Author Topic: Istri Minta Pisah Tanpa sebab yg jelas  (Read 1419 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 29, 2015, 10:43:59 AM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1725
mudah2an bukan krn andil pihak ketiga.anyway dalam pernikahan emang penting untuk mendapatkan restu dari keluarga masing2 pasangan,krn istilahnya seorang suami/istri itu di samping menikah dgn pasagannya sebenarnya juga menikah dgn keluarga besar pasangannya.jadi klo sampe salah satu pihak keluarga udah ga memberikan restu emang bakal berat jalannya(sekalipun anda mampu 'memaksakan' pernikahan dgn pasangan anda sendiri,itu ga akan mengubah pandangan dari keluarga pasangan tentang anda).barangkali yg bisa anda lakukan saat ini adalah berusaha membangun hubungan baik dgn keluarga istri(sekaligus buktikan klo anda itu bukan orang seperti yg mereka duga).
« Last Edit: September 29, 2015, 10:46:27 AM by jegan2000 »
November 21, 2015, 08:59:39 AM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Syalom saudara-saudara yg dikasihi Tuhan.

Saya meminta kesediaan dari teman-teman utk mendoakan istri saya yg sudah +/- 2 bulan ini pergi dari rumah tanpa sebab yg pasti, & memutuskan utk pisah secara sepihak dgn saya. Dan sampai saat ini juga, saya tidak mengetahui keberadaan istri saya dgn pasti yg di karenakan putusnya komunikasi kami melalui media komunikasi baik telepon/HP, Internet, dll. Begitu pula terhadap pihak keluarga istri saya yg terkesan menutup-nutupi keberadaan istri saya tsb. Bahkan secara pribadi saya menganalisa bahwa keluarga dari pihak istri saya, mendukung keputusan istri saya itu. Dan kenyataannya yg saya dapatkan memang seperti itu.

Pernikahan kami ini melalui hal yg cukup rumit dan terdapat perbedaan. Saya pribumi & istri saya etnis tionghoa.  Istri saya dulunya menganut agama budha. Namun setelah kami menikah, istri saya di baptis menjadi seorang Kristen. Mengenai restu dari pihak istri, pernikahan kami tidak mendapat cukup restu dari pihak keluarganya oleh krn faktor-faktor yg di permasalahkan dgn alasan mereka sendiri.

Saya seorang pria sederhana & saat ini bekerja di salah satu perbankan swasta di kota saya. Mengenai kewajiban & tanggung jawab saya dgn istri, saya terus berupaya memberikan yg terbaik dan secara maksimal. Jujur saya berasumsi bahwa kejadian yg terjadi ini di sebabkan oleh keadaan status sosial/ekonomi saya yg sdg tidak stabil. Di selah-selah itu juga, pengaruh dari pihak keluarga istri saya berperan besar & cukup bertanggung jawab atas kejadian yg tidak kami inginkan ini.

Sebagai suami, anak, & menantu, terlebih lg sbg org berdosa, saya berharap akan pemulihan keluarga saya ini. Kiranya Tuhan mendengar & memberi muzizatNya atas Doa-Doa dari kita yg kita panjatkan ke dalam Tangan & TahtaNya. Mohon kiranya teman- teman yg dikasihi Tuhan, berkenan turut memanjatkan Doa bersama saya, untuk pemulihan Keluarga saya ini & agar kiranya Tuhan menjamah hati & pikiran istri saya yg saat ini sedang di penuhi rasa benci & kecewa. Karena Doa dari teman-teman (kita) mampu mematahkan kutuk & masalah di dalam pergumulan hidup kita.

Terima Kasih, Tuhan memberkati Kita.

Begini saudara ku .. tidak ada orang tua yang tidak ingin melihat anaknya bahagia, tetapi perkawinan pada etnis yang berbeda, memang lebih banyak memiliki tantangan yang berasal dari masing-masing pihak keluarga, hal ini saya alami juga berapa puluh tahun yang lalu, waktu saya memutuskan kawin terhadap wanita yang berbeda suku dan bangsa dengan saya.

Tetapi Puji Tuhan, gelombang pencobaan itu berhasil saya lalui, dan semuanya karena kemurahan Kasih Tuhan Yesus pada saya dan keluarga saya.

Jadi, saudara ku .. menurut pendapat saya .. kita sebagai "Kepala Keluarga" haruslah "Bijak" dalam mengendalikan bahterah rumah tangga kita, sebab bahterah rumah tangga itu, "Benar-benar seperti sebuah perahu layar ditengah lautan luas yang ganas".

Ada kalanya, kita harus tegas dan ada kalanya, kita harus lembut, serta ada kalanya kita harus mengalah..Nah, mengalah ini adalah suatu tindakan yang sangat sulit untuk dilakukan seorang pria, "Karena Ego Laki-laki" akan selalu membawa kita pada "Perasaan selalu benar dan harus dituruti".

Menurut pendapat saya, agar kita sebagai laki-laki dapat "Mengalah" pada isteri kita, maka "Lakukanlah tindakan mengalah itu, bukan untuk diri anda, tetapi untuk anak anda, sebab dengan perbuatan  yang anda lakukan tersebut, telah menjadikan anda menjadi seorang ayah yang baik dan bijaksana".

Dan yang terpenting dalam perkawinan beda etnis, "Jangan pernah sekalipun dalam setiap amarah anda, anda mengeluarkan kata-kata yang berbau sara", karena perkataan ini akan membuat "Jurang Pemisah yang dalam", antara anda dengan isteri anda.

Jika anda benar-benar sangat menyayangi dan mencintai isteri anda, saya menyarankan kepada anda .. segera datang kerumah keluarganya dan khususnya ketempat kediaman orang tuanya, jika orang tuanya tidak menginjinkan anda masuk, dan jika ada "teras" di rumah itu, jangan malu agar anda tidur di teras itu, sampai hati mertua anda itu melunak, serta jangan lupa .. berdoalah terus memohon pertolongan dan penghiburan Roh Tuhan Yesus.


Kiranya Tuhan Yesus menolong anda dengan Roh Nya yang penuh Kuasa dan kemuliaan..

Salam ...

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)