Author Topic: bahasa roh  (Read 5300 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 07, 2015, 11:12:50 AM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 8
  • Denominasi: ----------
   1Kor 14:2   
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh  tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah 2 . Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; s  oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

apakah bahasa roh yg ada di gereja saat ini sama dengan yg di kisahkan di kitab kisah para rasul?
November 07, 2015, 12:13:58 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
   1Kor 14:2   
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh  tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah 2 . Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; s  oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

apakah bahasa roh yg ada di gereja saat ini sama dengan yg di kisahkan di kitab kisah para rasul?

Seandainya anda memiliki rekaman bahasa roh saat itu, tentunya bisa kita perbandingkan, apakah beda atau sama...

 :rolleye0014:
November 07, 2015, 01:22:26 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1098
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan

kita juga bisa berbicara dengan Tuhan dengan roh + akal budi kita

1 Koritus 14:15
"Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku."


muliakanlah Allah dalam segala hal tanpa harus bisa berbahasa lida

1 Korintus 6:20
"Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!"

1 Korintus 10:31
"Aku menjawab: 'Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.'"

yang ngetren sekarang bahasa lida yg sama bunyinya diucapkan berulang2 di tempat yg berbeda, terkesan seperti diberi kursus bahasa lida

yang parahnya lagi bahasa lida yg dikursusi itu, dipakai untuk menjustice sesama iman tidak memiliki ROH KUDUS




November 08, 2015, 12:29:09 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
   1Kor 14:2   
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh  tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah 2 . Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; s  oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

apakah bahasa roh yg ada di gereja saat ini sama dengan yg di kisahkan di kitab kisah para rasul?

Kalau menurut pendapat saya, bahasa Roh adalah Bahasa Universal dan Bahasa Roh ini berbeda dengan Bahasa Lidah, jadi walaupun keduanya disebut dengan "bahasa roh", tetapi memiliki perbedaan yang mendasar.

Bahasa Roh dapat dimengerti oleh setiap orang yang mendengarkan perkataan tersebut, sehingga pada saat seseorang India berbahasa Roh, maka pada saat itu akan didengar oleh orang indonesia, bahwa orang tersebut berbicara dalam bahasa Indonesia ( pada hal Real nya, orang tersebut berbicara dalam bahasa India ), demikian juga jika ada orang Jawa, maka si orang jawa akan mendengar orang india itu berbicara dalam bahasa jawa ( pada hal realnya orang tersebut berbicara dalam bahasa india ).==> Hal ini seperti yang terjadi pada peristiwa yang dialami oleh para murid.

Bahasa lidah juga disebutkan sebagai "Bahasa Roh", dan bahasa lidah ini dipergunakan untuk komunikasi langsung antara Allah dan orang yang berbicara menggunakan bahasa lidah tersebut, dimana tidak ada seorang pun yang tahu apa yang dikatakan olehnya, dirinya sendiri pun tidak memahami, untuk itulah Rasul Paulus mengatakan, bahwa bahasa lidah itu adalah baik, tetapi akan lebih baik bila ada orang yang memiliki karunia untuk "menterjemahkannya", sehingga hal tersebut dapat membangun jemaat.

Nah, mengapa terjadi 2 perbedaan tersebut diatas ?

Perbedaan tersebut diatas terjadi, dikarenakan pada kasus pertama, maka orang yang berbicara dalam bahasa roh adalah orang yang mendapat "Babtisan ROH KUDUS Langsung", sehingga pada saat peristiwa pembabtisan tersebut, ROH KUDUS yang menghinggapi orang tersebut ( atau para rasul saat itu ), berbicara dalam bahasa Universal, yaitu Bahasa Roh atau Bahasa Allah.

Pada Kasus kedua, maka orang yang berbicara dalam bahasa lidah, orang tersebut mendapat "Karunia ROH KUDUS", sehingga orang tersebut dapat bersatu atau membangunkan "Nafas Hidup" yang dimiliki oleh setiap manusia, dan Nafas Hidup inilah yang berbicara atau berkomunikasi kepada Allah.==> Nafas Hidup ini, kita kenal dengan Istilah Roh Manusia.

Nah, pada kasus pertama .. saya sendiri belum pernah bertemu dengan orang yang berbicara dalam bahasa Roh, sehingga menurut pendapat saya, bahasa Roh yang dialami oleh Para Rasul, belum pernah dialami oleh manusia kembali.

Tetapi pada kasus kedua, saya sudah sering mendengarkan bahasa "Lidah" ini, tetapi yang sangat disayangkan adalah "tidak banyak kasus yang terjadi, dimana pada saat bahasa lidah ini terjadi, ada orang yang dapat menafsirkannya". Sehingga saya berkesimpulan, "tidak semua orang yang berbahasa lidah itu, adalah benar-benar Asli".

Untuk Kasus kedua, saya sangat menghimbau, agar berdoa dengan bahasa lidah, "HARUS  LEBIH  HATI-HATI", sebab salah-salah orang tersebut dapat dipakai "Setan" untuk Alat menghujat Allah.

Salam ..
November 09, 2015, 11:46:27 AM
Reply #4
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6338
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Yg pasti, tidak ada orang yg memuji Tuhan Yesus dapat seketika mengutuk Dia.

Jika seseorang mempunyai iman yg benar kpd Tuhan Yesus, tidak mungkin seketika itu juga dia berbahasa roh utk mengutuki Tuhan (diperalat setan).

Banyak prasangka thd bahasa roh ini, termasuk prasangka yg mengada-ada.
Jika seseorang beriman dg benar, maka kita bisa terima bhw bahasa rohnya adalah benar.

Mreka yg tidak berbahasa roh tentu saja akan mnyikapi kalimat di atas dg skeptis...itu pun wajar.

Yg paling sahih utk menilai asli-tidaknya bahasa roh adalah mreka yg sudah mendapat bahasa roh, bukan mreka yg belum mengenal bahasa roh.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
November 10, 2015, 02:54:57 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Yg pasti, tidak ada orang yg memuji Tuhan Yesus dapat seketika mengutuk Dia.

Jika seseorang mempunyai iman yg benar kpd Tuhan Yesus, tidak mungkin seketika itu juga dia berbahasa roh utk mengutuki Tuhan (diperalat setan).

Banyak prasangka thd bahasa roh ini, termasuk prasangka yg mengada-ada.
Jika seseorang beriman dg benar, maka kita bisa terima bhw bahasa rohnya adalah benar.

Mreka yg tidak berbahasa roh tentu saja akan mnyikapi kalimat di atas dg skeptis...itu pun wajar.

Yg paling sahih utk menilai asli-tidaknya bahasa roh adalah mreka yg sudah mendapat bahasa roh, bukan mreka yg belum mengenal bahasa roh.

Tepat sekali saudara ku, dalam Gereja kami, kami sangat meyakini ke-2 hal yang saya jelaskan diatas, tetapi "perbedaannya adalah", di Gereja kami, tidak setiap hari gereja atau disetiap perkumpulan jemaat, maka jemaat itu akan "berbahasa lidah", walaupun kadang kala tapi sangat jarang terjadi, sering juga ada jemaat yang "berdoa dalam bahasa Lidah", tetapi umumnya pada saat kejadian tersebut, akan ada kemudian pastur / pendeta / gembala sidang atau ada jemaat lainnya yang juga berbahasa lidah dan kemudian "menafsirkan bahasa lidah tersebut", biasanya bahasa lidah yang terjadi "hampir sering adalah nubuatan".

Namun, umumnya setelah paskah, ada beberapa jemaat ataupun pastur / gembala sidang / pendeta atapun penatua, melakukan Ibadah Puasa selama 10 Hari penuh ( inipun bukan suatu kewajiban, biasanya paling sedikit dilakukan oleh 3 orang ) dan pada saat ibadah puasa tersebut, umumnya setelah hari ke-4, mereka selalu berdoa dalam Bahasa Lidah dan salah satu dari mereka, "Pasti" ada yang menafsirkannya dan setelah mereka selesai Ibadah Puasa tersebut, kemudian mereka memberitakan apa yang mereka dapatkan dalam Ibadah Puasa tersebut.==> Tetapi Ibadah Puasa 10 Hari penuh ini, BUKANLAH suatu kewajiban, hingga belum tentu setiap tahun dilaksanakan.

Salam ..
November 10, 2015, 10:02:59 AM
Reply #6
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6338
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Tepat sekali saudara ku, dalam Gereja kami, kami sangat meyakini ke-2 hal yang saya jelaskan diatas, tetapi "perbedaannya adalah", di Gereja kami, tidak setiap hari gereja atau disetiap perkumpulan jemaat, maka jemaat itu akan "berbahasa lidah", walaupun kadang kala tapi sangat jarang terjadi, sering juga ada jemaat yang "berdoa dalam bahasa Lidah", tetapi umumnya pada saat kejadian tersebut, akan ada kemudian pastur / pendeta / gembala sidang atau ada jemaat lainnya yang juga berbahasa lidah dan kemudian "menafsirkan bahasa lidah tersebut", biasanya bahasa lidah yang terjadi "hampir sering adalah nubuatan".

Namun, umumnya setelah paskah, ada beberapa jemaat ataupun pastur / gembala sidang / pendeta atapun penatua, melakukan Ibadah Puasa selama 10 Hari penuh ( inipun bukan suatu kewajiban, biasanya paling sedikit dilakukan oleh 3 orang ) dan pada saat ibadah puasa tersebut, umumnya setelah hari ke-4, mereka selalu berdoa dalam Bahasa Lidah dan salah satu dari mereka, "Pasti" ada yang menafsirkannya dan setelah mereka selesai Ibadah Puasa tersebut, kemudian mereka memberitakan apa yang mereka dapatkan dalam Ibadah Puasa tersebut.==> Tetapi Ibadah Puasa 10 Hari penuh ini, BUKANLAH suatu kewajiban, hingga belum tentu setiap tahun dilaksanakan.

Salam ..

Baik sekali itu Bro.

Saya coba jelaskan juga liturgi yg berlangsung di denominasi kami,
Pd saat ibadah raya dalam perkumpulan jemaat, maka ada sesi bernyanyi (lagu-lagu pujian dan penyembahan).
Di sela-sela peralihan lagu, maka pemimpin pujian (WL) memberikan kesempatan bagi tiap-tiap jemaat untuk berdoa pribadi kpd Tuhan dengan diiringi alunan lagu.

Dalam sesi doa pribadi ini, jemaat dibebaskan bicara/mnyembah Tuhan dg caranya sendiri,
Ada yg bermazmur, ada yg berdoa, ada juga yg berbahasa roh.
Kmudian ketika mulai masuk lagu berikutnya, maka jemaat berhenti berdoa pribadi utk nyanyi sama-sama.

Itulah liturgi di dalam ibadah raya.
Semua Gereja tentu berhak mnetapkan liturginya masing-masing.

Krn ini adalah sesi doa pribadi, maka bahasa rohnya tidak wajib ditafsirkan (spt kata Paulus bhw siapa yg berdoa kepada Allah maka doanya rahasia, tidak seorangpun memahami artinya-krn memang Tuhan tidak menafsirkannya, itu doa pribadi).

Di dalam ibadah raya itu tetap tertib, krn tidak ada satu jemaatpun yg boleh bahasa roh ketika pendeta kotbah, atau ketika sesi persembahan atau ketika sesi pengumuman.
Jemaat hanya boleh doa pribadi saat diberikan waktu oleh WL, yaitu di sela-sela peralihan lagu.

-------

Di sisi lain,
Pd saat pertemuan para pelayan, pekerja, aktivis yg jumlahnya lebih kecil,
Disini ada sesi dimana kita semua menunggu pernyataan Tuhan.
Pd saat ini maka semua berdoa dalam bahasa roh.
Kadang kala akan muncul suatu bahasa roh yg beda, unik dan keras terdengar.
Ketika bahasa roh ini muncul, maka semua hadirin berdiam diri mendengarkan bahasa roh ini utk menunggu penafsirannya.
Kadang penafsiran timbul dari yg mengucapkan bahasa roh, kadang timbul dari pengerja lainnya.
Jika tidak ada yg menafsirkan, maka pemimpin pertemuan akan meminta yg berdoa itu utk berdiam diri.
Ketika ditafsirkan, maka maksudnya pasti untuk kepentingan Jemaat/Gereja secara umum, bukan soal-soal pribadi.

Kadang-kadang pula semua tiba-tiba tanpa komando bisa berdiam diri dalam hening.
Pd saat itu kadang bisa tiba-tiba seorang mnyampaikan kata-kata nubuat, bisa juga ada yg maju mnyampaikan penglihatan, atau suatu pngajaran, atau bisa juga pemimpin pujian mngajak bnyanyi dan ada yg bmazmur di sela-sela peralihan lagu.

Dinamis tetapi tertib, umumnya tanpa komando krn diatur oleh Roh Allah.

Kita sharing pengalaman saja Bro.

---------

Ada bahasa roh yg dgunakan utk pribadi, utk mbangun diri sendiri, utk doa pribadi kpd Bapa, sifatnya rahasia, tidak ada yg tau artinya. Inilah yg disebut 'bahasa lidah'.

Ada bahasa roh yg dgunakan utk kepentingan Jemaat (1Kor 9), pasti dtafsirkan oleh Tuhan supaya Jemaat tau apa maksud Tuhan bagi mreka. Inilah yg disebut 'karunia bahasa lidah'.
« Last Edit: November 10, 2015, 10:07:40 AM by Siip »
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
November 11, 2015, 06:07:06 AM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Baik sekali itu Bro.

Saya coba jelaskan juga liturgi yg berlangsung di denominasi kami,
Pd saat ibadah raya dalam perkumpulan jemaat, maka ada sesi bernyanyi (lagu-lagu pujian dan penyembahan).
Di sela-sela peralihan lagu, maka pemimpin pujian (WL) memberikan kesempatan bagi tiap-tiap jemaat untuk berdoa pribadi kpd Tuhan dengan diiringi alunan lagu.

Dalam sesi doa pribadi ini, jemaat dibebaskan bicara/mnyembah Tuhan dg caranya sendiri,
Ada yg bermazmur, ada yg berdoa, ada juga yg berbahasa roh.
Kmudian ketika mulai masuk lagu berikutnya, maka jemaat berhenti berdoa pribadi utk nyanyi sama-sama.

Itulah liturgi di dalam ibadah raya.
Semua Gereja tentu berhak mnetapkan liturginya masing-masing.

Krn ini adalah sesi doa pribadi, maka bahasa rohnya tidak wajib ditafsirkan (spt kata Paulus bhw siapa yg berdoa kepada Allah maka doanya rahasia, tidak seorangpun memahami artinya-krn memang Tuhan tidak menafsirkannya, itu doa pribadi).

Di dalam ibadah raya itu tetap tertib, krn tidak ada satu jemaatpun yg boleh bahasa roh ketika pendeta kotbah, atau ketika sesi persembahan atau ketika sesi pengumuman.
Jemaat hanya boleh doa pribadi saat diberikan waktu oleh WL, yaitu di sela-sela peralihan lagu.

-------

Di sisi lain,
Pd saat pertemuan para pelayan, pekerja, aktivis yg jumlahnya lebih kecil,
Disini ada sesi dimana kita semua menunggu pernyataan Tuhan.
Pd saat ini maka semua berdoa dalam bahasa roh.
Kadang kala akan muncul suatu bahasa roh yg beda, unik dan keras terdengar.
Ketika bahasa roh ini muncul, maka semua hadirin berdiam diri mendengarkan bahasa roh ini utk menunggu penafsirannya.
Kadang penafsiran timbul dari yg mengucapkan bahasa roh, kadang timbul dari pengerja lainnya.
Jika tidak ada yg menafsirkan, maka pemimpin pertemuan akan meminta yg berdoa itu utk berdiam diri.
Ketika ditafsirkan, maka maksudnya pasti untuk kepentingan Jemaat/Gereja secara umum, bukan soal-soal pribadi.

Kadang-kadang pula semua tiba-tiba tanpa komando bisa berdiam diri dalam hening.
Pd saat itu kadang bisa tiba-tiba seorang mnyampaikan kata-kata nubuat, bisa juga ada yg maju mnyampaikan penglihatan, atau suatu pngajaran, atau bisa juga pemimpin pujian mngajak bnyanyi dan ada yg bmazmur di sela-sela peralihan lagu.

Dinamis tetapi tertib, umumnya tanpa komando krn diatur oleh Roh Allah.

Kita sharing pengalaman saja Bro.

---------

Ada bahasa roh yg dgunakan utk pribadi, utk mbangun diri sendiri, utk doa pribadi kpd Bapa, sifatnya rahasia, tidak ada yg tau artinya. Inilah yg disebut 'bahasa lidah'.

Ada bahasa roh yg dgunakan utk kepentingan Jemaat (1Kor 9), pasti dtafsirkan oleh Tuhan supaya Jemaat tau apa maksud Tuhan bagi mreka. Inilah yg disebut 'karunia bahasa lidah'.

Yah, mungkin "konsep pemahamannya" tidak berbeda dengan gereja saya, cuma tata laksananya saja yang berbeda, saya "mengimani kedua bahasa roh tersebut", sebab tata doa tersebut adalah "warisan dari para rasul".


Salam ..
November 11, 2015, 08:59:44 AM
Reply #8
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6338
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Salam juga Bro.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
December 17, 2015, 03:56:19 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4203
  • Gender: Male
  • www.jesuswordsonly.com
    • www.joelosteen.com - www.joycemeyer.org
  • Denominasi: www.joelosteen.com - www.joycemeyer.org
setau saya, Yesus tidak pernah ngajirin bahasa yg aneh2.. bahasa roh yg dimaksud Paulus itu hanya mengada-ngada saja.
coba lah anda buka di youtube https://youtu.be/NZbQBajYnEc
   https://youtu.be/NZbQBajYnEc
berbeda dgn kejadian para rasul yg dibantu ROH KUDUS dalam berkomunikasi dgn bangsa lain.
"Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)