Author Topic: Menggugat Allah Kristen Yang Maha Kasih dan Maha Adil  (Read 3022 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 15, 2016, 09:53:23 PM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1046
  • Denominasi: Umum
Menurut saya Abdullah tidak harus bertanggung jawab atas kesalahannya untuk tidak beriman kepada Yesus, Tuhan Allah Kristen-lah yang membuat dan mengkondisikan Abdullah demikian. Ingat Iman itu pemberian, bukan usaha Abdullah atau anda dan atau siapapun. Dalam hal ini mengadili dan memvonis serta memberikan hukuman berat (Neraka) pada Abdullah adalah tindakan yang salah, cacat secara moral dan tidak mencerminkan nilai kasih dalam tindakan ini, serta sungguh tidak adil.
Menggebu-gebu amat sampai bilang Tuhan Allah (Kristen?) itu cacat moral?

Kayaknya sih kalau bicara soal keadilan, nggak cuma Tuhan-nya orang2 Kristen aja yg nggak adil tapi semua agama. Jangankan soal Sorga nya, urusan dunia nya aja kl dilihat2 ga adil koq.

Apa buktinya ?
Buktinya ada yg lahir dikeluarga kaya, ada yg di keluarga miskin. Ada cantik ada yg jelek. Ada yg kuat ada yg lemah. Ada yg cacat ada yg normal.
Ada yg korup nggak ketangkep2, ada yg jujur eh ga kaya-kaya.

Kl dipikir2 nggak adil kan ya Tuhan itu?
Misalnya kenapa koq saya nggak setampan artis2 korea yah.  :mad0261:

Di dunia ga adil, masuk Sorga nya juga ga adil.
Masuk Sorga urusan nantilah, yg sekarang ini lho koq saya ga lahir di keluarga kaya. Kan saya pingin juga punya iphone 6S lah minimal ato punya mobil tanpa harus nyicil sendiri.

Sebagai manusia normal saya simpati juga sama Abdullah.
Kenapa pula si Abdullah ga sempat dapat Injil yah, sedangkan si Henry mungkin malah menyia-nyiakan kabar baik yg diterimanya ya?

Kenapa ya Tuhan menciptakan manusia atau suatu kaum yg Dia sendiri sudah tahu bahwa si manusia atau kaum itu akan menolak Dia?
Kl kita semua diseluruh dunia di beri iman kan langsung beres perkara.
Maka Tuhan Maha Besar dan Maha Adil kan ?

Yang parah tuh kisah Sodom dan Gomorah, masa sih orang2 sebanyak itu ga ada satupun berpotensi jadi orang yg bener yah, kl di injili kan mungkin tobat dan ga dimusnahkan ya? Koq ga kirim nabi aja kesana dulu deh, ceramah kek 1-2 abad kek?

Apa lagi soal Israel, kenapa mereka yg jadi umat pilihan-Nya? Koq nggak orang2 Indonesia aja, coba dulu gitu kan kita bisa berbangga diri sekarang.


Sekali lagi, kenapa muka saya nggak tampan yah  :onion-head30: jadi susah dulu nembak cewek.

Oya, saya pernah dengar untuk kasus Abdullah ini kl dia tidak pernah kabar tentang Yesus (bukan menolak lho), maka ia tetap berada di bawah hukum Taurat.
Mungkin saya salah sih, lempar aja ke forum kl mau

Peace be with you  :happy0025:
July 16, 2016, 01:13:18 AM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1001
  • Gender: Male
  • Digital age is a quantum leap for mankind.
  • Denominasi: Humanisme
MENGGUGAT
ALLAH Kristen
YANG MAHA KASIH DAN MAHA ADIL


Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Yoh 14:6

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Yoh 3:16

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Efesus 2:8-9

Dulu saya juga berpikir mirip2 begini.
Kesalahan besar mau pun kesalahan kecil, akan dihukum selama-lamanya. Memang tidak adil.

Sebab kata kunci di sini adalah selama2nya. Bila mengacu Hukum Thermodinamika, energi itu akan selalu balance. Jadi bila kita simpulkan, dosa itu adalah energi negatif, seharusnya neraka adalah tempat mengikis energi negatif tersebut. Pahala adalah energi positif, maka surga adalah tempat menikmati pahala tersebut.

Bila hanya percaya Yesus jadi satu2nya indikator surga. Pertanyaan yg akan muncul:

1. Semua manusia yg lahir sebelum Yesus dan/atau tidak tahu Taurat apakah masuk neraka?
2. Mahatma Gandhi, Habibie, Dalai Lama, atau Zuckerberg apakah masuk neraka?
3. Makna hidup hanya direduksi menjadi percaya/tidak percaya Yesus

Tapi ada side note buat menengahi pihak Kristen maupun non-Kristen:
1. Yesus barangkali memang bisa menghapus energi negatif yg ada menjadi energi positif
2. Surga-neraka tidak selamanya, tapi waktu yg sangat panjang (misalnya 1 hari di sana = 1000 tahun, tapi tetap ada limit)
Only love can extinguish hatred, like water extinguishes fire.
July 17, 2016, 12:32:52 AM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 847
  • Denominasi: Christian, Trinitarian
Dulu saya juga berpikir mirip2 begini.
Kesalahan besar mau pun kesalahan kecil, akan dihukum selama-lamanya. Memang tidak adil.

Kata Yesus, sebagaimana kamu menghakimi, demikian kamu dihakimi. Jadi, sangat adil.

Bila mengacu Hukum Thermodinamika, energi itu akan selalu balance. Jadi bila kita simpulkan, dosa itu adalah energi negatif, seharusnya neraka adalah tempat mengikis energi negatif tersebut. Pahala adalah energi positif, maka surga adalah tempat menikmati pahala tersebut.

IMO, tidak tepat menggunakan hukum termodinamika, krn hukum tersebut adalah hukum dlm alam ini. Kita tdk punya gambaran ttg dunia setelah mati. Tapi satu hal yg pasti hukum2 alam di sana tdk sama spt hukum2 alam sini.

Bila hanya percaya Yesus jadi satu2nya indikator surga. Pertanyaan yg akan muncul:

1. Semua manusia yg lahir sebelum Yesus dan/atau tidak tahu Taurat apakah masuk neraka?
2. Mahatma Gandhi, Habibie, Dalai Lama, atau Zuckerberg apakah masuk neraka?
3. Makna hidup hanya direduksi menjadi percaya/tidak percaya Yesus


itu tergantung apa makna "PERCAYA YESUS" ketika orang mengatakan hal tsbt.
1. Semua manusia yg lahir sebelum Yesus dan/atau tidak tahu Taurat apakah masuk neraka?
mengenai hal ini Yesus mengatakan "sekiranya kamu buta, maka kamu tdk bersalah, tetapi karena engkau berkata "kami melihat" maka tetaplah dosamu.
Mengenai yg mati sebelum Yesus, Baca 1 Peter pasal 3 dan 4.

2. Mahatma Gandhi, Habibie, Dalai Lama, atau Zuckerberg apakah masuk neraka?
Mana ada yg tahu? Kita bukan hakim.

3. Makna hidup hanya direduksi menjadi percaya/tidak percaya Yesus

yang tjd itu sebenarnya adalah hidup direduksi menjadi ajaran agama tentang bagaimana cara percaya/tdk percaya Yesus.

ini karena tiap2 orang mempunyai pengertian masing2 tentang percaya/tdk percaya Yesus. Ketika menurut Yesus the truth shall set you free, eeh malah sering kali diartikan tons of burden and boundaries of do's and don't's will be given to you.

July 19, 2016, 10:37:48 AM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 531
  • Gender: Male
  • Menantikan Tuhan memulihkan segala sesuatu
  • Denominasi: Apostolik Profetik
dimana tidak maha kasihnya Allah? ---> disetiap mereka yang tidak diberikan anugerah iman
dimana tidak maha adilnya Allah? ---> saudara diberi iman, kenapa saya (dan miliaran lainnya) tidak?

iman itu seperti benih, tubuh itu seperti tanah. jiwa sdr tumbuh seperti batang pohon.

iman tsb sudah diberikan juga kepada sdr, tidakah sdr melihatnya?

mungkin sdr tidak melihatnya, karena benih tsb belum tumbuh dan berbuah.

Supaya tumbuh dan berbuah, saya diberitahu oleh Yesus: "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku."




"Hukum dan keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan." Mat 23:23 Mzm 89:14 Hos 2:19
July 19, 2016, 01:42:49 PM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1425
  • Gender: Male
Ingin memberi komentar, namun, kayaknya tidak akan dibaca oleh @gocengtun. Pos terakhir @gocengtun di topik ini sudah lebih satu semester yang lalu. Kelihatannya, pendapat @brc bahwa @gocengtun hanya mencoba berdakwah, sangat tepat.

Salam olahraga.
Coba tebak, avatarku sedang sakit gigi atau menyeringai?
April 08, 2019, 01:42:01 AM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3200
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Pendahuluan

Dalam tulisan pendek ini saya mengundang anda lebih berpikir kritis, dan mengajak anda menggunakan pemikiran logis yang anda miliki. Khususnya bagi Umat Kristen anggap saja tulisan ini sebagai media banding atas kepercayaan anda pada Yesus Kristus atau sebagai suatu pandangan lain dalam memaknai isu-isu Keselamatan dalam pengajaran Gereja...
...
dimana tidak maha kasihnya Allah? ---> disetiap mereka yang tidak diberikan anugerah iman
dimana tidak maha adilnya Allah? ---> saudara diberi iman, kenapa saya (dan miliaran lainnya) tidak?
Kalo membaca Mat 13:1-23 Perumpamaan tentang seorang penabur kiranya penjelasan Yesus kepada rasulNya menunjukkan bahwa tumbuhnya iman (yang diumpamakan benih) pada seseorang tergantung pada suasana logika penerimaan orang (diumpamakan sebagain kondisi dan kesuburan tanah) itu. Jadi, munculnya iman seseorang, tergantung pada orang tersebut, bukan tergantung pada anugerah Tuhan. Walau seseorang bertelinga baik, dalam arti mampu mendengar dengan jelas, jika telinga orang itu tidak digunakan sebagaimana mestinya, imannya tidak akan tumbuh.
Sementara itu lagi,  menurut pendapatku, penerimaan logika seseorang, tergantung pada usaha orang tersebut mengembangkan potensi yang dimiliki. Ini tergambar dalam perumpamaan mengenai talenta (Mat 25:14-30). Walau kemampuan menganalisis yang dimiliki seseorang hanya sedikit atau kecil, jika dikembangkan, akan berkembang. Jika kemampuan itu 'dikubur', maka orang tersebut tidak memperoleh hasil apa-apa, malah yang ada padanya dirampas.

Jadi, menurut pendapatku, keadilan Allah sudah terpenuhi pada poin keberimanan, bahwa kepada setiap orang diberikan benih iman, tergantung pada kondisi logika dan hati orang itu. Kalo hati dan logika orang itu menerima, imannya akan tumbuh dengan baik. Jika hati dan logika orang itu menolak, maka imannya tidak akan tumbuh. Walau benih iman yang diberikan kepada seseorang sedemikian kecil atau sedikit, jika dikembangkan, akan menjadi besar atau banyak.

Salam damai.   
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
April 08, 2019, 08:46:13 AM
Reply #46
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 499
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
kalo orang islam bilang : "wallahualam"
hanya Dia yg tau segala sesuatu.

ini setengah sen dariku yg adalah seorang Kristen yg rasional dan pake logika.

adilkah abdullah masuk neraka jahanam utk sesuatu yg tidak bisa dia pilih? (lahir di keluarga muslim)? sepertinya tidak adil.

mau gimanapun free will itu, kalo namanya Tuhan Maha Kuasa, harusnya Dia tahu masa depan. Dia tahu segalanya. Dengan menggunakan kewenanganNya sebagai Sang Penguasa seharusnya (logikanya) Tuhan mampu menggerakkan hati setiap manusia (mengalahkan free will setiap manusia) atau pada kasus ini mengkondisikan segala kondisi yg memungkinkan Abdullah utk percaya Tuhan Yesus sepenuh hati.

Tapi apabila sampai ke kuburan dia tetap percaya Islam, maka ya mungkin Tuhan gak mau dia ada di Surga. Kejam memang..

Tapi......

berhubung aku gak percaya neraka itu adalah tempat pemanggangan atau pembakaran jiwa yg berlangsung kekal (atau lain sejenisnya) melainkan keadaan yg mati binasa (tanpa ada kesadaran sama sekali) maka kematian Abdullan 'tidak' terlalu mengerikan. Karena dia tidak akan disate selama2nya. Dia cuma mati binasa aja (dirinya gak ada lagi, lenyap gak berbekas, soalnya cuma Tuhan yang bersifat kekal, dan dia yg berhak memberikan kekekalan).
« Last Edit: April 08, 2019, 08:48:43 AM by revoltzer »
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
April 11, 2019, 09:05:12 AM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3200
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
@Sotardugur Parreva ingin mengomentari ini:
...
mau gimanapun free will itu, kalo namanya Tuhan Maha Kuasa, harusnya Dia tahu masa depan. Dia tahu segalanya. Dengan menggunakan kewenanganNya sebagai Sang Penguasa seharusnya (logikanya) Tuhan mampu menggerakkan hati setiap manusia (mengalahkan free will setiap manusia) atau pada kasus ini mengkondisikan segala kondisi yg memungkinkan Abdullah utk percaya Tuhan Yesus sepenuh hati.
...
Menurut pendapatku, Tuhan tidak akan memaksa.
Tuhan sudah memberi kemampuan menganalisis, bertimbang, mengerti baik atau buruk kepada manusia. Tuhan memberitahukan keinginanNya agar manusia taat. Namun Tuhan tidak memaksa manusia harus memilih yang baik, dan patuh. Pilihan manusia punya konsekuensi bagi manusia itu sendiri. Jika manusia taat pada yang ditetapkan Tuhan, manusia akan memperoleh hasil akhir yang membahagiakan. Jika manusia menentang kehendak Tuhan, akan memperoleh hasil penderitaan kekal.
Singkatnya, manusia itu merdeka hendak melakukan yang baik sesuai kehendak Tuhan atau melakukan yang buruk atau melakukan hal sesuai kehendak diri sendiri. Tiapa pilihan punya konsekuensi.

Salam damai. 
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
April 11, 2019, 09:31:11 AM
Reply #48
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 499
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
@Sotardugur Parreva ingin mengomentari ini:Menurut pendapatku, Tuhan tidak akan memaksa.
Tuhan sudah memberi kemampuan menganalisis, bertimbang, mengerti baik atau buruk kepada manusia. Tuhan memberitahukan keinginanNya agar manusia taat. Namun Tuhan tidak memaksa manusia harus memilih yang baik, dan patuh. Pilihan manusia punya konsekuensi bagi manusia itu sendiri. Jika manusia taat pada yang ditetapkan Tuhan, manusia akan memperoleh hasil akhir yang membahagiakan. Jika manusia menentang kehendak Tuhan, akan memperoleh hasil penderitaan kekal.
Singkatnya, manusia itu merdeka hendak melakukan yang baik sesuai kehendak Tuhan atau melakukan yang buruk atau melakukan hal sesuai kehendak diri sendiri. Tiapa pilihan punya konsekuensi.

Salam damai.
lalu bagaimana nasibnya misalnya jika ada muslim, buddist, atau siapapun yang belum mendapat 'hidayah' mengenal Yesus lebih mendalam sampai kepada matinya? bukankah boleh dikatakan mereka tidak pernah dihadapkan kepada pilihan?

coba kalo setiap manusia dikasih pelajaran tentang Kekristenan selain juga mendapat pelajaran agama lain secara seimbang, dan masing2 dikasih pilihan utk memilih secara serius dan tulus. Nah itu baru pilihan.
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
April 11, 2019, 11:04:56 AM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9545
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
percaya aja Allah maha adil

cuma Kristen yang punya jawaban atas pertanyaan itu kok

dikatakan di Wahyu :

Wahyu 20:12
Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.

so kalo ada orang yang merasa bisa masuk sorga lewat perbuatan mereka sendiri dengan cara menuruti kitab mereka silahkan saja toh

selain ini juga hanya Kristen yang menyiratkan Yesus turun ke dunia orang mati untuk mengabarkan kabar baik disana

1 Petrus 3:19-20
dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara,
yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.

kurang jelas gimana lagi tuh
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)