Author Topic: Purgatory = Wahyu 22:2 ?  (Read 4582 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 01, 2015, 02:20:55 PM
Reply #50
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12934
    • fossil coral cantik
Beberapa hari ini terus terang saya emang lagi terus2an mikirin mengenai pertanyaan wilef nomor-2 diatas, karena toh sebelon wilef tanyakan ... pertanyaan itu sendiri sudah timbul dibenak saya pada awal bikin thread ini.

Untuk sementara ini "jalan keluar" saya adalah mengkoneksikan event Purgatory dgn event orang makan daon PK di YB.

Di point-7 saya tulis :
Quote
7. so, segera YB sudah turun ... jiwa2 berTK ini masuk ke YB, Purgatory di-"terminasi"kan.

Latar belakang saya tulis bold adalah karena saya berpatokan bhw pada saat YB turun, kebangkitan daging sudah terjadi secara total A s/d Z ----> dengan demikian preceding sikon-nya bisa kayak sbb :
a. tidak ada satupun manusia hidup  ---atau mungkin juga---
b. ada manusia2 yang hidup namun segera berubah menjadi berTK

anyway,
proceeding sikonnya jadi bisa ditebak : tidak ada satupun orang yg didalam posibilitas wafat.

Nah, pertanyaan yg timbul sejak saya bikin thread ini adalah :
begimana bagi orang2 yang baru2 aja wafat ? (mirip dgn pertanyaan yg wilef ajukan di nomor-2).
bukankah ybs ini baru aja mati lalu ga lama bangkit ?

So... (untuk sementara ini) saya koneksikan dengan event makan daon PK di YB --->jiwa ybs nggak mengalami "api penyucian" namun [jiwa+body] ybs ini jadi mesti makan daon PK di YB :char11:

:)
salam.
September 01, 2015, 02:23:42 PM
Reply #51
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1792
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
wilef... pertanyaan nomor-2 wilef diatas ... ITULAH yang saya tulis di awal thread saya sbb (yg bold di quote bawah ini) :

Untuk pertanyaan nomor-1, tidak saya definisikan ... karena yg maksud saya sampaikan disini adalah secara general-logik. [Orang mencuri ---ketauan--- kena hukum] ---> ini = general-logik.
Saya tidak memfokuskan lagi secara spesifik mengenai yg mencuri ayam dihukumnya berapa lama, yg mencuri hati dihukumnya berapa lama ...  :char11:

:)
salam.


Dengan anggapan bhw pulgatory eksis untuk manusia sejak adam sampai ahir dunia, maka faktor waktu akan sangat menentukan bro :cheesy: :cheesy:

Jika kita mengatakan bhw kejadiannya adalah ttg roh shg tdk terikat waktu, maka konsekuensi logisnya pulgatory adalah kekal.

atau apakah saya salah memahami? CMIWW
REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
September 01, 2015, 02:24:38 PM
Reply #52
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12934
    • fossil coral cantik
Tapi kayaknya di pov keKatolikan, YB itu sendiri kayaknya bukan event literal ?
September 01, 2015, 02:33:52 PM
Reply #53
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1792
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
Beberapa hari ini terus terang saya emang lagi terus2an mikirin mengenai pertanyaan wilef nomor-2 diatas, karena toh sebelon wilef tanyakan ... pertanyaan itu sendiri sudah timbul dibenak saya pada awal bikin thread ini.

Dalam banyak hal cara berpikir kita sama, hanya @oda sbg orang Non-K lebih bebas mengekspresikannya dibanding saya yg K (takut disebut sesat ;D :cheesy: :cheesy:)

Quote from:  
Untuk sementara ini "jalan keluar" saya adalah mengkoneksikan event Purgatory dgn event orang makan daon PK di YB.

Di point-7 saya tulis :
Latar belakang saya tulis bold adalah karena saya berpatokan bhw pada saat YB turun, kebangkitan daging sudah terjadi secara total A s/d Z ----> dengan demikian preceding sikon-nya bisa kayak sbb :
a. tidak ada satupun manusia hidup  ---atau mungkin juga---
b. ada manusia2 yang hidup namun segera berubah menjadi berTK

anyway,
proceeding sikonnya jadi bisa ditebak : tidak ada satupun orang yg didalam posibilitas wafat.

Nah, pertanyaan yg timbul sejak saya bikin thread ini adalah :
begimana bagi orang2 yang baru2 aja wafat ? (mirip dgn pertanyaan yg wilef ajukan di nomor-2).
bukankah ybs ini baru aja mati lalu ga lama bangkit ?

So... (untuk sementara ini) saya koneksikan dengan event makan daon PK di YB --->jiwa ybs nggak mengalami "api penyucian" namun [jiwa+body] ybs ini jadi mesti makan daon PK di YB :char11:

:)
salam.


IMO jika daun itu konteksnya dikaitkan / disetarakan dgn api penyucuian rasanya kurang pas karena
api penyuciankan hanya sekali, sementara makan daon bisa berkali-kali?
REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
September 01, 2015, 04:18:28 PM
Reply #54
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
Oke... jadi penangkepan kk dari kalimat diatas secara kalimat2 kk sendiri :

- "penghakiman khusus"  = penghakiman jiwa almarhum.
Disini tidak terjadi event pengadilan (ada subjek yg mengadili - ada objek yg diadili), namun ibarat kata secara "otomatis" hukum T T (tabur tuai)-nya berjalan ke jiwa2 ybs.

- "penghakiman umum" = penghakiman [jiwa + daging/tubuh abadi]
Disini terjadi event pengadilan (ada subjek yg mengadili - ada objek yg diadili). Ibarat kata secara "literal sense" ... para orange dihakimi/diadili dimana "punishment" -and/or- "reward" nya ya akan dirasakan secara jiwa+body.

Ada pertanyaan di "penghakiman umum" disini :
Jadi event pengadilan ini model punishment/reward-nya begimana ya, SdT ?
Matius 25:31-46, kk.. yg "memisahkan domba dari kambing"


Pertanyaan saya ini berangkat : karena disitu ada 3 model sikon, yakni sorga/purgatory/neraka yg dialami jiwa2 almarhum ---> ini menuntun kk ke pendapat bhw event "penghakiman umum" itu sendiri cuma perwujudan-nya aja secara "body" dari apa yang telah dialami sebelonnya secara "jiwa_saja".

Yang menarik disini buat kk adalah : verdict/keputusan yg dicapai dari suatu event pengadilan itu kan didalam kategori, yg ibarat katanya : [guilty] OR [not guilty]. Nah... secara event duniawi itu sendiri kan sepanjang yg kita ketahui... yang [guilty] itu punishment-nya ber-variasi (misal penjara selama 5 taon, 12 taon, hukuman mati, hukuman denda, dlsb).

Oleh karena itu, secara khayalan kk ... (imo) :
bagi yang [guilty] ---> masuk neraka .... NAMUN panasnya api yg dirasakan [body] para jiwa itu sendiri berbeda-beda tergantung separah apa [guilty]nya masing2 ybs.

dilain sisi,
bagi yang [not guilty] ---> masuk sorga ... DAN disini terjadi yg orang2 bilang Bema Seat of Christ.
So... reward yg diterima [body] para jiwa itu sendiri juga berbeda-beda.
Lukas 12:47-48, kk

Luk 12:47    Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."


makasih atas penjelasan diatas. Utk yang "kasus spesial" ini mungkin kita loncatin aja dulu kali yah SdT  :happy0062:
so... kita berfokus yg di "kasus general"  :happy0062:
okay kk.. oya wa ijin menambahkan lg ya... konsep SdT:

1. Sanctification itu begini: Jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.
2. Durhaka itu begini: Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik--apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berobah setia dan karena dosa yang dilakukannya.

Menabur itu hanya ketika sso belum almarhum.. sedangkan aplikasinya;
a. perihal terhitung sbg menabur: ketika sso belum almarhum, bisa untuk terhitung sbg mengamalkan poin 1 ataupun poin 2.
b. perihal kapan menuai konsekwensi atas apa yg ditabur; ada yg dituai sblm almarhum, ada yg dituai stlh almarhum.

Sedangkan stlh almarhum itu hanya menuai, gak ada kesempatan lg untuk terhitung sbg poin 1..
dgn kata lain; mengalami kondisi purgatory itu bukan terhitung sbg poin 1, melainkan sbg menuai konsekwensi atas apa yg ditabur sampe menjadi "roh-roh orang benar yg telah sempurna (cf. Ibr 12:23)" krn stlh mati, udah gak ada kesempatan tuk terhitung sbg poin 1.



« Last Edit: September 01, 2015, 04:20:46 PM by Seek d Truth »
Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
September 01, 2015, 04:31:32 PM
Reply #55
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8052
  • Denominasi: Newbie Baru Belajar
...
Yang menarik disini buat kk adalah : verdict/keputusan yg dicapai dari suatu event pengadilan itu kan didalam kategori, yg ibarat katanya : [guilty] OR [not guilty]. Nah... secara event duniawi itu sendiri kan sepanjang yg kita ketahui... yang [guilty] itu punishment-nya ber-variasi (misal penjara selama 5 taon, 12 taon, hukuman mati, hukuman denda, dlsb).

Oleh karena itu, secara khayalan kk ... (imo) :
bagi yang [guilty] ---> masuk neraka .... NAMUN panasnya api yg dirasakan [body] para jiwa itu sendiri berbeda-beda tergantung separah apa [guilty]nya masing2 ybs.

dilain sisi,
bagi yang [not guilty] ---> masuk sorga ... DAN disini terjadi yg orang2 bilang Bema Seat of Christ. So... reward yg diterima [body] para jiwa itu sendiri juga berbeda-beda.
setuju kk, reward/hukuman berbeda2.... makanya imo; ayat ini berposibilitas dijadikan dasar tuk konsep hukuman berbeda2 berat/ringannya sbb:
Mat. 11:24   Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu."



Pertanyaan kk yg ijo  :char11:
Namun tentunya perlu dikonfirmasi dulu mengenai bener/kagak-nya penangkepan kk di orange berdasarkan masukan SdT tsb.
ya kira2 demikian kk, sedangkan ttg (ada subyek, obyek - masih perlu waktu tuk menegaskan posisi SdT, kk), sebab in a sense bisa dikatakan demikian, namun kalo dilihat dari sudut pandang lain, bisa juga dikatakan (ada subyek, ada obyek)

Repentance and humility establish the soul. Charity and meekness strengthen it.
- Monk Evagrius
September 02, 2015, 09:43:27 AM
Reply #56
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12934
    • fossil coral cantik

Dengan anggapan bhw pulgatory eksis untuk manusia sejak adam sampai ahir dunia, maka faktor waktu akan sangat menentukan bro :cheesy: :cheesy:
Mungkin ada baiknya juga kita coba "tebak" kira2 begimana itu sikon para-penghuni bumi diketika dan setelah K-1000 berlalu kali yah wilef ?

Sepanjang yg saya ketahui, penghuni K-1000 itu isinya orang2 "oke" punya. IMO, disini "kritis" utk mematok asumsi para "oke" tsb itu kayak begimana ... apakah semuanya orang2 yg sudah bangkit berTK ? ataukah ada kombinasi antara yg berTK dgn manusia2 biasa yg belon wafat ?

Anyway, mengingat bhw setelah habis masa K-1000, para "kuntilanak" dilepaskan dari penjaranya utk beberapa saat masih ada orang yg tersesat atas hasil penyesatan para kuntilanak ini ... maka kesimpulan saya penghuni K-1000 itu kombinasi antara para mortal dan immortal.

Selanjutnya ya mao gak mao didalam asumsi maksa  :char11:, yakni : para mortal yg tersesat, tidak lagi mempunyai kesempatan bertobat ---atopun mungkin juga--- sekali mereka tersesat, "secara otomatis" ybs itu sendiri gak ingin bertobat, mereka memilih bergabung dgn para kuntilanak.

Masih dalam asumsi maksa : (berpatokan pada kitab Wahyu - saya ga ngliat kitab Daniel)
(9) Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka,

Kalo diliat dari kisah diatas, sepertinya tidak ada kesempatan sedikitpun para pengepung disitu berhasil membunuh para yang dikepung, dan sepertinya kemungkinan memang tidak ada lagi waktu utk sempet-sempetnya bertobat bagi para pengepung mengingat mereka langsung disate  :char11:

Kisah di ayat atas "segera" (entah segera ato kagak the real event-nya, pokok dikisah tsb begitu dah) dilanjuti dimana terjadi event kebangkitan global. So... kesimpulan-nya orang2 yg dikepung tsb langsung berubah berTK.

Sampe sini kayaknya "persoalan" pertanyaan kita beres, namun ternyata nggak  :cheesy:.
IMO, perlu juga dibikin patokan asumsi, apakah para mortal itu hidup berumur panjang spt manusia2 di jaman PL ada yg idup ampe berumur 900 taon.

Kembali lagi pake asumsi maksa :
Para mortal yg masuk K-1000 berumur panjang, beranak pinak, dan semua para mortal ini bertahan hidup (tidak ada yg wafat) s/d masa K-1000 habis. So.... mereka yg tidak bergabung dgn kuntilanak, setelah pengepungan yg gagal, mereka ini semua menjadi berTK.

alternatif lain :
mereka tidak berumur panjang, ada yang mati di taon ke 999 ... namun pertanyaannya : adakah mereka berbuat dosa sewaktu hidup di masa K-1000 tsb ? Adakah perihal "jahat" di masa K-1000 tsb ? (jangan lupa, kuntilanak saat itu lagi beranak di penjara). So, asumsi maksanya adalah : tidak ada dosa di masa K-1000. Nah... dengan demikian para mortal yg wafat di masa K-1000 memang tidak ada yg kena konsekwensi Purgatory.

Kesimpulan sementara, konsekwensi Purgatory "nihil" di hari pertama masa K-1000. Namun (imo) ini masih juga perlu ditelusuri mengenai "bagaimana dgn orang2 yg wafat 1 hari sebelum masa K-1000 ?".
Ah... cape... mending langsung aja berpendapat, itu 1000 taon udah cukup dalam mengalami konsekwensi Purgatory bagi jiwa yg wafatnya 1 hari sebelon masa K-1000. Hahahaha....  ;D :cheesy: :char11:


Quote
Jika kita mengatakan bhw kejadiannya adalah ttg roh shg tdk terikat waktu, maka konsekuensi logisnya pulgatory adalah kekal.

atau apakah saya salah memahami? CMIWW
Kayaknya wilef salah memahami deh.

Sepanjang yg saya tangkep dari penjelasan SdT, purgatory itu ibarat "karma" (SdT pake istilah TaburTuai). IMO (versi oda - entah versi Katolik), jiwa yg wafat tidak akan bisa "escape" dari segala "memori" semasa hidup di bumi. Semakin ybs "nempel" ke perihal keduniawian (and/or perihal jahat - busuk di hati) semasa hidupnya - semakin "lama" dia bercokol di tahap transisi ini  ---ViceVersa--- semakin ybs "nempel" ke perihal kerohanian (and/or perihal baik - hati yg bersih) - semakin "cepet" dia berpindah dari tahap transisi ini.

Dilain sisi, kadang saya ada denger bhw orang2 yg ditinggal wafat sanak-saudara nya ... ini mereka diminta supaya bisa segera "melepas" dgn ikhlas kepergian mereka. Tebak2an saya, mungkin ini ada koneksinya dgn Mind jiwa yg wafat tsb. So... selain perihal ungu, mungkin juga ada tambahan faktor lain berupa "tarikan" dari Mind yg masih hidup di bumi shg menyebabkan jiwa tsb "lama" bercokol di masa transisi ini.

:)
salam.
« Last Edit: September 02, 2015, 10:03:14 AM by odading »
September 02, 2015, 09:53:49 AM
Reply #57
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12934
    • fossil coral cantik
Dalam banyak hal cara berpikir kita sama, hanya @oda sbg orang Non-K lebih bebas mengekspresikannya dibanding saya yg K (takut disebut sesat ;D :cheesy: :cheesy:)
Ya... saya mengerti, wilef  :happy0062:


Quote
IMO jika daun itu konteksnya dikaitkan / disetarakan dgn api penyucuian rasanya kurang pas karena
api penyuciankan hanya sekali, sementara makan daon bisa berkali-kali?
Siapa tau makan daon berkali-kali itu ya karena emang belon "sembuh" ? hehehe....  :char11:

btw, wilef sempet gak terpikir mengenai ilustrasi warna ijo saya di post #42 ?
Apakah jawaban wilef = warna ungu di post tsb ?

:)
salam.
September 02, 2015, 10:01:36 AM
Reply #58
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12934
    • fossil coral cantik
Matius 25:31-46, kk.. yg "memisahkan domba dari kambing"
sip... so ini semacem kategori [guilty] - [not guilty] kayaknya yah...  :happy0062:


Quote
Menabur itu hanya ketika sso belum almarhum.. sedangkan aplikasinya;
a. perihal terhitung sbg menabur: ketika sso belum almarhum, bisa untuk terhitung sbg mengamalkan poin 1 ataupun poin 2.
b. perihal kapan menuai konsekwensi atas apa yg ditabur; ada yg dituai sblm almarhum, ada yg dituai stlh almarhum.

Sedangkan stlh almarhum itu hanya menuai, gak ada kesempatan lg untuk terhitung sbg poin 1..
dgn kata lain; mengalami kondisi purgatory itu bukan terhitung sbg poin 1, melainkan sbg menuai konsekwensi atas apa yg ditabur sampe menjadi "roh-roh orang benar yg telah sempurna (cf. Ibr 12:23)" krn stlh mati, udah gak ada kesempatan tuk terhitung sbg poin 1.
Ya... kayaknya kira kira kk lumayan nangkep dari penjelasan SdT. Secara kebetulan, walopun nggak sama percis blekplek ... sebelon kk tau lebih banyak mengenai Purgatory dari SdT disini, ternyata secara "konsep" tersendiri di pov kk memang udah mirip2 pengertiannya spt yg SdT jelaskan.

Sip deh.
Makasih atas penjelasan dan masukan2 dari SdT.

:)
salam.
September 02, 2015, 12:57:12 PM
Reply #59
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1792
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
Mungkin ada baiknya juga kita coba "tebak" kira2 begimana itu sikon para-penghuni bumi diketika setelah K-1000 berlalu kali yah wilef ?

Sepanjang yg saya ketahui, penghuni K-1000 itu isinya orang2 "oke" punya. IMO, disini "kritis" utk mematok asumsi para "oke" tsb itu kayak begimana ... apakah semuanya orang2 yg sudah bangkit berTK ? ataukah ada kombinasi antara yg berTK dgn manusia2 biasa yg belon wafat ?

Bro oda, jika kita cermati kisah di wahyu, maka K-1000 adalah peristiwa sebelum YB.
Sesat sebelum K-1000,:
Yg masih hidup  dan Yg sdh mati dan beriman dibangkitkan untuk ikut memerintah dlm K-1000

Quote from:  
Anyway, mengingat bhw setelah habis masa K-1000, para "kuntilanak" dilepaskan dari penjaranya utk beberapa saat masih ada orang yg tersesat atas hasil penyesatan para kuntilanak ini ... maka kesimpulan saya penghuni K-1000 itu kombinasi antara para mortal dan immortal.

IMHO pendapat bro oda benar, yaitu penghuni K-1000 ada dua kelompok yaitu kelompok pemerintah yg immortal (asumsi karena ada unsur sdh mati lalu bankit pada kebangkitan pertama) dan kelompok “rakyat” yg mortal (objek dari penyesatan  pasca K-1000 = K-1000+).

“Wah 20:6 Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya 20:7 Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, 20:8 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. 20:8 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut.”

Quote from:  
Selanjutnya ya mao gak mao didalam asumsi maksa  :char11:, yakni : para mortal yg tersesat, tidak lagi mempunyai kesempatan bertobat ---atopun mungkin juga--- sekali mereka tersesat, "secara otomatis" ybs itu sendiri gak ingin bertobat, mereka memilih bergabung dgn para kuntilanak.

Masih dalam asumsi maksa : (berpatokan pada kitab Wahyu - saya ga ngliat kitab Daniel)
(9) Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka,

Kalo diliat dari kisah diatas, sepertinya tidak ada kesempatan sedikitpun para pengepung disitu berhasil membunuh para yang dikepung, dan sepertinya kemungkinan memang tidak ada lagi waktu utk sempet-sempetnya bertobat bagi para pengepung mengingat mereka langsung disate  :char11:

Secara tertulis memang tdk dinyatakan bhw ada peluang bertobat bagi para mortal, tapi dalam logik saya, saya meyimpulkan dan memahaminya  sbb:

Pada K-1000+ ada unsur :
pemerintah / immortal dari K-1000,
 rakyat mortal dari K-1000
Kuntilanak-kuntilanak (pake istilah oda) yg baru dilepas.

Kuntilanak kan dilepas untuk menyesatkan, berati objeknya belum sepenuhnya sesat, maka masih ada diantara mereka yg berpeluang untuk bertobat sehingga rakyat mortal pada k-1000 akan terbagi dua yaitu masuk kelompok penyerang yg ahirnya seketika dibinasakan dan mungkin kelompok yg ahirnya masuk “orang-orang  kudus”


Quote from:  

Kisah di ayat atas "segera" (entah segera ato kagak the real event-nya, pokok dikisah tsb begitu dah) dilanjuti dimana terjadi event kebangkitan global. So... kesimpulan-nya orang2 yg dikepung tsb langsung berubah berTK.

Istilah TK untuk orang orang yg bangkit pada event ini saya maknai bukan Tubuh Kemuliaan tapi IMHO adalah Tubuh Kebinasaan.

REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)