Author Topic: Tuhan Yesus Kristus tidak mungkin dan tidak dapat berbuat dosa  (Read 8282 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 24, 2015, 03:36:40 PM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
Kita bandingkan:

ADAM yang Pertama, dia diciptakan dalam keadaan "TANPA DOSA" ("χωρὶς ἁμαρτίας - khôris hamartias");
YESUS pun lahir ke dunia juga dalam keadaan "χωρὶς ἁμαρτίας - khôris hamartias".

Sama-sama dalam eksistensi "χωρὶς ἁμαρτίας - khôris hamartias" (tanpa dosa)

Tapi:

ADAM yang Awal, jatuh dalam pencobaan
Sedangkan ADAM yang Akhir, tidak jatuh dalam pencobaan.
The Incarnate Christ was/is intrinsically holy from His earthly conception…
Luke 1:35 And the angel answered and said unto her, The Holy Ghost shall come upon thee, and the power of the Highest shall overshadow thee: therefore also that holy thing which shall be born of thee shall be called the Son of God.

Our Lord did not merely live a holy life, HE WAS BORN HOLY.
He was not merely holy in behaviour, He was holy as to His very nature.


Maka,

Ibrani 4:15 adalah benar2 pujian, sebab Yesus lulus dari godaan, tidak seperti Adam yg pertama.
Ibrani 4:15 bukan retoris, bukan sandiwara.
Wa masih belum memahami konsep:
- Yesus seolah harus dapat berbuat dosa barulah Ia layak menerima pujian penulis surat ibrani.
- Jika Yesus tidak dapat berbuat dosa, maka hal itu memberikan asumsi "maen sandiwara doang kayak drama Korea".

Alasan wa:
1. Allah sejak kekekalan juga impeccable - apa gak layak dipuji juga ?

2. Moral Allah sejak kekekalan tidak berubah - He is HOLY HOLY HOLY - Yesus inkarnasi moralNya juga impossible tuk berubah. krn walau dia 2 nature, namun 1 Person (Allah) yg mana to sin is an act of person, not nature.

3. God owes us nothing.

4. Jesus Christ (2nd Person of the Trinity) owes us nothing.

5. He died for us and took on the weight and consequence of our sin, but not in order to:
a. appease an angry Father.
b. seolah Yesus memberi sesuatu atau membayar dgn tubuhNya pada Allah Bapa untuk tujuan pamrih, imbal balik agar Ia berhak menerima segala yg ada, dll
Rather, to destroy death and reunite Human flesh with the energies of God in His person.

6. Our Lord is God who brings His deifying life into man's struggles.

7. If sin is "missing the mark" then Christ did not have that ability.  His ability was to be the mark in flesh, not to merely imitate repentance like a prophet or saint.




Ini pendapat saya...
Ya kk, makasi atas sumbangan pendapatnya... walau wa gak setuju, tetap wa hormati..


Kalau Anda masih ngotot berpendapat "Jesus not Able to Sin" dalam masa inkarnasinya itu, ya silahkan...
Ya

Selanjutnya saya ikut HenHen.... komentar saya sampe disini ajah... :)
okay kk, makasi atas partisipasi dan masukan2nya..

« Last Edit: June 24, 2015, 05:58:05 PM by Seek d Truth »
Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
June 25, 2015, 09:17:14 AM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA
Ya kk, makasi atas sumbangan pendapatnya... walau wa gak setuju, tetap wa hormati.

Kalau yang didebatkan adalah tafsir, dan merupakan keyakinan pribadi, saya biasanya tidak mempersoalkannya menjadi perdebatan yang panjang/ berlarut-larut. Saya biasanya cukup menyatakan "ini pendapat saya."

Diskusi adalah bagian dari belajar, pendapat seseorang 2 tahun lalu bisa berubah dari yang sekarang... proses dan selalu berproses... :)

Tapi kalau yang didebatkan adalah "tafsir teolog dan dijadikan doktrin/ faham/isme", dan bahkan "doktrin/isme" tsb ditempatkan diatas pengajaran para Rasul/ Bapa Gereja, nah disitu baru saya meladeni panjang-panjang. :)
Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
June 25, 2015, 09:37:36 AM
Reply #32
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6351
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Sama donk Brow.

Pernah saya sampaikan jg bhw 'impeccability of Christ' ini diyakini oleh Gereja Orthodox dan Katolik Roma, dua Gereja yg jauh ada lebih dulu dibandingkan saya (siapalahhhh).

Saya (dan denominasi saya) punya pendapat bbeda, tp saya ngga sampai ngotot juga dg pendapat saya dan saya ngga sampai ngotot juga mrasa denominasi saya pasti yg bener.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
June 25, 2015, 10:28:31 AM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9235
Quote
Yesus meratapi Yerusalem (Matius 23:37), saya dan Anda tentu percaya bahwa saat mengucapkan itu, Yesus benar2 berduka atas penolakan Israel menolak keselamatan dari-Nya.
Tapi kalau memakai tafsir "Calvinis" dalam kurungan predestinasi ala Calvin... Ratapan Yesus "sangat tidak berarti" menjadi seperti sandiwara doang, kayak drama Korea.... lha ngapain meratap wong Dia gak mempredestinasikan kok.

Tuhan Yesus memang berduka melihat bangsa Israel yang degil dan tegar tengkuk yang dipilih dari antara bangsa bangsa yang lain.

Menurut kamu Sarpag, itu berhubungan dengan Predestinasi ???

Kalau ya berarti Tuhan Yesus sama sekali tidak mengetahui tentang Presdestinasi.

Padahal dari kekekalan Allah telah memilih suatu Umat pilihanNya.

Tentu Anak yang bersama Bapa mengetahui hal Predestinasi.

Tuhan Yesus menangis bukan karena tidak mengetahui tentang Predestinasi, tapi sedih melihat kedigilan bangsa Israel yang dipilih dari antara bangsa bangsa.

Tidak ada hubungannya dengan Predestinasi.

Anda mengaitkan ayat itu dengan Predestinasi, itu sama sekali tidak ada hubungannya.

Itu menunjukkan kemanusiaan Tuhan Yesus yang dapat sedih dan kecewa.

Banyak ayat menceritakan tentang kemanusiaan dan keilahian Tuhan Yesus.

Perhatikan konteks dari pasal 23.

Mat 23
23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

23:25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik
, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.

23:37 "Yerusalem, Yerusalem,
* engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu!
* Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Dari PL, Allah mengutus Nabi Nabi untuk menyadarkan bangsa Israel, mereka tetap tegar tengkuk.

Bacalah seluruh pasal 23, perkataan Tuhan Yesus ditujukan pada Farisi dan ahli ahli agama,dll

Tidak ada hubungannya dengan predestinasi.

Tegoran Tuhan Yesus untuk bangsa Israel.

Kalau kamu mengira bahwa Tuhan Yesus tidak mengetahui tentang predestinasi ??????

Kamu yang menetahui begitu banyak tentang bahasa Yunani, tetapi menafsirkan ayat 37 , dengan predestinasi ?????  :char11:

Sarpag , Sarpag , Sarpag .

Penolakan mu pada Predestinasi Allah, membuat kamu buta pada Firman Tuhan .
June 25, 2015, 10:39:36 AM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12160
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Tuhan Yesus memang berduka melihat bangsa Israel yang degil dan tegar tengkuk yang dipilih dari antara bangsa bangsa yang lain.

Menurut kamu Sarpag, itu berhubungan dengan Predestinasi ???

Kalau ya berarti Tuhan Yesus sama sekali tidak mengetahui tentang Presdestinasi.

Padahal dari kekekalan Allah telah memilih suatu Umat pilihanNya.

Tentu Anak yang bersama Bapa mengetahui hal Predestinasi.

Tuhan Yesus menangis bukan karena tidak mengetahui tentang Predestinasi, tapi sedih melihat kedigilan bangsa Israel yang dipilih dari antara bangsa bangsa.

Tidak ada hubungannya dengan Predestinasi.

Anda mengaitkan ayat itu dengan Predestinasi, itu sama sekali tidak ada hubungannya.

Itu menunjukkan kemanusiaan Tuhan Yesus yang dapat sedih dan kecewa.

Banyak ayat menceritakan tentang kemanusiaan dan keilahian Tuhan Yesus.

Perhatikan konteks dari pasal 23.

Mat 23
23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

23:25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik
, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.

23:37 "Yerusalem, Yerusalem,
* engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu!
* Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Dari PL, Allah mengutus Nabi Nabi untuk menyadarkan bangsa Israel, mereka tetap tegar tengkuk.

Bacalah seluruh pasal 23, perkataan Tuhan Yesus ditujukan pada Farisi dan ahli ahli agama,dll

Tidak ada hubungannya dengan predestinasi.

Tegoran Tuhan Yesus untuk bangsa Israel.

Kalau kamu mengira bahwa Tuhan Yesus tidak mengetahui tentang predestinasi ??????

Kamu yang menetahui begitu banyak tentang bahasa Yunani, tetapi menafsirkan ayat 37 , dengan predestinasi ?????  :char11:

Sarpag , Sarpag , Sarpag .

Penolakan mu pada Predestinasi Allah, membuat kamu buta pada Firman Tuhan .
Bukankah bangsa israel yang degil karena tidak dipilih?
Kenapa Yesus sedih?
Kenapa gak dipilih aja biar gak degil dan gak sedih?
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
June 25, 2015, 11:00:02 AM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9235
Bukankah bangsa israel yang degil karena tidak dipilih?
Kenapa Yesus sedih?
Kenapa gak dipilih aja biar gak degil dan gak sedih?

Bangsa Israel dipilih untuk menunjukkan pada bangsa bangsa lain tentang Allah Isreal.

Tuhan Yesus menunjukkan bahwa Dia manusia seperti kita, dapat sedih dan lapar dll.

Dan kesedihanNya adalah karena melihat tindak tanduk Farisi dan ahli ahli agama, yang walau mengetahui Firman Tuhan dengan laur biasa, tetapi tetap TIDAK TAAT.

Didalam Predestinasi Allah yang misterius , bukan karena manusianya Allah memilih.

Tetapi unconditional election lah yang terjadi.

Tidak ada sesuatu yang ada pada diri saya yang dapat dibanggakan, kenapa Allah memilih saya ?????

Kembali lagi Roma 9 yang mengatakan, siapakah manusia, bukankah Allah berhak atas ciptaanNya ?????

Transendence Allah yang merupakan kesulitan besar kita untuk mengerti PENCIPTA KITA.

Kita hanya dapat mengenal Allah melalui ALKITAB, dimana Allah memperkenalkan diriNya melalui FirmanNya yang tertinggi.

Kalau memang Allah tidak membukanya , untuk apa kita sibuk menghakimi Tuhan atas Predestinasi yang ditetapkan Allah ??

Alangkah baiknya biar Allah yang bekerja, kita melakukan pekerjaan tanggung jawab atas hidup kita dihadapan Allah.
« Last Edit: June 25, 2015, 11:14:16 AM by RITA RATINA »
June 25, 2015, 11:02:44 AM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9235
Akibat kejatuhan Adam, semua manusia telah kehilangan kemuliaan Allah, menjadi hamba dosa, hamba iblis.

Tegar tengkuknya Farisi, terjadi juga dijaman ini sekarang.

Bukan karena tidak dipilih maka mereka menjadi tegar tengkuk.

Tapi nature yang telah berdosa yang menjadikan mereka demikian halnya.

Itu makanya kita membutuhkan Juru Selamat kita.

Demikian pula kita sebelum anugerah Allah diberikan pada kita.

Mendengar panggilan pertobatan, tetap menegarkan hati.

Harus Alalh merubah kita dari dalam dan memberi kita perlengkapan, barulah kita dapat menundukkan diri kita, dan menaklukkan diri dibawah kaki Tuhan Yesus.
« Last Edit: June 25, 2015, 11:04:50 AM by RITA RATINA »
June 25, 2015, 11:08:07 AM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA
haha... nah kan, balik ke debat "nabi Kalpin" :)
Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
June 25, 2015, 11:16:25 AM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9235
haha... nah kan, balik ke debat "nabi Kalpin" :)

Saya tidak berdebat, hanya menyampaikan kenyataan ayat tersebut.

Sarpag, saya sudah katakan saya pengikut Kristus dan saya percaya harus Reform, saya TIDAK MENGIKUTI MANUSIA.

Silakan memberi pencerahan Sarpag.
June 25, 2015, 11:21:38 AM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
Setuju Siip, sekarang ini kita dapat jatuh kedalam dosa, dan dapat menolak dosa dengan pertolongan Tuhan.

Nanti dengan tubuh rohaniah, tidak mungkin kita berbuat dosa lagi.

Itu yang dikatakan bapa gereja Agustinus.

Sekarang ini adalah perjuangan kita mempersiapkan diri kita untuk yang disana, dengan membuang sifat lama dan mengikuti teladan Kristus.

Jangan sampai kita malu bertemu dengan Tuhan kita.
Menanggapi frase merah: If our union with God in heaven is perfecting enough for sinners like us, sufficient enough to make us impeccable in heaven, then the hypostatic union for Jesus throughout his Incarnation likewise made it impossible for Jesus to sin.

Regarding the hypostatic union of Christ, at the Council of Chalcedon, 451 AD, the Church declared that Christ’s two natures are joined “in one person and one hypostasis."

The phrase hypostatic union was adopted by the fifth general council at Constantinople, 533 AD.
That council declared that the union of two natures is real (against Arius), not a mere indwelling of God in a man (against Nestorius), with a rational soul (against Apollinaris), and that in Christ’s divine nature remains unchanged (against Eutyches).

Christ's divine will is separate from His human will (cf. LK 22:42).
However, both wills are always in perfect harmony because His human will always aligns itself with His divine will.



Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)