Author Topic: tradisi manusia VS perintah Allah ?  (Read 1001 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 24, 2015, 03:16:17 AM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12947
    • fossil coral cantik
Saya lagi kepikiran,
mulai sejak kapan dan dari mana itu asal-usulnya tradisi legalisasi antara pria dan wanita bersatu, yah ?

Dimana event ungu itu melibatkan :
1. ada yang melegalisasi
2. selain nomor 1 - ada saksi : bisa orang - bisa juga tanda/tulisan aja tanpa orang.
3. tentunya pria dan wanita itu sendiri.
Dengan kata lain, ketiga point diatas itu adalah event pernikahan.

Sempet nyoba nyari2 di PL, tapi saya ga ketemu.
Entah karena saya-nya emang belon ketemu - entah pula karena emang ga ada.


Secara event ungu ini pada asumsi katanya adalah perintah Allah, saya jadi mikir yang aneh-aneh ---> manusia itu kalo hidup secara ber-sosial, kok sepertinya kayak jadi Tuhan yah ? :char11:

Kalo dipikir2, sebenernya event ungu itu ada logik-nya PABILA pasangan tsb memang idup secara bersosial. Tapi kalo lebih jauh lagi dipikir-pikir ... buat apa kalo ada pasangan [yg belon melakukan event ungu], terdampar dan idup di pulau gak ada orang, survive dan beranak pinak - jadi perlu melakukan event ungu sebelon beranak pinak ? Gak ada logik-nya  :char11: -----NAMUN------ apa iya dihadapan Allah pasangan ini orang yang berdosa karena melakukan hubungan sex diluar event ungu ?

:)
salam.
« Last Edit: August 24, 2015, 03:19:29 AM by odading »
August 24, 2015, 03:40:22 AM
Reply #1
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 494
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Mungkin Ulangan 22:13-30 bisa membantu mas bro, itu tentang hukum perkawinan di umat Israel...
August 24, 2015, 10:08:23 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5740
  • Gender: Male
  • logikanya, logikamu, logikaku, logiskah
  • Denominasi: PKI (Penganut Kristen Independen)
Saya lagi kepikiran,
mulai sejak kapan dan dari mana itu asal-usulnya tradisi legalisasi antara pria dan wanita bersatu, yah ?

Dimana event ungu itu melibatkan :
1. ada yang melegalisasi
2. selain nomor 1 - ada saksi : bisa orang - bisa juga tanda/tulisan aja tanpa orang.
3. tentunya pria dan wanita itu sendiri.
Dengan kata lain, ketiga point diatas itu adalah event pernikahan.

Sempet nyoba nyari2 di PL, tapi saya ga ketemu.
Entah karena saya-nya emang belon ketemu - entah pula karena emang ga ada.


Secara event ungu ini pada asumsi katanya adalah perintah Allah, saya jadi mikir yang aneh-aneh ---> manusia itu kalo hidup secara ber-sosial, kok sepertinya kayak jadi Tuhan yah ? :char11:

Kalo dipikir2, sebenernya event ungu itu ada logik-nya PABILA pasangan tsb memang idup secara bersosial. Tapi kalo lebih jauh lagi dipikir-pikir ... buat apa kalo ada pasangan [yg belon melakukan event ungu], terdampar dan idup di pulau gak ada orang, survive dan beranak pinak - jadi perlu melakukan event ungu sebelon beranak pinak ? Gak ada logik-nya  :char11: -----NAMUN------ apa iya dihadapan Allah pasangan ini orang yang berdosa karena melakukan hubungan sex diluar event ungu ?

:)
salam.
Mungkin Ulangan 22:13-30 bisa membantu mas bro, itu tentang hukum perkawinan di umat Israel...
Menurut penangkapan @Cinta Bhinneka, ada perbedaan dari hal yang ditanyakan @odading dengan yang @Isac sampaikan. Bahwa @odading menanyakan: Sejak kapan pranata perkawinan itu dilegalkan oleh manusia, sementara @Isac menyampaikan hal mengenai lelaki yang mengawini gadis perawan/tidak perawan. (@odading, CMIIW).

Salam logika macam-macam.
niat baik yang tidak dieksekusi adalah sia-sia
August 24, 2015, 10:30:01 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9621
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Pendapat saya :

sejak dari mulanya, alias kejadian 1

Kejadian 1
27. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
28. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Allah memberkati mereka terlebih dahulu (mengesahkan layaknya pernikahan), barulah mereka beranak cucu

prinsip ini manusia dapatkan dari Allah, sehingga selanjutnya saya percaya prinsip ini selanjutnya dilakukan oleh manusia sebagai tanda bahwa Allah memberkati pernikahan (kesatuan pria-wanita)

besar kemungkinan salah satu sebab Allah menurunkan air bah adalah soal asal2an kawin ini juga

Kejadian 6
2. maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
3. Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."
4. Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.
5. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

selanjutnya kita juga tahu kisah tentang Sodom dan Gomora

di PB hubungan suami istri bahkan dianalogikan sebagai hubungan antara Bapa dan GerejaNya

bisa terlihat dari sejak awal mulanya prinsip ini tak berubah, Allah menciptakan satu pria, satu wanita, menginginkan komitmen pernikahan dan akan memberkati pernikahan
August 24, 2015, 11:09:58 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12947
    • fossil coral cantik
Mungkin Ulangan 22:13-30 bisa membantu mas bro, itu tentang hukum perkawinan di umat Israel...
Maksud saya begini isac ...

Kalimat di ayat tsb dimulai spt sbb :
(13) Apabila seseorang mengambil isteri


Nah itu dah maksud saya.
Begimana itu event mengambil istri ?
Tentunya yg dimaksud disitu adalah event ungu spt yg di TS kan ?

Nah sejak kapan awalnya pertama kali dan dari mana itu event ungu dilakukan ?
Mungkin utk menjawab pertanyaan tsb ada tertulis di PL ?

Sebenernya ini berkaitan dgn thread saya yg satu lagi, dimana sewaktu thread berjalan saya jadi kepikiran mengenai "fornication", dimana "fornication" itu salah satunya adalah [sex diluar nikah] dimana tentunya kosakata "nikah" itu adalah event ungu.

Begitu kira2 maksud saya, sac.

:)
salam.
August 24, 2015, 11:27:09 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA
Saya lagi kepikiran,
mulai sejak kapan dan dari mana itu asal-usulnya tradisi legalisasi antara pria dan wanita bersatu, yah ?

Dimana event ungu itu melibatkan :
1. ada yang melegalisasi
2. selain nomor 1 - ada saksi : bisa orang - bisa juga tanda/tulisan aja tanpa orang.
3. tentunya pria dan wanita itu sendiri.
Dengan kata lain, ketiga point diatas itu adalah event pernikahan.

Sempet nyoba nyari2 di PL, tapi saya ga ketemu.
Entah karena saya-nya emang belon ketemu - entah pula karena emang ga ada.


Secara event ungu ini pada asumsi katanya adalah perintah Allah, saya jadi mikir yang aneh-aneh ---> manusia itu kalo hidup secara ber-sosial, kok sepertinya kayak jadi Tuhan yah ? :char11:

Kalo dipikir2, sebenernya event ungu itu ada logik-nya PABILA pasangan tsb memang idup secara bersosial. Tapi kalo lebih jauh lagi dipikir-pikir ... buat apa kalo ada pasangan [yg belon melakukan event ungu], terdampar dan idup di pulau gak ada orang, survive dan beranak pinak - jadi perlu melakukan event ungu sebelon beranak pinak ? Gak ada logik-nya  :char11: -----NAMUN------ apa iya dihadapan Allah pasangan ini orang yang berdosa karena melakukan hubungan sex diluar event ungu ?

:)
salam.


Pernikahan adalah Lembaga Pertama yang ditetapkan Allah, dengan diciptakan-Nya satu laki-laki dan satu perempuan untuk beranak cucu (berketurunan).

* Kejadian 1:27-28
1:27   Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
1:28   Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."


Tuhan Yesus memandang itu merupakan persatuan yang disatukan Allah, dimana manusia tidak boleh menceraikannya:

* Matius 19:6
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."



Bisa dibaca bahasannya di http://www.sarapanpagi.org/nikah-pernikahan-vt4295.html#p23428
Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
August 24, 2015, 11:33:22 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12947
    • fossil coral cantik
Mungkin Ulangan 22:13-30 bisa membantu mas bro, itu tentang hukum perkawinan di umat Israel...Menurut penangkapan @Cinta Bhinneka, ada perbedaan dari hal yang ditanyakan @odading dengan yang @Isac sampaikan. Bahwa @odading menanyakan: Sejak kapan pranata perkawinan itu dilegalkan oleh manusia, sementara @Isac menyampaikan hal mengenai lelaki yang mengawini gadis perawan/tidak perawan. (@odading, CMIIW).

Salam logika macam-macam.
iya betul penangkepan cinta  :happy0062:

Ibarat ilustrasi :
orang tidak boleh bersetubuh sebelum menikah.
so, statement ilustrasinya : "orang tidak boleh masuk gedung bioskop sebelum bersandal/sepatu/penutup tapak kaki". Kalimat orange ini ceritanya telah menjadi "endemic" secara mendunia.
So, pertanyaannya : dari mana asal usulnya itu orang bersandal ?
Apakah dari "tradisi" dimana orang ber-idea [adanya penutup kaki] ?
Ataukah Tuhan yang memerintahkan bhw [orang bersandal] ?
[bersandal] = [menikah] = suatu sikon/status.
Lagi pake sandal = lagi melakukan event pernikahan (event ungu di TS).

:)
salam.
August 24, 2015, 11:44:20 AM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12947
    • fossil coral cantik
Pendapat saya :

sejak dari mulanya, alias kejadian 1

Kejadian 1
27. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
28. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Allah memberkati mereka terlebih dahulu (mengesahkan layaknya pernikahan), barulah mereka beranak cucu

prinsip ini manusia dapatkan dari Allah, sehingga selanjutnya saya percaya prinsip ini selanjutnya dilakukan oleh manusia sebagai tanda bahwa Allah memberkati pernikahan (kesatuan pria-wanita)
oleh karena itulah saya jadi berpikir yg aneh aneh... kok manusia itu spertinya jadi kayak Tuhan, ya ?  :char11:

Pernikahan itu (setidaknya di indo, saya gak tau kalu diluar indo) biasanya melibatkan dua legalisasi ("memberkati") :
1. orang dr pihak Negara "memberkati" pasangan ybs
2. orang dr pihak Agama "memberkati" pasangan ybs.

Quote
besar kemungkinan salah satu sebab Allah menurunkan air bah adalah soal asal2an kawin ini juga
maksud henhen, air bah itu dikarenakan tidak ada event "memberkati" spt di point-2 yah ?
Dengan kata lain, karena cuma Nuh dan istrinya aja yang berhubungan sex setelah diberkati oleh orang dari agama maka Nuh aja yang selamat ... sementara sisanya, semua orang2 di jaman itu berhubungan sex tanpa melalui seseorang yang "memberkati" mereka sehingga mereka pada mati kena air bah ?

:)
salam.
August 24, 2015, 11:45:48 AM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5740
  • Gender: Male
  • logikanya, logikamu, logikaku, logiskah
  • Denominasi: PKI (Penganut Kristen Independen)
Pendapat saya :

sejak dari mulanya, alias kejadian 1

Kejadian 1
27. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
28. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Allah memberkati mereka terlebih dahulu (mengesahkan layaknya pernikahan), barulah mereka beranak cucu

prinsip ini manusia dapatkan dari Allah, sehingga selanjutnya saya percaya prinsip ini selanjutnya dilakukan oleh manusia sebagai tanda bahwa Allah memberkati pernikahan (kesatuan pria-wanita)

besar kemungkinan salah satu sebab Allah menurunkan air bah adalah soal asal2an kawin ini juga

Kejadian 6
2. maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
3. Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."
4. Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.
5. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

selanjutnya kita juga tahu kisah tentang Sodom dan Gomora

di PB hubungan suami istri bahkan dianalogikan sebagai hubungan antara Bapa dan GerejaNya

bisa terlihat dari sejak awal mulanya prinsip ini tak berubah, Allah menciptakan satu pria, satu wanita, menginginkan komitmen pernikahan dan akan memberkati pernikahan
@Cinta Bhinneka ikut-ikut kepikiran. Bila manusia mula-mula dicipta hanya Adam dan Hawa, yang kemudian beranak cucu, dan seperti catatan Kej 6:1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, artinya, terjadi inces (https://www.google.com/search?q=arti+inses&ie=utf-8&oe=utf-8: Inses adalah hubungan seks di antara dua lawan jenis yang memiliki hubungan darah/keluarga sangat dekat, seperti kakek dengan cucunya atau ayah dengan anak kandung perempuan atau di antara kakak-beradik sekandung), bukan?

Dari penelitian(entah penelitian siapa  :char11: ) menunjukkan bahwa keturunan hasil inses cenderung mengalami degradasi fisik dan mental. Sering dicontohkan, banyaknya orang yang mengalami degradasi fisik dan mental di sekitar kerajaan-kerajaan, karena fihak kerajaan menghalalkan inses, dengan tujuan agar menjaga kemurnian darah ningrat. Apakah mungkin Tuhan merencanakan terjadinya degradasi fisik dan mental keturunan Adam dan Hawa?

Kalo kembali ke topik, bahwa pranata perkawinan itu dimulai sejak Kej 1, sesuai dengan pendapat @HenHen di atas, dimana Allah yang 'mengharuskan' Adam dan Hawa dan keturunannya melakukan inses (belum adanya manusia lain di bumi), menurut logikaku, itu sama artinya dengan Allah merencanakan degradasi mental dan fisik manusia.

Ah, tapi tentang inses ini mengarah ke topik berbeda.

@Cinta Bhinneka akan menyimak saja, deh. Kalo ada yang ingin ditimbrungi, nanti akan nimbrung. :)

Salam logika macam-macam.
niat baik yang tidak dieksekusi adalah sia-sia
August 24, 2015, 11:57:19 AM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9621
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
oleh karena itulah saya jadi berpikir yg aneh aneh... kok manusia itu spertinya jadi kayak Tuhan, ya ?  :char11:

Pernikahan itu (setidaknya di indo, saya gak tau kalu diluar indo) biasanya melibatkan dua legalisasi ("memberkati") :
1. orang dr pihak Negara "memberkati" pasangan ybs
2. orang dr pihak Agama "memberkati" pasangan ybs.


sebenarnya bukan kayak Tuhan
tapi mewakili Tuhan

karena bumi ini sudah diserahkan kepada manusia untuk di"taklukkan" (yang belakangan diambil alih iblis karena manusia jadi hamba dosa)
maka segala sesuatu yang Allah kerjakan dibumi ini sejatinya Allah akan kerjakan lewat manusia
itulah kekonsistenan Allah kita, dia memberi dan dia tidak menyesal apalagi menarik kembali pemberiannya

ilustrasinya seperti Musa membelah laut Merah
toh Tuhan bisa melakukannya tanpa Musa
tapi Tuhan mau memakai Musa sebagai wakilnya di bumi ini untuk mengerjakan perintahNya

maksud henhen, air bah itu dikarenakan tidak ada event "memberkati" spt di point-2 yah ?
Dengan kata lain, karena cuma Nuh dan istrinya aja yang berhubungan sex setelah diberkati oleh orang dari agama maka Nuh aja yang selamat ... sementara sisanya, semua orang2 di jaman itu berhubungan sex tanpa melalui seseorang yang "memberkati" mereka sehingga mereka pada mati kena air bah ?

:)
salam.


begitulah
karena tertulis jelas kan Allah tidak suka perbuatan manusia yang seenaknya ngambil istri

@Cinta Bhinneka ikut-ikut kepikiran. Bila manusia mula-mula dicipta hanya Adam dan Hawa, yang kemudian beranak cucu, dan seperti catatan Kej 6:1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, artinya, terjadi inces (https://www.google.com/search?q=arti+inses&ie=utf-8&oe=utf-8: Inses adalah hubungan seks di antara dua lawan jenis yang memiliki hubungan darah/keluarga sangat dekat, seperti kakek dengan cucunya atau ayah dengan anak kandung perempuan atau di antara kakak-beradik sekandung), bukan?

Dari penelitian(entah penelitian siapa  :char11: ) menunjukkan bahwa keturunan hasil inses cenderung mengalami degradasi fisik dan mental. Sering dicontohkan, banyaknya orang yang mengalami degradasi fisik dan mental di sekitar kerajaan-kerajaan, karena fihak kerajaan menghalalkan inses, dengan tujuan agar menjaga kemurnian darah ningrat. Apakah mungkin Tuhan merencanakan terjadinya degradasi fisik dan mental keturunan Adam dan Hawa?

Kalo kembali ke topik, bahwa pranata perkawinan itu dimulai sejak Kej 1, sesuai dengan pendapat @HenHen di atas, dimana Allah yang 'mengharuskan' Adam dan Hawa dan keturunannya melakukan inses (belum adanya manusia lain di bumi), menurut logikaku, itu sama artinya dengan Allah merencanakan degradasi mental dan fisik manusia.

Ah, tapi tentang inses ini mengarah ke topik berbeda.

@Cinta Bhinneka akan menyimak saja, deh. Kalo ada yang ingin ditimbrungi, nanti akan nimbrung. :)

Salam logika macam-macam.


saya percaya incest memang terjadi jaman itu
dan itu tidak berakibat jelek seperti yang kita kenal sekarang
karena saat itu manusia masih baik adanya
dan incest itu secara "resmi" baru dilarang pas jaman Musa

mungkin lengkapnya bisa disini :
http://www.sarapanpagi.org/istri-kain-incest-vt261.html
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)