Author Topic: Tuhan Yesus Kristus tidak mungkin dan tidak dapat berbuat dosa  (Read 9924 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

August 14, 2015, 08:45:13 PM
Reply #290
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
Upah dosa adalah maut dan Kemanusiaan Yesus mengalami maut karena dijadikan berdosa oleh Tuhan untuk menebus dosa manusia,jadi jelas bahwa kemanusiaan Yesus itu bisa berdosa.
Buktikan bhw Yesus Kristus telah berbuat dosa ?
Jangan memfitnah kamu!

Ayat alkitab tertulis kalimat "Ia tidak mengenal dosa" jangan kamu manipulasi menjadi "Ia bisa berbuat dosa"


Konsep anda mengenai natur memang sangat lemah buktinya pertanyaan saya yang relevan mengenai natur tubuh rohani dan tubuh jasmani,tetap anda kabur tidak mau menjawabnya,karena anda hanya  mampu melihat  soal person anzicht sedangkan mengenai natur kacau balau.
Sudah diduga pasti klaim sepihak ginian yang muncul.
Sedangkan argumen2 SdT sama sekali gak disentuh.
Cobalah berfikir dikit, jangan cuma klaim sepihak doang.


Saya memang paham kelemahan anda mengenai hubungan person dgn natur karena mungkin pikiran anda sudah diracuni selama puluhan tahun oleh ajaran yang keliru mengenai natur yaitu campur aduk natur ilahi dan manusia didalam doktrin mariology,dimana natur ilahi dan manusia menjadi campur aduk tidak karuan.
Ora mutu babar blasss.....

Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
August 15, 2015, 07:48:09 AM
Reply #291
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen
BTT please,
Kalo kamu gak mau dan gak bisa jawab pertanyaan SdT yg sesuai Topik mending gak usah ikutan
gak usah bkin trit terselubung dalam Trit yg ada

Kalo kamu mau dijawab, susun pertanyaan yg relevan dgn Trit.. kamu jelaskan apa relevansinya pertanyaan kamu dgn Trit.. kalo SdT pandang bhw pertanyaanmu nyambung tentunya SdT jawab..
Sedangkan selama ini kamu cuman nanya2 pertanyaan konyol doang... jadi jangan harap SdT mau kamu ajak OOT.

Wow, ternyata anda adalah seorang yang tidak jujur dalam berdiskusi,
Sebelumnya kamu menuduh saya tidak mempelajari alkitab, sekarang kamu menuduh saya merubah isi alkitab ?
Saya tidak menyangka anda menggunakan cara strawman serendah ini demi untuk membenarkan tuduhan anda terhadap Allah bhw: Allah bisa berbuat dosa melalui nature manusia,


Semua pertanyaan saya sangat berkaitan dengan topik ini tetapi anda kabur melulu mungkin karena anda masih perlu waktu untuk mencari cari jawabannya bro,padahal pertanyaan saya sangat sederhana.

Silogisme:

1.   Natur manusia bisa berdosa dan tidak berdosa
2.   Yesus mengambil natur manusia didalam inkarnasinya
3.   Natur manusia Yesus bisa berdosa dan tidak berdosa.

Dalam kaitannya dengan dosa maka hanya ada 2 macam natur yang ada yaitu :

1.   Natur Pencipta yaitu natur ilahi yang infallible dan Impeccable
2.   Natur ciptaan yang fallible dan peccable.

Natur Pencipta atau natur ilahi tidak mengenal dosa karena mereka sempurna dan self existence.
Natur ciptaan baik berupa roh (malaikat) maupun tubuh dan roh (manusia) bisa berdosa dan bisa tidak berdosa karena mereka diciptakan memiliki sifat moral dan kehendak bebas.
Kedua natur tsb tidak mungkin bercampur aduk satu sama lain karena memiliki perbedaan kwalitatif yang tidak terhingga.

Persepsi anda sudah diracuni dan dipolusi oleh ajaran tradisi manusia selama ribuan tahun seperti tradisi bangsa Yahudi sehingga mereka tidak bisa memahami ajaran Yesus sebagaimana anda juga tidak memahami ajaran Alkitab dengan benar karena pikiran anda sudah diracuni oleh tradisi palsu yaitu campur aduk kedua natur tsb sehingga percaya ada manusia keturunan Adam yang tidak berdosa,ketuhanan yg memiliki ibu manusia dan ada manusia yang infallible persis natur ilahi.

Itulah sebabnya Yesus sangat mengecam tradisi tradisi bikinan manusia yang sudah melawan Firman Tuhan dan sekarang juga sedang menguasai sebagian besar umat Kristen tanpa mereka sadari karena lebih memegang tradisi manusia yg fallible ketimbang Firman Tuhan yang infallible.

August 15, 2015, 09:30:29 AM
Reply #292
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar

Semua pertanyaan saya sangat berkaitan dengan topik ini tetapi anda kabur melulu mungkin karena anda masih perlu waktu untuk mencari cari jawabannya bro,padahal pertanyaan saya sangat sederhana.

Silogisme:

1.   Natur manusia bisa berdosa dan tidak berdosa
2.   Yesus mengambil natur manusia didalam inkarnasinya
3.   Natur manusia Yesus bisa berdosa dan tidak berdosa.

Dalam kaitannya dengan dosa maka hanya ada 2 macam natur yang ada yaitu :

1.   Natur Pencipta yaitu natur ilahi yang infallible dan Impeccable
2.   Natur ciptaan yang fallible dan peccable.

Natur Pencipta atau natur ilahi tidak mengenal dosa karena mereka sempurna dan self existence.
Natur ciptaan baik berupa roh (malaikat) maupun tubuh dan roh (manusia) bisa berdosa dan bisa tidak berdosa karena mereka diciptakan memiliki sifat moral dan kehendak bebas.
Kedua natur tsb tidak mungkin bercampur aduk satu sama lain karena memiliki perbedaan kwalitatif yang tidak terhingga.

Persepsi anda sudah diracuni dan dipolusi oleh ajaran tradisi manusia selama ribuan tahun seperti tradisi bangsa Yahudi sehingga mereka tidak bisa memahami ajaran Yesus sebagaimana anda juga tidak memahami ajaran Alkitab dengan benar karena pikiran anda sudah diracuni oleh tradisi palsu yaitu campur aduk kedua natur tsb sehingga percaya ada manusia keturunan Adam yang tidak berdosa,ketuhanan yg memiliki ibu manusia dan ada manusia yang infallible persis natur ilahi.

Itulah sebabnya Yesus sangat mengecam tradisi tradisi bikinan manusia yang sudah melawan Firman Tuhan dan sekarang juga sedang menguasai sebagian besar umat Kristen tanpa mereka sadari karena lebih memegang tradisi manusia yg fallible ketimbang Firman Tuhan yang infallible.
Anda pikirannya belum terbuka.
Masih bingung dengan Ajaran Kristologi yg sesungguhnya.
Pikiran anda ketutup ama [tuduhan anda terhadap Allah]



Camkan baik-baik ya:
Jika tak pernah sedetikpun Yesus Kristus bukan Allah, maka Ia tak pernah bisa berbuat dosa.
Maka: BUKTIKAN BHW YESUS KRISTUS PERNAH 'BUKAN ALLAH' sehingga Ia pernah BISA berbuat dosa ?

Ini saya suruh anda mempertanggungjawabkan konsewkensi logis dari konsep pecability anda.
Ayo, mau muter kemana lagi..

Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
August 15, 2015, 09:46:41 AM
Reply #293
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4716
Anda pikirannya belum terbuka.
Masih bingung dengan Ajaran Kristologi yg sesungguhnya.
Pikiran anda ketutup ama [tuduhan anda terhadap Allah]



Camkan baik-baik ya:
Jika tak pernah sedetikpun Yesus Kristus bukan Allah, maka Ia tak pernah bisa berbuat dosa.
Maka: BUKTIKAN BHW YESUS KRISTUS PERNAH 'BUKAN ALLAH' sehingga Ia pernah BISA berbuat dosa ?

Ini saya suruh anda mempertanggungjawabkan konsewkensi logis dari konsep pecability anda.
Ayo, mau muter kemana lagi..

terus berkarya sis
sekarang dengan membaca beberapa tulisan sis
saya mulai menangkap artinya
dan saya sedang dalam mempelajari doktrin tsb
thanks
August 17, 2015, 05:48:11 AM
Reply #294
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen
Anda pikirannya belum terbuka.
Masih bingung dengan Ajaran Kristologi yg sesungguhnya.
Pikiran anda ketutup ama [tuduhan anda terhadap Allah]



Camkan baik-baik ya:
Jika tak pernah sedetikpun Yesus Kristus bukan Allah, maka Ia tak pernah bisa berbuat dosa.
Maka: BUKTIKAN BHW YESUS KRISTUS PERNAH 'BUKAN ALLAH' sehingga Ia pernah BISA berbuat dosa ?

Ini saya suruh anda mempertanggungjawabkan konsewkensi logis dari konsep pecability anda.
Ayo, mau muter kemana lagi..


Anda harus memahami Alkitab mengajarkan bahwa natur Yesus sudah mengalami perubahan sejak semula yaitu :

1.  Sifat ilahi murni tanpa dosa (ROH)
2.  Sifat ilahi yg tanpa dosa dan "manusiawi yang bisa berdosa dan bisa tidak berdosa" (ROH dan
     tubuh fisik)
3.  Sifat Ilahi dan manusiawi yang tanpa dosa (ROH dan tubuh kebangkitan)

Jadi argumentasi anda diatas hanya menyangkut natur awal dari Anak Allah di Sorga saja tetapi jangan lupa bahwa Allah pernah inkarnasi kedalam dunia materi dan memiliki sifat tambahan yang baru yang melekat pada dirinya yaitu sifat manusiawi yang fana,lalu Yesus kembali naik ke Surga kepada kemuliaannya semula tetapi dengan tubuh kebangkitan yang baru yang sempurna sama seperti tubuh orang percaya kelak pada saat kebangkitan.
Itulah yang saya pahami dari ajaran Alkitab yang murni non tradisi.

“Apabila Ia tidak memiliki sifat kemanusiaan (seperti kita yang bisa jatuh), Ia tidak dapat menjadi teladan kita. Apabila Ia tidak mengambil bagian dalam sifat kita, Ia tidak dapat digoda sebagaimana manusia telah digoda.”
Adalah jelas sekali bahwa Yesus tidak pernah mengambil suatu jenis kemanusiaan yang lain dari apa yang kita kenal sebagaimana manusia biasa yang ada.

Kemanusiaan yang dikenakan Yesus adalah kemanusiaan yang telah dikutuk karena dosa (Roma 6:23) dan mempunyai kelemahan  sehingga bisa menderita dan mati. Kata-kata “menjadi teladan kita” berperan sebagai “kunci”. Yesus tidak perlu  menjadi teladan bagi Adam sebelum kejatuhannya. Seandainya Adam tidak jatuh maka Yesus tidak perlu INKARNASI menjadi Adam kedua untuk menjadi contoh teladan dan sekaligus menyelesaikan semua kutukan dan ikatan dosa kepada semua kemanusiaan yang sudah jatuh itu.

Adalah Adam yang telah jatuh dalam dosa, dan kita semua sebagai keturunan-keturunannya, yang diberi contoh oleh Yesus . Untuk menjadi contoh kita, Ia telah “mengambil bagian dalam sifat kita”, agar Ia dapat memberi petunjuk-petunjuk bagaimana kita dapat menang! Inilah tujuannya yang penting. Karena itu Paulus berkata,“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus” (Ibrani 12:2).

Berbeda dengan ajaran denominasi anda,Yesus tidak memberikan kita petunjuk bagaimana harus menjadi Allah karena itu hanya dosa saja,tetapi ia harus memberikan contoh tauladan bagaimana seharusnya menjadi manusia yang taat sepenuhnya kepada Tuhan,dan teladan itu menjadi tidak bermakna kalau naturnya hanya merupakan pura pura atau sandiwara belaka bukan kemanusiaan yang sejati dengan kehendak bebasnya persis dengan model yang diciptakan Tuhan pertama kali.

Kita telah menemukan prinsip bahwa tujuan Yesus mengambil sifat kemanusiaan kita adalah agar Ia dapat menjadi TELADAN kita agar kita boleh mengetahui bagaimana kita seharusnya hidup untuk mengalahkan si Iblis dalam persiapan kita untuk menyongsong kedatangan Yesus yang kedua kali.
“Dalam diri Kristus, keilahian dan kemanusiaan berada bersama secara utuh dan sejati,tetapi rencana Allah, yang telah dibuat untuk keselamatan manusia yang sudah berdosa, maka Kristus mengenal kelaparan, kemiskinan, dan setiap segi dari pengalaman manusia,termasuk kemungkinan berdosa dan mati secara fisik.

Ia telah mengalahkan setiap pencobaan, dengan kuasa yang juga dapat dimiliki manusia biasa,bukan karena keilahiannya.

Saya kira itulah yg harus anda sadari dan renungkan bukan segala macam tradisi yang sudah meracuni kebenaran Alkitab.

« Last Edit: August 17, 2015, 06:07:54 AM by saksang »
August 17, 2015, 06:28:36 PM
Reply #295
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
Anda harus memahami Alkitab mengajarkan bahwa natur Yesus sudah mengalami perubahan sejak semula yaitu :

1.  Sifat ilahi murni tanpa dosa (ROH)
2.  Sifat ilahi yg tanpa dosa dan "manusiawi yang bisa berdosa dan bisa tidak berdosa" (ROH dan
     tubuh fisik)
3.  Sifat Ilahi dan manusiawi yang tanpa dosa (ROH dan tubuh kebangkitan)
Konsep saksang vs Konsep SdT:

1.
saksang: ability to sin itu kaitannya dgn nature, bukan dgn person.
SdT: abiity to sin itu kaitannya lbh dgn person ketimbang nature; bukti: hewan nature material gak bisa berbuat dosa.. iblis nature imaterial bisa berbuat dosa.
saksang: (Gak ada argumen apa2 selain mengulang2 terus diskusi pake metode "one has to buy saksang's ilogical premise to begin make sense of saksang proof texting")


2.
saksang: nature Yesus berotoritas penuh atas person Yesus, bukan sebaliknya.
SdT: Person Yesus berotoritas penuh atas nature Yesus baik nature ilahiNya maupun nature manusiaNya; bukti: Yoh 10:18...
counter terhadap konsep saksang: jika Yesus bisa berbuat dosa, maka:
a. nature manusiaNya lebih HEBAT dan lebih MAHA KUASA ketimbang nature ilahiNya..
b. nature manusiaNya berpotensi MENGGAGALKAN ketetapan Allah, rencana Allah, rancangan Allah terhadap keselamatan umat manusia sebelum segala jaman.
saksang: (muter2 entah kemana modal klaim sepihak)


3.
saksang: nature material Yesus sebelum bangkit serta merta artinya 'dapat berbuat dosa'.. nature material Yesus setelah bangkit serta merta artinya 'tidak dapat berbuat dosa'
SdT: itu namanya INKONSISTEN dan MAKSA BENER "one has to buy saksang's ilogical premise to begin make sense of his proof texting"
Jujur saya menilai bhw anda itu belum bisa diskusi scr straight adu logika adu argumen... belum bisa memahami poin lawan bicara kemudian menanggapi poin lawan bicara tsb sehingga DISKUSINYA STUCK begini terus. (kalo gak percaya tanya pembaca deh - poin2 anda itu udah wa tanggapi, anda nya yg mengulang2 terus sedangkan poin SdT gak anda sentuh)

Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
August 17, 2015, 06:50:20 PM
Reply #296
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
Jadi argumentasi anda diatas hanya menyangkut natur awal dari Anak Allah di Sorga saja tetapi jangan lupa bahwa Allah pernah inkarnasi kedalam dunia materi dan memiliki sifat tambahan yang baru yang melekat pada dirinya yaitu sifat manusiawi yang fana,lalu Yesus kembali naik ke Surga kepada kemuliaannya semula tetapi dengan tubuh kebangkitan yang baru yang sempurna sama seperti tubuh orang percaya kelak pada saat kebangkitan.
Itulah yang saya pahami dari ajaran Alkitab yang murni non tradisi.
1. Argumentasi SdT sudah jelas, berkali2 SdT mengarahkan pemahaman bhw kaitan ability to sin itu dgn person... dan Person Yesus itu tidak berubah; kemarin, sekarang, dan selamanya.
Bukti: Ibr. 13:8    Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.

2. Konsep anda itu masuk akal hanya jika Gereja mengajarkan bhw Yesus Kristus itu dua person - masing2 nature berotoritas penuh terhadap person masing2 (nature manusia Yesus berotoritas terhadap person manusia Yesus, dan nature ilahi Yesus berotoritas terhadap person ilahi Yesus-masing2 jalan sendiri2)
Konsep diatas itu selain tidak diajarkan Gereja, juga sama sekali tidak logis dlm pengaplikasiannya..
Jika Yesus Kristus yg cuman 1 itu dikendalikan oleh dua nature yg bertentangan sifat - implikasinya lu menyatakan bhw tiap detik tiap saat dlm diri Yesus terjadi pertentangan batin luar biasa..

Sedangkan konsep SdT itu jelas: salah satu tujuan Yesus inkarnasi jadi manusia itu untuk menyatukan di dalam Dia nature ilahi dgn nature manusia sehingga manusia kelak bangkit dgn nature material yg hidup kekal...

Nah, ketika Allah menjadi daging, dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan - apapun yg Yesus lakukan dan katakan adalah standar kebenaran, adalah "the mark".. oleh krn His ability was to be the mark in flesh, his ability was not to miss the mark !

Konsep kamu ttg tujuan Yesus inkarnasi aja kayaknya amburadul banget begitu - logika dari konsep anda itu aneh banget lu tau gak sih ?
logika dari konsep lu itu seolah2 Yesus itu dua orang yg bertindak sendiri2, bukan satu orang yg menjadi tanda dalam daging agar oleh satu orang semua jasmani orang mengalami kematian, dan oleh satu Orang semua jasmani orang akan kekal !





« Last Edit: August 17, 2015, 11:15:16 PM by Seek d Truth »
Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
August 17, 2015, 07:15:28 PM
Reply #297
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
“Apabila Ia tidak memiliki sifat kemanusiaan (seperti kita yang bisa jatuh), Ia tidak dapat menjadi teladan kita
SdT makin geleng2 tengok ketidak konsistenanmu..
Kalo bahas ttg keselamatan, tereak paling keras seolah2 Yesus Kristus itu penal substitusi bagi kamu sbb kamu gak bisa memenuhi standar Allah, pokoke semua udah dilakuin oleh Yesus, kamu tinggal faith alone aje...
Namun kalo bahas "pecability/impecability Yesus" gayamu seolah2 Yesus itu cuman sosok orang suci yg memberi teladan tuk kamu ikuti.. sehingga kamu dapat menjamin keselamatanmu sendiri krn kamu seolah2 mampu menyamai kesempurnaan Yesus.

Pada posting sebelumnya juga udah wa ulang2 memberi tanggapan yg sama:
If Christ could sin and didn't, that helps us very little; for we are not Christs, and His overcoming would be no assurance that we poor weaklings would likewise overcome.
Our assurance is rather that in Christ we have a mighty Champion whom all the powers of darkness could not touch or harm; that He stood in our place as the new Head of the human race, and that at last we shall come forth more than conquerors through Him that loved us.

Gak ada argumen apa2 yg logis dari anda terhadap poin SdT yakni "JAMINAN"



Apabila Ia tidak mengambil bagian dalam sifat kita, Ia tidak dapat digoda sebagaimana manusia telah digoda.”

Udah pernah wa tanggapi juga pada posting sebelumnya .. wa ulang lagi...
Poin saksang: "if there was no peccability, there was no real temptation."
* This wrong-headed view of temptation stems in part from considering our own experience with temptation,
where there is always the potential for failure.
Some also have argued that Adam and Eve were unfallen but peccable, therefore as Christ took upon himself unfallen human nature, He too was necessarily peccable.
This tendency to impose upon Christ our experience of temptation also flows from the knowledge that His real experience of temptation was necessary to qualify Him as our High Priest.


Implikasi konsep saksang:
His human nature could have sinned and His divine nature would have left Him right before this would have occurred.
Jadinya nature ilahiNya Yesus MONDAR-MANDIR - ketika nature manusiaNya mengontrol Person Yesus sehingga Yesus berkeinginan berbuat dosa, nature ilahiNya keluar dari PersonNya sehingga jadinya konsep "Person Allah dikendalikan oleh nature manusiaNya dan Person Allah bisa berbuat dosa melalui nature manusiaNya dlm kondisi nature ilahiNya keluar dari PersonNya" --> konsep ABSURD !!!!


Tanggapan SdT:
1. Tentang temptability:
a. Just because an army cannot be conquered does not mean it cannot be attacked.
In other words, just because Christ could not be successfully tempted into sin does not mean that he could not suffer temptation.
b. The human nature, because it is temptable, might desire to do that which is contrary to the will of God.
In the person of Christ, however, the human will was always subservient to the divine will and could never act independently.
2. Tentang impecabilty:
Those temptations were very strong, but if the self-determination of his holy will was stronger than they, then they could not induce him to sin, and he would be impeccable.  And yet plainly he would be temptable.



« Last Edit: August 17, 2015, 07:18:13 PM by Seek d Truth »
Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
August 17, 2015, 07:31:05 PM
Reply #298
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
Adalah jelas sekali bahwa Yesus tidak pernah mengambil suatu jenis kemanusiaan yang lain dari apa yang kita kenal sebagaimana manusia biasa yang ada.

Kemanusiaan yang dikenakan Yesus adalah kemanusiaan yang telah dikutuk karena dosa (Roma 6:23)
PARAH ASLI, ini merupakan blasphemy ! parah benar !

Tanggapan SdT:
https://carm.org/what-does-it-mean-that-jesus-was-made-in-the-likeness-of-sinful-flesh
1. Sinful flesh invalidates the sacrifice
"For the life of the flesh is in the blood, and I have given it to you on the altar to make atonement for your souls; for it is the blood by reason of the life that makes atonement," (Leviticus 17:11).
If Jesus possessed sinful flesh, that would include His blood which in turn would mean that the blood sacrifice of Jesus was essentially sinful. This just cannot be.

2. Flesh is not sinful. My hand does not sin any more than my foot does. Sin is an action, a rebellion and breaking of the law of God (1 John 3:4). Sin occurs in the heart. Evil (Zech. 8:17), greed (2 Pet. 2:14), anger (Ec. 7:9), pride (Isa. 14:13), hate (Leviticus 19:17), etc., are all conditions of the heart. It is the person who breaks the Law--not his hand. Sin is an action performed by a living being, not by a foot. So sinful flesh necessitates that it is the carnal aspect of a person, the fallen part of his soul/spirit and not his physical flesh.

3. Rasul paulus nulis:
"For what the Law could not do, weak as it was through the flesh, God did: sending His own Son in the likeness of sinful flesh and as an offering for sin, He condemned sin in the flesh," (Rom. 8:3).

Rasul paulus tidak menulis:
"For what the Law could not do, weak as it was through the flesh, God did: sending His own Son in the likeness of sinful flesh and as an offering for sin, He condemned sin in the flesh," (Rom. 8:3).

KAMU BACA YANG BENAR DONG!
Jangan memfitnah rasul Paulus atas apa yg tidak ia katakan !

Jika rasul Paulus berkonsep seperti anda bhw nature kemanusiaan Yesus itu nature manusia terkutuk, maka rasul Paulus bertentangan dgn Lukas:
Luk 1:35 And the angel answered and said unto her, The Holy Spirit shall come upon you, and the power of the Highest shall overshadow you: therefore also that holy thing which shall be born of you shall be called the Son of God.

Paham ?

« Last Edit: August 17, 2015, 07:41:12 PM by Seek d Truth »
Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
August 17, 2015, 07:32:40 PM
Reply #299
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
terus berkarya sis
sekarang dengan membaca beberapa tulisan sis
saya mulai menangkap artinya
dan saya sedang dalam mempelajari doktrin tsb
thanks
sama2 kk, makasi juga atas supportnya..  :angel:

Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)