Author Topic: Umat Kristen Tunduk pd Hukum Taurat ato Hukum Kasih?  (Read 3084 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 01, 2015, 01:40:51 AM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA

ayat ini seharusnya sudah menjelaskan semuanya

Efesus 2
15. sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

entah kenapa banyak orang baca cuma bagian batalnya aja, bukan selengkapnya
hukum taurat dan kasih karunia dijadikan satu dalam diri Yesus
maka kalau kita mengaku memiliki Yesus dalam diri kita
otomatis kita punya hukum taurat didalamnya


Efesus 2:15:

Apa yang dimaksud "untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya"?
Lebih spesifik lagi, Apa yang dimaksud dengan "keduanya"?

Memahami  bagian ke-2 dari Efesus 2:15 ini kita harus membaca ayat dalam perikop awal pokok pembicaraan Paulus, yaitu pada ayat 11:

Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia,

Dalam ayat ke-11 ini menyatakan ada 2 golongan manusia:
1. Golongan bersunat (orang Yahudi)
2. Golongan tidak bersunat (Non Yahudi/ Goyim), yaitu orang2 seperti kita ini.


Pada Efesus 2:15 bagian kedua ini, Paulus menyatakan bahwa Dengan "batalnya Taurat" ada juga dampak bahwa Kristus ini mempersatukan percaya dari golongan Yahudi dan golongan Goyim menjadi satu golongan manusia baru di dalam diri-Nya. Dijelaskan lebih lanjut pada ayat 16:

untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

Jadi, Kristus  bukan saja mempersatukan orang-orang Kristen-Yahudi dan orang-orang Kristen-non-Yahudi di dalam diri-Nya menjadi satu manusia baru, tetapi Ia juga memperdamaikan keduanya, dalam satu tubuh, dengan Allah.

Reff: http://www.sarapanpagi.org/persatuan-antara-org-yahudi-non-yahudi-dlm-jemaat-kristus-vt3138.html#p17546
Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
November 01, 2015, 06:28:11 AM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9602
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Efesus 2:15:

Apa yang dimaksud "untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya"?
Lebih spesifik lagi, Apa yang dimaksud dengan "keduanya"?

Memahami  bagian ke-2 dari Efesus 2:15 ini kita harus membaca ayat dalam perikop awal pokok pembicaraan Paulus, yaitu pada ayat 11:

Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia,

Dalam ayat ke-11 ini menyatakan ada 2 golongan manusia:
1. Golongan bersunat (orang Yahudi)
2. Golongan tidak bersunat (Non Yahudi/ Goyim), yaitu orang2 seperti kita ini.


Pada Efesus 2:15 bagian kedua ini, Paulus menyatakan bahwa Dengan "batalnya Taurat" ada juga dampak bahwa Kristus ini mempersatukan percaya dari golongan Yahudi dan golongan Goyim menjadi satu golongan manusia baru di dalam diri-Nya. Dijelaskan lebih lanjut pada ayat 16:

untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

Jadi, Kristus  bukan saja mempersatukan orang-orang Kristen-Yahudi dan orang-orang Kristen-non-Yahudi di dalam diri-Nya menjadi satu manusia baru, tetapi Ia juga memperdamaikan keduanya, dalam satu tubuh, dengan Allah.

Reff: http://www.sarapanpagi.org/persatuan-antara-org-yahudi-non-yahudi-dlm-jemaat-kristus-vt3138.html#p17546


yesss

itu salah satu tafsirannya

sebenarnya di ayat 14 sudah menjelaskan hal itu

14. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
November 02, 2015, 06:34:07 PM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2694
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Hukum Kristus juga dikenal dengan Hukum Kasih. Hukum ini memiliki 2 mitsvot (Kasih kepada Allah & Kasih kepada sesama manusia).

Hukum Taurat adalah segala macam ketentuan/ perintah/ mitsvot yang tersebar dalam 5 Kitab Musa. Jika diperincikan terdapat 613 Mitsvot di dalamnya.

Dari segi jumlah saja sudah beda, bukan?

Halo bro sarapan pagi...

Apakah tulisan bro ini adalah jawaban atas pertanyaan ku sebelumnya?

Saya jd timbul banyak pertanyaan atas jawaban bro tersebut...

Saya percaya hukum taurat memiliki kurang lebih 613 ketentuan..

Jd
1. Apakah hukum taurat itu bukan hukum kristus?
2. Apakah hukum taurat itu bukan mengajarkan ttg kasih kepada Allah dan sesama manusia?
2. Siapakah sumber hukum taurat.. Musa kah atau Kristus..

Thx bro..

Salam
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
November 02, 2015, 07:14:26 PM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA
Jikalau Anda menganggap SAMA, Perhatikan adanya Amandemen sbb:

* Matius 5:27-28
5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. ==> Hukum Taurat
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. ==> Ada Amandemen

Sebuah Hukum yang telah di-amandemen, tidak lagi bernama hukum yang lama. Hukum yang sudah diamandemen, sama sekali beda dengan hukum lama.


Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
November 02, 2015, 07:31:28 PM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Jikalau Anda menganggap SAMA, Perhatikan adanya Amandemen sbb:

* Matius 5:27-28
5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. ==> Hukum Taurat
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. ==> Ada Amandemen

Sebuah Hukum yang telah di-amandemen, tidak lagi bernama hukum yang lama. Hukum yang sudah diamandemen, sama sekali beda dengan hukum lama.
Sama. Ini termasuk hukum ke 10 dari sepuluh perintah. Jangan mengingini. Paulus di rm 7 juga menulis tentang ini.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
November 02, 2015, 07:50:41 PM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA
Mungkin bisa disamakan dalam hal "Mengingini milik orang" tetapi Firman ke-10 mencakup kepemilikan yang lebih luas, yang juga mencakup kepada harta milik.

Orang yang "Berzinah dalam hati" bisa saja dalam artian ingin memiliki "isti orang". Namun belum tentu selalu dalam artian ingin memiliki milik orang (pindah hak milik).
Berzinah dalam hati lebih kepada "hasrat seksual." Hasrat seksual yang tidak pada tempatnya, yang melanggar kesusilaan. Dalam Matius 5:27-28 Tuhan Yesus bicara mengenai "hasrat seksual" di dalam hati yang megakibatkan "zinah di dalam hati". Yang dimana hukum ini tidak ada di dalam Hukum Taurat.
Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
November 02, 2015, 09:40:56 PM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Sudah banyak trit tentang Yakobus, anda gak juga ngerti.
Baca secara seksama Yak 2:18 itu.
Renungkan pertanyaan orang yang berkata kepada Yakobus "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan," orang ini mirip dengan anda, yang hanya memandang iman sebelah mata, dan mengagungkan perbuatan.

Tetapi Yakobus tetap pada prinsip Firman Tuhan, yaitu Iman akan menghasilkan perbuatan baik. Orang yang mengandalkan perbuatan tidak akan bisa menunjukkan imannya dari perbuatannya, sedangkan orang yang beriman akan bisa menunjukkan iman maupun perbuatan.

18  Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan," aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."

Apakah kalimat ini perlu ditafsirkan lagi? Bukankah sudah jelas antara orang yang hanya mengaku percaya Yesus sudah mengampni aku, menebus dosaku dan membenarkan aku, tetapi tidak ada perbuatan yang menunjukan bahwa ia percaya, sedangkan sisi yang satunya, yaitu Yakobus, menyatakan imannya bukan dari kata-kata saja, tetapi nyata dalam perbuatan-perbuatannya. Perbuatan yang mana? Yakobus menjelaskan dalam ayat 21-26, tentang Abraham yang taat mempersembahkan Ishak anaknya, tentang Rahab yang percaya hanya dari YHWH saja kesalamatan itu, dengan mempertaruhkan nyawanya melindungi mata-mata Israel. Itulah iman, yaitu nyata dalam perbuatan. Tanpa perbuatan iman, percaya kamu hanyalah uap yang hilang ditiup angin, hanya kentut yang berbau tetapi sebentar hilang tanpa arti.

Dengan gagah lalu anda menyatakan bahwa saya memandang iman sebelah mata?

Bukankah disini kamu hendak meyakinkan orang orang bahwa kita diselamatkan hanya karena iman saja, perbuatan tidak penting karena kita tidak hidup dalam hukum Taurat. Bahkan memberi kesan seakan walau hidup berbuat dosa terus menerus tetapi asalkan beriman percaya Yesus telah mati baginya untuk menebus dosa-dosanya maka selamat.

Karena itu saya menjelaskan tentang tujuan kita diselamatkan, agar kita menjadi umat yang kudus. Kamu berusaha meyakinkan sekali lagi bahwa kita sudah kudus karena Yesus jadi tidak perlu perbuatan yang mendatangkan kekudusan, sebab kita tidak mungkin bisa hidup kudus, hanya karena kasih karunia kita dianggap kudus karena iman.

Selanjutnya saya menjelaskan tentang iman, bahwa iman itu tanpa perbuatan adalah iman yang mati. Hanya ada iman saja tetapi tidak tampak perbuatannya, ketaatannya kepada Kristus. Apakah artinya ia telah memiliki iman yang layak menerima pengampunanNya? Sedangkan keselamatan kita itu kita terima sebagai pemberian bukan sebagai hak kita karena kita telah percaya. Jika itu pemberian maka hal itu tergantung kepada kehendak hati Allah, bukan karena usaha kita untuk percaya apa yang diajarkan pendeta anda.
November 02, 2015, 09:54:27 PM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Prinsip anda itu sama seperti prinsip kebanyakan orang. Sama seperti prinsip agama-agama lain, yaitu "Berbuat baik supaya diselamatkan". Ketika diperhadapkan dengan Firman Tuhan yang jelas-jelas mengatakan keselamatan oleh iman, bukan perbuatan, anda nulis panjang lebar puter sana sisni gak jelas juntrungannya.

Sampai disini anda gagal memahami kaitannya iman dan perbuatan. Anda rancuh tentang hukum Taurat dan hukum Kasih Karunia, sebab anda tidak benar-benar menganal Allah dengan benar.

Quote
Anda SALAH BESAR kalau mengira rasa bersalah akan membawa orang pada pertobatan. RASA BERSALAH justru membawa kepada motivasi yang salah dalam berbuat baik. Orang jadi berbuat baik demi untuk menebus kesalahannya. Jadi yang anda sebut sebagai pertobatan itu adalah sesuatu yang semu dan menjerumuskan.

Justru Karya Kristus membuat kita lepas dari rasa bersalah. Kalau kita berbuat salah dan rasa bersalah itu timbul, kita bisa mengingat bahwa kita SUDAH DITEBUS. Tidak ada lagi penghukuman. Sehingga kita bisa bersyukur, bangkit dari kesalahan dan berbuat baik dengan dasar UCAPAN SYUKUR.

Ini juga perbedaan antara perjanjian lama dan perjanjian baru yang dicatat oleh penulis di Ibrani 10.

Apakah anda benar-benar paham apa yang saya tulis? Silahkan dibaca perlahan jangan emosi, santai saja membacanya.

Ada paham tidak yang saya tuliskan? Atau anda juga tidak paham yang anda tuliskan sendiri?

Fokus kepada Kristus sudah menyelamatkan, itu hanya tipuan psikologi untuk menghilangkan rasa bersalah. Itu tipu daya, sebab umat milikNya tidak fokus pada dosa, tetapi pada pertobatan. Saya tidak pernah meributkan dosa orang, tetapi pada pertobatan. Karena yang berharga bagi Allah itu pertobatan kita bukan fokus kita pada berita injil. Berita injil itu jika hanya mampir ditelinga dan pikiran bukan tertanam di hati dan bertumbuh dalam kehidupan itu sia-sia.

Fokus kepada berita kalau kamu sudah diampuni, bersyukurlah, itu hanya sementara hari itu saja seperti "kapok lombok" istilah Jawa. Tetapi jika kamu benar-benar mencari Allah dan kebenaranNya, maka Roh Allah yang bekerja dalam hidup seseorang, bukan usahanya untuk fokus sehingga setiap kali berbuat dosa fokus lagi, bukan mengajarkan orang bertobat tetapi mengajarkan orang menghilangkan rasa berlasah secara psikologis saja. Dosa itu bukan soal psikologis, keselamatan itu bukan filsafat manusia. Itu adalah Kebenaran. Dipercaya atau tidak akan tetap terjadi seperti apa yang telah di firmankanNya. Demikian juga dengan peran ROH KUDUS dalam setiap milik kepunyaan Allah.

Pengajaran andalah yang berfokus kepada rasa bersalah. Karena tujuan pengajaran anda adalah menyingkirkan rasa bersalah itu dengan mengulang-ulang kata seperti "Yesus sudah menebus dosaku, Yesus sudah menyelamatkan aku, perbuatan baik tidak menyelamatkan aku." Rasa besalah itu timbul karena merasa gagal mentaati Firman Allah yang kadang lebih banyak berupa perintah manusia (gereja atau lembaga atau pendeta). Sehingga walau sudah percaya masih saja merasa berdosa. - bukankah seperti itu dasar lahirnya pengajaran anda?

Saya jelaskan bahwa itu adalah cara psikologi, sugesti diri sendiri dan tidak berdiri atas dasar Firman Allah yang sempurna. Saya katakan sempurna, sebab pengajaran anda tetap memakai ayat-ayat tetapi tidak semuanya kebenaran Firman Allah dipakai, sebagian besar dibuang atau ditafsirkan ulang sesuai maunya walau harus bertabrakan dengan ayat-ayat yang lainnya.

Perbuatan apakah menyelamatkan kita? Dalam arti pendek tidak. Tetapi dalam pemahaman yang panjang ya. Iman tanpa perbuatan itu adalah iman yang tidak menyelamatkan. Apa jadinya Abraham yang mengaku percaya Allah dan percaya janji Allah kemudian tidak mempersembahkan Ishak anaknya walau telah diperintahkan oleh Tuhan? Apakah Abraham dapat disebut orang beriman oleh Allah? Apakah pernyataan percayanya dapat membenarkan dirinya? Dalam arti yang luas dan jauh kedepan, perbuatan memiliki dampak terhadap keselamatan kita. Dalam arti pendek, anda sudah sangat fasih tentunya saya tidak perlu menjelaskan lagi.
November 02, 2015, 10:10:10 PM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2694
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Jikalau Anda menganggap SAMA, Perhatikan adanya Amandemen sbb:

* Matius 5:27-28
5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. ==> Hukum Taurat
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. ==> Ada Amandemen

Sebuah Hukum yang telah di-amandemen, tidak lagi bernama hukum yang lama. Hukum yang sudah diamandemen, sama sekali beda dengan hukum lama.

Bisa jadi.. Dan saya amini soal amandemen amandemen itu.

Tetapi aku masih belum mengerti maksud bro sarapan pagi.

Kalau hukum taurat bukanlah hukum Kristus.. Lalu hukum dari manakah hukum taurat itu?
Siapakah sumbernya?

Terima kasih bro... Atas kesediaannya membagikan pemahaman...

Salam
« Last Edit: November 02, 2015, 10:13:09 PM by Simatupang@123 »
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
November 02, 2015, 10:18:03 PM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA
Dan saya amini soal amandemen amandemen itu.

--

Kalau hukum taurat bukanlah hukum Kristus.. Lalu hukum dari manakah hukum taurat itu?
Siapakah sumbernya?

Anda tentu tahu, sumbernya sama2 dari Allah. Dan Yesus Kristus adalah Allah.

Tetapi memang ada perbedaan2 antara Hukum yang diberikan-Nya melalui Musa kepada bangsa Israel, dan Hukum yang dibawa-Nya sendiri.

Bukankah Anda mengamini soal amandemen-amandemen itu?
Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)