Author Topic: By: Ellen G. White, Buku: Kebahagiaan Sejati  (Read 9570 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 14, 2016, 09:50:04 AM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2814
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
online bro, sekalian beli great controversy and the desire of ages. sayang dengan alasan yang sama belum dibaca karena bahasa inggris. masih mentok di Steps to Christ. iya bro dibaca og.

siipp,  :afro: :afro:
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
February 14, 2016, 10:16:41 AM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2814
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Berlanjut, Minggu 14/12/2016


Gereja Kristus adalah alat yang sudah diangkat Tuhan untuk menyelamatkan manusia. Tugasnya ialah membawa kabar Injil ke seluruh dunia ini. Semua tanggung jawab itu terletak atas semua orang-orang Kristen. Setiap orang, untuk meluaskan talenta dan kesempatan yang ada padanya, haruslah memenuhi perintah Juruselamat itu. Kasih Kristus yang telah dinyatakan kepada kita, membuat kita berutang kepada orang-orang yang belum mengenal Dia. Tuhan telah memberikan kepada kita terang, bukan untuk diri kita saja, tetapi juga diberikan kepada orang lain.

Jika pengikut-pengikut Kristus sadar akan tugasnya, maka akan ada beribu-ribu orang yang mengabarkan Injil di negeri kafir di mana sekarang terdapat hanya satu orang saja. Dan semua orang yang tidak dapat mengerjakan sendiri pekerjaan itu, dapat membantunya dengan jalan memberikan bantuannya berupa harta, simpati dan doa-doa mereka. Maka akan ada pula usaha yang tekun untuk menyelamatkan jiwa-jiwa di negeri-negeri orang Kristen.

Kita tidak perlu berangkat ke negeri orang-orang yang belum mengenal Kristus atau meninggalkan lingkungan rumah tangga yang kecil sekalipun, jika kewajiban kita memang di sana, di dalam rangka bekerja bagi Kristus, kita dapat melakukan ini di dalam lingkungan rumah tangga, di dalam gereja, di antara orang-orang sepergaulan kita, dan dengan orang-orang yang berhubungan dengan kita.

Sebagian besar daripada kehidupan Juruselamat di atas dunia in telah digunakan di dalam pekerjaan yang dilakukan dengan sabar dalam pertukangan kayu di Nazaret. Malaikat-malaikat yang melayani menyertai Tuhan kehidupan itu ketika Dia berjalan dengan para petani dan pekerja-pekerja, dengan tidak dikenal dan dihormati. Dia dengan setiawan mengerjakan tugas-Nya ketika Dia bekerja sebagai tukang kayu sama seperti ketika Dia menyembuhkan orang sakit akan berjalan di atas ombak tasik Galilea. Demikianlah, di dalam pekerjaan hina dan jabatan hidup yang rendah itu, kita dapat berjalan dan bekerja dengan Yesus.

Rasul Paulus berkata: “Saudara-saudara, hendaklah tiap-tiap orang tinggal di hadapan Allah dalam keadaan seperti pada waktu ia dipanggil” (1 Kor.7:24). Pedagang dapat menjalankan pekerjaannya di dalam satu cara yang akan memuliakan Tuhannya oleh karena ketulusannya. Jika dia pengikut Kristus sejati dia akan memasukkan agamanya ke dalam segala sesuatu yang dibuatnya, serta menunjukkan kepada setiap orang Roh Kristus. Ahli mesin dapat rajin dan setia mewakili Dia yang telah pernah mengerjakan pekerjaan kasar dalam hidup di antara bukit-bukit Galilea. Tiap-tiap orang yang menyebut nama Kristus harus bekerja supaya orang-orang lain, dengan memperhatikan perbuatan-perbuatannya yang baik itu, dituntun memuliakan Khalik Pencipta dan Penebus mereka.

Banyak orang yang mencari maaf bagi diri mereka sendiri dan tidak menyerahkan kecakapan-kecakapan mereka melayani Kristus sebab orang-orang lain mempunyai kecakapan yang lebih tinggi dan menguntungkan. Ada pendapat umum yang tidak benar yang mengatakan bahwa hanya orang-orang pintar sajalah yang perlu memasrahkan kesanggupan-kesanggupan mereka melayani Tuhan. Banyak orang yang menyangka bahwa kepintaran itu diberikan hanya kepada golongan tertentu yang disukai saja, sedangkan golongan lain tidak, sudah tentu orang yang berpikir demikian tidak dipanggil bekerja atau nanti mendapat upah. Tetapi tidak demikianlah dikatakannya di dalam perumpamaan itu. Ketika tuan rumah itu mengumpulkan hamba-hambanya, kepada tiap-tiap orang diberikan pekerjaan masing-masing.

Dengan Roh kasih sayang kita dapat membentuk dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang rendah itu, “untuk Tuhan.” (Kolose 3:23.)  Jika kasih Allah itu ada di dalam hati, maka kasih itu akan dinyatakan di dalam kehidupan. Bau-bauan yang harum yang berasal dari Kristus akan mengelilingi kita, dan pengaruh kita pun akan meninggikan dan membawa berkat.
 
Engkau tidak perlu menanti peristiwa-peristiwa besar atau mengharapkan kemampuan yang luar biasa sebelum engkau pergi bekerja untuk Tuhan. Engkau tidak perlu pusingkan tentang apa yang akan dipikirkan dunia mengenai kamu. Jika kehidupanmu sehari-hari merupakan satu kesaksian atas kesucian dan kesungguh-sungguhan imanmu, sehingga orang-orang lain diyakinkan bahwa engkau ingin memberikan bantuan kepada mereka, maka pekerjaanmu itu tidaklah sia-sia.

***
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
February 14, 2016, 10:24:26 AM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2814
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
***

Orang-orang yang paling miskin dan hina daripada murid-murid Yesus dapat menjadi berkat kepada orang-orang lain. Mungkin mereka tidak menyadari bahwa mereka membuat kebaikan apa pun, tetapi pengaruh mereka yang tidak disadarinya memulai ombak kebahagiaan yang makin lama makin dalam, dan berkat yang dihasilkannya tidak pernah mereka ketahui sampai tiba pada hari pemberian upah terakhir itu.

Mereka tidak melakukan sesuatu perkara yang besar. Mereka tidak perlu mencemaskan diri mereka mengenai sukses. Mereka hanya perlu maju secara perlahan-lahan, mengerjakan pekerjaan Tuhan yang telah diserahkan dengan setiawan, sehingga hidup mereka tidak menjadi sia-sia. Jiwa mereka akan bertumbuh semakin lama semakin menyerupai Kristus, mereka adalah teman-teman pekerja bersama-sama dengan Allah di dalam kehidupan ini dan oleh karena itu layak bagi pekerjaan yang lebih tinggi dan kegembiraan yang tiada celanya dalam hidup mendatang.



Bab IX Selesai

---Bersambung ke Bab X---

 :)

salam
TYM
« Last Edit: February 17, 2016, 09:43:16 AM by Simatupang@123 »
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
February 17, 2016, 09:19:44 AM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2814
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Bab, X
Rabu, 17/02/2016

PENDIDIKAN YANG BENAR

Banyak jalan yang di dalamnya Allah berusaha memperkenalkan diri-Nya kepada kita dan membawa kita ke dalam perhubungan dengan Dia. Alam berbicara kepada perasaan kita tanpa henti-hentinya. Hati yang terbuka akan diberi kesan dengan kasih dan kemuliaan Allah sebagaimana yang dinyatakan melalui ciptaan tangan-Nya. Telinga yang sudi mendengarkan dapat mendengar serta mengerti hubungan-hubungan Allah melalui benda-benda alam. Ladang-ladang yang hijau, pepohonan yang tinggi, kuntum bunga-bunga, awan yang lalu, hujan, sungai yang mengalir, kemuliaan-kemuliaan langit, berbicara ke dalam hati kita serta mengundang kita supaya berkenalan dengan Dia yang telah menciptakan sekaliannya itu.

Juruselamat kita menganyam pelajaran-pelajaran yang diberikan-Nya dengan benda-benda alam ini. Pepohonan, burung-burung, bunga-bunga di lembah, bukit-bukit, danau-danau, dan langit yang indah, begitu pula segala peristiwa yang terjadi di sekitar kehidupan kita sehari-hari, semuanya di hubungkan dengan Firman kebenaran itu, supaya pelajaran-pelajaran yang diberikan-Nya senantiasa diingatkan pada pikiran, meski di tengah-tengah kesibukan hidup manusia itu.

Allah mau supaya anak-anak-Nya menghargai pekerjaan-Nya serta menyukai keindahan yang tenang dan sederhana, yang telah dijadikan-Nya menghiasi bumi kita ini, Dia penggemar keindahan, dan di atas segala keindahan secara luar itu Dia penggemar keindahan tabiat; Dia mau supaya kita mengusahakan kesucian dan kesederhanaan, sifat-sifat indah yang halus dari bunga-bunga itu.

Jika kita mendengar, segala ciptaan Tuhan akan mengajarkan kepada kita pelajaran-pelajaran penurutan dan pengharapan yang berharga. Dari bintang-bintang yang dalam peredarannya melintasi angkasa menyusuri jalan yang tidak berbekas yang ditentukan bagi mereka dari zaman ke zaman, sampai kepada atom yang terkecil sekalipun, benda-benda alam menuruti kehendak Allah. Dan Allah memelihara segala sesuatu itu dan menjaga segala sesuatu yang dijadikan-Nya. Dia yang menopang dunia yang tidak terhitung banyaknya, pada saat yang sama juga memelihara keperluan burung pipit yang kecil yang menyanyikan nyanyian pujian tanpa takut. Ketika manusia mengerjakan pekerjaan yang berat sehari-hari sebagaimana ketika mereka mendoa; manakala mereka berbaring tidur pada malam hari, dan kala mereka bangun pagi hari; tatkala orang-orang kaya mengadakan pesta di rumah istananya, atau ketika orang-orang miskin menghimpun anak-anaknya dengan makanan sedikit di atas meja, masing-masing mereka itu dijaga dengan penuh kasih sayang Allah Bapa yang di surga itu. Tiada linangan air mata yang menyucur yang tidak diperhatikan Allah. Tiada senyum yang tidak dilihat-Nya.

Jika kita mempercayainya betul-betul segala jenis kecemasan yang tidak sepatutnya akan lenyap. Kehidupan kita tidaklah begitu dipenuhi kekecewaan seperti yang sekarang ini, karena segala sesuatu baik kecil maupun besar, akan diserahkan ke tangan Tuhan, yang tidak digelisahkan oleh ragam-ragam keperluan, atau dikalahkan oleh keluh kesahnya. Kita akan menikmati satu kedamaian jiwa, yang kepada orang lain sudah lama tidak dirasainya.

Sebagaimana perasaanmu menggemari keindahan bumi ini, bayangkanlah dunia pada masa mendatang, yang tidak akan pernah mengenal kutuk dosa dan maut; di mana wajah alam tidak lagi dibayangi kutuk. Bayangkan dan gambarkanlah tempat tinggal orang-orang yang diselamatkan itu, dan ingat bahwa wujudnya akan lebih mulia daripada apa yang dapat digambarkan oleh bayang-bayang pikiranmu yang paling tajam sekalipun. Di dalam karunia Allah yang kelihatan pada alam dapat kita lihat hanya sinar samar-samar daripada percikan kemuliaan-Nya. Ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia, semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” (1 Korintus 2:9).

Penyair dan pencinta-pencinta alam mengatakan banyak hal mengenai alam, tetapi orang-orang Kristen menikmati keindahan bumi dan menghargainya lebih tinggi, karena dikenalnya perbuatan tangan Allah Bapa dan merasakan cinta-Nya di dalam bunga dan rumput serta pohon. Tidak seorang pun yang akan menghargai sepenuhnya makna bukit dan lembah, sungai dan laut, kalau dia memandangnya sebagai pernyataan kasih Allah kepada manusia.


---Bersambung---
salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
February 20, 2016, 07:28:32 AM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2814
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
berlanjut, Sabtu, 20/02/2016


Allah berbicara kepada kita melalui perbuatan takdir-Nya dan melalui pengaruh ROH KUDUS-Nya atas hati. Di dalam segala keadaan sekitar kita, kita dapat memperoleh pelajaran-pelajaran yang amat berharga jika kita terbuka memperhatikannya. Penulis Mazmur, waktu merenungkan perbuatan tangan Tuhan, berkata: “bumi penuh dengan kasih setia Tuhan.” “Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia berpegang pada semuanya ini, dan memperhatikan segala kemurahan Tuhan” (Mazmur 33:5; 107:43).

Allah berbicara kepada kita di dalam firman-Nya. Di dalamnya dapat kita lihat dengan terang kenyataan tabiat-Nya, dari hal tindakan-Nya terhadap manusia, dan pekerjaan besar mengenai penebusan. Dengan inilah di hadapan kita dibentangkan sejarah para bapa-bapa dan nabi-nabi orang-orang saleh zaman dulu kala. Mereka itu “sama seperti kita,” (Yakobus 5:17). Kita dapat melihat mereka berjuang melawan kekecewaan sama seperti kekecewaan kita, bagaimana mereka jatuh pada pencobaan sama juga seperti kita, namun demikian hati mereka diberanikan dari menang melalui anugerah Allah; dan dengan memandang hati kita pun diberanikan dalam usaha memperoleh kebenaran itu. Apabila kita membaca pengalaman-pengalaman mereka yang amat berharga, dari hal terang dan kasih serta berkat yang mereka nikmati, dan dari hal pekerjaan yang dibawakannya melalui anugerah yang diberikan kepada mereka itu, maka roh yang menggerakkan mereka menyalakan api keinginan yang suci dalam hati kita, dan dalam tabiat seperti mereka berjalan bersama Allah.

Mengenai Perjanjian Lama Yesus mengatakan--lebih benar lagi mengenai Perjanjian Baru, “Kitab-Kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku.” “Sang Penebus, yang di dalam-Nya kita mengharapkan pusat kehidupan kekal.(Yohanes 5:39.)  Memang, seluruh Alkitab menceritakan dari hal Yesus Kristus. Mulai dari catatan pertama dalam kejadian. “Tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.”--sampai kepada penutupan janji itu, “Sesungguhnya Aku datang segera,” kita membaca mengenai pekerjaan-Nya serta mendengar suara-Nya. (Yohanes 1:3; Wahyu 22:12). Jika engkau mau berkenalan dengan Juruselamat, pelajarilah Kitab Suci.

Isilah seluruh hati dengan Firman Tuhan. Firman itulah air hidup, yang memuaskan dahagamu yang amat sangat. Firman itu roti hidup yang turun dari surga. Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging anak manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.” Dan diterangkan-Nya dari hal dirinya sendiri dengan berkata: “Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup” (Yohanes 6:53,63). Tubuh kita terdiri dari apa yang kita makan dan minum; maka sebagaimana dengan perkara jasmani demikian pulalah dalam perkara rohani; yakni apa yang kita pikirkan itulah yang memberi otak dan kekuatan rohani kita.

Penebusan adalah satu perkara yang ingin sekali diselidiki malaikat; hal itu akan menjadi ilmu dan nyanyian orang tebusan sepanjang zaman yang tidak berkesudahan. Tidakkah hal itu perlu dipelajari dengan teliti pada saat sekarang ini? Kemurahan dan kasih Yesus yang tiada batasnya, pengorbanan yang diberikan karena kepentingan kita, perlu dipikir-pikirkan dengan sungguh-sungguh dan segenap hati. Kita sepatutnya tinggal di dalam tabiat Penebus dan Pengacara kita yang amat dikasihi itu. Kita selayaknya merenung-renungkan tugas-Nya yang datang untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka itu. Jika kita merenung-renungkan perkara surgawi, iman dan kasih kita akan semakin bertumbuh kuat, dan doa kita pun akan semakin berkenan kepada Allah karena doa itu semakin berpadu dengan iman dan kasih. Doa itu akan lebih hangat dan berarti. Maka keyakinan akan tetap bertambah terhadap Kristus, dan pengalaman hidup sehari-hari di dalam kuasa-Nya menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang datang kepadaTuhan melalui Dia.

Jika kita merenungkan kesempurnaan Juruselamat, maka kita akan rindu diubahkan sepenuhnya dan dibarui di dalam gambaran kesucian-Nya. Akan ada satu jiwa yang lapar dan dahaga supaya menjadi seperti Dia yang kita puja itu. Kita semakin memikirkan Kristus, semakin kita bicarakan dari hal Dia kepada orang-orang lain, serta menyatakan Dia ke dunia ini.


---Bersambung---

salam
 :)
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
February 23, 2016, 04:14:46 PM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2814
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
berlanjut, Selasa 23/02/2016

Alkitab ditulis bukanlah hanya untuk kaum sarjana, sebaliknya, Alkitab itu direncanakan untuk orang banyak. Kebenaran-kebenaran yang besar yang perlu untuk memperoleh keselamatan sudah dinyatakan dengan jelas bagai hari siang; dan tidak seorang pun yang akan salah atau tersesat jalannya kecuali orang yang menurut pertimbangan pikirannya sendiri ganti kehendak Allah yang setelah dinyatakan dengan jelas.

Kita seharusnya jangan berpegang pada kesaksian seseorang tentang pengajaran Kitab Suci, melainkan seharusnya mempelajari firman Allah bagi diri kita sendiri. Jika kita membiarkan orang lain berpikir untuk kita, maka tenaga kita akan timpang dan kemampuan sempit. Kuasa berpikir dari pikiran yang mulia itu dikerdilkan karena tidak digunakan dan dipusatkan kepada perkara-perkara yang berharga sehingga menghilangkan kemampuan mereka menangkap ke dalam makna firman Allah. Pikiran akan menjadi luas apabila digunakan untuk mencari hubungan perkara-perkara Kitab Suci, membandingkannya bagian demi bagian serta rohani dengan perkara rohani.

Tiada yang lebih sanggup menguatkan pikiran melebihi belajar Kitab Suci. Tiada buku lain yang melebihinya, yang begitu kuat meninggikan pikiran, memberikan kekuatan kepada kemampuan, meluaskan kebenaran-kebenaran yang meluhurkan di dalam Kitab Suci. Jika firman Allah dipelajari sebagaimana sepatutnya, maka manusia yang mempelajari akan mempunyai pikiran yang luas, satu tabiat yang mulia, dan tekad yang teguh yang jarang kelihatan pada zaman sekarang ini.

Hanya sedikit saja manfaat yang diperolehnya dari membaca Kitab Suci secara terburu-buru. Seseorang dapat membaca seluruh Alkitab namun tidak berhasil melihat keindahannya serta mengerti ke dalaman maknanya yang tersembunyi. Satu bagian yang pendek yang dipelajari sampai maknanya jelas kepada pikiran dan hubungannya dengan rencana keselamatan jelas betul, itu lebih bernilai daripada membaca beberapa pasal tanpa tujuan tertentu serta tiada pengajaran yang positif yang diperolehnya. Peganglah selalu Alkitabmu.  :afro: Kalau kau mempunyai kesempatan, bacalah : lekatkan ayat-ayat Alkitab itu dalam pikiranmu. Meski engkau berjalan di jalan-jalan engkau dapat membaca satu bagian dan merenungkannya, dengan demikian memasukkan dalam pikiran.

Kita tidak akan dapat memperoleh akal budi tanpa perhatian yang sungguh-sungguh disertai belajar dengan doa yang tekun. Beberapa bagian daripada Kitab Suci itu memang begitu mudah untuk tidak disalahpahami, tetapi ada pula yang lain yang artinya tidaklah terletak pada permukaan yang dapat dilihat hanya sekilas saja. Bagian-bagian Kitab Suci itu haruslah dibandingkan dengan bagian-bagian lainnya. Harus diadakan penyelidikan yang hati-hati disertai perhatian dan doa yang tekun. Cara belajar yang demikian memang amat banyak manfaatnya. Seperti seorang penambang yang menemukan saluran barang tambang yang amat berharga tersembunyi di bawah bumi, demikianlah orang yang dengan tekun menyelidik firman Allah seperti mencari permata-permata kebenaran yang tiada ternilai harganya, yang tersembunyi dari pandangan orang yang mencari dengan sembrono. Firman yang diilhamkan Allah, ditimbang-timbang dalam hati, akan menjadi seperti sungai yang mengalir dari pancaran kehidupan itu.

Janganlah sekali-kali Alkitab dipelajari tanpa doa. Sebelum kita membuka halaman-halamannya kita haruslah memohon terang dari ROH KUDUS, dan penerangan itu memang akan diberikan. Tatkala Natanael datang kepada Yesus, maka Dia menjawab: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya. Kata Natanael kepada-Nya: “Bagaimana Engkau mengenal aku? Jawab Yesus kepadanya: “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara” (Yohanes 1:47, 48). Begitu pula Yesus akan melihat kita di tempat-tempat yang tersembunyi tempat kita mendoa jika kita mencari Dia memohonkan terang supaya kita dapat mengenal apa kebenaran itu. Para malaikat dari surga akan menerangi orang yang rendah hati mencari tuntunan Ilahi.

****
« Last Edit: February 26, 2016, 09:11:14 AM by Simatupang@123 »
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
February 26, 2016, 09:41:17 AM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2814
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
ROH KUDUS meninggikan dan memuliakan Juruselamat. Sudah menjadi tugasnya menyatakan Kristus, kesucian kebenaran-Nya, dan keselamatan besar yang dapat kita miliki melalui Dia. Yesus berkata: “Ia akan memuliakan Aku sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya daripada-Ku” (Yohanes 16:14).

Roh kebenaran itulah satu-satunya guru yang paling baik akan kebenaran Ilahi. Betapa Allah menatap bangsa manusia itu, sehingga dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal itu mati bagi mereka, lalu menunjukkan ROH KUDUS-Nya menjadi guru manusia serta penuntunnya terus menerus!



Bab X sudah Selesai,

bersambung ke bab XI,



salam
 :)
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
February 26, 2016, 09:57:59 AM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2814
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
berlanjut, Jumat 26/02/2016

BAB XI

DOA

Melalui alam dan wahyu, melalui pimpinan-Nya, dan dengan pengaruh ROH KUDUS, Allah berbicara kepada kita. Tetapi tidak cukup hanya dengan ini saja, kita juga perlu membuka hati kita kepada-Nya. Untuk memperoleh kekuatan kehidupan rohani, kita harus mempunyai hubungan yang betul dengan Bapa kita yang di surga.

Pikiran kita mungkin dapat ditarik pada-Nya, kita dapat merenungkan segala pekerjaan-Nya, kemurahan-Nya, berkat-berkat-Nya; tetapi ini bukanlah berarti sudah berhubungan betul dengan Dia. Supaya berhubungan dengan Allah kita harus mempunyai sesuatu yang hendak kita katakan pada-Nya mengenai hidup kita yang sebenarnya.

Doa adalah membuka hati kepada Allah seperti kepada seorang sahabat. Doa itu perlu bukan karena supaya Allah mengetahui keadaan kita sebenarnya, melainkan untuk menyanggupkan kita menerima Dia. Doa bukanlah membawa Allah turun kepada kita, melainkan membawa kita kepada-Nya.

Ketika Yesus masih berada di atas dunia ini, diajar-Nya murid-Nya bagaimana cara berdoa. Disuruh-Nya murid-murid itu mengajukan keperluan mereka sehari-hari ke hadapan Allah dan menyerahkan segala keluh kesah mereka kepada-Nya. Diberikan-Nya jaminan kepada mereka bahwa permohonan-permohonan mereka akan didengar, demikian pula jaminan yang diberikan kepada kita.

Yesus sendiri, ketika Dia berada di antara manusia, sering berdoa. Juruselamat kita menyamakan diri-Nya sendiri dengan keperluan dan kelemahan-kelemahan kita, dengan demikian Dia menjadi seorang pemohon, mencari kekuatan dari Bapa-Nya, supaya Dia dapat muncul dengan kekuatan menghadapi tugas dan pencobaan. Dialah teladan kita di dalam segala kelemahan kita, “Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa” (Ibrani 4:15), tetapi sebagai yang tidak berdosa, sifat-Nya mual terhadap kejahatan; Dia menahan pergumulan-pergumulan dan siksaan jiwa di dalam satu dunia yang penuh dosa. Sebab Dia  dalam keadaan manusia maka doa merupakan keperluan yang penting. Dia memperoleh penghiburan dan kegembiraan dalam perhubungan dengan Bapa-Nya. Dan jika Juruselamat manusia, Anak Allah, merasakan perlunya doa itu, betapa lagi kita orang yang lemah, fana dan berdosa amat memerlukan doa yang tekun dan tetap!

Bapa kita yang di surga menanti untuk mencurahkan kepada kita segala berkat-Nya. Hak kitalah mereguk sebanyak-banyaknya dari pancaran kasih yang tiada batasnya itu. Herannya ialah kita berdoa terlalu sedikit! Allah bersedia dan mau mendengar doa yang tulus dari anak-anak Allah yang rendah hati, namun masih juga banyak yang enggan dari antara kita menyatakan keperluan kita kepada Allah. Bagaimanakah anggapan-anggapan malaikat surga terhadap makhluk manusia yang lemah dan tidak berdaya, yang selalu dalam pencobaan, bila Allah yang mempunyai kasih yang tiada batasnya rindu kepada mereka, siap memberikan lebih banyak daripada yang dapat mereka minat atau pikirkan, namun demikian mereka itu amat sedikit berdoa dan imannya begitu kerdil? Malaikat-malaikat di hadapan Allah, mereka gemar dekat hadirat-Nya. Mereka menganggap hubungan dengan Allah sebagai kegembiraan yang paling tinggi, sedangkan anak-anak dunia, yang sangat memerlukan pertolongan yang hanya Allah sendiri dapat berikan, kelihatannya puas berjalan tanpa terang ROH KUDUS, yaitu persekutuan dengan hadirat-Nya.
 
Kegelapan yang berasal dari si jahat akan menudungi orang-orang yang lalai berdoa. Bisik-bisik penggodaan musuh itu akan membujuk mereka berbuat dosa, dan semuanya ini karena mereka tidak menggunakan kesempatan yang telah diberikan Allah kepada mereka dalam doa yang telah ditentukan Ilahi itu. Mengapa anak-anak lelaki dan perempuan Allah merasa enggan berdoa, sedangkan doa itu adalah kunci iman untuk membuka perbendaharaan surga, di mana terdapat segala harta Allah yang Mahakuasa itu? Tanpa doa yang tekun dan waspada kita berada di dalam bahaya, semakin kurang berhati-hati dan menyimpang dari jalan kebenaran. Setan selalu berusaha terus menghalang-halangi jalan menuju takhta kemurahan itu, supaya kita tidak dapat dengan permohonan yang sungguh-sungguh dan iman memperoleh anugerah dan kuasa melawan pencobaan.


---Bersambung---

salam
 :)
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
February 28, 2016, 09:27:07 AM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2814
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Berlanjut, Minggu 28/02/2016

Ada beberapa syarat-syarat tertentu atas mana kita dapat mengharapkan bahwa Allah akan mendengar dan menjawab doa-doa kita.

1. Salah satunya ialah merasa bahwa kita memerlukan pertolongan dari pada-Nya. Dia berjanji: “Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering” (Yesaya 44:3). Barang siapa yang lapar dan dahaga akan kebenaran, yang rindu kepada Tuhan, dapatlah merasa pasti bahwa mereka akan dikenyangkan. Hati haruslah dibuka terhadap pengaruh ROH KUDUS, kalau tidak, berkat Tuhan tidak akan dapat diterima.
Keperluan kita yang besar saja merupakan alasan dan memohon dengan amat sangat demi kepentingan kita. Tetapi kita harus mencari Tuhan untuk melakukan perkara-perkara ini bagi kita. Kata-Nya,  “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu,” dan “Ia yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” Matius 7:7; Roma 8:32.
Jika kita berpaling kepada kejahatan, jika kita bergantung kepada sesuatu dosa yang kita tahu, maka Tuhan tidak akan mendengar kita; tetapi doa orang yang menyesal dan bertobat dan hancur hati selalu diterima. Jika semua yang diketahui salah telah diluruskan, barulah kita boleh percaya bahwa Allah akan menjawab segala permohonan kita. Jasa kita tidak akan pernah memujikan kita supaya berkenan di hadapan Allah; hanya kebajikan Yesus yang menyelamatkan kita, darah-Nya yang akan menyucikan kita; namun memenuhi syarat-syarat penerimaan.

2. Unsur lain lagi supaya doa kita diterima ialah iman. “Sebab barang siapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” Ibrani 11:6. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” Markus 11:24. Percayakah kita kepada firman-Nya?
Jaminan itu luas dan tiada batasnya, dan Dia yang berjanji itu setiawan adanya. Apabila kita belum menerima pada waktunya perkara-perkara yang kita mohonkan, baiklah kita senantiasa yakin bahwa Tuhan mendengar dan akan menjawab doa-doa kita. Pandangan kita pendek dan kita pun amat banyak salah sehingga kadang-kadang kita memohon hal-hal yang tidak menjadi satu berkat bagi kita, dan Bapa kita yang di surga dengan kasih menjawab doa-doa kita dengan memberikan kepada kita yang terbaik yang pasti kita sendiri akan merindukannya apabila dengan pandangan yang diterangi terang Ilahi, kita dapat melihat segala perkara sebagaimana adanya.

Apabila doa-doa kita rupanya tidak dijawab, baiklah kita berpaut pada janji itu; karena akan tiba waktunya untuk dijawab, dan kita akan menerima berkat yang amat kita perlukan. Tetapi menuntut supaya doa dijawab dengan cara tertentu dan sebagaimana yang kita inginkan, adalah merupakan iman tanpa alasan benar. Allah amat bijaksana sehingga tidak mungkin berbuat salah, dan terlalu berkemurahan untuk menahankan sesuatu perkara yang baik dari mereka yang berjalan dalam kebenaran. Oleh karena itu janganlah takut berharap pada-Nya walaupun engkau tidak segera mendapat jawab atas doa-doamu. Bergantunglah pada janji-Nya: “Mintalah maka akan diberikan kepadamu.”
 
Jika kita mengikuti kebimbangan dan ketakutan-ketakutan kita, atau mencoba menyelesaikan segala sesuatu yang tidak dapat kita lihat dengan jelas, sebelum kita mempunyai iman, maka kekacauan sajalah yang akan bertambah dan mendalam. Tetapi jika kita datang kepada Tuhan, merasa tiada daya dan bergantung kepada-Nya, sebagaimana adanya kita, dan di dalam rendah hati, iman yang tulus dan berharap menyatakan segala keperluan kiat kepada Dia yang mempunyai pengetahuan tiada batasnya, yang melihat segala sesuatu di dalam penciptaan, dan yang memerintah segala sesuatu menurut kehendak-Nya, Dia dapat dan mendengar seruan kita, dan memperkenankan terang itu menyinari hati kita.


---Bersambung---

 :)
Salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
March 03, 2016, 07:05:03 PM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2814
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
berlanjut, 03/03/2016

Melalui doa yang sungguh kita dibawa berhubungan dengan pikiran yang tiada batasnya itu. Mungkin kita tidak mempunyai bukti yang luar biasa pada ketika wajah Kristus memandang kepada kita dalam kasih dan kelemahlembutan, tetapi demikianlah adanya. Mungkin kita tidak merasakan pegangan tangan-Nya, tetapi tangan-Nya ada di atas kita dalam kasih dan belas kasihan.

Apabila kita datang memohon kemurahan dan berkat dari Allah kita harus mempunyai satu roh kasih dan keampunan di dalam hati kita sendiri. Bagaimanakah kita dapat berdoa: “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami sudah mengampuni orang yang bersalah kepada kami,” namun masih tetap tidak mau mengampuni? (Matius 6:12). Jika kita mengharapkan doa kita didengar maka kita harus mengampuni orang-orang lain dalam cara yang sama dan dalam ukuran yang sama sebagaimana kita harapkan diampuni.

Ketekunan dalam doa telah ditetapkan menjadi satu syarat penerimaan. Kita harus senantiasa  berdoa jika ingin bertumbuh dalam iman dan pengalaman. Kita harus “bertekun dalam doa” dan “berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.” Roma 12:12, Kolose 4:2. Rasul Petrus mengingatkan orang-orang percaya supaya, “tenang, supaya kamu dapat berdoa” (1 Ptr.4:7). Paulus langsung berkata: “Nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapkan syukur” (Filipi 4:6). Tetapi kamu ini, hai kekasihku,” tulis Yudas, “Bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam ROH KUDUS” (Yudas 20). Doa yang tiada berkeputusan adalah perhubungan jiwa yang tetap dengan Allah, demikianlah hidup itu mengalir dari Allah masuk ke dalam kehidupan kita dan dari dalam kehidupan kita, kesucian dan kemurnian mengalir kembali kepada Allah.

Berdoa dengan rajin amat perlu; janganlah biarkan ada sesuatu yang merintangi engkau. Usahakanlah supaya tetap terpelihara hubungan yang terbuka antara Yesus dengan jiwamu pergi ke tempat yang biasanya doa dilayangkan: Semua orang yang sungguh-sungguh mencari hubungan dengan Allah akan hadir di dalam perbaktian doa, setia mengerjakan pekerjaan mereka, serta sungguh-sungguh rindu memetik segala keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh-Nya. Mereka akan menggunakan setiap kesempatan sebaik-baiknya dengan menempatkan diri di tempat di mana mereka dapat memperoleh berkas sinar dari surga.
Kita harus berdoa dalam lingkungan keluarga; dan di atas semuanya itu seharusnya kita jangan lupa berdoa sendirian; karena inilah kehidupan jiwa. Jiwa mustahil dapat tumbuh kalau doa dilalaikan. Doa dalam keluarga dan doa di hadapan orang banyak tidaklah cukup. Di tempat yang sepi biarlah jiwa itu ditaruh terbuka di hadapan pemeriksaan pemandangan Allah. Doa tersembunyi itu hendaklah hanya di dengar Allah yang mendengar doa. Janganlah telinga lain mendengar beban permohonan serupa itu. Di dalam doa sendirian jiwa bebas dari segala pengaruh-pengaruh sekelilingnya, bebas dari keributan. Dengan tenang, tekun, doa itu sampai kepada Allah. Kasih yang terbit dari Dia yang memandang dalam tempat yang tersembunyi dan yang telinga-Nya terbuka mendengarkan doa yang terbit dari hati. Dengan tenang dan dengan iman yang tulus ikhlas jiwa berhubungan dengan Allah serta mengumpulkan kepadanya sinar terang Ilahi untuk menguatkan serta menegakkannya di dalam pergumulan melawan Setan. Tuhanlah benteng kekuatan kita.

Berdoalah di dalam kamarmu: demikianlah pula ketika engkau berangkat menuju pekerjaanmu sehari-hari biarlah hatimu sering diangkat kepada Allah. Dengan demikianlah Henokh berjalan bersama Allah. Doa sendirian ini bangkit bagaikan bau-bauan yang harum di hadapan takhta kemurahan. Setan tidak dapat menaklukkan orang yang hatinya selalu berharap pada Allah.
 
Tiada tempat dan waktu yang tidak cocok untuk menghadapkan satu permohonan kepada Allah. Tiada sesuatu yang dapat mencegah kita daripada mengangkat hati kita di dalam doa yang sungguh-sungguh. Di jalan-jalan yang ramai, di tengah-tengah segala kesibukan dagang, kita dapat melayangkan sebuah permohonan kepada Allah, memohon bimbingan Ilahi, seperti yang telah dilakukan Nehemia ketika dia mengadakan permohonan di hadapan Raja Artahsasta. Satu hubungan yang intim dapat diperoleh di mana pun kita berada. Kita harus mempunyai hati yang senantiasa terbuka dengan doa yang selalu dilayangkan supaya Yesus dapat datang dan tinggal sebagai tamu surga di dalam jiwa.

---bersambung---

 :)

salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)