Author Topic: diketika sso beragama Kristen  (Read 4189 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 07, 2015, 12:01:21 PM
Reply #110
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12959
    • fossil coral cantik
Sebenernya pemikiran saya ini sederhana kok, tinggal diambil secara ilustrasi bibit tanaman aja - lalu ditambahin faktor manusia-nya sbg si tukang kebon dan faktor manusia laen sbg tukang nilai.

krono-nya :
Tukang nilai menilai bibit yg dimiliki si tukang kebon BUKAN bibit palsu, bibit2an terbuat dari plastik atopun bibit yg tidak mempunyai posibilitas bertumbuh. So... bibit adalah ya yg memang bibit, didalam posibilitas bisa tumbuh - bisa juga menjadi mati. Bibit ditaroh didalam tanah.

Tukang kebon nggak "work" itu lahan yg ada bibit tsb ---> probabilitas bibit menjadi mati naek.
Pabila tukang kebon terus meneruss nggak "work" ---> bibit bisa bener2 jadi mati ---> so, setelah bener2 mati, there's nothing to expect here. Apapun yg tukang kebon lakukan, kasih pupuk kek - rajin nyiremin kek, dlsb ... ya ga bakal muncul itu tanaman.

Tukang kebon "work" itu lahan ---> probabilitas bibit menjadi bertumbuh naek.
Pabila tukang kebon terus menerus "work" ---> bibit mulai bertunas ---> setelah ini :
Pabila tukang kebon terus menerus "work" ---> tanaman mulai makin jadi ---> dst dst ...
s/d akhirnya tanaman mencapai "final"nya sbg tumbuhan dewasa. NAMUN... masih tetep aja diperlukan si tukang kebon terus menerus "work" pd tumbuhan dewasa ini agar segar terus, idup terus nggak sampe mati.

Pabila eksis tukang kebon nggak "work" itu tanaman yg sudah bertumbuh selama sekian kurun waktu, maka probabilitas tanaman menjadi mati naek. Pabila tukang kebon [nggak "work" itu tanaman] ampe kelamaan, di titik waktu tertentu tanaman menjadi mati.

Quote
Apakah  ‘Iman yg kosong” atau ‘Iman yg mati”,  bisa menghasilkan “justified”?
Sekali lagi, JUSTRU karena berangkat awalnya itu adalah BUKAN Iman yang mati, Iman yg notGenuine, palsu, iman-imanan maka posibilitas justification itu sendiri baru bisa eksis, wilef.

Begimana itu ceritanya dgn berangkat pada adanya bibit-bibitan terbuat dari plastik yg ada didalam lahan, e eh si tukang nilai "mempersiapkan" perihal justification atas work si tukang kebon sementara there's nothing to expect pada bibit plastik utk bertumbuh ?


Quote
Yang dipercaya  para “saudara2ku” ini adalah Injil yg telah ditafsirkan secara salah.
KARENA para "saudara2ku" disitu memang dari sononya berbibit plastik (beriman palsu) --atopun--- berbibit yg pada dasarnya emang impossible utk tumbuh (beriman mati), begitu kan maksud wilef ? Setidaknya demikianlah yg saya tangkep dari tulisan2 wilef  :char11:. Please CMIIW.



Sementara wilef tulis :
Quote
Padahal yakobus mengatakan secara tegas “ MATI.
Nah yg saya mao kemukakan mengenai pendapat saya adalah justru bertentangan dengan yg wilef pendapati spt orange tsb .... IMO, di pov Yakobus saat itu : iman "saudara2ku" disitu BUKAN iman yang mati, wilef.

Yakobus menggunakan kosakata [mati] itu sbg suatu istilah/sebutan ... dimana sikonnya adalah [sedang menuju kematian] pabila tidak ada "work", TAPI belon bener2 mati. (krono ijo dari ilustrasi saya diatas).

Begitu maksud saya wilef  :happy0062:
October 07, 2015, 12:06:57 PM
Reply #111
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1794
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
FT yang mana ya wilef ? Sepanjang yg saya ketahui, FT itu bisa didalam dua model :
1. suatu kabar / suatu nubuat / suatu pemberitahuan / suatu janji dimana disini tidak diperlukan terlibatnya suatu aksi perbuatan baik, melainkan cukup percaya aja.

2. suatu perintah/suruhan dimana disini diperlukan terlibatnya suatu aksi perbuatan baik.
Jangan ketularan perilaku rekan yg K yg punya kebiasaan memilah-milah FT sesuai seleranya.
FT adalah keseluruhan 1 dan 2

Quote from:  

Dan mungkin wilef juga udah bisa nebak, saya berpendapat bhw poin-2 itu tidak mungkin diaplikasikan selama point-1 itu sendiri tidak/belon terpenuhi. Contoh misalnya, ya itu dah... orang beragama konghucu kok disuruh menaati perintah Yesus utk melakukan perbuatan kasih ?  :rolleye0014:

Nah begitulah

Quote from:  

Dengan demikian,
bagi yg beragama konghucu (point-C) ---> FT-nya adalah yg point-1
bagi yg beragama Kristen (point-A dan B) ---> FT-nya adalah yg point-2

 ya...coklat sikonnya.
Begimana menurut wilef mengenai hal ini ?

sepakat dlm pengertian bhw untuk C,  tdk sempat masuk ke poin 1 dan pasti tdk pernah juga sampai ke poin 2.
Untuk A dan B yg sdh kadung sampai pada 1, agar berhenti disitu dan kalau memnungkinkan agar mundur shg ingkar poin 1.

Quote from:  
Nah itu... saya juga sependapat ama wilef.

 Nah ini... yang bold itu secara didalam pengertian begimana ?

- "orang K" yg beragama konghucu
- orang K baik yg sudah dibaptis maupun belon dibaptis
Tdk ada unsur Konghucu, yg ada adalah Orang K dgn doktrin yg salah akibat salah penafsiran baik yg sdh dibaptis maupun yg belum.

 
Quote from:  
oke...
 oke...
 Nah... Secara patokan asumsi di pov ajaran Kristen, yang dipake yang mana wilef ?

p. apapun itu sikonnya, si ybs disebut sbg a (Believer)
q. gak jelas - ngambang - ga punya patokan karena mesti ditungguin dulu sikon yg kayak begimana nantinya yg keliatan diketika ybs wafat.
Nah ini sebenarnya otoritas Allah/ Yesus.
Secara di Pov manusia, ya setiap yg beragama Kristen secara Formal dan sdh dibaptis disebut sbg  “a” (believer), dan yg beragama lain (semua yg tdk dibaptis) ya bukan believer.

Namun, Dlm alkitab ada contoh yg percaya diri bhw ybs selamat, namun faktanya ditolak/tdk dikenal,

sebaliknya

Org yg merasa tdk layak.... diterima.


Jika kita bisa melakukan “kalibrasi” thdp standard kita berdasarkan standard Allah secara prresisi, maka barulah kita bisa menentukan seseorang benar-benar “a”  atau bukan.


Menurut Allah sesuai nats di Alkitab siapaun yang "percaya" pasti selamat (itu pasti)

Namun standard “percaya “ yg dimaksud oleh Allah bagaimana?

apakah oda tau? yg jelas wilef tdk tau

Shg bagi yg K (munurut wilef yg tdk tahu ttg standard Allah ttg "percaya")

Manusia tdk bisa memastikan bhw seseorang itu sdh sesuai dgn standard Allah, paling-paling hanya sebatas penafsiran yg cenderung salah.

berdasarkan penafsirannya thdp standard Allah, mka dia mengklaim dirinya selamat( bagi saya ini adalah arogansi)



Quote from:  
justru maksud saya "dipersempit" diketika wilef brpndpt mengenai oda : "saya tidak tau yg sebenernya" ---> (imo) ini logiknya adalah : oda itu sendiri adalah sbg sso yg beriman percaya kepada Yesus dan sudah dibaptis di pov wilef.

Yup

 
Quote from:  

Adalah jadi aneh pabila wilef tau bhw oda ini beragama konghucu (baptisan so pasti nihil disini) namun wilef berpndpt "saya tidak tau yg sebenernya" sementara padahal wilef tau yg sebenernya, yakni oda itu bukan orang yg beriman percaya kepada Yesus ([palagi terkait perihal baptisan).

Iya nggak wilef ?

bersambung

Yaup,   

Terkait  secara husus dgn  status  @Oda, yg mengaku blm baptis dan NonK, maka saya bisa pastikan  @oda bukanlah "a " (saya sangat menyayangkan hal ini)

Mungkin dalm ukuran “percaya” bisa saja percayanya oda > percaya wilef,

Namun ada hal yg tdk dipenuhi oleh @oda, yg sayangnya  itu bersifat mandatory yaitu baptis dan pengakuan.

Tentang wilef, bisa saja wilef sesungguhnya cuma gembar-gembor, atau salah tafsir

REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
October 07, 2015, 12:11:52 PM
Reply #112
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12959
    • fossil coral cantik
Mengoreksi iman org tersebut, shg menjadi “iman yg benar dan hidup;” dan membenarkan (menghasilkan “justified”)
Oleh karena itu saya masih tidak mengerti, wilef.

Sementara wilef sendiri bilang :
Quote
yakobus mengatakan secara tegas “ mati.
So... dengan tegas Yakobus menyatakan bhw "saudara2ku" disitu beriman mati ... tidak didalam posibilitas bertumbuh ....

maka timbul pertanyaan di benak saya :
MAO NGAPAIN Yakobus mengoreksi orang tsb, wilef ?

Idem ilustrasi bibit saya.
Idem ilustrasi saya sbg guru/pengajar

Mao ngapain si tukang nilai mengkoreksi si tukang kebon krn si tukang kebon ini gak ada work, sementara bibitnya adalah bibit plastik ?

Mao ngapain saya melanjutkan ngajar itu murid, sementara saya sendiri berangkatnya udah menyatakan bhw si murid itu pada dasarnya ---emang dari sononya--- orang bodoh ?

:)
salam.
October 07, 2015, 01:17:52 PM
Reply #113
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1794
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
IMO, Yakobus memberikan dua perbandingan mengenai iman yang tanpa perbuatan :

iman tanpa perbuatan = iman yg mati
iman tanpa perbuatan = iman yg kosong

Iman tanpa perbuatan adalah mati/ Kosong adalah suatu law.

Artinya jika seseorg mengaku beriman, namun tdk pernah ada “ works”, maka iman tsbt adalah (akan) mati.

saya membedakannya  dgn Iman yg belum ada “ works”, untuk yg ini diharapkan spy segera muncul “works”

Quote from:  
Nah... kalo sekarang kita balik :

perbuatan tanpa iman = ???
(imo) perbuatan yg mati - perbuatan yang kosong

Tidak dipermasalahkan, karena org tdk beriman tdk salah bila berbuat baik, namun bagi ybs tdk memperoleh keselamatan.

Quote from:  
Selanjutnya kita bikin pertanyaan :
possible-kah perbuatan eksis alone tanpa adanya iman ? (works only)

sangat poosible (contohnya mesin)

Quote from:  
possible-kah iman eksis alone tanpa adanya perbuatan ? (faith only)

Ini diragukan oleh Yakobus, shg ditanntang bagaimana cara menunjukkan Iman tersebut
Saya sependapat dgn Yakobus

Quote from:  

 justru karena memang iman itu menjadi bertumbuh pabila "bekerja sama" dgn perbuatan --->

English Standard Version
You see that faith was active along with his works, and faith was completed by his works;

New International Version
You see that his faith and his actions were working together, and his faith was made complete by what he did.

So...
Q : when faith was NOT completed by his works, jadinya begimana ?
A : ya faith yg nggak bertumbuh.
Q : faith itu sendiri eksis ato kagak ?
A : eksis

Bhw Iman yg belum ada “works”, jangan dianggap serta merta sdh mati atau sdh tdk ada.

Tapi jika dibiarkan terus menerus tanpa “works”, maka iman tsbt ahirnya akan mati bersamaan dgn matinya org tersebut.

Contoh, illustrasi

saya makan sayur tanpa garam, maka sayurnya tdk bisa digaramin lagi.
 :cheesy:
Beda dgn, sayur ini belum “bergaram”, masih bisa dikasih garam dan hasilnya enak.  :afro:

Quote from:  
Begimana itu ceritanya mengharapkan "iman yang bertumbuh" sementara si ybs itu sendiri telah dipendapati sama sekali tidak mempunyai iman to begin with ?

Begimana itu ceritanya mengharapkan "bibit yg bertumbuh" sementara didalam tanah itu sendiri sama sekali tidak terdapat bibit to begin with ?

Imannya ada, namun Iman yg salah karena penafsiran yg salah.

Dalam “saudara2ku” bukan “tdk ada works”, namun “belum ada works”

Setelah dinasehati possibilitas untuk melakukan “works” kan masih tinggi

Jadi  Iman tsbt hrs diperbaiki dulu, lalu timbul Iman yg benar, dan selanjutnya bertumbuh

Quote from:  

Begimana itu ceritanya mengharapkan "bibit yg bertumbuh" sementara didalam tanah itu sendiri yg terdapatnya adalah bibit yang tidak bisa bertumbuh ?

Jika diibaratkan bibit, maka bibitnya perlu diperbaiki (mungkin tdk perlu mengganti bibit)

Quote from:  

 So maksudnya si Yakobus itu menurut wilef dia itu lagi cuma ngasih tau ya ? ibaratnya begini :

jadi... tanah yg gak ada bibitnya sama sekali ... ya there's nothing to expect [jreng! tiba2 ada sesuatu yg tumbuh], sodara sodara.

atau

jadi ..., tanah yg terdapat bibit yg ga bisa bertumbuh (bibitnya busuk, bibit palsu, bibit2an) ... ya there's nothing to expect [jreng! tiba2 ada sesuatu yg tumbuh], sodara sodara.

Tdk,

Yakobus  mengingatkan, jika iman yg seperti itu dipertahankan, maka ahirnya akan mati
Shg Yakobus mengharapkan/ menghimbau agar mereka berubah shg Imannya tdk mati.

Quote from:  

 IMO, state [Mati]  tidak bisa dikaitkan ke perihal sempurna/tidak_sempurna, wilef. There's nothing to expect pabila didalam tanah itu terdapat bibit yg busuk ga bisa tumbuh, atopun bibit2an terbuat dari plastik ... begimana pula jadi dikatakan "tidak sempurna" sementara tidak ada sama sekali sesuatu yg didalam posibilitas bisa menjadi sempurna sbg sebuah tanaman dewasa to begin with ?

Semuanyakan masih in progress, belum ada yg sdh final.
Iman nya juga belum mati, bibitnya masik OK jika sdh menerima pupuk dari Yakobus,

mati  hanya jika keadaanya terus dibiarkan begitu.


Bersambung..(a)
REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
October 07, 2015, 01:19:16 PM
Reply #114
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1794
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
a... sambungan

Quote from:  

 pertanyaannya, si "saudaraku" ini punya faith (alone) yg memang didalam posibilitas bertumbuh ato kagak, wilef ?

pasti, dong

jika tdk ya seperti kata Oda, ngapain Yakobus buang-buang waktu ngingatin org yg sdh mati.

Quote from:  

Wilef slalu menekankan mengenai state [Mati].

Tapi matinya bukan “sudah dan sedang “, namun baru “akan” sesuai "law"oda
 ;D :cheesy:


Quote from:  

Dan yg saya sedang mau kemukakan adalah : itu BUKAN state [Mati], melainkan suatu kondisi yg di istilahkan/disebut [Mati].

Kondisi AWALnya sendiri adalah suatu posibilitas :
1. menjadi tidak bertumbuh - lama kelamaan mati
2. menjadi bertumbuh dan possible selanjutnya terus bertumbuh
3. menjadi bertumbuh dan possible berhenti tidak bertumbuh - lama kelamaan mati.

bersambung

Persis 3 kondisi inilah yg wilef pikirkan,
dan ternyata oda sedlalu  bererapa langkah didepan  wilef:afro: :afro:
REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
October 07, 2015, 01:37:59 PM
Reply #115
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1794
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
Sebenernya pemikiran saya ini sederhana kok, tinggal diambil secara ilustrasi bibit tanaman aja - lalu ditambahin faktor manusia-nya sbg si tukang kebon dan faktor manusia laen sbg tukang nilai.

krono-nya :
Tukang nilai menilai bibit yg dimiliki si tukang kebon BUKAN bibit palsu, bibit2an terbuat dari plastik atopun bibit yg tidak mempunyai posibilitas bertumbuh. So... bibit adalah ya yg memang bibit, didalam posibilitas bisa tumbuh - bisa juga menjadi mati. Bibit ditaroh didalam tanah.

Tukang kebon nggak "work" itu lahan yg ada bibit tsb ---> probabilitas bibit menjadi mati naek.
Pabila tukang kebon terus meneruss nggak "work" ---> bibit bisa bener2 jadi mati ---> so, setelah bener2 mati, there's nothing to expect here. Apapun yg tukang kebon lakukan, kasih pupuk kek - rajin nyiremin kek, dlsb ... ya ga bakal muncul itu tanaman.

Tukang kebon "work" itu lahan ---> probabilitas bibit menjadi bertumbuh naek.
Pabila tukang kebon terus menerus "work" ---> bibit mulai bertunas ---> setelah ini :
Pabila tukang kebon terus menerus "work" ---> tanaman mulai makin jadi ---> dst dst ...
s/d akhirnya tanaman mencapai "final"nya sbg tumbuhan dewasa. NAMUN... masih tetep aja diperlukan si tukang kebon terus menerus "work" pd tumbuhan dewasa ini agar segar terus, idup terus nggak sampe mati.

Pabila eksis tukang kebon nggak "work" itu tanaman yg sudah bertumbuh selama sekian kurun waktu, maka probabilitas tanaman menjadi mati naek. Pabila tukang kebon [nggak "work" itu tanaman] ampe kelamaan, di titik waktu tertentu tanaman menjadi mati.
 Sekali lagi, JUSTRU karena berangkat awalnya itu adalah BUKAN Iman yang mati, Iman yg notGenuine, palsu, iman-imanan maka posibilitas justification itu sendiri baru bisa eksis, wilef.

Begimana itu ceritanya dgn berangkat pada adanya bibit-bibitan terbuat dari plastik yg ada didalam lahan, e eh si tukang nilai "mempersiapkan" perihal justification atas work si tukang kebon sementara there's nothing to expect pada bibit plastik utk bertumbuh ?

Saya sependapat dgn Oda, hanya kita menggambarkannya dgn kata-kata yg berbeda.
Bandinggakn dgn post saya di reply#113

Quote from:  


 KARENA para "saudara2ku" disitu memang dari sononya berbibit plastik (beriman palsu) --atopun--- berbibit yg pada dasarnya emang impossible utk tumbuh (beriman mati), begitu kan maksud wilef ? Setidaknya demikianlah yg saya tangkep dari tulisan2 wilef  :char11:. Please CMIIW.

Mungkin ada miss dlm penjelasanan saya sebelumnya yg terlalu fokus pada istilah” mati”.



Quote from:  

Sementara wilef tulis : Nah yg saya mao kemukakan mengenai pendapat saya adalah justru bertentangan dengan yg wilef pendapati spt orange tsb .... IMO, di pov Yakobus saat itu : iman "saudara2ku" disitu BUKAN iman yang mati, wilef.

Yakobus menggunakan kosakata [mati] itu sbg suatu istilah/sebutan ... dimana sikonnya adalah [sedang menuju kematian] pabila tidak ada "work", TAPI belon bener2 mati. (krono ijo dari ilustrasi saya diatas).

Begitu maksud saya wilef  :happy0062:

OK setuju

Iman org tersebut belum kategori "tdk ada work", namun baru "belum ada work"

Diskusi ini hampir menuju ke satu titik temu :D :afro:
REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
October 07, 2015, 01:44:47 PM
Reply #116
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1794
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
Oleh karena itu saya masih tidak mengerti, wilef.

Sementara wilef sendiri bilang : So... dengan tegas Yakobus menyatakan bhw "saudara2ku" disitu beriman mati ... tidak didalam posibilitas bertumbuh ....

Yakobus mengatakan bhw Iman mereka dlm "possibilitas" mati ;D :D
 shg perlu ada perubahan

Quote from:  
maka timbul pertanyaan di benak saya :
MAO NGAPAIN Yakobus mengoreksi orang tsb, wilef ?

Idem ilustrasi bibit saya.
Idem ilustrasi saya sbg guru/pengajar

Mao ngapain si tukang nilai mengkoreksi si tukang kebon krn si tukang kebon ini gak ada work, sementara bibitnya adalah bibit plastik ?

Bibitnya perlu diperbaiki (bibit dlm hal ini adalah pengajarannya)

Quote from:  
Mao ngapain saya melanjutkan ngajar itu murid, sementara saya sendiri berangkatnya udah menyatakan bhw si murid itu pada dasarnya ---emang dari sononya--- orang bodoh ?

:)
salam.

saya hanya salah menafsirkan "dari sononya"

sebenarnya tdk ada maksud saya bhw murid itu terlahir dgn atribut "bodoh",

namun murid itu emang "benar-benar bodoh" dan kebodohannya terjadi  karena perilakunya sendiri

Begitu oda

sebenarnya dlam banyak hal kita "sependapat", hanya  cara menggambarkannya dgn cara yg berbeda ;D :afro:
REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
October 07, 2015, 03:21:11 PM
Reply #117
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12959
    • fossil coral cantik
Jangan ketularan perilaku rekan yg K yg punya kebiasaan memilah-milah FT sesuai seleranya.
idih... enak aja. Saya nggak lagi memilah-milah loh ... :) namun menyampaikan pendapat bhw FT itu sendiri bisa terdiri dari 2 model ... yg satu nggak diperlukan suatu aksi perbuatan2 baik thdp sesama - melainkan percaya aja cukup..... yg satu lagi diperlukan suatu aksi perbuatan2 baik thdp sesama.

Quote
Nah ini sebenarnya otoritas Allah/ Yesus.
Secara di Pov manusia, ya setiap yg beragama Kristen secara Formal dan sdh dibaptis disebut sbg  “a”
termasuk sso yg tidak beragama lain apapun, berKTP Kristen dan ada menghadiri kebaktian Gereja namun belon dibaptis ... juga disebut "a" (Believer)


Quote
Jika kita bisa melakukan “kalibrasi” thdp standard kita berdasarkan standard Allah secara prresisi, maka barulah kita bisa menentukan seseorang benar-benar “a”  atau bukan.


Menurut Allah sesuai nats di Alkitab siapapun yang "percaya" pasti selamat (itu pasti)

Namun standard “percaya “ yg dimaksud oleh Allah bagaimana?

apakah oda tau? yg jelas wilef tdk tau
secara pov Allah, ya tentunya saya juga tidak tau.

Namun (imo) selain standard "iman percaya" yg penilaian-nya dari pov Allah ... manusia juga dikasih wewenang memberikan standard penilaian yakni mengenai "Firman2/perintah2 selanjutnya" setelah sso itu otentik secara pov manusia sbg orang yg beriman percaya kepada Allah, yakni stlh event pembaptisan.


Saya setuju pada kalimat wilef yg ungu.
NAMUN, ungu itu saya tempatkan didalam suatu kondisi tertentu, misal penjahat di salib.

Pabila sikon-nya gak spt model penjahat di salib, maka ada itu kelanjutan-nya ... yakni di sisa hidupnya, si ybs disuruh bertekun didalam iman dan ketaatannya pada firman/suruhan2 yg ada.


Quote
Manusia tdk bisa memastikan bhw seseorang itu sdh sesuai dgn standard Allah, paling-paling hanya sebatas penafsiran yg cenderung salah.
penafsiran/pendapat yg orang pendapati "cenderung salah" itu adalah berupa pendapat/penafsiran yg kayak sbb : (imo) setelah sso beriman percaya, maka tidak ada kelanjutan-nya yg berupa ungu. Buktinya tuh keliatan di sikon model penjahat di salib. Nah... sikon penjahat di salib yg cuma beda bbrp jam kemudian mati masuk Firdaus tanpa adanya perbuatan2 baik thdp sesama ---> ini dijadiin patokan dan lalu  diaplikasikan ke sikon yg tidak bermodel penjahat di salib. So, tidak ada itu kelanjutan-nya yg berupa ungu - sekalipun setelahnya itu masih idup seribu taon lagi.

Quote
berdasarkan penafsirannya thdp standard Allah, mka dia mengklaim dirinya selamat
Kalo saya... saya berpendapat : adalah tidak salah dia mengklaim dirinya selamat. Namun sikon "selamat" itu sendiri BUKAN yg didalam pengertian : "I'm saved (final), so then there's nothing important things to do anymore"..

KALO sikon "selamat" yg sso mengertikannya adalah "I'm saved (final), so then there's nothing important things to do anymore". ---> nah disinilah (imo) yg kita konklusi-in bhw ini penafsiran/pendapat yg cenderung salah.

Karena,
there's still important things to do after that, secara masih ada itu kelanjutannya yg berupa ungu.

Quote
( bagi saya ini adalah arogansi)
secara pov general (pandangan umum) ---> ya, saya akui memang bisa dikatakan itu arogansi.

NAMUN,
secara pov ajaran, saya tidak bisa berpendapat bhw itu adalah suatu arogansi, wilef. Ajaran-nya itu sendiri telah memberikan peluang bagi sso yg beriman percaya kepada Yesus utk berpendapat "I'm saved". There's nothing wrong here. Yang menjadi "wrong" adalah diketika pengertiannya menjadi "I'm saved from the past until the end:char11:

Sementara dari pihak yg ngluarin Law (imo) :
you are saved from the past.
Now... IF you keep My commandments THEN you are saved until the end.


sayangnya, pendapat saya mengenai "Law" yg spt ijo ini, malah jadi disalah mengertikan ke HANYA perihal perbuatan2 baik thdp sesama sbg isi dari "My commandments" tsb... padahal nggak begitu, melainkan juga termasuk menyadari adanya kelemahan2 dan lalu "minta" dikuatkan, nggak sombong, nggak serakah, nggak memandang muka, dlsb.

you are saved from the past until the end ---> (imo) ini tinjauannya hanya bisa dari pov Allah yg tau dari A s/d Z di setiap titik waktu bumi.
October 07, 2015, 04:16:11 PM
Reply #118
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12959
    • fossil coral cantik
Iman tanpa perbuatan adalah mati/ Kosong adalah suatu law.

Artinya jika seseorg mengaku beriman, namun tdk pernah ada “ works”, maka iman tsbt adalah (akan) mati.
Nah.. kayaknya baru ini kali saya menjumpai wilef tulis dgn kosakata "akan" deh.... hehehe....  :D

Quote
saya membedakannya  dgn Iman yg belum ada “ works”, untuk yg ini diharapkan spy segera muncul “works”
IMO, nyaris tidak ada perbedaan kalo menurut saya.

Karena (imo) apapun itu kalimatnya ... sikon-nya itu sendiri saat itu adalah Iman tsb BELON mati. Hanya pabila belon mati, maka segala kritikan/sindiran/kecaman/harapan/koreksi masih bisa di aplikasikan. Pabila sudah mati, menjadi aneh kalo masih di ungu-in  :char11:

Quote
Quote
possible-kah iman eksis alone tanpa adanya perbuatan ? (faith only)
Ini diragukan oleh Yakobus, shg ditanntang bagaimana cara menunjukkan Iman tersebut
Saya nggak mengerti kenapa wilef berpendapat bold.

IMO, Yakobus justru nggak ragu2 lagi bhw adalah possible sso yg beriman dimana ybs tidak melakukan perbuatan2 <===> setara possiblenya sso yg beriman dimana ybs melakukan perbuatan2.


iman yg tanpa adanya perbuatan2 ---> ini menaikan probabilitas iman tsb menjadi mati.
idem kayak ilustrasi bibit ... bibit itu sendiri didalam posibilitas menjadi mati - menjadi bertumbuh ---> tanpa adanya "work" dari si tukang kebon ---> ini menaikan probabilitas bibit tsb menjadi mati dimana selanjutnya pabila coklat itu terus menerus, lama kelamaan ya bibit menjadi mati ga bisa tumbuh samasekali.

So... yang adalah impossible itu (imo) perlu di kalimatkan secara lebih lengkap, yakni :
adalah impossible iman alone tanpa adanya perbuatan2 menjadi bertumbuh

dilain sisi,
adalah possible sso itu beriman tanpa adanya perbuatan2 ---> so, sikon-nya disini ... iman ybs itu tidak bertumbuh --->pabila [tidak ada perbuatan2] itu terus menerus ---> ini menuju (akan) mati. Lama kelamaan, disuatu titik - ya bener2 matotlah itu iman  :char11:


Quote
Bhw Iman yg belum ada “works”, jangan dianggap serta merta sdh mati atau sdh tdk ada.

Tapi jika dibiarkan terus menerus tanpa “works”, maka iman tsbt ahirnya akan mati bersamaan dgn matinya org tersebut.
   :afro: sip  :happy0062:.

Quote
Jadi  Iman tsbt hrs diperbaiki dulu, lalu timbul Iman yg benar, dan selanjutnya bertumbuh
saya juga gak ngerti kenapa iman tsb harus diperbaiki dulu ya wilef ?

IMO, yang diperbaiki itu adalah pikiran/pendapat si tukang kebon, bhw dgn dia enak2 ongkang2 kaki nonton TV terus menerus tanpa perlu sedikitpun "work" lahan / environment bibit tsb ... bibit itu pasti tetep akan bertumbuh sendiri.


Quote
Jika diibaratkan bibit, maka bibitnya perlu diperbaiki (mungkin tdk perlu mengganti bibit)
Lah kan tukang nilai udah "a c c" bhw bibit si tukang kebon itu adalah bibit "sehat" yg didalam posibilitas bertumbuh - possible juga tidak bertumbuh terkait pada ada/tidaknya "work" dari si tukang kebon  :char11:

Quote
Yakobus  mengingatkan, jika iman yg seperti itu dipertahankan, maka ahirnya akan mati
.
hihihi... sepertinya ada kerancuan diantara kita berdua disini, wilef  :char11:

Yang ada di jalan pikiran saya pada situasi ini : bukan iman (secara ilustrasi, bukan bibit) nya yg di beresin... melainkan pendapat/pikiran nya yang di beresin (secara ilustrasi, pendapat/pikiran si tukang kebon)

Quote
Shg Yakobus mengharapkan/ menghimbau agar mereka berubah shg Imannya tdk mati
bold, Ya...
versi odading :
agar mereka merubah pendapat/pikirannya bhw iman yg mereka punyai itu bisa bertumbuh sendiri tanpa perlu adanya "work".
agar si tukang kebon merubah pendapat/pikirannya bhw bibit yg ada di lahan tsb bisa bertumbuh sendiri tanpa perlu adanya dirinya "work" pada lahan / environment bibit tsb.


sementara dari yg saya tangkep, versi wilef :
agar mereka merubah iman itu sendiri supaya iman mereka bisa tumbuh.
agar tukang kebon kotak-katik itu bibit-nya supaya bibit tsb bisa tumbuh.

hehehe....
« Last Edit: October 07, 2015, 04:21:47 PM by odading »
October 07, 2015, 04:41:19 PM
Reply #119
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12959
    • fossil coral cantik
Iman org tersebut belum kategori "tdk ada work", namun baru "belum ada work"
Saya memilih secara begini :

Iman orang tsb belon sampe kategori "sudah matot" ... namun baru ditahap "menuju (akan) mati"  :char11:

Quote
Diskusi ini hampir menuju ke satu titik temu :D :afro:
ya... hampiiiiiirrrrr.....  :happy0062:
hahaha....  :D  :afro: :happy0025:


Quote
Yakobus mengatakan bhw Iman mereka dlm "possibilitas" mati ;D :D
 shg perlu ada perubahan
ya... sependapat. Walo kita berdua sadari, cara "jalan pikiran" kita berdua berbeda ...

oda :
perubahan-nya itu BUKAN di iman-nya, melainkan di konsep/pikiran/pendapat dari si ybs
perubahan-nya itu BUKAN di bibit-nya, melainkan di konsep/pikiran/pendapat dari si tukang kebon

wilef :
perubahan-nya itu ADA di iman-nya ... si ybs perlu merubah iman yg dimiliki tsb
perubahan-nya itu ADA di bibitnya ... si tukang kebon perlu merubah (mengkotak-katik) bibit di lahan tsb.


wilef :
Bibitnya perlu diperbaiki (bibit dlm hal ini adalah pengajarannya)

oda :
bibit adalah iman thdp FT.
yg perlu diperbaiki adalah konsep/pikiran/pendapat dari si orang yg beriman ini.


Quote
saya hanya salah menafsirkan "dari sononya"
sebenarnya tdk ada maksud saya bhw murid itu terlahir dgn atribut "bodoh",
namun murid itu emang "benar-benar bodoh" dan kebodohannya terjadi  karena perilakunya sendiri
oke... sekarang saya nangkep maksudnya wilef  :char11:

Quote
Begitu oda
sebenarnya dlam banyak hal kita "sependapat", hanya  cara menggambarkannya dgn cara yg berbeda ;D :afro:
sependapat. hehehehe....  :afro: :happy0062: :happy0025:

:)
salam.
« Last Edit: October 07, 2015, 04:45:56 PM by odading »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)