Author Topic: Umat Kristen Tunduk pd Hukum Taurat ato Hukum Kasih?  (Read 2997 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 09, 2015, 02:52:49 PM
Reply #130
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Saya copas yang kamu tanyakan:
  • Quote
    Yohanes 19:30, Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

    Sudah selesai itu memiliki makna yang sangat besar dan luas. Bahwa sejak Ia menyerahkan nyawa-Nya, maka perjanjian Sinai telah digantikan dengan Perjanjian Baru. Terjadi perubahan yang sangat dasyat di bumi maupun di sorga, atas manusia, atas iblis dan juga para malaikat. .
Namun demikian saya tidak meyakini pemahaman kawan, karena masih banyak yang saya harus pertanyakan. Ijinkanlah saya bertanya tanya dan member sanggahan tentang beberapa dari tulisan bro Krispus sendiri..

Perubahan dahsyat apakah yang terjadi di, 1. Bumi, 2. Surga, 3. Manusia, 4. Iblis dan 5. Malaikat?

1
Di bumi Allah tidak lagi menghukum setiap kejahatan manusia seketika itu juga. Ibrani 2:2 menjelaskan tentang kitab-kitab tPerjanjian Lama yang disampaikan para malaikat Allah demikian, "Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal, bagaimanakah kita akan luput." Ternyata tidak setiap pelanggaran dan ketidak taatan dihukum Allah, sebab kita hidup di jaman kasih karunia.

2.
Di Sorga, Iblis tidak lagi mendapat tempat, Wahyu 12:8 berkata, "Tetapi mereka (Iblis) tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga." dan ayat-ayat dibawahnya mereka dilemparkan ke bumi oleh karena darah Kristus.

3.
Manusia, hidup dalam jaman kasih karunia. Selalu ada kemurahan dalam hidup manusia, dan setiap orang akan menerima hukum-hukum Allah dalam batinnya. Roma 2:4-8, Allah mengharapkan semua manusia bertobat, jika tidak maka murkaNya yang ditahan oleh darah Kristus, akan dibalaskan pada hari dan saatNya.

4.
Iblis tidak lagi penjadi pendakwa kita di hadapan Allah, sebab mereka telah dikalahkan oleh Kristus, karena itu Iblis marah dan menyesatkan umat manusia. Baca Kolose 2:13-15 iblis telah dikalahkan.

5.
Malaikat, tidak lagi melayani seperti jaman Perjanjian Baru, sebab Roh Allah dicurahkan Bapa ke setiap orang yang menjadi milikNya (Efesus 4:30). Roh Allah yang bekerja di antara setiap orang percaya, yang pada jaman Perjanjian Lama hal itu dilakukan oleh kehadiran para malaikat. Sekarang ROH KUDUS yang menuntun kita kata Yohanes 16:13 seperti yang dinubuatkan Yesaya 30:20-21.

Itu penjelasan singkatnya dan saya heran anda tidak tahu hal ini?

Quote
Apakah Allah di surga memang berubah ubah temperamen? Apakah sebelum Kristus mati di Kayu salib Allah Lebih temperamen dan sesudah Yesus mati di Kayu Salib Allah menjadi lemah lembut dan menjadi lebih penyabar?

Anda benar-benar sangat tidak paham tentang karya Kristus, tidak heren dengan tulisan dan pernyataan anda.

Allah tidak berubah-rubah, dari dulu sampai sekarang Ia tetap sama. Saat Daud berkata dalam Mazmur 2:12, "supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. " demikian juga sampai hari ini murka Allah mudah menyala.

Tetapi apa yang berbeda pada jaman Perjanjian Baru? 2 Korintus 5:19 berkata, "Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka." Kematian Yesus di kayu salib menanggung seluruh kemarahan Allah dan pembalasan yang harus ditimpakan atas pelanggaran dan dosa manusia, karena itu Yesus berseru, "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Sebab Allah Bapa meninggalkan Yesus karena dosa-dosa kita yang seharusnya kitalah yang dibuang Allah kedalam kekelaman.

Jadi apakah sifat Allah telah berubah? Tidak, tetapi segala sesuatu telah didamaikan dengan Allah di dalam Kristus. Tentang diriNya dikataka, Roma 2:5, Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan." Darah Kristus telah menaha murka Allah, tetapi kemurahan Allah itu bukan merubah sifat Allah.


Quote
•   Apakah dampaknya atas seluruh jagad raya?
•   Apakah dahulu Keselamatan itu memang hanya untuk segelintir orang saja?, apakah keselamatan itu tertutup alias terbatas bagi umat manusia tetapi berlimpah limpah dan hanya untuk segelintir orang saja?
•   Apakah tujuannya Allah memilih umat Israel sebagai satu umat? apakah memang karena Allah adalah pilih kasih? (saya tidak meyakininya, saya punya jawaban untuk ini, nanti saya bagi bagi..  :wink:)

Anda membuat banyak pertanyaan yang merupakan pertanyaan dasar tentang Kekristenan. Apakah anda seorang pengikut Kristus?????

Apa yang saya bold silahkan di share...
« Last Edit: November 09, 2015, 04:15:05 PM by Krispus »
November 10, 2015, 07:29:31 PM
Reply #131
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2522
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Quote
[author=Krispus link=topic=58004.msg1151824#msg1151824 date=1447055569]
Perubahan dahsyat apakah yang terjadi di, 1. Bumi, 2. Surga, 3. Manusia, 4. Iblis dan 5. Malaikat?

1
Di bumi Allah tidak lagi menghukum setiap kejahatan manusia seketika itu juga. Ibrani 2:2 menjelaskan tentang kitab-kitab tPerjanjian Lama yang disampaikan para malaikat Allah demikian, "Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal, bagaimanakah kita akan luput." Ternyata tidak setiap pelanggaran dan ketidak taatan dihukum Allah, sebab kita hidup di jaman kasih karunia.

THX kawan sudah ditanggapi, kalau pertanyaan saya yang lain kawan Krispus belum member jawaban tidak apa apa.
Mengenai jawaban jawaban yang sudah bro Krispus beri ijinkan saya bertanya tanya lagi, bagaimana kawan menjelaskan peristiwa Ananias dan Safira yang mati karena ketidak jujuran mereka di perjanjian baru?

Quote
2.
Di Sorga, Iblis tidak lagi mendapat tempat, Wahyu 12:8 berkata, "Tetapi mereka (Iblis) tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga." dan ayat-ayat dibawahnya mereka dilemparkan ke bumi oleh karena darah Kristus.

Bah, jadi sebelum Tuhan Jesus mati di kayu salib Iblis punya tempat di sorga?

Quote
3.
Manusia, hidup dalam jaman kasih karunia. Selalu ada kemurahan dalam hidup manusia, dan setiap orang akan menerima hukum-hukum Allah dalam batinnya. Roma 2:4-8, Allah mengharapkan semua manusia bertobat, jika tidak maka murkaNya yang ditahan oleh darah Kristus, akan dibalaskan pada hari dan saatNya.

Maaf Saya tidak meyakini pernyataan kawan  tersebut, itu hanya istilah kawan saja, saya percaya tidak pernah manusia di bumi ini tanpa Kasih karunia Tuhan, kecuali manusia tersebut sudah benar benar menolak Kasih Karunia cth: air bah, sodom dan gomora dan nanti pada kedatangan Kristus yang ke 2 kali, barulah saya setuju ada jaman manusia tidak memperoleh kasih Karunia lagi.

Quote
4.
Iblis tidak lagi penjadi pendakwa kita di hadapan Allah, sebab mereka telah dikalahkan oleh Kristus, karena itu Iblis marah dan menyesatkan umat manusia. Baca Kolose 2:13-15 iblis telah dikalahkan.

Ah lagi lagi ini adalah interpretasi kawan saja, dan Kolose 2:13-15 tidak nyambung dengan pernyataan kawan tersebut.

Quote
5.
Malaikat, tidak lagi melayani seperti jaman Perjanjian Baru, sebab Roh Allah dicurahkan Bapa ke setiap orang yang menjadi milikNya (Efesus 4:30). Roh Allah yang bekerja di antara setiap orang percaya, yang pada jaman Perjanjian Lama hal itu dilakukan oleh kehadiran para malaikat. Sekarang ROH KUDUS yang menuntun kita kata Yohanes 16:13 seperti yang dinubuatkan Yesaya 30:20-21.

Ah masah sih bro, terus yang melepaskan rasul rasul dari penjara siapa dong bro Kisah 1:19.

Quote
Itu penjelasan singkatnya dan saya heran anda tidak tahu hal ini?

Anda benar-benar sangat tidak paham tentang karya Kristus, tidak heren dengan tulisan dan pernyataan anda.

Saya hanya tidak meyakini pemahaman bro Krispus saja,

Quote
Tetapi apa yang berbeda pada jaman Perjanjian Baru? 2 Korintus 5:19 berkata, "Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka

KESIMPULAN:
Kawan Krispus,  Allah adalah Kasih, Allah tidak lebih mengasihi kita karena Kristus sudah mati di kayu salib, ini harus dimengerti, tetapi karena Kasih-Nya kepada kitalah sehingga Allah rela mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal mati di kayu salib.
Sekali lagi, bukan karena Kristus mati dikayu salib sehingga Allah mengasihi kita, tetapi karena Kasih Allah begitu besar kepada manusia sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal.


sekali lagi, Salib Tidak mengubah Hati Tuhan, tetapi Hati yang penuh kasih itulah yang rela memberikan Anak-Nya mati di Kayu Salib.

Amen

salam
« Last Edit: November 10, 2015, 07:46:51 PM by Simatupang@123 »
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
November 11, 2015, 11:53:36 AM
Reply #132
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
KESIMPULAN:
Kawan Krispus,  Allah adalah Kasih, Allah tidak lebih mengasihi kita karena Kristus sudah mati di kayu salib, ini harus dimengerti, tetapi karena Kasih-Nya kepada kitalah sehingga Allah rela mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal mati di kayu salib.
Sekali lagi, bukan karena Kristus mati dikayu salib sehingga Allah mengasihi kita, tetapi karena Kasih Allah begitu besar kepada manusia sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal.


sekali lagi, Salib Tidak mengubah Hati Tuhan, tetapi Hati yang penuh kasih itulah yang rela memberikan Anak-Nya mati di Kayu Salib.

Amen

salam

Yeremia 9:24, "Tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah Firman Tuhan."

Ada kasih setia, ada juga keadilan dan juga kebenaran. Ketiga hal ini harus seimbang, saat kita berbicara betapa Allah mengasihi kita maka kita juga harus tahu bahwa Allah tidak dapat mengasihi manusia tanpa menunjukan keadilanNya dan kebenaranNya.

Sifat Allah tidak berubah, tetapi karya Kristus bukan drama sinetron, itu adalah kejadian dasyat. Lewat karya Kristus, maka murka Allah atas pelanggaran dan dosa-dosa manusia ditanggung oleh Yesus, sehingga kita hanya melihat Allah yang tidak murka walau kita berbuat dosa selama kita memohon pengampunanNya (baca 1 Yohanes 1:9). Tetapi pada jaman Perjanjian Lama, darah domba dan kambing tidak dapat meredakan murka Allah, hanya menahan saja sebab itu adalah perlambang tentang korban Anak Tunggal Allah. Bahkan sebelum Allah menyerahkan Anak TunggalNya, TUHAN menguji apakah layak manusia menerima anugrah sebesar itu?

Kejadian 22:12, Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."

Jangan merendahkan karya Kristus, jangan menghinakan Yesus. Jika anda pernah menganggap Paulsu berdusta omong kosong saat menyatakan ia menjalankan hukum Taurat dengan sempurna termasuk membunuh para pengikut Yesus, maka jangan anda juga menghinakan Yesus dan menggantikan memuliakan KASIH. Allah kita bukan KASIH, tetapi YHWH, yang kita panggil Allah Bapa, dan Putra TunggalNya Yesus Kristus dan ROH KUDUS.

Karya Kristus di bumi, kematianNya karena dosa-dosa kita dan kebangkitanNya untuk kita semua itu bukan legenda atau mitos, bukan kisah inspiratif untuk memberi tahu Allah itu mengasihi kita tetapi itu kejadian yang sangat berdampak di sorga, bumi dan alam kubur. Titik tersebut menjadi titik dimulainya perjanjian Allah yang baru, menggantikan perjanjian yang lama yang diikatkan diatas gunung Horeb (Sinai).

Saya tidak menaggapi semua pertanyaan kamu yang seperti anak kecil, sebab semua itu berangkat dari ketidaktahuan kamu tentang karya Kristus. Baiklah cukup sekian saja, saya tidak ingin Yesus direndahakan dan dikecilkan disini.
November 11, 2015, 05:07:34 PM
Reply #133
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2522
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist

Saya tidak menaggapi semua pertanyaan kamu yang seperti anak kecil, sebab semua itu berangkat dari ketidaktahuan kamu tentang karya Kristus. Baiklah cukup sekian saja, saya tidak ingin Yesus direndahakan dan dikecilkan disini.

nyantai aja kawan,,

janganlah berpikiran negatif kaya begitu, hanya karena saya tidak sepaham dengan kamu, jadi kamu menganggap saya merendahkan dan mengecilkan Kristus??

tapi ya sudahlah, terima kasih sudah mau ngomong ngomong, sampai jumpa di topik selanjutnya.

salam.  :wink:
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
July 10, 2018, 09:18:24 AM
Reply #134
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3029
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
@Sotardugur Parreva hendak menyampaikan pikiran menanggapi judul trit, Umat Kristen Tunduk pd Hukum Taurat ato Hukum Kasih?

Menurut pendapatku, yang dinamakan orang Kristen ialah mereka yang menjadi pengikut Kristus, dan hidup di zaman Perjanjian Baru. Sementara itu, Hukum Taurat itu adanya di Perjanjian Lama. Walaupun dengan berbagai teori banyak partisipan yang hendak menggambarkan bahwa materi Perjanjian Lama adalah sama dengan materi Perjanjian Baru, nyatanya, Perjanjian Lama bukan Perjanjian Baru

Dengan pembahasaan yang tegas, penganut Perjanjian Lama adalah Orang Yahudi, penganut Perjanjian Baru adalah Orang Kristen. Maka dari itu, menurut pendapatku, judul trit sudah terjawab. Umat Kristen tunduk pada Hukum Kasih yang diajarkan Tuhan Yesus Kristus, bukan tunduk kepada Hukum Taurat. Selain karena beda zaman, kepada Kristen sudah dberitahukan oleh Tuhan Yesus Kristus melalui Luk 16:16 bahwa Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.

Dengan demikian, pertanyaan trit di judul, menurut pendapatku, sudah terjawab.
Bagaimana dengan pendapat kawan-kawan lain?

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
July 17, 2018, 09:30:17 AM
Reply #135
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
di alkitab larangan memakan babi Imamat 11:7-8 ”Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.”

Ulangan 14:8 ”juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya.”

1 Korintus 11:5 Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak berkerudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.

11:6 Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka HARUSLAH IA MENUDUNGI KEPALANYA.mohon pencerahaan nya kakak kakak sekalian knp kita tdk mematuhi itu?

Kedua Hukum masih berlaku hanya saja Hukum Taurat harus dilihat dari perspektif PB.
July 17, 2018, 10:05:31 PM
Reply #136
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3029
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Kupikir, jika judul trit meminta partisipan berpendapat apakah A(tunduk pada Torat) atau B(tunduk pada Hukum Kasih), maka pilihan harus jatuh pada A saja, atau B saja. Bukan menjadi A dan B. Jika pilihan jatuh kepada A dan B berarti partisipan merubah trit yang ingin mencari tahu pendapat partisipan apakah A atau B, menjadi berpendapat A dan B.

Menurut pendapatku, memahami Mat 22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi, setelah Tuhan Yesus Kristus mengatakan hukum pertama dan utama ialah kasihilah Allah (Mat 22:37) dan hukum kedua yang sama dengan hukum pertama, kasihilah sesama manusia (Mat 22:39), maka itu berarti, hukum Taurat dan kitab para nabi tergantung kepada hukum kasih. Dengan sendirinya, hukum Taurat dan kitab para nabi sudah dicakup oleh hukum kasih. Maka, dengan kata lain, hukum Taurat dan kitab para nabi menjadi tidak berlaku, karena sudah dicakup oleh hukum kasih. Semua hal yang diatur dalam hukum Taurat, sudah dicakup oleh hukum kasih.

Pada tanya-jawab yang sama namun dikisahkan penginjil Markus, Mar 12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan, diakui oleh Ahli Taurat.

Maka, adalah hal yang luar biasa jika di abad XXI ini ada orang yang tidak berdarah Yahudi namun memberlakukan Hukum Taurat dan kitab para nabi. Kalo zaman Belanda di Indonesia dikenal istilah Londo ireng untuk orang pribumi yang merasa lebih Belanda daripada Belanda puritan, maka demikian juga orang yang tidak berdarah Yahudi namun ngotot menganggap hukum Taurat dan kitab para nabi masih berlaku berbarengan dengan hukum kasih. Lebih Yahudi daripada Yahudi tempo doeloe. Para rasul yang berdarah Yahudi saja memilih tunduk pada hukum kasih daripada tunduk kepada hukum Taurat dan kitab para nabi.

Maka, pada kasus A atau B di atas, mengatakan A dan B, adalah pemikiran yang mubajir. Wong diminta pilih A atau B kenapa malah memilih A dan B?

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
July 18, 2018, 10:19:15 AM
Reply #137
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Hukum moral didalam PL tetap berlaku sampai sekarang misalnya Decalog,tetapi sayang sekali masih ada denominasi yang menghilangkan perintah kedua soal pembuatan dan penyembahan patung.
June 09, 2019, 05:58:57 AM
Reply #138
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3029
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Yang ditanyakan oleh judul trit ialah umat Kristen tunduk pada hukum Taurat ato hukum kasih. Hukum moral dibahas di trit lain saja.
Diskusi ini bukan jamu yang dapat dioplos semau-maunya.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)