Author Topic: jika aktif pelayanan di gereja malah menyebabkan kemunduran iman.......  (Read 1158 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 06, 2015, 09:56:46 AM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1725
apakah lebih baik mundur saja dari pelayanan??toh klo diteruskan juga riskan untuk pertumbuhan iman(jadi suka ngeliat 'dark side'nya gereja melulu yg tentu akan memberikan dampak negatif pada yg melihat).rasanya sulit sekali untuk bisa duduk diam di kaki Tuhan seperti Maria klo di saat yg sama musti sekaligus sibuk ini itu seperti Marta.saya memang bukan orang yg terampil multi tasking  :rolleye0014: .
« Last Edit: July 06, 2015, 10:32:21 AM by jegan2000 »
July 06, 2015, 11:23:43 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 750
  • Gender: Male
  • Denominasi: Oikumene
Jika Anda mundur, kira-kira ada tidak penggantinya yang minimal sequalified dan dedikasinya seperti Anda ? Jangan sampai begitu mundur terus tidak ada yang bisa menggantikannya. Itu jika mo mundur lho ya...  :angel: Tetapi, akan lebih baik jika off/ cuti sementara dulu. Libur dulu unt bbrp saat. Terus apa yg harus dilakukan selama cuti/ off itu ? Ya.... retreat lah... kembali menghidupkan kasih mula-mula Anda. Setelah hidup, kembalilah ke lapangan seperti semula.  :afro:
July 06, 2015, 11:27:54 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9602
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
jikalau pelayanan anda menyebabkan kemunduran iman
saya setuju, lebih baik istirahat aja dulu berdiam di dekat kaki Tuhan untuk mendengarkan suaraNya
July 06, 2015, 11:44:33 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1725
jujur aja setiap kali saya pulang gereja setelah pelayanan saya selalu merasa letih lesu.saya sangat lelah berulang kali melihat bobroknya internal gereja(plus no one in church bother to do anything about it,the pastor/leader don't even care a bit about it).saya lama2 lelah disuruh 'give' mulu sementara begitu saya down malah ga ada yg beri support moril ke saya sama sekali(saya harus berjuang sendirian).klo ikut komsel juga dukungannya hanya sebatas retorika belaka(cuma utk menyenangkan telinga saya,abis itu ga berapa lama saya down lagi).entah berapa lama lagi saya bisa bertahan dgn situasi ini.
July 06, 2015, 12:05:38 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9602
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Istirahat aja dulu bro
jangan dipaksakan
namun ke gereja, doa, dan hubungan pribadinya dengan Tuhan jangan ikut diistirahatkan juga

:)

sekaliber Elia pun dia pernah istirahat dari pelayanan kenabiannya
namun dia ga pernah istirahat untuk terus berhubungan dengan Tuhan

so ga ada yang salah dengan hal itu
« Last Edit: July 06, 2015, 12:12:38 PM by HenHen »
July 07, 2015, 09:13:36 AM
Reply #5
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 2
  • Denominasi: Kharismatik
Di awal pelayanan saya, 1 kata yang terus saya tanamkan di benak saya. "Ndableg sama TUHAN".
Berulang kali rasa letih, capek, bosan, yang terus iblis taruh dan bahkan rasa Ngapain melayani wong masih kadang2 berdosa?
Tapi terus saja bertahan, dan biar terus intim dengan Tuhan dengan Saat Teduh. Akhirnya TUHAN yang menjadi leader, father, friend,
dan mentor buat saya.

Memang faktor komunitas sangat mendukung dalam pelayanan, tapi gesekan akan selalu ada dalam setiap pelayanan..

Suatu waktu seorang pengerja menanyakan hal yang sama, tiba2 TUHAN ingatkan 1 ayat yaitu : Yohanes 21:18
Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan berjalan ke mana
saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat
engkau dna membawa engkau ke tempat
yang tidak kaukehendaki.

Itu dewasa rohani, saat kebosanan atau cape melanda, ingatlah bahwa itulah kita diikat dan diminta bertahan. Jk masih bayi rohani,
maka kamu yang akan dilayani, tp biarlah kita selalu melayani karena tugas kita hanya Hamba doang..

Jangan lihat manusia, karena yang timbul hanya kecewa dan capek melihat kelakukan mereka. Lihatlah Tuanmu, dan lakukan
bagianmu sebaik2nya.

Kecuali jika anda melihat gereja anda menyimpang dari ajaran TUHAN, dan anda sudah reminder, dan TUHAN minta utk keluar dan
mencari komunitas lain, maka lakukan saja hal tersebut.

GBU always..
July 13, 2015, 12:56:47 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 750
  • Gender: Male
  • Denominasi: Oikumene
jujur aja setiap kali saya pulang gereja setelah pelayanan saya selalu merasa letih lesu.saya sangat lelah berulang kali melihat bobroknya internal gereja(plus no one in church bother to do anything about it,the pastor/leader don't even care a bit about it).saya lama2 lelah disuruh 'give' mulu sementara begitu saya down malah ga ada yg beri support moril ke saya sama sekali(saya harus berjuang sendirian).klo ikut komsel juga dukungannya hanya sebatas retorika belaka(cuma utk menyenangkan telinga saya,abis itu ga berapa lama saya down lagi).entah berapa lama lagi saya bisa bertahan dgn situasi ini.

Ada tertulis,   "Are you tired? Worn out? Burned out on religion? Come to me. Get away with me and you’ll recover your life. I’ll show you how to take a real rest." Matius 11: 28.

Nyanyi yuuk....
bila hati terasa berat,
tak seorang pun mengerti bebanku,
'ku tanya Yesus apa yang harus 'ku buat,
Dia berfirman: "mari datanglah",
Dia selalu pedulikan aku,
'ku datang Yesus,
Dia pikul s'gala bebanku.

sujud di altarNYA,
'ku bawa hidupku,
'ku t'rima anug'rahNYA,
Dia ampuniku dan bebaskanku,
Dia ubah hidupku bah'rui hatiku,
sesuatu terjadi saat datang di altarNYA.
July 16, 2015, 06:54:58 AM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3443
  • Gender: Male
haha.. ini yg saya alami ketika memasuki dunia pelayanan.. yg kl kita liat sbg jemaat para aktivis dan majelis itu mengasikkan tnyt stlh bergabung berbeda jauh yah.. hahaha

well, gak ada salahnya anda mundur n ga ada salahnya bertahan.. anda diizinkan terlibat dalam pelayanan pasti ada mksd dari Tuhan... jd terang bagi jemaat dan tmsk menjadi terang bagi rekan sepelayanan Anda...

ayoo bersinarlah jegan2000.. :)
July 19, 2015, 02:58:18 AM
Reply #8
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 216
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Di awal pelayanan saya, 1 kata yang terus saya tanamkan di benak saya. "Ndableg sama TUHAN".
Berulang kali rasa letih, capek, bosan, yang terus iblis taruh dan bahkan rasa Ngapain melayani wong masih kadang2 berdosa?
Tapi terus saja bertahan, dan biar terus intim dengan Tuhan dengan Saat Teduh. Akhirnya TUHAN yang menjadi leader, father, friend,
dan mentor buat saya.

Memang faktor komunitas sangat mendukung dalam pelayanan, tapi gesekan akan selalu ada dalam setiap pelayanan..

Suatu waktu seorang pengerja menanyakan hal yang sama, tiba2 TUHAN ingatkan 1 ayat yaitu : Yohanes 21:18
Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan berjalan ke mana
saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat
engkau dna membawa engkau ke tempat
yang tidak kaukehendaki.

Itu dewasa rohani, saat kebosanan atau cape melanda, ingatlah bahwa itulah kita diikat dan diminta bertahan. Jk masih bayi rohani,
maka kamu yang akan dilayani, tp biarlah kita selalu melayani karena tugas kita hanya Hamba doang..

Jangan lihat manusia, karena yang timbul hanya kecewa dan capek melihat kelakukan mereka. Lihatlah Tuanmu, dan lakukan
bagianmu sebaik2nya.

Kecuali jika anda melihat gereja anda menyimpang dari ajaran TUHAN, dan anda sudah reminder, dan TUHAN minta utk keluar dan
mencari komunitas lain, maka lakukan saja hal tersebut.

GBU always..

Bro, thanks a lot untuk sharingnya dari ayat Yoh 21:18 di atas, sangat memberkati saya..
Senada dgn TS dan rekan lain, saya rasa pengalaman pelayanan kita di gereja atau tempat manapun sama, selalu bertemu dengan orang yang tidak kita sukai atau tidak menyukai kita. Seriing kita berpikir mereka itu lalang.

Sungguh jika kita memikirkan apa yang dipikirkan manusia, bukan apa yang dipikrkan Allah, kita tentunya mau memilih pelayanan yang senyaman mungkin, misalnya: lingkungan saudara seiman yang mapan rohani, mapan jasmani, enak diajak nggomong, nyambung, lucu, kece, populer, atau syukur-syukur berduit dan bisa bagi-bagi rejeki pula.
Bukan dengan pemungut cukai, pelacur, kusta, pemabuk, pemarah, selfish, arogan, munafik, cabul, kikir, perokok, penjudi, kawin cerai, dll.

Saya percaya Tuhan menempatkan kita di posisi pelayanan kita bukan sebuah kebetulan.
Karena Dia mau kita menjadi berkat dan jawaban bagi mereka.
Yang bisa kita lakukan adalah membasuh kaki mereka, memberi pipi kanan kita saat pipi kiri kita ditampar, berjalan 2 mil ketika mereka menuntut 1 mil.
Teori yang sulit dilakukan oleh siapapun termasuk saya. Tetapi di saat kita melakukannya sambil mengingat salibNya, kita tahu kita melakukannya bagi Dia.
Mungkin kita tidak bisa "menyelamatkan" mereka seluruhnya, namun jika ada 1 saja yang terberkati oleh kesungguhan kita, kita akan menyenangkan hati Tuhan dan itulah esensi sesungguhnya dari pelayanan kita.
"Allah yang Setia, yang tak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya"
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)