Author Topic: By: Ellen G. White, Buku: Kebahagiaan Sejati  (Read 11433 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 06, 2016, 10:19:53 AM
Reply #50
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3018
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
berlanjut, minggu 06/03/2016

Meskipun ada suasana kotor dan korup di sekeliling kita, kita tidak usah menapaskan suasana udara buruk semacam itu, melainkan kita boleh hidup di dalam suasana udara surga yang bersih. Kita dapat mengatupkan pintu bagi angan-angan hati yang kotor serta pikiran yang kotor dengan jalan mengangkat jiwa kehadirat Allah melalui doa yang sungguh. Orang-orang yang hatinya terbuka menerima bantuan berkat Allah akan berjalan dalam suasana yang lebih kudus dari pada suasana dunia ini, serta akan mempunyai hubungan yang tetap dengan surga.

Kita memerlukan pandangan-pandangan yang lebih jelas lagi mengenai Yesus dan pengertian yang lebih dalam dari hal nilai perkara-perkara yang benar dan kekal. Keindahan kesucian memenuhi hati anak-anak Allah; supaya ini dapat terlaksana, kita harus berusaha supaya perkara-perkara surga dinyatakan kepada kita.
Biarlah jiwa diulurkan dan ditinggikan supaya Allah memberi kepada kita napas suasana surgawi. Kita dapat jadi begitu dekat kepada Tuhan sehingga dalam tiap-tiap godaan yang sekonyong-konyong pikiran kita akan berpaling pada-Nya dengan sendirinya seperti bunga berpaling kepada matahari.
Bawalah segala kekurangan-kekuranganmu, kegembiraan-kegembiraanmu, dukacitamu, segala keluh kesahmu, dan ketakutanmu ke hadapan Allah. Engkau tidak dapat menyusahkan Dia, engkau tidak dapat memenatkan Dia. Dia yang menghitung jumlah rambut di kepalamu tidaklah bersikap masa bodoh kepada keperluan-keperluan anak-anak-Nya.” .... karena Tuhan Maha Penyayang dan penuh belas kasihan.” (Yakobus 5:11).

Hati-Nya yang penuh kasih terjamah oleh dukacita kita, bahkan kepada ucapan kita mengenai hal itu. Bawalah kepada-Nya segala sesuatu yang membingungkan pikiran. Tiada yang terlalu besar untuk ditanggungnya, karena  Dia yang memerintah semesta alam. Tiada sesuatupun yang menyangkut kedamaian kita yang terlalu gelap untuk dibaca-Nya; tiada kesukaran yang terlalu kecil untuk diperhatikan-Nya; tiada kesukaran yang terlalu sulit di selesaikan-Nya, tiada kebimbangan yang menyusahkan jiwa, tiada kegembiraan yang menyenangkan, tiada doa yang sungguh-sungguh diucapkan bibir, yang tidak diperhatikan Bapa yang di surga, atau yang tidak segera diperhatikan-Nya. “Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.” (Mazmur 147:3).  :afro: :afro:

Hubungan antara Allah dengan tiap-tiap jiwa adalah jelas dan sempurna seperti tiada lagi jiwa yang lain di dunia ini untuk menikmati penjagaan-Nya, tiada jiwa yang lain untuk mana Dia memberikan Anak-Nya yang tunggal itu.
Yesus berkata: “Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah” (Yohanes 16:26,27).  “Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu” (Yohanes 15:16). Tetapi berdoa di dalam nama Yesus adalah sesuatu yang lebih daripada hanya menyebutkan Nama itu pada permulaan dan akhir sebuah doa. Berdoa dalam nama Yesus artinya berdoa dalam roh dan pikiran Yesus, sementara itu kita percaya atas janji-janji-Nya, bergantung kepada rahmat-Nya serta mengerjakan pekerjaan-Nya.
 
Tuhan tidak bermaksud supaya ada di antara kita menjadi petapa atau menjadi rahib dan mengasingkan diri dari dunia dalam usaha membaktikan diri kita sendiri untuk mengerjakan ibadah.

Kehidupan itu haruslah seperti hidup Kristus-- antara gunung dan khalayak ramai. Orang yang pekerjaannya tiada selain berdoa saja akan segera berhenti berdoa, atau doa-doanya akan menjadi sekadar rutin saja. Bila orang menjauhkan diri mereka sendiri dari kehidupan sosial, menjauh dari lingkungan kewajiban orang Kristen dan tidak suka mengangkat salib itu; apabila mereka berhenti bekerja dengan sungguh-sungguh untuk Tuhan, yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh bagi mereka, mereka kehilangan unsur doa dan tidak mempunyai pendorong kepada perbaktian. Doa-doa mereka akan menjadi bersifat pribadi dan hanya mementingkan diri sendiri saja. Mereka tidak dapat berdoa untuk keperluan umat manusia atau membangun kekuatan yang membuat mereka dapat bekerja.


---bersambung---

salam
 :)
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
March 08, 2016, 12:00:26 PM
Reply #51
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3018
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
berlanjut, Selasa 08/03/2016


Kita rugi apabila kita melalaikan kesempatan berkumpul bersama-sama untuk menguatkan dan saling memberanikan di dalam bekerja bagi Allah. Kebenaran-kebenaran Firman-Nya kehilangan terang dan kepentingannya di dalam pikiran kita. Hati kita berhenti diterangi dan dibangkitkan oleh pengaruhnya yang menyucikan, dan di dalam kerohanian kita menjadi mundur. Di dalam pergaulan kita selaku orang-orang Kristen kita kekurangan sekali akan simpati satu dengan yang lain. Orang yang tidak suka bergaul dengan orang lain tidak menggenapi kedudukan yang telah direncanakan Tuhan baginya. Pertumbuhan yang betul dari hal unsur-unsur sosial di dalam tabiat kita akan membawa kita ke dalam simpati terhadap orang lain, dan itu berarti satu jalan pertumbuhan dan kekuatan bagi kita di dalam melayani Allah.

Jika orang-orang Kristen bergaul bersama-sama, saling membicarakan dari hal kasih Allah dari hal kebenaran-kebenaran penebusan yang berharga,
maka hati mereka sendiri akan disegarkan dan mereka akan saling menyegarkan hati.

Tiap-tiap hari kita dapat belajar lebih banyak lagi dari hal Bapa kita yang di surga, memperoleh satu pengalaman yang segar dari rahmat-Nya; maka kita pun akan rindu berbicara tentang kasih-Nya; dan apabila kita memikir-mikirkan serta berbicara lebih banyak dari hal Yesus dan kurang mengenai diri sendiri, maka kita akan memperoleh lebih banyak lagi hadirat Tuhan itu. :afro:

Jika saja kita mau memikirkan Allah seperti seringnya kita lihat bukti pemeliharaan-Nya atas kita, maka kita harus selalu ingat Dia di dalam pikiran-pikiran kita, dan kita harus bergembira bercakap-cakap dengan Dia serta memuji Dia. Kita berbicara mengenai perkara-perkara yang bersifat sementara karena kita menaruh perhatian di dalamnya. Kita bercakap-cakap mengenai sahabat-sahabat kita sebab kita mengasihinya; suka-duka kita selalu terikat dengan mereka. Namun demikian, ada alasan yang lebih besar dan tiada batasnya untuk mengasihi Allah daripada sahabat-sahabat kita di dunia ini; maka adalah hal yang sewajarnya di dalam dunia ini mendahulukan Dia di dalam segala sesuatu yang kita pikirkan, membicarakan dari hal kebaikan-Nya serta menceritakan dari hal kuasa-Nya. Pemberian yang diberikan Tuhan dengan limpahnya kepada kita bukanlah dimaksudkan menyerap pikiran-pikiran dan kasih kita begitu banyak sehingga kita tidak lagi mempunyai sesuatu untuk diberikan lagi kepada Allah; semuanya itu patut selalu mengingatkan kita pada-Nya dan mengikat kita di dalam tali kasih dan syukur kepada pemberi anugerah kita yang di surga itu. Kita terlalu dekat tinggal di dalam dataran rendah di dunia ini. Marilah kita mengangkat mata kita kepada pintu bait suci surga di atas yang terbuka, di mana terang kemuliaan Allah bersinar di wajah Kristus, yang “karena itu ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah.”(Ibrani 7:25). Kita perlu memuji Allah karena “mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia.” (Mazmur 107:8). Praktik peribadatan kita janganlah hendaknya hanya terdiri dari meminta dan menerima. Janganlah kita hanya memikirkan dari hal keperluan-keperluan kita saja pada hal tidak pernah memikirkan keuntungan yang telah kita terima; berdoa pun kita kurang sekali, bahkan sangat kurang mengucapkan syukur.

Kita adalah penerima rahmat Allah yang tetap, namun masih terlalu sedikit rasa syukur yang kita tunjukkan, betapa sedikitnya pujian kita pada-Nya atas segala sesuatu yang telah dilakukan-Nya kepada kita.
 
****
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
March 08, 2016, 12:30:54 PM
Reply #52
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3018
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
****

Pada zaman dahulukala Tuhan memberi perintah kepada orang Israel ketika mereka berhimpun berbakti pada-Nya: “Di sanalah kamu makan di hadapan Tuhan, Allahmu, karena dalam segala usahamu engkau diberkati oleh Tuhan, Allahmu.” (Ulangan 12:7). Segala yang dilakukan demi kemuliaan Tuhan hendaklah dilakukan dengan penuh kegembiraan, dengan lagu pujian dan syukur, bukannya dengan murung dan hati yang sedih.

* Allah kita lemah lembut, Bapa yang penuh kemurahan. Bakti kita kepada-Nya janganlah dipandang sebagai sesuatu yang menyedihkan dan menyusahkan hati. Berbakti kepada-Nya haruslah menjadi satu kegembiraan, demikian pula di dalam mengambil bagian di dalam pekerjaan-Nya. Allah tidak mau anak-anak-Nya, kepada siapa telah disediakan keselamatan yang begitu besar, bertindak seolah-seolah Dia seorang kepala kerja yang keras dan bengis.

* Dia adalah sahabat mereka yang terbaik,  :afro: :afro:

* dan apabila mereka menyembah Dia, Dia berharap bersama-sama dengan mereka, untuk memberkati dan menghibur mereka, mengisi hati mereka dengan kegembiraan dan kasih. Allah menginginkan anak-anak-Nya mendapat penghiburan di dalam baktinya kepada Tuhan serta mencari di dalam pekerjaan-Nya lebih banyak kesukaan daripada kesengsaraan.

* Dia ingin supaya orang-orang yang datang berbakti pada-Nya kelak membawa pulang pikiran-pikiran yang mulia tentang penjagaan dan kasih-Nya, supaya mereka dapat kegembiraan di dalam pekerjaan hidup mereka sehari-hari, agar mereka dapat memperoleh anugerah bertindak jujur dan setiawan di dalam segala perkara.

Kita pun harus berkumpul di sekeliling salib itu. Kristus dan Dia yang sudah disalibkan itu haruslah menjadi pokok renungan, pokok percakapan, dan gelora hati yang paling penuh kesukaan. Kita harus ingat di dalam pikiran kita tiap-tiap berkat yang kita terima dari Tuhan, dan apabila kita seharusnya mau mempercayakan segala sesuatu ke dalam tangan yang telah terpaku di kayu palang karena kita.
  :afro: :afro:

Jiwa dapat naik lebih dekat ke surga dengan sayap-sayap pujian. Allah dipuja dengan lagu dan musik di surga, dan jika kita menyatakan rasa terima kasih kita. Kita mendekati kebaktian balatentara surga. “Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku,” (Mazmur 50:23). Marilah dengan gembira memuji, datang kepada Khalik kita disertai “kegirangan dan sukacita.” (Yesaya 51:3).



Bab XI Sudah selesai,
---Bersambung bab XII---


salam
 :)
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
March 10, 2016, 06:43:54 PM
Reply #53
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3018
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
berlanjut, Jumat, 11/03/2016
Bab XII
MEMAHAMI AKAN KETERBATASANMU

Banyak orang, terutama orang-orang yang masih muda dalam kehidupan Kristen, sering gelisah karena hasutan keragu-raguan. Di dalam Alkitab banyak terdapat hal-hal yang tidak dapat mereka terangkan atau pun dipahami, dan Setan  menggunakan ini menggoncangkan iman mereka atas Alkitab itu sebagai satu Wahyu yang datang dari Tuhan. Mereka bertanya: Bagaimanakah saya dapat mengetahui jalan yang benar? Jika Alkitab itu sesungguhnya Firman Tuhan, bagaimanakah saya dapat dibebaskan dari kebimbangan dan kebingungan?”

Allah tidak pernah meminta kita mempercayai, tanpa memberikan bukti yang cukup atas mana iman kita didasarkan. Adanya Allah, tabiat-Nya, kebenaran Firman-Nya, semuanya telah diteguhkan melalui kesaksian yang menarik pikiran kita, dan kesaksian semacam ini berlimpah-limpah adanya. Namun demikian Tuhan Allah tidak pernah menjauhkan kemungkinan bimbang. Iman kita haruslah dialaskan atas bukti, bukanlah di atas pertunjukan. Orang-orang yang ingin bimbang mempunyai kesempatan untuk itu, sedangkan orang-orang yang sungguh-sungguh ingin mengetahui kebenaran akan memperoleh banyak bukti-bukti atas mana mereka taruh iman mereka.

Mustahil sekali pikiran yang terbatas dengan sepenuhnya memahami semua sifat pekerjaan Allah yang tiada batasnya itu. Bagi pikiran yang cerdas sekalipun, otak yang dididik setinggi-tingginya, kepadanya Allah masih tetap harus merupakan rahasia. “Dapatkah engkau memahami hakikat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan yang Mahakuasa? Tingginya seperti langit--apa yang dapat kau lakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati--apa yang dapat kau ketahui?” (Ayub 11:7,8).
Rasul Paulus berkata seperti berikut: “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!” (Roma 11:33). Tetapi walaupun Awan dan kekelaman ada di sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.” (Mazmur 97:2). Kita dapat memahami tindakan-Nya terhadap kita, dan motif yang menggerakkan-Nya, supaya kita dapat melihat kasih dan kemurahan yang begitu agung itu dipadukan dengan kuasa yang tiada batasnya. Kita dapat memahami maksud-maksud-Nya sejauh yang kita perlu kita tahu untuk kebaikan kita; dan lebih daripada itu kita harus percaya pada tangan Yang Mahakuasa, hati yang penuh dengan kasih itu.

Firman Tuhan, sama seperti sifat Ilahi pengarangnya, mengandung rahasia-rahasia yang tidak akan pernah dapat dipahami sepenuhnya, oleh makhluk yang fana. Masuknya dosa ke dalam dunia ini, penjelmaan Kristus, pembaruan, kebangkitan dan banyak lagi pokok-pokok lainnya yang dinyatakan di dalam Alkitab, adalah merupakan rahasia-rahasia yang teramat dalam bagi pikiran manusia untuk menerangkannya, atau pun mengerti sepenuhnya. Tetapi kita tidak mempunyai alasan untuk meragu-ragukan Firman Allah karena kita tidak mengerti rahasia-rahasia takdir-Nya. Di dunia ini pun kita selalu dikelilingi oleh rahasia-rahasia yang tidak dapat kita selami. Bentuk-bentuk kehidupan yang paling rendah sekalipun merupakan satu persoalan yang para ahli filsafat pun tidak mampu menerangkannya. Di mana-mana terdapat keajaiban-keajaiban yang di luar kemampuan kita. Apakah kita masih merasa heran menemukan bahwa di dalam dunia rohani juga terdapat rahasia (misteri) yang tidak dapat kita duga dalamnya? Kesulitannya terletak semata-mata di dalam kelemahan dan kepicikan pikiran manusia. Tuhan Allah telah memberikan kepada kita di dalam Kitab Suci bukti yang cukup dari hal sifat-sifat Ilahi Firman itu, maka kita pun tidaklah patut meragukan Firman-Nya hanya karena kita tidak dapat memahami semua rahasia takdir-Nya.
 
Rasul Petrus mengatakan bahwa ada terdapat di dalam Kitab Suci “dalam surat-surat-Nya itu ada hal-hal yang sukar dipahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutar balikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri.” (2 Ptr. 3:16). Hal-hal yang sulit di dalam Kitab Suci itulah yang digunakan oleh orang-orang yang bimbang sebagai alasan menyerang Alkitab; tetapi sebaliknya, ayat-ayat itu menjadi bukti yang kuat bahwa datangnya adalah dari Tuhan. Jika ayat-ayat itu tidak ada hubungannya dengan Allah melainkan kita dapat memahaminya dengan gampang saja; jika kebesaran dan kemuliaan-Nya dapat dijangkau oleh pikiran fana, maka Alkitab itu tidak mendapat pengakuan yang tidak dapat disangsikan lagi berasal dari Ilahi. Kemuliaan besar dan rahasia dari pada tema yang dihadapkan seharusnya menimbulkan iman atasnya sebagai Firman Allah.


---Bersambung---

salam
 :)
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
March 13, 2016, 08:15:56 AM
Reply #54
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3018
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
bersambung, Minggu 13/03/2016

Alkitab membukakan kebenaran itu dengan kesederhanaan dan dengan satu penyesuaian yang sempurna terhadap keperluan-keperluan dan kerinduan hati umat manusia, yang telah menakjubkan serta memikat pikiran orang-orang yang paling tinggi budi bahasanya, sementara orang-orang yang sederhana pikirannya dapat menyelidiki jalan keselamatan itu. Namun segala kebenaran yang dituturkan dengan sederhana ini mencakup hal-hal yang begitu tinggi, dengan jangkauannya yang begitu jauh, yang melampaui kuasa daya pengertian manusia, supaya kita dapat menerimanya hanya karena Allah telah menyatakannya.  :afro: :afro:

Oleh karena itulah rencana keselamatan ditaruh di hadapan kita dengan terbuka, supaya tiap-tiap jiwa dapat melihat langkah-langkah yang hendak diambilnya dalam pertobatan kepada Allah dan iman di dalam Tuhan kita Yesus Kristus, supaya diselamatkan di dalam jalan yang telah disediakan Tuhan Allah; tetapi di bawah segala kebenaran ini, yang dengan mudah dipahami, terdapatlah rahasia-rahasia yang menutupi kemuliaan-Nya, rahasia-rahasia yang melebihi kuasa pikiran di dalam menyelidiknya, namun demikian mengilhami pencari kebenaran yang sungguh-sungguh dengan kemuliaan dan iman. Semakin diselidikinya Alkitab semakin dalam keyakinannya bahwa itulah Firman Allah yang hidup, dan pertimbangan manusia tunduk di hadapan kenyataan kemuliaan Ilahi.

Dengan mengaku bahwa kita tidak dapat mengerti betul kebenaran-kebenaran besar Kitab Suci itu berarti semata-mata mengakui bahwa pikiran yang terbatas ini tidak mampu menjangkau yang tidak terbatas bahwa manusia dengan pengetahuan yang terbatas tidak dapat mengerti maksud-maksud Allah Yang Mahatahu.
Karena mereka tidak dapat mengalami semua rahasia-rahasia itu, orang yang bimbang dan orang yang tidak percaya menolak Firman Allah; dan tidak semua orang yang mengaku percaya kepada Alkitab lepas dari bahaya ini. Rasul berkata: “Waspadalah hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup” (Ibrani 3:12).

Ada baiknya mempelajari dengan rajin ajaran-ajaran Kitab Suci serta menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah” sejauh yang dinyatakan di dalam Kitab Suci. (1 Korntus 2:10).  Sementara “hal-hal yang tersembunyi ialah bagi Tuhan, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita.” (Ulangan 29:29):afro:

Tetapi Setan bekerja mengacaukan kuasa menyelidik manusia itu. Keangkuhan-keangkuhan tertentu dicampur adukkan dengan pertimbangan akan kebenaran Alkitab, supaya dengan demikian orang merasa tidak sabar dan ditaklukkan jika mereka tidak dapat menerangkan setiap bagian Kitab Suci dengan memuaskan mereka. Mereka malu mengaku bahwa mereka tidak mengerti Firman yang diilhamkan itu. Mereka kira bahwa tanpa dibantu mereka akan mampu dan cukup bijaksana memahami Kitab Suci, lalu setelah gagal, maka mereka sesungguhnya menyangkal kuasa-Nya.

Memang benar bahwa banyak teori dan doktrin populer yang disangka berasal dari Kitab Suci padahal tidak mempunyai dasar sama sekali, dan bahkan sesungguhnya berlawanan dengan perkataan yang diilhamkan Tuhan itu. Hal-hal semacam inilah menjadi penyebab kebimbangan dan kekacauan terhadap banyak pikiran. Bagaimanapun, sebenarnya segala pengajaran serupa ini janganlah disalahkan kepada Firman Allah, melainkan kepada kekacauan yang dibuat manusia itu sendiri.


---Bersambung---

salam
 :)
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
March 15, 2016, 09:22:02 PM
Reply #55
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 747
  • Gender: Female
  • no one perfect
  • Denominasi: follower of Jesus Christ
maap kl pertanyaannya salah atau nyinggung,,,tp bnr - bener penasaran....

satu yang kk tulis hasil ringkasankah atau ngetik ulg isi semua buku???
dua kk ngetik sendiri mua?atau copas??
makasih n maaf sblmnya.. :)
because things will get better,


one day i will say it wasn't easy, but i made it with christ
March 16, 2016, 11:27:47 AM
Reply #56
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3018
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
maap kl pertanyaannya salah atau nyinggung,,,tp bnr - bener penasaran....

ah,, nyantai saja.. sis  :)

Quote
satu yang kk tulis hasil ringkasankah atau ngetik ulg isi semua buku???
dua kk ngetik sendiri mua?atau copas??
makasih n maaf sblmnya.. :)

ngomong ngomong, kamu sudah baca buku "Kebahagiaan Sejati" yang kutulis ini??  :)


salam
TYM
« Last Edit: March 16, 2016, 11:39:26 AM by Simatupang@123 »
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
March 16, 2016, 01:37:59 PM
Reply #57
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3018
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
berlanjut, Rabu, 16/03/2016

Jika mungkin makhluk yang diciptakan itu mencapai satu pengertian yang penuh mengenai Allah dan segala perbuatan-Nya, maka setelah mencapai titik pengetahuan seperti ini, tiada akan ada lagi bagi mereka penemuan kebenaran yang lebih lanjut, tiada pertumbuhan pengetahuan lagi, tiada lagi perkembangan pikiran atau hati untuk selanjutnya. Maka Allah tidak berkuasa lagi; dan manusia dengan tercapainya batas pengetahuannya, akan berhenti dan tidak maju lagi.

Marilah kita mengucapkan syukur kepada Tuhan sebab hal yang demikian tidak terjadi. Allah tiada batasnya, di dalam “Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.” (Kolose 2:3). Sampai selama-lamanya manusia mungkin menyelidik, belajar, dan tidak akan pernah dapat menghabiskan perbendaharaan hikmat-Nya, kebaikan-Nya, dan kuasa-Nya.

Allah berniat bahwa di dalam hidup ini pun kebenaran-kebenaran Firman-Nya akan senantiasa dibukakan kepada umat-Nya. Hanya ada satu jalan dalam mana pengetahuan itu dapat dicapai. Kita dapat mencapai satu pengertian dari hal Firman Allah hanyalah melalui penerangan yang diberikan Roh, yang menyampaikan Firman itu. “Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia?” “Sebab Roh menyelidik segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah” (1 Korintus 2:11,10).
Dan janji Juruselamat kepada pengikut-pengikut-Nya ialah: “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; ...Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.” (Yohanes 16:13,14).

Allah mau supaya manusia itu menggunakan kuasa berpikirnya;   :afro: :afro:
dan hal mempelajari Alkitab itu akan menguatkan dan meninggikan pikiran, sebagaimana yang tidak dapat diberikan oleh pelajaran-pelajaran lain. Namun kita harus tetap waspada supaya jangan mendewa-dewakan akal pikiran, yang tunduk kepada kelemahan dan kekurangan manusia itu. Jika kita tidak menghendaki Kitab Suci terselubung dari pengertian kita, sehingga kebenaran-kebenaran yang paling jelas tidak akan dipahami, kita harus mempunyai ketulusan dan iman seperti yang dipunyai anak kecil yang bersedia belajar dan memohon bantuan ROH KUDUS. Satu perasaan akan kuasa dan hikmat Allah, dan ketidakmampuan kita memahami kebesaran-Nya, harus menggerakkan kita dengan kerendahan hati, dan kita harus membuka Firman-Nya, sebagaimana kita masuk ke dalam hadirat-Nya disertai kesucian yang menggetarkan. Kalau kita datang kepada Alkitab, maka akal budi kita haruslah mengakuinya sebagai satu kuasa yang tertinggi, hati dan pikiran harus tunduk kepada AKU ADA yang Mahabesar itu.

Ada banyak perkara-perkara yang kelihatannya sulit atau samar-samar, yang akan dibuat Allah menjadi terang dan sederhana bagi orang-orang yang mencari satu pengertian dari halnya. Tetapi tanpa bantuan ROH KUDUS kita selalu mungkin memutar balikkan Kitab Suci atau salah menafsirkannya. Banyak pembacaan Alkitab yang tidak mendatangkan faedah dan di dalam banyak hal justru mendatangkan bencana.

Apabila Firman Allah dibuka tanpa doa dan hormat; dan bila pikiran dan keinginan hati tidak ditetapkan kepada Allah atau belum sesuai dengan kehendak-Nya, maka pikiran itu digelapi kebimbangan; maka di dalam mempelajari Alkitab seperti itu, keragu-raguan pun semakin bertambah kuat. Musuh kebenaran menguasai pikiran serta menyuguhkan tafsiran-tafsiran yang tidak benar. Apabila orang tidak berusaha mencari hubungan yang harmonis dengan Allah di dalam iman dan perbuatan, betapapun terpelajarnya mereka, ada kemungkinan mereka akan salah dalam pengertian dari hal Kitab Suci, dan tidak selamat mempercayai penjelasan-penjelasan mereka itu. Orang-orang yang mencari-cari salah di dalam Kitab Suci, tidak mempunyai pandangan rohani. Dengan pandangan yang sudah dikacaukan mereka akan melihat banyak sebab musabab untuk ragu-ragu dan tidak percaya di dalam perkara-perkara yang sebenarnya jelas dan mudah.
 
Betapapun mereka menyembunyikannya, sebab yang sesungguhnya mengenai kebimbangan  dan ragu-ragu ini, pada umumnya ialah kasih terhadap dosa. Pengajaran-pengajaran dan larangan-larangan dalam Firman Allah tidak diindahkan oleh hati yang sombong, hati yang masih mencintai dosa, dan orang-orang yang tidak mau menurut perintah Firman itu sudah siap untuk menyangsikan kuasa-Nya.

---bersambung---


salam
 :)
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
March 16, 2016, 06:52:27 PM
Reply #58
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 747
  • Gender: Female
  • no one perfect
  • Denominasi: follower of Jesus Christ
baca buku aslinya belum sihhh...cm bc postingannya kk...makanya jadi penasaran yg kk tulis pure copas buku nya atau udah berupa kesimpulan n ringkasan???
because things will get better,


one day i will say it wasn't easy, but i made it with christ
March 18, 2016, 02:33:31 PM
Reply #59
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3018
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
baca buku aslinya belum sihhh...cm bc postingannya kk...

mantap!!  :afro: :afro:

buku yang kutulis bukan ringkasan, tapi merupakan keseluruhan buku di mulai dari bab 2, tapi Judulnya saja yang aku ganti sebagian. kalau isinya sama kok, dari yang aslinya.

jadi walaupun sis brigetta tidak baca buku aslinya, dengan membaca tulisan ku ini, sis briggeta sama saja dengan membaca aslinya...  :) :)

Quote
makanya jadi penasaran yg kk tulis pure copas buku nya atau udah berupa kesimpulan n ringkasan???

jadi tidak usah penasaran lagi ya, buku yang kutulis ini bukan ringkasan.    :)



salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)