Author Topic: pengertian "the Word" antara sebelum dan sesudah Yesus mati ?  (Read 2187 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 31, 2015, 02:08:57 AM
Reply #50
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1571
  • Denominasi: Gak tau dah...
IMO, sikonnya jadi spt sbb :
ketika sso percaya Yesus / bertobat ---> sikon mereka (para Rasul) ini memang sudah [lahir baru], RK bersemayam didalam diri mereka. Sikon selanjutnya adalah ada di tiga opsi :
1. mendadak orang ybs memang FULLY enlightened (taro kata secara ilustrasi, power RK yg ngerasuk tsb 1000 watt ... cetar menggelegar membahana  :char11:)
2. tidak mendadak orang ybs fully enlightened. Power RK itu yaaaa katakanlah 100 watt.... , so mesti di "exercise" oleh orang ybs s/d suatu ketika diharapkan mencapai 1000 watt ---ato---- yaaa seenggaknya jadi lebih-laaah drpd 100 watt tsb.
3. berangkat dari point-2 .... dimana nggak di "exercise" ... alhasil power RK-nya jadi malah makin redup.
Sedikit gatel untuk tanggepin yang ini...

Tapi ingat ya, Pak odading, tujuan akhir bukan sekedar 1000 watt, melainkan entah 10.000 watt ataupun 1.000.000 watt.

Sekarang tidur beneran.
August 01, 2015, 02:23:05 AM
Reply #51
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1571
  • Denominasi: Gak tau dah...
Makanya saya sebelonnya bilang "enak" di jaman baru2 Yesus mati, karena bisa ketauan itu event "RK merasuk". Sekarang kan sulit, ato paling jauh "ditunggu-in" kalo2 ada orang yg tiba2 berbahasa roh sewaktu di baptis  :char11:

Pak odading, coba Pak odading hitung dulu di Kisah Para Raul, ada berapa kisahkah dimana realita tersebut diceritakan dengan jelas? Saya berani taruhan, Anda tidak akan menemukan sampai lima saja. Tapi ada berapa banyak orang yang menerima pemberitaan Injil yang dikisahkan di sana? Ada puluhan.

Quote
anyway,
jadi kesimpulannya, para Rasul tsb memang BUKAN sbg orang yang percaya dan bertobat ya sewaktu hidup bersama Yesus selama 3 taon tsb ? Mengingat kita ambil patokan bhw event [lahir baru] itu satu paket dgn percaya/bertobat, maka para Rasul itu barulah sbg orang2 yg percaya Yesus ya diketika hari pencurahan RK. Begitu bukan bla ?

Mereka hidup di masa peralihan, Pak odading. Agar ROH KUDUS dapat turun, diperlukan penumpahan darah Anak Domba. Tolong jangan Anda persempit mengenai frasa 'dapat turun' tersebut. Kita sama-sama tahu, bahwa ROH KUDUS bekerja sepanjang zaman. Tapi seperti yang sudah saya sebutkan, sebelum kematian Tuhan Yesus, ROH KUDUS bekerja dari luar. Sementara sesudah kematian Tuhan Yesus, ROH KUDUS bekerja dari dalam.



Gambar di atas jauh dari sempurna. Ini batas maksimal kemampuan saya. Nah, dari gambar di atas, sebelah kanan (bagian berwarna biru) tidak akan terjadi selama Tuhan Yesus belum dimuliakan. Sementara para rasul hidup pada era berwarna hijau sampai era berwarna biru.

Nanti di bawah saya jelaskan lebih lanjut mengenai pandangan saya.

Quote
Agak terasa janggal kalo buat saya... hehehe...  :char11:
Karena kalo dikatakan para Rasul itu bukan orang2 yg percaya Yesus semasa Dia hidup, lah ngapain juga selama 3 taon ngikut2in Yesus kemana Dia pergi ?  :rolleye0014:


Kisah Para Rasul 11:17
Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?


Bagian yang ini susah untuk saya jelaskan. Bukan berarti para rasul baru percaya ketika ROH KUDUS turun ke atas mereka. Tapi pada saat ROH KUDUS turun ke atas mereka, percaya mereka pun ditopang  oleh ROH KUDUS. Yesus yang mengerjakan rasa percaya / kepercayaan / iman mereka, melalui ROH KUDUS. Nah, coba Pak odading cari di Injil Yohanes. Banyak sekali keterangan dari Yesus, bahwa Dia akan mengutus ROH KUDUS untuk menemani [atau membimbing atau menjaga dan lain sebagainya] para murid.

Ibrani 12:2
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.


Saya sering mengatakan, iman bersifat dinamis, bukan statis. Selama orang percaya mau dipimpin, maka kadar iman akan terus bertambah. Jika orang percaya tidak mau dipimpin, kadar iman mungkin stuck di tempat, atau malah berkurang dan mengalami kemunduran.

Quote
Tapi ini jadinya (imo) komedi-puter, karena dgn demikian para Rasul memang adalah orang2 percaya sewaktu mereka hidup bersama Yesus sebelon Yesus mati yang dimana lalu kita nge-define : tapiiiiiii.... percayanya para Rasul saat itu belon total ... menjadi total ya diketika hari pencurahan RK tsb.

Di bagian ini saya kurang sependapat, Pak odading. Mereka ini orang-orang gila yang berani untuk mengikuti Guru Udik dari kampung. Mereka sudah percaya total kepada Tuhan Yesus, entah di posisi apa Tuhan Yesus saat itu bagi mereka (misalnya saja mereka berpikir bahwa Tuhan Yesus calon raja Israel, dan lain sebagainya). Siapa sih yang berani untuk mengikuti Guru Udik dari kampung, tapi masih setengah percaya. Hanya saja, ROH KUDUS belum datang dan berkarya di dalam diri mereka.

Nah, bagian-bagian yang menurut saya penting, sudah saya tanggapi. Mudah-mudahan Pak odading bisa menangkap pemahaman saya.
August 02, 2015, 11:39:34 AM
Reply #52
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12959
    • fossil coral cantik
Pak odading, coba Pak odading hitung dulu di Kisah Para Raul, ada berapa kisahkah dimana realita tersebut diceritakan dengan jelas?
pertanyaan menarik....
bentarrr.....  tak ubek dulu internet....

hiks... ga ketemu.
Yang saya tau ya itu aja....
di hari Pentakosta sama di kisah Kornelius.

Quote
Saya berani taruhan, Anda tidak akan menemukan sampai lima saja.
boro boro ampe 5, saya ketemu cuma duaaaa....  :D

Quote
seperti yang sudah saya sebutkan, sebelum kematian Tuhan Yesus, ROH KUDUS bekerja dari luar. Sementara sesudah kematian Tuhan Yesus, ROH KUDUS bekerja dari dalam.
baik merah dan biru, itu terjadinya juga hanya pada orang2 tertentu yah bla ?
(kosakata "tertentu" tidak didalam pengertian cakep/kaya/terpandang dlsb, melainkan "tertentu"nya di pov Allah).

Quote
wah... pake gambar  :afro: . Makasi bla atas gambarnya :happy0062:

Quote
sebelah kanan (bagian berwarna biru) tidak akan terjadi selama Tuhan Yesus belum dimuliakan.
Oke... so, [turunnya RK] bold.

Dan yang saya gak mengerti (pertanyaan ini baru muncul sekarang, sebelumnya saya sendiri belon ketemu di pikiran utk dipertanyakan) :
KENAPA begimana itu ceritanya [turunnya RK] itu dianggep sebagai event [lahir kembali] ?

Pertanyaan saya berlatar belakang :
saya tidak/belon ketemu suatu rumusan yang menuntun ke kesimpulan bhw ungu, bla.
IMO, sekali ungu = benar - maka perkataan Yesus secara detailnya jadi sbb :

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah....  tapi [lahir kembali] itu sendiri hanya bisa terjadi setelah Saya mati"

terkait dgn judul topik, konsekwensi logiknya :
Perkataan Yesus tsb nggak "absolut", dengan kata lain tidak bisa berlaku di segala jaman. Selanjutnya : dikarenakan tidak ada seorangpun yg [lahir kembali] sebelon Yesus mati ---> otomatis tidak ada seorangpun yang dapat melihat KA yang mati duluan sebelon Yesus.

Berangkat dari konsekwensi logik diatas, maka ada Kekristenan yang menyatakan bhw di dunia orang mati juga terjadi event [lahir kembali] ---> dengan demikian, perkataan Yesus tsb "absolut".

Dan saya sendiri tidak/belon menemukan suatu ayat yg bisa menuntun ke pengertian bhw event [lahir kembali] itu bisa juga terjadi di dunia orang mati. So, ketimbang saya memilih berpendapat ijo - saya cenderung memilih berpendapat bhw ada orang2 yang mati sebelon Yesus mati mengalami [lahir kembali] semasa hidupnya, dimana tentu saja [lahir kembali] ini tidak sedang saya pendapati didalam pengertian [menetapnya RK] didalam diri sso.

Lalu apa donk yg odading pendapati mengenai [menetapnya RK] tsb ? begitu mungkin bla bertanya ...
Jawab : spt yg udah saya post-kan sebelonnya ... [menetap-nya RK] itu adalah amplifikasi.


Quote
Bagian yang ini susah untuk saya jelaskan. Bukan berarti para rasul baru percaya ketika ROH KUDUS turun ke atas mereka.
menjadi susah, karena (imo) kita mematok bhw [lahir kembali] itu adalah event [RK menetap] didalam diri seseorang. Dimana selanjutnya [menetapnya RK] pd diri seseorang itu satu paket dengan percaya/bertobat.


Quote
Tapi pada saat ROH KUDUS turun ke atas mereka, percaya mereka pun ditopang oleh ROH KUDUS
nah itu.... amplifikasi  :char11:

Quote
Banyak sekali keterangan dari Yesus, bahwa Dia akan mengutus ROH KUDUS untuk menemani [atau membimbing atau menjaga dan lain sebagainya] para murid.
Ya... dan itu adalah janji Yesus dimana diberikannya RK itu adl sbg pengganti DiriNya sendiri yang nanti gak akan ada di bumi lagi. Yesus sendiri kan pernah bilang bhw semasa hidupnya dia menjaga para Rasul kan ya bla.

bersambung
August 02, 2015, 11:39:51 AM
Reply #53
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12959
    • fossil coral cantik
sambungan

So... selama diskusi kita berjalan, saya mundur ke quote bla sebelonnya :
Maksud Pak odading, pada saat mereka percaya, pada saat itulah mereka menerima ROH KUDUS? Jika itu maksud Pak odading, maka saya benar-benar sependapat. Percaya, bertobat, lahir baru, semua itu adalah satu paket.

Saya coba jelaskan apa yang ada di pengertian saya ya bla :
Saya tidak sedang nge-define secara mutlak bhw :
pada event orang percaya/bertobat ---> di titik ini pulalah turun dan lalu menetap RK didalam diri ybs

melainkan lebih cenderung ---secara pandangan---- berpendapat sbb :
pada event orang percaya/bertobat ---> di titik ini-lah event [lahir kembali] ---> kalimat bold dari bla, dimana di pandangan saya :
di titik [lahir kembali] ini didalam posibilitas
a. disertai turun dan menetapnya RK kedalam diri ybs
b. tidak disertai turun dan menetapnya RK kedalam diri ybs

NAMUN,
karena event [turun dan menetapnya RK] itu sendiri tidak bisa di define secara pasti ... maka ---secara dalam ranah ajar/mengajar--- yg seyogyanya dipendapati adalah biru.

kesimpulan :
kalimat Yesus di ayat atas BUKAN didalam pengertian kayak sbb :
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali disemayami RK karena Saya belon mati, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.

konsekwensi logik-nya :
12 para rasul semasa hidup mereka (misal) 1 tahun bersama Yesus di bumi dimana diantara mereka ada yang mati duluan (so... yg mati ini tidak mengalami [menetapnya RK]) ---> jiwa orang yg sudah mati jasmani sebelon Yesus mati ini tetep didalam posibilitas akan melihat Kerajaan Allah.

Begimana kalo menurut bla ?

Topik ini berangkat utk mencari posibilitas (bukan ke-absolutan) bhw adalah mungkin bagi jiwa2 orang yg telah mati duluan sebelon Yesus mati akan melihat Kerajaan Allah. Dan jiwa2 yang melihat Kerajaan Allah itu tentunya adalah orang2 yang [lahir kembali] semasa hidupnya spt yang Yesus kasih tau : sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah

Begimana kalo menurut bla ?

saya mundur dikit lagi sedikit utk menjelaskan bahwa "akar" berangkatnya topik ini adalah ketidak-sependapatan saya pada statement "12 Rasul tidak pernah diselamatkan oleh Yesus semasa mereka hidup bersama Yesus ... Menjaganya Yesus pada 12 Rasul adalah hanya sekedar untuk misi Pekabaran Injil" ---> dimana ini berangkat dari statement "Yudas selama bersama Yesus tidak pernah diselamatkan and/or mengalami keselamatan dari Yesus ... demikian juga 12 Rasul, karena Yesus belon mati ".---> dimana ini adalah sebagai jawaban dari pertanyaan [apakah Yudas kehilangan keselamatannya ?]


:)
salam.
« Last Edit: August 02, 2015, 12:06:58 PM by odading »
August 03, 2015, 01:30:36 AM
Reply #54
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1571
  • Denominasi: Gak tau dah...
Quote
Dan yang saya gak mengerti (pertanyaan ini baru muncul sekarang, sebelumnya saya sendiri belon ketemu di pikiran utk dipertanyakan) :
KENAPA begimana itu ceritanya [turunnya RK] itu dianggep sebagai event [lahir kembali] ?

Pertanyaan saya berlatar belakang :
saya tidak/belon ketemu suatu rumusan yang menuntun ke kesimpulan bhw ungu, bla.
IMO, sekali ungu = benar - maka perkataan Yesus secara detailnya jadi sbb :

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah....  tapi [lahir kembali] itu sendiri hanya bisa terjadi setelah Saya mati"

terkait dgn judul topik, konsekwensi logiknya :
Perkataan Yesus tsb nggak "absolut", dengan kata lain tidak bisa berlaku di segala jaman. Selanjutnya : dikarenakan tidak ada seorangpun yg [lahir kembali] sebelon Yesus mati ---> otomatis tidak ada seorangpun yang dapat melihat KA yang mati duluan sebelon Yesus.
Begini Pak odading, pada tanggapan yang pertama, Tuhan Yesus berkata kepada Nikodemus, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

Lalu pada tanggapan yang kedua, Tuhan Yesus berkata kepada Nikodemus, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Sampai di sini, kita bisa melihat dan mengira-ngira, bahwa dilahirkan kembali itu sejajar dengan dilahirkan dari air dan Roh. Karena kan kronologis kejadian masih berkisar mengenai perjumpaan pada orang yang sama, Nikodemus. Pada umumnya, dunia Kristen melihat kalimat tersebut sejajar (tentunya dengan perdebatan yang tidak berakhir mengenai kata 'air').

Lalu jika kita lanjutkan pembacaan dari kitab yang sama, Injil Yohanes, sampailah kita di kalimat, 'Sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan'. Menjadi pertanyaan yang menarik, bagaimana seseorang dapat dilahirkan daripada Roh, sementara Roh itu sendiri pun belum datang?

Dari sanalah timbul berbagai macam pengajaran mengenai orang percaya pra Tuhan Yesus mati. Saya sendiri sangat menghargai pengajaran bahwa mereka dilahirbarukan setelah Tuhan Yesus mati. Tentu dengan beberapa kebingungan yang sangat mirip dengan kebingungan Pak odading. Oleh karena itulah, saya pribadi juga tidak dapat menolak pemahaman jika mereka tidak sempat dilahirbarukan. Tentunya pengajaran ini pun mempunyai beberapa konsekuensi, seperti yang sudah saya sebutkan pada posting terdahulu.

Contoh paling gampang adalah seperti berikut ini.
Ada ratusan juta masyarakat Indonesia, tapi tidak semuanya pernah melihat Jakarta, sebagai ibukota negara Indonesia. Dan sangat logis jika saya katakan, bahwa pada umumnya yang pernah melihat Jakarta ini adalah yang bertempat tinggal di Jakarta.

Contoh kedua.
Anak-anak akan duduk semeja dengan orangtuanya ketika menikmati hidangan makan, entah makan malam atau makan siang. Tapi pembantu rumah tangga tidak duduk semeja dengan orangtua. Mereka tentunya mereka masih menikmati makanan.

Inilah sekelumit pengajaran yang ada. Saya sendiri tidak memungkiri, jika mungkin masih ada pengajaran-pengajaran yang lain mengenai orang percaya pra Tuhan Yesus mati. Soalnya ketika berbicara mengenai posibilitas, maka posibilitas pilihan nomor dua sepertinya cukup masuk akal, walaupun dengan beberapa permasalahan tersendiri. Begitupun dengan posibilitas nomor tiga, juga memiliki beberapa  permasalahan tersendiri. Tinggal bagaimana kita sama-sama mencari posibilitas nomor satu, bila dipertemukan dengan pertanyaan yang saya ajukan di atas, yaitu bagaimana mereka dapat lahir kembali (lahir daripada Roh) bila Roh itu sendiri belum datang.

Nah, jika dikembalikan ke akar munculnya thread ini, maka saya sependapat dengan Pak odading dengan sedikit perbedaan. Orang-orang percaya pra Tuhan Yesus mati (termasuklah di dalam ini para murid) saya masukkan di kategori [sedang - akan] diselamatkan. Sedangkan pasca Tuhan Yesus mati, para murid masuk di kategori [sudah - sedang - akan]. Saya menghilangkan kata 'sudah' dengan beberapa alasan:
1. Penebusan belum terjadi,
2. Saya tidak mengetahui, apakah sebelum Tuhan Yesus mati sudah ada pemisahan di dunia orang mati antara orang benar/percaya dengan orang bejad.

Bagaimana menurut Pak odading?

Next...
August 03, 2015, 01:33:14 AM
Reply #55
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1571
  • Denominasi: Gak tau dah...
Nah, sekarang saya kembali ke kalimat ungu di atas, bahwa lahir kembali menjadi satu paket dengan ketika seseorang bertobat/percaya. Saya terpaksa mengambil lagi kutipan yang sudah saya ajukan.

Yohanes 7:37-39
37 Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
39 Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.


"Barangsiapa percaya kepada-Ku, dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup", ini adalah janji-Nya. Dia tidak berkata, "Barangsiapa percaya kepada-Ku, mungkin dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."

Atau untuk lebih afdolnya, saya ambil terjemahan LAI BIS.
Mengenai orang yang percaya kepada-Ku, tertulis dalam Alkitab: ā€˜Dari dalam hatinya mengalirlah aliran-aliran air yang memberi hidup.ā€™

Maka ketika diajukan pertanyaan, mengapa ROH KUDUS belum datang kepada seseorang sementara dia sudah percaya kepada Tuhan Yesus? Saya akan kembali lagi ke penjelasan mengenai masalah hati. Hati manusia siapa yang lebih tahu dibandingkan Tuhan. Tentunya saya tidak akan memandang sebelah mata kepada mereka-mereka yang masih setengah percaya, atau seperempat percaya, atau sepertujuh percaya (iseng-iseng saya keluarkan bilangan sepertujuh, karena biasanya yang digunakan adalah bilangan setengah dan pecahannya). Setengah percaya, atau seperempat percaya, atau bahkan sepertujuh percaya, jika dipupuk dengan benar, akan menjadi PERCAYA. Background dan cara berpikir seseoranglah yang menentukan perihal PERCAYA tersebut.

Gimana dengan para murid, dong, Bla?
Kan sudah dijelasin sama Yohanes, jika Roh itu belum datang.

Siapa tahu pengalaman para murid terulang kembali? Maksud  saya, sudah percaya total, tapi ROH KUDUS gak dateng-dateng.
Kalau begitu, Roh Kudusnya mungkin turun, terus naik, terus turun, terus naik, terus turun lagi. Nah, di sana mungkin ROH KUDUS sedang naik. Sabar saja, siapa tahu ROH KUDUS turun lagi.
Tentunya penjelasan di atas akan Pak odading tentang sendiri, karena perihal naik-turun bukan perihal ROH KUDUS, melainkan perihal Mbah Surip.

Tapi terus terang saja, Pak odading, saya tidak mau berdebat habis-habisan bila pengertian Pak odading seperti itu. Maksud saya jika Pak odading memegang prinsip bahwa bisa saja seseorang sudah percaya secara mutlak dan total, tapi ROH KUDUS belum turun ke atas dia. Soalnya mengenai jemaat Filipus, tertulis dengan jelas jika mereka menerima dengan bulat hati pemberitaan Injil, tapi ROH KUDUS belum turun ke atas mereka sampai Petrus dan Yohanes datang dan (hanya) berdoa serta menumpangkan tangan (tanpa memberitakan ulang mengenai Injil). Coba Pak odading baca Kisah Para Rasul 8:4-25. Saya memberi penekanan khusus kepada frasa kata 'hanya' dan 'tanpa memberitakan ulang mengenai Injil'.
August 04, 2015, 02:14:06 AM
Reply #56
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12959
    • fossil coral cantik
Begini Pak odading, pada tanggapan yang pertama, Tuhan Yesus berkata kepada Nikodemus, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

Lalu pada tanggapan yang kedua, Tuhan Yesus berkata kepada Nikodemus, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Sampai di sini, kita bisa melihat dan mengira-ngira, bahwa dilahirkan kembali itu sejajar dengan dilahirkan dari air dan Roh.
oke...

Quote
Lalu jika kita lanjutkan pembacaan dari kitab yang sama, Injil Yohanes, sampailah kita di kalimat, 'Sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan'. Menjadi pertanyaan yang menarik, bagaimana seseorang dapat dilahirkan daripada Roh, sementara Roh itu sendiri pun belum datang?

Dari sanalah timbul berbagai macam pengajaran mengenai orang percaya pra Tuhan Yesus mati. Saya sendiri sangat menghargai pengajaran bahwa mereka dilahirbarukan setelah Tuhan Yesus mati. Tentu dengan beberapa kebingungan yang sangat mirip dengan kebingungan Pak odading.
Nah itu. Untuk berpendapat secara apa saja XXX misalnya (imo) adalah mudah. Namun utk menyajikan suatu penjelasan yg logik dan detail mengapa (begimana itu ceritanya) nyampenya ke XXX (imo) ini tidak mudah.

So, utk menyatakan bhw [lahir kembali] terjadi di dunia orang mati adalah mudah.
Namun diketika ada pertanyaan : begimana itu ceritanya event [lahir kembali] terjadi di dunia orang mati ? - begimana penjelasan detailnya selain menjawab : [Ya karena Yesus sudah mati], ya ?  :char11:

Quote
Oleh karena itulah, saya pribadi juga tidak dapat menolak pemahaman jika mereka tidak sempat dilahirbarukan.
begini bla... sulitnya saya tidak bisa menerima opsi dua [lahir kembali] terjadi di dunia orang mati, adalah sbb :

1. (8) Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
Sebelon Yesus mati, tidak ada seorangpun yg bernafas di bumi yang berkenan kepada Allah karena semua orang tidak mungkin bisa hidup dalam Roh [lahir baru] karena Roh itu datangnya hanya setelah Yesus mati.

2. begimana itu ceritanya sso yang tidak mengalami [lahir baru] dimana hidupnya mereka cuma didalam daging menulis Kitab PL yang bahkan orang2 sebut Kitab Suci ?

3. (11) Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.

begimana itu ceritanya Roh Kristus ada didalam mereka dimana state ini BUKAN [lahir baru] ?

4. (24) But My servant Caleb, because he has a different spirit and has followed Me fully, I will bring into the land into which he went, and his descendants shall possess it.

begimana itu ceritanya state si Caleb disaat pengucapan Allah tsb tidak didalam state [lahir baru] ?

5. begimana itu ceritanya event [lahir kembali] terjadi di dunia orang mati ? untuk apa orang yg sudah mati [lahir baru] ?

bersambung
August 04, 2015, 02:15:15 AM
Reply #57
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12959
    • fossil coral cantik
sambungan


Quote
Soalnya ketika berbicara mengenai posibilitas, maka posibilitas pilihan nomor dua sepertinya cukup masuk akal, walaupun dengan beberapa permasalahan tersendiri.
Dengan demikian, perkataan Yesus itu Dia sedang bermaksud menyampaikan secara sbb :
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah - namun [lahir kembali] itu sendiri baru bisa terjadi setelah Saya mati", ya bla ?

Quote
Begitupun dengan posibilitas nomor tiga, juga memiliki beberapa  permasalahan tersendiri.
Terus terang sebenernya saya belon ketemu adanya permasalah di posibilitas nomor tiga, bla.

IMO, secara simpelnya :
"cara dulu" dgn "cara sekarang" berbeda, namun tujuan intinya tetep sama.
ilustrasi : dulu murid sekolah pake baju batik - sekarang pake baju putih
Tujuan intinya tetep sama "keseragaman".

So, pabila opsi nomor satu [Mereka sempat mengalami lahir baru dalam skop terbatas] jauh utk keterima, ya saya cenderung milih opsi tiga ketimbang opsi dua  :char11:

btw,
mungkin bla bisa tolong kasi tau ke saya apa itu "beberapa permasalahan tersendiri" dari opsi tiga ?


Quote
Tinggal bagaimana kita sama-sama mencari posibilitas nomor satu, bila dipertemukan dengan pertanyaan yang saya ajukan di atas, yaitu bagaimana mereka dapat lahir kembali (lahir daripada Roh) bila Roh itu sendiri belum datang.
IMO, Roh itu sendiri sudah pernah datang ke orang2 PL sebelon Yesus mati. Mengapa menetapnya Roh setelah Yesus mati jadi sertamerta artinya [lahir baru] yah bla ?

Yesus bilang : (16) Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya

IMO, itu didalam pengertian sebagai gantinya Yesus yang lagi di bumi saat itu, dimana Yesus di bumi tidak bisa selama lamanya - Roh Penolong ini bisa selama lamanya.

Quote
Nah, jika dikembalikan ke akar munculnya thread ini, maka saya sependapat dengan Pak odading dengan sedikit perbedaan. Orang-orang percaya pra Tuhan Yesus mati (termasuklah di dalam ini para murid) saya masukkan di kategori [sedang - akan] diselamatkan.
Lalu, mao ngapain Allah bilang spt sbb di ayat PL :

Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!

sementara fungsinya sbg Juruselamat itu sendiri adalah ratusan taon kemudian dimana dirinya ketika mengucapkan kalimat tsb sama sekali belon menyelamatkan manusia karena dirinya belon mati di masa yad, ya bla ?


Quote
Sedangkan pasca Tuhan Yesus mati, para murid masuk di kategori [sudah - sedang - akan]. Saya menghilangkan kata 'sudah' dengan beberapa alasan:
1. Penebusan belum terjadi,
2. Saya tidak mengetahui, apakah sebelum Tuhan Yesus mati sudah ada pemisahan di dunia orang mati antara orang benar/percaya dengan orang bejad.

Bagaimana menurut Pak odading?
ini pendapat saya, bla :
(3) Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan.

semoga saja tidak di respond :
oh... itu di pov penulis secara duniawi bukan rohani, menyelamatkan si penulis dari kecelakaan lalu lintas, tindakan kekerasan para penjahat sekalian tempat ngumpet berlindung dan Allah berubah jadi perisai logam sewaktu si penulis berperang. hehehe....  :char11: :cheesy: :happy0025:

saya masih ngutang respond satu post lagi, tapi mata udah kiyep2 - bakalan nggak konsen bacanya bla.
Soooo.... tak tidur dulu yaa... :D.

:)
salam.
August 04, 2015, 02:49:35 AM
Reply #58
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 59
1. Upah dosa adalah maut. artinya hukumannya adalah hukuman mati. org yg sudah mati sudah tidak berdosa.
2. Upah percaya kepada Kristus adalah dibangkitkan dari kematian & hidup kekal.

Sampai sekarang masih belum ada orang percaya yang bangkit kembali lalu naik ke Surga seperti Yesus (ini yang dijanjikan)
[banyak org salah paham mengira janji TUHAN adalah ketika kita mati langsung roh kita ke Surga, padahal yg dijanjikan lebih daripada itu... bukan hanya jadi mahluk roh halus di Surga]

Kondisi kita sekarang ini adalah PENGHARAPAN, sama seperti ketika Abraham mendapatkan janji.
yaitu NANTI... pada akhir jaman kita akan diselamatkan.

Kematian Yesus adalah meterai atas janjiNYA, dan kebangkitanNYA adalah pengharapan yang diberikan kepada kita.

kita hanya lebih beruntung daripada Abraham, Abraham harus percaya buta tanpa melihat dan tanpa mengerti. kita masih mendapatkan kesaksian dari orang2 yg sudah melihat dan sudah mengerti.



THE WORD... tidak berubah, Dia adalah yg telah ada, yang ada & YANG AKAN DATANG.

WujudNYA juga sebenernya tidak berubah. Manusia diciptakan seperti rupa & gambar DIA.
Kita aja yg bodoh mengira DIA baru punya tubuh seperti manusia pada saat lahir dari Maria.

Padahal Dia adalah yg asli, kita cuma fotocopyan

August 04, 2015, 07:46:56 AM
Reply #59
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
Quote
1. Upah dosa adalah maut. artinya hukumannya adalah hukuman mati. org yg sudah mati sudah tidak berdosa.

Pengertian yang sangat .....

Seorang teroris yng melakukan bom bunuh diri, mati bersama 200 korbannya, karena mati maka sudah tidak berdosa, langsung masuk sorga bersama 72 bidadari....

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)