Author Topic: jadi begimana diketika baca kalimat2 di Alkitab ?  (Read 2616 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 18, 2015, 09:29:11 AM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9610
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
kalo faktor "otaknya ke cuci" sebenernya ada apa nggak sih ya, siip ?

IMO, antara baca dgn patokan doktrin dengan baca dgn patokan tanpa doktrin ---setidaknya di pov saya--- perbedaannya keliatan banget.

Siip juga jawab dong yang ini hahaha

tak dipungkiri, baca Alkitab dengan doktrin dan baca Alkitab tanpa doktrin itu bisa beda buanget outputnya loh
August 18, 2015, 09:47:29 AM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 637
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestant - Reformed Injili
Dulu konon ada cerita (katanya sih di seminari), seorang Hamba Tuhan merasa Tuhan berbicara kepada dirinya, bahwa khotbah itu hanya berdasarkan alkitab saja. Maka dia memerintahkan semua buku tafsiran dibakar semua.

Minggu2 berikutnya dia mulai berkhotbah dan mengambil dari Alkitab saja. Orang2 dibuat takjub dengan tafsiran2 dia yang menurut mereka sangat brilian. Lalu salah satu jemaat berpikir, wah sayang sekali khotbah begitu bagus tidak di catat dan dibukukan.

Akhirnya semua ringkasan khotbahnya di tulis ulang dan di cetak dibuat buku.

August 18, 2015, 09:51:46 AM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9610
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Dulu konon ada cerita (katanya sih di seminari), seorang Hamba Tuhan merasa Tuhan berbicara kepada dirinya, bahwa khotbah itu hanya berdasarkan alkitab saja. Maka dia memerintahkan semua buku tafsiran dibakar semua.

Minggu2 berikutnya dia mulai berkhotbah dan mengambil dari Alkitab saja. Orang2 dibuat takjub dengan tafsiran2 dia yang menurut mereka sangat brilian. Lalu salah satu jemaat berpikir, wah sayang sekali khotbah begitu bagus tidak di catat dan dibukukan.

Akhirnya semua ringkasan khotbahnya di tulis ulang dan di cetak dibuat buku.

itulah konyolnya sikap ekstrimisme
padahal Alkitab sendiri jelas mengatakan, ga ada buku yang bisa memuat seluruh pengajaran Yesus
August 18, 2015, 11:01:06 AM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Salah satu contoh misal ayat yg menjadi berbeda pengertiannya :

Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati

Berdasarkan doktrin historis [Yesus mati di salib :
Kosakata "Aku/Ku" disitu literally ngerujuk ke [Allah yang SUDAH menjadi manusia dan juga SUDAH mati].
Dengan demikian sebelon eksis itu [Allah yang sudah menjadi manusia], Allah BUKAN kebangkitan dan hidup bagi para manusia.

Akibat selanjutnya :
1. sekalipun ada orang percaya kepada Allah yang BELON menjadi manusia apalagi sudah mati, orang ybs tidak akan bakalan hidup setelah mati sekalipun blakangan setelah Allah yg sudah menjadi manusia tsb mati.
2. sekalipun ada orang percaya kepada Allah yang SUDAH menjadi manusia namun BELON mati, orang ybs tidak akan bakalan hidup setelah mati sekalipun blakangan setelah Allah yg sudah menjadi manusia tsb mati.


Berdasarkan doktrin [lahir baru] ---> menetapnya RK di diri sso :
Orang yang percaya kepada "KU" dan keburu mati duluan sebelon "AKU" mati, nanti blakangan setelah "AKU" mati mengalami [lahir baru] di dunia orang mati.


Berdasarkan doktrin [UE] :
Kalimat ayat diatas adalah kalimat berita (pemberitahuan).
Ilustrasi :
Sudah ada duluan 100 orang yang punya tiket dan yang tidak punya tiket.
Kalimat berita : yang punya tiket masuk gedung bioskop.


Berdasarkan doktrin [OSAS] :
Kalimat [barangsiapa percaya kepadaKU] adalah kalimat pre-kondisi dimana setelah dirangkai dgn proceeding kalimat berikutnya menjadi kalimat berita ---> sekali [barangsiapa percaya kepadaKU] terpenuhi, ya selanjutnya semua serba otomatis.


Tanpa dasar doktrin2 diatas :
1. Allah segala jaman adalah Kebangkitan dan Hidup.
2. kalimat [barangsiapa percaya kepadaKu] :
a. "KU" ngerujuk ke point 1
b. kalimat berita yg mengandung ajaran.
c. disertai ajaran2 selanjutnya (berdasarkan ayat2 lain yg ada) mengenai bagaimana setelah percaya.
3. kalimat Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati itu sendiri juga adalah kalimat berita janji yang ada didalam ranah dipercayai / diharapkan / diyakini.
4. Keeping poin c oleh manusia adalah utk menjadikan semakin yakin bhw "harapan" itu akan menjadi nyata.

Beda kaaan....  :char11:

:)
salam.
August 18, 2015, 11:11:27 AM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Dulu konon ada cerita (katanya sih di seminari), seorang Hamba Tuhan (odading : HT) merasa Tuhan berbicara kepada dirinya, bahwa khotbah itu hanya berdasarkan alkitab saja.
pertanyaannya :
diketika si HT membaca tulisan2 di Alkitab itu eksis ato kagak suatu interpretasi ?


Quote
Maka dia memerintahkan semua buku tafsiran dibakar semua.
pertanyaannya :
buku tafsiran itu atas hasil menafsirkan sumber apa ?


Quote
Akhirnya semua ringkasan khotbahnya di tulis ulang dan di cetak dibuat buku.
Nah, buku itu sendiri bisa dikatakan buku tafsiran ato kagak ?


:)
salam.
August 18, 2015, 01:29:06 PM
Reply #35
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6471
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
kalo faktor "otaknya ke cuci" sebenernya ada apa nggak sih ya, siip ?

Kl ketiga hal yg saya tulis itu mlenceng, maka otaknya kecuci scr sngaja or tidak.

Ini lhoo:
Kl sudah bgitu,
Maka slanjutnya masuk ke faktor personal.
Misalnya, sbrapa kagum dia (atau kawan-kawannya) sama si penulis buku/pkotbah,
Sbrapa confident dia pd penafsiran pribadinya (atau dia kurang pede),
Sbrapa peduli (atau rajinnya) dia utk coba menyelidiki sendiri apa yg bbeda tsb


Quote
IMO, antara baca dgn patokan doktrin dengan baca dgn patokan tanpa doktrin ---setidaknya di pov saya--- perbedaannya keliatan banget.

Misal ni yah :

If
you live in Me
and
My words remain in you
and
continue to live in your hearts,

ask whatever you will, and it shall be done for you.


Secara seseorang tanpa tau doktrin apa apa (imo) kosakata "and" disitu menunjukan memang ada 3 point kondisi.

Dan (sementara walo saya baca secara ungu) dikarenakan saya tau ada doktrin, maka saya jadi "berhati-hati" dalam mengertikannya dengan mengertikan secara didalam opsi, misal :

a. memang ada 3 point kondisi
b. cuma ada 1 point kondisi dimana ketiga point tsb adalah satu paket.

Yang saya bilang [perbedaannya keliatan banget] disini adalah, pada opsi-B kalimatnya menjadi :

IF
you live in Me
and THEN
[My words remain in you and continue to live in your hearts]


kalimat orange diatas menjadi sebuah kalimat pemberitahuan ... dimana selanjutnya ayat biru diatas tidak berubah makna pabila di sajikannya sbb :
IF
you live in Me
ask whatever you will, and it shall be done for you


Oleh karena itu saya jadi bertanya-tanya dan membuat thread ini.
Taroh kata misal XXX adalah ayat biru diatas dimana orang ambil pengertiannya yg di opsi-B ... kira kira ada di kategori manakah orang yang mengambil pengertian secara opsi-B ?

X. Doktrin dulu dijadiin landasan dengan demikian pengertian XXX otomatis tergantung doktrin.
Y. Mengertikan dulu XXX (tanpa latar belakang doktrin), setelah itu dicari apakah cocok dgn doktrin - kalo gak cocok maka dicocok-cocokin agar sesuai dgn doktrin

Baik siip, wilef, brc sepertinya pendapatnya sama, yakni : tergantung orang-nya, tergantung sikon-nya dan bisa juga merupakan kombinasi.

pertanyaan selanjutnya :
yang saya bilang [perbedaannya keliatan banget] ---> dgn adanya perbedaan ini, sebenernya penting ato kagak ya secara metode dalam ajaran Kekristenan ? Maksud saya, apakah ["ya gpp kok walopun berbeda --- itu ga penting dan ga membawa dampak apa apa samasekali kok"] ato begimana ?

Itu diatas satu contoh ayat.
Saya dulu ada pernah sempet ketemu ayat, dimana pengertiannya ---setidaknya buat saya sekali lagi--- jadi sangat berbeda. Secara ringkesnya : kalimat YYY ---> pengertiannya [kalimat yg lagi ngajarin orang harusnya/baiknya begimana] VS [kalimat berita / pemberitahuan].

:)
salam.

Bgini Oda...

Dari sejak awal mulanya nih,
Kitab Suci itu tidak boleh ditafsirkan/diartikan oleh 1 orang saja.
Krn kalo 1 orang itu salah maka smua bubar.

Oleh kesaksian 2 atau 3 orang, suatu perkara jadi sah.

Jadi ngga ada itu yg namanya mletakkan Alkitab di atas segala-galanya.
Itu hanya di alam impian saja, Sobat.
Alam pemikiran ideal saja.

Ngga mungkin ada seorang yg bisa mlakukannya krn Alkitab tidak didesain spt itu.

Butuh sekelompok orang yg diurapi utk mnafsirkan dan sepakat dg apa yg dtafsirkannya itu.
Ini nama kerennya adalah magisterium.
Nama lainnya adalah penatua Gereja.
Ato ada jg yg pake para pimpinan Gereja.

Psoalan yg timbul skrg Oda,
Gereja saat ini tidak saling mengakui otoritas dan pengurapan Gereja lain dalam penafsiran.
Makanya ada banyak debat beda pendapat yg ngga saling ktemu antar denominasi.

Jd harap dimaklumi ya Oda.
Hehehehehe
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
August 18, 2015, 03:14:04 PM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9610
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Dari sejak awal mulanya nih,
Kitab Suci itu tidak boleh ditafsirkan/diartikan oleh 1 orang saja.
Krn kalo 1 orang itu salah maka smua bubar.

Oleh kesaksian 2 atau 3 orang, suatu perkara jadi sah.

Jadi ngga ada itu yg namanya mletakkan Alkitab di atas segala-galanya.
Itu hanya di alam impian saja, Sobat.
Alam pemikiran ideal saja.

Ngga mungkin ada seorang yg bisa mlakukannya krn Alkitab tidak didesain spt itu.

Butuh sekelompok orang yg diurapi utk mnafsirkan dan sepakat dg apa yg dtafsirkannya itu.
Ini nama kerennya adalah magisterium.
Nama lainnya adalah penatua Gereja.
Ato ada jg yg pake para pimpinan Gereja.

tepat sekali
inilah pentingnya tunduk kepada otoritas
orang menempatkan Alkitab diatas segalanya itu pasti akan melakukan hal demikian
sebab perintah untuk tunduk kepada otoritas itu tinggal dibaca aja tuh, ga perlu ditafsir hahaha

kondisi ideal memang
dan seharusnya kita mengarah kesitu kan
hendaklah kita sempurna sama seperti Bapa juga sempurna :)

Psoalan yg timbul skrg Oda,
Gereja saat ini tidak saling mengakui otoritas dan pengurapan Gereja lain dalam penafsiran.
Makanya ada banyak debat beda pendapat yg ngga saling ktemu antar denominasi.

memang jauh lebih baik bersatu.....
August 20, 2015, 12:52:35 AM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Kl ketiga hal yg saya tulis itu mlenceng, maka otaknya kecuci scr sngaja or tidak.

Ini lhoo:
Kl sudah bgitu,
Maka slanjutnya masuk ke faktor personal.
Misalnya, sbrapa kagum dia (atau kawan-kawannya) sama si penulis buku/pkotbah,
Sbrapa confident dia pd penafsiran pribadinya (atau dia kurang pede),
Sbrapa peduli (atau rajinnya) dia utk coba menyelidiki sendiri apa yg bbeda tsb
i c  :happy0062:

Quote
Bgini Oda...

Dari sejak awal mulanya nih,
Kitab Suci itu tidak boleh ditafsirkan/diartikan oleh 1 orang saja.
Krn kalo 1 orang itu salah maka smua bubar.

Oleh kesaksian 2 atau 3 orang, suatu perkara jadi sah.
sependapat  :happy0062:

Quote
Jadi ngga ada itu yg namanya mletakkan Alkitab di atas segala-galanya.
Itu hanya di alam impian saja, Sobat.
Alam pemikiran ideal saja.
sependapat  :happy0062:

Quote
Butuh sekelompok orang yg diurapi utk mnafsirkan dan sepakat dg apa yg dtafsirkannya itu.
Ini nama kerennya adalah magisterium.
Nama lainnya adalah penatua Gereja.
Ato ada jg yg pake para pimpinan Gereja.
lalu kalo ada sebagian sepakat dengan penafsiran A, sebagian lagi nggak sepakat penafsiran A melainkan sepakat penafsiran B, gimana donk ?

Quote
Psoalan yg timbul skrg Oda,
Gereja saat ini tidak saling mengakui otoritas dan pengurapan Gereja lain dalam penafsiran.
ohh... terjawab sudah ...  :char11:

anyway ....
IMO, kalo bedanya itu cuma dikit2 atopun mirip2 mah ya oke-laah... bisa dimaklumi. Namun kalo bedanya itu jadi A <----berseberangan---> B pada ayat yang sama, tidakkah sebaiknya ini dilibatkan logika yg lebih jauh lagi ketimbang perihal "pengurapan RK", siip ?

Quote
Makanya ada banyak debat beda pendapat yg ngga saling ktemu antar denominasi.
Pabila hanya perihal "pengurapan RK" (imo) ya adalah percuma didebatin ---> ini ibarat yang satu bilang [batman = joker], yang satu lagi bilang [batman tidak= joker] dari suatu komik hero.

So, (imo) timbulnya perdebatan itu sendiri sebaiknya justru bukan lagi didalam ranah "pengurapan RK" atopun "saya percaya yang begini" ... melainkan peninjauan lebih jauh secara logika mengenai isi buku "komik" tsb .... dimana dari situ kesimpulan logikanya begimana berdasarkan tulisan2 yang ada.... apakah bener [batman = joker] ? ataukah [batman tidak= joker] ?

[batman = joker] VS  [batman tidak= joker] hanya sebuah ilustrasi ungu... gambaran suatu penafsiran yang tidak sejalan berdasarkan baca sumber yang sama.

atokah jangan2 doktrin memang sengaja dibuat sedemikian rupa agar tidak masuk akal ? Dimana dalihnya "ya itulah pekerjaan hasil dari pengurapan RK ... tentunya harus yang gak masuk akal donk"

:)
salam.
« Last Edit: August 20, 2015, 01:06:25 AM by odading »
August 20, 2015, 01:03:49 AM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
memang jauh lebih baik bersatu.....
kalo menurut saya sih, mending saling membiarkan ... wong masing2 pihak bilang dapet pengurapan RK :char11:

Sooo... kalopun misalnya mao di wujudkan adanya perdebatan, maka (imo) baiknya yg diperdebatkan adalah logika-nya ... tanpa membawa-bawa "RK sendiri yang kasih tau gue koook" atopun "kalo gitu lu belon punya RK" atopun "lu belon [lahir baru] siiih... kalo yang udah [lahir baru] pasti mengerti" atopun yang lain2nya.

:)
salam.
August 20, 2015, 06:37:02 AM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9610
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
kalo menurut saya sih, mending saling membiarkan ... wong masing2 pihak bilang dapet pengurapan RK :char11:

Sooo... kalopun misalnya mao di wujudkan adanya perdebatan, maka (imo) baiknya yg diperdebatkan adalah logika-nya ... tanpa membawa-bawa "RK sendiri yang kasih tau gue koook" atopun "kalo gitu lu belon punya RK" atopun "lu belon [lahir baru] siiih... kalo yang udah [lahir baru] pasti mengerti" atopun yang lain2nya.

:)
salam.

tetap lebih baik bersatu
dalam artian saling "membiarkan", lalu kemudian masalah tersebut dibawa kepada sidang penatua, dan pada akhirnya semua tunduk kepada keputusan sidang tersebut
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)