Author Topic: tradisi manusia VS perintah Allah ?  (Read 1000 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 24, 2015, 03:22:51 PM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12934
    • fossil coral cantik
Oda,
Pengetahuan itu diteruskan scr lisan.
Adam diajari oleh Allah bhw psatuan suami-istri harus atas spengetahuan orang tua.
Adam ngajari ke Set, Set ajarin ke anak-anaknya, dst.
Nah ... dengan demikian kan bisa juga dikatakan itu menjadi suatu tradisi oral kan yah siip ?

Quote
Yg lisan ini juga pasti dituliskan, tetapi mungkin kita tidak angkat tulisan-tulisan itu sbg Kitab Suci (ataupun tulisan-tulisan itu tidak dilestarikan krn dianggap surat biasa).
Ya... bold, dimana ini didalam kemungkinan karena isi surat tsb tidak ditulis secara kira2 begini : "maka Allah berfirman : pria-wanita yg ingin sehidup semati harus atas pengetahuan dan restu orang tua mereka".

Quote
Kl mnrt saya bahkan,
Ada aturan-aturan yg sudah scr tradisi dijalankan di kalangan masyarakat Israel sebelum Taurat muncul.
Taurat mungkin saja re-write tradisi tsb mjd suatu ketetapan sejajar Kitab Suci.
Ya... dan saya duluuuu sudah pernah bikin threadnya yg menyatakan pendapat bhw tradisi telah mendahului Moses Law.


Quote
Misal,
Sblm Taurat itu orang Israel udah sunat.
Nah, sunat itu mreka terapkan mulai kapan? Taurat kan muncul jaman Musa.
Lalu Abraham knp ber-sunat?
Apakah ide logis saja?

Ngga.
Abraham mdapat itu dari Tuhan langsung kmudian mnerapkan tradisi lisan.
IMO, sunat adalah idea logis, siip. Bersih :happy0062:

Bahkan kalo kita mao pikir2 dikit, di jaman munculnya "jangan makan babi" ---> kemungkinan besar ini ada terkait logika-nya ... misal, babi itu jorok dan pemrosesan daging babi menjadi makanan saat itu mungkin belon canggih shg jadi ketauan oleh banyak orang kalo makan babi bikin sakit perut, misalnya.

IMO, mungkin ada yang laen namun baru satu yang saya belon ketemu ketidak-logisan-nya ... yakni [ritual korban sembelihan]  :char11:


Quote
Saya misalkan lagi ya,
Sblm ke-4 penulis Injil mnuliskan soal Pjamuan Kudus, atas dasar apa Gereja mula-mula mlakukan pjamuan kudus?
Simpel, atas dasar tradisi lisan.
Pasti ada juga penatua yg mnuliskan soal tradisi pjamuan kudus ini, namun tulisan penatua tsb tidak dianggap sbg Kitab Suci.
Oleh karena itulah saya berpendapat bhw ada kemungkinan bhw event pernikahan (ada saksi yg merestui/memberkati - ada juga saksi lain yg bukan pihak yg merestui/memberkati) itu adalah tradisi berangkat dari idea logik "cemerlang" dari seorang manusia, dimana logic itu sendiri adalah karunia Tuhan. Namun, karena ini adalah idea logik ... maka (imo) penerapan aplikasinya itu ya berkaitan dgn sikon yang ada.

Contohnya adalah pada kasus pria-wanita terdampar di sebuah pulau. Mereka saling mencinta. Adakah menjadi impossible dimana yg cewe manggil "suamiku" dan yg cowo manggil "istriku" dikarenakan mereka tidak melalui event pernikahan ? Lebih jauh lagi, diketika terjadinya event persetubuhan adakah pasangan ini commit fornication di pov Allah dikarenakan mereka belon menikah ?

:)
salam.
August 24, 2015, 05:14:57 PM
Reply #21
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6471
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Nah ... dengan demikian kan bisa juga dikatakan itu menjadi suatu tradisi oral kan yah siip ?
 Ya... bold, dimana ini didalam kemungkinan karena isi surat tsb tidak ditulis secara kira2 begini : "maka Allah berfirman : pria-wanita yg ingin sehidup semati harus atas pengetahuan dan restu orang tua mereka".
 Ya... dan saya duluuuu sudah pernah bikin threadnya yg menyatakan pendapat bhw tradisi telah mendahului Moses Law.

 IMO, sunat adalah idea logis, siip. Bersih :happy0062:

Bahkan kalo kita mao pikir2 dikit, di jaman munculnya "jangan makan babi" ---> kemungkinan besar ini ada terkait logika-nya ... misal, babi itu jorok dan pemrosesan daging babi menjadi makanan saat itu mungkin belon canggih shg jadi ketauan oleh banyak orang kalo makan babi bikin sakit perut, misalnya.

IMO, mungkin ada yang laen namun baru satu yang saya belon ketemu ketidak-logisan-nya ... yakni [ritual korban sembelihan]  :char11:

 Oleh karena itulah saya berpendapat bhw ada kemungkinan bhw event pernikahan (ada saksi yg merestui/memberkati - ada juga saksi lain yg bukan pihak yg merestui/memberkati) itu adalah tradisi berangkat dari idea logik "cemerlang" dari seorang manusia, dimana logic itu sendiri adalah karunia Tuhan. Namun, karena ini adalah idea logik ... maka (imo) penerapan aplikasinya itu ya berkaitan dgn sikon yang ada.

Contohnya adalah pada kasus pria-wanita terdampar di sebuah pulau. Mereka saling mencinta. Adakah menjadi impossible dimana yg cewe manggil "suamiku" dan yg cowo manggil "istriku" dikarenakan mereka tidak melalui event pernikahan ? Lebih jauh lagi, diketika terjadinya event persetubuhan adakah pasangan ini commit fornication di pov Allah dikarenakan mereka belon menikah ?

:)
salam.

Kl dalam Kekristenan,
Kyakinan kami adalah Tuhan mngajar pd Adam, lalu Adam mneruskan tradisi lisan pd kturunannya.
Pd masa pra-taurat, itu sudah jadi tradisi yg berlaku di masyarakat.
Kmudian dilegalisasi oleh Taurat.

Kami tidak bkeyakinan bhw ini adalah ide logis seorang manusia slain Adam.

Maklum ya Bro.

----------

Kl bicara spekulasi ide logis manusia slain Adam atau slain dari firman langsung Tuhan,
Maka nyambungnya nanti ke superioritas budaya.
Kita kudu chart dahulu pd masa pra taurat, budaya bangsa mana saja yg ada pkawinan resmi dan mana yg kawin sesukanya tanpa ikatan.
Ribetttt.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
August 24, 2015, 05:58:15 PM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12934
    • fossil coral cantik
gak tau apa2 gimana sih?
kan jelas2 Allah berkomunikasi dengan Adam
sama seperti Allah berkomunikasi dengan Adam untuk mengawinkan anak2 perempuan-nya dengan anak2 pria-nya ?

btw, kalo dipikir-pikir lagi.... semua pria-wanita yang bersetubuh itu incest kan ya ?  :char11:

Quote
Adam berkomunikasi dengan Set, begitu seterusnya sampai Nuh
sooo.... tradisi oral, dimana sumber idea-nya itu dipercayai bisa berupa Allah berbicara kepada manusia pribadi lepas pribadi, entah dari suara hati atau audible ataupun bersumber dari satu orang (Adam).


Quote
malah saya yakin sekali loh Oda
kalau kamu hidup dijaman itu, kamu tidak mungkin tidak tahu bahwa menikah sembarangan itu dosa
saya nggak mengerti, apa itu menikah sembarangan VS menikah tidak sembarangan ?

Mungkin maksud henhen [menikah sembarangan] = bersetubuh diluar pernikahan, kali ?

contoh ilustrasi :
Set dan calon istrinya berkata : "kita saling mencintai dan kita telah sepakat utk hidup semati ... namun kita belon dipersatukan oleh Allah KARENA ortu kita belon merestui / memberkati kita. Oleh sebab itu kita tidak bisa bersetubuh".

Kenapa sikon mereka yg ungu tidak bisa dikatakan bhw disitulah state mereka telah dipersatukan Allah, ya ?

Quote
jawabannya sama bung Oda
mereka tau dari Allah
Ya....demikian juga mengenai : [pasutri boleh menggunakan kondom utk KB] VS [pasutri tidak boleh menggunakan kondom apapun alesannya] ---> ini masing2 pihak tau dari Allah.


Quote
saya sih ga puyeng dan saya ga bisa kamu bikin puyeng Oda (khusus topik ini)
Kalo menurut saya sih pabila hal itu terkait dgn logika maka itu adalah idea logikal dari individu ybs sehubungan dgn seiring waktu berjalan, hen. Dan ini (imo) jadinya nggak bisa mutlak di aplikasikan di segala sikon - namun logikanya masih bisa tetep keterima  :char11:. So... berangkat dari pendapat saya seperti ini, untuk sementara ini saya berkesimpulan : dosa adalah dosa, namun aksi yg disebut dosa itu yg dilakukan tsb tidak bisa dipastikan bhw itu adalah dosa di pov Allah pada situasi tertentu.

Ya... saya disini nggak sedang berpendapat secara iman-percaya, melainkan secara logika. Misal :
a. pasutri pake kondom utk KB ---> menurut manusia, ini dosa ato kagak di pov Allah ?
b. perjaka-perawan terdampar di suatu pulau saling mencinta dan sepakat utk hidup bersama, lalu bersetubuh --> menurut manusia, ini dosa ato kagak di pov Allah?

logically thinking (general) : baik a dan b itu kagak dosa ---> logika berpikir
iman percaya (individual) : baik a dan b itu dosa ---> literally Allah sendiri yang ngasih tau.
Dengan adanya perbedaan ini, oleh karena itulah orange.

:)
salam.
« Last Edit: August 24, 2015, 06:19:14 PM by odading »
August 24, 2015, 06:16:46 PM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12934
    • fossil coral cantik
Kami tidak bkeyakinan bhw ini adalah ide logis seorang manusia slain Adam.

Maklum ya Bro.
dari kalimat diatas ada yang saya coret, karena point yg saya maksudkan adalah : event pernikahan itu logis ato kagak ?

Dengan kata lain : (pada asumsi Allah sendiri literally ngasih tau ke Adam)
menyuruhnya Allah ke Adam : "Dam... lu kasih tau ke anak2 lu ya.... bahwa : kalo anak2 lu itu ada yang jatoh cinta dan mereka telah sepakat utk hidup bersama ... maka mereka mesti ngelapor dulu ke elu supaya elu jadi saksinya dan sbg orang yang memberkati atas nama Saya.".

Dibalik kalimat ungu itu ada kelogisan ato kagak ?

Quote
Ribetttt.
wkwkwk  ;D :ashamed0002: :happy0025:
Nah... supaya nggak ribet .... Terlepas Adam telah mengerti ato kagak bhw di kalimat2 ungu tsb ada hubungannya kalo dipikir-pikir lagi secara logika ... menurut siip sendiri, keinginan Allah agar ada saksi atas hubungan mereka (anak dgn pacar) ini ada terkait dgn logika, nggak ?

Dan siip belon nyempetin nge-respond mengenai situasi ce-co terdampar di pulau looh...  :D

:)
salam.
« Last Edit: August 24, 2015, 06:21:29 PM by odading »
August 25, 2015, 06:42:00 AM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9621
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
sama seperti Allah berkomunikasi dengan Adam untuk mengawinkan anak2 perempuan-nya dengan anak2 pria-nya ?

btw, kalo dipikir-pikir lagi.... semua pria-wanita yang bersetubuh itu incest kan ya ?  :char11:

bener, incest dari Adam-Hawa

sooo.... tradisi oral, dimana sumber idea-nya itu dipercayai bisa berupa Allah berbicara kepada manusia pribadi lepas pribadi, entah dari suara hati atau audible ataupun bersumber dari satu orang (Adam).

ya

saya nggak mengerti, apa itu menikah sembarangan VS menikah tidak sembarangan ?

Mungkin maksud henhen [menikah sembarangan] = bersetubuh diluar pernikahan, kali ?

itu juga
dan asal nikah, 1 pria misalnya menikahi 20 wanita

contoh ilustrasi :
Set dan calon istrinya berkata : "kita saling mencintai dan kita telah sepakat utk hidup semati ... namun kita belon dipersatukan oleh Allah KARENA ortu kita belon merestui / memberkati kita. Oleh sebab itu kita tidak bisa bersetubuh".

Kenapa sikon mereka yg ungu tidak bisa dikatakan bhw disitulah state mereka telah dipersatukan Allah, ya ?
 Ya....demikian juga mengenai : [pasutri boleh menggunakan kondom utk KB] VS [pasutri tidak boleh menggunakan kondom apapun alesannya] ---> ini masing2 pihak tau dari Allah.

aturane begitu, diberkati baru beranak cucu
kalo jaman sekarang kan banyaknya beranak dulu baru diberkati ;D

Kalo menurut saya sih pabila hal itu terkait dgn logika maka itu adalah idea logikal dari individu ybs sehubungan dgn seiring waktu berjalan, hen. Dan ini (imo) jadinya nggak bisa mutlak di aplikasikan di segala sikon - namun logikanya masih bisa tetep keterima  :char11:. So... berangkat dari pendapat saya seperti ini, untuk sementara ini saya berkesimpulan : dosa adalah dosa, namun aksi yg disebut dosa itu yg dilakukan tsb tidak bisa dipastikan bhw itu adalah dosa di pov Allah pada situasi tertentu.

Ya... saya disini nggak sedang berpendapat secara iman-percaya, melainkan secara logika. Misal :
a. pasutri pake kondom utk KB ---> menurut manusia, ini dosa ato kagak di pov Allah ?
b. perjaka-perawan terdampar di suatu pulau saling mencinta dan sepakat utk hidup bersama, lalu bersetubuh --> menurut manusia, ini dosa ato kagak di pov Allah?

logically thinking (general) : baik a dan b itu kagak dosa ---> logika berpikir
iman percaya (individual) : baik a dan b itu dosa ---> literally Allah sendiri yang ngasih tau.
Dengan adanya perbedaan ini, oleh karena itulah orange.

:)
salam.

prinsipnya yang masih bisa diterima sebenarnya, bukan logika
hukum taurat itu juga ga kaku2 amat kok, Allah pun lihat hati, intinya kan hati, dan hati hanya Tuhan yang tahu
buktinya Daud makan roti yang hanya boleh untuk imam dan dia ga bersalah dimata Tuhan

so kasus a dan b yang kamu angkat dan kasus2 serupa lainnya, Allah melihat hati dalam kesemuanya itu
August 25, 2015, 11:47:49 AM
Reply #25
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6471
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
dari kalimat diatas ada yang saya coret, karena point yg saya maksudkan adalah : event pernikahan itu logis ato kagak ?

Dengan kata lain : (pada asumsi Allah sendiri literally ngasih tau ke Adam)
menyuruhnya Allah ke Adam : "Dam... lu kasih tau ke anak2 lu ya.... bahwa : kalo anak2 lu itu ada yang jatoh cinta dan mereka telah sepakat utk hidup bersama ... maka mereka mesti ngelapor dulu ke elu supaya elu jadi saksinya dan sbg orang yang memberkati atas nama Saya.".

Dibalik kalimat ungu itu ada kelogisan ato kagak ?
wkwkwk  ;D :ashamed0002: :happy0025:
Nah... supaya nggak ribet .... Terlepas Adam telah mengerti ato kagak bhw di kalimat2 ungu tsb ada hubungannya kalo dipikir-pikir lagi secara logika ... menurut siip sendiri, keinginan Allah agar ada saksi atas hubungan mereka (anak dgn pacar) ini ada terkait dgn logika, nggak ?

Saya ngga tlalu mmahami ptanyaan Oda...
Yg saya tangkap aja...

Adam kan punya akal budi.

Tuhan mbrikan sbuah contoh.
Yaitu saat Adam mlihat Hawa, maka Tuhan memberkati mreka.

Dg kata lain, Adam tau bhw pnikahan itu scr khusus diberkati Allah,
Atau....Allah ternyata peduli sama pernikahan.

Jd di situ Adam belajar bhw aktivitas menikah itu perlu melibatkan pihak selain 2 orang yg menikah, yaitu seorang yg mberikan berkat.

Adam kan manusia pertama,
Maka yg memberkati adalah Allah.

Somehow dg akal budinya yg cemerlang, Adam jadi tau bhw kelak pihak yg mberkati adalah perwakilan Allah,
Yaitu minimal orang tua.

Makanya Adam (bukan Allah) berkata:
'Laki-laki mninggalkan ayah dan ibu bsatu dg isteri shg jd satu daging'.

Pdhl pd masa itu Adam kan ngga punya ayah-ibu...darimana dia paham ada bgituan?
ahahhahahah

Quote
Dan siip belon nyempetin nge-respond mengenai situasi ce-co terdampar di pulau looh...  :D

:)
salam.

Dahulu kala konon Zhang CuiShan sama Yin Susu tdampar di Pulau BingHuo,
CuiShan yg orang WuDang taat pd tradisi dan sangat hormat sama gurunya,
Tp CuiShan pun tau btindak mngikuti situasi.

Maka CuiShan mngajak Yin Susu utk blutut mhadap langit dan mngucapkan janji pnikahan.
Kelak ktika mreka bisa keluar dari Pulai BingHuo, mreka baru scr formal mhadap Zhang SanFeng utk direstui sbg suami-istri.
« Last Edit: August 25, 2015, 11:50:14 AM by Siip »
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
August 25, 2015, 01:33:26 PM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12934
    • fossil coral cantik
Saya ngga tlalu mmahami ptanyaan Oda...
Yg saya tangkap aja...

Adam kan punya akal budi.

Tuhan mbrikan sbuah contoh.
Yaitu saat Adam mlihat Hawa, maka Tuhan memberkati mreka.

Dg kata lain, Adam tau bhw pnikahan itu scr khusus diberkati Allah,
Atau....Allah ternyata peduli sama pernikahan.

Jd di situ Adam belajar bhw aktivitas menikah itu perlu melibatkan pihak selain 2 orang yg menikah, yaitu seorang yg mberikan berkat.

Adam kan manusia pertama,
Maka yg memberkati adalah Allah.

Somehow dg akal budinya yg cemerlang, Adam jadi tau bhw kelak pihak yg mberkati adalah perwakilan Allah,
Yaitu minimal orang tua.

Makanya Adam (bukan Allah) berkata:
'Laki-laki mninggalkan ayah dan ibu bsatu dg isteri shg jd satu daging'.

Pdhl pd masa itu Adam kan ngga punya ayah-ibu...darimana dia paham ada bgituan?
ahahhahahah
Makasih atas penjelasan siip diatas.

Yang saya maksudkan bisa ada hubungan dgn logik adalah : secara tatanan hidup dalam bersosial ya emang perlu itu bagi cewe-cowo yg saling mencinta, sepakat hidup bersama mempunyai saksi ... misal :

X. Mengenai ortu merestui --> ini mendasar pabila ortunya memang masih hidup, namun sudah menjadi tidak mendasar pabila ortu-nya sudah pada meninggal.

Y. Dengan adanya event pernikahan (disertai saksi and/or bukti surat) ---> ini agar nanti kalo ada apa apa, pembagian harta gono-gini jadinya jelas. Kalo ga ada surat kawin ... kan jadinya ga jelas dan salah satu pihak bisa merasa dirugikan kalo pasangannya nakal  :char11:.

Z. Juga setelah dapet anak, kalo ga ada bukti bhw pasangan ini adalah suami istri ... bisa bisa aja salah satu pasangan melepas tanggung jawab misal dengan berkata "itu bukan anak gue koook... wong gue bukan apa apanya die".


So... ada terlibat "logik" disitu... BUKAN sekedar "ini agar Ayah/Ibu sebagai wakil Allah bisa memberkati kalian loooh and/or agar kalian bisa diberkati... makanya kasi tau ke kami kalo kamu ingin hidup bersama dgn cewe yang kamu cintain, yaaa".


Nah... menurut saya, karena event pernikahan itu ada terkait dengan logik maka ada kemungkinan tidak bisa teraplikasi pada sikon tertentu.


Quote
Dahulu kala konon Zhang CuiShan sama Yin Susu tdampar di Pulau BingHuo,
CuiShan yg orang WuDang taat pd tradisi dan sangat hormat sama gurunya,
Tp CuiShan pun tau btindak mngikuti situasi.

Kelak ktika mreka bisa keluar dari Pulai BingHuo, mreka baru scr formal mhadap Zhang SanFeng utk direstui sbg suami-istri.
Ya... itu karena mereka mao keluar dan bisa keluar  :char11:

Quote
Maka CuiShan mngajak Yin Susu utk blutut mhadap langit dan mngucapkan janji pnikahan.
Pertanyaan-nya ... :

1. mao ngapain mereka bold ? sementara segera setelah Adam, Allah tidak lagi memberkati secara langsung melainkan HARUS melalui wakilnya seorang manusia yg memberkati ?

2. didalam posibilitas nggak bhw setelah mereka bold, Allah secara langsung memberkati mereka ... sebagai suami-istri Allah restui mereka ? tanpa perlu lagi nunggu2 keluar dari pulau ketemu manusia yang di Tuhan2kan (baca : sbg wakil Tuhan) untuk memberkati ?

hayoooo.....  :char11:

:)
salam.
August 25, 2015, 02:13:58 PM
Reply #27
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6471
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Makasih atas penjelasan siip diatas.

Yang saya maksudkan bisa ada hubungan dgn logik adalah : secara tatanan hidup dalam bersosial ya emang perlu itu bagi cewe-cowo yg saling mencinta, sepakat hidup bersama mempunyai saksi ... misal :

X. Mengenai ortu merestui --> ini mendasar pabila ortunya memang masih hidup, namun sudah menjadi tidak mendasar pabila ortu-nya sudah pada meninggal.

Y. Dengan adanya event pernikahan (disertai saksi and/or bukti surat) ---> ini agar nanti kalo ada apa apa, pembagian harta gono-gini jadinya jelas. Kalo ga ada surat kawin ... kan jadinya ga jelas dan salah satu pihak bisa merasa dirugikan kalo pasangannya nakal  :char11:.

Z. Juga setelah dapet anak, kalo ga ada bukti bhw pasangan ini adalah suami istri ... bisa bisa aja salah satu pasangan melepas tanggung jawab misal dengan berkata "itu bukan anak gue koook... wong gue bukan apa apanya die".


So... ada terlibat "logik" disitu... BUKAN sekedar "ini agar Ayah/Ibu sebagai wakil Allah bisa memberkati kalian loooh and/or agar kalian bisa diberkati... makanya kasi tau ke kami kalo kamu ingin hidup bersama dgn cewe yang kamu cintain, yaaa".


Nah... menurut saya, karena event pernikahan itu ada terkait dengan logik maka ada kemungkinan tidak bisa teraplikasi pada sikon tertentu.

 Ya... itu karena mereka mao keluar dan bisa keluar  :char11:
 Pertanyaan-nya ... :

1. mao ngapain mereka bold ? sementara segera setelah Adam, Allah tidak lagi memberkati secara langsung melainkan HARUS melalui wakilnya seorang manusia yg memberkati ?

2. didalam posibilitas nggak bhw setelah mereka bold, Allah secara langsung memberkati mereka ... sebagai suami-istri Allah restui mereka ? tanpa perlu lagi nunggu2 keluar dari pulau ketemu manusia yang di Tuhan2kan (baca : sbg wakil Tuhan) untuk memberkati ?

hayoooo.....  :char11:

:)
salam.

Saya mjelaskan dari Alkitab ya Bro.

Adam kan diberkati oleh Allah langsung.
Nah, kl Oda jadi si Adam, apa yg akan logically muncul di pikiranmu?

Kl saya jadi Adam (dg logic sederhana saya), maka ktika anak saya menikah, harus ada pihak yg mberkati juga.

Ini yg simpelnya bdsk nas di kitab Kejadian 1 dan 2.

Urusan tkemudian, yaitu:
1. Siapa bisa mwakili Tuhan
2. Apakah perlu surat
3. Gimana prosesi upacaranya, apakah perlu
4. Gimana terms & condition ikatan pkawinan

Kl itu smua tidak djelaskan di Kitab Kejadian.
Kl mnrt saya sih itu semua bkembang seiring kompleksitas khidupan.

Kl dulu ktika masa masih sederhana, ngapain orang pake surat?
Tp seiring makin banyaknya orang, mgkn dianggap perlu ada surat.
Udah ada surat tp banyak yg ngga tanggungjawab, maka mgkn dianggap perlu dbuat hukum formal yg mngatur gono-gini.

Nah, ini yg saya maksud dg tradisi-adat pra-Taurat (dbuat manusia).

Pd jaman Musa itu baru diatur langsung oleh Tuhan dg firman.
Dg adanya firman ini, maka mgkn saja ada tradisi-adat yg ditiadakan krn ngga sesuai pngaturan dr Tuhan.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
August 25, 2015, 03:50:11 PM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12934
    • fossil coral cantik
Saya mjelaskan dari Alkitab ya Bro.

Adam kan diberkati oleh Allah langsung.
Nah, kl Oda jadi si Adam, apa yg akan logically muncul di pikiranmu?
saya sebagai ortu ya nggak akan merasa jadi wakil Tuhan dalam perihal memberkati. So, sbg ortu ya saya : "memberkati" dgn tanda petik mereka dengan harapan2 positif bagi pasangan ini.

Disini saya juga masih kurang ngerti...
emang memberkati yang dilakukan oleh manusia (ortu sbg wakil Allah) ke pasangan itu kayak begimana sih, siip ?

Apa misal :
[nak... terimalah ini berkat dari Allah, yakni : [kamu akan hidup bahagia dan rukun selamanya] ---> inilah berkat Allah] (?)

Quote
Kl saya jadi Adam (dg logic sederhana saya), maka ktika anak saya menikah, harus ada pihak yg mberkati juga.
oke... so yang memberkati itu adalah diri siip sendiri. Nah... begimana itu siip memberkati sebagai wakil Allah ?

Dilain sisi, apa sih itu Allah memberkati Adam dan Hawa ?
Berkat apa yang diterima dari Allah oleh pasangan ini ?

Soalnya tadinya tak kirain, "berkat" dari Allah itu adalah SEBELUM terjadi perihal duniawi event pemberkatan, yakni adanya saling mencintai dan kesepakatan hidup bersama antara pasangan ini.

Quote
Ini yg simpelnya bdsk nas di kitab Kejadian 1 dan 2
anehnya saya, kalimat Gen 1:28 sbb :
(28) And God blessed them and said to them,
[---Be fruitful, multiply, and fill the earth, and subdue it; and have dominion over the fish of the sea, the birds of the air, and over every living creature that moves upon the earth.---]


idem :
(22) And God blessed them, saying,
[---Be fruitful, multiply, and fill the waters in the seas, and let the fowl multiply in the earth.---]


saya mengertikan bhw yang didalam [---] itulah yang berkat dari Allah  :char11:

Konsekwensi logik-nya ke Adam diketika memberkati Set dgn pacarnya adalah : Adam juga ngomong seperti yg didalam [---] tsb.

Cuma kalo menurut saya ini jadi terasa janggal, karena berkaitan dgn status suami-istri di pov jaman sekarang hal tsb menuntun ke pengertian : sebelon Adam memberkati Set dgn berkata yg spt didalam [---] maka Set dan pasangannya tidak boleh bersetubuh karena belon berstatus suami-istri :char11:

Sementara kalo dari ayat 28 (imo) justru saat itu status AdamHawa ya udah sbg suami-istri dimana selanjutnya Allah memberkati pasutri ini dgn kalimat yg didalam [---].
Alesan saya : begimana bisa pasangan yg tidak/belon dianggap sbg suami-istri, di-bless-nya : Be fruitful, multiply, and fill the earth ?

Quote
Urusan kemudian, yaitu:
1. Siapa bisa mwakili Tuhan
ya si ortu-lah, kan ? kalo ortu-nya masih idup

Quote
2. Apakah perlu surat
nah itu, ini udah terkait hal logik dalam berkehidupan sosial  :char11:

Quote
3. Gimana prosesi upacaranya, apakah perlu
4. Gimana terms & condition ikatan pkawinan
idem... terkait hal logik.

Quote
Kl itu smua tidak djelaskan di Kitab Kejadian.
Ya... saya mengerti.

Quote
Kl mnrt saya sih itu semua bkembang seiring kompleksitas khidupan.
sependapat  :happy0062:

Quote
Kl dulu ktika masa masih sederhana, ngapain orang pake surat?
Tp seiring makin banyaknya orang, mgkn dianggap perlu ada surat.
Ya... saya nurut dan sependapat  :happy0062:. Namun... seperti yang saya tulis di TS (imo) surat adalah saksi "kedua" dimana kehidupan sosial semakin kompleks dan orang bertambah banyak. Saksi "pertama" adalah orang yang memberkati pasangan.

Nah... kalo jadul event pernikahan itu kepentingan-nya hanya karena pasangan harus diberkati dulu oleh ortu sebagai wakil Allah baru bisa disebut suami-istri, artinya setelah diberkati ortu pasangan ybs ini sudah sebagai suami istri tanpa orang2 laen tau kan ya ?

:)
salam.
August 25, 2015, 04:15:22 PM
Reply #29
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6471
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
saya sebagai ortu ya nggak akan merasa jadi wakil Tuhan dalam perihal memberkati. So, sbg ortu ya saya : "memberkati" dgn tanda petik mereka dengan harapan2 positif bagi pasangan ini.

Disini saya juga masih kurang ngerti...
emang memberkati yang dilakukan oleh manusia (ortu sbg wakil Allah) ke pasangan itu kayak begimana sih, siip ?

Apa misal :
[nak... terimalah ini berkat dari Allah, yakni : [kamu akan hidup bahagia dan rukun selamanya] ---> inilah berkat Allah] (?)
 oke... so yang memberkati itu adalah diri siip sendiri. Nah... begimana itu siip memberkati sebagai wakil Allah ?

Dilain sisi, apa sih itu Allah memberkati Adam dan Hawa ?
Berkat apa yang diterima dari Allah oleh pasangan ini ?

Soalnya tadinya tak kirain, "berkat" dari Allah itu adalah SEBELUM terjadi perihal duniawi event pemberkatan, yakni adanya saling mencintai dan kesepakatan hidup bersama antara pasangan ini.

Terlepas dari contoh pemberkatan pernikahan ya,
Kl Bro lihat bagaimana orang-orang pra-Musa mdoakan berkat, maka mreka mberkati spt org ber-nubuat (ngeramal).
Apa yg mreka katakan itu akan terjadi pd anak-anaknya.

Jd bukan hanya 'i wish kamu bla bla bla' mlainkan 'you will bla bla bla'.
Itulah memberkati dalam Kekristenan Bro Oda.

Quote
anehnya saya, kalimat Gen 1:28 sbb :
(28) And God blessed them and said to them,
[---Be fruitful, multiply, and fill the earth, and subdue it; and have dominion over the fish of the sea, the birds of the air, and over every living creature that moves upon the earth.---]


idem :
(22) And God blessed them, saying,
[---Be fruitful, multiply, and fill the waters in the seas, and let the fowl multiply in the earth.---]


saya mengertikan bhw yang didalam [---] itulah yang berkat dari Allah  :char11:

Konsekwensi logik-nya ke Adam diketika memberkati Set dgn pacarnya adalah : Adam juga ngomong seperti yg didalam [---] tsb.

Cuma kalo menurut saya ini jadi terasa janggal, karena berkaitan dgn status suami-istri di pov jaman sekarang hal tsb menuntun ke pengertian : sebelon Adam memberkati Set dgn berkata yg spt didalam [---] maka Set dan pasangannya tidak boleh bersetubuh karena belon berstatus suami-istri :char11:

Sementara kalo dari ayat 28 (imo) justru saat itu status AdamHawa ya udah sbg suami-istri dimana selanjutnya Allah memberkati pasutri ini dgn kalimat yg didalam [---].
Alesan saya : begimana bisa pasangan yg tidak/belon dianggap sbg suami-istri, di-bless-nya : Be fruitful, multiply, and fill the earth ?

Ngga Oda.
Mreka diberkati dahulu, karena diberkati maka jadi suami-istri, baru bersetubuh.
 
Quote
Nah... kalo jadul event pernikahan itu kepentingan-nya hanya karena pasangan harus diberkati dulu oleh ortu sebagai wakil Allah baru bisa disebut suami-istri, artinya setelah diberkati ortu pasangan ybs ini sudah sebagai suami istri tanpa orang2 laen tau kan ya ?


Kl masa yg lalu itu bisa aja skampung tau.
Namanya juga kampung (kcuali kl sengaja mnikah diam-diam).

Skrg pun kl mau nikah tanpa catatan sipil juga bisa toh.
Scr de facto udah suami-istri, hanya surat resmi aja ngga ada.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)