Author Topic: Umat Kristen Tunduk pd Hukum Taurat ato Hukum Kasih?  (Read 3089 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 02, 2015, 10:35:20 PM
Reply #50
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2694
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Anda tentu tahu, sumbernya sama2 dari Allah. Dan Yesus Kristus adalah Allah.

Tetapi memang ada perbedaan2 antara Hukum yang diberikan-Nya melalui Musa kepada bangsa Israel, dan Hukum yang dibawa-Nya sendiri.

Bukankah Anda mengamini soal amandemen-amandemen itu?

Amen..
Puji Jesus...


Salam
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
November 03, 2015, 04:32:03 AM
Reply #51
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Mungkin bisa disamakan dalam hal "Mengingini milik orang" tetapi Firman ke-10 mencakup kepemilikan yang lebih luas, yang juga mencakup kepada harta milik.

Orang yang "Berzinah dalam hati" bisa saja dalam artian ingin memiliki "isti orang". Namun belum tentu selalu dalam artian ingin memiliki milik orang (pindah hak milik).
Berzinah dalam hati lebih kepada "hasrat seksual." Hasrat seksual yang tidak pada tempatnya, yang melanggar kesusilaan. Dalam Matius 5:27-28 Tuhan Yesus bicara mengenai "hasrat seksual" di dalam hati yang megakibatkan "zinah di dalam hati". Yang dimana hukum ini tidak ada di dalam Hukum Taurat.
Yang dimaksud oleh taurat dengan jangan mengingini itu ternyata sangat luas. Termasuk ingin berzinah dalam hati. Ini juga yg menjadi pergumulan Paulus di Rm 7. Dia selalu gagal pada waktu berusaha memenuhi perintah 'jangan mengingini'.

Jadi Yesus tidak mengamandemen hukum taurat. Dia menjelaskan dengan lebih detail apa yang dituntut oleh hukum taurat.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
November 03, 2015, 04:44:48 AM
Reply #52
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
18  Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan," aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."

Apakah kalimat ini perlu ditafsirkan lagi? Bukankah sudah jelas antara orang yang hanya mengaku percaya Yesus sudah mengampni aku, menebus dosaku dan membenarkan aku, tetapi tidak ada perbuatan yang menunjukan bahwa ia percaya, sedangkan sisi yang satunya, yaitu Yakobus, menyatakan imannya bukan dari kata-kata saja, tetapi nyata dalam perbuatan-perbuatannya. Perbuatan yang mana? Yakobus menjelaskan dalam ayat 21-26, tentang Abraham yang taat mempersembahkan Ishak anaknya, tentang Rahab yang percaya hanya dari YHWH saja kesalamatan itu, dengan mempertaruhkan nyawanya melindungi mata-mata Israel. Itulah iman, yaitu nyata dalam perbuatan. Tanpa perbuatan iman, percaya kamu hanyalah uap yang hilang ditiup angin, hanya kentut yang berbau tetapi sebentar hilang tanpa arti.

Dengan gagah lalu anda menyatakan bahwa saya memandang iman sebelah mata?

Bukankah disini kamu hendak meyakinkan orang orang bahwa kita diselamatkan hanya karena iman saja, perbuatan tidak penting karena kita tidak hidup dalam hukum Taurat. Bahkan memberi kesan seakan walau hidup berbuat dosa terus menerus tetapi asalkan beriman percaya Yesus telah mati baginya untuk menebus dosa-dosanya maka selamat.

Karena itu saya menjelaskan tentang tujuan kita diselamatkan, agar kita menjadi umat yang kudus. Kamu berusaha meyakinkan sekali lagi bahwa kita sudah kudus karena Yesus jadi tidak perlu perbuatan yang mendatangkan kekudusan, sebab kita tidak mungkin bisa hidup kudus, hanya karena kasih karunia kita dianggap kudus karena iman.

Selanjutnya saya menjelaskan tentang iman, bahwa iman itu tanpa perbuatan adalah iman yang mati. Hanya ada iman saja tetapi tidak tampak perbuatannya, ketaatannya kepada Kristus. Apakah artinya ia telah memiliki iman yang layak menerima pengampunanNya? Sedangkan keselamatan kita itu kita terima sebagai pemberian bukan sebagai hak kita karena kita telah percaya. Jika itu pemberian maka hal itu tergantung kepada kehendak hati Allah, bukan karena usaha kita untuk percaya apa yang diajarkan pendeta anda.
Saya tidak mengatakan perbuatan tidak penting. Perbuatan itu penting tapi BUKAN sebagai syarat keselamatan. Perbuatan adalah hasil dari iman.

Anda gagal memahami Surat Yakobus karena salah memahami perkataan orang yang bertanya kepada Yakobus. Renungkanlah pertanyaan 'Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan'. Jelas sekali orang ini punya perbuatan baik. Dia justru menentang kebenaran oleh iman yang diberitakan oleh yakobus. Dia menuduh Yakobus hanya punya iman tanpa perbuatan. Seperti tuduhan anda kepada saya. Tetapi jawab Yakobus adalah Iman akan menghasilkan perbuatan.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
November 03, 2015, 06:08:29 AM
Reply #53
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA

Yang dimaksud oleh taurat dengan jangan mengingini itu ternyata sangat luas. Termasuk ingin berzinah dalam hati. Ini juga yg menjadi pergumulan Paulus di Rm 7. Dia selalu gagal pada waktu berusaha memenuhi perintah 'jangan mengingini'.

Jadi Yesus tidak mengamandemen hukum taurat. Dia menjelaskan dengan lebih detail apa yang dituntut oleh hukum taurat.

Tuhan Yesus bersabda:

* Matius 5:27-30
5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.


Perhatikan ada Kontras antara apa yang sudah difirmankan: "Kamu telah mendengar firman" dengan firman yang sekarang dikatakan kepada kalian: "Tetapi aku Berkata kepadamu".

Tuhan Yesus tidak mungkin salah dalam bersabda "Tetapi aku Berkata kepadamu" kalau yang dikatakan ini sebenarnya sudah difirmankan sebelumnya pada Keluaran 20:17 tentang "jangan mengingini."

Apakah Anda hendak mengkoreksi Sabda Yesus? Bahwa sebenarnya Yesus Kristus salah berfirman?

Perkataan "Tetapi aku Berkata kepadamu" merujuk kepada konteks yang sama tentang PERZINAHAN dimana dalam Matius 5:27-30 Tuhan Yesus menyoroti kepada sesuatu lebih esensial tentang Dosa perzinahan yang berkecamuk di dalam hati seseorang.

Zinah dalam hati adalah sesuatu hal yang tidak pernah dibahas dalam Hukum Taurat melalui Musa.

Tuhan Yesus Kristus di dalam Perjanjian Baru ini memperhadapkan "apa kata firman Allah" di Perjanjian Lama dengan "apa kata YESUS" di Perjanjian Baru.

Saya melihatnya sebagai suatu "amandemen Hukum."



Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
November 03, 2015, 11:59:34 AM
Reply #54
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5740
  • Gender: Male
  • logikanya, logikamu, logikaku, logiskah
  • Denominasi: PKI (Penganut Kristen Independen)
Menurut logikaku, bagian yang bergaris bawah dari paragraf ter-quote berikut ini:
Quote
Anda SALAH BESAR kalau mengira rasa bersalah akan membawa orang pada pertobatan. RASA BERSALAH justru membawa kepada motivasi yang salah dalam berbuat baik. Orang jadi berbuat baik demi untuk menebus kesalahannya. Jadi yang anda sebut sebagai pertobatan itu adalah sesuatu yang semu dan menjerumuskan.

Justru Karya Kristus membuat kita lepas dari rasa bersalah. Kalau kita berbuat salah dan rasa bersalah itu timbul, kita bisa mengingat bahwa kita SUDAH DITEBUS. Tidak ada lagi penghukuman. Sehingga kita bisa bersyukur, bangkit dari kesalahan dan berbuat baik dengan dasar UCAPAN SYUKUR.
Bertentangan dengan bagian doa yang diajarkan oleh Yesus Kristus, ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.

Apabila karya Kristus membuat kita lepas dari rasa bersalah bernilai benar, berarti pengikut Kristus tidak akan merasa bersalah meski melakukan kesalahan besar ato kesalahan kecil, maka tidak perlu memohon ampun atas kesalahan yang sudah terjadi. Dampaknya, pengikut Kristus selalu merasa benar, dan berbuat murni tanpa kesalahan.

Pengertian seperti itu bertentangan dengan ajaran Yesus Kristus, dimana pengikutNya diperintah untuk memohon ampun atas kesalahan yang telah diperbuat. Yesus mengetahui bahwa pengikutNya tidak dapat luput dari kesalahan, maka Yesus mengajar agar pengikutNya memohon ampun atas kesalahan yang diperbuat.

Salam logika macam-macam.
niat baik yang tidak dieksekusi adalah sia-sia
November 03, 2015, 12:59:03 PM
Reply #55
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Anda gagal memahami Surat Yakobus karena salah memahami perkataan orang yang bertanya kepada Yakobus. Renungkanlah pertanyaan 'Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan'. [colur=blue]Jelas sekali orang ini punya perbuatan baik. Dia justru menentang kebenaran oleh iman yang diberitakan oleh yakobus.[/color] Dia menuduh Yakobus hanya punya iman tanpa perbuatan. Seperti tuduhan anda kepada saya. Tetapi jawab Yakobus adalah Iman akan menghasilkan perbuatan.

Entalah anda benar-benar tidak paham atau pura-pura tidak paham dan sengaja memutar balikan Firman Allah. Lagi dibagian mana ada yang bertanya kepada Yakobus???

Saya copas Yakubus 2:17 dari terjemahan BIMK mungkin lebih mudah anda pahami.

Mungkin ada yang berkata, "Ada orang yang bersandar kepada imannya dan ada pula yang bersandar kepada perbuatannya." Saya akan menjawab, "Tunjukkanlah kepada saya bagaimana orang dapat mempunyai iman tanpa perbuatan dan saya akan menunjukkan dengan perbuatan bahwa saya mempunyai iman."

Atau dari terjemahan TSI yang lebih sederhana.

Tetapi akan ada orang yang menentang saya dengan berkata, “Tetapi saya tidak seperti kamu! Saya percaya penuh tanpa harus membuktikannya melalui perbuatan.” Tetapi saya menjawab orang seperti itu, “Bagaimana saya bisa tahu kalau kepercayaanmu itu benar-benar ada atau omong kosong saja kalau kamu sendiri tidak pernah membuktikannya? Saya yakin kita lebih baik membuktikan kepercayaan kita kepada Kristus lewat kasih dalam perbuatan!”

Terjemahan NKJV

But someone will say, “You have faith, and I have works.” Show me your faith without your works, and I will show you my faith by my works.

Terjemahan NIV

But someone will say, “You have faith; I have deeds.”
Show me your faith without deeds, and I will show you my faith by my deeds.


- - - - - -

Jadi apa maksudnya ayat tersebut? Seorang berkata aku punya iman dan yang lain berkata aku punya perbuatan. Baik yang berkata aku punya iman dan yang berkata aku punya perbuatan, keduanya adalah kebodohan. Sebab iman dan perbuatan iman adalah satu kesatuan. Itulah ide pokok dari Yakobus 2.

Kepada siapa Yakobus menulis suratnya? Ayat pertama berkata, "Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan." Ia menulis surat untuk orang Yahudi yang ada di perantauan. Kita bukan orang Yahudi dan tidak pernah hidup dalam tuntutan hukum Taurat, kita tidak menjalani bagaimana taatnya mereka menjalankan perintah jasmani dalam Taurat. Di satu sisi ada golongan menuntut untuk hidup dalam hukum Taurat (keberadaan mereka tertulis dalam Kisah Para Rasul dan Galatia) walau mereka percaya berita Injil. Sebagian lagi adalah kaum yang merasa tidak perlu lagi menuruti hukum apapun juga (diceritakan dalam kitab Roma dan Yakobus). Kedua ekstrim ini yang ditegur oleh Yakobus panjang lebar, khususnya kelompok yang meyatakan hanya iman saja tanpa perbuatan.

Point penting pasal 2 adalah ayat 24, Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman. dan ayat 22, Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

Perbuatan seperti apa?

Bagi kaum ekstim iman saja tanpa perbuatan, dikatakan demikian:

22  Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
23  Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.
24  Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.
25  Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.


Sedangkan bagi mereka yang menekankan perbuatan saja tanpa iman, dikatakan demikian:

10  Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.
11  Sebab Ia yang mengatakan: "Jangan berzinah," Ia mengatakan juga: "Jangan membunuh". Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga.


Kembali ke Indonesia...

Di Indonesia apakah ada gereja yang seperti anda tuduhkan, Yahudi Kristen? Apakah itu ajaran utama Kekristenan, mengajarkan umat yang telah percaya Yesus untuk wajib menjalankan perintah-perintah dalam hukum Taurat? Jika anda silahkan anda sebutkan, maka kita berdiskusi tentang mereka. Jika tidak ada, apa sebenarnya tujaun anda dengan "koar-koar" seakan semua orang Kristen hidup seperti orang Yahudi saat mereka mentaati Firman Allah?
« Last Edit: November 03, 2015, 01:01:06 PM by Krispus »
November 03, 2015, 02:21:58 PM
Reply #56
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 541
  • Gender: Male
Tuhan Yesus bersabda:

* Matius 5:27-30
5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.


Perhatikan ada Kontras antara apa yang sudah difirmankan: "Kamu telah mendengar firman" dengan firman yang sekarang dikatakan kepada kalian: "Tetapi aku Berkata kepadamu".

Tuhan Yesus tidak mungkin salah dalam bersabda "Tetapi aku Berkata kepadamu" kalau yang dikatakan ini sebenarnya sudah difirmankan sebelumnya pada Keluaran 20:17 tentang "jangan mengingini."

Apakah Anda hendak mengkoreksi Sabda Yesus? Bahwa sebenarnya Yesus Kristus salah berfirman?

Perkataan "Tetapi aku Berkata kepadamu" merujuk kepada konteks yang sama tentang PERZINAHAN dimana dalam Matius 5:27-30 Tuhan Yesus menyoroti kepada sesuatu lebih esensial tentang Dosa perzinahan yang berkecamuk di dalam hati seseorang.

Zinah dalam hati adalah sesuatu hal yang tidak pernah dibahas dalam Hukum Taurat melalui Musa.

Tuhan Yesus Kristus di dalam Perjanjian Baru ini memperhadapkan "apa kata firman Allah" di Perjanjian Lama dengan "apa kata YESUS" di Perjanjian Baru.

Saya melihatnya sebagai suatu "amandemen Hukum."

Apa maksudnya waktu Allah berfirman : " Jangan berzinah " kepada bangsa Israel artinya kalau kalian berzinah didalam pikiran kalian itu ngga apa-apa asalkan jangan sampai dipraktekin ? Menelanjangi istri sodara kamu gpp asal dalam hati saja.
« Last Edit: November 03, 2015, 02:25:53 PM by Gabriella_lissa »
November 03, 2015, 02:50:17 PM
Reply #57
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5740
  • Gender: Male
  • logikanya, logikamu, logikaku, logiskah
  • Denominasi: PKI (Penganut Kristen Independen)
Quote
Tuhan Yesus bersabda:

* Matius 5:27-30
5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Perhatikan ada Kontras antara apa yang sudah difirmankan: "Kamu telah mendengar firman" dengan firman yang sekarang dikatakan kepada kalian: "Tetapi aku Berkata kepadamu".

Tuhan Yesus tidak mungkin salah dalam bersabda "Tetapi aku Berkata kepadamu" kalau yang dikatakan ini sebenarnya sudah difirmankan sebelumnya pada Keluaran 20:17 tentang "jangan mengingini."

Apakah Anda hendak mengkoreksi Sabda Yesus? Bahwa sebenarnya Yesus Kristus salah berfirman?

Perkataan "Tetapi aku Berkata kepadamu" merujuk kepada konteks yang sama tentang PERZINAHAN dimana dalam Matius 5:27-30 Tuhan Yesus menyoroti kepada sesuatu lebih esensial tentang Dosa perzinahan yang berkecamuk di dalam hati seseorang.

Zinah dalam hati adalah sesuatu hal yang tidak pernah dibahas dalam Hukum Taurat melalui Musa.

Tuhan Yesus Kristus di dalam Perjanjian Baru ini memperhadapkan "apa kata firman Allah" di Perjanjian Lama dengan "apa kata YESUS" di Perjanjian Baru.

Saya melihatnya sebagai suatu "amandemen Hukum."
Apa maksudnya waktu Allah berfirman : " Jangan berzinah " kepada bangsa Israel artinya kalau kalian berzinah didalam pikiran kalian itu ngga apa-apa asalkan jangan sampai dipraktekin ? Menelanjangi istri sodara kamu gpp asal dalam hati saja.
Mohon ijin, nimbrung.

Tidak dijelaskan dalam kisah-kisah Alkitab kapan waktu perintah "Jangan berzinah" disampaikan kepada bani Israel. Perintah seperti itu diilhamkan kepada penulis kitab untuk dituliskan. Dengan demikian, tidak dapat diketahui bagaimana redaksi persis perintah tersebut ketika disampaikan, tetapi dicatat seperti itu. Kemudian, Yesus Kristus mengedit (mengamandemen) perintah itu dengan mengawalinya: "Tetapi aku Berkata kepadamu..."

Menurut logikaku, saat perintah itu disampaikan bukan seperti yang dimaksudkan @Gabriella_lissa: "Menelanjangi istri sodara kamu gpp asal dalam hati saja", melainkan seperti yang disampaikan Yesus ketika mengamandemen hukum itu. Hanya saja, penulis Alkitab seperti yang tercatat di PL itu menangkap seperti itu, maka ditulislah "Jangan berjinah". Tidak dibahas mengenai pikiran ngeres ato pikiran mesum dari bani Israel. Lalu, Tuhan Yesus Kristus mengamandemen yang dicatat di PL, agar sesuai dengan yang dimaksudkan Allah.

Salam logika macam-macam.
niat baik yang tidak dieksekusi adalah sia-sia
November 03, 2015, 03:30:38 PM
Reply #58
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA
Bravo!

Tanggapan dari @CintaBhinneka sudah cukup menjelaskan.
Thank you!

:)
Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
November 03, 2015, 03:41:16 PM
Reply #59
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5740
  • Gender: Male
  • logikanya, logikamu, logikaku, logiskah
  • Denominasi: PKI (Penganut Kristen Independen)
Bravo!

Tanggapan dari @CintaBhinneka sudah cukup menjelaskan.
Thank you!

:)
Ahh... :ashamed0002:

@SarapanPagi pasti mampu menjelaskan lebih baik dan benar.
Tadi kutimbrung, kerna greget azzah membaca: "Menelanjangi istri sodara kamu gpp asal dalam hati saja".

Salam logika macam-macam.
niat baik yang tidak dieksekusi adalah sia-sia
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)