Author Topic: malakoi dan arsenokoitai ?  (Read 2635 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 17, 2015, 06:38:18 AM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA

Dari hasil baca2 di internet, katanya pelacur perempuan yg belon/tidak nikah ---> ini tidak dipandang sebagai perbuatan dosa. oleh karena itukah tidak di define secara spesifik di 1 Kor 6:9 mengenai pelacur perempuan ?


Saya kurang setuju tafsir itu. 1 Kor 6:9 memang tidak menyebutkan secara detail dosa-dosa seksual apa saja yg tidak boleh namun kata, 4 kata Yunani sudah cukup mewakili segala macam aksi pencabulan: PORNOI, MOIKOS, MALAKOS dan ARSENKOITÊS.

Dosa-dosa seksual (homoseksual ataupun heteroseksual) yang disebut dalam 1 Korintus 6:9-10 ini dipandang sama beratnya dengan dosa-dosa lain : penyembah berhala; orang2 yang tidak adil; mencuri; tamak; mabuk; pemfitnah; perampok; penipu dll. Orang2 yang melakukan dosa-dosa itu dan jika tidak mau bertobat, tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.


Jadi 1 Korintus 6:9-10 tidak hanya against homoseksualitas, tapi mengecam segala macam bentuk dosa seksual hal itu disebutkan dalam ayat 9 "Pornoi" dan "Moikoi" (dimana bentuk2 dosa seksual ini bisa dilakukan baik laki-laki maupun perempuan); Selanjutnya Rasul Paulus menjelaskan detail ttg dosa semburit (sodomi antar laki-laki) dengan penggunaan kata "Malakoi" dan "Arsenokotai" untuk lebih menjelaskan perbuatan seksual yang tidak wajar:

NIV, Do you not know that the wicked will not inherit the kingdom of God? Do not be deceived: Neither the sexually immoral (PORNOI) nor idolaters nor adulterers (MOIKOI) nor male prostitutes (MALAKOI) nor homosexual offenders (ARSENOKOITAI)


Perhatikan di ayat di atas:
1. Tidak ditulis perbuatan asusila "bestiality/ zoophilia", apakah dengan demikian bisa diartikan bahwa nge-sex dengan binatang itu diperbolehkan?
2. Tidak ditulis perbuatan asusila "pedofilia", apakah bisa diartikan nge-seks dengan anak kecil lantas diperbolehkan?
3. Tidak ditulis tentang inses, apakah bisa diartikan ngeseks sedarah diperbolehkan?
dan seterusnya....

Meski tidak ditulis secara detail, perbuatan seksual siapa dengan siapa, atau perbuatan seksual siapa dengan apa. Namun 4 kata indikasi "asusila seksual" yang ditulis dalam 1 Korintus 6:9 cukup mewakili segala macam perbuatan asusila seksual termasuk didalamnya lesbianisme, pedofilia, inses, Bestiality/ zoophilia, dll.

Bestiality/ Zoophilia itu dilarang, dan "hati nurani" manusia tahu tentang hal itu. Maka, demikian juga lesbianisme, inses, pedofil, Apakah perbuatan seksual dalam kategori berupakan hal yang wajar? Silahkan kita menge-test sendiri dengan "hati nurani kita masing-masing. Allah itu ngasih kita reserve "hati nurani" sehingga dengan sendirinya tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik, dan tergantung kita, mau memakainya atau tidak.

Ada bahasan tentang bentuk-bentuk hubungan seksual yang dilarang di http://www.sarapanpagi.org/nikah-pernikahan-vt4295.html#p23431


bersambung
Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
August 17, 2015, 06:38:28 AM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA

Kembali mengenai malakoi dan arsenokoitai :
Saya belon ketemu hubungan dari dua kalimat tsb dengan "state" seseorang, being gay and/or being lesbian. Kalo kedua kosakata itu malakoi - arsenokoitai dirujuk pengertiannya secara spt ungu, pertanyaannya : begimana itu ceritanya (darimana) kesimpulan berdasarkan dua kosakata tsb dibuat sehingga pengertiannya menjadi ungu ?

pak sarpag ada menjelaskan mengenai malakoi, bhw malakoi ini tidak didalam pengertian "state" seseorang, yakni pria yang bertingkah kemayu (feminine).

Nah, bagaimana dengan yg arsenokoitai ?
IMO, arsenokoitai juga tidak didalam pengertian "state" seseorang, yakni being gay.

Saya ada baca artikel2 atopun pernyataan2 dari Kekristenan yg kira2 seperti sbb :
Gay itu dosa
Lesbian itu dosa
LGBT itu dosa


Namun (imo) kalimat2 tsb agak "menyesatkan" secara didalam pengertian ---> yakni jadi bisa menuntun kedalam pengertian bhw [being gay/lesbian itu dosa]. Peng-definisian kosakata "gay/lesbian" itu seolah-olah mutlak telah terjadi dulu suatu aksi sex sesama-jenis ---setara ibarat--- disebut pencuri setelah terjadi aksi mencuri ---> so, seseorang yg berstatus pencuri itu adalah dosa <===> seseorang yg berstatus lesbian/gay adalah dosa. Belon lagi dengan adanya yang melibatkan perihal adanya iblis homo merasuk ke sso  :char11:

Oleh karena itulah saya "nylidik" mengenai kosakata molokai dan arsenokoitai.
Kalimat ijo adalah menurut saya secara nonK. Bagaimana secara menurut Kekristenan ? Apakah pernyataan2 spt biru itu memang didalam pengertian "state" seseorang, being gay / being lesbian ? mungkin karena orang ybs lagi kerasukan setan homo ?



Kita ambil kata: ἀρσενοκοίτης - ARSENKOITÊS, bagi pembaca naskah Yunani suffix "ÊS" itu bersifat feminine... menurut leksikon misalnya di http://www.blueletterbible.org menjelaskannya dengan perbuatan yg bersifat homoseksual (antar laki-laki) tetapi kata tersebut bisa ditujukan kepada para perempuan (yaitu aksi asusila seksual perempuan dengan perempuan), meski kata ini juga bisa ditujukan kepada jenis laki-laki yang "kemayu."

Menjadi seorang "wandu/ waria/wadam" (bukan laki, bukan perempuan), entah wandu yg mengarah perempuan kelaki-lakian, ataupun laki-laki gemulai, memang bukan dosa. 1 Korintus 6:9 membahas aktifitas asusila seksualitas-nya, bukan being "wandu" yang jadi masalah. Jadi golongan ini-pun bisa hidup kudus. Itulah sebabnya saya kurang menyukai kata "banci" dipakai dalam penerjemahan dalam 1 Korintus 6:9. Sebab menjadi banci itu bukan dosa, tetapi perbuatan asusila-nya dari setiap orang, entah laki entah perempuan itulah yang membuatnya berdosa (reff: http://www.sarapanpagi.org/banci-pemburit-tidak-masuk-surga-1-kor-6-9-10-vt367.html ).

Btw, Tuhan Yesus pernah menyinggung golongan kebiri/kasim/sida-sida. Bahwa memang ada golongan manusia yang "tidak dapat kawin" (kaum ευνουχος - eunoukhos). Dan ada istilah Ibrani "SARIS KAMAH" yang merujuk kepada golongan manusia dengan keadaan genital yang tidak sempurna, sehingga dia tidak dapat "kawin."
Reff: http://www.sarapanpagi.org/kebiri-banci-kasim-sida-sida-vt565.html#p1117

Kembali ke 1 Korintus 6:9, Ayat ini tidak mengecam kalangan banci/ wadam/ waria/ kasim, dll tetapi yang dikecam adalah perbuatan asusila seksual (apapun) yg dilakukan laki2 maupun perempuan.


Blessings,
BP
Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
August 17, 2015, 08:00:14 AM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 867
  • Gender: Female
  • Denominasi: Kharismatik
Ikut bertanya ah cukup menarik

Bagaimana jika faktor keluarga misalkan seorang anak terlahir dengan kondisi di mana ia tidak di inginkan sehingga di perlakukan berlebih pada akhirnya dia bertumbuh menjadi anak penyuka sesama jenis
August 17, 2015, 09:36:12 AM
Reply #13
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 494
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
@odading
Same sex marriage masih baru?
Tidak juga mas bro.. Coba cek di sini
http://www.conservapedia.com/History_of_homosexuality
Sama di
http://www.conservapedia.com/Greek_Homosexuality
Bukan barang baru.. Makanya dari jaman Nabi Musa sudah dilarang di imamat 18.

@Diana
Hal itu sempat kita bahas di
http://forumkristen.com/index.php?topic=56834.110
Intinya harus berubah atau lahir baru.
Karena setiap orang punya kecenderungan dosa yang berbeda beda.
Kalau salah asuh bisa jadi bukan cuma jadi LGBT, ada juga yang pencuri, atau berbohong atau percabulan  atau hal hal lain. Tetapi bukan menjadi alasan untuk membenarkan perbuatan itu bukan?
August 17, 2015, 08:12:30 PM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9623
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Ikut bertanya ah cukup menarik

Bagaimana jika faktor keluarga misalkan seorang anak terlahir dengan kondisi di mana ia tidak di inginkan sehingga di perlakukan berlebih pada akhirnya dia bertumbuh menjadi anak penyuka sesama jenis

sama saja dengan :

Bagaimana jika faktor keluarga misalkan seorang anak terlahir dengan kondisi di mana ia tidak di inginkan sehingga di perlakukan berlebih pada akhirnya dia bertumbuh menjadi pelacur

apakah tetap perlu pertobatan?
apakah setelah bertobat harus langsung ga jadi pelacur?
apakah kita berhak menolak mereka untuk mendekat kepada Kristus?
August 17, 2015, 10:10:30 PM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12948
    • fossil coral cantik
yg perempuan kan masuk ke adultery
iyah hen, pak sarpag bilangnya juga demikian bhw kalo yg perempuan masuk yg adultery.

Namun kalo menurut saya sih, adultery itu sendiri kan nggak ngomong khusus soal perempuan ... melainkan baik laki2 maupun perempuan yg commit adultery.

Quote
adultery itu segala macam perzinahan, termasuk dengan pelacur
kita semua udah tahu umumnya pelacur itu perempuan
Nah itu.... kalo termasuk pelacur, (imo) walopun bold pelacur itu sendiri kan nggak perempuan aja ... melainkan ada juga pelacur pria. Pokok didalam kategori seseorang (baik itu pria maupun wanita yang melacurkan/menjual dirinya).

NAMUN,
sepertinya adultery itu sendiri nggak lagi "jatoh"nya di kategori tentang perempuan (ataupun laki2) yang menjajakan tubuhnya. Melainkan fokusnya adanya seseorang yang sudah menikah meninggalkan pasangannya lalu menikah dgn orang lain. IMO, adultery tidak memfokuskan ada/tidaknya terjadinya sex walopun otomatis probabilitasnya tinggi sudah terjadi sex. So...  seorang suami yang meninggalkan istrinya lalu kawin dgn meylan sekalipun belon terjadi hubungan sex antara si suami dgn si meylan ---> ini sudah masuk adultery di pihak suami.

I tell you that anyone who divorces his wife, except for sexual immorality (fornication), and marries another woman commits adultery

Quote
maka sengaja itu didetilin oleh penulis, ga cuma perempuan aja, tapi laki2 yang melacur juga kena
Nah itu... kalo menurut saya sih adultery itu fokusnya bukan ke perihal pelacuran, melainkan suatu perbuatan serong baik itu diperbuat oleh yg pria maupun yang wanita.

Quote
kadang2 ingin detilnya kamu itu mengalahkan logika sederhana kamu Oda
cobalah untuk berpikir lebih sederhana :)
Saya juga sebenernya terima2 aja kok kalo yg secara sederhananya. Namun ya saya juga suka pengen tau secara detail lagi mengenai hal ini, hen.

Dan saya juga baru dapat pengetahuan (gara2 bikin thread ini dan lalu baca2 internet) bhw tidak ada dijumpai di ayat berkenaan perempuan jadi pelacur (menjual diri) itu adalah dosa.

bersambung.
August 17, 2015, 10:10:42 PM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12948
    • fossil coral cantik
sambungan

berikut dari artikel yg saya baca (kopas) yang bilang bhw berkenaan dengan pelacur (whore) hanya ada 3 ayat yang "mengaturnya" :

Leviticus 19:29,
"Do not prostitute thy daughter, to cause her to be a whore; lest the land fall to whoredom, and the land become full of wickedness”

Yang dilarang diatas adalah ortunya.

Hosea 4:14, "I will not punish your daughters when they commit whoredom…

selanjutnya artikel menulis :
Deuteronomy 23:17-18,
"There shall be no whore of the daughters of Israel, nor a sodomite of the sons of Israel. Thou shalt not bring the hire of a whore, or the price of a dog, into the house of the LORD thy God for any vow: for even both these are abomination unto the LORD thy God."

Let's first look at verse 17. Verse 17 forbids the daughters of Israel from becoming whores, and the sons from becoming sodomites. The word "sodomite" is from Hebrew word #06945 qadesh and means "male temple prostitute." The word “whore” in verse 17 does not mean a common prostitute (as it does in the first passage above, in Leviticus 19:29), it comes from Hebrew word #06948 kedeshah and is the feminine form of word #06945 (sodomite) and means a “female temple prostitute.” This is a whore who is doing this for religious purposes only, as can be verified by reading verse 17 and 18 together.


yang terakhir mengenai pelacuran :
The only passage in the entire scripture that mentions any penalty for specifically being a whore is the following.
Leviticus 21:9
"And the daughter of any priest, if she profane herself by playing the whore, she profaneth her father: she shall be burnt with fire."

Secara spesifik terkait Hosea 4:14 didalam pengecualian ---> yakni pabila anak perempuan itu adalah anak dari pendeta.

So, ini jadi bisa dikembalikan lagi ke Hosea 4:14 bhw kalo bukan anak pendeta, maka anak perempuan yg melacurkan (menjual diri) maka nggak akan dihukum oleh Allah.


Quote
rasanya hal itu kan juga bisa terjadi kepada wanita
justru kalo saya malah berpendapat aksi "semburit" (anal-sex) ya nggak bisa dilakukan antar wanita dengan wanita, hen.

Yang dilarang adalah yang suami yg "tidur" dengan pria dimana terjadi anal-sex (saya lupa dimana ayatnya).

Quote
tau darimana kamu jaman itu belon ada sex toys?
apa mereka ga bisa bikin dari kayu? ato pake timun?

cuakakakakak
wkwkwk...  ;D

anyway,
Sepanjang yg saya ketahui (ato mungkin belon ketemu) tidak ada itu bunyi larangan seorang istri yang tidur dengan wanita dimana terjadi hubungan sex apalagi secara spesifik berkaitan dgn anal-sex  :char11:

IMO, arsenokoitai emang spesifik ngerujuk mengenai dosa bagi laki2 secara spesifik (anal sex, menggunakan alat-vital yg nempel natural) yang nggak mungkin bisa di"taroh" ke perempuan  :char11:

:)
salam
August 17, 2015, 11:08:27 PM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12948
    • fossil coral cantik
Perhatikan di ayat di atas:
1. Tidak ditulis perbuatan asusila "bestiality/ zoophilia"
2. Tidak ditulis perbuatan asusila "pedofilia"
3. Tidak ditulis tentang inses
IMO, baik poin 1 2 dan 3 diatas semuanya bisa masuk ke sexual immorality, entah itu pria atopun wanita yg melakukannya.

Quote
Meski tidak ditulis secara detail, perbuatan seksual siapa dengan siapa, atau perbuatan seksual siapa dengan apa. Namun 4 kata indikasi "asusila seksual" yang ditulis dalam 1 Korintus 6:9 cukup mewakili segala macam perbuatan asusila seksual termasuk didalamnya lesbianisme, pedofilia, inses, Bestiality/ zoophilia, dll.
IMO, dari bold juga jadinya masih kurang satu ... yakni termasuk didalamnya aksi homosexual.

Quote
Bestiality/ Zoophilia itu dilarang, dan "hati nurani" manusia tahu tentang hal itu.
IMO, sayangnya tidak/belon diketahui apakah aksi sex incest and/or bestiality itu adalah bawaan ato kagak.

Maksud saya pada kosakata "bawaan" adalah :
a. si pelaku ini pada dasarnya memang tidak mempunyai ketertarikan utk melakukan aksi sex pabila pasangannya itu BUKAN sodara/ayah/ibunya sendiri pada incest.

b. si pelaku ini pada dasarnya memang tidak mempunyai ketertarikan utk melakukan aksi sex pabila pasangannya itu BUKAN manusia pada bestiality.

IMO, ini akan menjadi berbeda pada kasus gay dan lesbian.
Karena gay dan lesbian didalam posibilitas aksi sex-nya itu dikarenakan ya karena mereka memang tidak mempunyai ketertarikan pada lawan jenis-nya (bawaan).


Quote
Allah itu ngasih kita reserve "hati nurani" sehingga dengan sendirinya tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik, dan tergantung kita, mau memakainya atau tidak.
saya sependapat dengan kalimat diatas pak. Namun saya sendiri tidak menutup kemungkinan bhw pengetahuan akan hal2 yang sudah dipatok bhw [beginilah yg seharusnya] juga ada turut peran serta terkait "hati nurani" berbunyi. Salah satu contoh misal : incest di PL.

Contoh lain misal adanya tradisi, tradisi taon baru cina misalnya.
Seseorang yg tumbuh di lingkungan keluarga yg selalu berkumpul di taon baru cina, maka probabilitasnya tinggi dimana "hati nurani"nya berbunyi [adalah tidak baik utk tidak ikut datang berkumpul bersama keluarga di taon baru cina]. So, sekalipun repot kayak apapun juga - ybs akan menyempatkan dirinya utk hadir di acara taon baru cina tsb.

Nah, terkait gay dan lesbian (imo) ini jadi kayak simalakama.
Di satu sisi "hati nurani"nya berbunyi [adalah tidak baik/benar utk melakukan hubungan sex sesama jenis] namun dilain sisi ada kontradiksi yang eksis didalam diri ybs dimana ybs itu sendiri tidak tertarik pada lawan jenisnya - apalagi secara didalam hubungan sex.

Alhasil, terbuka kemungkinan si ybs itu jadi "pake topeng". Dimana (imo) "topeng" itu sendiri jadi gak jelas untuk apa ... sedang nutupin bhw sebenernya dia tidak tertarik dgn lawan jenisnya kah ? ataukah sedang mau menyatakan bhw dirinya tertarik dgn lawan jenisnya ?

Selanjutnya terbuka kemungkinan suatu sikon yg ibarat [penipuan namun disebut benar].
Seorang gay menikah dengan wanita. Tidak ada ketertarikan si gay ini dgn wanita yg dinikahi tsb - apalagi dalam perihal sex. Si istri akhirnya memang hamil dan beranak oleh si gay ini.
Terlepas apakah blakangan si gay itu menjadi str8 ato kagak ... namun (imo) diketika dia menikah dgn wanita ---> ini bisa di ibaratkan eksis suatu "penipuan". Entah ke siapa... bisa ke diri sendiri, bisa juga ke orang2 lain yg mengetahui acara perkawinannya, bisa juga ke istri-nya. Demikian juga diketika dia berhubungan sex dgn istrinya tsb juga eksis suatu "penipuan". Anehnya ... "penipuan" ini bisa dikatakan [benar di pov society] dan bahkan lebih jauh lagi di rujuk ke perihal [benar di pov Allah]  :cheesy: :char11: :D

IMO, kasus gay dan lesbian nggak bisa disamakan dgn kasus pencuri, penipu, pelaku kriminal dan psikopat. Pada ungu, 2 pihak terlibat dimana 1 pihak tidak berkehendak - 1 pihak lagi berkehendak. Sedangkan pada kasus gay/lesbian ... kedua-duanya sama sama berkehendak pada perihal yang sama dan sama sama juga tidak berkehendak pada perihal yang sama.


Quote
Ada bahasan tentang bentuk-bentuk hubungan seksual yang dilarang di http://www.sarapanpagi.org/nikah-pernikahan-vt4295.html#p23431
makasih atas link-nya pak. Nanti saya akan sempetin utk baca baca.

:)
salam.


August 18, 2015, 12:11:15 AM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12948
    • fossil coral cantik

Kita ambil kata: ἀρσενοκοίτης - ARSENKOITÊS, bagi pembaca naskah Yunani suffix "ÊS" itu bersifat feminine... menurut leksikon misalnya di http://www.blueletterbible.org menjelaskannya dengan perbuatan yg bersifat homoseksual (antar laki-laki) tetapi kata tersebut bisa ditujukan kepada para perempuan (yaitu aksi asusila seksual perempuan dengan perempuan)
terus terang saya nggak sependapat ama bold, pak.

IMO, arsenokoitai itu memang spesifik buat yang laki2 ... dimana memang exclude yg perempuan.
Event arsenokoitai itu (imo) rujukannya adalah ayat : Jangan tidur dengan laki-laki sama seperti engkau tidur dengan wanita.


Quote
Menjadi seorang "wandu/ waria/wadam" (bukan laki, bukan perempuan), entah wandu yg mengarah perempuan kelaki-lakian, ataupun laki-laki gemulai, memang bukan dosa.
Ya... saya rasa demikian pulalah pada orang yang being gay/lesbian  :)

Quote
1 Korintus 6:9 membahas aktifitas asusila seksualitas-nya
Saya barusan ada ketemu ayat Roma 1:18-32. IMO, sepertinya ayat sedang menyatakan bhw perbuatan sex antara p-p / w-w ---> ini adalah akibat dari preceding sikon : Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.

Gill's Exposition of the Entire Bible
For this cause God gave them up unto vile affections,.... Because of their idolatrous practices, God left them to very dishonourable actions, sodomitical ones, both among the men and women:

Entah bener ato kagak penangkepan saya berdasarkan komentar Gill diatas  :char11:

Quote
Btw, Tuhan Yesus pernah menyinggung golongan kebiri/kasim/sida-sida. Bahwa memang ada golongan manusia yang "tidak dapat kawin" (kaum ευνουχος - eunoukhos). Dan ada istilah Ibrani "SARIS KAMAH" yang merujuk kepada golongan manusia dengan keadaan genital yang tidak sempurna, sehingga dia tidak dapat "kawin."
 

Reff: http://www.sarapanpagi.org/kebiri-banci-kasim-sida-sida-vt565.html#p1117
Saya tertarik pada part ini mengenai [kasim]. Tapi karena ini baru, nanti saya baca baca dulu ya pak.

Quote
Kembali ke 1 Korintus 6:9, Ayat ini tidak mengecam kalangan banci/ wadam/ waria/ kasim, dll tetapi yang dikecam adalah perbuatan asusila seksual (apapun) yg dilakukan laki2 maupun perempuan.
yang ada di benak pikiran saya kira2 sbb pak :
[sexual immorality] ---> ini adalah mengenai perbuatan sex yang disebut dosa.
Perbuatan sex ini meliput segalanya, baik itu anal-sex, bestiality, incest, pedofil YANG dilakukan baik oleh pria maupun wanita.

NAMUN
dengan adanya juga tertulis mengenai molokai dan arsenokoitai ---> inilah yang menjadi tanda-tanya saya : kenapa kok di tambah dua kosakata ini sementara [sexual immorality] itu sendiri sudah mencakup event yang terjadi pada malakoi dan arsenokoitai ?

Oleh karena itulah saya "menyelidik"  :char11:

:)
salam.
« Last Edit: August 18, 2015, 11:19:58 AM by odading »
August 18, 2015, 01:18:20 AM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12948
    • fossil coral cantik
@odading
Same sex marriage masih baru?
Tidak juga mas bro.. Coba cek di sini
http://www.conservapedia.com/History_of_homosexuality
Sama di
http://www.conservapedia.com/Greek_Homosexuality
Bukan barang baru.. Makanya dari jaman Nabi Musa sudah dilarang di imamat 18.
IMO, ya dengan begitu memang bisa dikatakan bukan barang baru secara dari pov society ... makasih atas masukan isac, saya baru tau ini bhw same-sex marriage sudah terjadi sejak jaman para Rasul hidup.

NAMUN,
apakah ini juga bukan barang baru secara dari pov Gereja - dimana sudah ada Gereja yang bless [same sex marriage (ssm)] di jaman para Rasul hidup ?

IMO, adalah betul untuk dipendapati bhw : memberikan hak gay/lesbian utk menikah = menyetujui aksi sex pp/ww (pria pria / wanita wanita).

Namun (imo) ini nggak sesimpel ungu.
IMO, [aksi sex pp/ww] ini kan dikatakan masuk kedalam kategori dosa, sementara pernikahan itu sendiri kayaknya nggak ada secara eksplisit dinyatakan bhw ssm adalah dosa ?

Ya... saya ngerti ... bahwa "mentang2 gak ditulis di Alkitab - maka itu bukan jadi artinya itu nggak dosa" ---> namun (imo) ini rujukannya jadinya bisa kemana aja berlandaskan apa yang ada di pov orang. Misal, merokok ---> mentang2 gak ditulis di Alkitab - maka itu bukan jadi artinya ngerokok nggak dosa. So... Ngerokok itu dosa. Dilain sisi, ada yang bilang [ngerokok itu kagak dosa], melainkan nggak baik.

Jadinya pertanyaan timbul :
"soo... jadi ngerokok itu dosa apa kagak sih ?"
--- idem --- "
sooo... jadi ssm itu dosa ato kagak sih ?"

belon lagi penggunaan kondom  :char11:

Nah,
pabila ada pasangan ssm dan tidak melakukan lagi aksi sex-nya --->ini dosa ato kagak ?
pabila ada pasangan str8 dan tidak melakukan lagi aksi sex-nya --->ini dosa ato kagak ?

:)
salam.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)