Author Topic: Umat Kristen Tunduk pd Hukum Taurat ato Hukum Kasih?  (Read 3081 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 27, 2015, 01:17:23 PM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male


sambungan dari atasnya

Bagaimana kita tahu Roh Allah ada di dalam kita? Roma 8:9 berkata, "Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus." Tandanya adalah kita tidak hidup menuruti keinginan daging, tidak hidup menurut kehendak dosa. Kita hidup dalam kekudusan, sebab itu Roh Allah disebut juga ROH KUDUS, Roh yang membawa kita untuk hidup dalam kekudusan. Yohanes 17:17 berkata, "Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran." Firman Allah itulah yang akan menguduskan kita, saat kita hidup menurut tuntutan Firman Allah. Tepat seperti yang dikatakan Yohanes 16:13, "Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang." Apa yang didengarNya dari Kristus adalah apa yang didengar Kristus dari Bapa. Itu adalah Firman Allah, itulah Kebenaran.

Jadi semua ini bukan syarat diselamatkan, tetapi tanda kita telah dipiliihNya untuk diselamatkan. Jika ada tanda-tanda diatas, dorongan untuk mentaati Firman Allah, maka itulah tandanya Roh Allah bekerja di dalam kamu. Jika perbuatan kamu mencerminkan kehidupan Kristus maka kamu yakin bahwa Allah telah menyelamatkan kamu dan tidak ada hal-hal yang dapat menggoyahkan iman  kamu sehingga kamu harus berkali-kali mengingat dan berusaha mengingat "Yesus sudah menebus dosa saya" atau "Yesus sudah mengampuni dan membenarkan saya", "tidak ada yang menghukum saya", seakan dengan berbuat seperti itu anda mengaktifkan otak keselamatan kamu. Naif...

Roma 15:18, "Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan, oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh."

Ketaatan kita akan Firman Allah adalah bagian dari cinta. Tanda tanda ketaatan dalam hidup ini, jangan kita bersombong diri bahwa Allah tetap menyelamatkan kita tanpa ketaatan akan FirmanNya. Sebab itu dinasikatkan Paulus dalam Efesus 5:1, "Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih." Apa yang Bapa katakan, anak-anakNya akan dengan riang mentaatinya, bahkan jika harus kehilangan nyawanya sekalipun.
October 27, 2015, 01:37:46 PM
Reply #11
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 43
  • Denominasi: katolik
Yesus Kristus dan ajaranNya menggenapi Taurat
KematianNya membatalkan Taurat..
Apa yg di mksd kematianNya membatalkn Taurat?.
Bs di jlskn dgn sederhana kpn hukum taurat itu berlaku? Trs tdk berlaku dan beralih ke hukum Kristus?
October 27, 2015, 01:51:50 PM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Yesus Kristus dan ajaranNya menggenapi Taurat
KematianNya membatalkan Taurat..
Apa yg di mksd kematianNya membatalkn Taurat?.
Bs di jlskn dgn sederhana kpn hukum taurat itu berlaku? Trs tdk berlaku dan beralih ke hukum Kristus?

Perhatikan tulisan Paulus berikit ini:

Roma 3:31, "Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya."

Karena tulisan Paulus paling sering dipakai penyesat untuk menyesatkan umat pilihanNya jika itu mungkin. Jadi jelas bahwa hukum Taurat tidak dibatalkan dengan datangnya iman. Tetapi disingkapkan oleh Kristus. Dalam bahasa lain disempurnakan oleh Kristus. Disisi lain Paulus berkata dalam suratnya Efesus 2:15, "sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya," Sejak saat itu kita menjalankannya dengan cara Yesus bukan dengan cara orang Yahudi (baca kisah Yesus di Injil untuk jelasnya).

Lalu apa yang dibatalkan oleh kematianNya? satu berkata tidak membatalkan, satu berkata membatalkan???

Perjanjian Lama yang dibatalkanNya dan digantikan oleh Perjanjian Baru.

Perjanjian yang mana? Inilah yang tidak mudah menjelaskannya dan karena itulah iblis bermain bukan saja pada topik Allah Tritunggal Ilahi dari luar dan dari dalam iblis juga mengguncang manusia dengan beberapa hal yang tidak mudah dipahami oleh mereka yang masih kanak-kanak rohani yang hanya bisa minum susu tetapi tidak makanan keras.

Perjanjian Horeb atau Perjanjian Sinai (Ulangan 29:1) adalah perjanjian antara Allah dengan Israel yang kemudian dibaharui oleh Allah dalam Yeremia 31:31-32, "Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah Firman Tuhan, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah Firman Tuhan." Dengan matinya Yesus di kayu salib, maka Perjanjian Baru dimulai, darahNya sebagai meterai, menggantikan Perjanjian Horeb tersebut.

Lebih detilnya panjang menjelaskannya...

Sejak saat itu hukum Taurat dilakukan dengan cara yang baru, di dalam Kristus. Bukan dibuang, sebab itu adalah hukum Allah tentang diriNya tentang apa yang disukai dan tidak disukaiNya. Tentang isi hatiNya, tentang kehendakNya dan semua itu dapat disingkapkan hanya jika kita meliliki Roh Allah.
« Last Edit: October 27, 2015, 01:54:00 PM by Krispus »
October 27, 2015, 01:53:40 PM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Segala sesuatu selalu anda bawa kepada penyesatan.

Saya bold dan kasih warna apa yang saya anggap penyesatan. Seperti pencuri domba, melencengkan orang dari jalan Lurus kepada jalan menuju kebinasaan. Amsal 2:12-14 memberi peringatan agar kita teguh pada pengajaran Kitab Suci, "supaya engkau terlepas dari jalan yang jahat, dari orang yang mengucapkan tipu muslihat, dari mereka yang meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh jalan yang gelap; yang bersukacita melakukan kejahatan."

Benar tidak ada penghukuman di dalam Kristus, tetapi ini tentang mereka yang ada di dalam Kristus bukan orang yang diluar Kristus. Ajaran anda menghalang-halangi orang untuk masuk di dalam Kristus.

Kelompok anda paling sering menuduh orang lain sebagai Farisi dan Ahli Taurat, tetapi sebenarnya anda sendiri memakai ayat-ayat  Kitab Suci bukan untuk membawa orang masuk ke dalam Kristus, tetapi membawa orang keluar dari Kristus. Tepat sepeti yang dikatakan Yesus dalam Matius 23:13, "Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk."

- - - - - - -

Roma 8:1, "Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus."

Bagaimana ada didalam Kristus? Jika di dalam ruangan gampang melakukannya, jika kita ada di dalam organisasi jelas dalam menjabarkannya, tetapi di dalam Kristus? Apakah ini tentang organisasi gereja? Apakah kita diselamatkan lewat organisasi? Tidak bukan gereja bukan lembaga bukan agama yang dimaksud. Yesus juga bukan bangunan yang bisa kita masuki, karena itu pahami baik-baik bagaimana kita bisa berada di dalam Kristus.

Yohanes 6:56, "Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia." Dalam arti rohani, daging yang dimaksud adalah Firman Allah (yang menjadi daging Yoh 1:14), dan darah yang dimaksud adalah Roh Allah yang menghidupakan 2 Kortintus 3:6 (roh adalah nyawa mahluk hidup dalam Im 17:11). Saat kita melakukan Firman Allah dan hidup dalam pimpinan Roh Allah, maka kita disebut tinggal di dalam Kristus dan Kristus ada di dalam kita.

Gambaran kita ada di dalam Kristus dan Kristus ada di dalam kita, sama seperti Yesus ada di dalam Bapa, dan Bapa ada di dalam Kristus. Yohanes 14:10 menjelaskan, "Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya." Tanda Yesus ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalamNya adalah dari perkataan dan perbuatanNya. TindakanNya semua berasal dari Bapa bukan dari diriNya sendiri. Demikian juga kita jika kita tinggal di dalam Kristus, maka perkataan dan perbuatan kita harus selaras dengan Kristus, dengan Firman yang menjadi daging.

Anda yang ngawur dan ngasal dalam menafsir bung.
Asal ceplokin ayat sambil nulis gak keruan.

Kita berada "DALAM KRISTUS", itu adalah OLEH IMAN. Jangan dicampur aduk dengan perbuatan!

Rm 5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

Baptisan melambangkan kita 'tenggelam' atau mati dari kehidupan lama dan masuk kepada kehidupan baru yaitu kehidupan di dalam Kristus, atau hidup di bawah kasih karunia.

Baru setelah kita di dalam Kristus kita bisa berbuah, menghasilkan perbuatan baik.

Kol
3:3   Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.
3:4   Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.
3:5   Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

Jadi jelas sekali urutannya, melalui iman kita lahir baru di dalam Kristus, baru setelah itu kita dinasehatkan untuk hidup berbuat baik, berbuah dan menjauhi kejahatan.

Memang perbuatan baik itu bukan merupakan syarat, melainkan tanda. Namun sayang tulisan anda justru gak jelas juntrungannya, malah terus mengejar dan fokus kepada TANDA. Justru harusnya fokus pada Kristus yang SUDAH menyelamatkan kita, sehingga kita bisa menghasilkan TANDA itu.

Pikirkanlah dulu ketidakkonsisten dan kengawuran tulisan anda sebelum buru-buru bilang orang lain sesat.

If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
October 27, 2015, 02:07:57 PM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9602
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Yesus Kristus dan ajaranNya menggenapi Taurat
KematianNya membatalkan Taurat..
Apa yg di mksd kematianNya membatalkn Taurat?.
Bs di jlskn dgn sederhana kpn hukum taurat itu berlaku? Trs tdk berlaku dan beralih ke hukum Kristus?

ayat ini seharusnya sudah menjelaskan semuanya

Efesus 2
15. sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

entah kenapa banyak orang baca cuma bagian batalnya aja, bukan selengkapnya
hukum taurat dan kasih karunia dijadikan satu dalam diri Yesus
maka kalau kita mengaku memiliki Yesus dalam diri kita
otomatis kita punya hukum taurat didalamnya
October 27, 2015, 02:10:17 PM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Anda yang ngawur dan ngasal dalam menafsir bung.
Asal ceplokin ayat sambil nulis gak keruan.

Kita berada "DALAM KRISTUS", itu adalah OLEH IMAN. Jangan dicampur aduk dengan perbuatan!

Rm 5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

cut...

Yakobus 2:18, Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan," aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."

Anda paham maksud ayat diatas? Jika tidak paham memang injil itu masih tertutup buat anda mungkin...

Sekarang pahami Roma 5:2, "Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah."

Jangan sembarang kata jalan masuk disamakan. Iman itu adalah pintu bagi kita untuk menerima kasih karunia Allah. Tetapi selain pintu juga ada jalan.

Yohanes 10:9, "Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput."

Yohanes 14:6, Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Saat kita percaya kepada Kristus kita diselamatkan, seperti penjahat yang langsung mati begitu percaya dengan hatinya dan mengaku dengan mulutnya. Namun jika masih hidup, maka kita dihadapkan kepada sebuah jalan yang harus kita lalui agar kita sampai kepada Bapa. Itulah perbuatan iman kita, iman kita atas Kristus, atas setiap perkataanNya, setiap FirmanNya. Saat Firman Allah berkata, Allah membenci perceraian, maka iman kitapun nyata dalam perbuatan kita. Saat Allah berfirman cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu, maka iman kitapun akan melahirkan perbuatan iman tanda bahwa kita percaya perkataan Allah. Itulah jalan yang harus kita jalani. Kita tidak sendirian, sebab di jalan itu ada Yesus, karena kita ada di dalam jalan itu, ada di dalam Yesus. ROH KUDUS yang memampukan kita untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah, bukan hidup sesuai maunya kita sendiri.
October 27, 2015, 02:18:01 PM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Anda yang ngawur dan ngasal dalam menafsir bung.
Asal ceplokin ayat sambil nulis gak keruan.

cut...

Baru setelah kita di dalam Kristus kita bisa berbuah, menghasilkan perbuatan baik.

Kol
3:3   Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.
3:4   Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.
3:5   Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

Jadi jelas sekali urutannya, melalui iman kita lahir baru di dalam Kristus, baru setelah itu kita dinasehatkan untuk hidup berbuat baik, berbuah dan menjauhi kejahatan.

Memang perbuatan baik itu bukan merupakan syarat, melainkan tanda. Namun sayang tulisan anda justru gak jelas juntrungannya, malah terus mengejar dan fokus kepada TANDA. Justru harusnya fokus pada Kristus yang SUDAH menyelamatkan kita, sehingga kita bisa menghasilkan TANDA itu.

Pikirkanlah dulu ketidakkonsisten dan kengawuran tulisan anda sebelum buru-buru bilang orang lain sesat.



Ada paham tidak yang saya tuliskan? Atau anda juga tidak paham yang anda tuliskan sendiri?

Fokus kepada Kristus sudah menyelamatkan, itu hanya tipuan psikologi untuk menghilangkan rasa bersalah. Itu tipu daya, sebab umat milikNya tidak fokus pada dosa, tetapi pada pertobatan. Saya tidak pernah meributkan dosa orang, tetapi pada pertobatan. Karena yang berharga bagi Allah itu pertobatan kita bukan fokus kita pada berita injil. Berita injil itu jika hanya mampir ditelinga dan pikiran bukan tertanam di hati dan bertumbuh dalam kehidupan itu sia-sia.

Fokus kepada berita kalau kamu sudah diampuni, bersyukurlah, itu hanya sementara hari itu saja seperti "kapok lombok" istilah Jawa. Tetapi jika kamu benar-benar mencari Allah dan kebenaranNya, maka Roh Allah yang bekerja dalam hidup seseorang, bukan usahanya untuk fokus sehingga setiap kali berbuat dosa fokus lagi, bukan mengajarkan orang bertobat tetapi mengajarkan orang menghilangkan rasa berlasah secara psikologis saja. Dosa itu bukan soal psikologis, keselamatan itu bukan filsafat manusia. Itu adalah Kebenaran. Dipercaya atau tidak akan tetap terjadi seperti apa yang telah di firmankanNya. Demikian juga dengan peran ROH KUDUS dalam setiap milik kepunyaan Allah.
« Last Edit: October 27, 2015, 02:24:17 PM by Krispus »
October 27, 2015, 02:55:57 PM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Yakobus 2:18, Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan," aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."

Anda paham maksud ayat diatas? Jika tidak paham memang injil itu masih tertutup buat anda mungkin...

Sekarang pahami Roma 5:2, "Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah."

Jangan sembarang kata jalan masuk disamakan. Iman itu adalah pintu bagi kita untuk menerima kasih karunia Allah. Tetapi selain pintu juga ada jalan.

Yohanes 10:9, "Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput."

Yohanes 14:6, Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Saat kita percaya kepada Kristus kita diselamatkan, seperti penjahat yang langsung mati begitu percaya dengan hatinya dan mengaku dengan mulutnya. Namun jika masih hidup, maka kita dihadapkan kepada sebuah jalan yang harus kita lalui agar kita sampai kepada Bapa. Itulah perbuatan iman kita, iman kita atas Kristus, atas setiap perkataanNya, setiap FirmanNya. Saat Firman Allah berkata, Allah membenci perceraian, maka iman kitapun nyata dalam perbuatan kita. Saat Allah berfirman cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu, maka iman kitapun akan melahirkan perbuatan iman tanda bahwa kita percaya perkataan Allah. Itulah jalan yang harus kita jalani. Kita tidak sendirian, sebab di jalan itu ada Yesus, karena kita ada di dalam jalan itu, ada di dalam Yesus. ROH KUDUS yang memampukan kita untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah, bukan hidup sesuai maunya kita sendiri.
Sudah banyak trit tentang Yakobus, anda gak juga ngerti.
Baca secara seksama Yak 2:18 itu.
Renungkan pertanyaan orang yang berkata kepada Yakobus "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan," orang ini mirip dengan anda, yang hanya memandang iman sebelah mata, dan mengagungkan perbuatan.

Tetapi Yakobus tetap pada prinsip Firman Tuhan, yaitu Iman akan menghasilkan perbuatan baik. Orang yang mengandalkan perbuatan tidak akan bisa menunjukkan imannya dari perbuatannya, sedangkan orang yang beriman akan bisa menunjukkan iman maupun perbuatan.

If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
October 27, 2015, 03:06:57 PM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Ada paham tidak yang saya tuliskan? Atau anda juga tidak paham yang anda tuliskan sendiri?

Fokus kepada Kristus sudah menyelamatkan, itu hanya tipuan psikologi untuk menghilangkan rasa bersalah. Itu tipu daya, sebab umat milikNya tidak fokus pada dosa, tetapi pada pertobatan. Saya tidak pernah meributkan dosa orang, tetapi pada pertobatan. Karena yang berharga bagi Allah itu pertobatan kita bukan fokus kita pada berita injil. Berita injil itu jika hanya mampir ditelinga dan pikiran bukan tertanam di hati dan bertumbuh dalam kehidupan itu sia-sia.

Fokus kepada berita kalau kamu sudah diampuni, bersyukurlah, itu hanya sementara hari itu saja seperti "kapok lombok" istilah Jawa. Tetapi jika kamu benar-benar mencari Allah dan kebenaranNya, maka Roh Allah yang bekerja dalam hidup seseorang, bukan usahanya untuk fokus sehingga setiap kali berbuat dosa fokus lagi, bukan mengajarkan orang bertobat tetapi mengajarkan orang menghilangkan rasa berlasah secara psikologis saja. Dosa itu bukan soal psikologis, keselamatan itu bukan filsafat manusia. Itu adalah Kebenaran. Dipercaya atau tidak akan tetap terjadi seperti apa yang telah di firmankanNya. Demikian juga dengan peran ROH KUDUS dalam setiap milik kepunyaan Allah.
Prinsip anda itu sama seperti prinsip kebanyakan orang. Sama seperti prinsip agama-agama lain, yaitu "Berbuat baik supaya diselamatkan". Ketika diperhadapkan dengan Firman Tuhan yang jelas-jelas mengatakan keselamatan oleh iman, bukan perbuatan, anda nulis panjang lebar puter sana sisni gak jelas juntrungannya.

Anda SALAH BESAR kalau mengira rasa bersalah akan membawa orang pada pertobatan. RASA BERSALAH justru membawa kepada motivasi yang salah dalam berbuat baik. Orang jadi berbuat baik demi untuk menebus kesalahannya. Jadi yang anda sebut sebagai pertobatan itu adalah sesuatu yang semu dan menjerumuskan.

Justru Karya Kristus membuat kita lepas dari rasa bersalah. Kalau kita berbuat salah dan rasa bersalah itu timbul, kita bisa mengingat bahwa kita SUDAH DITEBUS. Tidak ada lagi penghukuman. Sehingga kita bisa bersyukur, bangkit dari kesalahan dan berbuat baik dengan dasar UCAPAN SYUKUR.

Ini juga perbedaan antara perjanjian lama dan perjanjian baru yang dicatat oleh penulis di Ibrani 10.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
October 28, 2015, 11:21:48 AM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 541
  • Gender: Male
Perhatikan tulisan Paulus berikit ini:

Roma 3:31, "Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya."

Karena tulisan Paulus paling sering dipakai penyesat untuk menyesatkan umat pilihanNya jika itu mungkin. Jadi jelas bahwa hukum Taurat tidak dibatalkan dengan datangnya iman. Tetapi disingkapkan oleh Kristus. Dalam bahasa lain disempurnakan oleh Kristus. Disisi lain Paulus berkata dalam suratnya Efesus 2:15, "sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya," Sejak saat itu kita menjalankannya dengan cara Yesus bukan dengan cara orang Yahudi (baca kisah Yesus di Injil untuk jelasnya).

Lalu apa yang dibatalkan oleh kematianNya? satu berkata tidak membatalkan, satu berkata membatalkan???

Perjanjian Lama yang dibatalkanNya dan digantikan oleh Perjanjian Baru.

Perjanjian yang mana? Inilah yang tidak mudah menjelaskannya dan karena itulah iblis bermain bukan saja pada topik Allah Tritunggal Ilahi dari luar dan dari dalam iblis juga mengguncang manusia dengan beberapa hal yang tidak mudah dipahami oleh mereka yang masih kanak-kanak rohani yang hanya bisa minum susu tetapi tidak makanan keras.

Perjanjian Horeb atau Perjanjian Sinai (Ulangan 29:1) adalah perjanjian antara Allah dengan Israel yang kemudian dibaharui oleh Allah dalam Yeremia 31:31-32, "Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah Firman Tuhan, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah Firman Tuhan." Dengan matinya Yesus di kayu salib, maka Perjanjian Baru dimulai, darahNya sebagai meterai, menggantikan Perjanjian Horeb tersebut.

Lebih detilnya panjang menjelaskannya...

Sejak saat itu hukum Taurat dilakukan dengan cara yang baru, di dalam Kristus. Bukan dibuang, sebab itu adalah hukum Allah tentang diriNya tentang apa yang disukai dan tidak disukaiNya. Tentang isi hatiNya, tentang kehendakNya dan semua itu dapat disingkapkan hanya jika kita meliliki Roh Allah.

Yang dibatalkan adalah kebenaran melalui Hk Taurat (justification by law) digantikan dengan kebenaran oleh iman (justification by faith).. karena tidak ada satu orangpun yang bisa dibenarkan oleh Hk Taurat.

Yang tidak dibatalkan adalah tujuan diberikannya Hk Taurat yaitu bahwa Hk Taurat itu kudus dan standar Tuhan itu sempurna, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.

Gal 3:21   Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat.
3:22   Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya.
3:23   Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.

Salam
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)