Author Topic: [PRIHATIN] Pendeta Jadi "Mualaf"  (Read 12072 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 24, 2016, 11:05:16 PM
Reply #50
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 845
  • Denominasi: Christian, Trinitarian
turut prihatin... seorang pendeta, sarjana teologi, dgn gampangnya mengingkari iman hanya karena ikut calon pasangan...  :ashamed0004:

semoga gereja2 lainnya mengantisipasi dan tetap meyakinkan iman kepada Yesus bagi para gembala, pengerja, dan terutama para umatnya...

dari menonton banyak video ttg orang2 yang "mualaf" jelas sekali alasan utama mereka adalah pemahaman mereka ttg teologi Kristen sendiri. Banyak orang TAHU apa itu trinitas, TAPI tidak mengerti TRINITAS. Dari hasil sering nonton hal2 begini, yang saya sadari satu, mencari tahu tentang ajaran teologi itu penting, tapi memahami lebih penting. saat belum paham, tdk usah pura2 paham. dan yang jauh lebih penting lagi adalah berjalan bersama Tuhan, mengalami Tuhan dalam kehidupan sehari2. Pengalaman pribadi dengan Tuhan itulah yg jauh lebih kuat dari pengetahuan/kemampuan menjelaskan berbagai macam doktrin. Pengalaman pribadi dengan Tuhan itu yg akan membuat seseorang jauh lebih teguh imannya. krn percaya bukan dengan otak, melainkan dgn hati serta merasakannya secara pribadi.
July 25, 2016, 10:38:21 AM
Reply #51
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1128
  • Gender: Female
  • Psalm 37:4
  • Denominasi: JESUS
sedih dengarnya..

memang pengalaman dengan Tuhan lebih peting daripada hal-hal lainnya
jika kita sudah punya pengalaman dngan Tuhan pemahaman alkitab akan mengerti
dengan sendirinya dari pemehaman ROH KUDUS.

semangat semuanya ttp punya hubungan dengan Tuhan
« Last Edit: July 25, 2016, 10:41:07 AM by aurantiaca »
Everithing is good in GOD ^^
July 25, 2016, 12:10:41 PM
Reply #52
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6239
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Soal asmara memang sukar...

Jangankah punya pengalaman pribadi dg Allah (yang tidak kelihatan),
Anak yg jelas-jelas dibesarkan oleh orang tua dg kasih sayang saja masih bisa mengabaikan restu orang tua demi menikah.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
July 25, 2016, 04:09:01 PM
Reply #53
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1425
  • Gender: Male
Soal asmara memang kadang tidak logik.

Salam olahraga.
Coba tebak, avatarku sedang sakit gigi atau menyeringai?
July 26, 2016, 11:25:17 AM
Reply #54
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1700
Soal asmara memang sukar...

Jangankah punya pengalaman pribadi dg Allah (yang tidak kelihatan),
Anak yg jelas-jelas dibesarkan oleh orang tua dg kasih sayang saja masih bisa mengabaikan restu orang tua demi menikah.

setuju deh,contohnya kayak salah seorang paman saya tuh yg bela2in nikahin seorang wanita tanpa dapat restu dari ortu trus ujung2nya skrng malah diceraikan oleh wanita yg sama(plus hasil kerja kerasnya paman saya juga dirampas semua oleh wanita itu hingga paman saya skrng jd ga punya apa2).
July 27, 2016, 08:38:57 PM
Reply #55
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1046
  • Denominasi: Umum
dari menonton banyak video ttg orang2 yang "mualaf" jelas sekali alasan utama mereka adalah pemahaman mereka ttg teologi Kristen sendiri. Banyak orang TAHU apa itu trinitas, TAPI tidak mengerti TRINITAS. Dari hasil sering nonton hal2 begini, yang saya sadari satu, mencari tahu tentang ajaran teologi itu penting, tapi memahami lebih penting. saat belum paham, tdk usah pura2 paham. dan yang jauh lebih penting lagi adalah berjalan bersama Tuhan, mengalami Tuhan dalam kehidupan sehari2. Pengalaman pribadi dengan Tuhan itulah yg jauh lebih kuat dari pengetahuan/kemampuan menjelaskan berbagai macam doktrin. Pengalaman pribadi dengan Tuhan itu yg akan membuat seseorang jauh lebih teguh imannya. krn percaya bukan dengan otak, melainkan dgn hati serta merasakannya secara pribadi.

Hal yg anda katakan saya pernah tahu secara pribadi menjadi salah satu alasan bagi mualaf tsb dgn mengatakan bahwa dalam Kristen mereka tidak merasakan "pengalaman pribadi dgn Tuhan" saat saya tanya kenapa koq mereka pindah agama.
Justru saat mereka mulai masuk agama Is***, mereka merasakan hadirat Allah saat mereka sholat subuh, dan dalam kehidupan sehari2,dll.
July 28, 2016, 06:42:52 AM
Reply #56
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1425
  • Gender: Male
Soal perasaan memang subyektif.
Rasa pedas bagi seseorang, belum tentu pedas bagi orang lain. Rasa panas bagi seseorang belum tentu panas bagi orang lain. Rasa khusyuk bagi seseorang belum tentu khusyuk bagi orang lain. Rasa bahagia bagi seseorang belum tentu bahagia bagi orang lain. Maka, kalo sudah menyangkut perasaan seseorang, rasanya tidak perlu dicampuri oleh orang lain. Dikaitkan dengan judul topik, bila memang perasaan orang itu mendorong dia mengambil putusan yang mencengangkan bagi orang lain yaitu komunitas lamanya, tidak seorangpun yang dapat menghalangi. Keputusan pindah agama atau tidak pindah, itu hak asasi si pengambil putusan.

Salam olahraga. 
Coba tebak, avatarku sedang sakit gigi atau menyeringai?
July 28, 2016, 09:26:18 AM
Reply #57
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6239
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Hal yg anda katakan saya pernah tahu secara pribadi menjadi salah satu alasan bagi mualaf tsb dgn mengatakan bahwa dalam Kristen mereka tidak merasakan "pengalaman pribadi dgn Tuhan" saat saya tanya kenapa koq mereka pindah agama.
Justru saat mereka mulai masuk agama Is***, mereka merasakan hadirat Allah saat mereka sholat subuh, dan dalam kehidupan sehari2,dll.


Perasaan itu bisa berubah-ubah, Bro.
Subyektif, parameter ngga jelas.

Saya brikan ilustrasi yg sangat membumi yg saya yakin akan bisa kita temukan,

Suami-isteri menikah, punya anak, hidup rumah tangga selama 10 tahun.
Tidak pernah ada laporan kekerasan rumah tangga ataupun kesulitan keuangan.
Mreka hidup dari sederhana hingga makmur.
Kmudian, tjadi pceraian krn suami telah selingkuh dg wanita lain, lalu mmutuskan bcerai dan mnikahi slingkuhannya.

Nah, saya yakin dlm contoh tsb, ngga mungkin si suami-isteri ngga punya perasaan apa-apa, wong idup 10 tahun dan punya anak.
Ngga mungkin mreka ngga bisa saling mdukung, wong idup dr sederhana sampai makmur.

Tp bahkan 'pengalaman hidup suami-isteri 10 tahun bersama-sama' pun bisa tidak mampu membendung khadiran wanita idaman lain.

Si suami kmudian bisa bikin alasan macam-macam utk membenarkan pilihan dia memilih wanita lain.

Maaf nih kl saya agak ekstrim...
Apakah pengalaman hidup yg intens dg Tuhan bisa jadi jaminan org utk setia dan tidak melenceng jd murtad?
Belum tentu...

Mgkn ptanyaan saya adalah 'yang ia anggap/jadikan Tuhan' itu siapa/apa?

Kl bagi orang itu 'pria/wanita' adalah tuhannya, maka mau sbrapapun banyak ia pernah bersaksi akan pengalamannya dg Yesus Kristus, maka ia akan berpaling menyembah 'tuhan yg lebih difavoritkannya'.

Yudas, kurang apa dia mlihat Kristus? 3,5 tahun berjalan bersama-sama Dia.
Tp tuhannya Yudas adalah uang, maka sedari bsama Kristus ia sudah mencuri dan puncaknya ia menyerahkan Kristus krn uang.

Solusinya apa?
Maaaaaf...itu saya ngga tauuu...maaf....saya blm sampai level situ
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
July 28, 2016, 10:27:47 AM
Reply #58
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8775
  • Gender: Male
  • You are free to choose
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Solusinya ngga boleh ada "tuhan" lain selain Tuhan

nah itu gampang diucapkan..... prakteknya ampun2an....
bahayanya lagi kita kadang ngga sadar kl tyt selama ini punya "tuhan" lain....

mungkin selalu tinggal dalam kasih adalah parameternya kita tetap fokus ke Tuhan
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
July 28, 2016, 11:53:32 AM
Reply #59
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1046
  • Denominasi: Umum
Perasaan itu bisa berubah-ubah, Bro.
Subyektif, parameter ngga jelas.

Saya brikan ilustrasi yg sangat membumi yg saya yakin akan bisa kita temukan,

Suami-isteri menikah, punya anak, hidup rumah tangga selama 10 tahun.
Tidak pernah ada laporan kekerasan rumah tangga ataupun kesulitan keuangan.
Mreka hidup dari sederhana hingga makmur.
Kmudian, tjadi pceraian krn suami telah selingkuh dg wanita lain, lalu mmutuskan bcerai dan mnikahi slingkuhannya.

Nah, saya yakin dlm contoh tsb, ngga mungkin si suami-isteri ngga punya perasaan apa-apa, wong idup 10 tahun dan punya anak.
Ngga mungkin mreka ngga bisa saling mdukung, wong idup dr sederhana sampai makmur.

Tp bahkan 'pengalaman hidup suami-isteri 10 tahun bersama-sama' pun bisa tidak mampu membendung khadiran wanita idaman lain.

Si suami kmudian bisa bikin alasan macam-macam utk membenarkan pilihan dia memilih wanita lain.

Maaf nih kl saya agak ekstrim...
Apakah pengalaman hidup yg intens dg Tuhan bisa jadi jaminan org utk setia dan tidak melenceng jd murtad?
Belum tentu...

Mgkn ptanyaan saya adalah 'yang ia anggap/jadikan Tuhan' itu siapa/apa?

Kl bagi orang itu 'pria/wanita' adalah tuhannya, maka mau sbrapapun banyak ia pernah bersaksi akan pengalamannya dg Yesus Kristus, maka ia akan berpaling menyembah 'tuhan yg lebih difavoritkannya'.

Yudas, kurang apa dia mlihat Kristus? 3,5 tahun berjalan bersama-sama Dia.
Tp tuhannya Yudas adalah uang, maka sedari bsama Kristus ia sudah mencuri dan puncaknya ia menyerahkan Kristus krn uang.

Solusinya apa?
Maaaaaf...itu saya ngga tauuu...maaf....saya blm sampai level situ


Ya anda benar. Makanya saya saat si kawan menjawab demikian komentar saya hanya "oh, gitu"
Mau diapain lagi?
Walaupun sebenarnya saya mau menyanggah bahwa sekali imannya menjadikannya anak-anak Allah, ya selamanya anak-anak Allah. Masa jadi mantan anak-anak Allah?


Tentang perasaan, makanya di trit yg lain, saya pernah bertanya. "Bagaimana caranya masuk ke dalam hadirat Tuhan?", krn jangan2 yg selama ini saya rasakan bukan hadirat Tuhan, tapi cuma perasaan khusyuk saja.

Salam,  :)
Permisi tanya, bagaimana ceritanya tentang "di bawa ke hadirat Tuhan" itu?
Dan "masuk" nya itu seperti apa?


Kadang ngiri nih saya bro. SAya sudah bertobat dan menerima Yesus sebagai Juru Selamat saya bertahun-tahun yang lalu, tapi tak pernah sekalipun Tuhan berbicara dengan saya. Nah, ada seseorang yg baru belum setahun menerima Yesus bercerita pada saya, " semalam Tuhan mengatakan kepada saya, ...... "
Saya nanya koq bisa, dia nya nggak tahu, yang jelas ada suara setelah dia berdoa.
Gimana kagak iri  ;D

http://forumkristen.com/index.php?topic=58057.10


Apa hadirat itu berbeda2 secara personal, jika demikian maka memang sudah subyektif adanya sejak semula.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)