah hukuman yang pantas untuk dosa? Bukannya kita harus bertobat? Mencari bibitnya dan cara supaya nggak terulang, dengan banyak doa? Didalam confession gereja Orthodox itu yang confess akan dinasihati bapak spiritual (the priest), lalu confessor berlutut didepan Alkitab, priest tumpang tangan dan menyelimutinya (saya lupa nama kain merah itu) lalu mendoakannya. Tidak disuruh untuk misalkan doa Bapa Kami 10x, atau Trisagion 20x...dll dsb.
Frequensi ngaku dosa itu tergantung tiap2 gereja dan juridiksi.

"Therefore confess your sins to each other and pray for each other so that you may be healed. The prayer of a righteous person is powerful and effective." James 5:16.

Be healed!

Atau maksudnya hukuman yang terjadi setelah kita meninggal? Ada dong.

Yes, roti dan anggur di gereja kami tidaklah symbolic, tapi ada sedikit perbedaan dengan gereja Katolik Roma tentang doktrin transubstantiation. Bisa dibaca di artikel ini (blog AF ini punya penjelasan yg cukup jelas)

https://blogs.ancientfaith.com/orthodoxyandheterodoxy/2013/08/14/the-doctrine-of-transubstantiation-in-the-orthodox-church/
June 11, 2015, 01:01:32 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
Tentang Roti Tak Beragi

Ketika pasukan perang salib dimulai tahun 1090, para patriarkh Byzantin yang singgah di Konstantinopel menyerang gereja- gereja Latin yang sudah ada di sana sejak jaman kaisar Konstantin. Mereka mengatakan bahwa Ekaristi mereka tidak sah karena menggunakan roti tidak beragi,-sesuatu yang memang telah dilakukan oleh Gereja Barat, dan Gereja Armenia sejak awal, untuk mengikuti teladan Kristus yang menggunakan roti tak beragi pada Perjamuan Terakhir. Namun para patriarkh Byzantin itu (dipimpin Michael Cerularius) ingin memaksakan ritus Byzantin -yang menggunakan roti beragi untuk perjamuan- kepada umat Roma yang tinggal di Konstantinopel tersebut. Cerularius membuka tabernakel dan membuang Hosti yang sudah dikonsekrasikan itu ke jalan. Oleh sebab itu, Gereja Roma kemudian mengecam tindakan patriarkh Cerularius tersebut. Setelah kejadian itu, Gereja Roma mengutus delegasi yang dipimpin oleh Cardinal Humbertus untuk mengusahakan perdamaian. Namun sayangnya, karena faktor kelemahan manusia (dalam hal ini emosi yang meledak- ledak dari kedua belah pihak), perundingan diakhiri dengan ekskomunikasi dari kedua belah pihak kepada kedua belah pihak; sesuatu yang berakibat terlalu jauh dan sebenarnya tidak diinginkan oleh kedua belah pihak. Sebab ekskomunikasi itu sebenarnya hanya berlaku terhadap sang individu, dan bukan terhadap semua orang dalam komunitas.

Deklarasi yang disetujui bersama antara Paus Paulus VI dengan Patriarkh Konstantinopel Athenagoras I (1965):

…. ekses- ekses yang mengikutinya dan sesudahnya mengarah kepada akibat- akibat yang, menurut hemat kami, pergi jauh dari apa yang dimaksud dan diduga oleh para pengarangnya [dalam hal ini Cerularius dan Kardinal Humbertus yang diutus oleh Paus]. Mereka mengarahkan sangsi kepada orang- orang yang terlibat dan bukan kepada Gereja- gereja. Sangsi ini tidak dimaksudkan untuk memecahkan persekutuan antara Tahta Suci Roma dan Konstantinopel.”

June 11, 2015, 01:02:31 PM
Reply #9
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 95
  • Denominasi: Eastern Orthodox
BRC,

Saya juga tau kalo schism itu tidak terjadi tiba2, saya cuman nggak mau ketik panjang2!

Semua yang diketik saya ngerti.


Dan mau dibantah seperti apapun saya ya cuman bisa senyum, bukannya gereja Orthodox dan Katolik Roma udah berabad2 tidak menyatu? :)

EO pakai roti beragi karena.....

Jesus has risen!
Khristos anesti! Alithos anesti!

Btw saya juga ngerti alasannya kenapa ada filioque. Andaikan hal itu dibicarakan sama gereja timur dan bukan secara diam2, mungkin tengkarnya tidak akan lebih hebat :)

Dan juga sejak dibawah kekuasaan Islam, gereja barat dan timur semakin susah menyatu :(
« Last Edit: June 11, 2015, 01:19:26 PM by icxcnika »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)