Author Topic: Tuhan Yesus Kristus tidak mungkin dan tidak dapat berbuat dosa  (Read 8283 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 23, 2015, 03:28:58 PM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
Quote
...
* Ibrani 4:15,
LAI TB, Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
KJV, For we have not an high priest which cannot be touched with the feeling of our infirmities; but was in all points tempted like as we are, yet without sin.
TR, ου γαρ εχομεν αρχιερεα μη δυναμενον συμπαθησαι ταις ασθενειαις ημων πεπειραμενον δε κατα παντα καθ ομοιοτητα χωρις αμαρτιας
Translit Interlinear, ou {bukan} gar {sebab} ekhomen {kami mempunyai} arkhierea {Imam Besar} mê {tidak} dunamenon {(yang) dapat} sumpathêsai {turut merasakan} tais astheneiais {kelemahan-kelemahan} hêmôn {kita} pepeiramenon {walaupun telah digoda} de {tetapi} kata panta {dalam segala sesuatu} kath {menurut} homoiotêta {cara yang sama} khôris {tanpa} hamartias {dosa}

Terjemahan yang tepat untuk "χωρις αμαρτιας - khôris hamartias" sebenarnya bukan "tidak berbuat dosa" melainkan "tanpa dosa".
..
Sebenarnya sudah ada Firman yang menjelaskan hal ini :

Ibrani 4 :
14. Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
15. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

sangat jelas dikatakan : hanya tidak berbuat dosa
kalau dikatakan tidak berbuat dosa, ya artinya bisa berbuat dosa
Bro Sarpag telah memberi pendapatnya bhw terjemahan untuk Ibr 4:15 yg tepat adalah "tanpa dosa"
Bisa dicek juga dari interlinearnya.

Adapun mengenai penafsiran SdT, telah SdT posting di #8


kalau ada yang percaya Yesus tidak mungkin berbuat dosa, artinya percaya point ini :
1. Iblis itu sangat bodoh dan melakukan tindakan yang sia2
IMO: iblis memang bodoh dan melakukan tindakan yg sia2..
Jika dia pinter, dia gak bakalan memberontak pada Allah in the first place,
Jika dia pinter, dia gak bakalan berperang dgn mikhael dan malaikat-malaikatnya (Why 12)

Iblis melihat peluang bisa menguasai Sorga, menggulingkan kekuasaan Allah TIDAK SERTA MERTA MEMBUKTIKAN bhw peluang yg dilihat iblis itu beneran fakta, bisa aja cuman ilusinya sendiri doang.

Kayak ini juga kan justru memperlihatkan kebodohan iblis:
Mat 4:9   dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."

Lah kan seluruh dunia dijadikan oleh Yesus, Yesus juga tau bhw Dia yg menjadikan langit bumi.. kok ditawarin hasil ciptaanNya sendiri... kan ting tung si iblis bodohnya...
 ;D

Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
June 23, 2015, 03:51:04 PM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
2. Yesus dan Iblis di padang gurun itu lagi bersandiwara ala ala drama Korea
Sin is an inward response to outward temptation (James 1:14-15), and Jesus had no inward sinful nature that could respond to outward temptation.
Jesus possessed a will to do the will of the Father (Matthew 26:39; John 5:30, 6:38, 10:37).
In the incarnation, the divine Son of God had complete authority over His humanity (e.g., John 10:18).

Yesus turut merasakan penderitaan kita dlm hal fisik - dianiaya, diludahi, dll...
Yesus dan iblis tidak bersandiwara.


Sebaliknya, SdT kok melihat dari argumen rekan2 pro-peccable bhw sepertinya premisnya:
1. seolah2 "Yesus paid something to the Father dan sbg imbal baliknya Yesus berhak menerima segala yg ada"
2. syarat daripada "berhak - merit" tsb adalah "Yesus capable of sinning"
3. Kesimpulan: Yesus capable of sinning.

Jika benar demikian konsep dasarnya maka argumen SdT:
1. the Bible never says payment was made to the Father.

2. Christ is not a man who strived or struggled to be God, but God who brings His deifying life into man's struggles.  He is the divine presence incarnate, not man seeking divine presence.  Only the latter can you say "ability to sin".

3. For Orthodox, Jesus voluntarily took on our death in order to destroy it.  He died for us and took on the weight and consequence of our sin, but not in order to appease an angry Father.  Rather, to destroy death and reunite Human flesh with the energies of God in His person.


« Last Edit: June 23, 2015, 04:13:46 PM by Seek d Truth »
Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
June 23, 2015, 04:05:56 PM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9143
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik

Bro Sarpag telah memberi pendapatnya bhw terjemahan untuk Ibr 4:15 yg tepat adalah "tanpa dosa"
Bisa dicek juga dari interlinearnya.

buat saya artinya sama saja

dicobai namun tanpa dosa
dicobai namun tak berbuat dosa

Kayak ini juga kan justru memperlihatkan kebodohan iblis:
Mat 4:9   dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."

Lah kan seluruh dunia dijadikan oleh Yesus, Yesus juga tau bhw Dia yg menjadikan langit bumi.. kok ditawarin hasil ciptaanNya sendiri... kan ting tung si iblis bodohnya...
 ;D

ya kagak dong
dunia ini emang punya iblis sejak saat manusia jatuh dalam dosa

----

saya ga perlu memberikan argumen lebih lanjut tentang hal ini (meskipun saya sangat bisa)
buat saya hal ini ga prinsipil
kalo saya salah ya udah
kalo saya benar juga ya udah
ga efek, saya dan anda akan tetap masuk sorga karena percaya Yesus, saya dan anda ga bakalan ditolak di sorga karena gagal paham mengenai hal ini

buat saya pendapat yang saya tulis di reply sebelumnya sudah final, saya tak menerima gugatan dalam bentuk apapun :)

Sebenarnya sudah ada Firman yang menjelaskan hal ini :

Ibrani 4 :
14. Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
15. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

sangat jelas dikatakan : hanya tidak berbuat dosa
kalau dikatakan tidak berbuat dosa, ya artinya bisa berbuat dosa

kalau ada yang percaya Yesus tidak mungkin berbuat dosa, artinya percaya point ini :
1. Iblis itu sangat bodoh dan melakukan tindakan yang sia2
2. Yesus dan Iblis di padang gurun itu lagi bersandiwara ala ala drama Korea

padahal kita tahu kalau iblis itu sangat cerdik dan ga bakalan mau melakukan suatu hal yang sia2

selanjutnya silahkan kalau rekan2 lain mau menanggapi

I'm done
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
June 23, 2015, 04:31:19 PM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA

The word translated "tempted" (pepeiramenon) denotes being tried or proven as well as being enticed.
For man, temptation tests our obedience to our Lord.
For Christ, temptation was the proving of His impeccability.

The same word is used in Hebrews 2:18: "For in that He Himself has suffered, being tempted, He is able to aid those who are being tempted."

W. E. Vine, commenting on this word, says that
the context [in Hebrews 2:18] shows that the temptation was the cause of suffering to Him, and only suffering, not a drawing away to sin, so that believers have the sympathy of Christ as their High Priest in the suffering which sin occasions to those who are in the enjoyment of communion with God; so in the similar passage in [Hebrews 4:15]; in all the temptations which Christ endured, there was nothing within Him that answered to sin.


* Ibrani 4:15,
LAI TB, Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
KJV, For we have not an high priest which cannot be touched with the feeling of our infirmities; but was in all points tempted like as we are, yet without sin.
TR, ου γαρ εχομεν αρχιερεα μη δυναμενον συμπαθησαι ταις ασθενειαις ημων πεπειραμενον δε κατα παντα καθ ομοιοτητα χωρις αμαρτιας
Translit Interlinear, ou {bukan} gar {sebab} ekhomen {kami mempunyai} arkhierea {Imam Besar} mê {tidak} dunamenon {(yang) dapat} sumpathêsai {turut merasakan} tais astheneiais {kelemahan-kelemahan} hêmôn {kita} pepeiramenon {walaupun (Dia) telah digoda, verb - perfect passive participle - accusative singular masculine} de {tetapi} kata panta {dalam segala sesuatu} kath {menurut} homoiotêta {cara yang sama} khôris {tanpa} hamartias {dosa}

Kata "pepeiramenon" yang dipersoalkan, dalam hemat saya terjemahannya bukan "tempted" doang, tapi yang lebih tepat adalah "the one who has been tempted", seperti terjemahan ini:

New International Version, For we do not have a high priest who is unable to empathize with our weaknesses, but we have one who has been tempted in every way, just as we are--yet he did not sin.
New American Standard Bible, For we do not have a high priest who cannot sympathize with our weaknesses, but One who has been tempted in all things as we are, yet without sin.
Holman Christian Standard Bible, For we do not have a high priest who is unable to sympathize with our weaknesses, but One who has been tested in every way as we are, yet without sin.
NET Bible, For we do not have a high priest incapable of sympathizing with our weaknesses, but one who has been tempted in every way just as we are, yet without sin.

--bersambung--

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
June 23, 2015, 04:31:32 PM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA
Jadi, sebenarnya terjemahan "tempted" sebagaimana di terjemahan KJV itu tidak mewakili muatan kata "pepeiramenon" secara gramatical-nya, kata ini berasal dari verba πειράζω -peirazô dalam bentuk perfect passive participle - accusative singular masculine.

Kalau KJV kan hanya diterjemahkan "tempted", jika dimikian,  Anda akan hanya memandang tenses kata ini dalam bentuk "past" saja, bukan perfect, dan Anda tidak mengetahui bahwa kata ini sebenarnya adalah bentuk "passive" dan Anda juga tidak tahu kata ini juga mewakili object "accusative, singular, masculine".

Sekarang kita lihat Ibrani 2:18, kata "pencobaan", juga menggunakan kata dasar πειράζω -peirazô tetapi bentuknya berbeda: verb - aorist passive participle - nominative singular masculine: πειρασθεις - peirastheis.
Bentuk aorist itu mirip dengan "past tense"-nya bahasa Inggris. KJV menerjemahkannya "being tempted", yang ini saya setuju penerjemahannya.


Balik ke Ibrani 4:15:

Karna kata "pepeiramenon" ini bentuknya pasif dan tenses-nya adalah "perfect tense", yang maknanya "terbukti, dulu dia sudah benar-benar dicobai" dan Dia lulus. Maka dalam penyajian "interlinearnya" saya menerjemahkannya dengan tambahan  "walaupun (Dia) telah digoda." Memang kata "walaupun" ini sekedar tambahan, tetapi tambahan ini memberikan maksud bahwa Ia benar telah mengalami godaan itu dan Dia lulus, dan verbanya dalam bentuk "perfect-participal", yang artinya Dia benar-benar dilibatkan di dalam pencobaan itu, dan Dia menjadi Direct Object-nya (Accusative).

Menerjemahkan 1 kata dalam bahasa asli Alkitab, seringkali terjemahannya bisa memerlukan 4-7 kata dalam bahasa Inggris, dan itulah memang keunikan bahasa Ibrani & Yunani. Gramatiknya sangat berbeda dengan bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia.



Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
June 23, 2015, 04:32:03 PM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
buat saya artinya sama saja

dicobai namun tanpa dosa
dicobai namun tak berbuat dosa
Opini pembaca yg timbul dari membaca kalimat "Ia dicobai, hanya tidak berbuat dosa" tidak sama dgn opini yg timbul dari membaca kalimat "Ia dicobai, hanya tanpa dosa"

Kalimat yg terakhir menggiring pada opini bhw:
Yoh 1:4-5   Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

1Yoh. 1:5   Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.



Yg artinya justru membuktikan:
In all the temptations which Christ endured, there was nothing within Him that answered to sin because He was not able to sin.


ya kagak dong
dunia ini emang punya iblis sejak saat manusia jatuh dalam dosa
Satan is the father of lies
Satan only acts as if he is in possession of the world when he tells Jesus he will give him the world if Jesus worships him. Jesus knows that the world belongs to The Holy Trinity.

Satan is known as the god of this world only because he acts like the god of this world. He is not the literal god of this world. This world is still God’s world.

« Last Edit: June 23, 2015, 04:39:55 PM by Seek d Truth »
Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
June 23, 2015, 04:51:32 PM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
@kk Hen2: wa dapet ilham argumen lain yg baru dlm menanggapi poin berikut:
kalau ada yang percaya Yesus tidak mungkin berbuat dosa, artinya percaya point ini :
1. Iblis itu sangat bodoh dan melakukan tindakan yang sia2

padahal kita tahu kalau iblis itu sangat cerdik dan ga bakalan mau melakukan suatu hal yang sia2
Premis Hen2: iblis itu sangat cerdik dan ga bakalan mau melakukan suatu hal yang sia2

Sekarang wa counter:
1. kerjaan iblis = mempengaruhi orang tuk berbuat dosa
2. ketika believers overcome hawa nafsunya sehingga gak membuahinya = iblis telah melakukan suatu yg sia2, bukan ?

Dari sini, poin 1 kk Hen2 terlihat lemah..sbb statemen bhw "iblis ga bakalan mau melakukan suatu hal yang sia2" menggiring pada opini bhw:
si iblis sama sekali tidak bertindak apa2 dong pada peristiwa dari mulai timbulnya hawa nafsu negatif, pikatan keinginan negatif, pergumulan batin sampe the saints overcome hawa nafsu negatifnya sehingga tidak membuahinya tsb  ?

Terlebih dikatakan bhw:
1Yoh. 3:9   Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

sifat2 Allah tetap ada di dalam believers dan ia tidak dapat terus-menerus berbuat dosa.

Ini kasusnya ama believer (orang biasa yg personnya bukan Person Allah kayak Yesus) aja, terbukti bhw iblis mau melakukan tindakan yg sia2.... dan believer dapat mengalahkan iblis dlm kuasaNya..

Apalagi kalo kasusnya ama Yesus Kristus yg PersonNya adalah Person Allah sendiri, dan dalam Dialah berdiam secara jasmaniah SELURUH KEPENUHAN KE-ALLAH-AN.

"cobaan" yg dari luar (krn Yesus gak punya evil inclination) jelas pada mencelat semua gak mampu membuat Yesus MAU untuk berbuat dosa, kegelapan gak tahan ama TERANG-NYA TUHAN YESUS KRISTUS.


« Last Edit: June 23, 2015, 07:26:27 PM by Seek d Truth »
Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
June 24, 2015, 10:02:16 AM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9143
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
I'm sorry ya sis Sdt
bukan maksud nyuekin

But I said I'm done
and I mean it
thank you for your understanding
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
June 24, 2015, 11:46:14 AM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
* Ibrani 4:15,
...
Kata "pepeiramenon" yang dipersoalkan, dalam hemat saya terjemahannya bukan "tempted" doang, tapi yang lebih tepat adalah "the one who has been tempted", seperti terjemahan ini:
...

Jadi, sebenarnya terjemahan "tempted" sebagaimana di terjemahan KJV itu tidak mewakili muatan kata "pepeiramenon" secara gramatical-nya, kata ini berasal dari verba πειράζω -peirazô dalam bentuk perfect passive participle - accusative singular masculine.

Kalau KJV kan hanya diterjemahkan "tempted", jika dimikian,  Anda akan hanya memandang tenses kata ini dalam bentuk "past" saja, bukan perfect, dan Anda tidak mengetahui bahwa kata ini sebenarnya adalah bentuk "passive" dan Anda juga tidak tahu kata ini juga mewakili object "accusative, singular, masculine".

Sekarang kita lihat Ibrani 2:18, kata "pencobaan", juga menggunakan kata dasar πειράζω -peirazô tetapi bentuknya berbeda: verb - aorist passive participle - nominative singular masculine: πειρασθεις - peirastheis.
Bentuk aorist itu mirip dengan "past tense"-nya bahasa Inggris. KJV menerjemahkannya "being tempted", yang ini saya setuju penerjemahannya.

Balik ke Ibrani 4:15:

Karna kata "pepeiramenon" ini bentuknya pasif dan tenses-nya adalah "perfect tense", yang maknanya "terbukti, dulu dia sudah benar-benar dicobai" dan Dia lulus. Maka dalam penyajian "interlinearnya" saya menerjemahkannya dengan tambahan  "walaupun (Dia) telah digoda." Memang kata "walaupun" ini sekedar tambahan, tetapi tambahan ini memberikan maksud bahwa Ia benar telah mengalami godaan itu dan Dia lulus, dan verbanya dalam bentuk "perfect-participal", yang artinya Dia benar-benar dilibatkan di dalam pencobaan itu, dan Dia menjadi Direct Object-nya (Accusative).

Menerjemahkan 1 kata dalam bahasa asli Alkitab, seringkali terjemahannya bisa memerlukan 4-7 kata dalam bahasa Inggris, dan itulah memang keunikan bahasa Ibrani & Yunani. Gramatiknya sangat berbeda dengan bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia.

Agreed... Tempted here in He 4:15 is in the perfect tense signifying a past completed action with continuing results or effects - believers continue to be the beneficiaries of the truth that Jesus experienced all that we would be faced with and thus He can understand our plight and He can come alongside with aid in our time of need.

But, sorry...the question is not:
a. Tempted here in He 4:15 is in the perfect tense or in the past tense ?
b. was Jesus tempted ?

The question is: "Could Jesus Sin?" >
a. Did Jesus Christ face his temptations without having a sin nature/propensity to sin/possibility of sinning ?
or
b. Did his temptations simply result in his not sinning?

What does χωρὶς ἁμαρτίας modify?
Is it subordinate to πεπειρασμένον, κατὰ πάντα, or καθ ᾿ ὁμοιότητα?
If πεπειρασμένον, then all three prepositional phrases are most likely equally subordinate; that is, Jesus’ temptations are qualified in three ways: he was tempted
1 in every area,
2 like we are tempted,
3 apart from sin.
But still the problem remains:
a. Does this mean ‘apart from sinning’? (result)
or
b. does it mean that his temptations were apart from the kind which arise out of sin (or one’s sin nature)?

If χωρὶς ἁμαρτίας is subordinate to κατὰ πάντα, then the meaning is most likely this: although he was tempted in every way, he did not sin (result).
But the principle of nearest antecedent suggests rather that καθ ᾿ ὁμοιότητα controls χωρὶς ἁμαρτίας
If this is so, then the most natural way to take the whole text is to see the prepositional phrases as successively subordinate.
That is, κατὰ πάντα controls καθ ᾿ ὁμοιότητα which controls χωρὶς ἁμαρτίας.
All of this, of course, is subordinate to πεπειρασμένον.

So if we take this view, then χωρὶς ἁμαρτίας qualifies ὁμοιότητα —that is, Jesus was tempted just as we are apart from sin.
The one way in which his temptations were different was the sin factor.
This seems to speak of distinction in the process rather than result.


https://bible.org/article/preliminary-exegesis-hebrews-415-view-toward-solving-peccabilityimpeccability-issue

Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
June 24, 2015, 12:01:57 PM
Reply #19
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6351
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Kalau Yesus bisa berdosa, maka sampai sekarangpun ada kemungkinan Yesus berdosa. Karena Yesus bangkit dan naik ke surga dengan tubuh yang sama.

Dia sampai saat ini adalah Imam Besar kita yg berbagi bersama-sama dengan kita, bukan?
Dia sampai saat ini juga adalah Manusia Yesus Kristus, bukan?

Di situlah superioritas dari Manusia Yesus Kristus.
Dia tidak berbuat dosa hingga selama-lamanya krn Dia sangat mampu untuk memilih tidak berbuat dosa.

Kelak itupulalah superioritas kita dibandingkan malaikat,
Krn ada malaikat berbuat dosa skalipun mreka melihat Tuhan langsung, sdgkn kita kelak di Sorga tidak pernah lagi mau berbuat dosa.

Kl mnrt saya,
Sgala yg kita alami saat ini btujuan mbentuk manusia yg bisa berbuat dosa namun tidak mau berbuat dosa krn mnyadari sbrapa baiknya kasih Allah dan sbrapa buruknya dosa.

Ini smua pnafsiran saya aja Bro.
Kl gereja orthodox dan katolik punya penafsiran beda.

Bagi mreka superioritas Manusia Yesus Kristus ada pada ketidakmungkinannya berbuat dosa (meski Ia bisa dicobai).

Klpun iya, maka bagi saya very good, hanya saya punya pandangan beda sampai saat ini.
« Last Edit: June 24, 2015, 12:29:09 PM by Siip »
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)