Author Topic: Apakah Bait Suci itu ?  (Read 3105 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 12, 2015, 03:23:06 PM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019

Apakah anda tahu sebuah perayaan Yahudi yang disebut dengan perayaan Hanukkah ?

Rupanya adventis kurang paham perayaan Hanukkah...
He he he he he ....

December 13, 2015, 10:19:25 AM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2276
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Rupanya adventis kurang paham perayaan Hanukkah...
He he he he he ....

Hari raya Hanukkah, alias hari raya pentahbisan yang diawali oleh menangnya Yudas Makabe terhadap penjajahan Siria,….. Tidak ku komentari karena TIDAK NYAMBUNG.
Dan tidak ada hubungannya dengan pekerjaan Keimamatan Kristus di Bait Suci Sorgawi demi kepentingan umat umat Percaya…

Begitu bro… harap maklum, kapan kapan saja kita bahas itu ya, okhey,,,

 :wink:

salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
December 13, 2015, 03:31:16 PM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
Hari raya Hanukkah, alias hari raya pentahbisan yang diawali oleh menangnya Yudas Makabe terhadap penjajahan Siria,….. Tidak ku komentari karena TIDAK NYAMBUNG.
Dan tidak ada hubungannya dengan pekerjaan Keimamatan Kristus di Bait Suci Sorgawi demi kepentingan umat umat Percaya…

Begitu bro… harap maklum, kapan kapan saja kita bahas itu ya, okhey,,,

 :wink:

salam
TYM

Rupanya memang kamu kurang paham apa itu hari raya Hanukkah.
Hanukkah berhubungan dengan Bait Allah, karena itu saya tanyakan.
Kalau belum tahu apa itu Hanukkah, anggaplah pertanyaan ini untuk kamu mau belajar lebih jauh.
Jangan bagai katak dalam tempurung.

Salam

December 19, 2015, 10:01:00 AM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2276
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Berlanjut, Sabtu 19/12/2015

Pertanyaan, apakah kaabah itu?
dijawab dengan jelas dalam Alkitab. Istilah "tempat kudus" sebagaimana digunakan dalam Alkitab, digunakan pertama-tama kepada kemah suci yang dibangun oleh Musa, menurut pola yang ada di Surga, dan kedua, kepada "kaabah yang sebenarnya" di Surga, yang ditunjuk oleh kaabah duniawi.

Pada kematian Kristus, upacara-upacara kaabah berakhir. "Kaabah yang sebenarnya" di Surga adalah tempat kudus perjanjian yang baru. Dan sementara nubuatan Daniel 8:14 digenapi dalam dispensasi ini, tempat kudus yang dimaksud haruslah tempat kudus perjanjian baru. Pada akhir masa 2300 hari pada tahun 1844, di dunia ini tidak ada lagi tempat kudus selama ratusan tahun. Dengan demikian, "Sampai 2300 petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar," tanpa diragukan lagi menunjuk kepada tempat kudus di Surga.

* Tetapi pertanyaan yang paling penting tetap harus dijawab. Apakah maksudnya tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar?

* Bahwa ada upacara yang serupa itu sehubungan dengan tempat kudus duniawi, diterangkan dalam Alkitab Perjanjian Lama. Tetapi adakah sesuatu di Surga yang akan dipulihkan (disucikan -- terjemahan langsung)?

Dalam Iberani 9 pemulihan tempat kudus ke dalam keadaan yang wajar diajarkan dengan jelas. "Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum taurat dengan darah, dan tanpa pertumpahan darah tidak ada pengampunan. Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di Surga haruslah ditahirkan secara demikian [darah binatang], tetapi benda-benda surgawi sendiri oleh persembahan-persembahan yang lebih baik dari pada itu," (Iberani 9:22,23), yaitu darah Kristus yang tidak ternilai harganya.

Pemulihan kembali, baik dalam lambang maupun upacara yang sebenarnya harus dilakukan dengan darah;
yang pertama dengan darah binatang, dan yang kemudian dengan darah Kristus.

Rasul Paulus menyatakan sebagai alasan mengapa pemulihan itu harus dilakukan dengan darah, bahwa tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. Pengampunan itu, atau membuangkan dosa, adalah pekerjaan yang harus dicapai. Tetapi bagaimanakah ada dosa sehubungan dengan tempat kudus baik yang di Surga maupun yang di dunia? Hal ini bisa diketahui dengan merujuk kepada upacara bayangan di kaabah dunia, karena imam-imam yang melakukan upacara di kemah suci duniawi "adalah gambaran dan bayangan yang ada di Surga." (Iberani 8:5).


-----Bersambung Minggu Depan-----

 :wink:
Salam

TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
December 26, 2015, 01:20:54 PM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2276
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Berlanjut, Sabtu 26/12/2015

Pelayanan dalam tempat kudus duniawi terdiri dari dua bagian: imam-imam bekerja di bilik yang kudus setiap hari, sementara sekali setahun imam besar melakukan pekerjaan khusus penyucian di bilik yang maha kudus, untuk pemulihan tempat kudus itu.

1. Pekerjaan Setiap Hari
Hari demi hari orang berdosa yang bertobat membawa persembahannya ke pintu kemah suci, dan meletakkan tangannya di atas kepala korban, mengakui dosa-dosanya, dengan demikian menggambarkan pemindahan dosa-dosa dari dirinya sendiri kepada korban yang tidak bersalah itu. Binatang itu kemudian disembelih. "Tanpa penumpahan darah," kata rasul, "tidak ada pengampunan." "Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya." (Imamat 17:11). Pelanggaran hukum Allah menuntut nyawa dari pelanggar. Darah yang melambangkan hutang nyawa orang berdosa, yang kesalahannya ditanggungkan kepada korban, dibawa oleh imam ke dalam bilik yang kudus dan memercikkannya di hadapan tirai penghubung, yang dibelakangnya terdapat tabut perjanjian yang berisi hukum yang dilanggar oleh orang berdosa itu. Dengan upacara ini dosa-dosa, melalui darah, dipindahkan secara simbolis ke tempat kudus. Dalam beberapa kasus, darah tidak dibawa ke bilik yang suci, tetapi dagingnya kemudian akan dimakan oleh imam, sebagaimana Musa memberi petunjuk kepada anak-anak Harun dengan mengatakan, "Tuhan memberikan kepadamu, supaya kamu mengangkut kesalahan umat." (Imamat 10:17). Kedua upacara ini sama-sama melambangkan pemindahan dosa dari orang berdosa kepada tempat kudus.
Itulah pekerjaan yang terus berlangsung dari hari ke hari sepanjang tahun.

 Dosa-dosa orang Israel dengan demikian dipindahkan ke tempat kudus, dan satu pekerjaan khusus diperlukan untuk menghilangkan dosa-dosa ini. Allah memerintahkan untuk melakukan penyucian dan pendamaian tiap-tiap bilik yang kudus. "Dengan demikian ia mengadakan pendamaian bagi tempat kudus itu karena segala kenajisan orang Israel dan karena segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka. Demikianlah harus diperbuatnya dengan Kemah Pertemuan yang tetap diam di antara mereka di tengah-tengah segala kenajisan mereka." Suatu pendamaian juga harus dibuat bagi mezbah untuk "menguduskannya dari segala kenajisan orang Israel." ( Imamat 16:16,19).

2. Pekerjaan Sekali Setahun
 Sekali setahun, pada hari besar pendamaian, imam memasuki bilik yang maha kudus untuk membersihkan dan memulihkan tempat kudus. Pekerjaan ini dilakukan untuk mengakhiri pelayanan tahunan. Pada hari pendamaian, dua ekor kambing jantan dibawa ke pintu kemah suci, lalu dibuang undi bagi keduanya, "sebuah undi bagi Tuhan, dan sebuah lagi bagi Azazel." (Imamat 16:8). Kambing yang terundi bagi Tuhan akan disembelih sebagai korban persembahan bagi orang banyak. Dan imam akan membawa darahnya ke dalam tirai selubung, dan memercikkan darah itu ke atas tutup pendamaian dan di hadapan tutup pendamaian itu. Juga darah itu dipercikkan ke atas mezbah pedupaan yang di hadapan tirai selubung itu.

"Dan Harun harus meletakkan kedua tangannya ke atas kepala kambing jantan yang hidup itu dan mengakui di atas kepala kambing itu segala kesalahan orang Israel dan segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka; ia harus menanggungkan semuanya itu ke atas kepala kambing jantan itu dan kemudian melepaskannya ke padang gurun dengan perantaraan seseorang yang sudah siap sedia untuk itu. Demikianlah kambing jantan itu harus mengangkut segala kesalahan Israel ke tanah yang tandus dan kambing itu harus dilepaskan di padang gurun." (Imamat 16:21,22). Kambing Azazel itu tidak lagi datanbg ke perkemahan orang Israel, dan orang yang menggiringnya ke padang gurun harus membasuh dirinya dan pakaiannya dengan air sebelum ia kembali ke perkemahan.


----Berlanjut minggu depan---- 

:wink:
Salam.

TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
January 01, 2016, 05:47:03 PM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2276
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
berlanjut, Sabtu 02/01/2015

Seluruh upacara itu dimaksudkan untuk memberi kesan kepada orang Israel mengenai kekudusan Allah dan kebencian-Nya kepada dosa.
Dan lebih jauh, untuk menunjukkan kepada mereka bahwa mereka tidak boleh berhubungan dengan dosa tanpa menjadi cemar dan najis. Setiap orang diharuskan menyesali dosanya, dan merendahkan diri dan jiwanya sementara upacara pendamaian itu berlangsung.
Segala pekerjaan sehari-hari harus dikesampingkan, dan seluruh perhimpunan orang Israel pada hari itu merendahkan diri dengan sungguh-sungguh di hadirat Allah, dengan berdoa, berpuasa dan menyelidiki hatinya yang terdalam.

Kebenaran penting mengenai pendamaian diajarkan oleh upacara lambang-lambang. Suatu pengganti diterima sebagai pengganti orang berdosa. Tetapi dosa tidak dapat ditiadakan oleh darah korban. Dengan demikian suatu cara telah disediakan untuk memindahkan dosa itu ke tempat kudus. Dengan mempersembahkan darah, orang-orang berdosa mengakui otoritas hukum, mengakui kesalahannya dalam pelanggaran, dan menyatakan keinginannya untuk memperoleh pengampunan melalui imam kepada Penebus yang akan datang. Tetapi ia belum seluruhnya dibebaskan dari hukuman dan kutukan hukum. Pada Hari Pendamaian, setelah mengambil persembahan yang orang banyak, imam besar masuk ke bilik yang maha kudus dengan darah persembahan ini, dan memercikkan darah itu ke atas tutup pendamaian, langsung ke atas hukum itu, untuk memenuhi tuntutannya. Kemudian, dalam sikapnya sebagai pengantara, imam besar itu mengambil dosa-dosa itu kepada dirinya dan membawanya keluar dari tempat kudus. Dengan meletakkan tangannya di atas kepala kambing Azazel, ia mengakui segala dosa-dosa ini, dengan demikian menggambarkan pemindahan dosa-dosa itu dari dirinya ke kambing jantan. Kemudian kambing membawa dosa-dosa itu jauh-jauh dan mereka menganggap dosa-dosa itu dipisahkan dari mereka selama-lamanya.

Demikianlah upacara yang dilaksanakan "sebagai gambaran dan bayangan dari perkara-perkara surgawi." Dan apa yang dilakukan dalam lambang dalam pelayanan tempat kudus duniawi, dilakukan dengan sesungguhnya dalam pelayanan tempat kudus surgawi.

Setelah kenaikan-Nya, Juru Selamat kita memulai pekerjaan-Nya sebagai imam besar kita. Rasul Paulus berkata, "Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam Surga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita." (Iberani 9:24).


---bersambung minggu depan----   :wink:
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
January 09, 2016, 02:53:23 PM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2276
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Berlanjut, Sabtu, 09/01/2016

Pelayanan imam sepanjang tahun di bilik yang suci dari tempat kudus itu, "di dalam tirai selubung" yang membentuk pintu dan memisahkan bilik yang suci dari halaman luar, melambangkan pekerjaan pelayanan yang dimulai oleh Kristus pada waktu Ia naik ke Surga. Itu adalah pekerjaan pelayanan harian imam untuk menyampaikan ke hadirat Allah darah persembahan karena dosa, juga dupa yang naik bersama doa-doa orang Israel. Demikian juga Kristus memohon dengan darah-Nya di hadapan Bapa atas nama orang-orang berdosa, dan menyampaikan juga di hadapan-Nya doa-doa orang percaya yang menyesali dosa-dosanya, yang disertai keharuman kebenaran-Nya sendiri. Demikianlah pekerjaan pelayanan di bilik yang kudus di kaabah surgawi.

Kesanalah iman murid-murid Kristus mengikuti Dia pada waktu Ia naik dari pandangan mereka. Di sinilah pengharapan mereka berpusat, "pengharapan itu" kata Rasul Paulus, "adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, dimana Yesus telah masuk sebagai Perintis kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya." "Dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal (bagi kita)." (Iberani 6:19,20; 9:12).

Selama delapan belas abad lamanya pekerjaan pelayanan ini berlangsung di bilik yang suci. Darah Kristus dipersembahkan atas nama orang-orang percaya yang menyesali dosa-dosanya, mendapatkan pengampunan dan penerimaan mereka kepada Bapa, namun, dosa-dosa mereka masih tertulis di dalam buku catatan. Sebagaimana dalam upacara lambang ada pekerjaan pendamaian pada akhir tahun, demikian juga sebelum pekerjaan Kristus untuk menebus manusia diselesaikan, ada pekerjaan pendamaian untuk memindahkan dosa-dosa dari tempat kudus. Inilah upacara yang telah dimulai pada waktu masa 2300 hari itu berakhir.

Pada waktu itu, sebagaimana diramalkan oleh nabi Daniel, Imam Besar kita memasuki bilik yang maha kudus untuk melaksanakan bagian terakhir dari pekerjaan-Nya, -- untuk memulihkan tempat kudus itu. (membersihkan -- terjemahan langsung).
Seperti pada zaman dahulu dosa-dosa orang banyak, oleh iman, ditanggungkan ke atas persembahan karena dosa, dan melalui darah korban dipindahkan dalam lambang ke tempat kudus duniawi, demikianlah juga pada perjanjian yang baru dosa-dosa orang-orang yang bertobat, oleh iman, ditanggungkan ke atas Kristus, dan dipindahkan ke tempat kudus surgawi. Dan sebagaimana pemulihan tempat kudus duniawi secara lambang dicapai oleh memindahkan dosa-dosa yang mencemari tempat kudus itu, demikianlah pemulihan yang sebenarnya tempat kudus surgawi dicapai oleh memindahkan, atau menghapuskan dosa-dosa yang telah dicatat di sana. Tetapi sebelum ini dilaksanakan, harus dilakukan terlebih dahulu pemeriksaan buku-buku catatan untuk menentukan siapa yang berhak memperoleh manfaat pendamaian Kristus, melalui pertobatan dari dari dosa dan iman kepada Kristus. Oleh sebab itu pemulihan tempat kudus itu melibatkan pekerjaan pemeriksaan -- pekerjaan penghakiman.

Pekerjaan ini harus dilakukan sebelum kedatangan Kristus untuk menebus umat-Nya, karena bila Ia datang, upah-Nya ada bersama-sama dengan Dia yang akan diberikan-Nya kepada tiap-tiap orang menurut perbuatannya." (Wah. 22:12).

Dengan demikian mereka yang mengikuti dalam terang perkataan nubuat itu melihat bahwa, sebagai gantinya datang ke dunia ini pada akhir masa 2300 hari pada tahun 1844, Kristus memasuki bilik yang mahasuci dalam kaabah surgawi untuk melaksanakan pekerjaan penutup dari pekerjaan pendamaian, persiapan kepada kedatangan-Nya.

---Berlanjut Minggu Depan---  :wink:

salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
January 15, 2016, 08:40:13 PM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2276
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
bersambung, Sabtu, 16/01/2016


Juga terlihat bahwa sementara persembahan karena dosa menunjuk Kristus sebagai korban, dan imam besar melambangkan Kristus sebagai pengantara, demikian juga kambing Azazel melambangkan Setan sebagai sumber dosa, ke atas mana dosa-dosa orang yang benar-benar menyesali dosanya pada akhirnya ditanggungkan.

Bilamana imam besar, oleh jasa darah korban karena dosa, memindahkan dosa-dosa dari tempat kudus ke atas kambing Azazel. Bilamana Kristus, oleh jasa darah-Nya sendiri, memindahkan dosa-dosa umat-Nya dari tempat kudus surgawi pada akhir pelayanan-Nya, Ia akan menanggungkan dosa-dosa itu ke atas Setan, yang pada pelaksanaan hukuman harus menanggung hukuman terakhir.

Kambing Azazel di bawa jauh dan dilepaskan di tempat yang tidak berpenduduk, agar tidak pernah datang kembali ke tengah-tengah perkumpulan orang Israel. Demikianlah Setan untuk selama-lamanya terhapus dari hadirat Allah dan umat-Nya, dan ia akan dihadapkan pada kebinasaan terakhir dosa dan oarng-orang berdosa.


---bersambung---

pembahasan selanjutnya adalah: DI BILIK YANG MAHAKUDUS
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
January 17, 2016, 10:36:34 AM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2276
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Berlanjut, Minggu, 17/01/2016

Di Bilik Yang Maha Kudus

Pelajaran mengenai tempat kudus adalah kunci yang membuka rahasia kekecewaan pada tahun 1844 (yang terjadi di hampir semua interdenominasi Kristen ). Pelajaran itu membukakan kepada pendengar suatu sistem kebenaran yang lengkap, yang behubungan dan secara harmonis menunjukkan bahwa tangan Allah telah menuntun Pergerakan orang orang yang menantikan Kedatangan Kristus yang besar itu, dan menyatakan tugas-tugas sekarang sebagaimana dijelaskan kedudukan dan pekerjaan umat-Nya.

Sebagaimana murid-murid Yesus, setelah malam yang mengerikan penuh penderitaan dan kekecewaan itu, "bersukacita bilama mereka melihat Tuhan," demikianlah mereka sekarang bersukacita, mereka yang memandang dengan iman kepada kedatangan-Nya yang kedua kali. Mereka telah menantikan kedatangan-Nya dalam kemuliaan untuk memberikan upah kepada hamba-hama-Nya. Sebagaimana pengharapan mereka dikecewakan, pandangan mereka kepada Yesus hilang, dan bersama Maria di makam mereka berseru, "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu dimana Ia diletakkan." (Yoh. 20:2). Sekarang di bilik yang maha kudus sekali lagi mereka melihat-Nya, imam besar mereka yang kekasih, segera akan muncul sebagai raja dan pelepas mereka. Terang dari tempat kudus menyinari masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Mereka mengetahui bahwa Allah telah memimpin mereka oleh pemeliharaan-Nya yang tidak pernah salah. Seperti murid-murid yang pertama, walaupun mereka gagal mengerti pekabaran yang mereka bawa, namun pekabaran itu adalah tepat. Mereka telah menggenapi maksud Allah dalam menyiarkan pekabaran itu dan usaha mereka tidak sia-sia dalam Tuhan. "Pengharapan timbul kembali," mereka bergembira "dengan sukacita yang tak terkatakan dan penuh kemuliaan."
 
Baik nubuatan Daniel 8:14, "Sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar," maupun pekabaran malaikat yang pertama, "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya," kedunya menunjuk kepada pelayanan Kristus di bilik yang mahakudus, kepada penghakiman pemeriksaan, dan bukan kepada kedatangan Kristus untuk menebus umat-Nya dan kebinasaan orang jahat. Kesalahan bukan pada perhitunagn masa-masa nubuatan, tetapi pada peristiwa yang terjadi pada akhir masa 2300 hari itu. Walaupun oleh karena kesalahan ini orang-orang percaya telah menderita kekecwaan, namun semua yang diramalkan oleh nubuatan, dan semua yang dijamin di dalamnya dengan dukungan Alkitab telah terlaksana. Pada saat itu, pada waktu mereka menangisi kegagalan pengharapan mereka, peristiwa telah terjadi yang telah diramalkan oleh pekabaran itu, dan yang harus digenapi sebelum Tuhan datang untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Nya.

Kristus telah datang, bukan ke dunia ini seperti yang diharapkan, tetapi, sebagaimana dibayangkan dalam lambang, kebilik yang mahakudus di kaabah Tuhan di Surga.

Ia digambarkan oleh:
1. nabi Daniel sebagai yang datang pada waktu ini kepada Yang Lanjut Usia, "Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia" -- bukan ke dunia ini tetapi -- "kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia di bawa ke hadapan-Nya." (Dan. 7:13).

Kedatangan ini diramalkan juga oleh:

2. nabi Maleaki, "Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, Firman Tuhan semesta alam." (Mal. 3:1).

Kedatangan Tuhan ke bait-Nya adalah tiba-tiba, tidak disangka-sangka dan tidak seperti yang diharapkan umat  umat-Nya. Mereka tidak mencari Dia di sana .tetapi Mereka mengharapkan Dia datang ke dunia ini, "dalam api yang bernyala-nyala dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah, dan yang tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita." (2 Tes. 1:8).

Tetapi orang-orang belum bersedia untuk bertemu dengan Tuhan mereka. Masih ada pekerjaan persediaan yang harus mereka laksanakan. Terang akan diberikan untuk menuntun pikiran mereka ke bait Allah di Surga. Dan sementara oleh iman mereka harus mengikuti Imam Besar mereka dalam pelayanan-Nya di sana, tugas-tugas baru akan dinyatakan. Pekabaran amaran dan petunjuk yang lain akan diberikan kepada gereja.

---Bersambung---

salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
January 19, 2016, 11:41:32 AM
Reply #19
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 31
  • Gender: Male
  • Denominasi: lds
jadi menurut TS adakah Bait Suci di jaman akhir ini?? :afro:
carilah dahulu kerajaan Allah di bumi kalau sudah ketemu semuanya terjawab dan ditambahkan sesuai janjiNya
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)