Author Topic: Purgatory = Wahyu 22:2 ?  (Read 4590 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 30, 2015, 12:16:05 PM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12948
    • fossil coral cantik
Ya didoaka agar dipercepat atau diperingan, tetapi bagaimana dan kapan, apakah ada yang bisa menjawab? Saya tidak yakin.
iya... saya ngerti, makanya saya juga nggak nanyain mengenai "berapa lama"nya itu pada satu jiwa sewaktu dimurnikan, brc. Namun betapapun kita tidak tau, namun "cepet"/"lama"nya itu kan jadinya ada, kan ya ?


Why 21:1   Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.

Quote
Bagaimana peristiwanya bisa di bumi jika bumi sudah dilenyapkan?
oke deh... taroh kata kita emang ga bisa tau kayak apa itu bumi yang baru. Namun pertanyaan-nya tetep : apakah jiwa2 yg sudah dimurnikan itu akan memasuki YB ?

Seperti yg saya post kan sebelonnya, sebenernya (imo) adalah baik utk menjelaskan dulu begimana itu krono-nya kalo ketujuh point krono saya salah, brc.

Krono saya sbb :
1. ada orang mati
2. yg mati ini, state-nya "oke punya" di pov Allah, tapi masih perlu di "bersih"kan
3. so, masuk ke kategori jiwa yg perlu dimurnikan

saya rasa sampe point-3 diatas, ini gak salah.
Namun brc sendiri tidak/belon menyatakan bhw itu benar ato salah  :char11:

4. setelah Allah pikir cukup sudah bersih, di taroh di tempat penampungan sementara ---> Firdaus

Nah, pada point-4 disini ada perbedaan.
Berdasarkan penjelasan brc ... setelah dimurnikan, jiwa ybs langsung masuk sorga.
Oke... bagi saya itu bukan fokus saya ... karena (imo) anyway artinya ybs tidak langsung bangkit setelah dimurnikan.

So... secara ga langsung (imo) point-4 saya ini juga ga salah.
Namun brc belon/tidak menyatakan apakah point-4 saya ini benar ato salah.


5. menjelang turun-nya kota suci YB, jiwa2 yg di Firdaus ini bangkit ber-TK (Tubuh Kemuliaan)

Disini saya mengeluarkan pendapat bhw jiwa2 [yg di sorga versi brc , di firdaus versi odading] itu bangkit dgn TK.

Karena saya sendiri belon dapet penegasan dari brc pada point-4 (apakah setelah dimurnikan langsung bangkit ---ataukah--- masih "nunggu" dulu), maka di point-5 ini saya belon bisa tau bener/kagaknya.

Anyway, kalo point-4 brc bilang bener - maka kebangkitan dari jiwa2 yg sudah dimurnikan adalah bener di akhir jaman.


6. jiwa2 ber-TK ini tidak mengalami penghakiman (PTP)
7. so, segera YB sudah turun ... jiwa2 berTK ini masuk ke YB, Purgatory di-"terminasi"kan.

poin 6 dan 7 saya tunda dulu deh ya, karena saya menunggu point 1 s/d 5 dulu mengenai bener/kagaknya   :happy0062:

:)
salam.
August 30, 2015, 01:40:02 PM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
IMO (pendapat peribadi)
(2) Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.

So... apakah Purgatory itu berlangsungnya didalam kota YB ?
Mungkin


Pertanyaan lain terkait Purgatory secara krono-nya apakah spt sbb ?
Ke-eksisan Purgatory itu secara itungan waktu bumi adalah sejak AdamHawa s/d turunnya kota suci YB.
Ke-eksisan Purgatory itu secara itungan waktu bumi adalah sejak AdamHawa s/d Final Judgement


1. selama dalam durasi ke-eksisan tsb, ada orang mati
1. kita samakan persepsi dulu ya kk..

Deskripsi purge (purgatory) versi SdT:
  • (hukum alam; tabur tuai, sebab-akibat): perbuatan dosa maupun perbuatan kebenaran yg ditabur itu selalu ada konsekwensinya yg harus dituai, adapun:
    • jikalau orang fasik insafan dan bertobat dari segala dosa yang dilakukannya serta menuruti peraturan-peraturan yang memberi hidup, sehingga tidak berbuat curang lagi, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. Semua dosa yang diperbuatnya tidak akan diingat-ingat lagi; ia sudah melakukan keadilan dan kebenaran, maka ia pasti hidup.
    • jikalau orang benar mengandalkan kebenarannya ia berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik, maka segala perbuatan-perbuatan kebenarannya tidak akan diperhitungkan, dan ia harus mati dalam kecurangan yang diperbuatnya.
    • (Note; Kesempatan diatas berlaku ketika believers belum wafat)
  • Light has two properties, illuminating and caustic. If one person has good vision, he benefits from the illuminating property of the sun, the light, and he enjoys the whole creation. But if another person is deprived of his eye, if he is without sight, then he feels the caustic property of light. This will be so in the future life too, as well as in the life of the soul after it leaves the body.
    God will also love all the deceased, but:
    • Some of them will be unable to perceive this love as light. They will perceive it as eternal torment fire, since they will not have a spiritual eye and spiritual vision because those who did not repent before their soul left the body do not have spiritual vision, they experience only the caustic energy of God and will never participate in the good.
    • Some of them will be able to perceive this love as light which purifying them (purgatory)
    • Some of them will be able to perceive this love as eternal light (heaven)
    • (Dgn kata lain:  'firdaus, purgatory, neraka, sorga' merupakan kondisi yg dirasakan sso berdasarkan kondisi spiritualnya terhadap God's love.. dgn ilustrasi; bukan artinya Allah memberi 'api' yg berbeda2 suhu pada masing2 orang, melainkan orangnya itu sendiri yg merasakan 'api' tsb scr berbeda2 sesuai dgn kondisi spiritualitasnya.)
  • Ketika masih hidup, semua believers mengalami purge, setelah wafat bbrp believers Katolik mengalami final purge dlm konteks yg berbeda dgn purge ketika belum wafat (lih. poin 1)

« Last Edit: August 30, 2015, 02:42:53 PM by Seek d Truth »
Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
August 30, 2015, 01:52:50 PM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
2. yg mati ini, state-nya "oke punya" di pov Allah, tapi masih perlu di "bersih"kan
3. so, masuk Purgatory
2. masih belum dapat memandang Allah scr langsung tanpa penghalang apapun..
3. so mengalami final purge


4. setelah Allah pikir cukup sudah bersih, di taroh di tempat penampungan sementara ---> Firdaus
4. Setelah alm believers Katoliknya itu sendiri yg udah gak ada "penghalang" apa2, maka ia dgn sendirinya mengalami kondisi sorga

5. menjelang turun-nya kota suci YB, jiwa2 yg di Firdaus ini bangkit ber-TK (Tubuh Kemuliaan)
6. jiwa2 ber-TK ini tidak mengalami penghakiman (PTP)
7. so, segera YB sudah turun ... jiwa2 berTK ini masuk ke YB, Purgatory di-"terminasi"kan.
poin 5, 6, 7 no comment dulu ya kk...

« Last Edit: August 30, 2015, 02:02:20 PM by Seek d Truth »
Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
August 30, 2015, 06:24:04 PM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12948
    • fossil coral cantik
Quote
So... apakah Purgatory itu berlangsungnya didalam kota YB ?
IMO (pendapat peribadi)Mungkin
Baiklah, kita loncatin dulu yang ini yah, SdT.

Quote
Ke-eksisan Purgatory itu secara itungan waktu bumi adalah sejak AdamHawa s/d Final Judgement
Oke.



Quote
1. kita samakan persepsi dulu ya kk..
sip, SdT  :happy0062:

Quote
Deskripsi purge (purgatory) versi SdT:

(hukum alam; tabur tuai, sebab-akibat): perbuatan dosa maupun perbuatan kebenaran yg ditabur itu selalu ada konsekwensinya yg harus dituai, adapun:

  • A. jikalau orang fasik insafan dan bertobat dari segala dosa yang dilakukannya serta menuruti peraturan-peraturan yang memberi hidup, sehingga tidak berbuat curang lagi, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. Semua dosa yang diperbuatnya tidak akan diingat-ingat lagi; ia sudah melakukan keadilan dan kebenaran, maka ia pasti hidup.
  • B. jikalau orang benar mengandalkan kebenarannya ia berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik, maka segala perbuatan-perbuatan kebenarannya tidak akan diperhitungkan, dan ia harus mati dalam kecurangan yang diperbuatnya

(Note; Kesempatan diatas berlaku ketika believers belum wafat)
Dari penjelasan SdT diatas, kk nangkepnya sbb :

Orang2 yang di point-A adalah orang2 yang ibarat katanya "impas" dimana dosa2nya yang pernah dia lakukan sebelon bertobat "pemurnian"nya sudah terjadi sebelon wafat. So..., setelah mati jasmani jiwanya tidak lagi mengalami P ... ibarat katanya, jiwa ini "bisa melihat secara bening" Cahaya Allah.

Sedangkan mengenai point-B, kalimat "harus mati dalam kecurangan yg diperbuatnya" ---> ini didalam pengertian : orang2 yg berbalik dari kebenarannya tsb .... sewaktu masih hidup, ybs mesti ngalamin dulu itu semacem "instant karma" (misal jatoh bangkrut, masuk penjara, menderita, dlsb). So... setelah mengalami "instant karma", pabila ybs itu insaf dan meninggalkan kecurangan2nya - maka "berat/ringan"nya "hutang" yang belon impas itu bisa secara dua sikon .... yakni :
x. "impas" sewaktu ybs masih hidup (sikon-nya menjadi spt orang yg di point-A)
y. belon "impas" swaktu ybs masih hidup ---> so, setelah wafat jiwanya mengalami Purgatory.






Quote
Light has two properties, illuminating and caustic. If one person has good vision, he benefits from the illuminating property of the sun, the light, and he enjoys the whole creation. But if another person is deprived of his eye, if he is without sight, then he feels the caustic property of light. This will be so in the future life too, as well as in the life of the soul after it leaves the body.
God will also love all the deceased, but:
  • Some of them will be unable to perceive this love as light. They will perceive it as eternal torment fire, since they will not have a spiritual eye and spiritual vision because those who did not repent before their soul left the body do not have spiritual vision, they experience only the caustic energy of God and will never participate in the good.
oke... so orang yg di point ini adalah orang yg tidak mengalami Purgatory. Jiwanya setelah mati "gelap", karena boro2 setelah mati... wong semasa hidupnya aja dia ga liat itu "cahaya".

Quote
  • Some of them will be able to perceive this love as light which purifying them (purgatory)
So... ini adalah orang2 yang semasa hidupnya memang sudah bisa liat itu "cahaya", namun krn masih ada terhimpit keduniawian, ybs ga bisa liat "cahaya"nya secara "bening" semasa hidupnya ---> akibatnya setelah ybs wafat, segala apa itu keduniawian yg "menghimpit" si ybs "dibuang" ... ibarat katanya "kotoran2" "dibersihkan" .... si jiwa ybs "dimurnikan".

Kalimat pasif "DI buang" / "DI murnikan" ---> tidak didalam pengertian ada eksistensi/being lain sbg subjek yg melakukan pembersihan/pemurnian dimana jiwa ybs itu sbg objek yg dibersihkan/dimurnikan ... melainkan ya jiwa itu sendiri secara ibarat kata "otomatis" akan mengalami hal demikian seturut masing2 kondisi spiritualnya semasa ybs hidup.

Please CMIIW, SdT.

:)
salam.
August 30, 2015, 06:32:20 PM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12948
    • fossil coral cantik
2. masih belum dapat memandang Allah scr langsung tanpa penghalang apapun..
3. so mengalami final purge
oke.

Quote
4. Setelah alm believers Katoliknya itu sendiri yg udah gak ada "penghalang" apa2, maka ia dgn sendirinya mengalami kondisi sorga
Ya... kk artinya melakukan kesalahan pengertian di point-4 ini. Di TS, pengertian point-4 adalah adanya pihak Allah yg "menilai" udah bersih ato belon.

Dari masukan SdT di quote atas, saya kayaknya nangkep maksud penjelasan SdT. Oleh karena itulah di post sebelonnya saya memaparkan pengertiannya mengenai [kalimat pasif "DImurnikan"].

Quote
poin 5, 6, 7 no comment dulu ya kk...
Oke... point-5 adalah mengenai kebangkitan daging berTK. Kita beresin dulu point 1 s/d 4. Jadi kira2 bener gak pengertian saya berdasarkan masukan SdT ini ?

:)
salam.
August 30, 2015, 07:09:40 PM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
IMO (pendapat peribadi)Mungkin Baiklah, kita loncatin dulu yang ini yah, SdT.
 Oke.


 sip, SdT  :happy0062:
 Dari penjelasan SdT diatas, kk nangkepnya sbb :

Orang2 yang di point-A adalah orang2 yang ibarat katanya "impas" dimana dosa2nya yang pernah dia lakukan sebelon bertobat "pemurnian"nya sudah terjadi sebelon wafat. So..., setelah mati jasmani jiwanya tidak lagi mengalami P ... ibarat katanya, jiwa ini "bisa melihat secara bening" Cahaya Allah.

Sedangkan mengenai point-B, kalimat "harus mati dalam kecurangan yg diperbuatnya" ---> ini didalam pengertian : orang2 yg berbalik dari kebenarannya tsb .... sewaktu masih hidup, ybs mesti ngalamin dulu itu semacem "instant karma" (misal jatoh bangkrut, masuk penjara, menderita, dlsb). So... setelah mengalami "instant karma", pabila ybs itu insaf dan meninggalkan kecurangan2nya - maka "berat/ringan"nya "hutang" yang belon impas itu bisa secara dua sikon .... yakni :
x. "impas" sewaktu ybs masih hidup (sikon-nya menjadi spt orang yg di point-A)
y. belon "impas" swaktu ybs masih hidup ---> so, setelah wafat jiwanya mengalami Purgatory.
yup.. kira2 konsepnya SdT begitu kk


oke... so orang yg di point ini adalah orang yg tidak mengalami Purgatory. Jiwanya setelah mati "gelap", karena boro2 setelah mati... wong semasa hidupnya aja dia ga liat itu "cahaya".
tul  :happy0062:


So... ini adalah orang2 yang semasa hidupnya memang sudah bisa liat itu "cahaya", namun krn masih ada terhimpit keduniawian, ybs ga bisa liat "cahaya"nya secara "bening" semasa hidupnya ---> akibatnya setelah ybs wafat, segala apa itu keduniawian yg "menghimpit" si ybs "dibuang" ... ibarat katanya "kotoran2" "dibersihkan" .... si jiwa ybs "dimurnikan".
tul lagi, kk..  :happy0062:


Kalimat pasif "DI buang" / "DI murnikan" ---> tidak didalam pengertian ada eksistensi/being lain sbg subjek yg melakukan pembersihan/pemurnian dimana jiwa ybs itu sbg objek yg dibersihkan/dimurnikan ... melainkan ya jiwa itu sendiri secara ibarat kata "otomatis" akan mengalami hal demikian seturut masing2 kondisi spiritualnya semasa ybs hidup.
yup yup  :happy0062:

Sbg tambahan agar lbh jelas ttg pov SdT...
1. His love for us doesn’t depend on what we do or what we are like. Sin doesn’t alter God’s attitude to us; it alters our attitude to him, so that we change him from the God who is simply love into a Angry God. Sin matters enormously to us if we are sinners; it doesn’t matter at all to God. It is we who give the damns. We damn ourselves because we would rather justify ourselves, than be taken out of ourselves by the infinite love of God.

2. God did not say to Adam and Eve, "eat of the tree and I will kill you". He said, "you must not eat from the tree of the knowledge of good and evil", meaning choice rather than obedience, "for when you eat of it you will surely die", for it is sin that kills you. God doesn't kill anybody, in that sense; we kill ourselves.

3. If you choose yourself you are choosing nothing, because that what you are without God, since we are created out of nothing. If there is God and God is God and God is the living God and God is Who He is, our only choice is to give up our choice and listen to and obey Him.

4. kondisi spiritual sso ketika meninggalkan tubuh fana itu kita ibaratkan sbg; emas, perak, batu permata, kayu, jerami...api kasih Allah itu gak berubah2 suhunya.. melainkan si person tsb sendiri yg merasakan api kasih Allah itu scr berbeda2 berdasarkan apakah ia ibarat jerami, kayu, emas, ... sbb Allah itu mengasihi semua orang, baik belum almarhum maupun almarhum..



« Last Edit: August 30, 2015, 07:14:20 PM by Seek d Truth »
Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
August 30, 2015, 07:28:17 PM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
Ya... kk artinya melakukan kesalahan pengertian di point-4 ini. Di TS, pengertian point-4 adalah adanya pihak Allah yg "menilai" udah bersih ato belon.

Dari masukan SdT di quote atas, saya kayaknya nangkep maksud penjelasan SdT. Oleh karena itulah di post sebelonnya saya memaparkan pengertiannya mengenai [kalimat pasif "DImurnikan"].
sip deh kk...  :afro:

tambahan lagi dgn ilustrasi seperti ilustrasi "emas, perak, batu permata, kayu, jerami" pada poin 4 posting SdT sebelumnya ...

1. level awareness
level awareness kita dlm keadaan marah berbeda dgn level awareness kita dlm keadaan damai
level awareness kita dlm keadaan stress berbeda dgn level awareness kita dlm keadaan bahagia
level awareness kita dlm keadaan benci berbeda dgn level awareness kita dlm keadaan mengasihi
level awareness kita dlm keadaan greedy berbeda dgn level awareness kita dlm keadaan ikhlas
dst

2. mengalami kebahagiaan, kedamaian, kasih gak serta merta terikat dgn ruang dan waktu
ada kala sso dlm situasi buruk dan di tempat buruk tapi mengalami kebahagiaan, kedamaian, kasih.
ada kala sso dlm situasi enak, dan di tempat enak, tapi stress, gak damai.

3. self
kita juga mengenal istilah 'self'

4. kehendak daging vs kehendak Roh
dlm diri kita ada kehendak daging dan kehendak Roh... jika kita memilih nuruti kehendak daging (choose ourself) maka kita semakin 'menjauh' menghalangi diri kita sendiri terhadap Terang/Kasih.. dan bahkan malah membenci Terang, sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak

5. setelah sso meninggal, self-nya berikut awareness-nya itu levelnya berbeda2, semakin orang tsb sebelum meninggal sering menabur dlm daging dan gak berjiwa ikhlas, bertobat, mendekat pada Allah.. maka ia makin "gelap".. dan dlm keadaan roh, ia jauh lbh aware terhadap God's presence ketimbang ketika masih bertubuh fana dimana ketika bertubuh fana, sso bisa aja merasakan senang atas pemuasan kedagingannya, sedangkan pas udah mati itu gak bisa kayak gitu melainkan ngerti kesalahannya sendiri yg dilakukan ketika hidup dan gak bisa berdalih, dll... dan ia merasakan God's presence tsb ibarat; eternal torment
Sedangkan yg hidup saleh, ketika meninggal ia "terang" dan dlm keadaan roh, merasakan God's presence sbg sorga; mengalami kebahagiaan, kedamaian, kasih... ada juga yg merasakan sbg purgatory..


gitu kk.... hehhee

« Last Edit: August 30, 2015, 07:56:58 PM by Seek d Truth »
Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
August 30, 2015, 09:55:47 PM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1256
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
(2) Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.

So... apakah Purgatory itu berlangsungnya didalam kota YB ?

Pertanyaan lain terkait Purgatory secara krono-nya apakah spt sbb ?
Ke-eksisan Purgatory itu secara itungan waktu bumi adalah sejak AdamHawa s/d turunnya kota suci YB.
1. selama dalam durasi ke-eksisan tsb, ada orang mati
2. yg mati ini, state-nya "oke punya" di pov Allah, tapi masih perlu di "bersih"kan
3. so, masuk Purgatory
4. setelah Allah pikir cukup sudah bersih, di taroh di tempat penampungan sementara ---> Firdaus
5. menjelang turun-nya kota suci YB, jiwa2 yg di Firdaus ini bangkit ber-TK (Tubuh Kemuliaan)
6. jiwa2 ber-TK ini tidak mengalami penghakiman (PTP)
7. so, segera YB sudah turun ... jiwa2 berTK ini masuk ke YB, Purgatory di-"terminasi"kan.

KALO
ketujuh krono point diatas bener, maka kayaknya pertanyaan di judul topik nihil...

NAMUN
timbul pertanyaan baru berdasarkan dari ketujuh point diatas  :char11:


Sampe sini dulu, dan kayaknya .... point utamanya adalah mesti berangkat dari kronologi-nya dulu yg bener kayak begimana (krn saya ga tau ketujuh krono saya diatas itu bener ato kagak), selanjutnya mungkin baru bisa dikaitkan dengan Wahyu 2:22

:)
salam.
yang diselamatkan bangsa-bangsa (baca : manusia2), sudah barang tentu sejak manusia ada pertama kali sampai hari kiamat

August 30, 2015, 10:42:36 PM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1256
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
... yang dituliskan selanjutnya dalam Wahyu 22:1-5 adalah penglihatan tentang kerajaan sorga
August 31, 2015, 12:01:14 AM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12948
    • fossil coral cantik
yup.. kira2 konsepnya SdT begitu kk

tul  :happy0062:

tul lagi, kk..  :happy0062:

yup yup  :happy0062:
sipsip dah kalo gitu sampe sini  :happy0062:

Quote
Sbg tambahan agar lbh jelas ttg pov SdT...
1. His love for us doesn’t depend on what we do or what we are like. Sin doesn’t alter God’s attitude to us; it alters our attitude to him, so that we change him from the God who is simply love into a Angry God. Sin matters enormously to us if we are sinners; it doesn’t matter at all to God. It is we who give the damns. We damn ourselves because we would rather justify ourselves, than be taken out of ourselves by the infinite love of God.
mengerti dan oke-lah ... karena kk sendiri mirip2 demikian pendapatnya.

"mirip2", karena di pov kk disitu ada terkait dengan Law.
"Karma" ---> it's not about angry God, melainkan karena adanya Law.
Law itu sendiri "nggak perduli" ... pokok If__Then__

Quote
2. God did not say to Adam and Eve, "eat of the tree and I will kill you". He said, "you must not eat from the tree of the knowledge of good and evil", meaning choice rather than obedience, "for when you eat of it you will surely die", for it is sin that kills you. God doesn't kill anybody, in that sense; we kill ourselves.
Wah... mirip lagi ama kk punya pendapat.

Tapiiii.....
dulu kk sempet bikin thread mengenai event AdamHawa ini ... dan berdasarkan dari respond2, pendapat kk ditentang dan dikritik habis2an  :char11:.


Quote
4. kondisi spiritual sso ketika meninggalkan tubuh fana itu kita ibaratkan sbg; emas, perak, batu permata, kayu, jerami...api kasih Allah itu gak berubah2 suhunya.. melainkan si person tsb sendiri yg merasakan api kasih Allah itu scr berbeda2 berdasarkan apakah ia ibarat jerami, kayu, emas, ... sbb Allah itu mengasihi semua orang, baik belum almarhum maupun almarhum..
plus post SdT yang berikutnya di reply #16 --->  oke... saya mengerti  :happy0062:.


Nah, sekarang kita udah boleh bisa lanjut ke point-5 gak ?
Yakni mengenai event kebangkitan daging dgn TK (tubuh kemuliaan).

:)
salam.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)