Author Topic: Tuhan Yesus Kristus tidak mungkin dan tidak dapat berbuat dosa  (Read 8159 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 23, 2015, 11:33:29 AM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
To be able to sin is to be able to disobey God and reject His divine presence.
Once you understand that, then you can understand this has nothing to do with one or two natures.
Christ is not a man who strived or struggled to be God, but God who brings His deifying life into man's struggles.
He is the divine presence incarnate, not man seeking divine presence.
Only the latter can you say "ability to sin".

Capability to sin is not "an action done that is wrong", but "an action done, whether in deed, or in word, or in thought, or in any sense of flesh or spirit, that goes against God."  Christ is God.
To say Christ is capable of sin is to say Christ is capable to destroy His own divine identity.

To say God, even in His humanity, had the ability to sin is like saying God in His humanity had the ability to seperate Himself from divinity.



Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
June 23, 2015, 12:04:08 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA
Pada periode "inkarnasi", sebenarnya Yesus Kritus "bisa saja" jatuh (berdosa) seperti dahulu Adam dari keadaan tidak berdosa kemudian dia bisa berdosa. Sebagai Manusia Yesus juga bisa lapar, mengantuk, lelah, dll... Dia ga' jadi superman.

Kalau dikatakan "Tuhan Yesus Kristus tidak mungkin berbuat dosa dan tidak dapat berbuat dosa"; Pencobaan di Padang Gurun oleh Iblis kayak sandiwara doang.... tidak ada esensinya :)

Dan apabila Dia tidak Mungkin "able to sin" tentu penulis Kitab Ibrani tidak akan menulis pujian bagi Sang Mesias berkaitan kesetiaan-Nya dimana Dia tidak jatuh di dalam pencobaan:

* Ibrani 4:15,
LAI TB, Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
KJV, For we have not an high priest which cannot be touched with the feeling of our infirmities; but was in all points tempted like as we are, yet without sin.
TR, ου γαρ εχομεν αρχιερεα μη δυναμενον συμπαθησαι ταις ασθενειαις ημων πεπειραμενον δε κατα παντα καθ ομοιοτητα χωρις αμαρτιας
Translit Interlinear, ou {bukan} gar {sebab} ekhomen {kami mempunyai} arkhierea {Imam Besar} mê {tidak} dunamenon {(yang) dapat} sumpathêsai {turut merasakan} tais astheneiais {kelemahan-kelemahan} hêmôn {kita} pepeiramenon {walaupun telah digoda} de {tetapi} kata panta {dalam segala sesuatu} kath {menurut} homoiotêta {cara yang sama} khôris {tanpa} hamartias {dosa}

Terjemahan yang tepat untuk "χωρις αμαρτιας - khôris hamartias" sebenarnya bukan "tidak berbuat dosa" melainkan "tanpa dosa".

Yesus pernah dicobai, tapi Dia tetap tanpa dosa. Inilah bedanya Adam awal vs Adam akhir.


Blessings,
BP
 
Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
June 23, 2015, 12:10:23 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9119
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Sebenarnya sudah ada Firman yang menjelaskan hal ini :

Ibrani 4 :
14. Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
15. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

sangat jelas dikatakan : hanya tidak berbuat dosa
kalau dikatakan tidak berbuat dosa, ya artinya bisa berbuat dosa

kalau ada yang percaya Yesus tidak mungkin berbuat dosa, artinya percaya point ini :
1. Iblis itu sangat bodoh dan melakukan tindakan yang sia2
2. Yesus dan Iblis di padang gurun itu lagi bersandiwara ala ala drama Korea

padahal kita tahu kalau iblis itu sangat cerdik dan ga bakalan mau melakukan suatu hal yang sia2
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
June 23, 2015, 12:33:18 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
Pada periode "inkarnasi", sebenarnya Yesus Kritus "bisa saja" jatuh (berdosa) seperti dahulu Adam dari keadaan tidak berdosa kemudian dia bisa berdosa.
Our Lord Jesus Christ is one person.
If his humanity was separate it could have willed to do just as Adam did.
While He had the choice to sin He did not have the ability.
The humanity of Christ could never be separate from or unsupported from His deity.
With Adam there was only one nature with Christ he was supported by and anointed by deity as the Son of God.


Sebagai Manusia Yesus juga bisa lapar, mengantuk, lelah, dll...
Everything Christ did as a human being is not a sin, but a sanctified act.
Whatever Christ did was capable of salvation, not sin.


Dia ga' jadi superman.
Christ is a superhero.
That's is how He is described by the fathers.
He is not a superhero who flies or carries big boulders and smashes enemies, but a superhero far beyond such physical capabilities.
His spirituality is what shows us He is more than human.  He shows us through His consubstantial humanity that He is God, by the way He has command over diseases and nature, by the way He forgives sin and shows authority, by the way He shepherds and fulfills the prophecies and the Law.
He has has shown us that whatever mundane human activity He does is divinized that we may be "super" humans in Him.


Kalau dikatakan "Tuhan Yesus Kristus tidak mungkin berbuat dosa dan tidak dapat berbuat dosa"; Pencobaan di Padang Gurun oleh Iblis kayak sandiwara doang.... tidak ada esensinya :)
Mat 4:1   Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.

The nature of the temptations were not that He could learn about faith as we do, the purpose of the temptations was to demonstrate He could not sin and was in fact the Son of God.
Jesus was born under the law but was kept free from any transgressions of the law.
He came to do the Fathers will Jn.4:34 which is perfect.
Since sin is falling short of God's perfection Jesus was never less than perfect at any time.


Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
June 23, 2015, 01:00:27 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9235
Karena ingin mengangkat Maria menjadi tanpa dosa, tanpa noda, tetap perawan, jadi maksa Tuhan Yesus lahir tidak mungkin dapat berbuat dosa.

Kalau Tuhan Yesus dengan tubuh kemuliaan yang telah dirubah pada saat kebangkitanNya, itu jelas TIDAK MUNGKIN BERBUAT DOSA LAGI.

Filipi 2 dengan jelas mengatakan kenosis, silakan digali.

Ini bukan untuk diskusi, karena sudah didiskusikan dithread lain yang tidak ada hasil pertemuannya.

Tuhan memakai tubuh manusia seperti kita, dapat lapar seperti dikatakan Sarpag, dengan sangat jelas .
June 23, 2015, 02:07:34 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA

kalau ada yang percaya Yesus tidak mungkin berbuat dosa, artinya percaya point ini :
1. Iblis itu sangat bodoh dan melakukan tindakan yang sia2
2. Yesus dan Iblis di padang gurun itu lagi bersandiwara ala ala drama Korea

padahal kita tahu kalau iblis itu sangat cerdik dan ga bakalan mau melakukan suatu hal yang sia2

Drama Korea, Film India, Telenovela Meksiko, Sinetron Indo... sami mawon :D
Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
June 23, 2015, 02:42:33 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12160
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Kalau Yesus bisa berdosa, maka sampai sekarangpun ada kemungkinan Yesus berdosa. Karena Yesus bangkit dan naik ke surga dengan tubuh yang sama.

Kata 'dicobai' yang dipakai di Mat 4:1 itu berarti 'tested'. Iblis bukan sosok yang maha tahu, dia mau tested Yesus apakah benar-benar anak Allah.

If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
June 23, 2015, 02:58:31 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4556
Karena ingin mengangkat Maria menjadi tanpa dosa, tanpa noda, tetap perawan, jadi maksa Tuhan Yesus lahir tidak mungkin dapat berbuat dosa.

Kalau Tuhan Yesus dengan tubuh kemuliaan yang telah dirubah pada saat kebangkitanNya, itu jelas TIDAK MUNGKIN BERBUAT DOSA LAGI.

Filipi 2 dengan jelas mengatakan kenosis, silakan digali.

Ini bukan untuk diskusi, karena sudah didiskusikan dithread lain yang tidak ada hasil pertemuannya.

Tuhan memakai tubuh manusia seperti kita, dapat lapar seperti dikatakan Sarpag, dengan sangat jelas .

hehehe alergi amat sama Maria sis
gak ada hubungan sama Maria kaleee
 ;D ;D ;D

ini murni cara pandang
tidak ada hubungan dengan Maria

saya pun berpandangan kurang lebih sama dengan bro siip dan sp
tapi saya belum tau pandangan gereja katolik tentang ini
jadi saya tidak ikutan

tapi kalau sedikit2 disambungkan dengan Maria
menurut saya kayanya gak make sense dech

June 23, 2015, 03:16:47 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
Dan apabila Dia tidak Mungkin "able to sin" tentu penulis Kitab Ibrani tidak akan menulis pujian bagi Sang Mesias berkaitan kesetiaan-Nya dimana Dia tidak jatuh di dalam pencobaan:

* Ibrani 4:15,
LAI TB, Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
KJV, For we have not an high priest which cannot be touched with the feeling of our infirmities; but was in all points tempted like as we are, yet without sin.
TR, ου γαρ εχομεν αρχιερεα μη δυναμενον συμπαθησαι ταις ασθενειαις ημων πεπειραμενον δε κατα παντα καθ ομοιοτητα χωρις αμαρτιας
Translit Interlinear, ou {bukan} gar {sebab} ekhomen {kami mempunyai} arkhierea {Imam Besar} mê {tidak} dunamenon {(yang) dapat} sumpathêsai {turut merasakan} tais astheneiais {kelemahan-kelemahan} hêmôn {kita} pepeiramenon {walaupun telah digoda} de {tetapi} kata panta {dalam segala sesuatu} kath {menurut} homoiotêta {cara yang sama} khôris {tanpa} hamartias {dosa}

Terjemahan yang tepat untuk "χωρις αμαρτιας - khôris hamartias" sebenarnya bukan "tidak berbuat dosa" melainkan "tanpa dosa".

Yesus pernah dicobai, tapi Dia tetap tanpa dosa. Inilah bedanya Adam awal vs Adam akhir.
The word translated "tempted" (pepeiramenon) denotes being tried or proven as well as being enticed.
For man, temptation tests our obedience to our Lord.
For Christ, temptation was the proving of His impeccability.

The same word is used in Hebrews 2:18: "For in that He Himself has suffered, being tempted, He is able to aid those who are being tempted."

W. E. Vine, commenting on this word, says that
the context [in Hebrews 2:18] shows that the temptation was the cause of suffering to Him, and only suffering, not a drawing away to sin, so that believers have the sympathy of Christ as their High Priest in the suffering which sin occasions to those who are in the enjoyment of communion with God; so in the similar passage in [Hebrews 4:15]; in all the temptations which Christ endured, there was nothing within Him that answered to sin.



Allah tidak dapat menyangkal diriNya sendiri.
Allah Tritunggal setia, walau kita tidak setia sebab Allah tidak mungkin dan tidak dapat berbuat dosa alias tidak dapat menyangkal diriNya:
2Tim. 2:13   jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
June 23, 2015, 03:23:24 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9119
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Kalau Yesus bisa berdosa, maka sampai sekarangpun ada kemungkinan Yesus berdosa. Karena Yesus bangkit dan naik ke surga dengan tubuh yang sama.

Kata 'dicobai' yang dipakai di Mat 4:1 itu berarti 'tested'. Iblis bukan sosok yang maha tahu, dia mau tested Yesus apakah benar-benar anak Allah.

kalau pemikirannya seperti itu

artinya semua nabi2 (Musa, Elia, dll) rasul2 (Petrus, Yakobus, Yohanes, dll) dan orang2 yang mati dalam Tuhan sekarangpun ada kemungkinan untuk berbuat dosa lagi di sorga, apakah seperti itu? :D

tested / dicobai / ujian maknanya sejalan
intinya Iblis ingin Yesus berbuat dosa dengan cara mengikuti kehendak Iblis, dan kalau menurut saya pribadi supaya rencana Yesus untuk menyelamatkan semua manusia gagal karena Yesus telah berdosa

ayat2nya sudah jelas : Dia dicobai/tested/diuji/apapunlah yang sejalan, namun TIDAK berbuat dosa
ya artinya cobaan/test/ujian/apapun itulah intinya SUPAYA Yesus berbuat dosa

baca kata2 ginian ga perlu tafsiran ribet2, ayat itu sudah berbicara apa adanya
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)