Author Topic: diketika sso beragama Kristen  (Read 4185 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 29, 2015, 05:42:37 PM
Reply #80
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1094
  • Gender: Female
  • * Life Is Christ *The just shall live by faith
  • Denominasi: Dalam Yesus kita bersaudara.
Quote from: odading
oooo... yang ini yang PI ke orang2 nonK donk ya.
Tidak juga kak, scra orang2 yang "agama" Kristen msh bnyk yang belum tau keselamatan dirinya.. Imo mereka tidak ada bedanya dgn nonK yang juga berkeyakinan : kalau baik2 kesurga, mudah2han kesurga.
Sementara pov Julita itu seorang Kristen sejati "TAHU" ia memiliki hdp kekal.
Quote
Tapi yg kk maksudkan disini lingkupnya "udah sempit" ... yakni pandangan orang Kristen thdp sesama yg juga sudah Kristen (sudah percaya Injil, bertobat dan dibaptis).
IMO, julita disitu respond-nya menggunakan kosakata "kalau" - dengan demikian [ybs selamat] gak bisa dikatakan suatu "patokan asumsi" karena dilanjutkan lagi ke suatu kondisi If__Then__ ... ini menjadi pov general dimana mengenai terpenuhinya "If" disitu gak bisa diketahui.
Makanya Injil diberitakan baik kesesama OrKris maupun NonK...

Quote
Sedangkan yg kk maksudkan adalah (misalnya aja yaaa...)
kk membaptis cuplis.
maka "patokan asumsi" di diri kk : cuplis sudah-sedang selamat/diselamatkan. titik. (sekali lagi, titik - sampe situ stop).
mengapa pake --> sudah-sedang selamat/diselamatkan?? Apakah ini termasuk fifty2? Antara selamat-belum selamat total??
Acuan patokan asumsinya dr mana?

Quote
"patokan asumsi" ini adalah berdasarkan apa yg dari ajaran agama Kristen ajarkan.
saya tidak ngerti ajaran D (sudah-sedang selamat/diselamatkan) dari mana?? Di Alkitab yang ada : barangsiapa PERCAYA_ Selamat; tidak percaya _Tidak Selamat.

Quote
Nah... diketika kk secara per-individu atopun secara per-pandangan umum berpendapat : "ah... belon tentu juga cuplis ungu, KALO cuplis itu waktu dibaptis justified by faith ya ungu ... KALO nggak ya belon selamat" ---> maka ijo gak bisa dikatakan sbg "patokan asumsi", karena masih dilanjutkan lagi dgn If__Then__.

So... mengenai yang If__Then__ itu berdiri sendiri, karena Gereja sendiri nggak mengajarkan secara demikian ke kk ... SEKALIPUN mungkin2 saja gereja juga punya pov general yg seperti orange, namun keyakinan yg ada... hal yg diyakini itu ya stop sampe di ijo saja.

Berdasarkan patokan asumsi yg ada (taroh kata misal yg ijo) - maka apapun yg sesama Kristen jumpai mengenai teman/sodara/kerabatnya (beni) yg kedapetan tidak berbuat baik (atopun kedapetan berbuat jahat) dan lagi "menetap" didalam sikon kejahatannya itu ---> ini udah ga bisa dirujuk ke suatu pandangan "oh... si beni itu pada dasarnya emang beriman palsu" ... "oh... artinya si beni itu belon selamat/diselamatkan" .... "oh... si beni itu belon justified by faith".

Karena dgn adanya pandangan2 spt biru, artinya kk lagi "loncat" ke pov general (pandangan umum) atopun "loncat" ke pov per-individu. So, artinya kk sendiri lagi mengabaikan "patokan asumsi" yang ada.
yang ini saya gak ngerti.

Quote
mohon diabaikan. Sepertinya kk yg salah nangkep. Karena sepertinya julita memang lagi ngomongin dua perihal yg berbeda, yg satu antara orang Kristen ke nonK ... yg satu lagi antara orang Kristen dgn orang Kristen.

 Pada bold, maksudnya orang ybs itu sudah dibaptis yah ? Ato belon dibaptis cuma di KTP aja tertulis "Kristen" ?
ybs aka katakan sy sendiri pd wkt itu sudah dibabtis.

Quote
Nah disini yang kk mau tau. Di pov si penginjil yg lagi menginjili meylan yg berlatar belakang Kristen dan diketahui oleh si penginjil ini kayak begimana ?

a. orang yg sudah selamat and/or sudah-sedang selamat/diselamatkan
b. orang yg belon selamat

Pada asumsi sikon-nya meylan sudah dibaptis, pabila pov si penginjil meylan belon selamat (point-B) , dan setelahnya itu ternyata meylan nyadar "memutuskan bersekutu dgn mereka unk pertumbuhan rohani sya" ---> ini diperlukan lagi event baptisan ato kagak utk menandakan bhw sekarang barulah meylan beriman asli, justified by faith (OP Yesus) dimana dulu wkt di baptis meylan beriman palsu - tidak ada justified by faith (bukan OP Yesus) ?


:)
salam.
pov saat ber-PI,
bukan a atau b; tapi
c. Dalam pov tidak mengetahui state ybs..
Karena C itulah maka sekalipun ybs agamanya Kristen, tetap kpdnya Injil di sampaikan juga.

Pembabtisan imo cukup sekali, atau tergantung.. Kalau Gereja Babtis, siapapun yg mau join ke mereka ya harus dibabtis ulang meskipun sblmnya dah pernah di babtis.

Ketika kita diselmatkn, kita "dibaptis" oleh ROH KUDUS k dlm Tubuh Kristus, yg adl Gereja. 1 Korintus 12:13 "Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh." 
~ Dengan KASIH & KESETIAAN, KESALAHAN diampuni, karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan ~
September 30, 2015, 12:33:41 AM
Reply #81
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12959
    • fossil coral cantik
Bagaimana  bro menjelaskan adanya 2 tanpa 1?
Mungkin wilef belon nangkep maksud saya.

Yang saya maksudkan justru tanpa adanya point-1, point-2 ga mungkin ada.
Dgn adanya point-1, maka point-2 di aplikasikan.
Point-2 gak terpenuhi, tidak sertamerta point-1 jadi nihil.

Quote
Misalnya bagaimana @wilef bisa  percaya perkataan @oda kalau @oda sendiri secara personal sdh tdk  @wilef  percaya?
Nah, pabila wilef nangkep maksud saya diatas - maka tentunya pertanyaan spt di quote atas gak keluar ... :).

Quote
Dan bagaimana bro membuktikan adanya  1 tanpa 2?
tidak bisa saya buktikan, karena saya lagi berpendapat itu yg di pov Allah secara pov manusia, wilef. Alesan logiknya udah saya sampaikan pada post #77 mengenai perihal "bertobat".


Sekarang kita coba begini yah :
Kita ambil mengenai parabel ProdigalSon.
Bokap si anak = Allah
si anak = OP Yesus

Nah...
diketika diri si anak hidupnya terpisah dgn si bokap
di pov bokap :
a. si anak itu sudah dianggap BUKAN anaknya lagi. (secara dr pov bokap, point 1 tidak terpenuhi)
"Mao nanti balik kek - nggak kek, pokok dia bukan anak gue lagi"

b. si anak masih tetep dianggap sebagai anaknya (secara dr pov bokap, point 1 masih terpenuhi)
"saya menerima pabila anak saya kembali lagi"

Pabila jawaban wilef yg b, maka itu dah dasar logika saya bhw tanpa point-2 yg terpenuhi tidak sertamerta point-1 nihil. (di quote atas wilef tulis : adanya 1 tanpa 2)

Pertanyaan-nya : sampe kapan kayak begitu (ungu) ?
Jawabannya : walahu alam ... ato kalo mao dipaksakan : sampe si anak itu wafat  :char11:


Quote
Sependapat saya istilahkan kegagalan dlm melakukan tapi bukan karena poin 2 tdk DIpenuhi sesuai di atas.
mohon maap, karena saya disini memang ada melibatkan permainan kata-kata, wil.

Saya tulis TERpenuhi ...
so maksud saya disini adalah keputusan yg di pov Allah ... apakah menurutNya itu terpenuhi ato kagak ... terlepas perihal DIpenuhi oleh si ybs ato kagak, bukan fokus saya.


Quote
Seperti pertanyaan saya dia tas, bagaimana @oda berani berkata bhw poin-1 terpenuhi sementara poin 2 tdk terpenuhi?
Karena si bokap masih tetep mao menerima kembali si PS, wilef.

Quote
Apa kriteria dari poin 1?
nggak tau. adanya di pov Allah.  :char11:
Oleh karena itu logik yg saya paparkan menggunakan kosakata "terpenuhi".

Quote
IMHO, Sianak kembali KARENA percaya pada sosok bapa dan sekaligus percaya pada perkataan bapa.
Diketika si anak terpisah dgn si bokap .... sebelon si anak itu kembali, sebelon si anak itu kembali percaya pada sosok bapa, sebelon si anak menjadi percaya pada perkataan bapa ... di pov si bokap itu sendiri  eksis nggak bhw si anak itu masih tetep anaknya dan pabila kembali akan dia terima ?

Kalo wilef jawab : YA
Nah... itulah alesan logik saya berpendapat bhw point-1 masih terpenuhi secara dari pov bokap... sekalipun saat itu belon ada itu perihal biru (point-2) DIpenuhi oleh si anak.

So, pabila point-1 itu sudah gak terpenuhi di pov si bokap ...
mao itu si anak kembali kek, mao itu si anak blakangan nyadar kek, kembali percaya lagi kepada sosok bapak kek, menjadi percaya pada apa2 yg dikatakan si bapak kek ----> ini semua terlambat.

bersambung
September 30, 2015, 12:34:02 AM
Reply #82
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12959
    • fossil coral cantik
sambungan

Quote
Coba kita pikirkan illustrasi saya ini.
Saya selalu mengembargemborkan bhw saya sangat percaya sama @oda.
Dilain pihak saya bilang  bhw saya tdk percaya  terhadap perkataan @oda

Pertanyaannya : apakah @oda yakin bhw saya percaya pada @oda?
terus terang saya rada kesulitan dari ilustrasi wilef diatas. Ini maksudnya wilef mengacu kisah Yakobus ya ?
Kalo ya mengacu kisah Yakobus, kita tambahin satu tokoh lagi ... dimana di kisah Yakobus itu melibatkan 3 tokoh .... Allah, si orang gembargembor, Yakobus.

So, ilustrasinya ada wilef, oda dan cuplis.
Didepan oda,
wilef gembargembor percaya sama cuplis bhw cuplis itu bisa bawa orang 100 kilo meniti tali 1 cm diatas jurang (karena wilef sendiri udah pernah ngliat kesaktian cuplis nybrang jurang bw orang 100 kg liwat tali 1 cm).

Didepan oda,
cuplis menyuruh wilef utk dia gotong lalu meniti tali 1 cm nyebrangin jurang.
Eh... tapi wilef gak mao.

So... pertanyaan-nya menjadi :
apakah oda yakin wilef percaya pada cuplis ?

jawabnya oda :
saya yakin wilef percaya sama cuplis bhw orange.
Ketidak-mau-an wilef utk digotong cuplis, oda pendapati krn ada alasan wilef tersendiri ... yakni wilef takut  :char11: (so.. again, disini ada posibilitas "reasoning")

Nah... sekarang kita tinjau secara dari pov cuplis.
Apakah di pov cuplis, wilef itu jadi cuplis anggep gak percaya bhw dirinya bisa gotong wilef nyebrang ?
(agar mudahnya, oda skrg yg jadi cuplis) ... So, kalo oda sendiri, oda tau wilef percaya bhw saya bisa nyebrangin itu jurang sambil gotong wilef. Sayangnyaaa... sikon disini nggak bisa spt sbb :
1. wilef ga bisa minta agar "hati takut"nya dikuatkan oleh oda
2. oda sendiri ga bisa menguatkan "hati" wilef

KALO oda itu = Tuhan, udah tak kasih tau tuh ke wilef "mintalah".
So... wilef bisa minta ke oda agar "hati takut" wilef dikuatkan
maka oda akan berikan itu kekuatan buat wilef.
hahahahahahahahahaha.........kacaaaauuuuuuu  ;D :cheesy: :happy0025:

Quote
Memang “ sangat liar”, shg susah memahami bhw  eksis suatu kondisi   “bisa percaya pada sosoknya padahal tdk percaya omongannya”

Lantas apanya yg dipercaya???
semoga dgn ilustrasi diatas, wilef nangkep maksud saya ...
hehehe....  :char11:

:)
salam.
September 30, 2015, 02:22:40 AM
Reply #83
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12959
    • fossil coral cantik
Kemungkinan itu ada, namun darimanapun sumber informasi, didapat, tentu dapat juga dikatakan ada proses “belajar-mengajar”, walaupun mungkin bukan secara langsung.
oke... makasih atas infonya, wil.


Quote
X dan Y bisa eksis saat itu.

X dan Y ada, namun IMHO, teguran Yakobus ini lebih keras ditujukan  kepada kelompok yg belum mengenal  Yesus secara benar atau X.
Sebenernya ada baiknya kalo kita persempit lagi mengenai isi dari kelompok yg Yakobus sebut "saudara2ku yg beriman kepada Yesus" kali ya ?

Maksud saya begini, kita bikin dulu skenario-nya mengenai isi dari yg ungu, orang2nya terdiri kayak begimana .... :

A. orang2 yg sudah dibaptis
B. orang2 yg belon dibaptis
C. kombinasi, ada yg A - ada juga yg B

So, pabila isinya yg ungu itu adalah B atopun C, saya sependapat dgn kalimat wilef sbb :
Quote
teguran Yakobus ini lebih keras ditujukan kepada kelompok yg belum mengenal  Yesus secara benar atau X.

Dengan demikian, yg wilef katakan ekspetasi Yakobus itu adalah agar "bertobat" ---> ya ini Yakobus tujukan ke yang point B ... atopun yang point B dari yg ada di point C ---> X.

NAMUN,
kalo isinya yg ungu ini hanya point-A ... saya nggak sependapat ama kalimat wilef tsb.
Supaya seru, saya "gantung" alesan saya ... saya pingin tau, apakah wilef bisa nebak kenapa saya nggak sependapat ama kalimat wilef yg orange ?  :char11: :wink:  :azn:

Quote
Suatu kelompok yg mengartikan “Iman” secara dangkal hanya sebatas seperti nonton TV, percaya beritanya, lalu pergi tidur dan ngorok, dan merasa diri sdh Selamat.
Yang ini saya simpen dulu yah.


Quote
Pada pengertian yg luas, maka keselamatan sdh/sedang/ akan terus kita terima (ini sesuai dgn yg saya katakan bhw unsur keselamatan itu banyak).

Tapi jika kita fokus dan persempit bhw keselamatan adalah mendapat kehidupan yg kekal di Sorga, dan kebinasaan adalah mendapat hukuman kekal di neraka,

Maka,

Baik keselamatan, maupun kebinasaan belum diterima oleh manusia yg hidup saat ini.
  :afro: Ya... sependapat  :happy0062:


Quote
Dlm konteks ini, maka istiah kehilangan keselamatan menjadi tdk cocok, karena bagaimana kita kehilangan, jika kita belum terima?
Kalo secara udah dipersempit spt coklat diatas, ya memang jadinya nggak cocok, wil.

Dan saya justru nggak pernah berangkat didalam pengertian seperti yg coklat, melainkan yg ijo.

So, yg menurut pemikiran saya ... di ijo, keselamatan itu didalam posibilitas hilang pabila nggak "dikerjakan". Namun inipun bukan didalam pengertian, sekali nggak kerja - maka segera itu pula hilang. Mengerjakannya itu adalah ketaatan yg kontinyu pada Firman2Nya.

So, yg saya maksudkan hilang itu adalah yang lagi "sedang" dari yg sudah-sedang-akan tsb.
Makin ke-enakan (lalai, gak tekun dalam ketaatan) di yg "sedang" tsb... "akan"-nya ya makin ga nyampe-nyampe. Entah kapan, gak tau itu saya ... (imo) posibilitas di "cut" itu ya jadi ada ---> jadinya disini yang sedang-akan itu ya ilang.


Quote
Misalnya saya ketika OP Yesus,  mendapat berkat berupa harta, apakah karena saya meninggalkan Yesus lantas bangkrut? Tidak juga.
Tentang suka cita, mungkin saya kehilangan,

namun yg pasti tdk semua unsur yg saya terima diketika saya masih OP kpd Yesus akan otomatis hilang ketika saya sdh tidak OP lagi.

Yakan @oda?
Karena saya belon nangkep maksud wilef yg bold ... saya belon bisa "ngiya-in"  :char11:. Maksud wilef itu apa ya "sudah tidak OP lagi" ?

x. pindah agama lain ?
y. ibarat sikon sewaktu si PS terpisah dari bokapnya ?
z. masukan dari wilef kalo bukan x dan y.

Quote
Jadi Istilah Orang Kristen  bisa kehilangan Keselamatan adalah istilah yg  muncul karena kurang benarnya pemahaman tentang keselamatan itu sendiri.
Tapi kok kalo menurut saya bener ya istilah kehilangan keselamatan itu (sudah-sedang-akan) ?

Quote
Jika dari sononya sdh ditetapkan siapa yg selamat/tidak selamat, buat apa para rasul sampai mau mati dlm pemberitaan injil?
hihihi....  :char11: :D :cheesy:

Quote
Pada saat itu tdk ada issu akan kehilangan keselamatan,  tapi yg ada 
adalah kekhawatiran jika pada ahirnya tdk mendapatkan keselamatan berupa kehidupan yg kekal di Sorga[/u].
Nah, ini ---kembali lagi--- menurut saya ada baiknya kita coba persempit dulu isinya yg ungu itu kita mao pilih yg A / B / C ?

Dan juga ini sebenernya terkait dgn pertanyaan saya di thread ini, mengenai "patokan asumsi".

:)
salam.
September 30, 2015, 09:05:51 AM
Reply #84
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1794
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
Mungkin wilef belon nangkep maksud saya. ".

Yang saya maksudkan justru tanpa adanya point-1, point-2 ga mungkin ada.
Dgn adanya point-1, maka point-2 di aplikasikan.

Sampai disini  logiknya masih dpt saya terima :afro:

Quote from:  

Point-2 gak terpenuhi, tidak sertamerta point-1 jadi nihil.
 Nah, pabila wilef nangkep maksud saya diatas - maka tentunya pertanyaan spt di quote atas gak keluar ... :).
 tidak bisa saya buktikan, karena saya lagi berpendapat itu yg di pov Allah secara pov manusia, wilef. Alesan logiknya udah saya sampaikan pada post #77 mengenai perihal "bertobat".

IMHO, tanpa 1 poin-2 ga mungkin ada, dan poin-2 adalah bukti dari poin-1

Poin-1 dan poin-2  ada secara simultan.

Quote from:  
Sekarang kita coba begini yah :
Kita ambil mengenai parabel ProdigalSon.
Bokap si anak = Allah
si anak = OP Yesus

Nah...
diketika diri si anak hidupnya terpisah dgn si bokap
di pov bokap :
a. si anak itu sudah dianggap BUKAN anaknya lagi. (secara dr pov bokap, point 1 tidak terpenuhi)
"Mao nanti balik kek - nggak kek, pokok dia bukan anak gue lagi"

b. si anak masih tetep dianggap sebagai anaknya (secara dr pov bokap, point 1 masih terpenuhi)
"saya menerima pabila anak saya kembali lagi"

Pabila jawaban wilef yg b, maka itu dah dasar logika saya bhw tanpa point-2 yg terpenuhi tidak sertamerta point-1 nihil. (di quote atas wilef tulis : adanya 1 tanpa 2)

Sesuai Nats pada Injil Luk 15, maka yg keterputusan hubungan bokap –anak adalah karena  anak meninggalkan bokap,

Jadi dipov bokap, si anak tetaplah anak sampai selama-lamanya.

Hanya, kelakuan / perbuatan sianak tdk menunjukkan adanya poin 1 dan poin 2 terhadap bokapnya.

Jadi poin 1 dan 2 ada pada sisi si Anak, bukan pada sisi si bokap

Quote from:  
Pertanyaan-nya : sampe kapan kayak begitu (ungu) ?
Jawabannya : walahu alam ... ato kalo mao dipaksakan : sampe si anak itu wafat  :char11:

Yup, sampai sianak mati dgn konsekuensi :


A :Jika sampai matinya si anak tdk kembali, maka sianak akan mati sebagai gelandangan.
B : jika si anak kembali, ma si anak akan jadi "pengeran"


Quote from:  

 mohon maap, karena saya disini memang ada melibatkan permainan kata-kata, wil.

sdh dimaafkan he..he..he :afro: ;D


Quote from:  
Saya tulis TERpenuhi ...
so maksud saya disini adalah keputusan yg di pov Allah ... apakah menurutNya itu terpenuhi ato kagak ... terlepas perihal DIpenuhi oleh si ybs ato kagak, bukan fokus saya.

jika manusia tdk memenuhinya, tdk mungkin Allah mengasumsikan bhw itu terpenuhi.

Quote from:  

 Karena si bokap masih tetep mao menerima kembali si PS, wilef.

Si bokav selalu bersedia menerima kembalinya sianak hilang.

Dan terterimanya si anak adalah setelah kembali , dan kembalinya sianak  setelah dlm diri si anak eksis  poin 1 dan poin 2.

Jika poin 1 dan poin 2 tdk ada pada diri sianak, apakah si anak berani muncul dihadapan bokapnya?

Quote from:  

 nggak tau. adanya di pov Allah.  :char11:
Oleh karena itu logik yg saya paparkan menggunakan kosakata "terpenuhi".
Diketika si anak terpisah dgn si bokap .... sebelon si anak itu kembali, sebelon si anak itu kembali percaya pada sosok bapa, sebelon si anak menjadi percaya pada perkataan bapa ... di pov si bokap itu sendiri  eksis nggak bhw si anak itu masih tetep anaknya dan pabila kembali akan dia terima ?

Kalo wilef jawab : YA
Nah... itulah alesan logik saya berpendapat bhw point-1 masih terpenuhi secara dari pov bokap... sekalipun saat itu belon ada itu perihal biru (point-2) DIpenuhi oleh si anak.

So, pabila point-1 itu sudah gak terpenuhi di pov si bokap ...
mao itu si anak kembali kek, mao itu si anak blakangan nyadar kek, kembali percaya lagi kepada sosok bapak kek, menjadi percaya pada apa2 yg dikatakan si bapak kek ----> ini semua terlambat.

bersambung

Poin 1 dan poin 2 itu kan adanya di posisi anak.

Sibokav hanya mengurusi suatu fakta bhw jika anak kembali, akan diterima, jika tdk, apa boleh buat anak akan mati sebagai gelandangan.

Jadi kebersediaan bokap menerima  si anak kembali kapan saja, tdk akan memulihkan status si anak,

Dengan kata lain, diketika si bokap selalu bersedia menerima kedartangan si anak “setiap saat”, maka sebenarnya status anak itu sdh sepenuhnya tergantung  pada pilihan anak itu.

apakah A atau    B

REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
September 30, 2015, 09:54:30 AM
Reply #85
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1794
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
sambungan
 terus terang saya rada kesulitan dari ilustrasi wilef diatas. Ini maksudnya wilef mengacu kisah Yakobus ya ?
Kalo ya mengacu kisah Yakobus, kita tambahin satu tokoh lagi ... dimana di kisah Yakobus itu melibatkan 3 tokoh .... Allah, si orang gembargembor, Yakobus.

Ok, tdk masalah

Quote from:  
So, ilustrasinya ada wilef, oda dan cuplis.
Didepan oda,
wilef gembargembor percaya sama cuplis bhw cuplis itu bisa bawa orang 100 kilo meniti tali 1 cm diatas jurang (karena wilef sendiri udah pernah ngliat kesaktian cuplis nybrang jurang bw orang 100 kg liwat tali 1 cm).

ehh.. sebenarnya saya sdh sempet kepikir dgn illustrasi ini ,

dan saya sangat suka atas pilihan oda ini :afro: :afro:

Quote from:  
Didepan oda,
cuplis menyuruh wilef utk dia gotong lalu meniti tali 1 cm nyebrangin jurang.
Eh... tapi wilef gak mao.

So... pertanyaan-nya menjadi :
apakah oda yakin wilef percaya pada cuplis ?

jawabnya oda :
saya yakin wilef percaya sama cuplis bhw orange.
Ketidak-mau-an wilef utk digotong cuplis, oda pendapati krn ada alasan wilef tersendiri ... yakni wilef takut  :char11: (so.. again, disini ada posibilitas "reasoning")

Ini jawaban yg santun dan cenderung normatif,
tapi jawaban yg bagus dan  agak mirip dgn gaya Yakobus

Quote from:  
Nah... sekarang kita tinjau secara dari pov cuplis.
Apakah di pov cuplis, wilef itu jadi cuplis anggep gak percaya bhw dirinya bisa gotong wilef nyebrang ?
(agar mudahnya, oda skrg yg jadi cuplis) ... So, kalo oda sendiri, oda tau wilef percaya bhw saya bisa nyebrangin itu jurang sambil gotong wilef. Sayangnyaaa... sikon disini nggak bisa spt sbb :
1. wilef ga bisa minta agar "hati takut"nya dikuatkan oleh oda
2. oda sendiri ga bisa menguatkan "hati" wilef

KALO oda itu = Tuhan, udah tak kasih tau tuh ke wilef "mintalah".
So... wilef bisa minta ke oda agar "hati takut" wilef dikuatkan
maka oda akan berikan itu kekuatan buat wilef.
hahahahahahahahahaha.........kacaaaauuuuuuu  ;D :cheesy: :happy0025:
 semoga dgn ilustrasi diatas, wilef nangkep maksud saya ...
hehehe....  :char11:

:)
salam.

Saya sangat nangkap dgn Illustarsi itu.

Oda, emang jagonya bikin Illustrasi. :afro:
dan  dgn Illustrasi ini, mari kita luruskan apa itu pengertian "iman" atau "percaya" dlm Kekeristenan.

Sikap wilef terhadap cuplis itu dlm pengertian sempit emang bisa dikatakan "percaya",
itulah yg sering saya sindir dengan "mendengar berita Tv, percaya berita, lalu pergi tidur dan ngorok"

kondisi percaya seperti ini  tdk membawa pengaruh dlm hidupnya.

sebenarnya jika sikap wilef pd illustrasi disimak lebih lanjut, maka akan kelihatan
bhw  katakutan wilef masih lebih besar pengaruhnya dibanding kepercayaaan wilef terhadap cuplis.

kenapa wilef muncul rasa takut?

 karena sebenarnya wilef tdk kenal dan tdk ada hubungan dgn cuplis,
hanya sebatas dengar/ lihat pertunjuikannya melalui media.

Tapi coba bandingkan dengan seorang anak yg berlari-lari secara riang-gembira tanpa rasa takut,  dan naik kepundak cuplis dan bersama cuplis berhasil  menyeberang  jurang dengan meniti tali tersebut.

Kenapa anak tersebut begitu beraninya, shg  mampu dengan riang gembira melewati jalan yg “kelihatan” sangat berbahaya tersebut?

Karena anak tesebut  adalah  usro yang sebenarnya adalah anak kandung cuplis.

Sebagai anak, usro percaya 100% dan bagai emas 24 karat terhadap cuplis. Kepercayaan/keyakinan yg demikian besar, mampu menghilangkan rasa takut usro.

Sama halnya dgn wilef, cuplis tdk pernah  menghilangkan ketakutan dalam diri usro, tapi keyakinan usro itu sendirilah yg  menghilangkan ketakutannya.

Demikianlah :

Dan Dalam pov Kekristenan, sikap wilef itu tdk bisa dikatakan sdh "percaya" atau sdh "beriman"

“percaya”  bukan hanya sebatas seperti mempercayai suatu berita, tapi “percaya” dlm kekeristenan adalah “mempercayakan” seluruh hidup kepada yg dipercaya yaitu Yesus/ Allah.

Takut, khawatir, malau, atau apapun tdk bisa dijadikan “pembenar” untuk menghindar.

Bahkan kita juga tdk bisa berlindung dgn alasan “habis Allah sendiri yg salah yg tdk memberikan kemampuan pada saya”.

Ingat, seseorang tidak akan dituntut  melebihi kemampuannya.

Usro adalah contoh iman Kristen yg benar, bukan wilef.

Demikian yg saya imani, dan tks ats illustarsinya yg sangat luar biasa,
dgn harapan oda akan seperti usro, dan jangan seperti wilef ;D :cheesy: :cheesy:

salam





REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
September 30, 2015, 10:04:15 AM
Reply #86
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3154
  • Gender: Male
  • Denominasi: Yesus itu Allah
Tapi coba bandingkan dengan seorang anak yg berlari-lari secara riang-gembira tanpa rasa takut,  dan naik kepundak cuplis dan bersama cuplis berhasil  menyeberang  jurang dengan meniti tali tersebut.

Kenapa anak tersebut begitu beraninya, shg  mampu dengan riang gembira melewati jalan yg “kelihatan” sangat berbahaya tersebut?

Karena anak tesebut  adalah  usro yang sebenarnya adalah anak kandung cuplis.

Sebagai anak, usro percaya 100% dan bagai emas 24 karat terhadap cuplis. Kepercayaan/keyakinan yg demikian besar, mampu menghilangkan rasa takut usro.

Sama halnya dgn wilef, cuplis tdk pernah  menghilangkan ketakutan dalam diri usro, tapi keyakinan usro itu sendirilah yg  menghilangkan ketakutannya.

Demikianlah :

Dan Dalam pov Kekristenan, sikap wilef itu tdk bisa dikatakan sdh "percaya" atau sdh "beriman"

“percaya”  bukan hanya sebatas seperti mempercayai suatu berita, tapi “percaya” dlm kekeristenan adalah “mempercayakan” seluruh hidup kepada yg dipercaya yaitu Yesus/ Allah.

Takut, khawatir, malau, atau apapun tdk bisa dijadikan “pembenar” untuk menghindar.

Bahkan kita juga tdk bisa berlindung dgn alasan “habis Allah sendiri yg salah yg tdk memberikan kemampuan pada saya”.

Ingat, seseorang tidak akan dituntut  melebihi kemampuannya.

Usro adalah contoh iman Kristen yg benar, bukan wilef.

Demikian yg saya imani, dan tks ats illustarsinya yg sangat luar biasa,
dgn harapan oda akan seperti usro, dan jangan seperti wilef ;D :cheesy: :cheesy:

salam
wah pake footnote saya tuh  ;D
jgn jgn cipluk nih yg di gendong sama cuplis  :happy0025:
datang sebagai anak kecil kepada Bapa - Yesus memberkatimu.
September 30, 2015, 11:15:58 AM
Reply #87
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1794
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
oke... makasih atas infonya, wil.

 Sebenernya ada baiknya kalo kita persempit lagi mengenai isi dari kelompok yg Yakobus sebut "saudara2ku yg beriman kepada Yesus" kali ya ?

Maksud saya begini, kita bikin dulu skenario-nya mengenai isi dari yg ungu, orang2nya terdiri kayak begimana .... :

A. orang2 yg sudah dibaptis
B. orang2 yg belon dibaptis
C. kombinasi, ada yg A - ada juga yg B

Saya sebenarnya tdk terlalu “concern” dgn apakah satatusnya sdh atau belum baptis, tapi saya lebih “concern” dengan apakah seseorang itu sdh menggambarkan kehidupan Kristiani (bukan hanya sebatas agama secara formal)

Namun,  Berdasarkan logika, Yakobus mengirim Surat kepada  kelompok  tertutup yaitu C dimana unsur B adalah anggota keluarga/ kerabat dari A.


Quote from:  
So, pabila isinya yg ungu itu adalah B atopun C, saya sependapat dgn kalimat wilef sbb :
Dengan demikian, yg wilef katakan ekspetasi Yakobus itu adalah agar "bertobat" ---> ya ini Yakobus tujukan ke yang point B ... atopun yang point B dari yg ada di point C ---> X.

Segmentasi saya bukan berdasarkan baptis/ belum baptis oda,

Tapi berdasarkan “kehidupannya”, dan inilah sebenarnya yg mau “diingatkan” oleh Yakobus.

Quote from:  

Supaya seru, saya "gantung" alesan saya ... saya pingin tau, apakah wilef bisa nebak kenapa saya nggak sependapat ama kalimat wilef yg orange ?  :char11: :wink:  :azn:
 Yang ini saya simpen dulu yah.


Kalau saya tebak, lantas salah kan malu-maluin oda, jadi  wilef ogah nebak

Quote from:  

  :afro: Ya... sependapat  :happy0062:

Secara iman, begitulah saya mengartikan keselamatan oda

Quote from:  


 Kalo secara udah dipersempit spt coklat diatas, ya memang jadinya nggak cocok, wil.

Yaitulah, makanya saya dlm iman tdk mengakui adanya “kehilangan keselamatan”, namun yg ada adalah tdk mendapatkan keselamatan.

Quote from:  

Dan saya justru nggak pernah berangkat didalam pengertian seperti yg coklat, melainkan yg ijo.

Tdk apa-apa, Namun, secara ijo pun sebenarnya saya sdh buktikan bhw “tdk ada itu kejadian kehilangan keselamatan”

Quote from:  

So, yg menurut pemikiran saya ... di ijo, keselamatan itu didalam posibilitas hilang pabila nggak "dikerjakan". Namun inipun bukan didalam pengertian, sekali nggak kerja - maka segera itu pula hilang. Mengerjakannya itu adalah ketaatan yg kontinyu pada Firman2Nya.

Sebutkan contoh yg “punya posibilitas hilang” , terlepas dri itu seketika atau  “in progres”

Quote from:  
So, yg saya maksudkan hilang itu adalah yang lagi "sedang" dari yg sudah-sedang-akan tsb.

Ini kan terlalu abstrak oda, yg akan kok bisa hilang?

Quote from:  
Makin ke-enakan (lalai, gak tekun dalam ketaatan) di yg "sedang" tsb... "akan"-nya ya makin ga nyampe-nyampe. Entah kapan, gak tau itu saya ... (imo) posibilitas di "cut" itu ya jadi ada ---> jadinya disini yang sedang-akan itu ya ilang.

Ini namanya, ada org ngaku kehilangan, tapi si orang tersebut tdk bisa merinci apa yg hilang.

Jika mau jujurkan, yg paling berharga yg “dianggap hilang” itu kan “kehidupan kekal di sorga” kan?

Nah, yg ini namanya tdk hilang, namun tdk didapat.

Quote from:  

 Karena saya belon nangkep maksud wilef yg bold ... saya belon bisa "ngiya-in"  :char11:. Maksud wilef itu apa ya "sudah tidak OP lagi" ?

x. pindah agama lain ?
y. ibarat sikon sewaktu si PS terpisah dari bokapnya ?
z. masukan dari wilef kalo bukan x dan y.

saya tdk terlalu concern dgn agama secara formal oda

makanya walaupun status oda NonK, tapi jujur saja bagi saya oda itu sangat kental K nya lho.

Namun pasti pindah agama dari K menjadi NonK  salah satu yg membuat seseorg menjadi  tidak OP lagi, dan y yg sampai ahir hidupnya tdk  kembali juga termasuk.

Lainnya, agak susah menjelaskan, namun yg pasti dlm kehidupannya ahirnya org tesebut sdh tdk menjadikan Yesus sbg Tuhan dan Juru selamanya.

Mudah-mudahan oda paham maksud saya, wwalaupun saya tdk bisa menjelaskannya secara baik
Quote from:  

 Tapi kok kalo menurut saya bener ya istilah kehilangan keselamatan itu (sudah-sedang-akan) ?

Jika oda bertahan dgn pendapat itu, maka wilef lebih keras lagi bertahan dgn pertanyaan : sebutkan apa yg hilang?

Quote from:  
hihihi....  :char11: :D :cheesy:

 Nah, ini ---kembali lagi--- menurut saya ada baiknya kita coba persempit dulu isinya yg ungu itu kita mao pilih yg A / B / C ?

Diatas sdh saya jsebutkan C dgn catatan.

Quote from:  


Dan juga ini sebenernya terkait dgn pertanyaan saya di thread ini, mengenai "patokan asumsi".

:)
salam.

Sebenarnya Kekristenan tdk boleh berdasarkan asumsi, tapi hrs berdasarkan FT
REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
September 30, 2015, 11:21:25 AM
Reply #88
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1794
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
wah pake footnote saya tuh  ;D

apa mau minta royalty

Quote from:  
jgn jgn cipluk nih yg di gendong sama cuplis  :happy0025:

saya sebenarnya mau pake cipluk, tapi atuuutt ah.... :monkeys19:

REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
September 30, 2015, 11:26:33 AM
Reply #89
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3154
  • Gender: Male
  • Denominasi: Yesus itu Allah
apa mau minta royalty

saya sebenarnya mau pake cipluk, tapi atuuutt ah.... :monkeys19:
wah kalo Tuhan juga minta royalti repot saya  ;D
gak perlu atuuuuttt....dia lagi dipenjara  :tongue:
datang sebagai anak kecil kepada Bapa - Yesus memberkatimu.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)