Author Topic: Menggugat Allah Kristen Yang Maha Kasih dan Maha Adil  (Read 4326 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 04, 2015, 02:42:15 PM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12925
    • fossil coral cantik
dari mana saudara tahu bahwa setiap manusia diberi Iman yang sama?
Lah kan udah keliatan, ada orang yang beriman anu, ada orang yg beriman una, dst dst.

Quote
lalu kenapa hanya sedikit yang terpilih? pilih kasih?
Secara dari A s/d Z, hakim menentukan. So, Allah menentukan.

Quote
Iman yang benar menurut siapa?
IMO, menurut Hakim  :D

Quote
seperti contoh yang saya cantumkan diatas, Abdullah, dia hidup di keluarga, pendidikan dan lingkungan yang menyatakan bahwa Isa Al Masih adalah dan hanya salah satu Nabi Allah.
IMO, ajaran agama tidak menyatakan bhw cara pandang agama orang laen itu salah. Info saja yg bisa di paparkan.

Agama X, kepercayaannya bla3x
Agama Y, kepercayaannya blu3x
Agama Z, kepercayaannya ble3x.

Nah, individu at his/her own liberty memilih mao agama yang mana.

Quote
menolak paham bahwa Isa Al Masih adalah Tuhan.
IMO, pabila ada ajaran agama yg demikian ---> ini "outside force". Namun si individu tetep at his/her own liberty memilih mao agama yang mana.

ortu bilang : cuplis, jangan kawinin si meylan... bokapnya miskin.
cuplis tetep didalam posibilitas memilih ngawinin meylan atopun memilih ngikutin apa kata ortu.
perkataan ortu yg spt diatas = "outside force".

Yang bukan "outside force", ortu bilang :
cuplis, meylan bokapnya miskin - susi bokapnya kaya - ratna bokapnya biasa2 aja ... silahkan pilih mana yang kamu mau kawinin.

Quote
itulah Iman yang benar menurut Kitab Suci Agama yang Abdullah anut.
Keputusan akhir ada di internal Abdullah. Bukan apa kata Kitab Suci bukan pula apa kata orang.

Quote
hmmm...
yang selama ini saya ketahui, yang dimaksud diatas adalah Imannya yang dianugerahkan. dalam kata lain, itu Iman itu pemberian Allah, bukan hasil usahamu.
Iman memang pemberian Allah, bukan karena sso berbuat sesuatu - barulah Allah kasih iman. Dan semua orang dikasih iman. Semua orang dikasih logika. Kadar yang berbeda-beda, segitu juga perwujudan iman dan logika dari manusia yg memiliki tsb Dia inginkan.

Quote
jarang ada penganut Kristen yang menyangkal ini, apa saudara sedang berkelit dengan permainan kata-kata?
IMO, atun sepertinya lagi dibawah pengaruh "outside force" - yakni terpaku pada apa kata orang bhw iman itu diberikan cuma ke sebagian orang.

Padahal kalimat :
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

kalo mao secara info, maka pengertian dari kalimat diatas bisa berupa :
a. yang diberikan itu spesifik iman.
dengan demikian orang yg gak diberikan iman, ga dikaruniai keselamatan.

b. yang diberikan secara spesifik itu BUKAN iman, melainkan keselamatan.
Iman diberikan secara global, ke setiap orang.
Melalui penilaian iman, keselamatan ditentukan diberikan ato kagak.

Nah... orang bebas memilih mao yang a atokah yang b.

Baik a dan b tidak ada plintiran - tidak ada kelit2an.
IMO, plintiran eksis diketika orang ngotot bhw A yg bener - B yg salah (vice versa), sehingga orang yg memilih B dinyatakan oleh orang yg memilih A : memlintir kalimat. Vice versa.

:)
salam.
December 04, 2015, 05:11:23 PM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1568
  • Denominasi: Gak tau dah...
@ gocengtun

Anda meletakkan Kekristenan ke dalam satu kotak, mengajak para pembaca (Kristen) menyepakati apa yang Anda tuliskan, lalu akhirnya mempersilahkan para pembaca (Kristen) merenungkan dengan akal sehat. Saya tidak tahu apa yang harus direnungkan, apakah Kekristenan, atau Tuhannya agama Kristen, atau Alkitabnya Kristen. Saya tidak tahu.

Dalam hal keselamatan ini, Netter Kristen sepakat bahwa memang keselamatan hanya ada dalam Kristus dan dengan tanpa ragu meyakini kebinasaan yang kekal abadi di Neraka bagi siapapun mereka yang tidak beriman dalam Kristus.

Quote
Namun Kristen sepakat, siapapun yang pernah hidup dan yang kelak akan hidup, jikapun memiliki kasih sayang yang besar kepada seluruh umat manusia dan kepada makhluk lain, tidak lah dapat dibandingkan dengan kasih Tuhan.

Yang menjadi masalah, Kekristenan tidak/belum sepakat dengan apa yang anda tuliskan mengenai kesepakatan Kristen. Lalu bagaimana caranya kelompok yang tidak sepakat diajak berpikir dan merenung dengan akal sehat, sementara di sisi lain kelompok ini tidak sepakat dengan tulisan Anda.

Ada berbagai macam penafsiran mengenai keselamatan (dan juga hal-hal lainnya) di dalam Kekristenan. Dan hal-hal inilah yang kami diskusikan, perdebatkan, tanyakan di forum ini kepada masing-masing kelompok ataupun denominasi Kristen yang berbeda.

Quote
Selanjutnya, apakah anda bisa beriman? Tentu, jika Allah telah bermurah hati menganugerahi Iman kepada anda, jika tidak? Jangan harap anda bisa beriman. Jika ada Kristen yang menyangkal ini, mungkin dia harus membaca Efesus 2:8-9
Seperti misalnya Efesus 2:8-9 yang Anda angkat. Anda mengajak atau berkesimpulan jika umat Kristen pasti mempunyai penafsiran yang sama persis dengan Anda. Dan ketika seorang member memberikan penafsiran yang berbeda dengan penafsiran Anda, ANDA MENOLAKNYA dan bertanya apakah hal tersebut hanya permainan kata-kata.

Saran saya:
Jika mau menggugat, gugatlah ketuhanan Yesus. Maka dipastikan bahwa kelompok-kelompok (denominasi) Kristen akan berada di paduan suara yang sama: YESUS ADALAH TUHAN...
December 04, 2015, 08:44:56 PM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5740
  • Gender: Male
  • logikanya, logikamu, logikaku, logiskah
  • Denominasi: PKI (Penganut Kristen Independen)
Quote
TS, bagaimana bentuk gugatan yang ingin Anda kemukakan?
mungkin judulnya cukup provokatif, mungkin seharusnya saya mengganti menggugat dengan mempertanyakan.

salam logika akal sehat.
Pun jika TS mengganti menggugat dengan mempertanyakan, @Cinta Bhinneka belum menangkap, pertanyaan yang TS ajukan itu yang mana atau yang bagaimana?

Salam logika macam-macam.
niat baik yang tidak dieksekusi adalah sia-sia
December 05, 2015, 04:06:54 AM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
..cut..
di ajaran agama yang saya anut, tidak masalah apapun agama anda. jika anda berbuat kebaikan maka surga dapat digapai.

Pertanyaan saya adalah :"Apakah mungkin, manusia itu berbuat kebaikan"? Lalu, apa yang dimaksutkan dengan Kebaikan tersebut ? Serta apa tolak ukur kebaikan itu ?

Contoh :

Si A merampok si B, tetapi kemudian si B teriak dengan keras-keras, bahwa ia dirampok ( Rampokkkkkkkkkkkkk...), mendengar teriakan ini, maka satu kampung keluar dan kemudian mengejar si A. Karena takut akan pembantaian satu kampung, maka si A lari dan berlindung pada salah seorang di kampung tersebut, namanya si C. Si C tahu, bahwa si A sedang dikejar oleh satu kampung, tetapi karena kasihan melihat si A yang bisa dibunuh oleh satu kampung, maka si C menyembunyikan si A di rumahnya.

Kemudian satu kampung bertanya pada si C, apakah ia melihat si A ? lalu si C menjawab, bahwa ia tidak melihat si A.

Nah, dalam hal ini .. si C jelas-jelas telah berdusta, tetapi bagi si A, si C itu telah berbuat kebaikan yang luar biasa.

Pertanyaannya adalah : Apakah itu yang dimaksutkan dengan Kebaikan yang anda maksut tersebut ? Lalu, apakah si C akan masuk ke dalam surga ?

Salam ..
December 05, 2015, 11:45:23 AM
Reply #34
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 203
  • Denominasi: kristen

Maaf Sdr gocengtun atau mas gocengtun atau Bro gocengtun;

Saya udah membaca sanggahan dan macam2 pendapat ya saya hanya ingin ikut2an nimbrung ;
Awalnya saya tdk tahu anda ini dari gereja mana atau aliran yg mana ; tapi itu tidak penting sebab :
-  Sebetulnya Tuhan itu adalah Tuhan segala bangsa, Dia tidak membedakan warna kulit, bahasa dan agama yg memang bagi kami org Kristen menyebutnya sebagai Allah Bapa, Tuhan Yesus dan ROH KUDUS;
    Dia Mahakasih Yoh 3 : 16
    Sebagai Juruselamat sudah dibuktikan diatas "kayusalib"
    Anda bisa memberi FT tentu tahu FT ini
-  Tentang iman dikatakan bahwa iman sekecil biji sesawi pun "diperhatikan Tuhan .
    Bagi Abdullah memang dia org "muslim" tapi dia kan menurut "hukum sunnah" percaya para Nabi kan?
    Tentunya kepada Nabi Isa , Nabi Musa yg menuliskan Kitab Taurat, Mungkin Nabi Nuh ya kan?
-   Nah percayanya itu tentu ada nilai plusnya "Didalam perhitungan " Tuhan yg Maha Tahu yg mencatat kehi-
    dupan dan mengawasi perbuatan manusia"
-   Dan mengenai pengadilan bukankah besok "Hakim yg Agung" atau yg dalam Islam disebut "Imam Mahdi"
    "Dialah" yg akan mengadili  bukan anda atau saya atau rekan2 kan ???!!
Itu baru kita tahu arti Firman Efs 2: 8-9

Dan biarlah si Abdullah dan si Henry itu juga yg kita dalam hari2 mereka se- hari2 tidak bisa kita rekam semua
perbuatannya entah jahat entah baik kita tidak tahu kan ?
Sebelum hari atau saat penghakiman tiba kita memang sama2 tidak tahu kepastiannya bukan ?
Sesuatu yg belum pasti itu sulit untuk diperdebatkan tapi dalam diskusi sehat ya silahkan mkasih!

Sorry ya nimbrungnya bukan untuk ngributin kan ?
Salam!
December 05, 2015, 02:14:08 PM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10989
mas cadangdata, seperti yang saya sampaikan di tulisan awal. cobalah berempati, tempatkan diri saudara di posisi Abdullah lalu buatlah perenungan jika saudara ada di posisi tersebut, seberapa besar kemungkinan saudara akan mengimani Yesus Kristus? dan Abdullah tidak sendiri, terlalu banyak mereka yang ada diposisi sama seperti Abdullah dan sampai akhir hayat mereka tetap menolak Kristus.

yang ingin saya tekankan disini, kenapa mereka ditempatkan di posisi seperti itu? apakah adil buat mereka jika pada akhirnya karena tidak beriman kepada Kristus maka mereka akan menghuni jurang tak berdasar?

mas goceng kok membatasi diri sih?
mas mengartikan bahwa "mengimani yesus kristus" itu adalah "pindah jadi Kristen" kan?

bisa jadi pengertian ini juga dimiliki oleh banyak rekan-rekan Kristen maupun non-Kristen disini dan dimanapun juga..
tapi sekalilagi.. saya memilih untuk tidak membatasi bahwa "Tuhan sendiri juga punya pengertian yang sama dgn manusia2 itu"

siapa tahu, misalnya..... misalnya nih ya...
Tuhan berpendapat bahwa "manusia yang meng-iman-i ketulusan hati dan kerendahan hati dan cinta kasih, serta berbuah pada perbuatannya yang konsekuen dengan yang di-iman-i nya itu.."

maka... dalam ruang lingkup manusia yang memeluk krsiten, diterjemahkan jadi: "beriman pada yesus dan berbuat sesuai dengan imannya"

dalam kelompok manusia yg memeluk agama lain, diterjemahkan jadi: "beriman pada Tuhan/Nabi/ Dewa XXX, dan berbuat sesuai dengan iman-nya"

dalam kelompok manusia yg mengamalkan jalan hidup yang "menolak disebut agama", diterjemahkan jadi: "percaya pada nilai humanisme universal, dan bertindak sesuai dengan kepercayaannya itu"

dan seterusnya...

bisa kan?


Nah selanjutnya...
dalam kasus si abdul ini..
menurut anda... mana yang lebih penting:

- Abdulah MERASA bahwa dirinya tidak bakal masuk surga, gara-gara dia dikasih tahu temen Kristen-nya yang MERASA dan MEYAKINI bahwa menurut dia, abdul gak masuk surga karena bukan Kristen

atau...

- Pada akhirnya, tuhan sendirilah (atau apapun istilah si abdul untuk sang supreme matter itu) yang akan menetukan bagaimana nasib abdul ketika afterlife, karena in the end, banyak masukan dari kanan kiri kepada nya itu TIDAK LAIN HANYALAH sebatas kemampuan pemahaman masing-masing orang tsb atas apa yang DIYAKINI-nya BENAR SEJAUH KEMAMPUAN masing-masing.

gimana mnrt anda mas?


-------

lagian ya mas..
misalnya nih ya mas...
saya kan ngaku-ngaku Kristen nih ya mas...
orang lain (yg juga Kristen) pada bilang --> kamu pasti bakal masuk surga, wong udah mengimani yesus kristus..

maka, saya memilih untuk TIDAK MEMBATASI diri dan TIDAK MAU menjadikan pendapat orang-orang yang mereka rumuskan setelah mereka baca-baca alkitab itu, lantas saya anggap adalah SUARA TUHAN ASLI...
lha wong itu kan cuma HASIL INTERPRETASI MEREKA aja...

jadi kalo mas tanya...
lho mas cadang engga yakin pasti masuk surga?
jawab saya: ya jelas tho mas... kok bisa yakin gimana? lha wong saya belum mati..

demikian..
salam
« Last Edit: December 05, 2015, 02:20:41 PM by cadangdata »
December 07, 2015, 11:56:59 AM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1792
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran


di ajaran agama yang saya anut, tidak masalah apapun agama anda. jika anda berbuat kebaikan maka surga dapat digapai.

Terima kasih atas jawabannya.

Saya tdk untuk berdebat,

tapi karena jawaban anda sangat menarik bagi saya, maka saya ingin diskusi lebih lanjut.

Kebaikan yg bagaimana yg "bisa" membuat kita "bisa" menggapai Sorga?

dan apa yg mebuat kita 'tidak bisa" mengapai sorga?

bagaimana jika dalam hidup kita, kjahatan dan kebajikan campur baur, apakah sorga masih bisa digapai?

tolong, bisa dijelaskan lebih rinci?

salam

REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
December 07, 2015, 12:26:38 PM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2315
  • Gender: Male
  • Merdeka dalam Kristus
    • Christian Sermons
  • Denominasi: Kristen Trinitarian
Silahkan @gocengtun baca artikel ini.

Quote from: teddyttd
Dosa diampuni oleh perbuatan baik dan amal kita, atau oleh darah Yesus Kristus? Banyak orang berpikir bahwa dosa dapat diampuni oleh Tuhan dengan perbuatan baik. Mengambil beberapa contoh:

  • Seorang pria melanggar hukum. Karena itu, ia dibawa ke hadapan hakim. Hakim bertanya apa pelanggarannya. Kemudian hakim memberinya 2 pilihan hukuman; denda atau penjara. Karena dia ingin memilih denda, tetapi dia tidak punya cukup uang, jadi hakim itu memberinya kesempatan untuk mengumpulkan uang, selama 1 bulan. 1 bulan lagi, pelanggar hukum datang ke hadapan hakim. Dia meminta hakim untuk membebaskan dia karena dia sudah menebus hukuman dengan perbuatan baik. Para saksinya adalah panti asuhan, janda, duda, orang miskin, dll. Sekarang jika hakim itu normal, akankah ia membebaskan pelanggar hukum itu? Tidak Hanya seorang hakim gila dan aneh yang akan membebaskan pelanggar hukum itu.
  • Ada seorang siswa mengatakan kata-kata kasar, dan terdengar dan terlihat oleh seorang guru. Guru memberi siswa sebuah tanda tangan pelanggaran untuk pelanggaranya. Kemudian 1 bulan lagi, siswa datang ke hadapan guru. Dia meminta guru, untuk menghapus pelanggarannya. Jika guru itu normal, ia tidak akan menghapusnya. Hanya seorang guru yang aneh dan gila akan melakukan hal-hal seperti itu.

Sama dengan dosa. Dosa bisa diampuni hanya dengan darah dan penebusan Kristus, bukan dengan perbuatan baik. Paulus menulis, "Jika ada kebenaran dalam hukum Taurat, sia-sialah kematian Kristus”. Mari kita lihat penjelasan ini:

Ada seorang siswa terlambat ke sekolah. Siswa itu menandatangani pelanggaran. Pertanyaan-pertanyaannya sebagai berikut:

  • Guru memiliki hak untuk menghapus (mengampuni) pelanggaran siswa karena datang terlambat. Bisakah ia melakukan itu hanya karena ia mengasihi siswa itu?
  • Dapatkah pelanggaran itu dihapus (diampuni) dengan siswa itu berbuat baik ke guru tersebut dan siswa-siswa yang lain?
  • Apa tebusan atas pelanggaran yang dapat dihapus (diampuni)?

Jawaban:

  • Tidak Dia tidak bisa melakukan itu. Dia harus bertindak adil kepada siswa. Pelanggarannya tetap.
  • Tidak. Hanya seorang guru aneh dan guru yang tidak adil akan melakukan itu. Perbuatan baik tidak mempengaruhi pelanggaran. Sama dengan dosa, perbuatan baik tidak mempengaruhi pengampunan dosa. Seperti ada yang tertulis, “kesalehan manusia sama seperti kain usang”.
  • Tebusannya adalah naik kelas. Ketika ia meninggalkan kelas sebelumnya, pelanggarannya akan dihapus, dan ketika ia ada di kelas yang lebih tinggi, pelanggarannya tidak ada, tetapi dihapus (diampuni) dan dilupakan.

Sama dengan itu. Dari nomor 1, Tuhan harus bertindak adil kepada anak-anak-Nya, Dia tidak bisa membiarkan dosa tidak dihukum, dosa harus dihukum. Dari nomor 2, perbuatan baik tidak pernah dan tidak dan tidak akan pernah mempengaruhi dosa. Perbuatan baik tidak memengaruhi pengampunan dosa. Hanya dengan darah Yesus Kristus dosa diampuni. Dari nomor 3, Kristus adalah tebusan bagi dosa-dosa kita. Dengan-Nya, kita "naik kelas". Dan dosa-dosa kita dihapus. Kita diselamatkan oleh-Nya.

Hanya Tuhan yang bisa mengampuni dosa. Hanya Tuhan memiliki otoritas untuk mengampuni dosa, oleh Kristus. Jika seseorang menerima Yesus, dan membiarkan Dia datang ke hatinya, ia akan diampuni. Tapi jika seseorang menolak Yesus, ia tidak akan diampuni, karena menolak Yesus adalah menolak Tuhan, dan menolak Tuhan berarti tidak ada pengampunan.

Jelas sekali, hanya Yesus penyempurna kita. Hanya melalui Dialah kita dapat datang kepada Tuhan. Perbuatan baik kita tidak bisa membeli hidup yang kekal, oleh karena itu Yesus yang hakikatnya adalah Allah turun menjadi manusia, agar melalui Dia kita dapat mendapat hidup yang kekal."

Mau percaya mau nggak silahkan.
I don't stuck up with doctrines, with doctrines people judged each other, but I keep learning, so that I can reach the true wisdom.
June 26, 2016, 10:28:13 PM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1593
Bro Goceng, coba pahami betul makna "Yang Maha Kasih dan Maha Adil". Disini saya melihat ada perbedaan pemahaman anda dan kami dalam penafsiran  tentang Maha Kasih dan Maha Adilnya Allah.
Mengenai "Iman"  tidak ada tawar menawar sedikitpun/alasan pembenaran duniawi (tidak ada kompromi dari Tuhan).
Tuhan menghakimi sesuai "Kasih-Nya" dan "Keadilan-Nya", bukan sesuai "kasihmu atau keadilanmu".
Siapalah kita ini yang berani menggugat tentang "Ke-Maha Kasih dan Ke-Maha Adilan" Allah ???
Celakalah mereka yang sudah diberitahu tetapi tetap mengeraskan hatinya untuk tidak percaya kepada-Nya.
July 06, 2016, 10:59:46 PM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 847
  • Denominasi: Christian, Trinitarian
inilah akibatnya bila menjadi mengikut Yesus itu disamakan dengan memiliki agama Kristen. hehe... Kristen itu artinya pengikut Yesus. bukan pemeluk agama Kristen..
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)