Author Topic: SKB Dua Menteri yang seharusnya dicabut  (Read 551 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 16, 2015, 06:19:10 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
Dalam SKB 2 Menteri nomor 8 dan 9 Tahun 2006, Pasal 14 tentang pendirian Rumah Ibadat yang dikutip dari situs Kemenag.go.id, dijelaskan:

(1) Pendirian rumah ibadat harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis bangunan gedung.

(2) Selain memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pendirian rumah ibadat harus memenuhi persyaratan khusus meliputi:

a. Daftar nama dan Kartu Tanda Penduduk pengguna rumah ibadat paling sedikit 90 (sembilan puluh) orang yang disahkan oleh pejabat setempat sesuai dengan tingkat batas wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (3),

b. Dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 (enam puluh) orang yang disahkan oleh lurah/kepala desa,

c. Rekomendasi tertulis kepala kantor departemen agama kabupaten/kota, dan

d. Rekomendasi tertulis FKUB kabupaten/kota.

(3) Dalam hal persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a terpenuhi sedangkan persyaratan huruf b belum terpenuhi, pemerintah daerah berkewajiban memfasilitasi tersedianya lokasi pembangunan rumah ibadah.




Terbukti bahwa aturan ini yang selalu menjadi duri dalam daging kerukunan umat beragama di Indonesia, dan tentu saja selalu merugikan pihak minoritas.

Siapa yang setuju untuk dicabut?

October 16, 2015, 06:33:45 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3154
  • Gender: Male
  • Denominasi: Yesus itu Allah
menurut saya, yg bikin aturan ini gak ngerti realita terbentuknya sebuah komunitas agama, apapun itu agamanya, bahwa sekecil apapun jumlah jemaatnya, mereka butuh tempat untuk beribadah bersama sama, gak usah agama, koruptor/maling/LGBT saja kalo ngumpul juga butuh tempat ngumpul.  :ashamed0004:
datang sebagai anak kecil kepada Bapa - Yesus memberkatimu.
October 16, 2015, 06:37:36 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
menurut saya, yg bikin aturan ini gak ngerti realita terbentuknya sebuah komunitas agama, apapun itu agamanya, bahwa sekecil apapun jumlah jemaatnya, mereka butuh tempat untuk beribadah bersama sama, gak usah agama, koruptor/maling/LGBT saja kalo ngumpul juga butuh tempat ngumpul.  :ashamed0004:


Sebenarnya, kalau aturan itu memang mau ditegakan secara adil, masih mending.
Dan tentu saja, seharusnya juga tidak masalah kalau sekelompok orang, karena tidak punya tempat ibadah khusus, beribadah di rumah warga. Anehnya hal seperti ini selalu dipermasalahkan oleh umat mayoritas.

 :mad0261:
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)