Author Topic: Siapakah Mereka yang Tidak Pernah Dikenal Kristus?  (Read 2303 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 28, 2015, 10:43:32 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1568
  • Denominasi: Gak tau dah...
Matius 7:21-23
21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"


Tiga ayat di atas biasanya menjadi dasar untuk menyerang golongan/denominasi tertentu dalam Kekristenan. Tapi saya bukan membuka thread untuk tujuan tersebut, melainkan mengajak teman-teman untuk membedah ayat-ayat di atas. Tentunya sangat dimungkinkan bila ayat-ayat di atas dikaitkan dengan ayat-ayat lainnya, yang dapat membawa diskusi menjadi melebar dan seru.

Saya sendiri tidak tahu, apakah 'mereka' awalnya termasuk pengikut Tuhan Yesus yang berbelok, atau sedari awal 'mereka' ini tidak terhitung sebagai pengikut Tuhan Yesus? Dan rasanya, dua penafsiran inilah yang paling populer mengenai ayat terkait.

Saya masuk ke penafsiran pertama. Orang-orang ini awalnya adalah pengikut Kristus. Bahkan 'mereka' telah mendapatkan karunia-karunia rohani dari Tuhan. Kemudian 'mereka' berbelok, entah karena popularitas, kehormatan, atau materi, dan mendirikan ajaran-ajaran palsu yang dapat membawa Jemaat kepada kesesatan.

Yang menjadi permasalahan pada penafsiran pertama ini:
1. Jika mereka awalnya adalah orang-orang yang mengasihi Tuhan, maka tentu saja karunia-karunia tersebut didapatkan dari Tuhan. Mereka mengenal Tuhan dengan benar dan Tuhan pun mengenal mereka. Lalu kenapa Tuhan Yesus mengucapkan kata 'tidak pernah' mengenal mereka? Kata 'tidak pernah' mempunyai konotasi yang berbeda dengan kata 'tidak'. Saya cek ke terjemahan KJV dan NIV. Kedua terjemahan Alkitab ini juga menggunakan kata 'never'.

2. Apakah karunia-karunia rohani ini tidak hilang bila seorang percaya kembali berbelok dari jalan-Nya, yang dapat membawa Jemaat kepada kesesatan?
Dari diskusi singkat dengan HenHen, HenHen menjawab bahwa karunia-karunia dapat saja masih ada pada seseorang, walaupun seorang percaya berbelok dari jalan-Nya.

Tapi bila pendapat HenHen ini saya masukkan ke dalam perikop terkait di atas, rasanya ada sesuatu yang kurang matching. Saya katakan kurang sesuai karena di awal perikop Tuhan Yesus sudah memberi peringatan akan kedatangan mereka sebagai nabi-nabi palsu. Artinya nubuatan ataupun pengajaran dan hal-hal lain yang mereka sampaikan akan membawa jemaat kepada penyesatan dan kesesatan. Bahkan dalam suratnya, Petrus mengingatkan jika pengajaran dari nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu akan membawa kepada kebinasaan.

Sekarang saya masuk ke penafsiran kedua. Penafsiran kedua ini rasanya kurang populer dibandingkan penafsiran pertama, walaupun untuk beberapa hal terdengar lebih klop. Sedari awal, mereka ini tidak masuk sebagai pengikut Kristus. Tujuan mereka hanyalah membawa Jemaat kepada penyesatan dan kesesatan, entah demi keuntungan diri sendiri ataupun demi keuntungan kelompoknya.

Tapi di sini pun saya memiliki masalah sendiri. Jika sedari awal mereka tidak termasuk ke dalam pengikut Kristus, maka dari manakah kuasa yang mereka miliki? Apakah dari penghulu-penghulu di udara?

Bernubuat...
   Ok, nubuatnya adalah nubuat palsu.
Mengadakan banyak mujizat...
   Bahkan Ponari pun dengan bekal batu sakti dapat membuat banyak mujizat. Juga para tukang sihir di Mesir.
Mengusir setan dalam nama Yesus...
   ???

Saya bubuhkan tiga tanda tanya karena bukan sembarang orang yang dapat menggunakan nama Yesus. Dalam salah satu kisah, Tuhan Yesus sendiri berkata bahwa tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Nya, dapat seketika itu juga mengumpat diri-Nya. Selain itu, di dalam Kisah Para Rasul kita menemui kisah bahwa anak-anak Skewa pun dipermalukan oleh roh jahat karena dengan berani menggunakan nama Tuhan Yesus, sementara anak-anak Skewa ini sendiri bukanlah pengikut Tuhan Yesus.

Jadi dari manakah mereka ini yang tidak pernah dikenal Tuhan Yesus? Apakah mereka berasal dari dalam yang berarti pernah mengikuti Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh? Atau sedari awal mereka ini tidaklah termasuk sebagai pengikut Tuhan Yesus? Silahkan tanggapan dari teman-teman.
December 28, 2015, 11:24:16 PM
Reply #1
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 42
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Sy pribadi menilai ayat ini ditujukan untuk orang yg berebut kedudukan dalam jemaat / gereja. mereka bersemangat berapi-berapi berkhotbah, melakukan mukzijat dll didepan orang demi menjadi yg terbaik diantara orang lain, dan segala macam perbuatan yg nampaknya perbuatan iman padahal sebenarnya sipelaku melakukan itu demi mengejar hal duniawi dimana semuanya itu dilakukan bukan lagi atas dasar kasih melainkan karena ada rasa iri atau cemburu yg semuanya itu sangat di'inginkan oleh iblis.. nah ini berlaku untuk pribadi maupun kelompok..

berlaku juga bagi orang yg mengajarkan atau menjelaskan sesuatu ayat,, misal saya menjawab pertanyaan saudara,, ketika saya akan menjawab maka segala perasaan yg aneh2 misal biar dibilang keren, hebat DLL harus saya buang terlebih dahulu, jika tidak, maka saya juga termasuk dalam ayat itu, yaitu org yg menyebut Tuhan Yesus padahal Tuhan Yesus sangat benci perbuatan saya meskipun misalnya kenyataannya saya sudah menjawab pertanyaan saudara dengan benar..

Demikian yg dapat saya jelaskan..
« Last Edit: December 28, 2015, 11:28:32 PM by Theopilus888 »
December 29, 2015, 09:27:40 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2315
  • Gender: Male
  • Merdeka dalam Kristus
    • Christian Sermons
  • Denominasi: Kristen Trinitarian
Kalo saya sih, orang yang jadi Kristen cuma ikut-ikutan. Memang dapet karunia, tapi dari Iblis. Iblis kan bisa cointerfeit karunia-karunia juga. Karena tujuannya lain. Jadi kata "never" juga cocok.

CMIIW
« Last Edit: December 29, 2015, 09:39:09 AM by teddyttd »
I don't stuck up with doctrines, with doctrines people judged each other, but I keep learning, so that I can reach the true wisdom.
December 29, 2015, 09:37:22 AM
Reply #3
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6470
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Kl mnrt saya,
Ada bbrp unsur di dalam nas ini.

Part 1...

1. ...orang yg berseru kepada-Ku: 'Tuhan, Tuhan!'
Unsur 'Tuhan' di atas menurut saya adalah kunci dari nas ini.

2. '...melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku...'
Ini unsur yg menyaring keterangan di nomor 1.

Kedua unsur di atas singkatnya mengatakan begini:
Jikalau ada orang yg memanggil Yesus sbg Tuhan (Tuan/Majikan/Bos) maka saringan yang Ia terapkan adalah 'apakah orang itu melakukan kehendak Bapa di sorga'.

Ngga peduli apakah yg berseru adalah pengikutNya, atau simpatisanNya, atau orang yg mengaku kenal Dia, atau orang yg membajak namaNya, atau orang yg desperate krn berada dalam ancaman siksaan kekal, yg pasti siapa yang layak menyebutNya sbg Tuhan adalah mereka yg melakukan kehendak Bapa.

Jika mreka tidak melakukan kehendak Bapa maka mreka bukan hambaNya dan mreka tidak sah memanggilNya sbg Tuhan.
Ia yang adalah Tuhan tidak perlu mengakui mreka sbg hamba.

3. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

Ini unsur yg membuat banyak orang galau.
Bisakah seorang yg tidak beriman dari awalnya melakukan semua itu?

Jawabannya ya tidak bisa.
Kalau pura-pura bisa ya mungkin saja.

Namun bgitu, nas ini ditujukan untuk dibaca semua kalangan.
Jd mreka yg beriman beneran atau yg pura-pura bisa semua ikut membaca ayat ini.

Maka perhatian mreka akan tertuju pd 2 unsur pertama,
Apakah mreka lolos saringan 'melakukan kehendak Bapa?'

Yg pura-pura bisa sudah pasti tidak lolos,
Nah yg beriman beneran (baca: pengikut Kristen) akan diuji apakah pelayanan mereka adalah kehendak Bapa ataukah kehendak mreka sendiri.

Apakah karunia Roh tetap mengikuti mreka yg berkehendak sendiri?
Kita tau Yudas diberikan juga karunia Roh dan karunia itu bekerja melalui Yudas, tetapi ia toh korupsi,
Kisah Simson dan Saul adalah peringatan juga bhw karunia supranatural bukan jaminan seorang pasti menuruti kehendak Allah.

Mreka yg beriman beneran membaca ayat ini utk introspeksi apakah mreka sudah hidup sesuai kehendak Bapa.

4. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Ini juga membuat galau.
Jika ada orang yg tadinya pengikut Kristus lalu mundur imannya, benarkan Tuhan tidak pernah mengenal dia?
Kok sptnya Tuhan itu sama skali ngga ingat jasa orang???

Skali lagi,
Ayat ini sangat pas ditujukan pd mreka yg pura-pura bisa.

Lalu gimana dg yg tadinya beriman lalu mengikuti kehendaknya sendiri?
Mengapa dikatakan Tuhan tidak pernah kenal dia?

Disini saya mnawarkan alternatif penjelasan.
« Last Edit: December 29, 2015, 09:48:07 AM by Siip »
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
December 29, 2015, 09:49:16 AM
Reply #4
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6470
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Part 2...

A. Kembali pada unsur pertama, yaitu statusNya sbg 'Tuhan'.
Bisa jadi ada pengikut Kristus, simpatisan Kristus, yg ber-iman kpd Kristus, mengikuti aktivitas gereja, melayani pekerjaanNya di gereja, memanggilNya sbg Tuhan, tetapi bukan mrupakan hambaNya.

Di bibirnya mreka menyebutNya Tuhan tetapi mreka hidup scr transaksional.

Sebutan 'Tuhan' itu mengandung perintah ketaatan.
Mreka menyebutNya sbg Tuhan tetapi dalam segala tindakannya terselip motif pribadi.

Dg dmikian nas ini ditujukan bagi mreka yg sudah cukup dewasa rohani utk mengenal mana kehendak dinamis Bapa (bukan sekadar kehendak normatif yg tertulis di Alkitab) dan mana kemauan dirinya sendiri.
Bagi mreka yg meraba-raba mana kehendak dinamis Bapa, nas ini belum pas utk mreka. Orang yg masih meraba-raba tidak cukup punya influence utk melakukan penyesatan (sbgmana konteks dari ayat ini).

Paulus misalnya,
Pd awal pelayanannya, ia bersemangat utk masuk ke mana saja ia mau. Ia mencoba masuk ke Bitinia tetapi rupanya ia mendapat halangan. Halangan itu ternyata dari ROH KUDUS sendiri.

Kis 16:7
Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.


Menginjil itu amanat agung kan? Tp menginjil pun (yg mrupakan kehendak Bapa scr normatif) ada waktu-waktunya, yg diatur secara spesifik oleh ROH KUDUS.
Jika Paulus memaksa masuk ke Bitinia, maka di tempat itu ia melayani dari dirinya sendiri, bukan sbg hamba Allah.

B. Kata 'mengenal' yg dipakai di ayat tsb adalah 'ginosko'.
Ginosko bukan hanya kenal sekadar kenal sbg teman, tetapi mengandung arti 'intimate knowledge'.

Kl mnrt saya, pkataan Tuhan itu saya tafsirkan spt ini:
'Saya tau kau siapa, tp saya tidak mengenali kamu, kamu sama sekali tidak menunjukkan ciri sbg hambaKu dengan segala sepak terjangmu. Enyahlah krn kamu selama ini berbuat kejahatan.'

-------

Ini alternatif penjelasan saja...
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
December 29, 2015, 09:56:20 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9602
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Mari kita tukar pikiran :)

Pertama
saya pribadi yakin mereka itu adalah orang yang bersungguh2 dalam Tuhan, dan mendapatkan karunia dari Tuhan
mungkinkah mereka mendapatkannya dari iblis dan pura2 jadi pengikut Tuhan? ngga mungkin, sebab mereka melakukan mujizat demi nama Yesus
dan kita mengerti orang yang sudah bisa melakukan mujizat dalam nama Yesus, itu minimal dikenal oleh Yesus sendiri dan iblis pun mengakuinya, kalau sembarangan, apa yang terjadi kepada anak2 imam Skewa akan menimpa mereka

apakah setuju dengan saya di point ini?

Kedua
kita mesti benar2 mengerti, bahwa dosa ngga serta merta menghilangkan karunia yang telah Tuhan berikan, apa yang Tuhan kasih itu menetap dan ngga akan ditarik sembarangan, contoh paling gampang adalah Simson, hidup seenak udel, karunia Tuhan tetap ada pada dia, rencana Tuhan tetap ada pada dia

"Tuhan ngga pernah menyesali kasih karunia dan panggilannya"

contoh lainnya Musa
jelas2 disuruh Tuhan untuk ngomong ke batu, dia malah mengetok batunya 2x (mungkin yang pertama ngga keluar air), namun perhatikan, mujizat dari Tuhan tetap berjalan meskipun Musa berdosa, setelah itu Musa tentunya menerima konsekuensinya

"sebab karunia roh itu untuk kepentingan bersama"

harus ngerti, Tuhan kasih manusia mujizat, itu ngga pernah buat diri sendiri, tapi untuk orang lain, jadi meskipun "sarana" saluran mujizatnya berdosa, mujizatnya akan tetap jalan karena utamanya itu untuk orang banyak

hal ini sering jadi jerat bagi hamba Tuhan "besar"
mereka pikir asal karunia masih jalan, mereka okay2 saja
karena itulah standarnya ga pernah mujizat, melainkan buahnya
mereka2 yang menikmati karunia roh kepadanya akan dituntut hal yang lebih besar dan tanggung jawab yang lebih besar lagi
perhatikan peringatan Tuhan di Ibrani tentang mereka2 yang telah menikmati karunia roh

"Remember, with great power. comes great responsibility"
-Uncle Ben-

saya kebetulan melihat contoh nyatanya atas hal ini

apakah setuju dengan saya di point ini?

Ketiga
jadi, meskipun mereka awalnya sungguh2 sama Tuhan
mungkin dalam perjalanannya mereka ngga tetap hidup kudus, namun demikian karunia2 roh tetap jalan melalui mereka dan Tuhan pun dengan sabar menunggu mereka bertobat

"Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat"

jadi kenapa mereka tetap bisa melakukan mujizat? itu mujizat untuk orang banyak, dianya aja GR menyangka dia haruslah kudus dulu baru mujizatnya tetap jalan
ini juga paradigma yang tertanam kuat dalam setiap kita, secara kita kalau liat ada orang yang melakukan mujizat, pasti kita menyangka dia hidup sangat kudus, begitu kan? ternyata contoh2 Alkitab didapati ngga begitu

sampai akhirnya nanti....
kita tahu, sesuatu yang ngga kudus gak bakalan bisa masuk kerajaan sorga
December 29, 2015, 11:50:46 AM
Reply #6
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 42
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Mrk 13:22
"Sebab Mesias-Mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan."


Matius 24:24
Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.


Yesus mengingatkan bahwa tidak semua orang yang mengaku percaya pada Kristus adalah orang yang sungguh-sungguh percaya, demikian pula tidak semua penulis Kristen, utusan gereja, gembala sidang, penginjil, pengajar, penatua, dan pekerja gereja benar-benar menjadi hamba Allah.
Matius 24:24 Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.

Secara lahiriah para rohaniwan ini "tampak benar di mata orang" (Mat 23:28). Mereka datang "dengan menyamar seperti domba" (Mat 7:15). Mungkin saja mereka melandaskan berita mereka atas Firman Allah dan menyatakan standar tinggi yang benar. Mereka mungkin kelihatan sangat memperhatikan pekerjaan dan Kerajaan Allah dan memperlihatkan perhatian besar terhadap keselamatan jiwa-jiwa yang terhilang sambil mengaku bahwa mereka mengasihi orang banyak. Mereka mungkin tampak sebagai hamba Allah yang sungguh-sungguh, pemimpin rohani yang patut dihargai, dan diurapi oleh ROH KUDUS. Mereka bahkan kelihatan sangat berhasil dan banyak orang mengikut mereka (Mat 24:11,24; 2Kor 11:13-15)

Dalam kehidupan mereka yang sesungguhnya, yaitu yang tidak tampak kepada umum, mereka dipenuhi "rampasan dan kerakusan" (Mat 23:25), "penuh tulang belulang dan berbagai jenis kotoran" (Mat 23:27), "penuh kemunafikan dan kedurjanaan" (Mat 23:28). Kehidupan mereka di balik pintu yang terkunci menyangkut hal-hal seperti hawa nafsu, kebejatan, perzinahan, kerakusan, dan kegemaran yang memusat pada diri sendiri.

Penipu lihai ini memperoleh kedudukan yang berpengaruh di dalam gereja melalui dua cara.

    (a) Beberapa guru/pengkhotbah palsu mengawali pelayanan mereka dengan kesungguhan hati, kebenaran, kemurnian, dan iman yang sungguh-sungguh kepada Kristus. Kemudian karena kesombongan dan keinginan mereka yang tak bermoral, kasih dan pengabdian mereka kepada Kristus semakin memudar. Sebagai akibatnya, hubungan mereka terputus dengan Kerajaan Allah (1Kor 6:9-10; Gal 5:19-21; Ef 5:5-6) sehingga mereka menjadi sarana Iblis sementara masih menyamar sebagai pelayan kebenaran (lih. 2Kor 11:15).
    (b) Guru-guru/pengkhotbah palsu lainnya tidak pernah sungguh-sungguh percaya kepada Kristus. Iblis telah menanamkan mereka di dalam gereja sejak awal pelayanan mereka (Mat 13:24-28,36-43) sambil menggunakan kecakapan dan karisma mereka serta membantu dalam keberhasilan mereka. Siasat Iblis ialah menempatkan mereka dalam kedudukan yang berpengaruh di dalam gereja agar mereka dapat merusak pekerjaan Kristus.

iblis juga dapat membantu kepada sarananya untuk berbuat mukjizat terutama kepada mereka yg menyebut Yesus demi keinginan Daging, kesombongan, kedudukan DLL.. (2 Tes 2:9-10)
"Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu. dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran  yang dapat menyelamatkan mereka."
« Last Edit: December 29, 2015, 12:05:07 PM by Theopilus888 »
December 29, 2015, 03:24:13 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1568
  • Denominasi: Gak tau dah...
Dg dmikian nas ini ditujukan bagi mreka yg sudah cukup dewasa rohani utk mengenal mana kehendak dinamis Bapa (bukan sekadar kehendak normatif yg tertulis di Alkitab) dan mana kemauan dirinya sendiri.
Bagi mreka yg meraba-raba mana kehendak dinamis Bapa, nas ini belum pas utk mreka. Orang yg masih meraba-raba tidak cukup punya influence utk melakukan penyesatan (sbgmana konteks dari ayat ini).
Rada-rada ribet dan sangat menarik membaca penjelasan di atas.

Dari penjelasan di atas, mereka ini sudah mempunyai keintiman ataupun hubungan khusus dengan Tuhan. Mereka sudah dewasa secara rohani. Bahkan mungkin dengan gampangnya mereka dapat membedakan mana kehendak daging dan mana kehendak roh (bukan Roh).

Maka pertanyaan dari saya:
Apakah mereka sadar atau tidak sadar jika mereka sedang membawa Jemaat kepada kesesatan?
December 29, 2015, 03:38:17 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1568
  • Denominasi: Gak tau dah...
harus ngerti, Tuhan kasih manusia mujizat, itu ngga pernah buat diri sendiri, tapi untuk orang lain, jadi meskipun "sarana" saluran mujizatnya berdosa, mujizatnya akan tetap jalan karena utamanya itu untuk orang banyak
Sampai di sini saya mengerti, Hen.

Tapiiii, bila pendapat HenHen ini tidak diteruskan, maka belum tentu tindakan, tingkah laku, pengajaran, dan lain sebagainya yang dilakukan oleh seorang (penyesat) akan membawa Jemaat kepada kesesatan. Karena apa? Karena alasan yang sudah HenHen sebutkan di atas. Bahwa mujizatnya akan tertap berjalan karena berfungsi atau berguna untuk orang banyak.

Sementara di awal perikop, justru Yesus mengajak untuk waspada terhadap nabi-nabi palsu. Dengan kata lain (dan juga ayat-ayat lainnya dalam Alkitab), nabi palsu dapat membawa kepada kebinasaan, bukan hanya kebinasaan dirinya sendiri, melainkan juga kebinasaan Jemaat.
December 29, 2015, 03:39:17 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1568
  • Denominasi: Gak tau dah...
Untuk Theopilus888, saya masih mempelajari posting dari Anda, karena cukup banyak ayat yang Anda cantumkan.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)