Author Topic: jadi begimana diketika baca kalimat2 di Alkitab ?  (Read 2621 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 27, 2016, 02:18:23 PM
Reply #70
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12927
    • fossil coral cantik
Bro Oda, yang bisa menahan kepenuhan ROH KUDUS dalam memahami Alkitab adalah ego logika manusia(dominan), untuk itu diperlukan kerendahan hati (membiarkan RK menggesernya).
kan kerepotan yang mungkin timbul adalah : adanya kemungkinan yg itu adalah ego logika si ybs, oleh si ybs itu sendiri dia pendapati bhw itu enlightenment dari RK. Atuh begimana caranya ybs merendah-hati lagi (membiarkan RK menggesernya) sementara di saat yg bersamaan di diri ybs berpendapat bhw RK sudah menggesernya ?

Quote
Hasil pemahaman berdasarkan ego logika bisa menimbulkan keraguan, tetapi oleh RK adalah keyakinan.
IMO, ego logika juga bisa menimbulkan keyakinan. Namun sekali lagi (imo) sulit utk diketahui apakah itu RK atokah logika.... akibatnya yg RK bisa dibilang logika, yg logika bisa dibilang RK.


Quote
Pada hakekatnya Tuhan ingin kita punya pengertian yang sama,tapi kalau tidak percaya itu, ya jadilah demikian.
Dari sepanjang pengetahuan saya sih pada kenyataannya sulit. Misal :
1. cuplis percaya Trinitas, unyil percaya Trinitas.
Namun latar belakang / bekgron pemikirannya kayak apa itu Trinitas BERBEDA.

2. Terkait thread saya Kenosis ada membicarakan perihal Inkarnasi. Antara saya dan ito ujung2nya sama, tapi bekgron pemikirannya BERBEDA. Versi saya nggak ada dwinatur - Versi ito ada dwinatur. Saya cuma bisa bertanya-tanya didalam hati : seandainya ito membaca ayat2 terkait SEBELUM munculnya doktrin HU, apa iya ito akan nyampe ke perihal dwinatur ?  :char11:

IMO, kemungkinan kronologinya kayak begini :
1. orang tidak tau perihal dwinatur (walo doktrinnya sudah eksis)
2. orang ybs juga tidak ada interpretasi apa apa thdp ayat terkait
3. blakangan ybs tau doktrin dwinatur
4. ybs percaya
5. percayanya ini lalu dia "uji" dgn ngliat kembali ayat2 terkait
6. gak kerasa ybs logikanya "kegiring" ke perihal dwinatur
7. ybs yakin perihal dwinatur

Proses yang sama spt diatas bisa juga diterapkan ke doktrin OS (Original Sin)  :D

:)
salam.
« Last Edit: July 27, 2016, 02:45:50 PM by odading »
July 27, 2016, 02:22:31 PM
Reply #71
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12927
    • fossil coral cantik
doktrin idealnya ya berdasar alkitab. dr yg saya ketahui ttg berbagai macam doktrin, ujung2nya doktrin itu adalah merumuskan kembali dengan kata2 sendiri apa yg dimengerti/dipahami tentang suatu hal/perkara yg dilukiskan alkitab. repotnya kadang, kata2 yg dipilih mungkin mewakili suatu hal tertentu, tapi pemilihan kata sendiri itu pula yg menjadi sandungan bagi orang lain yg mendapatkan kesan berbeda saat membaca kata tersebut.
Nah itu bold. Kalo perihal bold itu nggak ada "ngusik" doktrin yg sudah ada, ya mungkin2 aja bisa diterima. Tapi kalo perihal bold itu jadi "ngusik" doktrin yg sudah ada - ya jadinya kan "perpecahan". Gitu kali ya ito.  :)

haha..betul. apalagi pengertian lahir barunya di dapat dari doktrin. jadi mbuletlah, ruwet, krn kayak pabrik mie, kecap dll, semua ngeklaim produknya no 1. Sebagai orang Kristen yg mengakui adanya ROH KUDUS, yg menuntun dan memberi pemahaman kepada orang percaya, maka, seharusnya perbedaan pendapat itu dilihat sebagai perbedaan hikmat. si A mendapatkan hikmat demikian, si B dapat hikmat demikian, kita pun bisa mendapat hikmat, maka saling sharing dan menguji. Banyak hal yang bisa didapat pengetahuan dan wawasan yg didapat dari sana.  Dari proses menguji itulah kita dapat melihat buahnya. ujungnya, iman kita pribadi yg berbicara.
mantep  :happy0062:. Saya suka kalimat2nya ito diatas  :char11: :afro: :D

Quote
Kalau ngga tunduk, ya baiknya dia pindah gereja. gampang saja.
Nah itu dah yg saya bilang "untung"nya idup di jaman sekarang. Kalo di jaman dulu, pindah ke gereja dgn doktrin berbeda dari hun keng ? Akibatnya, ya bikin gereja baru dgn doktrin baru dgn susah payah ... untung2an dapet pendukung banyak ato kagak  :char11:
« Last Edit: July 27, 2016, 02:27:26 PM by odading »
July 27, 2016, 02:37:34 PM
Reply #72
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12927
    • fossil coral cantik
@pak sarpag,

Makasih pak atas masukan2nya  :afro:.

Quote
Btw, ttg eksegesis Pardes ini, coba baca bagian REMEZ, ada penjelasan bagaimana Paulus, seorang yang memiliki latar belakang Taurat membuat suatu alegori Hagar & Ismael, saya sendiri terkejut bagaimana Paulus mengupas kehidupan mereka justru sebagai Alegori dari Yahudi/Israel justru (bukan Arab).
Dengan demikian, ketika nyampe di REMEZ pun ada kemungkinan berbeda dari satu dgn orang lainnya ya pak ya ?

Sepanjang yg pernah saya tau umumnya kisah Hagar/Ismael itu alegori-nya ke Arab.
Sekarang dapet input baru dari pak sarpag, ternyata alegori dari Paulus ngerujuknya ke Yahudi/Israel.

Dengan adanya perbedaan spt demikian, begimana orang memutuskan ngambil yang mana yah pabila kedua pandangan yg berbeda tsb masing2 logik-nya keterima ?

BTW, doktrin itu Hukum Agama bukan sih ya pak ?

:)
salam.
July 27, 2016, 02:44:30 PM
Reply #73
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12927
    • fossil coral cantik
Menurut pendapatku, terdorong oleh kelaziman, bahwa yang lebih sering dilihat pertama adalah Alkitab dibanding pada melihat kitab doktrin(kalau ada), maka seketika setelah membaca ayat-ayat Alkitab, si pembaca akan menafsir, menginterpretasi, mengartikan berdasar pada nalarnya. Pada saat si pembaca itu menemukan 'kejanggalan' menurut nalarnya, kemudian dia akan membanding ke doktrin. Dengan membanding ke doktrin, akan muncul dua kemungkinan sikap
Itu kalo bold. Nah begimana kalo si pembaca itu NGGAK menemukan kejanggalan menurut nalarnya ya cin ? Bukankah jadinya ybs ini kekeuh ? Dan repotnya lagi pabila sudah ada doktrin dimana APA yg nggak janggal di pov pembaca justru bertentangan dgn doktrin yg sudah ada.

Quote
1. Bila pembaca itu menerima atau tepatnya mempercayai bahwa doktrin dirumuskan oleh pemilik kewenangan yang legal, dia akan lebih memilih 'menyesuaikan' pemahamannya atas suatu ayat, selaras dengan doktrin.

2. Bila pembaca itu menihilkan kewenangan pihak yang merumuskan doktrin, pembaca akan mengutamakan nalarnya dalam menafsir, menginterpretasi, mengartikan ayat Alkitab. (Model begini ini tergolong pada orang yang suka mengatakan berdasr Alkitab saja). Padahal, ayat Alkitab yang dimaksud sudah ditafsir, diinterpretasi, dan diartikan sesuai dengan nalanya yang merasa sudah benar.
Yang nomor dua, IMO kronologinya bisa berupa :
1. ungu diatas (yg saya tuliskan)
2. bisa juga melaui proses yg spt oranye (yg cinta tuliskan).

:)
salam.
July 27, 2016, 04:04:47 PM
Reply #74
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1425
  • Gender: Male
Itu kalo bold. Nah begimana kalo si pembaca itu NGGAK menemukan kejanggalan menurut nalarnya ya cin ? Bukankah jadinya ybs ini kekeuh ? Dan repotnya lagi pabila sudah ada doktrin dimana APA yg nggak janggal di pov pembaca justru bertentangan dgn doktrin yg sudah ada.
 Yang nomor dua, IMO kronologinya bisa berupa :
1. ungu diatas (yg saya tuliskan)
2. bisa juga melaui proses yg spt oranye (yg cinta tuliskan).

:)
salam.
Lazimnya, memang jika menurut nalarnya tidak ada yang janggal dari ayat Alkitab,  pembaca akan keukeuh pada interpretasinya, meski bertentangan dengan doktrin. Menjadi aneh jika menurut interpretasinya, tidak ada yang janggal, kemudian disodorkan kepadanya interpretasi lain, yang idealnya bisa 'berterima', pembaca itu ngotot, atau sekalian mingkem. Contoh, seorang pembaca Alkitab menafikan atau tidak mengakui ajaran Yesus yang diajarkan oleh manusia. Meski kepada pembaca itu dikutipkan ayat Alkitab yang berisikan penyerahan kewenangan mengajar dari Yesus Kristus kepada para rasul yang nota bene adalah manusia yang disertai sampai kepada akhir zaman, pembaca Alkitab tadi itu tidak menerima, dan bersi-keukeuh bahwa ajaran Yesus Kristus tidak diajarkan oleh manusia. Paling banter, dia mingkem.

Kembali ke judul topik, menurut pendapatku, pembaca Alkitab akan cenderung lebih memilih pemahaman, penginterpretasian, penalaran oleh pikirannya sendiri daripada menggunakan doktrin yang masih harus dicari. Itu untuk kalangan awam.
Bagi aktivis Gereja, seharusnya, justru harus mengutamakan kesesuaian dengan doktrin. Sebab, doktrin itu adalah hasil perumusan Gereja, maka selaku aktivis Gereja, dia harus menyesuaikan diri.

Ah, eh, oh... hendak ke mana pembahasan ini?

Salam olahraga.
Coba tebak, avatarku sedang sakit gigi atau menyeringai?
July 30, 2016, 02:36:49 PM
Reply #75
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12927
    • fossil coral cantik
Lazimnya, memang jika menurut nalarnya tidak ada yang janggal dari ayat Alkitab,  pembaca akan keukeuh pada interpretasinya, meski bertentangan dengan doktrin.
Nah itu. Contohnya ada di "depan mata" cinta, yakni saya sendiri. Hihiihi...  :cheesy: :char11: :happy0025:

Quote
Menjadi aneh jika menurut interpretasinya, tidak ada yang janggal, kemudian disodorkan kepadanya interpretasi lain, yang idealnya bisa 'berterima', pembaca itu ngotot, atau sekalian mingkem.
Selama logik-nya bisa keterima oleh orang ini, ya harusnya diakui bhw interpretasi lain tsb memang juga bisa "masuk".

Quote
Kembali ke judul topik, menurut pendapatku, pembaca Alkitab akan cenderung lebih memilih pemahaman, penginterpretasian, penalaran oleh pikirannya sendiri daripada menggunakan doktrin yang masih harus dicari. Itu untuk kalangan awam.
Bagi aktivis Gereja, seharusnya, justru harus mengutamakan kesesuaian dengan doktrin.
Sependapat. Namun sikon-nya itu sendiri (imo) nggak sesimple tsb.

Kurun waktu A
awalnya cuma ada satu gereja X, maka orang2 yg sbg aktivis Gereja ini ya HARUS ungu.

diketika aktivis Gereja ini tidak ungu, otomatis ybs didepan oleh gereja X.
selanjutnya ybs membuat gereja baru dgn doktrin baru, gereja Y.
Dapet pendukung yg lumayan oke laaah...

So... di kurun waktu B
ada dua doktrin berbeda, dua gereja, gereja X dan gereja Y.

dst dst dst

sampai disuatu kurun waktu G
ada lebih dari dua doktrin berbeda, lebih dari dua gereja.

Quote
Sebab, doktrin itu adalah hasil perumusan Gereja, maka selaku aktivis Gereja, dia harus menyesuaikan diri.
Nah... orang yg idup di kurun waktu G kan ya tinggal memilih doktrin gereja mana yang cocok menurut penalaran ybs. Setelah ketemu yg cocok, dia masuk gereja tsb, ya otomatis dia harus ungu/oranye.

Begitu kali kira kira ya cin.

:)
salam.
August 01, 2016, 12:39:05 PM
Reply #76
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1425
  • Gender: Male
...
Begitu kali kira kira ya cin.
:)
salam.
Iya, @odading.
Pada poin ini, saya sependapat dengan @odading.

Salam olahraga.
Coba tebak, avatarku sedang sakit gigi atau menyeringai?
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)